Kamis, 30 April 2026

๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐˜ƒ๐˜€. ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜

Guru A sudah mengajar selama sepuluh tahun. Dari tahun kesatu sampai tahun kesepuluh cara mengajarnya sama. Guru B baru mengajar selama empat tahun. Setiap akhir tahun ajaran ia mengevaluasi cara mengajarnya. Kekuatan mengajarnya dipertahankan, kelemahan mengajar ia perbaiki. Kerap ia mendatangi pensiunan guru untuk berkonsultasi.

Manakah dari kedua guru di atas dapat disebut guru berpengalaman? Guru B, meski ia baru mengajar selama empat tahun. Berpengalaman berarti ia menghayati, mengalami cara mengajarnya sendiri. Oleh karena ia mengalami, maka ia tahu yang sudah dilakukan itu sudah jitu atau kurang mempan. Guru A, meski ia sudah mengajar selama sepuluh tahun, ia ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ menghayati apa yang dialaminya.

Dalam pekerjaan apa pun orang disebut berpengalaman bukan ditunjukkan dengan rentang waktu pekerjaan yang dilakukannya, termasuk pendeta.

Seorang warga senior Gereja pernah bercerita, “๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ: ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช."

Pertanyaannya: “๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข?”

Sudah sangat terang dari jawaban pendeta itu ia bukanlah orang yang berpengalaman. Apabila disebut jemaat tidak dibuat cerdas, mungkin berlebihan. Namun, pengalaman pendeta itu dapat diukur secara objektif lewat khotbah dan tulisannya dalam renungan gereja.

Khotbahnya kosong, hanya parafrase bacaan lalu melompat ke aplikasi yang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ gayut. Bikin renungan makin kelihatan aras pengetahuannya. Dari tulisannya sama sekali ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada jejak ia pernah bersekolah teologi dan berpengalaman. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada bekas bergumul dengan teks. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ pernah belajar, ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ mau mendengar. Ini bukan berpengalaman, tapi berkarat.

Padahal pendeta ini digaji, diberi fasilitas rumah dan mobil. Pengadaan itu bersumber dari kolekte jemaat. Kolekte itu keringat jemaat. Tukang ojek, guru honorer, penjual gorengan. Mereka tak jarang memberi kolekte dengan mengurangi jatah jajan anak. ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฌ ya pendeta tidak ada komitmen moral untuk memberikan pengajaran bermutu?

Lukas 12:48 “๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.”

Pendeta diberi banyak. Yang dibalasnya: khotbah kaleng-kaleng.

Seperti yang pernah saya katakan bahwa sejujurnya saya sudah ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด bakal ada perbaikan pada diri pendeta yang sok berpengalaman itu. Namun, saya masih punya sedikit harapan pada warga Gereja yang mau hidup bergereja lebih menggereja.

Untuk itu:

▶️ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐˜‚๐—ท๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐˜๐—ฎ

Khotbahnya bikin kamu makin kenal Kristus atau makin kenal dia? Tulisannya bikin kamu tambah cerdas dalam beriman atau tetap ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ฉ? Kalau 10 tahun terakhir ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada progres, ia bukan gembalamu. Itu fosil. (Ibr. 6:1)

▶️ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐˜€๐˜๐—ผ๐—ฝ ๐—ฏ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด: “๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ช”

Kalau khotbahnya kosong, hatimu bukan diberkati. Hatimu dibius. Mabuk rohani itu bahaya. Pas sadar, sudah jauh dari Kebenaran. (Why. 18:4)

▶️ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฎ, ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ฝ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ

1Timotius 5:20 “๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ”. Dosa kemalasan mimbar itu dosa kepada publik. Kolekte itu uang publik. Kalau kalian diam saja, kalian ikut tanggung dosanya. (Yeh. 3:18)

Berpengalaman itu diukur dari bekas luka belajar, bukan dari tahun SK. Kalau ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ pernah ngaca, kamu bukan berpengalaman. Kamu berkarat.

Sudut Pandang Yohanes 14:1-14, Bumi Masuk Ruang ICU

Sudut Pandang Yohanes 14:1-14, Bumi Masuk Ruang ICU

PENGANTAR 
Di medsos saya mengamati, bbrp pendeta GKJ memasang status sbb :
1. Para pendeta, yang bergelar akademis minimal Sarjana teologi, master teologi, doktor teologi bahkan banyak yang multi gelar akademis, kok ngusung pengajaran : Paskah ekologi, pertobatan ekologi, pemulihan alam semesta, dan alam merupakan Rumah Allah.
 Kok seperti ndak pernah sekolah teologi, seperti ndak mbaca apalagi memahami teologi Alkitab. Kesasar kok akut. Bacaan Alkitab ndak cocok dan bertentangan kok nekat. Mesti ora bakal oncat seko bendu.Dadi guru kok mbalilu, gonyak-ganyuk ngadang bendu.
2.Dengan Paskah ekologi, gereja menebar "wisa" anti Kristus, "wisa" Paganisme modern dan ikut proyek konsorsium dunia yang sedang membangun "menara Babel modern".
3.Paskah ekologi adalah paganisme modern yang distempel seolah-olah "firman allah". Grejo ngono iku seperti bait Suci, paska Salomo, tapi isi dan praktek pemujaan pada baal. Penasaran akut sing ora bakal oncat seko maneka bendu, sinendal mayang.
Padaleman Suci kaisi maneka bathang: dadi jember, banger lan suker kang njalari tentrem rahayu kapundut lan kaki dian emas kajabel seko enggone.
4. Paskah ekologi adalah paganisme modern yang distempel seolah-olah "firman allah". Grejo ngono iku seperti bait Suci, paska Salomo, tapi isi dan praktek pemujaan pada baal. Penasaran akut sing ora bakal oncat seko maneka bendu, sinendal mayang.
Padaleman Suci kaisi maneka bathang: dadi jember, banger lan suker kang njalari tentrem rahayu kapundut lan kaki dian emas kajabel seko enggone.
5.Paskah ekologi itu narasi anti Kristus, muaranya samodra geni lan welirang tumrap juru nasar lan sing kesasar.
6.Paskah ekologi Prasat mimbar ratu kinarya kipu babu, Prasat kebon anggur manis kinarya nandur kembang bathang.

Keliatannya, ada bbrp pendeta GKJ yg tidak setuju dengan konsep Paskah Ekologi. Entah, .... lupa pendeta-pendeta ini di medsos, apakah nyampai ke pembesar-pembesar sinode GKJ.

Menarik, karena hari Minggu 03 Mei 2026, kita menggumuli teks-teks sabda yg meruntuhkan organisasi Bait Allah mentransformasikan ke tubuh Kristus. Dengan latar belakang diusirnya komunitas murid Yesus karena dianggap sekte atau bidat Yahudi, makanya jangan suka mengatakan beda denominasi sesat, sekte, atau bidat ..... Lah .... kita sendiri sekte atau bidat Yahudi. Apa kaitannya dengan ekologi? Alam sekitar kita?
Yohanes 14:6 dalam bahasa 
แผ˜ฮณฯŽ ฮตแผฐฮผฮน แผก แฝฮดฯŒฯ‚, ฮบฮฑแฝถ แผก แผ€ฮปฮฎฮธฮตฮนฮฑ, ฮบฮฑแฝถ แผก ฮถฯ‰ฮฎ· ฮฟแฝฮดฮตแฝถฯ‚ แผ”ฯฯ‡ฮตฯ„ฮฑฮน ฯ€ฯแฝธฯ‚ ฯ„แฝธฮฝ ฯ€ฮฑฯ„ฮญฯฮฑ, ฮตแผฐ ฮผแฝด ฮดฮน᾽ แผฮผฮฟแฟฆ.
Ego eimi he hodos, kai he aletheia, kai he zoe; oudeis erchetai pros ton patera, ei me di' emou.
"Aku adalah jalan, dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."


Ada kabar duka yang belum sempat diumumkan secara resmi: bumi sedang krisis dan kritis berat, harus dirawat segera di ruang ICU. Bukan ruang ICU biasa, tetapi ICU kosmik. Tubuhnya terkapar tidak berdaya. Tarikan napasnya satu-satu dan terdengar semakin berat. Kabel-kabel bantuan pernafasan di sekujur tubuhnya yang lesu. Terdengar bunyi tit… tit… tit… yang makin melemah dari layar monitor. 

Dokter-dokter iklim berlarian. Perawat biodiversitas panik. Hutan Amazon megap-megap seperti pasien asma akut. Hutan Papua dan Kalimantan lenyap ratusan juta hektar. Lautan batuk mikroplastik. Makhluk hidup di dalamnya mati dalam keputusasaan. Gunung es demam tinggi. Sungai-sungai muntah limbah. Udara kota-kota besar seperti paru-paru yang dipaksa mengisap knalpot 24 jam sehari.
 
