Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2026

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Matius 3 :13-17, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—˜๐—ฝ๐—ถ๐—ณ๐—ฎ๐—ป๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”], Bukan Kejap

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Matius 3 :13-17, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—˜๐—ฝ๐—ถ๐—ณ๐—ฎ๐—ป๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]

๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ฝ

PENGANTAR
Di tengah situasi kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian yang bisa menumbuhkan ketakutan, lawatan Allah bukanlah sekadar peristiwa spektakuler. Lawatan-Nya ada dalam tindakan kasih yang lembut, namun menggetarkan, menyapu habis
ketakutan umat. Lawatan-Nya mengarahkan kita pada kepercayaan, keberanian, dan partisipasi dalam karya keadilan dan pendamaian Allah.
Baptisan Yesus bukan hanya tanda awal pelayanan-Nya, namun juga pengumuman publik dari surga bahwa Allah hadir dan bekerja. Baptisan ini adalah momen ilahi yang mengonfirmasi: "Inilah
Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan". Dalam
Kristus, Allah melawat dan mengusir ketakutan dengan kasih dan kuasa-Nya. Ada yang menarik dalam bacaan untuk hari raya Epifani hari ini, 6 Januari, yang diambil dari Injil Matius 2:1-12. Petulis Injil Matius menolak pendapat atau nubuat Nabi Mikha.

• Mikha 5:1 “๐˜›๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ช ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜Œ๐˜ง๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ช ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ ๐™š๐™˜๐™ž๐™ก ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฎ-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช-๐˜’๐˜ถ ๐™จ๐™š๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ข๐™š๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ ๐™„๐™จ๐™ง๐™–๐™š๐™ก, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ป๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ.” 

• Matius 2:6 “๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฎ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข, ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ช ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™ก๐™ž-๐™ ๐™–๐™ก๐™ž ๐™—๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ๐™ก๐™–๐™ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ ๐™š๐™˜๐™ž๐™ก ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ, ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™š๐™ข๐™—๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ช๐™ข๐™–๐™ฉ-๐™†๐™ช ๐™„๐™จ๐™ง๐™–๐™š๐™ก."

Matius menolak pendapat atau nubuat Nabi Mikha bahwa Betlehem adalah ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ sehingga Matius mengubahnya menjadi ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ. Kata ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ tentunya mengubah makna 180 derajat. 


PEMAHAMAN
6 Januari, umat Kristen (Gereja Barat) merayakan Hari Epifani, Hari Penampakan Tuhan atau ๐˜Œ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ, sedang Umat Kristen Mesir atau Gereja Timur merayakan Hari Natal. 

Menurut tradisi Gereja Barat Epifani dipahami sebagai saat-saat kunjungan orang-orang majus menjumpai Yesus atau penampakan Tuhan kepada bangsa-bangsa bukan-Yahudi (๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด). Menurut tradisi Gereja Timur Epifani dipahami saat Pembaptisan Yesus (๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ด๐˜ฎ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ) yang dimaknai sebagai penampakan Tuhan kepada publik atau penyataan Allah kepada dunia.

Minggu ini adalah Minggu pertama sesudah Epifani,11012026. Kalau anda masih ingat topik Sudut Pandang edisi Minggu II Adven (4 Desember 2022) pembacaan diambil dari Injil Matius 3:1-12. Perikop (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ) itu menampilkan kiprah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea. Bacaan Minggu ini meneruskan perikop itu, yaitu Matius 3:13-17 yang didahului dengan Yesaya 42:1-9, Mazmur 29, dan Kisah Para Rasul 
10:34-43.

LAI memberi judul perikop bacaan Minggu ini ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ด ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด. Minggu ini juga dikenal sebagai Minggu Pembaptisan Yesus (๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ด๐˜ฎ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ). Kutipan dari Alkitab LAI TB II (1997).
๐Ÿฏ:๐Ÿญ๐Ÿฏ Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. 
๐Ÿฏ:๐Ÿญ๐Ÿฐ Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?" 
๐Ÿฏ:๐Ÿญ๐Ÿฑ Lalu jawab Yesus kepadanya, "Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Yohanes pun menuruti-Nya. 
๐Ÿฏ:๐Ÿญ๐Ÿฒ Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 
๐Ÿฏ:๐Ÿญ๐Ÿณ lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Pengarang Injil Matius menulis pasal 1 - 2 menggunakan sumbernya sendiri atau Sumber M, sedang perikop bacaan Minggu ini ia menggunakan Sumber Markus. Di Injil Markus kisah pembaptisan Yesus hanya diceritakan singkat saja (tiga ayat), sedang Matius menambahnya menjadi lima ayat. 

Penekanan bukan pada peristiwa pembaptisan itu pada dirinya, melainkan turunnya Roh Allah dan suara Allah dari surga. Kisah pembaptisan Yesus lebih merupakan refleksi teologis ketimbang suatu laporan jurnalistis historis mengenai bagaimana Yesus dibaptis. Dalam bentuk cerita refleksi teologis itu diperikan (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฅ) seolah-olah terjadi secara fisik dengan menggunakan dunia bahasa yang dikenal pada masa itu.

Langit atau Surga adalah metafora tempat kediaman Allah sehingga sebelum Roh Allah turun dari Surga, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข lebih dahulu. Saat turun dari langit atau Surga, Roh Allah itu diperikan seperti ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ช yang memiliki sayap untuk terbang. Suara Allah dari Surga juga diperikan seperti suara manusia yang dapat didengar telinga manusia. Metafora ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ sama dengan metafora ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ karena keduanya memerikan (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ) Allah seakan-akan bermulut komat-kamit mengeluarkan suara seperti mulut manusia.

Roh Allah turun dan suara Allah terdengar merupakan pemerian (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ) teologis mengenai penyataan (๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ) Allah atau penampakan Allah (๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ). Kedua pemerian itu tampaknya bersumber dari Septuaginta (lih. Yes. 42:1; 61:1 dan Mzm. 2:7). Roh Allah turun ke atas Yesus dapat dimaknai sebagai pengesahan Allah atas penugasan orang yang sudah dipilih-Nya itu, sebagai pengurapan atas diri Yesus yang adalah Mesias. Turunnya Roh Allah ke atas Yesus juga bisa dimaknai sebagai pengurapan Allah atas diri Yesus. Yesus adalah Mesias, yang diurapi Allah. 

Meskipun pengarang Injil Matius banyak merujuk sumber tertentu (Septuaginta dan Injil Markus), belum tentu berarti ia bersetuju dengan sumber rujukannya. 
• Pengarang Injil Markus sejalan dengan Mazmur 2:7 bahwa Yesus menjadi Anak Allah ketika dibaptis atau diurapi. “๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜’๐˜ถ ... ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜”๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ...” (Mrk. 1:11). Penyataan Allah ditujukan kepada Yesus bahwa pada saat itulah Yesus disebut Anak Allah.
• Pengarang Injil Matius menolak pandangan pemazmur dan Injil Markus. Yesus sudah menjadi Anak Allah sejak dalam kandungan Maria sebab Yesus dikandung dari Roh Allah (Mat. 1:20) dan dikonfirmasi dengan kutipan Hosea 11:1 di Matius 2:15. Dalam Matius 3:17 “๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜’๐˜ถ... ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ...”. Penyataan Allah ditujukan kepada semua yang hadir di pembaptisan Yesus termasuk para pembaca atau pendengar cerita itu di luar dunia cerita. Penyataan Allah sekadar publikasi.

Orang Kristen sejak kanak-kanak tentu sudah mendengar kisah Yesus dibaptis oleh Yohanes. Mengapa Yesus dibaptis? Meskipun ada penjelasan dari penginjil Matius, aneh gak sih?

Matius sudah memberi kesan kepada pembacanya bahwa baptisan Yohanes itu merupakan tanda pertobatan (Mat. 3:1-8). Matius juga menegaskan bahwa Yesus jauh lebih mulia daripada Yohanes. Jangankan membaptis Yesus, menjadi budak Yesus pun Yohanes tidak layak karena Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan api, sedang Yohanes hanya dengan air (Mat. 9-12).

Di luar dunia cerita jemaat Matius tampaknya menghadapi persoalan dengan murid-murid Yohanes. Ada konflik dan perpecahan di antara kedua kelompok itu. Jemaat Matius menyembah dan mengagungkan Yesus lebih daripada Yohanes. Akan tetapi faktanya Yesus pernah dibaptis Yohanes dan sangat bolehjadi Yesus pernah menjadi murid Yohanes.

Penginjil Matius harus menjernihkan dan meluruskan ini. Matius membuat langkah cerdas dengan membuat dialog antara Yesus dan Yohanes sebelum pembaptisan. Dengan demikian diharapkan jemaat Matius legawa menerima fakta Yesus dibaptis oleh Yohanes sekaligus tetap memuliakan Yesus.

Dalam awal bacaan Injil Minggu ini Matius mengungkapkan bahwa inisiatif pembaptisan datang dari Yesus sendiri, meskipun Yohanes mencegahnya karena Yohanes merasa tak layak. Alasan Yesus adalah pembaptisan itu harus dilakukan karena hal itu menggenapkan seluruh kehendak Allah. Yohanes menuruti Yesus.

Apa itu menggenapkan seluruh kehendak Allah? Tidak ada penjelasan dari Matius. Jemaat Matius bagian terbesar dari kalangan Yahudi yang sudah sangat mengenal kitab suci Yahudi (PL). Tampaknya Matius mencerap mereka sudah tahu sehingga bagi Matius itu sudah cukup. “Yohanes sudah menuruti apa kata Yesus, kamu menuruti juga apa kata Yesus.” begitu kira-kira kata Matius.

Tentu pembaca Indonesia masa kini, yang tulisan Injil bukan ditujukan kepada mereka, boleh-boleh saja menafsir apa yang dimaksud menggenapkan seluruh kehendak Allah selama tafsir itu dapat dipertanggungjawabkan. Satu ciri tafsir yang dapat dipertanggungjawabkan adalah setia pada cerita atau teks, yang dalam hal ini narasi Injil Matius.

Nabi Yesaya sudah menubuatkan Yohanes akan menyiapkan jalan bagi Tuhan (Mat. 3:3). Dengan begitu kehadiran Yohanes memang sudah direncanakan atau dikehendaki Allah. Dalam kronologi rencana yang dikehendaki Allah itu Yohanes datang lebih dahulu untuk menyiapkan Yesus yang datang sesudah Yohanes (Mat. 3:11). 
• Yohanes melaksanakan rencana Allah itu pada diri Yesus dengan membaptis Yesus. 
• Pembaptisan Yesus adalah persiapan pelayanan atau kiprah Yesus.
• Pembaptisan Yesus menjadi akhir pelayanan Yohanes karena sesudah itu Yohanes ditangkap oleh Herodes (Mat. 4:12).

Bacaan Injil Minggu ini, Matius 3:13-17, merupakan satu episode dari babak persiapan pelayanan Yesus. Apabila kita rincikan menjadi:
• Episode Yohanes Pembaptis (Mat. 3:1-12), 
• Episode Yesus dibaptis Yohanes (Mat. 3:13-17), 
• Episode Pencobaan di padang gurun (Mat. 4:1-11), dan 
• Episode Yesus tampil di Galilea (Mat. 4:12-17).

Yesus memula pelayanan atau berkiprah di Galilea dengan memberitakan "๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต!" (Mat. 4:17).

Dari Natal Hari Pertama sampai Minggu ini kita bisa melihat bahwa Yesus berkarya bukanlah ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ-๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ, kejap, instan, sekonyong-konyong. Ada tahapan-tahapan persiapan yang tak mudah yang harus dilalui-Nya. Untuk itu janganlah mudah terpesona kepada para petobat atau murtadin baru, yang ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ-๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ mengajari kita agama Kristen yang sudah kita anut tahunan.

