Membaca beberapa penelitian dan buku-buku ini menarik : "Batasan hijab untuk muslimah dalam perspektif hadis" - Skripsi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kesimpulannya dari hadis yang ada, tidak terdapat wajibnya mengenakan kerudung/jilbab. Yang ditekankan pakaian sopan, tidak ketat/transparan, kembali ke budaya tiap daerah, "Hijab No More: A Phenomenological Study" - Studi fenomenologi, "What does the Quran really say about a Muslim woman's hijab?" - TEDx Talk by Samina Ali, Argumen istilah "hijab" di Quran bukan berarti kerudung wanita! Hijab = tirai/pembatas. Buku novelnya: Madras on Rainy Day, "It's Not About the Burqa: Muslim Women on Faith, Feminism, Sexuality and Race" Mariam Khan, Kumpulan esai 17 muslimah bicara blak-blakan tentang hijab & keraguan iman. Mayoritas kitab fiqih 4 madzhab sepakat hijab wajib, muncul karena ada perbedaan pendapat ulama soal batas aurat: wajah + telapak tangan wajib ditutup atau tidak. Fatwa Dar Al-Ifta Al-Misriyyah juga bilang niqab/cadar tidak wajib, hijab cukup tutup seluruh tubuh kecuali wajah & tangan. Ini ranah fiqih khilafiyah. Kuncinya ada di interpretasi QS An-Nur 24:31 + QS Al-Ahzab 33:59. Pendapat Mayoritas 4 Madzhab: Wajib
Dalil utama: "hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh" QS 33:59 + "tutupkan khimar ke dada" QS 24:31. Batas aurat: Seluruh tubuh kecuali wajah & telapak tangan. Soal wajah: ulama 4 madzhab sepakat wajib tutup kalau ada "fitnah"/zaman sekarang. Niqab/cadar = sunnah/mustahab, bukan wajib. Alasannya: Menjaga kehormatan, mencegah gangguan, identitas muslimah QS 33:59. Pendapat yang menyatakan "Tidak Wajib Kerudung" / "wajah dan tangan Bukan Aurat". "Hijab" di Quran 7x, 6x disebut dg artinya "tirai/pembatas". Hanya 1x merujuk pakaian. Penulis TEDx Samina Ali berargumen: Quran tidak pernah perintahkan "kerudung kepala" atau pakaian tertutup, jadi murni itu budaya yg terbentuk oleh kondisi alam dimana baju tsb muncul. Syaikh Al-Albani dll berpendapat wajah + telapak tangan bukan aurat wajib ditutup. Jadi "jilbab" = baju longgar, bukan wajib kerudung. Skripsi UIN Bandung menyimpulkan: hadis yang ada tidak mewajibkan kerudung. Yang wajib = pakaian sopan, tidak ketat/transparan, disesuaikan budaya lokal. Di zaman Nabi, "khimar" sudah dipakai wanita Arab. Perintah Quran = cara pakainya dibenahi, bukan menciptakan kerudung baru. Perbedaan ini bukan "Islam vs tidak Islam", tapi beda manhaj istinbath hukumnya. Mayoritas pakai qiyas + ijma' ulama. Kelompok minoritas lebih tekstualis + kontekstual. Titik tengah yg disepakati semua: konsep "aurat + modesty" wajib. Bedanya di "seberapa banyak yg ditutup". Bukan Cuma Islam, Konsep tutup kepala/rambut itu praktik lintas agama & budaya, jauh sebelum Islam: Agama/Budaya Nama & Makna Wajib/Tidak, Yahudi Ortodoks, Tichel/Mitpachat : Perempuan menikah wajib tutup rambut di ruang publik. Dasarnya: Bilangan 5:18, tradisi Tzniut = kesopanan. Le Pas = rambut wanita = aurat. Wajib untuk yg sudah menikah. Kristen Katolik/Ortodoks, Kerudung/Mantilla: 1 Korintus 11:5-6 "perempuan harus menutup kepala saat berdoa". Biarawati wajib kerudung penuh. Dulu wajib di gereja, sekarang longgar. Wajib saat ibadah untuk biarawati, Sikh Dastar/Dupatta: Bagian dari 5K. Laki-laki & perempuan Sikh taat wajib tutup rambut dengan turban. Simbol kedaulatan & identitas. Wajib bagi Khalsa, Hindu tradisional, Dupatta/Ghoonghat : Wanita tutup kepala saat ke kuil atau di depan mertua. Simbol kesopanan, hormat. Tidak ada dalil kitab, tapi adat kuat. Adat, bukan wajib kitab. Budaya sekuler Topi, bandana, fashion scarf : Fungsi proteksi, fashion, identitas subkultur. Tidak ada muatan religius. Pilihan personal. Semua memaknai "tutup kepala" = kesopanan, kehormatan, kontrol hasrat, identitas