Dan ironisnya, di ruang tunggu, manusia masih sibuk berdebat:
“Ini benar krisis, atau hanya cuaca buruk biasa?”
Sambil memesan kopi extra ice, memakai AC 16 derajat, dan membuka seminar bertema lingkungan di hotel bintang lima dengan 700 mobil tamu parkir rapi di basement.

Melihat bumi menjadi pesakitan di ruang ICU John B. Cobb Jr. mulai ragu pada masa depan manusia. Dia curahkan isi hatinya dalam buku Is It Too Late? A Theology of Ecology (1972). Dan dalam buku yang dia tulis bersama Herman Daly 'For the Common Good' (1989), Cobb menyimpulkan: yang sakit bukan hanya bumi, yang rusak adalah peradaban manusia. Ya, kitalah yang secara moral rusak, dan kita merusakkan dan membunuh bumi ini. 

Kalau Laudato Si, dokumen Gereja Roma Katolik yang menyoroti krisis ekologi (2015), dan khusus ditulis oleh Paus Franciscus menyatakan: bumi sedang menjerit, dan orang miskin menjerit lebih keras. Yang menderita bukan hanya bumi, kata Paus Franciscus, tetapi juga kaum 'disadvantage.' Semua jadi korban!

Tetapi kita ini bagian dari umat manusia yang paling hebat dalam satu hal: pandai mengubah tragedi menjadi seremoni.
Banjir? Seminar.
Longsor? Webinar.
Hutan terbakar? Simposium.
Laut tercemar? Focus Group Discussion dengan snack box ramah lingkungan—dibungkus plastik tiga lapis.
Planet terbakar, tetapi notulen rapat kita sangat rapi.

Lebih lucu lagi, sebagian gereja kadang merasa tugas sucinya sudah selesai ketika selesai menanam 50 bibit pohon sambil berfoto dengan spanduk: “Menyelamatkan Ciptaan.” Besoknya, pendingin ruangan gereja tetap menyala di ruangan kosong, gelas plastik tetap dipakai ribuan, halaman gereja tetap jadi lautan beton, dan khotbah tetap bicara surga sambil lupa bahwa bumi sedang sekarat.

Kita seolah sedang berkata kepada Tuhan:
“Ya Tuhan, kami rindu langit dan bumi baru—karena yang lama sudah kami rusakkan.”
Ironi terbesar zaman ini adalah manusia menyebut dirinya makhluk berakal, tetapi bertindak seperti penyewa kos yang hendak pindah besok pagi: tembok dicorat-coret, lantai dirusak, taman dicabut, lalu pergi sambil berkata, “Bukan urusan saya.”

Padahal bumi bukan properti.
Bumi adalah rahim, rumah, altar, bahkan ibu kita sendiri. Menghancurkan bumi adalah menghancurkan diri kita sendiri.

*Tobat Ekologis*
Kalau gereja mau, lakukanlah segera pertobatan ekologis, sebelum segalanya terlambat, ada beberapa langkah penting yang harus dibuat segera. Langkah ini bukan langkah kecil seperti membersihkan sampah, meski ini juga penting. Bumi sudah masuk ICU. Situasi sudah emergency! Jadi yang dibutuhkan langkah cepat dan berani, serta out of the box:

Pertama, jadikan setiap gereja klinik pemulihan bumi: panel surya, kebun pangan, bank sampah, penampungan air hujan, dan ruang teduh publik. Gereja menjadi paru-paru kota.

Kedua, buat Persepuluhan Karbon: bukan hanya 10% uang, tetapi 10% pengurangan jejak emisi tiap jemaat.

Ketiga, luncurkan gerakan Satu Baptisan, Satu Pohon; Satu Pernikahan, Sepuluh Pohon.

Keempat, bentuk Tim 'Nabi' Ekologi: teolog, ilmuwan, pengacara, aktivis, yang berani menegur tambang rakus, hutan gundul, dan sungai yang dijadikan tempat sampah industri.

Kelima, ubah liturgi: bukan hanya “angkatlah hati kepada Tuhan,” tetapi juga angkatlah sampah dari sungai, angkatlah beton dari tanah, angkatlah keserakahan dari jiwa.

Karena jika bumi benar-benar masuk ICU,
gereja tidak cukup datang membawa bunga duka.
Gereja tidak bisa juga mengambil langkah yang biasa-biasa saja
Gereja harus 'gercep,' datang membawa oksigen kehidupan.
Sebelum monitor itu berbunyi panjang:
Tiiiiiiiiiiiiit…


30 April 2026 TUS

Rabu, 29 April 2026

Sudut Pandang Leksionari: Kis 7:55-60, 1 Ptr 2:2-10, Yoh 14:1-14, Topos (Tempat) dan Monai (Tempat Tinggal) sebagai transformasi ruang sakral dari Bait Allah ke Tubuh Kristus/Jemaat

Sudut Pandang  Leksionari: Kis 7:55-60, 1 Ptr 2:2-10, Yoh 14:1-14, Topos (Tempat) dan Monai (Tempat Tinggal) sebagai transformasi ruang sakral dari Bait Allah ke Tubuh Kristus/Jemaat