 (08012023)(TUS)

Jumat, 02 Januari 2026

SUDUT PANDANG YOHANES 1 : (1-9) 10-18

SUDUT PANDANG YOHANES 1 : (1-9) 10-18

PENGANTAR
Tulisan dalam saya yang lalu merupakan upgrade artikel-artikel di medsos pada Tahun A, 2022/23. Natal 2022 jatuh pada hari Minggu sehingga tidak ada ulasan bacaan Minggu II sesudah Natal pada Tahun A itu. Untuk tulisan mendatang saya tidak lagi mencantumkan tanggal Tarikh Umum agar lebih serbacakup dan fleksibel. Sebagai contoh dapat saja terjadi dalam kalender umum tidak ada Minggu II sesudah Natal apabila hari Natal jatuh pada hari Minggu seperti pada 2022. Dalam tulisan itu akan disediakan ulasan bacaan Minggu tersebut. Ulasan bacaan Natal Siang juga saya sajikan dalam tulisan berikutnya. Demikian juga ulasan bacaan hari Epifani dan Minggu I sesudah Epifani disajikan dengan rujukan bacaan sesuai tahun liturgi dan ulasan saya sediakan sampai Minggu VII sesudah Epifani. Dalam Tahun A 2025/26 saat ini Minggu sesudah Epifani hanya sampai pada Minggu ke-5. Jumlah Minggu sesudah Epifani sangat bergantung pada penetapan tanggal Minggu Paska.


PEMAHAMAN
๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ๐—œ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ก๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—น, Tahun A
4 Januari 2026

Bacaan pembuka: Yeremia 31:7-14, Mazmur 147:12-20, dan Efesus 1:3-14
Bacaan Injil: Yohanes 1:(1-9), 10-18

๐—•๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐™ฃ๐™ช๐™ฏ๐™ช๐™ก ๐—ฆ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป

Bacaan Injil Minggu ini beririsan atau bertumpang-susun dengan bacaan untuk Natal Siang. Ketimbang pembaca berkerepotan mencari irisan itu dalam bab Natal Siang, saya mengulas secara keseluruhan ayat 1-18. Lagipula prolog Injil Yohanes adalah satu-kesatuan sehingga mau tak mau harus diulas dari awal.

Apabila Injil Matius dan Lukas memberitakan kelahiran Yesus, petulis Injil Yohanes tidak butuh cerita Natal. Alih-alih memberitakan, narasi Injil Yohanes mundur jauh ke awal kitab Kejadian untuk menjelaskan asal Yesus serta tempat Ia harus kembali. Petulis Injil menambah prolog sesudah Injil selesai ditulis. Prolog itu sekarang menjadi Yohanes 1:1-18. Prolog Injil Yohanes bukanlah kata pengantar biasa seperti dalam Injil Lukas. Prolog Injil Yohanes merupakan refleksi teologis atas keseluruhan Injil mengenai Yesus. Untuk memahami Injil Yohanes pembaca harus memahami prolognya ๐˜ท๐˜ช๐˜ค๐˜ฆ ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข.

Prolog itu berupa nyanyian yang kemudian dikenal dengan ๐˜”๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ. Tentu saja nyanyian ini bercorak puisi. Mula-mula Madah Firman ini untuk nyanyian ibadah terlepas dari kitab Injil guna mengajar umat tentang Yesus Kristus secara serbacakup. Ketika Madah Firman ini dijadikan prolog, terjadi kebingungan umat untuk membedakan Yesus dan Yohanes Pembaptis. Prolog kemudian disisipi ayat-ayat dalam bentuk prosa: ayat 6, 7, 8, dan 15. 

Pengulasan dibagi ke dalam lima bagian:
▶️ Firman sehakikat dengan Zat (ay. 1-5)
▶️ Perbedaan Terang dan saksi (ay. 6-8)
▶️ Penolakan dan penerimaan Firman (ay. 9-13)
▶️ Firman nuzul menjadi Manusia (ay. 14)
▶️ Buah nuzul Sang Firman (ay. 16-18)

๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ญ๐—ฎ๐˜ (ay. 1-5)

๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข (๐˜Œ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ณ๐˜ค๐˜ฉe) menggemakan Kejadian 1:1 yang memerikan Firman dalam nasabahnya dengan waktu sebelum Allah menciptakan alam semesta. Kitab Kejadian versi Septuaginta juga menggunakan ๐˜Œ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ณ๐˜ค๐˜ฉe untuk mengawalinya. Para petulis Injil memang menggunakan Perjanjian Lama versi Septuginta yang berbahasa Grika ketimbang yang berbahasa Ibrani. Pada mulanya hendaknya dipahami tidak merujuk titik waktu tertentu sehingga tidak dapat diajukan pertanyaan kapan (๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ). Terus kapan? ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ! Pokoknya pada mulanya.

๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜“๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด e๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฏ) berbicara tentang misteri Firman yang menayangkan jatidiri Firman dan Allah (Zat). ๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ด e๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜“๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด) hendak menyampaikan bahwa Firman sehakikat dengan Zat. Dalam Yohanes pasal 18 akan diperikan juga nasabah unik antara Firman dan Zat. Ayat 1 dan 2 tidak sedang menjelaskan awal mula karya penciptaan Allah, tetapi mengenai kepramaujudan (๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ-๐˜ฆ๐˜น๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ) Firman yang kekal.

Firman diterjemahkan dari ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด. Ada yang berpendapat bahwa kata ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด dalam Prolog Injil Yohanes berasal dari filsafat Grika, karena kata ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด adalah satu kata penting dalam filsafat Grika. ๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ผ๐˜€๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ผ๐˜๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜€ membuktikan kesamaan gagasan, apalagi jika konteks dunia bahasanya berbeda. Misal, dunia filsafat Grika dan dunia agama Yahudi. Sepanjang dapat dibuktikan bahwa kitab-kitab orang Yahudi diaspora menjadi sumber inspirasi bagi jemaat awal, termasuk petulis Injil Yohanes, maka dugaan hubungannya dengan filsafat Grika dapat dipinggirkan.

Gagasan ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด atau ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข yang menciptakan diduga bersumber dari kitab Mazmur dan Kebijaksanaan Septuaginta.

๐˜–๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ (๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ช) ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜• ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ง๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ต-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. (Mzm. 33:6)

๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜”๐˜ถ (๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ช) ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜’๐˜ข๐˜ถ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ (๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข) ๐˜’๐˜ข๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข, ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜’๐˜ข๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฑ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. (Keb. 9:1-2)

Puisi pada Kebijaksanaan 9:1-2 menyamakan ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด (firman) dan ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข (kebijaksanaan) dan keduanya dikaitkan dengan penciptaan.

Ayat 3 dan 4 hendak memuliakan peranan Firman dalam penciptaan alam semesta. Di sini Firman disampaikan sebagai pelaku penciptaan. Melalui Dia karya penciptaan Allah dilakukan sehingga semua yang ada bergantung pada Firman. Hidup (๐˜ปoe) pada ayat 4 dimaknai sebagai hidup kekal atau keselamatan. Maksudnya, hidup sama dengan terang dalam arti hidup yang berada dalam hubungan Bapa dan anak-anak-Nya.

Meskipun demikian, manusia yang oleh terang itu seharusnya mengenal Allah ternyata tetap diliputi oleh kegelapan. Akan tetapi kegelapan manusia tidak dapat memadamkan terang itu (ay. 5).

Dalam Injil Yohanes kita akan menemukan banyak metafora siang dan malam yang merujuk terang dan gelap. Malam pada umumnya berkonotasi negatif dalam Injil Yohanes, yaitu hidup dalam kegelapan (Yoh. 3:1; 9:4; 11:10; 13:30). Satu contoh perbandingannya: Nikodemus bertemu dengan Yesus pada waktu malam (Yoh. 3:21), sedang perempuan Samaria bertemu dengan Yesus pada siang hari (Yoh. 4:6-7). Nikodemus hidup dalam gelap, sedang perempuan Samaria hidup dalam terang.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ (ay. 6-8)

๐˜‹๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด. (ay. 6) ๐˜๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข. (ay. 7) ๐˜๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. (ay. 8)

Kelancaran prolog terganggu oleh tiga ayat sisipan di atas. Tampaknya ada ketegangan antara Komunitas Yohanes dan murid-murid Yohanes Pembaptis. Mereka mendaku bahwa Yohanes Pembaptislah sang mesias. Ketegangan ini membuat bingung banyak warga Komunitas Yohanes sehingga mengusik pemahaman mereka terhadap Madah Firman. Untuk mengatasi kebingungan ditambahlah ayat-ayat sisipan bercorak prosa untuk menegaskan perbedaan Terang dan saksi. Meskipun demikian redaktur masih menahan diri untuk tidak mengungkap jatidiri sebenarnya Firman yang dimaksud pada ayat 1-5.

Secara ringkas ayat 6, 7, dan 8 di atas untuk menegaskan bahwa Yohanes Pembaptis bukanlah Sang Terang, apalagi Mesias! Yohanes adalah (hanya) saksi bagi Sang Terang.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป (ay. 9-13)

๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข. (ay. 9) ๐˜๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜‹๐˜ช๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ-๐˜•๐˜บ๐˜ข. (ay. 10) ๐˜๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข. (ay. 11) ๐˜•๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข, (ay. 12) ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (ay. 13) 

Dalam bagian ini petulis Injil mula menguak sosok Sang Firman. Ayat 6-8 disisipkan ke dalam prolog, karena ada ketegangan antara Komunitas Yohanes dan murid-murid Yohanes Pembaptis, sedang ayat 9-13 untuk melawan orang-orang Yahudi.

Ayat 9 menyambung ayat 5. Sang Terang ada di dunia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ayat 11 redaktur lebih menyuratkan dengan ungkapan milik-Nya (hoi idioi) yang merujuk Israel. Tafsir ini didukung dengan teks-teks sesudahnya: Yesus adalah terang dunia (Yoh. 9:5), orang-orang tidak mengenal-Nya (Yoh. 16:3), Yesus tidak dihormati di negeri sendiri (Yoh. 4:44), Yesus tidak diterima oleh orang-orang Yahudi (Yoh. 5:43).

Meskipun demikian (ay. 12 dan 13) orang-orang (sisa Israel) yang menerima-Nya diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah, tetapi bukan sebagai hak warisan. Mereka yang dilahirkan atas kehendak manusia belumlah cukup untuk menjadi anak-anak Allah, tetapi hanya orang yang diberi kasih Allah dan menerima-Nya.

๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐™ฃ๐™ช๐™ฏ๐™ช๐™ก ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ (ay. 14)

๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ. (ay. 14)

Petulis Injil akhirnya menguak sosok Sang Firman adalah Yesus dalam ungkapan Sang Firman turun (๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ป๐˜ถ๐˜ญ) menjadi manusia (๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜น = daging). Tekanan kata sarx itu untuk menegaskan Sang Firman bukan sedang menyamar dalam rupa manusia, melainkan benar-benar menjadi manusia. Dengan demikian Firman dapat menyatakan Allah dengan perkataan pekerjaan yang dapat ditanggapi oleh manusia. 

Ungkapan tinggal di antara kita dari ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌo๐˜ฏo๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฉe๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ, yang berarti literal memasang kemah, mengingatkan sejarah bangsa Israel ketika kemuliaan Yahweh tinggal di antara umat, berkemah, berdiam di dalam tabernakel di antara mereka (lih. Kel. 3:3). Kemah di padang gurun (kemudian Bait Allah di Yerusalem) disebut tempat kehadiran Allah (๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ) di tengah umat (Kel. 25:8-9).

Dalam Perjanjian Lama kemuliaan Allah adalah Allah sendiri sejauh terlihatkan dalam peristiwa atau gejala yang menakjubkan. Misal, dalam pemberian manna dan burung-burung puyuh di padang gurun (Kel. 16), dalam awan yang menaungi Kemah dan yang memenuhi Bait Allah (Kel. 40:34; 1Raj. 8:10-11). Kini kita telah melihat kemuliaan-Nya dengan cara pandang baru dalam Firman yang menjadi manusia, dalam tanda-tanda yang dikerjakan-Nya (Yoh. 2:11; 11:4, 40), dan terutama dalam salib dan kebangkitan-Nya (Yoh. 13:31; 17:2-5, 22-24). Injil sinoptik memandang salib sebagai simbol kehinaan, sedang Injil Yohanes sebagai simbol kemuliaan. Umat Kristen merayakan atau memuliakan Jumat Agung karena merujuk teologi Injil Yohanes.