komunitas. Jadi hijab bukan "inventasi Islam". Islam unik karena mengaitkannya langsung ke perintah teks suci + ada sanksi fiqih. Agama lain kebanyakan adat + simbol identitas. Yahudi paling mirip: wajib hukumnya bagi wanita menikah. Semua agama menempatkan tubuh perempuan sebagai "arena simbol". Makanya hijab jadi isu politik bukan cuma ibadah, di semua agama dan budaya terlebih terkait kondisi alam dimana baju tsb muncul. Di Islam, Wajib/tidak wajib tergantung definisi "aurat". Kalau aurat = seluruh tubuh kecuali wajah+tangan = mayoritas bilang wajib kerudung. Kalau aurat = seluruh tubuh kecuali wajah+tangan+rambut = kelompok minoritas bilang tidak wajib kerudung. Tapi "pakaian sopan" sepakat wajib. Non-Islam: Praktik tutup kepala sudah ada ribuan tahun, budaya Persia sebagai yg awal menerapkan. Bedanya: sumbernya adat/tradisi, bukan 1 ayat Quran yang jadi rujukan global. Menarik, membaca bbrp buku tsb oleh karena memdampingi bbrp teman dari UIN maupun UMS yg membuat desertasi dalam rangka progam studi tafsir lintas iman di tempat kami atau mungkin dikenal dg crosstextual reading atau crosstextual hermeneutika. Tapi, saya hanya akan menulis berbagai sudut pandang hijab dari berbagai agama sbb :
1. Kerudung Wanita Yahudi (Jewish),
Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah adalah mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: “Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala” dan “Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,” dan “Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan.” [Sabda Langit Perempuan dalam Tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen, Sherif Abdel Azeem, (Yogyakarta: Gama Media, 2001), cet. Ke-2, h.74], dapat dilihat para perempuan dari kalangan Yahudi Ultra Orthodoks sekte Haredi Burqa yang kerap disebut Ibu para Taliban, demikian dikutip dari laman Bersama Islam.com. Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi. Oleh sebab itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W.Schneider, 1984, hal 237). Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi). [S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239]. Dalam Hukum Rabi Yahudi, wanita Yahudi yang sudah bersuami dan tidak berjilbab dipandang sebagai wanita yang tidak terhormat. Hukum Rabi Yahudi juga melarang pembacaan dan doa di depan wanita yang sudah menikah tanpa menutup kepala dengan kerudung karena wanita yang membuka rambutnya itu dianggap sebagai wanita telanjang. Wanita ini bahkan dianggap sebagai wanita yang merusak kerendahan hatinya dan didenda dengan empat ratus zuzim karena pelanggarannya.[ibid, h. 74-75].
2. Kerudung Wanita Kristen, perempuan dari jemaah Kristen Orthodoks Old Believers dalam pakaian tradisional lengkap dengan kerudung dan sudah dibiasakan sejak masih kanak-kanak.
“…Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. “Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki. “Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah. “Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang, tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung…” [Dalam Korintus 11: 5-15]. Menurut Rasul Paulus, menutup kepala bagi wanita itu sebagai simbol otoritas laki-laki yang merupakan bayangan dan keagungan Tuhan, karena wanita diciptakan dari laki-laki dan untuk kepentingan laki-laki pula. [Kitab I Korintus, 11: 7-9]. Dalam kaitan ini, Abu Ameenah Bilal Philips menegaskan bahwa dalam kanon Gereja katolik terdapat artikel hukum yang mewajibkan wanita untuk menutup kepala mereka saat berada di Gereja. Bahkan sekte-sekte Kristen, seperti kaum Amish dan Mennonite memelihara kerudung bagi kaum wanitanya hingga saat ini.[“Agama Yesus Yang Sebenarnya”, Abu Ameenah Bilal Philips,(Jakarta: Pustaka Dai, 2004), h. 179].
