Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด Yohanes 11 : 1-45, [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ฉ ๐ฃ๐ฟ๐ฎ-๐ฃ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐], ๐ ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ, ๐บ๐ผ๐ฑ๐ฒ๐น ๐ท๐ฒ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐ฐ๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐ฎ๐
PENGANTAR
Minggu 22 Maret 2026, Ketika berada di dalam satu kelas teologi, saya mendapat giliran tugas mengajar. Mengawali presentasi saya mengajukan pertanyaan, “๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ซ๐ช๐ป๐ข๐ต?” Hampir serentak mahasiswa saya menjawab, “๐๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข!” Saya menanggapi, “๐๐ข๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ซ๐ช๐ป๐ข๐ต.” Kelas hening untuk beberapa saat. Saya kemudian meneruskan, “๐๐ข๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ซ๐ช๐ป๐ข๐ต.”
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu V masa Pra-Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 11:1-45 yang didahului dengan Yehezkiel 37:1-14, Mazmur 130, dan Roma 8:6-11.
Kembali bacaan Injil Minggu ini panjang yang mencakup 45 ayat. LAI memberi judul perikop (๐ฑ๐ข๐ด๐ด๐ข๐จ๐ฆ) ini ๐๐ข๐ป๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ. Konteks terdekat perikop ini adalah Yohanes 11:1 – 12:50. Dua pasal ini merupakan puncak ketegangan paruh pertama Injil Yohanes. Terjadi peningkatan persekongkolan membunuh Yesus oleh para pemimpin agama Yahudi.
Latar tempat adalah di seberang Sungai Yordan. Dalam adegan sebelumnya Yesus berada di Serambi Salomo, Bait Allah di Yerusalem (Yoh. 10:23). Orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus (Yoh. 10:31) dan hendak menangkap Yesus (Yoh. 10:39), tetapi Yesus pergi ke seberang Yordan (Yoh. 10:40).
Bacaan dapat dibagi ke dalam empat pokok bahasan:
▶️ Lazarus mati (Yoh. 11:1-16)
▶️ Yesus kebangkitan dan hidup (Yoh. 11:17-27)
▶️ Yesus menangis (Yoh. 11:28-37)
▶️ Yesus membangkitkan Lazarus (Yoh. 11:38-45)
๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐บ๐ฎ๐๐ถ (Yoh. 11:1-16)
Perikop dibuka dengan informasi Lazarus sakit. Lazarus tinggal di Betania, kampung Maria dan Marta. Sesudah membaca ayat 1, kita melompat ke ayat 3. Kedua perempuan itu mengirim pesan kepada Yesus yang sedang berada di seberang Yordan, “๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ช ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต.”
Mengapa ayat 2 kita lompati? Ayat 2 ini merupakan sisipan di kemudian hari sesudah Injil Yohanes selesai ditulis.
Maria ialah perempuan yang ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ป๐ฎ๐ต meminyaki kaki Tuhan dengan minyak wangi dan menyekanya dengan rambutnya. Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. (Yoh. 11:2, TB II 2023)
Kata ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ป๐ฎ๐ต berarti perbuatan itu sudah dilakukan. Sebelum pasal 11 tidak ada adegan Maria meminyaki kaki Yesus. Adegan itu terjadi sesudah pasal 11, yaitu di Yohanes 12:1-8.
Lanjut! kembali ke laptop, Tampaknya Yesus mengenal baik Lazarus dengan melihat frase ๐ฅ๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ช. Namun, Yesus tidak langsung bergerak ke Yudea dengan mengatakan bahwa penyakit Lazarus tidak membawa kematian, melainkan untuk menyatakan kemuliaan Allah. Yesus masih tinggal di sana selama dua hari. Pengarang Injil Yohanes rupanya hendak meningkatkan ketegangan cerita. Selain itu Yesus diperikan bertindak atas kehendak-Nya, bukan atas kehendak orang lain (bdk. Yoh. 2:4, 4:48, dan 7:2-10).