Ungkapan ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข (๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜—๐˜ข๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด) berbeda dari anak-anak Allah (๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ถ) pada ayat 12. Anak Tunggal Bapa merupakan nasabah unik Yesus berasal dari Bapa dan sepenuhnya menghadirkan Dia. Selain gelar Anak Allah petulis Injil menggunakan Anak Tunggal Bapa untuk menegaskan bahwa Yesus berbeda dari anak Allah dalam Perjanjian Lama yang merujuk raja Israel (mis. Mzm. 2:6-7).

Selanjutnya petulis Injil mengungkapkan sifat Bapa pada Sang Firman ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ (๐˜ฑ๐˜ญe๐˜ณe๐˜ด ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ญe๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ข๐˜ด). Apabila kita merujuk Perjanjian Lama, maka pasangan kata ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ด dan ๐˜ข๐˜ญe๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ข (Ibrani he๐˜ดe๐˜ฅ dan e๐˜ฎe๐˜ต) memerikan dua sisi sifat Allah, yaitu kasih-Nya dan kesetiaan-Nya atau dapat digabungkan menjadi kasih setia-Nya (Kel. 34:6).

๐—•๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐™ฃ๐™ช๐™ฏ๐™ช๐™ก ๐—ฆ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป (ay. 16-18)

Bagian ini didahului ayat sisipan (ay. 15) mengenai kesaksian Yohanes Pembaptis. Firman yang ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ป๐˜ถ๐˜ญ menjadi Manusia itu diberitakan oleh Yohanes, “๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข: ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ.” 

๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ, (ay. 16) ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ด. (ay. 17)

Sekarang buah hasil Firman yang ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ป๐˜ถ๐˜ญ menjadi Manusia diakui dengan melihat perjalanan sejarah keselamatan Allah di antara umat Israel. Kepenuhan (๐˜ฑ๐˜ญe๐˜ณo๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด) pada ayat 16 adalah keseluruhan kemuliaan ilahi di dalam Kristus. Maksudnya, kelimpahan kasih setia Allah dalam diri Yesus Kristus membuat kita menerima anugerah sebagai ganti anugerah yang lama, yakni hukum Taurat melalui Musa (ay. 17).

Prolog Injil Yohanes diakhiri dengan ayat 18. Akhir prolog tampaknya juga mengantisipasi akhir Injil yang merujuk tempat asal Yesus dan Ia kembali ke sana sesudah kebangkitan-Nya. 

๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜‹๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข. (ay. 18)

Mari kita membaca ayat 18 dengan membandingkan Keluaran 33:20. Sesudah tragedi lembu emas, Musa meminta kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Allah. Allah mengabulkannya, tetapi dengan catatan ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. Tema tak seorang pun dapat melihat Allah beberapa kali disajikan dalam Injil Yohanes (lih. Yoh. 5:37; 6:46). Hanya Yesus yang dapat melihat Allah. Hanya Yesus yang dapat menafsir (๐˜ฆ๐˜นe๐˜จe๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ฐ) Allah.

(03012026)(TUS)


Senin, 29 Desember 2025

SUDUT PANDANG PENGUNGSIAN KE MESIR

SUDUT PANDANG PENGUNGSIAN KE MESIR

Kisah pelarian Keluarga Kudus ke Mesir adalah sebuah narasi tentang ketaatan yang sunyi di bawah langit malam yang mencekam. Sering kali kita membayangkan padang gurun sebagai tempat yang selalu panas membara, namun kenyataannya, jika kita mengikuti garis waktu kelahiran Yesus di bulan Desember, perjalanan Yusuf, Maria, dan bayi Yesus justru terjadi di tengah puncak musim dingin yang menusuk tulang. Di siang hari, matahari mungkin bersinar terang di langit biru gurun yang luas, namun suhu di wilayah Yudea hingga melintasi Semenanjung Sinai menuju Mesir di bulan Desember dan Januari bisa sangat ekstrem. Angin dingin yang kering berembus kencang, dan saat malam tiba, suhu padang gurun bisa merosot drastis hingga mendekati titik beku. Yusuf harus segera berkemas setelah mimpi yang mengagetkan itu, membawa Maria yang masih lemah dan bayi Yesus yang masih sangat merah untuk menembus kegelapan di tengah suhu malam yang menggigit.

​Perjalanan dari Betlehem menuju wilayah perbatasan Mesir bukanlah perjalanan yang mudah; mereka harus menempuh jarak sekitar 400 hingga 500 kilometer. Jika mereka berjalan kaki atau menggunakan seekor keledai, perjalanan ini memakan waktu setidaknya tiga hingga empat minggu yang sangat melelahkan. Mereka tidak melewati jalan raya utama "Via Maris" yang biasa dilalui kafilah dagang karena rute itu dijaga ketat oleh patroli tentara Herodes. Yusuf memilih jalur-jalur tikus yang sunyi di pinggiran gurun, di mana tantangannya bukan hanya suhu dingin yang ekstrem di malam hari, tetapi juga ancaman binatang buas dan perampok. Yusuf, sang pelindung, harus memastikan bayi Yesus tetap hangat di balik jubah tebal Maria, sementara ia sendiri menahan dinginnya angin gurun sambil terus waspada. Mereka adalah pengungsi dalam arti yang paling murni: tidak punya jaminan keamanan, hanya berbekal janji Tuhan.

​Berapa lama mereka tinggal di sana? Meskipun Alkitab tidak merincinya, tradisi lisan yang dipegang teguh oleh Gereja Koptik di Mesir meyakini bahwa Keluarga Kudus menetap sebagai orang asing selama kurang lebih tiga setengah tahun. Selama masa itu, Yusuf tidak tinggal diam. Sebagai seorang tukang kayu yang terampil, ia kemungkinan besar mencari nafkah dengan bekerja keras di antara komunitas Yahudi yang cukup besar di Mesir saat itu, terutama di wilayah Babilon, yang sekarang dikenal sebagai Kairo Lama. Pemberian emas dari para Majus sebelum keberangkatan mereka menjadi cara Tuhan yang sangat logis untuk menjamin finansial mereka di negeri asing, membantu biaya perjalanan yang mahal, serta biaya hidup awal di tanah pengasingan. Mesir, yang dulu adalah tempat perbudakan bagi leluhur Israel, kini justru menjadi rahim yang melindungi Sang Mesias dari pedang kekuasaan.

​Jejak kehadiran mereka masih terasa sangat kental jika kita mengunjungi Mesir hari ini. Salah satu tempat yang paling mengharukan adalah Gereja Abu Serga di Kairo. Di bawah bangunannya yang megah, terdapat gua kecil yang sempit dan lembap, tempat yang dipercaya menjadi tempat persembunyian Yusuf, Maria, dan Yesus. Tak hanya itu, ada sebuah fenomena yang selalu diceritakan oleh penduduk lokal: hampir di setiap titik tempat mereka beristirahat, selalu muncul mata air yang menyegarkan. Logikanya, kehadiran Yesus yang adalah "Air Hidup" memberikan berkat bagi tanah yang mereka pijak. Mata air ini bukan sekadar keajaiban fisik, melainkan simbol bahwa di mana pun Tuhan hadir, kehidupan akan selalu muncul, bahkan di tengah gersangnya pasir dan dinginnya cuaca musim dingin yang mereka lalui.

​Pesan iman dari pelarian ini sungguh mendalam bagi kita yang hidup di masa kini. Kisah ini mengingatkan kita bahwa rencana Tuhan sering kali melibatkan "jalan memutar" yang tidak nyaman dan penuh ketidakpastian. Kita sering mengeluh saat hidup membawa kita ke tempat yang asing atau sulit, padahal mungkin itu adalah cara Tuhan menjauhkan kita dari "Herodes" yang ingin menghancurkan jiwa kita. Yusuf mengajarkan kita tentang ketaatan tanpa banyak bicara; ia tidak memprotes mengapa Sang Raja harus lari dalam kedinginan malam, ia hanya melangkah karena percaya pada suara Tuhan. Bagi siapa pun yang merasa lelah dan terasing, ingatlah bahwa Yesus pun pernah menjadi pengungsi yang kedinginan di padang gurun. Kesucian sebuah keluarga tidak diukur dari kemewahan rumah mereka, melainkan dari kesetiaan untuk tetap bersama dan taat di tengah badai kehidupan. Situasi yang paling pahit sekalipun, jika dijalani bersama Tuhan, akan memunculkan mata air berkat yang baru.

Merry Christmas
(30122025)(TUS)

Selasa, 23 Desember 2025

SUDUT PANDANG KENAPA NATAL DIMULAI 24 DESEMBER SELEPAS MAGHRIP

SUDUT PANDANG KENAPA NATAL DIMULAI 24 DESEMBER SELEPAS MAGHRIP

Peralihan hari dimula pada tengah malam diperkenalkan pada 1582 bersamaan dengan penerapan kalender Gregorian. Sebelumnya hari berakhir pada saat matahari terbenam dan langsung beralih ke hari baru. 

Secara internasional peralihan hari pada tengah malam ditetapkan pada 1884. Meskipun demikian Gereja tetap memelihara tradisi hari baru dimula selepas matahari terbenam untuk keperluan liturgi hari raya seperti Paska dan Natal.

Tak sedikit orang Kristen yang mencerap Hari Natal secara kalender tarikh umum dimula tengah malam pada pukul 00.00. Akan tetapi itu bukan pandangan Gereja secara ekumenis. Menurut tahun liturgi gerejawi Hari Natal dimula hari ini selepas matahari terbenam. Terlampir saya tampilkan linimasa Natal yang benar menurut tahun liturgi gerejawi.

(24122025)(TUS)

Jumat, 12 Desember 2025

SUDUT PANDANG PERBEDAAN KISAH NATAL DI INJIL, ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ, kenyataan nya memang beda, Mau apa?

SUDUT  PANDANG PERBEDAAN KISAH NATAL DI INJIL, ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ, kenyataan nya memang beda, Mau apa?

PENGANTAR
Jembatan nalar saya lebih bisa menerima teori inkulturisasi dan teori tradisi suci untuk perkara sekian buanyak teori tentang 25 Desember sebagai hari lahir Yesus Kristus dibandingkan teori yang bertumpu pada Injil, oleh karena Injil itu kisah teologis penulis yang berbeda satu dengan yang lainnya, bagaimana jembatan nalarnya kalau teori 25 Desember diambil dari kisah injil, wong beda satu dengan yang lain. Kitab-kitab Injil ditulis bukan untuk orang Indonesia. Kitab-kitab Injil ditulis untuk menjawab pergumulan umat Kristen perdana mengapa Mesias mati. Setiap jemaat memiliki pergulatan sendiri dan berbeda dari jemaat lain, karena latar belakang budaya yang berbeda. Itulah sebabnya ada perbedaan teologi dalam empat kitab Injil kanonik, karena petulis Injil hendak menjawab dan menggembala jemaat mereka masing-masing. 
Dalam studi biblika untuk memudahkan identifikasi pembaca Injil dibuatlah nama jemaat sama dengan nama kitab Injil. Pembaca kitab Injil Matius disebut ๐—๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜‚๐˜€, pembaca kitab Injil Markus disebut ๐—๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐— ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐˜‚๐˜€, pembaca kitab Injil Lukas disebut ๐—๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐—Ÿ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜€, dan pembaca kitab Injil Yohanes disebut ๐—๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ atau ๐—ž๐—ผ๐—บ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€.
Kisah Natal versi Injil Matius dan Injil Lukas berbeda. Tidak perlu dibela. Mau menggunakan jurus apa pun dua kisah teologis itu tidak dapat disinkronkan. Memang berbeda, karena kedua kitab Injil mengusung teologi yang berbeda.


PEMAHAMAN

Apabila disarikan perbedaan itu:

๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜‚๐˜€
▶️ Yusuf dan Maria tinggal di Betlehem, tidak pernah ke Nazaret sebelum kelahiran Yesus.
▶️ Kelahiran Yesus dikunjungi oleh orang-orang Majus, mereka menyembah.
▶️ Kronologi: Betlehem, lalu mengungsi ke Mesir, lalu ke Nazaret.

๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น ๐—Ÿ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜€
▶️ Yusuf dan Maria tinggal di Nazaret, tidak pernah ke Betlehem sebelum kelahiran Yesus.
▶️ Kelahiran Yesus disaksikan oleh kawanan gembala, mereka tidak menyembah.
▶️ Kronologi: Nazaret, lalu ke Betlehem, lalu ke Yerusalem, lalu kembali ke Nazaret.

๐—ง๐—ฒ๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ ๐—ก๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—น ๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜‚๐˜€
Petulis Injil Matius mengusung teologi Yesus adalah ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ฎ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ yang akan menggembala umat Allah yang baru. Dari permulaan Injil petulis Matius langsung menggebrak menyatakan imannya bahwa Yesus adalah Mesias dan Raja. ๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ง๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐™†๐™ง๐™ž๐™จ๐™ฉ๐™ช๐™จ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฟ๐™–๐™ช๐™™, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ. Mesias ditunjukkan dengan gelar Kristus. Raja ditunjukkan dengan anak Daud. Yesus bukan sekadar raja, melainkan Raja Mesianik.

๐˜๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ. Jemaat Matius pada mulanya dari kalangan Yahudi. Ketika Bait Allah di Yerusalem dihancurkan oleh Titus ada tahun 70 ZB, para pemimpin Yahudi menimpakan kesalahan kepada Jemaat Matius. Jemaat Matius adalah biang-sial. Mereka lalu mengusir mereka dari sinagoge-sinagoge. Jejaknya terlihat dalam Matius 4:23  ... ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต ๐™ข๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™–... Petulis Injil Matius sudah membedakan ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข (Jemaat Matius) dan ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข (orang Yahudi). 

Dalam kemelut itu pemimpin Jemaat Matius banting stir. Keselamatan pada awalnya ditawarkan kepada orang Israel, tetapi mereka menolak, lalu keselamatan diberikan kepada bangsa lain dan mereka menerimanya. Penolakan orang Israel diperikan dengan cantik oleh Matius dengan penolakan Raja Herodes. Orang-orang Majus yang mewakili bangsa lain menerima dan datang menyembah Raja Mesianik yang baru dilahirkan. 

Kisah Natal versi Injil Matius dalam keadaan mencekam dan dibuat persis dengan situasi kelahiran Musa. Untuk menyelamatkan Yesus maka Yusuf membawa bayi Yesus (dan Maria) mengungsi ke Mesir. Dari Mesir mereka tidak kembali ke Betlehem, melainkan ke Nazaret agar Yesus dikenal sebagai Yesus Orang Nazaret.

Teologi Yesus Musa Baru akan makin terjelaskan dalam episode ๐˜’๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜Ž๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ. Di gunung Musa menerima firman. Di gunung (๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด) Yesus memberi firman.

๐—ง๐—ฒ๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ ๐—ก๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—น ๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น ๐—Ÿ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜€
Pada masa jemaat awal Yesus dikenal sebagai Orang Nazaret yang bagian terbesar kiprah pelayanan-Nya di Galilea. Diduga kuat permulaan Injil Lukas adalah pasal 3. Ayat 1 dan 2 adalah bukti kuat. ๐˜‹๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜›๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ถ๐˜ด, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜—๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ถ๐˜ด ๐˜—๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜Ž๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ข, ๐˜๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด, ๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜“๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ด ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ง๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ. (ay. 1-2) Sesudah itu Injil menampilkan kiprah Yohanes Pembaptis. 

Pembukaan pasal 3 di atas dibuat tampak kronologis dengan menampilkan nama-nama tokoh pada masa itu bukan untuk menyatakan kitabnya adalah buku sejarah. Tokoh-tokoh berikut wilayah kekuasaan mereka dan tahun disebut oleh Lukas untuk menyampaikan bahwa panggung dunia yang mereka kuasai itu akan menghadapi tantangan baru, yang dimula dengan ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ. Frase ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข (Yohanes) merupakan rumusan kitab-kitab Perjanjian Lama untuk mengenalkan nabi (bdk. Yer. 1:2; Yeh. 1:3).

Sesuai dengan kebiasaan para pencerita pada zaman itu kisah Yesus selalu dimula dari penampilan Yohanes Pembaptis. Untuk menguatkan identitas Yesus petulis Injil Lukas membuat silsilah pada ayat 23 – 38 (pasal 3). Namun, Jemaat Lukas tampaknya tidak puas terhadap asal usul Yesus. Lukas kemudian menambah lagi dua pasal menjadi pembuka Injil dengan memertahankan teologinya bahwa keselamatan sejak awal bagi seluruh dunia (tidak seperti Injil Matius).

Oleh karena sudah telanjur Yesus dikenal sebagai Orang Nazaret, sekarang bagaimana Lukas menceritakan bahwa Yesus lahir di Betlehem (bdk. versi Injil Matius yang sejak semula Yusuf dan Maria tinggal di Betlehem). Untuk itu dibuatlah kisah Kaisar Agustus membuat perintah sensus agar Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem. Juga tak lupa Lukas menekankan keselamatan universal. ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜’๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ˆ๐˜จ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ด .... ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ง๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐™™๐™ž ๐™จ๐™š๐™ก๐™ช๐™ง๐™ช๐™ ๐™™๐™ช๐™ฃ๐™ž๐™–. (Luk. 2:1). ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ... ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐™™๐™ž ๐™—๐™ช๐™ข๐™ž ... (Luk. 2:14).

Berbeda dari Matius yang memberitakan kelahiran Raja Mesianik yang disembah oleh orang-orang Majus, Lukas hendak menciptakan paradoks bahwa Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi, lahir di tempat bukan tempat seharusnya dengan saksi kawanan gembala, yang secara legal tidak sah menjadi saksi, karena orang-orang buangan. Sila simak kawanan gembala itu datang ke palungan Yesus bukan untuk menyembah, melainkan untuk saksi. ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข (Luk. 2:15). Lukas memang memberi tempat istimewa bagi orang-orang pinggiran.

Berbeda juga dari Matius yang Yesus sejak lahir sudah Mesias (Kristus) dan Raja, Lukas mengusung teologi bahwa Yesus menjadi Mesias (Kristus) dan Tuhan (Penguasa) sesudah mati, bangkit, dan naik ke surga, lalu akan datang kembali sebagai Raja dalam kemuliaan-Nya.

Sebenarnya Gereja mengajarkan perbedaan teologi kedua Injil ini. Sebagai bukti dalam bacaan ekumenis (RCL) kisah Natal versi Injil Lukas dibacakan pada Kebaktian Malam Natal dan Natal Pagi, sedang kisah Natal versi Injil Matius dibacakan pada hari raya Epifani. Hanya saja pengkhotbah yang berkhotbah sering tak setia pada teks. Injil Lukas ditafsir dengan Injil Matius dan sebaliknya.

๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐——๐—ถ๐—ฟ๐—ถ

Banyak orang Kristen merasa malu dan tak percaya diri melihat kenyataan bahwa Perayaan Natal 25 Desember merupakan adopsi perayaan kafir ๐˜‹๐˜ช๐˜ฆ๐˜ด ๐˜•๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜š๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜๐˜ฏ๐˜ท๐˜ช๐˜ค๐˜ต๐˜ช. Mereka lalu mencari pil ekstasi untuk menyenangkan diri sendiri, meskipun itu kesenangan semu, gadungan. Mengapa sih kalian orang Kristen mau-maunya menerima penjelasan apologetik tentang 25 Desember adalah tanggal kelahiran Yesus yang benar-benar alkitabiah? Mengapa sih kalian mau menerima penjelasan sejarah-gadungan itu? Mengapa kalian mau membohongi diri sendiri? Tak percaya dirikah kalian?

Sudah saya sampaikan berkali-kali bahwa kitab-kitab Injil itu bukan memuat kisah historis-objektif. Itu semua kisah teologis. Tidak bisa kita menarik kesimpulan tanggal kelahiran Yesus dari kisah teologis ini. Mengapa tidak bisa? Ada dua versi kisah Natal: Matius dan Lukas. Keduanya sama sekali berbeda. Belum lagi Gereja Timur merayakan Natal pada 6 Januari, yang lebih tua daripada perayaan 25 Desember. Para penganut Gnostik pada pengujung (bukan penghujung) abad kesatu tidak dapat menerima kenyataan bahwa Yesus mati di kayu salib. Bagi mereka Yesus tidak bisa mati. Maka diciptakanlah ideologi delusional bahwa mereka menyembah Yesus-Surgawi, Yesus yang sejati. Yang mati adalah Yesus-ragawi. Varian lain menyebut yang mati bukan Yesus, melainkan serupa dengan Yesus.Gnotisme tak berumur panjang. Ia mati alamiah. Saya menyebut alamiah karena ia mati sebelum Kristen menjadi agama negara pada abad keempat.

Agama tidak sekali jadi. Agama ber-evolusi. Hari raya liturgi gereja dimula dan berpusat pada misteri Paska. Gereja lalu memandang perlu ada perayaan tahunan Hari Paska. Hari Paska tak lepas dari tradisi festival musim semi. Gereja menetapkan Hari Paska jatuh pada hari Minggu kesatu sesudah bulan purnama sesudah equinox. Equinox Maret atau September? Oleh karena Paska bertalian dengan festival musim semi, maka yang menjadi patokan adalah equinox Maret. ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฅ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป. ๐˜•๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ฉ๐˜ฐ!

Pentakosta adalah tradisi festival panen Yahudi. ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ผ๐˜€๐˜๐—ฎ ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฌ๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ฑ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—บ ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ฟ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—บ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—š๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ. Gereja lalu mengalihrupa perayaan Pentakosta. Pentakosta diberi muatan teologis hari pencurahan Roh Kudus. Roh Kudus dicurahkan kepada Gereja pada hari Pentakosta. Bukan lantaran ada peristiwa pencurahan Roh Kudus lalu hari itu disebut hari Pentakosta.

Natal 25 Desember adalah perayaan Natal versi Gereja Barat pada abad keempat, yang mengadopsi perayaan ๐˜š๐˜ฐ๐˜ญ ๐˜๐˜ฏ๐˜ท๐˜ช๐˜ค๐˜ต๐˜ถ๐˜ด. Bumi itu datar dan paham geosentris berlaku. Pada musim dingin matahari tampak bergeming di titik terendah di horison Eropa sejak 21 Desember. Pada 25 Desember matahari mula sedikit mumbul dari horison dan sedikit demi sedikit bergerak naik. Seolah-olah Dewa Sol terlahir kembali. Peristiwa alam (yang sebenarnya biasa-biasa saja) ditafsir secara religius sebagai saat Dewa Sol berhasil bangkit dari kematian atau ๐˜š๐˜ฐ๐˜ญ ๐˜๐˜ฏ๐˜ท๐˜ช๐˜ค๐˜ต๐˜ถ๐˜ด (Matahari Tak Terkalahkan). Pada 25 Desember dijadikan sebagai Hari Kelahiran Dewa Sol Yang Tak Terkalahkan atau ๐˜‹๐˜ช๐˜ฆ๐˜ด ๐˜•๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜š๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜๐˜ฏ๐˜ท๐˜ช๐˜ค๐˜ต๐˜ช. Gereja meng-Kristen-kan ๐˜‹๐˜ช๐˜ฆ๐˜ด ๐˜•๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜š๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜๐˜ฏ๐˜ท๐˜ช๐˜ค๐˜ต๐˜ช sebagai hari kelahiran Yesus, ๐—ฆ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐˜๐—ถ.

NKB 72
๐˜™๐˜ฆ๐˜ง.
๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด, ‘๐™†๐™–๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™Ž๐™ช๐™ง๐™ฎ๐™– ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต, ‘๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ.
๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด’๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜”๐˜ถ!

Gereja Timur lain lagi yang merayakan Natal pada 6 Januari dan lebih tua daripada perayaan Natal oleh Gereja Barat. Perayaan Natal pada 6 Januari merupakan adopsi perayaan kelahiran Dewa Aion di Aleksandria, Mesir, di pinggiran Sungai Nil. Gereja meng-Kristen-kan perayaan kafir itu dengan memberi muatan teologis sebagai hari kelahiran Yesus.

Perbedaan tanggal Natal Barat dan Timur karena perbedaan narasi. Pada 6 Januari umat Kristen (Gereja Barat) merayakan Hari Epifani, Hari Penampakan Tuhan (๐˜Œ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ), sedang Umat Kristen Mesir atau Gereja Timur merayakan Hari Natal. 