PENGANTAR
Minggu 03 Mei 2026, kalau gereja dibangun dengan emas, hati jemaat dibangun dengan jerami, kalau gereja dibangun dengan jerami, hati jemaat dibangun dengan emas, kesederhanaan dalam hidup bergereja adalah suatu kritikan atas umat yang mengutamakan bangunan fisik lahiriah gereja termasuk organisasi gereja dan even/peristiwa bergereja tapi tidak perhatian pada kehidupan dunia bahkan sesamanya. Minggu ini Ketiga bacaan kita adalah kritisi keras atas pengagungan bangunan Bait Allah ataupun sinagoge, dimana dikritisi bahwa tubuh Kristus hidup dimana saja, dimana kasih itu diwujudkan, tubuh Kristus ada dalam perjalanan hidup manusia (ppag gkj melihat hidup sebagai perjalanan keselamatan, bukan mencari selamat tetapi mempertanggungjawabkan keselamatan), dimana perjalanan itu mengarah pada tubuh Kristus yang datang kembali. Ketiga bacaan ini umumnya muncul pada Minggu Paskah V Tahun A dalam Revised Common Lectionary. Benang merahnya bukan naratif, melainkan teologis: krisis tempat kudus. Masing-masing teks merespons pertanyaan, "Di mana Allah berdiam setelah Bait Allah Yerusalem kehilangan otoritasnya?" Ini perkara monai dan topos. Monai itu tempat tinggal yang bisa apa saja termasuk relasi, tidak ada alamatnya bisa apa saja dan dimana saja, Topos itu tempat yang merupakan tujuan ada alamatnya istilahnya, gampangnya dipahami, di Alkitab surga itu mengandung 2 makna, satu situasi kondisi, dua tempat/tujuan. Stefanus digambarkan melihat tempat/tujuan karena umat Lukas lagi krisis kapan kedatangan kembali Yesus? 1Petrus, memberikan kekuatan dan harapan bagi umat tertindas, bahwa, tenang .... kekuatan datang ketika kita menjadikan Yesus arah tujuan, tempat yg dituju, dasar dari semuanya, batu penjuru. Yohanes, menggaungkan bahwa jalannya hanya lewat Kristus ditengah umat ditindas oleh kaum Yahudi, di tengah menegakan kepercayaan bahwa Yesuslah mesias, Yesus adalah tempat/tujuan/rumah itu TOPOS, ada harapan di sana, di kedatanganNya kembali, tetapi untuk sampai ke sana, kita butuh MONAI/tempat tinggal/perjalanan itu sendiri, perjalanan itu Yesus membersamai kita maka perjalanan itu pun tempat/rumah karena Yesus bersama kita/Immanuel, jatuh bangun dalam perjalanan itu rumah dimana Yesus ada bersama kita, sembari menuju tempat/rumah dimana Yesus di sana bersama kita,itu harapan bagi umat atau komunitas Yohanes yg ditindas. Perjalanan itu tempat tinggal kita berpulang, sembari kita menuju tempat kita berpulang, karna Kristus setia ada dalam perjalanan kita tetapi juga setia menunggu dan menyambut kita di tempat pulang kita, ini penguatan penulis Yohanes pada umat yg ditindas, secara bahasa sastra, karna kondisi tak memungkinkan menulis scr vulgar. Kontra politik Yahudi yg menganggap rumah Tuhan itu hanya Bait Allah/Sinai, apalagi saat itu komunitas Yohanes diusir dari sinagoge. Kekuatan bagi umat yg tidak punya tempat ibadah. Akhirnya dimulailah Greja rumah an. Gereja di gua-gua pelarian, termasuk gua qumran tempat papirus Injil Yohanes ditemukan.  Sebetul salah satu intinya adalah transformasi dari Bait Allah ke tubuh Kristus. Kenapa hidup atau hidup rumah tangga itu di dunia kristiani sering digambarkan sebagai bahtera, bahtera adalah kapal besar yg berbentuk seperti rumah, yah ...... Monai, perjalanan bahtera itu juga tempat tinggal dimana Kristus ada, tapi perjalanan rumah tangga itu juga mengarah pada topos, dimana Kristus datang kembali. Dg pemahaman itu bagaimana sebuah keluarga kristiani memaknai hidup berkeluarga nya? Hidup suami-istri ya. Terhubungkan? Kenapa Kristus ada dalam perahu ketika badai? Tak ada paskah tanpa tri hari suci, Minggu palmarum, Rabu abu, dlsb. Tak ada tujuan tanpa proses. Tak ada natal tanpa advent. Proses itu, monai, perjalanan, dan perjalanan itu tempat tinggal, tempat pulang, dimana ada Kristus itu tempat pulang kita, dimana Kristus ada setia (karya Roh Kudus), Immanuel, perjalanan itu menuju di mana Kristus datang kembali, itu TOPOS, dimana Kristus ada itu tempat pulang kita. Tidak ada lagi pengagungan Bait Allah maupun Sinai, tak ada lagi yang disebut tanah suci tempat di tuju, karena Kristus ada dimanapun, baik dalam proses maupun tujuan. Ketaatan pada Kristus bukan hanya pada tujuan tapi terlebih pada proses. Tidak hanya pada me Tuhan kan Kristus, tetap proses meneladan Kristus dan menghikmati pengajaran Kristus itulah me Tuhan kan Kristus. Tak ada tujuan tanpa proses. Kristus adalah perjalanan itu, monai, dalam perjalanan bersama Kristus, kita dibenarkan, dan ketika kita dibenarkan maka kita akan hidup, hidup walaupun raga mati, hidup bersama Kristus, topos. ”Kata Yesus kepadanya: ’Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’”​—Yohanes 14:6. Yohanes 14:2 (TB) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal (monai). Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat (topos) bagimu. The Journey is home. Bukan karena ketaatan kita, tapi karena Kristus setia.
PEMAHAMAN
Krisis Topos, Jawaban Monai Baru, Subjek yang Berpindah, bertransformasi. Kis 7:55-60, Penolakan Bait Allah: "Yang Mahatinggi tidak diam dalam buatan tangan manusia" Kis 7:48 Yesus di "sebelah kanan Allah" sebagai topos surgawi Stefanus: dari pengadilan duniawi ke penglihatan surgawi
1 Ptr 2:2-10. Bait Allah Yerusalem vs komunitas diaspora yang tercerai Jemaat sebagai "rumah rohani" oikos pneumatikos dan "batu-batu hidup" Umat: dari "bukan umat" menjadi "bangsa kudus". Yoh 14:1-14 Kegelisahan murid: Yesus akan pergi, "ke mana?" "Di rumah Bapa-Ku banyak monai" dan "Akulah jalan" Murid: dari kehilangan ke jaminan relasi, bukan lokasi geografis. Dalam LXX dan PB, 3 kata ini membentuk medan semantik ruang sakral:
Topos_ ฯ„ฯŒฯ€ฮฟฯ‚, Arti dasar: ruang yang dibatasi, lokasi fisik. Dalam Kis 7:49 "tempat perhentian-Ku" mengutip Yes 66:1. Stefanus memakai ini untuk mendekonstruksi teologi Bait Allah. Ironinya: saat dia dilempari batu di luar kota topos najis menurut Im 24:14, justru di sana ia melihat topos sejati: surga terbuka. Budaya Helenistik: topos juga berarti "bagian dalam pidato" atau "kesempatan". Kematian Stefanus menjadi topos teologis baru: martir sebagai liturgi. Monai_ ฮผฮฟฮฝฮฑฮฏ Yoh 14:2. Hanya muncul 2x di PB, keduanya di Yoh 14:2, 23. Bentuk jamak dari monฤ“, dari kata kerja menล "tinggal, menetap". Bukan kamar hotel surgawi. Dalam papirus abad I, monฤ“ dipakai untuk pos perhentian dalam perjalanan atau tempat tinggal sementara pejabat. Yesus membalik tradisi Yahudi: Bait Allah punya Ruang Mahakudus tunggal. Yesus menjanjikan monai jamak. Tempat tinggal tidak lagi sentralistik, tetapi relasional: "Barangsiapa mengasihi Aku... Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" Yoh 14:23. Monai= kehadiran Allah yang menetap di dalam manusia. Oikos Pneumatikos ฮฟแผถฮบฮฟฯ‚ ฯ€ฮฝฮตฯ…ฮผฮฑฯ„ฮนฮบฯŒฯ‚* 1 Ptr 2:5. 1 Petrus memakai metafora arsitektur Bait Allah dari Qumran dan Yeh 40-48. Tapi bahan bangunannya bukan batu mati, melainkan "batu hidup" lithoi zลntes. Di dunia Yunani-Romawi, oikos = rumah tangga, unit sosial-ekonomi dasar. Petrus mengklaim jemaat diaspora yang tak punya tanah dan kuil adalah oikos sejati Allah. Ini subversif terhadap pax Romana yang berpusat pada kuil kaisar. Tiga teks berbagi struktur liminalitas: Yohanes: "Aku pergi... supaya di mana Aku berada, kamu pun berada" 14:3. Kepergian = syarat masuk monai. Kisah: Stefanus "melihat kemuliaan Allah" tepat saat "nyawanya akan berakhir" 7:55-59. Batu-batu yang membunuhnya sejajar dengan "batu-batu hidup" di 1 Ptr. 1 Petrus: "Kamu... dibangun menjadi rumah rohani, untuk menjadi imamat kudus" 2:5. Proses "dibangun" oikodomeisthe pasif: penderitaan mengukir mereka jadi Bait. Tradisi Yahudi: Kemah Suci di padang gurun selalu bergerak. Setelah Bait II hancur 70 M, Yudaisme Rabinik memindahkan kekudusan ke Torah dan rumah tangga. Kekristenan abad I menawarkan jawaban paralel: kekudusan pindah ke tubuh Kristus. Ketiga teks bergema dari 2 kutipan PL yang sama: Yes 66:1-2 "Langit adalah takhta-Ku... di manakah rumah yang kamu dirikan bagi-Ku?" Dikutip Kis 7:49. Ini kritik profetik terhadap Bait Allah. Yoh 14 menjawab: monai bukan "rumah" yang manusia dirikan, tapi yang Bapa sediakan.   1 Ptr 2 menjawab: "rumah" itu adalah kamu, dibangun oleh Allah. Mzm 118:22 "Batu yang dibuang tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru", Dikutip 1 Ptr 2:7. Kis 7: Yudaisme Bait Allah "membuang" Stefanus, tapi ia melihat Batu Penjuru yaitu Kristus berdiri.  Yoh 14: "Akulah jalan" 14:6. Dalam arsitektur Romawi, cardo adalah jalan/batu penjuru kota. Yesus mengklaim diri-Nya sebagai poros topos baru. Perkara Monai dan Topos: Pergeseran Kosmologi. Era Topos, Sentral Akses Implikasi Sosial. Bait Allah II Yerusalem, Ruang Mahakudus Imam Besar, setahun sekali Eksklusif, etnosentris. Yoh 14 "Di dalam Aku" dan "Bapa di dalam Aku" "Percayalah kepada-Ku" 14:1 Relasional, iman sebagai paspor
Kis 7 "Sebelah kanan Allah" Penglihatan roh, lewat martir Langit terbuka bagi yang ditolak bumi. 1 Ptr 2 Komunitas "batu hidup" Lahir baru 1:3, firman 2:2 Inklusif: "bangsa yang dulu bukan umat" 2:10. Leksionari ini sengaja menjungkirbalikkan geografi keselamatan. Topos bergerak dari vertikal kuil-gunung ke horizontal komunitas, dan monai bergerak dari bangunan ke pribadi. Ini menjawab krisis jemaat abad I yang terusir dari sinagoga dan tak punya tanah. Dalam budaya Mediterania abad I, kehormatan melekat pada tempat asal topos dan rumah leluhur oikos. Ketiga teks memberi jemaat diaspora topos dan oikos baru yang lebih mulia: surga, Kristus, dan keluarga Allah. Stefanus mati tanpa tanah, tapi "menerima rohnya" 7:59; jemaat 1 Petrus tak punya kuil, tapi mereka adalah kuil. Leksionari ini bukan 3 teks acak. Ia membentuk argumen progresif:
Tesis Yoh 14: Yesus pergi menyiapkan monai. Tempat tinggal bukan soal langit, tapi soal "Aku di dalam Bapa, Bapa di dalam Aku, Aku di dalam kamu". Kis 7: Agama Bait Allah menolak  itu, membunuh pembawa pesannya. Tapi kematian Stefanus justru membuktikan : surga terbuka, Yesus berdiri menyambut. 1 Ptr 2: Karena Kristus adalah Batu Penjuru yang ditolak, kita yang percaya dibangun menjadi oikos pneumatikos. Topos Allah sekarang adalah kita, yaitu Roh Kudus yg ada pada kita. Jadi, "tempat tinggal" berpindah 3 kali: dari Bait Allah → Kristus yang naik → Jemaat yang menderita. Monai tidak hilang, ia berinkarnasi.