Sesudah dua hari Yesus mengajak murid-murid-Nya ke Yudea. Mereka memertanyakan ajakan Yesus ke Yudea karena beberapa hari lalu orang-orang Yahudi melempari Yesus. Jadi, ada dua ketegangan: kegawatan Lazarus dan ancaman pembunuhan Yesus.
Menjawab kekhawatiran para murid Yesus menanggapi, “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ซ๐ข๐ฎ? ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช, ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช, ๐ช๐ข ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข.” (Yoh. 11:9-10, TB II 2023). Sulit menafsir ayat ini. Penginjil Yohanes tidak sekadar memberi keterangan waktu siang dan malam, tetapi memaknai siang positif, sedang malam negatif. Namun, kita dapat menangkap maksud Yesus untuk tidak perlu takut dengan melihat tanggapan balik Tomas, “๐๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ข.“ (ay. 16).
Ayat 11-15 kembali pengarang Injil Yohanes menampilkan teknik salah-paham seperti Nikodemus (Yoh. 3:4) dan perempuan Samaria (Yoh. 4:31-33). Kata Yesus kepada para murid, “๐๐ข๐ป๐ข๐ณ๐ถ๐ด, ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ฃ๐ข๐ต ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช (ke Betania) ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข.” Para murid menyangka Lazarus tidur biasa. Akhirnya Yesus berbicara terus terang bahwa Lazarus sudah mati. “… ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข …” kata Yesus (ay. 15).
๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ต๐ถ๐ฑ๐๐ฝ (Yoh. 11:17-27)
Yesus tiba di Betania, sedang Lazarus sudah empat hari di dalam kubur. Model kuburan pada zaman itu adalah gua, jenazah dibaringkan di dalamnya, kemudian mulut gua ditutup dengan batu besar. Penyebutan empat hari itu kemungkinan merujuk pembusukan jenazah sudah terjadi (lih. ay. 39).
Di rumah Maria dan Marta sudah banyak orang Yahudi yang datang melayat. Tampaknya Maria, Marta, dan Lazarus merupakan keluarga terpandang. Marta pergi mendapatkan Yesus yang sudah tiba di Betania, sedang Maria tetap di rumah. Kata Marta, “๐๐ฆ๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช, ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช. ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐บ๐ข.” Jawab Yesus, “๐๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต.” Kata Marta lagi, “๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ป๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ.”
Sekadar gambaran cerapan (๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ) orang-orang Israel Kuno tentang kosmologi: Bumi itu datar seperti tampah; Langit seperti tempurung melingkupi bumi; Manusia hidup di atas permukaan bumi; Orang mati di bawah bumi yang dingin atau disebut DOM (daerah orang mati); Allah bertahta di puncak tempurung atau di atas bulatan bumi merujuk Yesaya 40:22. Kepercayaan orang-orang Yahudi pada kebangkitan orang-orang mati di akhir zaman dipengaruhi kuat oleh gagasan apokaliptik terutama dari Kitab Daniel.
Ketika Yesus berkata bahwa Lazarus akan bangkit (ay. 23) di atas, lagi-lagi pengarang Injil Yohanes menggunakan teknik salah-paham. Marta mencerap bahwa Lazarus akan bangkit di akhir zaman (ay. 24). Memang sedikit menghibur, tetapi masih lama sekali. Kesalahpahaman Marta itu menjadi pintu masuk Yesus menjelaskan, “๐๐ฌ๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ. ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ, ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช … ๐๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ฏ๐ช?” (ay. 25-26). Jawab Marta, “๐ ๐ข, ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ด, ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข.”
Pertanyaan Yesus ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ dan jawaban Marta ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข kembali ditonjolkan oleh pengarang Injil Yohanes bahwa iman karena belajar diharkat lebih tinggi daripada iman karena melihat tanda atau mukjizat.
Cukup banyak orang Kristen masa kini merasa bertambah tebal iman mereka karena melihat “kesaksian” orang yang mendapat mukjizat. Padahal Injil Yohanes menempatkan itu di tingkat rendah. Marta tak perlu melihat mukjizat untuk percaya. Bandingkanlah ucapan Yesus kepada para murid di ayat 15 supaya ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข.
๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ป๐ด๐ถ๐ (Yoh. 11:28-37)
Marta kemudian memberitahu Maria bahwa Sang Guru datang ke Betania dan Ia memanggilnya. Yesus belum tiba di rumah mereka. Mendengar kabar dari Marta, Maria langsung beranjak hendak menemui Yesus. Para pelayat (orang-orang Yahudi) mengikuti Maria karena mereka mengira ia akan pergi ke kuburan Lazarus untuk meratap (ay. 21). Setibanya Maria di lokasi Yesus, sujudlah ia dan berkata, “๐๐ฆ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช, ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช.” (ay. 32). Ucapan pertama Maria kepada Yesus sama dengan ucapan Marta di ayat 21. Pengarang Injil Yohanes tampaknya hendak menampilkan awalan yang sama (Marta dan Maria), tetapi dengan dampak berbeda.
Saat perjumpaan Marta dengan Yesus tidak ada drama. Adegan penutup perjumpaan mereka adalah Marta percaya tanpa perlu melihat tanda atau mukjizat.
Berbeda dari Marta, adegan perjumpaan Maria dengan Yesus sarat drama. Ayat-ayat selanjutnya menimbulkan problem klasik, baik dari sisi penafsiran maupun sisi teologi.
Yohanes 11:33-35 (TB II 2023): Ketika Yesus melihat Maria menangis dan begitu orang-orang Yahudi yang datang bersama dengan dia, ๐ธ๐ฒ๐๐ฎ๐น๐น๐ฎ๐ต hati-Nya. Ia ๐๐ฒ๐ฟ๐ด๐๐ป๐ฐ๐ฎ๐ป๐ด dan berkata, “๐๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข?” Jawab mereka, “๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ!” Lalu menangislah Yesus.
Kesal dan terguncang? LAI dalam TB II 2023 memilih kata ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ sebagai terjemahan dari ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฃ๐ณ๐ช๐ฎe๐ด๐ข๐ต๐ฐ (แผฮฝฮตฮฒฯฮนฮผฮฎฯฮฑฯฮฟ) untuk mengganti kata ๐ฎ๐ข๐ด๐บ๐จ๐ถ๐ญ (TB 1974) dan ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ (TB II 1997). Kata ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ถ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐จ dalam TB II 2023 diterjemahkan dari ๐ฆ๐ต๐ข๐ณ๐ข๐น๐ฆ๐ฏ (แผฯฮฌฯฮฑฮพฮตฮฝ) untuk mengganti kata ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ (TB 1974 dan TB II 1997). Secara narasi pilihan kata ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ dan ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ถ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐จ dalam TB II 2023 sangat tepat.
Yesus menangis? Kata ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ด dalam frase ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ด๐ญ๐ข๐ฉ ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด diterjemahkan dari ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ณ๐บ๐ด๐ฆ๐ฏ (แผฮดฮฌฮบฯฯ
ฯฮตฮฝ) yang bermakna meneteskan air mata. Maria ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ด diterjemahkan dari ๐ฌ๐ญ๐ข๐ช๐ฐ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ (ฮบฮปฮฑฮฏฮฟฯ
ฯฮฑฮฝ) yang bermakna meratap seperti halnya ayat 31 yang Maria disangka hendak meratap (๐ฌ๐ญ๐ข๐ถ๐ดo) di kubur. Beberapa penafsir menyebut Yesus menangis tersedu-sedu, tetapi tafsir ini tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pertanyaannya, mengapa Yesus kesal? Kesal kepada siapa? Mengapa Yesus terguncang? Bukankah saat Yesus masih di seberang Yordan, Ia sudah tahu bahwa Lazarus mati? Inilah yang saya sebut bahwa ayat-ayat itu menjadi problem klasik dalam penafsiran dan teologi. Ayat 35 menyebut ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ณ๐บ๐ด๐ฆ๐ฏ (meneteskan air mata) sedikit menolong penafsiran mengapa Yesus kesal dan terguncang. Namun, itu bukan untuk menjawab sebab-musabab, melainkan belarasa. Pengarang Injil Yohanes tampaknya hendak menyampaikan bahwa Yesus, meskipun Anak Allah, mengajarkan belarasa.