▶️ Menurut tradisi Gereja Barat Epifani dipahami sebagai saat-saat kunjungan orang-orang majus menjumpai Yesus atau penampakan Tuhan kepada bangsa-bangsa bukan-Yahudi (๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด). 
▶️ Menurut tradisi Gereja Timur Epifani dipahami saat Pembaptisan Yesus (๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ด๐˜ฎ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ) yang dimaknai sebagai penampakan Tuhan kepada publik atau penyataan (๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ) Allah kepada dunia. 
▶️ Gereja Barat menetapkan Hari Minggu Pertama sesudah Epifani atau Natal Gereja Timur sebagai Minggu Pembaptisan Yesus.

Hari raya liturgi gereja dimula dan berpusat pada misteri Paska. Pada mulanya tidak ada susunan sistematis dan terencana untuk merayakan peristiwa-peristiwa Kristus. Secara evolusi gereja memberikan tanggapan atas peristiwa-peristiwa tersebut satu per satu. Bapak-bapak gereja sejak abad II merapikan, membentuk, menyusun, dan memuat kisah teologisnya sehingga menjadi bermakna, bertema, dan bercerita saling berurutan satu dengan lainnya. Hari raya liturgi merupakan drama sarat makna; suatu rekayasa (๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ) gereja untuk memastori dan membina umat agar dapat lebih menghayati kisah Kristus menurut kesaksian Alkitab dalam bentuk perayaan.

Nah, kisaran 189 Masehi sudah ada arkeologi tradisi suci didaskalia apolostorum yg menyebutkan tanggal lahir Yesus 25 Desember, tapi tidak ada perayaan, kisaran tahun 274 Masehi sudah ada arkeologi yang mengungkap tentang kelahiran dewa Matahari pada 25 Desember diterapkan kekaisaran Roma,Kekaisaran Romawi menetapkan 25 Desember sebagai hari kelahiran dewa Matahari (Sol Invictus) pada tahun 274 Masehi oleh Kaisar Aurelianus,  terjadi inkulturisasi, Uang logam Aurelianus menyebut dirinya sebagai Imam Agung Matahari, dan Kronograf 354 M mencatat perayaan "Natalis Invicti" pada 25 Desember. kisaran di 354 Masehi penerapan 25 Desember menjadi hari raya kelahiran Kristus dalam kekaisaran Romawi oleh karena agama Kristen sudah menjadi agama negara, tetapi sebelum itu ada bukti arkeologi Kekaisaran Romawi secara resmi mengakui perayaan 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus Yesus pada tahun 336 Masehi, di bawah Kaisar Konstantinus Agung tetapi belum ditetapkan sebagai hari raya kekaisaran. 
Paus Julius I sekitar tahun 350 M juga dikaitkan dengan pengukuhan tanggal ini untuk menyatukan tradisi Kristen dengan festival pagan seperti Sol Invictus. Konteks Historis, Sebelumnya, tanggal kelahiran Yesus tidak tetap dan lebih difokuskan pada Paskah; pemilihan 25 Desember bertujuan mengadaptasi perayaan musim dingin Romawi untuk memudahkan konversi penanggalan. Dokumen seperti Didascalia Apostolorum (abad ke-3) dan tulisan Hippolitus (225 M) sudah menyebut tanggal serupa, tapi penetapan kekaisaran baru pada era Konstantinus.


 (13122025)(TUS)



Selasa, 09 Desember 2025

SUDUT PANDANG LILIN ADVENT

SUDUT PANDANG LILIN ADVENT

PENGANTAR
Seiring berjalan kesepakatan ekuminis di Lima, membawa beberapa kesepakatan antara denominasi gereja seazaz. Oleh karenanya liturgi berkembang. Contoh, gereja khatolik dan orthodoks bersepakat puncak dan mahkota liturgi Leksionari adalah tetap Ekaristi atau Perjamuan Kudus, sedangkan gereja-gereja reformir atau protestan yang Ekaristi atau Perjamuan Kudus tidak setiap kali ibadah Minggu bersepakat mahkota dari liturgi Leksionari adalah bacaan sabda dimana dalam bacaan sabda berpuncak pada bacaan Injil, beda dengan liturgi bercorak calvinis yang mahkotanya pada homili atau khotbah. Sehingga gerakan ibadah baik itu perarakan kitab suci, gerak tubuh Lektor, meja atau altar kitab suci, dlsb itu menunjukan pengagungan atas Injil, dimana ada pengenangan akan teladan Kristus tertulis, puncak pengenangan itu ada pada Injil dimana teladan Kristus diekspresikan sehingga dari pengenangan itu kita dihisap untuk mewujudkan atau mengekspresikan dalam kehidupan keseharian agar teladan Kristus dikenali sesama, ibadah atau liturgi ritual simbolis adalah wujud pengenangan akan teladan Kristus dan berpuncak pada bacaan Injil serta perwujudan atau ekspresi tindakan nyata atas pengenangan itu ada pada praktek kehidupan keseharian atau liturgi kehidupan kita, ziarah kehidupan kita. Tepatlah kalau pokok ajaran GKJ menganggap hidup sebagai sebuah perjalanan keselamatan . Demikian halnya dalam memaknai lilin-lilin Advent pada liturgi menjadi berbeda antar denominasi gereja. Begitulah, kenapa umat dan pimpinan umat seharusnya lah mengerti liturgi. Secara teologis, lilin-lilin Advent ini bukan sekadar simbol dekoratif, melainkan pengajaran doktrinal tentang penebusan: lingkaran hijau abadi melambangkan kasih Allah yang kekal, cara Allah menyelamatkan manusia yang berjalan terus dari dulu sampai sekarang dan ke depan, demikianlah pokok ajaran GKJ melihat hidup sebagai perjalanan keselamatan, dimana kita telah menerima anugerah keselamatan, melakukan ziarah kehidupan atau perjalanan hidup dengan pertanggungan jawab atas anugerah keselamatan itulah hidup beretika, menuju ke kembalinya Kristus untuk hidup bersama Kristus dalam lingkup keselamatan, sementara cahaya lilin Advent bertambah menunjukkan perjalanan dari kegelapan dosa ke terang Kristus, mengkritisi budaya modern yang memulai perayaan Natal prematur tanpa pertobatan. Kritiknya terletak pada asal-usulnya yang relatif baru (abad ke-16 dari Lutheranisme Jerman, diadopsi Katolik abad ke-19), bukan mandat Alkitab langsung, sehingga berisiko menjadi ritual kosong jika tidak dikaitkan dengan iman pribadi serta pengajaran iman. Namun, secara positif, ia menenun moralitas (pertobatan, ibadah) dengan sakramen, mengajak refleksi nubuat Mesias.


PEMAHAMAN 
Tradisi ini berasal dari Eropa Utara abad pertengahan, menggabungkan paganisme (lingkaran musim dingin) dengan Kristenisme sebagai inkulturisasi untuk melawan kegelapan literal dan terang rohani, menyebar dari keluarga Protestan lalu Katolik di Eropa Utara, berubah menjadi bagian dari peribadatan. Dalam sastra budaya, muncul di cerita Dickens' A Christmas Carol sebagai simbol penebusan bertahap, dan puisi seperti John Donne yang kontras cahaya ilahi dengan kegelapan dosa. Di Indonesia, diadaptasi gereja lokal, memperkuat identitas Kristen di tengah pluralisme budaya. Kerangka kritis untuk menganalisis makna teologis lilin Advent melibatkan pendekatan hermeneutika simbolik yang mengintegrasikan eksgesis Alkitab, sejarah liturgi, dan kritik kontekstual untuk mengungkap bagaimana simbol cahaya melawan kegelapan dosa sambil menilai adaptasi budaya modern. Hubungan setiap lilin dengan teks nubuat seperti Yesaya 9:2 ("bangsa yang duduk dalam gelap melihat cahaya besar") dan Yohanes 8:12 (Kristus sebagai terang dunia), menilai apakah simbol ini memperkaya atau menyederhanakan doktrin inkarnasi. Dari Lutheran abad ke-16 hingga Katolik modern, kritis terhadap sinkretisme pagan (lingkaran musim dingin) yang berisiko mengaburkan esensi pertobatan Advent, seperti apakah lilin mendorong aksi sosial (keadilan dari tema damai) atau hanya ritual estetis, menggunakan pendekatan tematik progresif dari harapan luas ke persiapan Natal.Apakah bertahap penyalaan lilin merefleksikan perjalanan rohani pribadi (Roma 13:12, "buanglah perbuatan-perbuatan gelap") atau sekadar tradisi konsumtif? Pendekatan ini, seperti dalam analisis tematik liturgi, memastikan simbol tetap membangun hubungan dengan Kristus sebagai pemenuhan janji. Dari versi ala Protestan reformir empat lilin Advent melambangkan HARAPAN, DAMAI SEJAHTERA, SUKACITA, dan KASIH, dinyalakan secara bertahap setiap Minggu selama empat minggu menjelang Natal untuk mengingatkan persiapan rohani menyambut kelahiran Kristus sebagai terang dunia, dan kembalinya Kristus sebagai hakim. Jangan terbalik yah, jangan terbalik loh, saat penyalaan lilin Advent, nanti lilin Advent ketiga yang jambon malah dinyalain jadi lilin Advent kedua, ..... Yah ..... makna liturgis nya hilang dong.Kaitan dengan Ayat Kitab Suci, Lilin 1: Harapan (ungu) - Nubuat nabi seperti Yesaya 7:14 tentang perawan yang mengandung, memenuhi janji Allah sejak Kejadian 3:15. Lilin 2: Damai Sejahtera (ungu) - Efesus 2:14, Kristus merubuhkan tembok permusuhan; juga Maleakhi 3:1-3 soal persiapan jalan Tuhan.Lilin 3: Sukacita (merah muda, Gaudete) - Lukas 2:10-11, malaikat mengumumkan sukacita besar bagi semua orang. Lilin 4: Kasih (ungu) - Yohanes 3:16, kasih Allah yang mengutus Anak-Nya; juga malaikat di Lukas 1:30-31 kepada Maria.  Protestan menggunakan kalender Advent (Leksionari ) dengan empat lilin serupa untuk menghitung hari menuju Natal, menekankan persiapan rohani melalui penyalaan bertahap yang melambangkan harapan, damai, sukacita, dan kasih. Praktik ini lebih fleksibel dan kurang formal dibanding Katolik, dengan fokus pada pengajaran Alkitabiah tentang penantian Kristus. Dalam pemahaman lilin Advent versi ala Katolik, Dalam tradisi Katolik, lilin Advent biasanya berjumlah empat (tiga ungu dan satu merah muda) disusun dalam korona Advent, melambangkan HARAPAN (minggu pertama, lilin nabi), IMAN/KASIH (minggu kedua), SUKACITA (minggu ketiga, lilin Gaudete merah muda), dan DAMAI (minggu keempat). Lilin kelima putih di tengah sering ditambahkan dan dinyalakan pada Malam Natal sebagai simbol Kristus, Terang Dunia, yang melengkapi perjalanan dari kegelapan penantian ke terang keselamatan. Gereja Ortodoks tidak menggunakan lilin Advent dalam bentuk korona seperti Katolik atau Protestan Reformir; masa persiapan pra-Natal disebut Nativity Fast (40 hari), yang lebih menekankan puasa, doa, dan pertobatan daripada simbol lilin visual. Tidak ada tradisi spesifik empat lilin bertema harapan-perdamaian-sukacita-kasih. Kenapa khatolik menggunakan lilin besar putih sedangkan protestant reformir tidak? Alasan Penggunaan Lilin Putih Besar di Katolik,
Katolik menambahkan lilin kelima berwarna putih besar di tengah korona Advent, yang dinyalakan pada Malam Natal setelah empat lilin ungu/merah muda, melambangkan Kristus sebagai Terang Dunia yang menyelesaikan masa penantian Adven dari kegelapan pertobatan ke sukacita kelahiran-Nya. Praktik Protestan Reformir, 
Protestan Reformir tidak menggunakan lilin putih besar pusat; mereka hanya menyala empat lilin bertema (harapan, damai, sukacita, kasih) secara kumulatif setiap Minggu Adven, dengan fokus pada Candlelight Service, penyalaan lilin saat ibadah Advent secara berurutan. Malam Natal menggunakan lilin individu tanpa elemen pusat tambahan. Ada pemahaman lain tentang lilin Advent. Masa Advent melambangkan penantian kedatangan Kristus melalui empat lilin yang dinyalakan bertahap, menghubungkan tema rohani dengan narasi Alkitabiah seperti nubuat nabi, perjalanan ke Betlehem, sukacita gembala, dan malaikat. Simbolisme ini menekankan perjalanan dari kegelapan dosa ke terang keselamatan, dengan lingkaran Adven sebagai lambang keabadian Allah.Makna Empat Lilin Utama, Lilin Pertama (Lilin Nabi/Messiah): Mewakili harapan dari nubuat para nabi tentang Mesias, seperti Yesaya 9:5, menandai awal terang di tengah kegelapan. Lilin Kedua (Lilin Betlehem/Maria): Melambangkan perdamaian dan kesetiaan melalui perjalanan Yusuf-Maria ke Betlehem (Lukas 1:38), mengingatkan kerendahan hati.Lilin Ketiga (Lilin Gembala): Menandai sukacita para gembala saat mendengar kabar malaikat tentang kelahiran Juru Selamat di Betlehem (Lukas 2:10-11). Lilin Keempat (Lilin Malaikat): Mewakili damai dan keamanan dari pengumuman malaikat, melengkapi persiapan Natal. Untuk versi ala khatolik Lilin Pusat (Kristus)
Lilin putih besar di tengah dinyalakan pada Malam Natal, melambangkan Kristus sebagai Terang Dunia yang menyelesaikan penantian Advent. Masa Advent mencerminkan drama keselamatan melalui empat lilin yang dinyalakan bertahap, melambangkan perjalanan dari kegelapan dosa selama 4.000 tahun (dari Adam hingga Kristus) menuju terang penebusan, dengan setiap lilin menghalau kegelapan secara progresif sesuai Yohanes 8:12. Lilin Pertama: Harapan ( Lilin Nabi). Lilin ini melambangkan harapan keselamatan dari nubuat nabi seperti Yesaya 9:5 tentang Mesias, menandai awal terang Allah yang setia di tengah dosa dunia, mengingatkan janji pembebasan umat. Lilin Kedua: Perdamaian (Lilin Betlehem)
Mewakili perdamaian melalui kesetiaan Maria dan Yusuf ke Betlehem (Lukas 1:38), mencerminkan damai sejati dari hubungan penuh kasih dengan Allah sebagai bagian rencana keselamatan. Lilin Ketiga: Sukacita (Lilin Gembala)
Lilin merah muda ini (Minggu Gaudete) melambangkan sukacita keselamatan yang diumumkan malaikat kepada gembala (Lukas 2:10-11), menandai kegembiraan akan kedatangan Juru Selamat yang dekat. Lilin Keempat: Kasih (Lilin Malaikat)
Melambangkan kasih dan damai dari pesan malaikat "Damai di bumi" (Lukas 2:14), melengkapi penebusan dosa melalui pengorbanan Kristus yang akan lahir. Versi ala Khatolik Lilin Pusat: Kristus (Terang Penuh)
Lilin putih besar dinyalakan Natal melambangkan Kristus sebagai Terang Dunia yang menyempurnakan keselamatan, mengubah kegelapan menjadi kehidupan kekal (Wahyu 21:5).
(09122025)(TUS)