(30042026)(TUS)

SUDUT PANDANG 19 KUTIPAN SPURGEON TENTANG BAHAYA (CINTA AKAN) UANG

SUDUT PANDANG 19 KUTIPAN SPURGEON TENTANG BAHAYA (CINTA AKAN) UANG

PENGANTAR
Charles Spurgeon (1834-1892) adalah seorang pendeta Baptis Inggris yang sangat terkenal dan berpengaruh dalam sejarah Kristen. Dia dikenal sebagai "Raja Pendeta" karena khotbah-khotbahnya yang sangat populer dan berpengaruh. Spurgeon lahir di Kelvedon, Essex, Inggris, dan menjadi pendeta pada usia 19 tahun. Dia melayani sebagai pendeta di Gereja Baptis Metropolitan di London, yang kemudian menjadi salah satu gereja terbesar di dunia pada saat itu. Spurgeon dikenal karena khotbah-khotbahnya yang sangat kuat dan berapi-api, yang menarik ribuan orang setiap minggu. Dia juga sangat produktif dalam menulis, dengan lebih dari 3.600 khotbah yang diterbitkan dan banyak buku lainnya. Spurgeon juga dikenal karena komitmennya pada evangelisasi (injili) dan pelayanan kepada orang miskin. Dia mendirikan beberapa organisasi amal, termasuk sebuah panti asuhan untuk anak-anak yatim dan sebuah rumah sakit untuk orang miskin. Spurgeon memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah Kristen, terutama dalam tradisi Baptis. Dia dikenal karena teologi Calvinistiknya yang kuat dan komitmennya pada otoritas Alkitab didalam denominasi Baptis, dia seorang Reformed Baptis atau evangelikal baptis atau baptis injili atau calvinist baptist. Spurgeon meninggal pada tahun 1892, tetapi warisannya terus hidup melalui khotbah-khotbah dan tulisan-tulisannya yang masih dibaca dan dipelajari oleh banyak orang hingga hari ini.

PEMAHAMAN
Charles Spurgeon sedang naik kereta bersama teman Amerika-nya William Hatcher.

Saat mereka mendekati panti asuhannya, Spurgeon menunjuk ke luar jendela dan berkata, "Di sana adalah bank saya, tempat saya mendapatkan uang untuk mengurus keluarga saya yang terdiri dari 500 anak."

Hatcher melihat keluar tetapi tidak melihat ada bank.

"Itu dia," kata Spurgeon, menunjuk ke sebuah plakat.

Kata-kata di plakat itu berbunyi: “Jehovah Jireh” (Tuhan akan menyediakan).

"Itu bank saya," kata Spurgeon. “Tidak pernah rusak, tidak pernah menunda, tidak pernah kosong. Anak-anak saya tidak pernah kekurangan untuk selimut, atau untuk makanan dan saya tidak takut mereka akan pernah kekurangan ”(Hatcher, Along the Trail of the Friendly Years, 249).

Spurgeon pertama kali terinspirasi untuk membangun panti asuhannya setelah mengunjungi George Mรผller pada tahun 1855. “Saya tidak pernah mendengar khotbah seperti itu dalam hidup saya seperti yang saya lihat di sana,” kata Spurgeon (NPSP 1: 378).

Ketika diminta untuk mengatakan beberapa patah kata setelah khotbah Mรผller, Spurgeon tidak bisa melakukannya karena dia “terus menerus menangis” (Autobiografi 3: 167).

Spurgeon kemudian berpikir:

“Hanya dengan memohon kepada Tuhan dalam hidupnya, [Mรผller] telah mengumpulkan (saya percaya) £ 17.000 untuk pembangunan rumah yatim piatu yang baru. Ketika saya memikirkan itu, saya terkadang berpikir kita akan mencoba kekuatan iman di sini, dan melihat apakah kita tidak mendapatkan cukup dana untuk mendirikan tempat untuk menampung orang-orang yang banyak itu untuk mendengar Firman Tuhan. Kemudian kita mungkin memiliki (tempat ibadah) 'tabernacle of faith serta orphan-house of faith (panti asuhan). Tuhan mengirimkan itu kepada kita, dan kepada-Nya segala kemuliaan ”(NPSP 1: 378).

Tuhan memang mengirimkan itu padanya. Kira-kira sebelas tahun kemudian, sumbangan sebesar £ 20.000 diberikan oleh Nyonya Hillyard, janda dari seorang pendeta Anglikan. Dan bukan hanya dia sendiri. Orang-orang tiba-tiba bermunculan untuk secara finansial mendukung panti asuhan Spurgeon dan pelayanan perkotaan lainnya.

“Dukungan Perguruan Tinggi berasal dari persembahan sukarela dari umat Tuhan. Kami tidak memiliki daftar pelanggan, meskipun banyak teman yang mengirimkan bantuan secara berkala ”(Lectures 1: vii).

Berikut adalah sikap mendasar yang berada di bawah kesetiaan / kejujuran finansial Spurgeon:

Tujuan Spurgeon bukanlah untuk mendapatkan uang tetapi untuk memberikan uang. Semakin dia murah hati, semakin Tuhan memberinya untuk bermurah hati. Semakin terbuka tangannya, semakin Tuhan memenuhinya. Dan dia mengisinya. Spurgeon meninggal dalam keadaan miskin karena dia menyadari kekayaannya bukanlah miliknya.

“Tuhan memiliki cara memberi dengan gerobak bermuatan penuh kepada mereka yang memberi dengan sekop” (MTP 56: 451).

Namun, dengan sejumlah besar uang mengalir melalui jari-jarinya, Spurgeon melihat dan merasakan godaan kekayaan. Berikut adalah beberapa kutipan yang diambil dari dompet pengkhotbah tentang bahaya uang.

1. "Semakin banyak uang yang dia miliki, semakin banyak masalah yang akan dia miliki."

“Sangat sulit bagi seseorang untuk memiliki banyak uang mengalir melalui tangannya tanpa ada yang menempel. Ini adalah benda yang sangat lengket; dan bila sekali menempel di tangan, itu tidak bersih di mata Tuhan. Kecuali seseorang dapat menggunakan uang tanpa menyalahgunakannya, menerimanya sebagai talenta yang dipinjamkan kepadanya, dan bukan sebagai harta yang diberikan kepadanya, maka akan segera terjadi bahwa, semakin banyak uang yang dia miliki, semakin banyak masalah yang akan dia alami ”( MTP 54:41).

2. "Di mana saya tahu satu orang gagal karena kemiskinan, saya tahu lima puluh orang gagal karena kekayaan."

“Tetapi Tuhan menggunakan metode lain dengan para hamba-Nya. Saya percaya bahwa Dia sering menguji kita dengan berkat yang Dia kirimkan kepada kita. Ini adalah fakta yang terlalu diabaikan. Ketika seseorang dibiarkan menjadi kaya, betapa cobaan iman yang tersembunyi dalam kondisi itu! Ini adalah salah satu ujian takdir yang terberat! Di mana saya tahu satu orang gagal karena kemiskinan, saya tahu lima puluh orang gagal karena kekayaan ”(MTP 34: 653, cetak miring asli).

3. "Sulit menyimpan kekayaan besar tanpa dosa."

“Keinginan yang tergesa-gesa untuk bangkit adalah penyebab banyak orang jatuh. . . . Sulit untuk menyimpan kekayaan besar tanpa dosa, dan kita telah mendengar bahwa lebih sulit lagi untuk mendapatkannya. Berjalanlah dengan hati-hati, teman yang sukses! Bertambahnya kekayaan tidak akan menjadi berkat bagimu kecuali engkau memperoleh pertumbuhan dalam kasih karunia”(ST April 1867: 158).

4. "Kebahagiaan terletak di dalam hati, bukan di dompet."