3. Kerudung Wanita Hindu, Hal yang sama juga dilakukan dalam tradisi orang-orang India yang sebagian besar penganut ajaran Hindu. Pakaian yang panjang sampai menyentuh mata kaki dengan kerudung menutupi kepala menjadi pakaian khas yang dipakai sehari-hari.
4. Kerudung Wanita Sikh, Demikian juga dalam agama Sikh yang terdapat di India dan kerap disebut merupakan gabungan dari agama Islam dan Hindu. Melansir Kompasiana.com, saat ini umat Sikh digolongkan ke dalam agama Hindu untuk urusan administrasi kependudukan dan bimbingan masyarakat, walaupun kedua agama ini berbeda. Agama ini berkembang terutamanya pada abad ke-16 dan 17 di India. Kata Sikhisme berasal dari kata Sikh, yang berarti “murid” atau “pelajar”. Kepercayaan-keperayaan utama dalam Sikhisme adalah: Percaya dalam satu Tuhan yang pantheistik. Kalimat pembuka dalam naskah-naskah Sikh hanya sepanjang dua kata, dan mencerminkan kepercayaan dasar seluruh umat yang taat pada ajaran-ajaran dalam Sikhisme: Ek Onkar (Satu Tuhan).
Ajaran Sepuluh Guru Sikh (serta para cendekiawan Muslim dan Hindu yang diterima) dapat ditemukan dalam Guru Granth Sahib.
Melansir Wikipedia.org, Sikh merupakan agama monoteistik yang diasaskan mengikut ajaran Guru Nanak dan sembilan orang guru lain di Punjab, India pada abad ke-15. Agama Sikhisme adalah agama kelima terbesar di dunia, dengan lebih daripada 23 juta penganut. Sikhisme berasal daripada perkataan Sikh, yang datang daripada kata dasar śiṣya dalam bahasa Sanskrit, yang bermakna “murid” atau “pelajar”, atau śikṣa yang bermaksud “arahan”. Di Indonesia sendiri, Sikh masuk sekitar abad 19 melalui Kota Medan, Sumatera Utara yang bertetangga dengan Malaysia dan Singapura. Karena dulu India merupakan jajahan Inggris dan bertepatan dengan Malaysia dan Singapura yang juga dijajah Inggris, saat itulah orang Sikh masuk ke Indonesia. Ini dikarenakan saat itu para penganut Sikh kebanyakan berprofesi sebagai tentara, polisi dan pengamanan. dikatakan juga bahwa dalam Perang Dunia I maupun II, itu Sikh Regiment saat itu paling banyak mendukung tentara Inggris. Demikian dilansir dari Kumparan.com.
5. Kerudung Wanita Islam, Dikatakan oleh Dedy Mulyana dalam Islam: Antara Simbol dan Identitas, pemakaian jilbab yang dilandasi pengalaman keagamaan, tidak lain merupakan cermin dari inner states yang tulus. Jilbab di sini bukan instrumen untuk menyenangkan orang lain atau sekadar untuk memenuhi persyaratan masuk ke dalam sebuah institusi. Tetapi, perwujudan rasa nyaman yang subjektif, seperti dikutip dari Republika.co.id. Muhammad Sa’id Al-Asymawi, seorang tokoh liberal Mesir, yang memberikan pernyataan kontroversial bahwa jilbab adalah produk budaya Arab. Pemikirannya tersebut dapat dilihat dalam buku Kritik Atas Jilbab yang diterbitkan oleh Jaringan Islam Liberal dan The Asia Foundation. Meski demikian, sebagian besar ulama Islam mengatakan bahwa jilbab adalah kewajiban bagi wanita islam. Wanita Islam wajib menjaga auratnya, yang diperbolehkan untuk diperlihatkan hanya wajah serta telapak tangan. Semoga menjadi berkat bermanfaat 🙏🏻🙏🏻🙏🏻Tuhan memberkati 🙌🏻🙌🙌🏻
STT baptis injili, CEPOGO, BOYOLALI, JATENG, 2019, (TUS)