Senin, 27 Desember 2021

POHON KEHIDUPAN, SERIAL SUDUT PANDANG

POHON KEHIDUPAN, SERIAL SUDUT PANDANG

Selama ini setiap hari raya Natal selalu dipajang "Pohon Terang" yang dibuat dari potongan atau tiruan pohon cemara yang kemudian dihiasi dengan lampur kerlap-kerlip dan hiasan-hiasan lain. Semua itu merupakan tradisi yang diwarisi dari ke-Kristen-an yang berasal dari Barat. Pohon cemara itu mempunyai makna/arti penting di Barat sebab hanya pohon cemara yang tetap hidup di musim dingin atau salju. Akan tetapi, pohon cemara tidak terlalu mempunyai makna/arti bagi orang-orang yang hidup di daerah tropis, seperti Indonesia, yang tidak mengenal musim salju atau dingin.
Di gereja desa, dengan semangat menjadi gereja yang merdeka, memuali untuk mengganti "Pohon Terang" dengan "Pohon Kehidupan."  Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, adalah Pohon Kehidupan. Oleh sebab itu, untuk merayakan kelahiran Sang Juru selamat, dipajanglah "Pohon Kehidupan."  Pohon yang menyimbolkan atau melambangkan sumber kehidupan. 
Di jemaat Cingkrong, memilih simbolnya adalah pohon pisang. Pohon pisang itu seluruh bagiannya bermanfaat.  Umbi, batang, daun, dan buahnya semua bermanfaat, semua memberi hidup.   
di Jemaat Piyak, yang dipilih adalah pohon kelapa. Pohon kelapa seluruh bagiannya juga bermanfaat. Akar, batang, daun, juga  buahnya memberi manfaat. Terlebih buahnya merupakan sumber  hidup. Air kelapa di samping menjadi minuman yang sangat menyegarkan, juga obat manjur untuk mengatasi keracunan. 
Injil sampai ke Jawa memang dibawa oleh penginjil Barat, tapi gereja yang merdeka, adalah gereja yang bersedia bahkan berani bergumul sendiri tentang dirinya. Sehingga bukan menjadi gereja di Jawa atau Indonesia, tapi gereja (dari) Jawa atau Indonesia.STT BAPTIS INJILI, CEPOGO BOYOLALI,2017,TITUS ROIDANTO

Sudut 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 [𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗩𝗜 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗮, 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗔]10 Mei 2026 Bukan 𝙆𝙚𝙨𝙪𝙧𝙪𝙥𝙖𝙣

Sudut  𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 [𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗩𝗜 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗮, 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗔] 10 Mei 2026  Bukan 𝙆𝙚𝙨𝙪𝙧𝙪𝙥𝙖𝙣 PENGANTAR Minggu 10 Me...