“Lebih baik berbahagia daripada menjadi kaya; dan kebahagiaan terletak di hati daripada dompet. Bukan apa yang dimiliki manusia, tetapi apa adanya, yang akan menentukan kebahagiaan atau kesengsaraannya dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya ”(MTP 31: 563).

5. "Ngengat akan memakan salah satu pakaian kita, tetapi mereka tampaknya terbang lebih dulu ke bulu yang mahal."

“Pengamatan menunjukkan kepada kita bahwa ada daya tarik dalam kekayaan yang membuatnya sangat sulit bagi pemiliknya untuk mempertahankan keseimbangan mereka; dan ini lebih khusus lagi dalam kasus di mana uang diperoleh secara tiba-tiba; kemudian, kecuali kasih karunia mencegah, kesombongan menguap, dan dia yang terhormat dalam kemiskinan, menjadi hina dalam kemakmuran. Kesombongan mungkin mengintai di bawah jubah tipis, tetapi lebih memilih kain lebar dari jubah pedagang: ngengat akan memakan salah satu pakaian kita, tetapi mereka tampaknya lebih dulu terbang ke bulu yang mahal ”(ST April 1867, 157).

6. "Tidak ada kasih karunia dalam pemborosan."

“Jika kita tidak menabung sementara kita memilikinya, kita pasti tidak akan menabung setelah itu hilang. Tidak ada kasih karunia yang terbuang percuma. Berhemat adalah tugas; pemborosan adalah dosa ”(John Ploughman’s Pictures, 150).

7. “Uang yang diedarkan adalah sarana untuk kepentingan umum, sedangkan uang yang ditimbun itu sarana ketidaknyamanan pribadi”.

“Tetapi apakah Anda sedang mencari kebahagiaan? Itu tidak terletak pada investasi, baik di Consol atau hipotek, saham atau surat hutang, emas atau perak. Properti ini menguntungkan. Mereka bisa digunakan untuk mempromosikan kebahagiaan. Sebagai aksesori untuk kesejahteraan kita, mereka mungkin sering terbukti menjadi berkah, tetapi diakreditasi dengan nilai intrinsik yang akan mereka makan sebagai obat kanker. Uang yang diedarkan merupakan sarana untuk kepentingan umum, sedangkan uang yang ditimbun merupakan sarana ketidaknyamanan pribadi. . . . Orang yang kikir pasti akan sengsara ”(MTP 62: 520).

8. "Merasa untuk orang lain - di saku Anda."

“Rasakan orang lain - di saku Anda. Praktis, simpati uang lebih berguna daripada sekedar bicara ”(The Salt-Cellars 2: 197).

9. "Sungguh buruk melihat uang kita menjadi hamba yang melarikan diri dan meninggalkan kita, tetapi akan lebih buruk jika uang itu berhenti pada kita dan menjadi tuan kita."

“Sungguh buruk melihat uang kita menjadi hamba yang melarikan diri dan meninggalkan kita, tetapi akan lebih buruk jika uang kita dihentikan dan menjadi tuan kita. Kita harus mencoba, seperti yang dikatakan pendeta kita, 'untuk menemukan cara emas,' dan tidak pernah menjadi mewah atau pelit ”(John Ploughman’s Talk, 152).

10. "Berapa banyak dari mereka yang telah menjadikan kekayaan menjadi ilah mereka."

“Berapa banyak mereka yang menjadikan kekayaannya sebagai tuhan, dan yang terburu-buru mengejar kekayaan ditenggelamkan oleh beban substansi duniawi mereka” (MTP 15: 318).

11. “Hal yang paling merugikan kami, yang paling kami hargai.”

Ingat, semakin banyak kesulitan yang harus Anda tanggung untuk membawa jiwa kepada Kristus, semakin besar upah Anda. Dalam hati nurani Anda sendiri, Anda akan merasakan balasan manis ketika Anda akan di hari-hari berikutnya dapat mengatakan, 'Aku bersusah payah dalam kelahiran untuk jiwa itu.' Anda akan semakin menyukainya karena penderitaan jiwa Anda selama kelahirannya. Saya yakin memang demikian: itulah yang paling merugikan kita ”(MTP 24: 199).

12. "Apa pun yang kita barter, jangan sekali-kali kita mencoba menghasilkan sepeser pun dari agama."

“Lebih baik mati daripada menjual jiwamu kepada penawar tertinggi. Lebih baik tutup mulut di rumah kerja daripada gemuk di atas kemunafikan. Apa pun yang kita barter, jangan pernah mencoba untuk mengubah satu sen pun dengan agama ”(John Ploughman’s Pictures, 147).

13. "Semua yang kita miliki di sini di bawah ini adalah milik Tuhan."

"Selain itu, kenyamanan duniawi kita tidak pernah diberikan kepada kita untuk dipegang selamanya oleh perjanjian garam. Mereka selalu pinjaman, dan tidak pernah hadiah. Semua yang kita miliki di bawah ini adalah milik Tuhan; dia hanya meminjamkannya kepada kita, dan apa yang Dia pinjamkan Dia punya hak untuk mengambilnya kembali ”(MTP 23: 391).

14. "Peti mati emas akan menjadi kompensasi yang buruk untuk jiwa yang terkutuk."

“Kekayaan, ya, jika Anda harus memilikinya, meskipun Anda akan menganggapnya kosong jika Anda menetapkan hati padanya. Kemakmuran di dunia ini, dapatkan jika Anda dapat melakukannya dengan adil, tetapi 'apa untungnya bagi seseorang, jika dia akan mendapatkan seluruh dunia, dan kehilangan jiwanya sendiri?' Peti mati emas akan menjadi kompensasi yang buruk untuk jiwa yang terkutuk . Untuk dibuang dari hadirat Tuhan, dapatkah kesengsaraan itu diredakan dengan segunung harta karun? " (MTP 17: 425)

15. "Banyak orang akan selalu miskin karena mereka tidak pernah memberi untuk tujuan Tuhan."

“Banyak orang akan selalu miskin karena mereka tidak pernah memberi untuk tujuan Tuhan. . . . Tuhan tidak akan mengizinkan pelayanan untuk tetap tidak terbalas; dan pekerjaan yang dilakukan untuk orang miskin dan yang membutuhkan akan mendapatkan upahnya, bukan dari hutang, tetapi karena kasih karunia ”(MTP 31:84).

16. "Untuk mendapatkan, kita harus memberi."

“Maka marilah kita belajar, dari analogi alam, pelajaran besar, bahwa untuk mendapatkan, kita harus memberi; bahwa untuk mengumpulkan, kita harus menyebarkan; bahwa untuk membahagiakan diri kita sendiri, kita harus membahagiakan orang lain ”(MTP 11: 230).

17. "Pemberi yang ceria sedang berbaris mengikuti alunan musik."

“Tidak ada apa-apa di dunia ini selain hidup dengan memberi, kecuali orang yang tamak, dan orang seperti itu adalah bagian dari kerikil halus dalam mesin; dia tidak cocok dengan alam semesta. . . . Tapi pemberi yang ceria berbaris mengikuti musik yang mengalun. Dia sejalan dengan hukum alam Tuhan yang agung, dan oleh karena itu Tuhan mengasihinya, karena dia melihat karya-Nya sendiri di dalam dia ”(MTP 14: 571).

18. "Hadiah kita tidak diukur dengan jumlah yang kita sumbangkan, tetapi dengan kelebihan yang disimpan di tangan kita sendiri."

“Hadiah kita tidak diukur dengan jumlah yang kita sumbangkan, tetapi dengan kelebihan yang disimpan di tangan kita sendiri. Dua peser dari janda itu, di mata Kristus, lebih berharga dari semua uang lainnya yang dimasukkan ke dalam perbendaharaan ”(MTP 37: 625).

19. "Istri yang baik dan kesehatan adalah kekayaan terbaik dari seorang pria."