Sudut pandang Kenapa tidak merayakan natal saat Advent

Sudut pandang Kenapa tidak merayakan natal saat Advent 

 PENGANTAR 
Kita terjebak dalam penantian panjang. Ada yang menunggu hasil medis dengan cemas, menunggu investasi berbuah, atau menunggu kabar baik yang tak kunjung tiba. Pada saat seperti itu, suara Tuhan dalam Yesaya 40 terdengar seperti oase: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku.” Itu tanda kepedulian Tuhan kepada orang yang merasa hidupnya “macet.”  Israel pernah berada di titik itu: terjebak dalam pembuangan selama satu generasi. Namun suara penghiburan Tuhan menegaskan bahwa Ia belum pergi. Janji-Nya justru semakin mendekat. Selanjutnya Tuhan juga mengingatkan bahwa masa penantian adalah kesempatan untuk menata hati atau “menyiapkan jalan.” Dengan “meratakan gunung”: merendahkan kesombongan yang ingin mengatur waktu Tuhan. Dengan “menutup lembah”:  membiarkan Tuhan menutup lembah keputusasaan agar harapan kembali bersemi. Dengan “meluruskan yang berlekak-leku”: menata ulang langkah, sebab dalam penantian kita mudah kehilangan arah. Saat hati direnovasi, penantian berubah menjadi proses pembentukan. Kita tidak lagi merasa terjebak, tetapi sedang dibawa maju selangkah demi selangkah. Adven mengingatkan bahwa penantian bukan ruang hampa. Penantian adalah ruang di mana Tuhan menata langkah kita. Sering kali justru di tengah kemacetan hidup, ada pembaruan. Ada hembusan angin segar! Sekarang, Bolehkah kita merayakan Natal saat Advent? Boleh .... sangat boleh, tidak ada juga larangan, cuman merayakan Natal saat Advent adalah memperlihatkan kebodohan kita, memperlihatkan bagaimana kita tidak mengerti pengajaran iman kita, kita tidak mengerti kenapa beribadah dalam lingkaran kalender liturgi, kenapa kita beribadah di hari Minggu pun kita tidak mengerti, kenapa kita beribadah dan berkarya di gereja pun, kita gak ngerti. Sebetulnya mudah dinalar, kenapa warna liturgi masa Advent dan masa prapaskah sama? Yaitu Ungu, karena itu masa kedukaan, karena dalam tradisi Yahudi menanti atau menunggu itu kedukaan, karena merupakan ketidak pastian. Bahkan beberapa denominasi, pada masa Advent dan masa prapaskah melakukan puasa dan pantang. Jadi, pantaskah merayakan Natal saat Advent, bernalarlah dan tanyalah diri sendiri . Adven yang dikerjakan oleh Yohanes (Pembaptis) amat terang dikerjakan siapkan infrastruktur, siapkan jalan, jangan ragu, ...... Kristus bakal kembali. Adven merupakan kesibukan bekerja dalam rangka menuju kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesejahteraan tidak datang sekonyong-konyong. Ia perlu Adven. Adven bukanlah tujuan. Ia merupakan jalan untuk mencapai tujuan. Belum waktunya berpesta karena memang kita belum tiba di tujuan.Jadi, gak perlu pakai pesta, apalagi dilabeli pesta natal, perayaan natal, cukup ibadah raya natal, dan itupun dilakukan di gereja, untuk menghikmati keterhisapan kita pada anugerah persekutuan Tuhan dalam menghikmati Natal, Tuhan yang merapuh menjadi manusia, Tuhan melawat manusia, untuk menyelamatkan kan manusia, Tuhan berkarya Kata adven dari bahasa Latin ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด, kata kerjanya ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฆ, yang berarti datang, tiba. Pada masa lampau kedatangan seorang penguasa di kota atau provinsi dalam suatu wilayah ekumenisnya juga menggunakan istilah ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด. Misal, kedatangan Kaisar Agustus diabadikan dalam bentuk monumen atau uang dengan tulisan ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ˆ๐˜ถ๐˜จ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ช (Kedatangan Agustus). Istilah ini juga digunakan untuk kunjungan tahunan dewa ke kuil. Kata adven masuk ke khasanah Kristen ketika Kitab Suci Perjanjian Baru diterjemahkan ke bahasa Latin (๐˜๐˜ถ๐˜ญ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข) dari bahasa Grika. ๐˜๐˜ถ๐˜ญ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข menerjemahkan ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข (kedatangan) dengan ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด dalam kitab Injil. Namun, dalam beberapa Surat Rasuli ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข dimaknai ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ข (kehadiran) (1Kor. 16:17; 2Ptr. 1:16). Perayaan-perayaan liturgis dalam Lingkaran Natal tidaklah sebanyak dan serumit yang terjadi dalam Lingkaran Paska. Panjang masa Adven (๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด) bukan empat pekan (๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฌ). Masa Adven ditetapkan ada empat hari Minggu (๐˜š๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜บ) dihitung mundur dari hari Natal (25 Desember) dengan hari Minggu terjauh disebut Minggu kesatu yang adalah awal masa Adven. Panjang masa Adven dapat saja hanya 22 hari jika hari Natal jatuh pada Senin.
Masa Adven mengandung dua gatra (๐˜ข๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ต๐˜ด): eskatologis dan historis. Eskatologis, umat bersiap diri dalam pengharapan akan kedatangan kembali Kristus (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข). Gatra eskatologis mengisi tema Minggu kesatu dan kedua Adven. Historis, umat bersiap diri untuk mengenang menuju perayaan peristiwa kelahiran Yesus yang terjadi sekitar dua ribu tahun yang lalu. Gatra historis mengisi tema Minggu ketiga dan keempat Adven.
Saya sering mendengar alasan orang Kristen merayakan Natal di masa Adven. Kata mereka, Natal dihadirkan setiap hari di hati umat Kristen karena Yesus tidak lahir pada 25 Desember. Natal bisa dirayakan kapan saja, kata banyak banyak orang Kristen bilang begitu. Pendapat itu omong kosong. Saya belum pernah melihat orang kristen yang berpendapat seperti itu merayakan Natal pada Mei, Juni, Juli, Jupri, Jupronz.


PEMAHAMAN 
Alasan di atas tampaknya rasional, tetapi sesungguhnya menyesatkan. Mengapa? Iman Kristen tidak berpusat pada Natal. Tidak merayakan Natal tidak membatalkan iman Kristen. Jantung iman Kristen adalah Paska, Kebangkitan Kristus. Orang Kristen pergi beribadah setiap Minggu pada dasarnya merayakan Hari Paska, Hari Kebangkitan Kristus. Mengapa pada-pada akhirnya umat Kristen merayakan Natal? Agama tidak sekali jadi. Agama ber-evolusi. Peradaban berkembang, demikian juga kekristenan. Hari raya liturgi gereja dimula dan berpusat pada misteri Paska. Pada mulanya tidak ada susunan sistematis dan terencana untuk merayakan peristiwa-peristiwa Kristus. Secara evolusi gereja memberikan tanggapan atas peristiwa-peristiwa tersebut satu per satu. Bapak-bapak gereja sejak abad II merapikan, membentuk, menyusun, dan merekayasa (to engineer) kisah teologinya sehingga menjadi bermakna, bertema, dan bercerita saling berurutan satu dengan lainnya. Hari raya liturgi merupakan drama sarat makna; suatu rekayasa gereja untuk memastori dan membina umat agar dapat lebih menghayati kisah Kristus menurut kesaksian Alkitab dalam bentuk perayaan. Kata kunci masa Adven adalah bersiap diri; bersiap diri untuk mengenang, bersiap diri untuk menuju perayaan, dan bersiap diri menantikan kedatangan kembali Kristus. Jadi, masa Adven bukanlah waktu untuk merayakan Natal. Merayakan Natal di masa Adven ibarat ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ di bulan Ramadan. Umat diberi waktu merayakan Natal cukup panjang, dari 24 Desember 2025 selepas matahari terbenam sampai 11 Januari 2026 (Minggu Pembaptisan Yesus), masih bisa diperpanjang pada Minggu biasa sampai 15 February 2026 lah, sebelum Rabu abu, cukup fleksibel. Di sinilah kepentingan pemimpin umat dan umat  harus mengerti ilmu liturgi (liturgika atau liturgiologi). Kalau pemimpin umat dan umat tidak paham ilmu liturgi, maka mereka akan melakukan rasionalisasi jawaban seperti dalam pengantar di atas.
(09122025)(TUS)


Jumat, 05 Desember 2025

Sudut Pandang ๐—ฆ๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€

Sudut Pandang ๐—ฆ๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€

Kendati jarang dikhotbahkan pada masa Natal, Silsilah Yesus versi Injil Matius sebenarnya bagian penting dalam teologi Natal Matius, bahkan bagian penting dari teologi seluruh Injil Matius. Namun, cilakanya nilai penting dan teologi itu lenyap ketika Silsilah Yesus dianggap “laporan historis”, sekadar memberi informasi mengenai nenek moyang Yesus. Bahkan, ada yang meyakini bahwa silsilah itu bersifat biologis: Yusuf keturunan biologis dari Abraham dan Raja Daud. 