Empati itu dilatih sejak kecil. Sangat bolehjadi orang-orang Indonesia tidak dilatih empati. Saban ada pelayatan, para pelayat tampak gembira, ๐ค๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ̀๐ฏ๐จ๐ฆ̀๐ด๐ข๐ฏ. Bahkan cukup banyak yang pamer berfoto dengan wajah sumringah berdampingan dengan jenazah. Tidak ada empati. Empati yang terlatih membuat orang berbelarasa, ikut merasakan derita dan duka.
Ada dua tanggapan berbeda dari orang-orang Yahudi melihat Yesus menangis. Sebagian menjadi mengerti bahwa Yesus sangat mengasihi Lazarus. Sebagian yang lain justru mengejek Yesus, “๐๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ๐ญ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ต๐ข, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช?" (ay. 37).
๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ถ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐๐ (Yoh. 11:38-45)
Sesudah Yesus mengajarkan berbelarasa, Yesus kemudian mengajarkan ๐ฎ๐ฐ๐ท๐ฆ ๐ฐ๐ฏ. Yesus menuju kuburan Lazarus, yakni sebuah gua horisontal yang ditutup dengan batu di mulut gua. Tiba-tiba Yesus memberi perintah untuk menggeser atau mengangkat batu penutup gua kubur. Marta mencegah-Nya, “๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ต๐ช.” (ay. 39).
Mengapa Marta mencegah? Bukankah Marta tadi percaya apa yang dikatakan oleh Yesus dalam ayat 25-26? Justru Marta percaya pada perkataan Yesus ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ, ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช, maka Marta tidak butuh melihat mukjizat.
Sama seperti kisah perempuan Samaria (Yoh. 4) pengarang Injil Yohanes hendak menampilkan ๐ ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐บ๐ผ๐ฑ๐ฒ๐น ๐ท๐ฒ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐ฐ๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐ฎ๐, yang tidak memerlukan hal-hal sensasional untuk memuliakan Allah. Namun, penginjil Yohanes menyadari cukup banyak orang Kristen membutuhkan mukjizat untuk memuliakan Allah. Hal ini dapat kita lihat dalam doa Yesus saat hendak membangkitkan Lazarus (ay. 42), “๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ช๐ญ๐ช๐ฏ๐จ๐ช ๐๐ฌ๐ถ, ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐๐ฌ๐ถ.”
Sesudah Yesus berdoa, Ia berseru, “๐๐ข๐ป๐ข๐ณ๐ถ๐ด, ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ!” (ay. 43). Lazarus yang sudah mati itu bangkit dan berjalan keluar dari kubur. Yesus meminta orang-orang di sana untuk membuka kain-kain penutup Lazarus dan membiarkannya pergi. Bacaan Minggu ini ditutup dengan banyak orang yang melawat Maria yang melihat apa yang dibuat oleh Yesus menjadi percaya kepada-Nya (ay. 45).
Penutup bacaan seperti buah simalakama. Di sisi satu pengarang Injil Yohanes sedang melancarkan perang teologi terhadap para pemimpin Yahudi. Meskipun jemaat Kristen ditindas dan dikucilkan oleh mereka, jumlah orang Yahudi yang bergabung dengan Komunitas Yohanes makin bertambah karena melihat mukjizat spektakuler yang dibuat oleh Yesus. Di sisi lain orang Kristen yang modalnya hanya karena melihat dan mendengar “kesaksian” orang yang mendapat mukjizat jumlahnya cukup besar. Mereka adalah pasar besar bagi penjaja agama untuk menumpuk kekayaan dari orang-orang Kristen yang malas belajar.
(26032023)(TUS)