“Seorang ibu rumah tangga yang hemat lebih baik dari pada berpenghasilan besar. Istri yang baik dan kesehatan adalah kekayaan terbaik dari seorang pria. Berkatilah hati mereka, apa yang harus kita lakukan tanpa mereka? ” (John Ploughman’s Talk, 152)

Selasa, 28 April 2026

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Yohanes 14:1-14, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Yohanes 14:1-14, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]
๐—”๐—ธ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป

PENGANTAR
Minggu 03 Mei 2026, Pengarang Injil Yohanes berasal dari Komunitas Yohanes yang berada di tengah-tengah konflik dengan kelompok-kelompok lain, terutama kelompok orang Yahudi. Mereka diusir dari sinagog dan didera oleh kelompok Yahudi. Di tengah-tengah suasana konflik itu kelompok penulis Injil Yohanes memiliki misi ganda. Mereka harus menakrifkan (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ง๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ) dan menegaskan jatidiri mereka sendiri, sekaligus menakrifkan dan menegaskan jatidiri lawan/musuh mereka.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu kelima masa raya Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 14:1-14 yang didahului dengan Kisah Para Rasul 7:55-60, Mazmur 31:1-5, 15-16, dan 1Petrus 2:2-10.
Konteks terdekat bacaan Injil Minggu ini adalah Yohanes 13-14, sedang konteks besarnya adalah pasal 13-20. Pakar biblika menyebut pasal 13-20 adalah bagian kedua Injil Yohanes yang disebut juga kitab kemuliaan, sedang bagian pertama (pasal 1-12) disebut kitab tanda-tanda. Tidak lagi diceritakan tanda-tanda di bagian kedua, melainkan memuliakan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข๐˜ปe) dan kemuliaan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข). Apabila bagian kedua ini dikelompokkan lagi, maka menjadi:

▶️ Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
▶️ Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
▶️ Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)

Bagian kedua dibuka dengan pelayanan Yesus yang sangat menggugah (pasal 13). Yesus membasuh kaki para murid. Tindakan simbolik ini adalah teladan yang mudah dimengerti. Ia menggugah para pembaca dan pendengar Injil melayani dengan kasih. Melayani orang kecil tidaklah mudah dan untuk itulah Yesus memberi teladan.
Dalam pasal 13 Yesus juga memberi ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ. Mengapa disebut ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ? Perintah untuk mengasihi sesama bangsa dan pendatang asing sudah ada dalam Imamat 19. Perintah mengasihi sesama manusia, bahkan musuh, ada di Injil Matius 5:42-47 dan Lukas 10:29-37. Meskipun Komunitas Yohanes tidak membaca, bahkan mungkin tidak tahu keberadaan Injil Matius dan Lukas, ajaran Yesus tentang Hukum Kasih sudah beredar luas di jemaat Kristen. Dalam Injil Yohanes Yesus memberi perintah lain, yaitu kasih persaudaraan di dalam jemaat. Kasih yang bersumber dari kasih Yesus untuk mereka ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. 
Pasal 13 menyiapkan pembaca dan pendengar Injil untuk dapat menerima ketika Yesus akan dikhianati dan dihukum mati sebagai saat-Nya yang mulia. 
Kita sekarang mengulas bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:1-14). Sesudah Yesus menyampaikan kepergian-Nya (Yoh. 13:33, 36) terbitlah kecemasan dalam diri murid-murid. “๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ. ๐˜‹๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต-๐˜’๐˜ถ … ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข.” kata Yesus (ay. 1-3).
๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ atau latar aslinya kepergian Yesus dalam ayat di atas adalah penyaliban-Nya. Namun, latar Injil ditulis adalah perasaan ketidakhadiran Yesus dalam Komunitas Yohanes dan keterlambatan kedatangan-Nya kembali (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข). Lebih menyayat hati lagi adalah perasaan jemaat Kristen (d.h.i. Komunitas Yohanes) berpisah atau diusir dari sinagog. Meski mereka terusir, terbuang, Yesus menjamin mereka akan mendapat ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ baru.
๐˜›๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ dalam ayat 2 dari kata ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช yang berarti tempat berteduh (Inggris: ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ). Kata monai sendiri pembendaan dari kata kerja ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏo๐˜ฏ yang berarti tinggal di suatu tempat khusus (Inggris: ๐˜ฅ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ). Dalam ayat selanjutnya (ay. 10, 17) kita akan bertemu yang dimaksud ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ itu lebih berpumpun pada keadaan keakraban dengan Allah yang menanti kaum beriman.
Yesus melanjutkan, “๐˜’๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.” (ay. 4). Ciri khas penulis Injil Yohanes adalah mengumpan pertanyaan kepada lawan bicara Yesus. Ayat 4 itu jelas untuk batu loncatan pertanyaan yang akan diajukan oleh Tomas untuk kemudian Yesus menjelaskannya. Kata Tomas kepada Yesus, “๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข?” (ay. 5).
Pertanyaan Tomas itu dijawab oleh Yesus, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜‹๐˜ช๐˜ข.” (ay. 6-7).
Yohanes 14:6 ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜Œ๐˜จo ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ … akhirnya menjadi ayat istimewa oleh banyak orang Kristen. Eksklusif. Injil Yohanes isinya hanya ayat itu. Percaya Yesus, maka selamat karena mendapat akses kepada Bapa. Titik! Ayat itu juga sering dipakai untuk menyerang kepercayaan atau agama lain.
Padahal bacaan Minggu lalu dari Yohanes 10:1-10 dengan topik ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ. Orang yang masuk-keluar tidak melalui pintu adalah pencuri dan perampok. Kalau kita mencuri uang negara, mencuri uang kolekte, meskipun kita gandrung pada Yohanes 14:6, kita tetap tidak selamat, karena kita tidak masuk-keluar lewat pintu. Kita akan dipotong atau dipangkas dan dipisahkan dari ๐˜—๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ oleh Bapa si Tukang Kebun (Yoh. 15:1-8).
Pernyataan ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ sebaiknya jangan dilihat sebagai pernyataan universal karena ukuran iman Kristen tidak merujuk ayat ini saja. Ada banyak ukuran di Injil Yohanes yang setara dengan itu (๐˜Œ๐˜จ๐˜ฐ̄ ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) seperti ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ (Yoh. 6:35, 51), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข (Yoh. 8:12; 9:5), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ (Yoh. 10:7), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ (Yoh. 10:11), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ (Yoh. 11:25), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ (Yoh. 15:1, 5). Belum lagi ukuran iman Kristen di dalam Injil sinoptis dan kitab-kitab di Alkitab.
๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ … merupakan suatu pengakuan iman Komunitas Yohanes di tengah situasi yang dikucilkan, diusir dari sinagog, didera oleh pemuka dan pemimpin agama Yahudi. Mereka butuh pastoral yang kuat untuk teguh memegang iman. Apabila kita saat ini hidup merdeka, berkecukupan bahkan kaya, dapat beribadah rutin setiap hari Minggu, maka ayat ini tidak relevan bagi kita jika dipahami sama dengan Komunitas Yohanes memahami. Tidak operatif. Lalu bagaimana?
Penulis Injil Yohanes mengandaikan pembaca atau pendengar Injilnya sudah mengenal Kitab Suci Yahudi atau dalam Kristen disebut Perjanjian Lama (PL). Tampaknya ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ itu merujuk Yosua 22:5 “๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜• ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ: ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜•, ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ธ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ.” Jadi, “jalan” haruslah dipahami sebagai norma seperti yang Yesus katakan ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ … (๐˜Œ๐˜จ๐˜ฐ̄ ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) dalam ayat-ayat di Injil Yohanes di atas.
Misi Yesus adalah menyatakan kebenaran dan pekerjaan Allah sehingga setiap kehidupan, pengajaran, dan karya Yesus merupakan kebenaran. Sebagai kebenaran Yesus berkata dan mengajarkan apa yang benar serta melakukan dan menegakkan kebenaran.
Dengan demikian Yohanes 14:6 apabila dipahami secara sempit percaya saja kepada Yesus, maka akan selamat, tidaklah cukup, karena barangsiapa percaya kepada Yesus, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan (lih. ay. 12). Makna jalan, kebenaran, dan hidup mestilah dipahami dan diamalkan secara serbacakup agar kita dapat datang kepada Bapa. 
Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus? ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ. Bukan urusan kitalah. Kata Yesus kepada perempuan berzina itu, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. “ (Yoh. 8:11).
Sesudah Tomas bertanya tentang jalan dan dijawab oleh Yesus, kemudian giliran Filipus bertanya kepada Yesus. Kata Filipus, ” ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช, ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช.” (ay. 8 ). Ini jelas pertanyaan iseng yang diumpankan oleh pengarang Injil Yohanes agar Yesus melanjutkan diskusi. Mengapa saya sebut iseng? Filipus memainkan peran cukup besar selama mengikuti Yesus sejak awal (lih. Yoh. 1:43-46 dan 12:21-22). ๐˜”๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ Filipus tidak mengenal Bapa?
Atas pertanyaan Filipus itu pengarang Injil Yohanes berkesempatan menyajikan kristologinya. Dalam prolog Injil Yohanes disebutkan bahwa Yesus adalah Firman Allah yang sehakikat dengan Bapa atau Zat, Firman yang nuzul menjadi Manusia. Dalam jawaban Yesus kepada Filipus itu (ay. 9-11) pengarang Injil Yohanes menjelaskan kristologi sebagai satu kesatuan fungsional “ … ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ … “
Di akhir bacaan (ay. 12-14) Yesus menegaskan bahwa percaya kepada-Nya tidaklah cukup, tetapi ia harus juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan lebih besar daripada itu. Apa yang dimaksud lebih besar daripada yang dilakukan Yesus? Di sini Yesus memberi amanat agar jemaat atau gereja mengerjakan pekerjaan Yesus lebih luas lagi. Pekerjaan Yesus yang mana? Pekerjaan di dalam kitab tanda-tanda (pasal 1-12) seperti yang saya tulis di atas. Apakah bisa? Bisa. Yesus berpesan, jika kita meminta sesuatu kepada Yesus dalam nama-Nya, Ia akan melakukannya. Di sini penulis Injil sekaligus menegaskan kristologinya.