Mari kita telisik Silsilah Yesus dalam Injil Matius dan Lukas. 

▶️ ๐—ฅ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜‚๐˜€ (Mat. 1:2-17):

Abraham - Ishak -  Yakub - Yehuda - Peres -Hezron - Ram - Aminadab - Nahason -  Salmon - Boas - Obed - Isai - raja Daud. 

Daud - Salomo - Rehabeam - Abia - Asa - Yosafat -  Yoram - Uzia - Yotam - Ahas - Hizkia - Manasye – Amon - Yosia - Yekhonya – Sealtiel – Zerubabel – Abihud – Elyakim – Azor – Zadok – Akhim – Eliud – Eleazar – Matan – Yakub - Yusuf - Yesus. 

▶️ ๐—ฅ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น ๐—Ÿ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜€ (Luk. 3:23-38):

[Garis keturunan sengaja dibuat dari atas ke bawah agar memudahkan perbandingan dengan Injil Matius.]

Allah – Adam – Set – Enos – Kenan – Mahalaleel – Yared – Henokh – Metusalah – Lamekh -Nuh – Sem – Arpakshad – Kenan – Salmon – Eber – Peleg – Rehu – Serug – Nahor – Terah – Abraham.

Abraham – Ishak – Yakub – Yehuda – Peres – Hezron – Arni – Admin – Aminadab – Nahason – Salmon – Boas – Obed – Isai – Daud. 

Daud – Natan – Matata – Mina – Melea – Elyakim – Yonam – Yusuf – Yehuda – Simeon -  Lewi – Matat – Yorim - Eliezer – Yesua – Er – Elmadam – Kosam – Adi – Malkhi – Neri – Sealtiel – Zerubabel – Resa – Yohanan – Yoda – Yosekh – Simei – Matica – Maat – Nagai – Hesli – Nahum – Amos – Matica – Yusuf – Yanai – Malkhi – Lewi – Matat – Eli – Yusuf - Yesus

▶️ ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜‚๐˜€ ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜?

Sekurang-kurangnya ada ๐˜๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป.

1. ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜œ๐˜ป๐˜ช๐˜ข (Mat. 1:8)

Kesalahan kesatu itu ada dalam bagian silsilah dari Daud ke Yekhonya.

Daud - Salomo - Rehabeam - Abia - Asa - Yosafat -  Yoram - Uzia - Yotam - Ahas - Hizkia - Manasye – Amon - Yosia - Yekhonya.

Menurut Matius (1:8), Yoram memperanakkan Uzia. Padahal Silsilah Daud dalam 1 Tawarikh 3 sbb.:
Daud - Salomo - Rehabeam - Abia - Asa - Yosafat - Yoram - Ahazia (2Rj.8:24-25) - Yoas (2Rj.11-13) - Amazia (2Raj.14) - Azarya (/Uzia, 2Rj.15:32) - Yotam (2Rj. 15:7).

Jadi, anak Yoram seharusnya Ahazia, bukan Uzia. Apakah ayah Yotam bernama Uzia? Menurut 2 Rj. 15:32, ayah Yotam (juga) bernama Uzia; jadi tampaknya Uzia = Azarya (2Rj. 15:7; 1Taw. 3:11). Dengan kata lain dari Yoram ke Uzia (/Azarya) ada tiga raja yang dilompati Matius. Ketiga raja itu adalah Ahazia, Yoas, dan Amazia.

2. ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข (Mat. 1:11)

Kesalahan kedua itu juga ada dalam bagian dari Daud ke Yekhonya. Padahal Silsilah Daud dalam 1 Tawarikh 3:15-16 begini: Yosia - Yoyakim - Yekhonya (Yoyakhin). Jadi, Yosia seharusnya memperanakkan Yoyakim, bukan Yekhonya. Yekhonya (Yoyakhin) adalah anak Yoyakim, bukan anak Yosia. Raja Yoyakim dilompati Matius.

3. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ข๐˜ญ๐˜ต๐˜ช๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ก๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ (Mat. 1:12)

Kesalahan ketiga itu ada dalam bagian dari Yekhonya ke Yesus.

Yekhonya – Sealtiel – Zerubabel – Abihud – Elyakim – Azor – Zadok – Akhim – Eliud – Eleazar – Matan – Yakub - Yusuf - Yesus

Padahal menurut Silsilah Daud dalam 1 Tawarikh 3:19, ayah Zerubabel adalah Pedaya (saudara Sealtiel). Namun, dalam bagian PL lainnya seperti dalam Ezra 3:2, Nehemia 12:1, Hagai 1:1, Zerubabel memang dianggap anak Sealtiel. Jadi, kesalahan ketiga itu tampaknya masih dapat “ditoleransi”.

▶️ ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ ๐—Ÿ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜€ ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜?
 
Selain tidak akurat Silsilah Yesus versi Lukas terasa janggal.

1. ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ (Luk. 3:33)

Menurut Lukas 3:33 Hezron memperanakkan Arni, lalu Arni memperanakkan Admin, dan Admin memperanakkan Aminadab.

Hezron – Arni – Admin – Aminadab

Padahal Silsilah Yehuda dalam 1 Tawarikh 2:9-10 begini: Hezron - Ram - Aminadab.

Matius 1:3-4 juga menulis silsilah yang sama: Hezron - Ram - Aminadab. Jadi, anak Hezron yang seharusnya Ram, bukan Arni. Ayah Aminadab seharusnya Ram, bukan Admin. Dengan kata lain dua nama yang tertulis dalam Lukas 3:33 adalah nama yang salah atau janggal.

2. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ข๐˜ญ๐˜ต๐˜ช๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ก๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ (Luk. 3:27)

Hampir semua nama yang tercantum dalam Silsilah Yesus versi Lukas dari Natan (anak Daud) sampai Yusuf (ayah Yesus) adalah nama-nama yang asing. Hampir semuanya tidak memiliki rujukan PL sehingga ada kesan semua nama itu hanyalah karangan Lukas atau jemaat sebelum Lukas. Berbeda dari Matius yang menyusun Silsilah Yesus berdasarkan garis keturunan Salomo, Lukas menyusunnya berdasarkan garis keturunan Natan, anak Daud juga. Anehnya dari Silsilah Natan itu ada juga nama yang sama, misalnya Sealtiel dan Zerubabel (Luk. 3:27).

Daud – Natan – Matata – Mina – Melea – Elyakim – Yonam – Yusuf – Yehuda – Simeon -  Lewi – Matat – Yorim - Eliezer – Yesua – Er – Elmadam – Kosam – Adi – Malkhi – Neri – Sealtiel – Zerubabel. 

Padahal kedua nama itu ada di Silsilah Salomo versi Matius (1:12). Selain kedua nama itu sama, statusnya juga sama: Sealtiel adalah ayah Zerubabel. Jadi, mengapa ada dua nama yang sama dan dalam status yang sama dalam Silsilah Natan versi Lukas? Mengapa nenek moyangnya berbeda (Salomo/Natan) dan ayah Sealtiel berbeda (Yekhonya/Neri)?

3. ๐˜Œ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ง (Luk. 3:23)

Kejanggalan berikutnya: Silsilah Natan versi Lukas itu berakhir dengan nama yang sama dengan Silsilah Salomo versi Matius: Yusuf (suami Maria, ayah Yesus).

Daud – Natan – Matata – Mina – Melea – Elyakim – Yonam – Yusuf – Yehuda – Simeon -  Lewi – Matat – Yorim - Eliezer – Yesua – Er – Elmadam – Kosam – Adi – Malkhi – Neri – Sealtiel – Zerubabel – Resa – Yohanan – Yoda – Yosekh – Simei – Matica – Maat – Nagai – Hesli – Nahum – Amos – Matica – Yusuf – Yanai – Malkhi – Lewi – Matat – Eli – Yusuf - Yesus

Namun, Yusuf versi Lukas ini adalah keturunan Natan dan nama ayahnya adalah Eli (Luk. 3:23). Padahal Yusuf versi Matius adalah keturunan Salomo dan nama ayahnya adalah Yakub (Mat. 1:18). Tampaknya ada dua kemungkinan di sini.

Kemungkinan kesatu, Yusuf anak Eli yang dimaksud Lukas memang bukan tokoh yang sama dengan Yusuf anak Yakub yang dimaksud Matius sekalipun “anehnya” keduanya menjadi suami Maria dan ayah Yesus. Kemungkinan kedua, Yusuf anak Eli itu merujuk tokoh yang sama dengan Yusuf anak Yakub.

Masalahnya: mengapa nenek moyangnya berbeda (Salomo/Natan) dan ayahnya berbeda (Yakub/Eli)? Jika silsilah adalah laporan historis biologis, keduanya tidak mungkin sama-sama benar. Jadi, ๐˜€๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜‚๐˜€ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—Ÿ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜€ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต?

▶️ ๐——๐˜‚๐—ฎ ๐—ฆ๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ

Jika kedua silsilah itu dibandingkan dari Daud sampai ke Yusuf (suami Maria) hampir tidak ada nama yang sama kecuali Sealtiel dan Zerubabel. Jadi, cukup beralasan jika disimpulkan bahwa kedua silsilah Yesus itu adalah dua silsilah yang memang berbeda. Akibatnya pertanyaan ini sulit dijawab:

1. Yusuf keturunan Daud dari garis-keturunan siapa: Natan (Luk. 3:31) ataukah Salomo (Mat. 1:6)?

2. Siapakah ayah Yesus atau suami Maria: Yusuf anak Eli keturunan Natan (Luk. 3:23) ataukah Yusuf anak Yakub keturunan Salomo (Mat. 1:16)? 

▶️ ๐—จ๐˜€๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ผ๐—น๐˜‚๐˜€๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐˜‚๐—บ ๐—™๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€

Usulan solusi dari kaum Fundamentalis seperti Gleason Archer adalah dengan beranggapan Silsilah Yesus versi Lukas itu sebagai silsilah Maria, bukan silsilah Yusuf. Jadi, Marialah yang bernenek moyang Natan dan memiliki ayah bernama Eli. Sepintas solusi itu seakan-akan bisa “menjawab” mengapa kedua Silsilah Yesus itu sangat berbeda. Sialnya solusi itu lebih didasarkan pada pembelaan ideologi Ineransi (๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜บ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฆ) ketimbang pada bukti tekstual.

▶️ ๐—•๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—น๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ผ๐—น๐˜‚๐˜€๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐˜‚๐—บ ๐—™๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€

1. Hanya ada nama ๐˜ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ง di Silsilah Yesus versi Lukas itu (3:23).

Tidak ada nama ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ข di sana. Seandainya benar silsilah itu adalah silsilah Maria, mengapa namanya tidak disebutkan secara eksplisit?

2. Dalam Injil Lukas tokoh yang secara panggah disebut ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜‹๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ (Luk. 1:27) atau ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ (Luk. 2:4) hanya Yusuf dan Yesus (Luk. 1:32; Kis. 2:30). Maria bukan keturunan Daud.

Solusi dari kaum fundamentalis seperti Archer tampaknya lebih membuktikan bahwa masalah yang mendasar bukan terletak dalam silsilah itu pada dirinya, melainkan terletak pada prapaham atau pemahaman pembaca terhadap silsilah itu. Jika silsilah itu dipahami sebagai laporan historis biologis lalu dibandingkan ke silsilah PL sebagai rujukannya, pembaca akan berkesulitan menjawab berbagai masalah yang berpautan dengan kebenaran historisnya. Jadi, ๐˜€๐—ถ๐—น๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฝ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฒ๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ.

Sama halnya dengan “cerita” Injil sebagai sarana berteologi, dalam silsilah memang ada anasir-anasir historis. Namun, anasir-anasir historis itu ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—ต silsilah teologis itu menjadi silsilah historis.