(28042026)(TUS)

Senin, 27 April 2026

Sudut Pandang Wahyu 2-3, ๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜‚ ๐—ž๐—ฎ๐—ธ๐—ถ ๐——๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐˜: ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—š๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ฎ

Sudut Pandang Wahyu 2-3, ๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜‚ ๐—ž๐—ฎ๐—ธ๐—ถ ๐——๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐˜: ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—š๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ฎ

PENGANTAR
Baru-baru ini memang saya lumayan juengkel dg perkembangan kalangan pendeta dalammdenominasi tertentu, kacau .... repotnya para pendeta dalam denominasi arus utama .... Kok ya mulai ikut-ikutan menconto ..... parah, tidak semua tapi as bbrp. Pak Andar Ismail pernah menulis kriteria seorang calon pendeta. Calon pendeta itu tidak boleh hanya berbekal orang baik. Ia harus juga berpengetahuan dan pembelajar. Pendeta yang baik, tetapi tidak pintar, itu namanya malaikat yang bodoh. Sebaliknya, kata Pak Andar, calon pendeta yang sangat berpengetahuan, tetapi tak bermoral, dia adalah iblis yang pintar.
PEMAHAMAN
Pak Andar tampaknya lupa tipe ketiga: Persilangan keduanya. ๐—•๐—ผ๐—ฑ๐—ผ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜.

Dalam dunia nyata ada gembala tipe ketiga ini. Ciri-cirinya dobel:

1️⃣ ๐—๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜: ๐—๐˜‚๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐—บ๐—ถ ๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ถ

Konstitusi gereja dilanggar enteng. Suara domba-domba ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ. Jabatan dibagi buat lingkaran sendiri. Yang penting projek jalan, nama naik. Ini bukan iblis pintar. Ini iblis serakah. Wahyu 18:13 menyebut Babel: ๐˜ฅ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข.

2️⃣ ๐—•๐—ผ๐—ฑ๐—ผ๐—ต: ๐™‰๐™œ๐™–๐™จ๐™ž ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ฟ๐˜‚๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐˜ ๐—ฝ๐—น๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ธ

Khotbah kosong, hanya parafrase bacaan lalu melompat ke aplikasi yang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ gayut. Bikin renungan makin kelihatan bodohnya. Sama sekali tak mencerminkan ia pernah bersekolah teologi. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ pernah belajar, ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ mau mendengar.

Wahyu 3:17 “๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ”, tapi ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข paling tahu hanya karena sudah bertahun-tahun menjadi pendeta. Domba menjadi kurus, gampang ditipu skema kiamat dan ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฑ vaksin.

Kalau malaikat bodoh itu kasihan, iblis pintar itu bahaya, maka yang bodoh dan jahat itu ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ท๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐˜. Dia ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ cuma bodoh sendiri. Dia ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต satu kandang ikut bodoh. Terus dia suruh jemaat: “๐˜‹๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข”, padahal itu hasil perbuatan tak bermoral.

Kitab Wahyu ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ punya kata halus buat ini. Ke gembala Sardis Yesus bilang, “๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช.” (Why. 3:1) 

Saya menulis ini bukan buat maki-maki. Saya juga domba yang bebal. Wahyu 2-3 itu bukan ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฉ. Itu surat cinta yang berdarah. Isinya bukan “๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ”. Isinya: “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ... ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ... ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ.” (Why 3:19)

Dulu saya punya puluhan anak-buah ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฅ dari lokal. Hari pertama saya bilang: “๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ. ๐˜›๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ด ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ต.”

Bodoh bukan dosa. Bodoh bisa diajar. Yang dosa itu ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ bodoh, maling, tapi ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข paling suci.

Jadi, para pendeta tipe ketiga ini hendaklah:
▶️ Kalau kalian bodoh: tutup mulut, buka telinga, buka buku. Belajar. Berguru.
▶️ Kalau kalian jahat: tutup rekening kroni, buka suara domba. Bertobat. Sekarang.

Anak Domba ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ main-main. “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ... ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ.” (Why. 2:5)

Kaki dian dicabut berarti gereja mati lampu. Satu kandang gelap. Nama Kristus dipermalukan. Itu salah kalian, tetapi seluruh domba menderita.

Umat harus berhenti bilang “๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ”. Seperti kata Pak Andar, baik saja tidaklah cukup, pendeta harus juga berpengetahuan dan pembelajar. Domba Kristus berhak makan rumput bergizi, bukan plastik. (bdk. Yoh. 10:9)

Kalau tulisan ini keras, karena kayunya sudah lapuk. Harus digetok biar roboh sebelum menimpa domba.

Tiada jalan selain bertobat. Sebelum kaki dian dicabut. Sebelum domba habis. Sebelum kalian semua malu di hadapan Takhta.

๐—š๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐——๐˜‚๐—ธ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ๐—น: ๐—ข๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐™‰๐™œ๐™œ๐™–๐™  ๐—•๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐——๐—ถ๐˜„๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—น๐—ถ, ๐—ข๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—•๐—ผ๐—ฑ๐—ผ๐—ต ๐—•๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต

Di kantor dukcapil ada tulisan besar di tempel, urusan surat kelahiran dan surat kematian tidak bisa diwakilkan harus datang sendiri. ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฅ? Bayi disuruh antre akta lahir sendiri. Orang mati disuruh bawa surat dokter sendiri. Lucu? ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ, karena ini acap terjadi di Gereja.

Di kantor Dukcapil orang mati ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ boleh diwakili. Di gereja yang digembala oleh pendeta tipe ๐™—๐™ค๐™™๐™ค๐™ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™–๐™๐™–๐™ฉ orang bodoh WAJIB diwakili. Oleh siapa? Oleh pendeta.

1️⃣ ๐—๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜: ๐——๐—ถ๐—ฎ ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฐ๐—ฎ๐—น๐—ผ ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป

Saya mendengar langsung dari seorang warga senior Gereja. Katanya, “๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ: ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช, ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช. ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด."

Terjemahan bebasnya: “๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜’๐˜’, ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ณ. ๐˜‹๐˜ช๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜‰๐˜ช๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜‹๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜š.๐˜›๐˜ฉ.”

Ini bukan gembala. Ini calo! Dia memonopoli akses ke Tuhan. Dia dagang nyawa manusia (bdk. Why 18:13)

๐—š๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐™—๐™š๐™ฃ๐™š๐™ง๐™–๐™ฃ tugasnya apa? Efesus 4:12 ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ด. Artinya: ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ domba cara urus “KTP iman” sendiri. ๐˜•๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ baca Alkitab, mikir, nimbang ajaran.

๐—š๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐—ฐ๐—ฎ๐—น๐—ผ tugasnya apa? “๐˜—๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜‹๐˜ฐ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข.”

Gembala calo dan aparatus jahat negara ๐— ๐—ข-nya sama: kerja bermutu tak bermutu tetap digaji sama.

2️⃣ ๐—•๐—ผ๐—ฑ๐—ผ๐—ต: ๐——๐—ถ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ป ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฟ๐—ฒ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™  ๐™ฃ๐™œ๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ณ๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐˜‚๐—น๐—ถ๐—ฟ

Cerita lain dari warga senior gereja berbeda. Katanya, “๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ: ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช."

Pertanyaannya: “๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข?”

๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ: Jadi petugas Dukcapil galak.

Duduk di loket. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ mau ngajarin. Kalau ada yang nanya, dibentak, “๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ 20 ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช!”

Antrean makin panjang. Jemaat ditolak terus karena “formulir salah”. Salahnya di mana? ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ dikasih tau.

Itu pendeta ๐—ฏ๐—ผ๐—ฑ๐—ผ๐—ต namanya. Yakobus 3:1 ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต.

Puluhan tahun jadi pendeta tapi jemaat ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ cerdas, itu namanya bodoh kuadrat! 

3️⃣ ๐—•๐—ผ๐—ฑ๐—ผ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜: ๐—”๐—ป๐˜๐—ฟ๐—ฒ ๐—ฎ๐—ธ๐˜๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ

Lihat lagi loket paling kanan di gambar: ANTREAN AKTA KEMATIAN. Sertakan Surat Dokter (Wajib Bawa).