Sebagai contoh kepentingan silsilah dalam berteologi dapat kita lihat pada pembuka Injil Matius. Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Petulis Injil Matius sejak awal menyatakan imannya bahwa ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐˜€๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ธ ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ฟ ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ. Itu sebabnya ada orang Majus datang menyembah Mesias yang baru dilahirkan itu.

Teologi silsilah Injil Lukas berkebalikan dari Matius. Matius dari atas ke bawah. Lukas dari bawah ke atas: dari anak Yusuf (Luk. 3:23) sampai anak Allah (Luk. 3:38). Lukas mengusung teologi kenaikan. Lukas satu-satunya kitab Injil yang berkisah kenaikan Yesus. Dalam teologi Injil Lukas Yesus disebut Tuhan dan Mesias ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ป๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐—ธ๐—ฒ ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐—ด๐—ฎ lalu datang kembali sebagai Raja dalam kemuliaan-Nya.

Semoga bermaslahat.

MDS

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Matius 2 : 13-23, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ก๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—น, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”], ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ฎ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ atau Israel Baru

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Matius 2 : 13-23,  [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ก๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—น, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”], ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ฎ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ atau Israel Baru

PENGANTAR
Seperti yang pernah saya sampaikan bahwa pada mulanya jemaat Kristen tidak merayakan Hari Natal. Natal sebagai hari raya liturgi ditetapkan belakangan. Hari raya liturgi gereja dimula dan berpusat pada misteri Paska. Pada mulanya tidak ada susunan sistematis dan terencana untuk merayakan peristiwa-peristiwa Kristus. Secara evolusi gereja memberikan tanggapan atas peristiwa-peristiwa tersebut satu per satu. Bapak-bapak gereja sejak abad II merapikan, membentuk, menyusun, dan merekayasa (๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ณ) kisah teologinya sehingga menjadi bermakna, bertema, dan bercerita saling berurutan satu dengan lainnya. Meskipun demikian umat Kristen juga harus memahami bahwa kisah-kisah Kristus di dalam kitab-kitab Injil adalah kisah teologis, ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ulasan laporan jurnalistik historis. Setiap penulis kitab Injil memiliki teologi masing-masing yang khas, unik, berbeda dari setiap pengarang kitab Injil kanonik. Perbedaan teologi ini ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ dapat digabungkan untuk diharmoniskan. Perbedaan itu justru anugerah bagi kita sebagai pembaca produk akhir Alkitab bahwa tidak ada pendapat tunggal untuk memahami Yesus Kristus. Perbedaan kisah teologis ini juga menolong kita jangan sampai terbuai kepada orang yang berjualan “kesaksian” pribadi.

PEMAHAMAN
Bacaan ekumenis untuk Minggu pertama sesudah Natal hari ini diambil dari Injil Matius 2:13-23 yang diawali dengan Yesaya 63:7-9, Mazmur 148, dan Ibrani 2:10-18.

Bacaan Injil Minggu ini oleh LAI dibagi menjadi tiga perikop (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ): ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ (ay. 13-15), ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฎ (ay. 16-18), dan ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ (ay. 19-23). Bacaan Minggu ini khas Matius sehingga para ahli menyebut pengarang Injil Matius memiliki sumber sendiri alias Sumber M.

Muatan teologi di awal Injil Matius (pasal 1-2), yang mencitrakan teologi keseluruhan Injil Matius, Yesus adalah raja Yahudi mesianik keturunan Daud yang justru ditolak oleh para pemimpin Yahudi, tetapi diterima dan disembah oleh orang bukan-Yahudi. Para pemimpin Yahudi itu dicitrakan oleh Raja Herodes, sedang orang bukan-Yahudi dicitrakan oleh orang-orang majus.

Di awal Injilnya Matius langsung menggebrak bahwa Yesus juga menjadi ๐˜๐˜ด๐˜ณ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ yang mengungsi ke Mesir dan dipanggil keluar (eksodus) dari Mesir. Eksodus adalah tema utama dalam sejarah keselamatan Israel (Perjanjian Lama atau PL). Tema eksodus menjiwai Injil Matius:
• Meskipun ada penolakan dan penindasan dari Raja Herodes (sejajar dengan Firaun di Mesir), Allah akan tetap berkarya melalui Anak-Nya, Israel baru (Mat. 2:15). 
• Musa memimpin Israel Lama, Yesus adalah pemimpin Israel Baru.
• Apabila Musa memberi kitab Taurat kepada umat Israel, Yesus pun memberi “kitab Taurat” yang baru kepada Israel Baru: (1) Matius 5-7, (2) Matius 10, (3) Matius 13, (4) Matius 18, dan (5) Matius 24-25.
• Musa menerima Taurat di gunung, namun Yesus lebih daripada itu, bukan menerima, melainkan memberi “Taurat” pertama-Nya di gunung (lih. ๐˜’๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต dalam Matius 5-7). Yesus membaharui Taurat lama dengan rumusan “๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ...., ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ …”
Pada Minggu yang akan datang, 28 Desember 2025, saya akan berkhotbah di Hari Minggu pertama setelah Natal, ibadah sore. Gagasan utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa, sesuai dengan teologi Injil Matius, Yesus menjadi Israel yang baru, dengan memasuki kembali peristiwa-peristiwa Israel, dimulai dari Mesir. Jika Israel mengalami eksodus dari Mesir, kanak Yesus justru harus mengalami eksodus ke Mesir. Itu artinya, sekalipun Mesir tetap menjadi situs trauma kolektif/ketakutan kolektif bagi Israel, ia kini juga menjadi tempat perlindungan bagi kanak Yesus. Tantangan terbesar saya adalah bagaimana ini menjadi sebuah khotbah yang trauma/ketakutan sensitive. Jika Anda juga mengalami kegelisahan yang sama, beberapa catatan ini semoga bermanfaat. Pertama, jangan buru-buru menuntut umat untuk keluar dari trauma/takut dan luka mereka. Fokuskan pada kehadiran Allah melalui Yesus di dalam pengalaman trauma. Injil tidak menuntut mereka untuk memulih dengan cepat.  Kedua, jangan dengan mudah menegasi pengalaman trauma/takut bernama “Mesir” itu, apalagi menjustifikasi displacement sebagai kehendak Allah. Memang tiga kali kata “digenapi” muncul di dalam bacaan Injil (ay. 15, 17, 23), seolah-olah menyiratkan bahwa Allah menetapkan peristiwa luka Mesir dan pengungsian Yesus. Namun, kita dapat memahaminya sebagai penetapan Allah untuk tetap menjadi Imanuel, yang menyertai manusia di setiap peristiwa hidupnya yang retak. Ketiga, sangat penting untuk mengakui displacement sebagai sebuah fenomena luka yang global—ingat Gaza, korban banjir Sumatra, homelessness, dll. Pengungsian keluarga kudus itu menjadi tanda bahwa Allah dapat ditemukan di sana juga, Immanuel.
Sebelum kita masuk ke pembahasan Bacaan Injil Minggu ini, kita segarkan lagi secara kelumit perikop yang mendahuluinya, yaitu perikop ๐˜–๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜›๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ (Mat. 2:1-13). Orang-orang Majus dari Timur itu adalah orang bukan-Yahudi pertama yang datang untuk menyembah Yesus sebagai Raja Yahudi yang baru dilahirkan (Mat. 2:2) karena mereka melihat bintang-Nya di Timur. 

Pengarang Injil Matius tampaknya mendapat inspirasi membuat kisah teologisnya dari Bilangan 22-24. Di sana ada raja jahat (Balak) yang hendak mencelakai bangsa Israel dan Musa. Di sana ada juga si penenung (magi) Bileam yang bukan orang Israel. Bileam juga melihat bintang (Bil. 24:17). Bintang yang dilihat Bileam itu menandakan kelahiran Raja Daud.

“Bintang Daud” itu juga dilihat dan diungkapkan orang-orang majus kepada Raja Herodes (Mat. 2:1), si raja jahat yang mau membunuh Yesus: raja mesianik keturunan Daud, Israel Baru, ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ. Raja Yahudi yang baru lahir itu adalah Sang Mesias yang dijanjikan Allah dan dinubuatkan di kitab nabi (Mikha 5:1). Ironisnya orang Yahudi sendiri tidak berusaha mencari rajanya yang baru dilahirkan itu, meskipun sudah punya petunjuk (kitab Mikha) tempat Ia akan dilahirkan: Betlehem. 

Herodes versi Injil Matius dan Injil Lukas merujuk orang yang sama: Herodes Agung. Akan tetapi Herodes versi Injil Lukas tidak tahu apa-apa mengenai kelahiran Yesus dan ia tidak didatangi orang-orang majus. Herodes versi Injil Matius mengetahui kelahiran Yesus melalui informasi dari orang-orang majus dan semua imam kepala serta ahli-ahli Taurat yang dikumpulkannya (Mat. 2:2, 4). Yesus adalah raja Yahudi yang baru dilahirkan sekaligus Mesias yang dijanjikan Allah. Herodes menganggap Yesus sebagai saingannya, musuh yang harus dibunuh. 

Herodes marah karena orang-orang majus itu tidak kembali kepadanya untuk memberitahu tempat Yesus berada. Ia lalu memberi perintah membunuh semua anak di Betlehem yang berumur dua tahun ke bawah. Atas ancaman pembunuhan itu Yesus harus menyingkir ke Mesir agar nubuatan nabi tergenapi: “๐˜‹๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ ๐˜’๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜’๐˜ถ” (lih. Hos. 11:1). Herodes adalah raja yang hendak mencelakai Yesus, sejajar dengan Balak raja jahat yang mau mencelakai bangsa Israel dan Musa.

Tema eksodus tampak dalam kisah pembunuhan anak-anak ini. Herodes adalah Firaun Mesir yang membunuh anak-anak Israel (lih. Kel. 1-2). Yesus adalah Musa yang luput dari pasukan Firaun itu. Pembunuhan anak-anak itu sekaligus menggenapi nubuatan nabi Yeremia (lih. Yer. 31:15). Matius yang mengutip ayat itu hendak memerikan (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ) cekaman teror itu lewat kesedihan Rahel, emak-emak Israel, yang anak-anaknya dibunuh oleh Herodes (Mat. 2:18).

Pengarang Injil Matius tampaknya tidak begitu suka memerikan Yesus sebagai Koresh, mesias dari Persia, yang mengalahkan Babel dan memulangkan orang-orang Yehuda (539-538 SZB). Matius lebih suka melukiskan Yesus sebagai Israel Baru dan Musa Baru dengan menampilkan adegan malaikat Tuhan (Yahweh) kepada Yusuf dalam Matius 2:20 yang sejajar dengan yang dikatakan Yahweh kepada Musa dalam Keluaran 4:19. 
• "๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช." (Kel. 4:19)
• "๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜๐˜ด๐˜ณ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ญ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช." (Mat. 2:20)

Yesus dibawa kembali ke Israel oleh Yusuf untuk memerikan Yesus sebagai Musa Baru untuk memimpin Israel Baru. Dengan demikian nubuatan nabi dalam kitab Hosea yang dikutip di Matius 2:15 terjadi: “๐˜‹๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ ๐˜’๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜’๐˜ถ.” (lih. Hos. 11:1).

Meskipun Yesus adalah Musa Baru, namun Yesus harus dikenal sebagai “Yesus Orang Nazaret”. Untuk itu pengarang Injil Matius membuat alasan agar Yusuf tidak tinggal kembali di Betlehem dengan menampilkan Arkhelaus, anak Herodes, memerintah di tanah Yudea. Lewat mimpi Yusuf dinasihati untuk membawa Yesus (dan Maria) ke Nazaret di Galilea dan tinggal di sana agar tergenapi nubuatan-nubuatan nabi-nabi (Mat. 2:23). 

Entah nubuatan-nubuatan yang mana yang dimaksud oleh Matius dalam ayat 23. Tampaknya ia hanya hendak menyampaikan bahwa Allah akan selalu menggenapi janji-Nya. Hal ini sangat bolehjadi karena jemaat Matius bagian terbesar berlatar belakang Yahudi dan mengenal kitab-kitab PL sehingga tak terlalu sulit bagi Matius menulis kitab Injilnya. 

(26122025)(TUS)

Sudut Pandang Dalam Nama Yesus

Sudut Pandang Dalam Nama Yesus