Siapa “dokter” yang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ surat kematian iman jemaat? Gembala yang bilang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช. Dia menyuntik mati nalar jemaat. Dia menyuntik mati iman jemaat. Terus dia ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ jenazah iman itu ke loket, bilang, “๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ”.

Wahyu 3:1 “๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช.”
Yang bikin mati siapa? Gembalanya.
Yang disuruh antre akta kematian siapa? Dombanya.

Ini bencana. Dia menyeret domba satu kandang ikut mati. Terus di pemakaman dia mimpin ibadah, “๐˜‹๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข”.

๐Ÿ›‘ Di Dukcapil orang mati ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ boleh diwakili. Itu hukum aparatus bodoh negara.
๐Ÿ›‘ Di Kerajaan Allah orang bodoh ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ boleh diwakili. Itu hukum Wahyu.

Wahyu 2:5 “๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ... ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ.”
Kaki dian dicabut artinya gereja mati lampu. Antrean bubar. Loket tutup.

Jadi, wahai para pendeta, dengarlah:
๐Ÿ›‘ Kalau kamu bodoh: tutup mulut, buka telinga, buka buku. Belajar.
๐Ÿ›‘ Kalau kamu jahat: tutup rekening kroni, buka suara domba. Bertobat. Sekarang, sebelum kaki dian dicabut. Sebelum domba habis. Sebelum kamu balik dipermalukan.

Sejujurnya saya sudah ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด bakal ada pertobatan pendeta bodoh dan jahat yang berkuasa di gereja. Mengapa? Mereka sudah mengalami ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ. Namun, saya masih punya sedikit harapan pada warga Gereja yang mau melarikan diri dari penjara pendeta bodoh dan jahat.

(28942026)(TUS)

Sudut Pandang ๐—ž๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ฏ ๐—ช๐—ฎ๐—ต๐˜†๐˜‚: ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ธ ๐—ž๐—ถ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜

Sudut Pandang ๐—ž๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ฏ ๐—ช๐—ฎ๐—ต๐˜†๐˜‚: ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ธ ๐—ž๐—ถ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜

PENGANTAR
1️⃣ ๐—”๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜€ ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต

Wahyu 1:1 “... ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช.”
Wahyu 1:4 “... ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜’๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ ...”

▶️ ๐—”๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ

Surat ini untuk tujuh Gereja nyata pada abad 1: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia. Mereka sedang dianiaya oleh Kaisar Domitian pada sekitar 95 ZB. ๐˜š๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข (๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ค๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ช) yang berati dalam waktu dekat buat mereka. ๐˜•๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ kirim surat ke Smirna dkk. isinya teka-teki buat orang Jakarta 2026?

Ini ๐—ฝ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐˜๐—ฎ๐—ณ๐˜€๐—ถ๐—ฟ: teks harus berarti sesuatu dulu bagi pembaca pertama sebelum berarti bagi kita.
PEMAHAMAN
Di sini kita juga belajar, mengucapkan dengan benar istilah jemaat. Jemaat itu persekutuan, himpunan, bukan individu.Kita itu bukan jemaat, melainkan warga atau anggota jemaat. Wahyu 1:4 di atas menyebut tegas tujuh jemaat maksudnya tujuh gereja, bukan tujuh orang.

▶️ ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜€๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€ ๐—ฅ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—น

Dia cuma menyebut ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด, ๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ (1:9), bukan Yohanes sang rasul. Tulisannya berbeda tajam dari Injil Yohanes serta tulisan-tulisan lain yang biasanya dikaitkan dengan tradisi Yohanes. Petulis tampaknya seorang nabi Kristen-Yahudi yang diasingkan ke Pulau Patmos. Kelihatannya ia sangat menguasai Kitab Suci Yahudi (PL).

Kitab Wahyu pada dasarnya ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—น dari nabi bernama Yohanes untuk Gereja yang mau dipenggal. ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ณ๐˜ฆnya apokaliptik seperti Kitab Daniel. Bukan ๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ buat ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜›๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ฆ. Kalau kamu membaca Wahyu tapi ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ jadi makin berani ikut Yesus, berarti kamu salah baca alamat dan salah kenal petulisnya.

2️⃣ ๐Ÿฒ๐Ÿฒ๐Ÿฒ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ก๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ. ๐—•๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐Ÿฒ๐Ÿญ๐Ÿฒ

Wahyu 13:18 “... ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข. ๐˜‰๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข 666.”

Orang Yahudi pada abad 1 menghitung menggunakan gematria: huruf = angka.

๐˜•๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜˜๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ (Ibrani) = ื ืจื•ืŸ ืงืกืจ
N=50 + R=200 + W=6 + N=50 + Q=100 + S=60 + R=200 = 666

Terus 616 dari mana? Naskah tertua Wahyu: Papirus 115 tahun sekitar 225 ZB, tulisannya 616.
Kenapa beda? Nama Latinnya Nero Caesar = ื ืจื• ืงืกืจ (tanpa N akhir).
N=50 + R=200 + W=6 + Q=100 + S=60 + R=200 = 616

Jadi 666 versi Ibrani. 616 versi Latin. Dua-duanya Nero. Irenaeus 180 ZB sudah tahu ada varian ini.

Nero menjadi Kaisar 54 ZB, umur 16, mati 68 ZB. Yohanes dari Patmos menulis sekitar 95 ZB, Nero sudah mati 30 tahun. Namun, trauma Roma masih hidup. Muncul rumor ๐˜•๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ ๐˜™๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ท๐˜ช๐˜ท๐˜ถ๐˜ด, Nero bangkit lagi. Itu yang disindir oleh Wahyu 13:3 ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ. Wahyu ditulis sekitar masa Domitian, tetapi trauma Nero masih hidup.

Tanda di dahi dan tangan 13:16? Itu bahasa Ulangan 6:8. Dahi adalah pikiran, tangan adalah tindakan/perbuatan. Artinya loyalitas total kepada Kaisar. Bukan ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฑ. Bukan vaksin.

666 itu ujian: Kamu menyembah Kaisar Nero atau Kristus Anak Domba? Sekarang: kamu menyembah duit/jabatan/ideologi atau Kristus?

3️⃣ ๐—•๐—ฎ๐—ฏ๐—ฒ๐—น ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฅ๐—ผ๐—บ๐—ฎ, ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ

Wahyu 17:9 “๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ.”

Roma adalah kota di atas tujuh bukit. Julukan resmi zaman itu. Semua orang tahu.

Wahyu 17:18 “๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข-๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช.”
Tahun 95 ZB cuma satu kota mengatur dunia: Roma.

Dosa Babel apa? Dagang. Wahyu 18:11-13 daftar panjang. Emas, sutra ... terus Wahyu 18:13 “... ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข.”

Roma kaya karena sistem budak. Gladiator, buruh, pekerja seks. Nyawa dijual demi ekonomi Kaisar.

Wahyu 18:4 “๐˜’๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต-๐˜’๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.” Bukan suruh pindah kota, tetapi cabut dari sistem yang mengorbankan manusia.

Babel hari ini? Babel bukan Amerika. Babel adalah sistem yang: “๐˜š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ (18:7), ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ (18:3), ๐˜ฅ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข (18:13).” Kalau ekonomi naik tapi manusia hancur: itu Babel!

Pesan Wahyu buat Gereja masa kini: Jangan pernah memihak pemerintah lalim atau pengusaha kaya raya yang jelas-jelas merusak sumber daya alam dan manusia demi ๐˜ค๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ. Itu kerjaannya Babel, dan Babel pasti jatuh.

Kabar baik: Wahyu 18:2 “๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ!” Menggunakan ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฆ. Di mata Allah Roma sudah kalah. Setiap Babel pasti jatuh.

4️⃣ ๐Ÿญ๐Ÿฌ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด, ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ

Wahyu 20:4 “... ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ.”
Lokasinya di mana? Takhta. Di Wahyu takhta selalu di surga (4:2). Yang memerintah adalah martir yang dipenggal (20:4).

1000 tahun merupakan angka simbol. 10 = lengkap. 10 x 10 x 10 = 1000 = lengkapnya lengkap, simbol kepenuhan. Mazmur 50:10 “... ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ...” maksudnya adalah ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข gunung.

Kapan Iblis diikat? Wahyu 12:5-10. “๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ต๐˜ข... ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ... ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ.” Ini merupakan bahasa kebangkitan dan kenaikan Yesus. Di salib setan kalah posisi sebagai pendakwa.

Wahyu 20:3 “๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข”. Dulu zaman PL bangsa-bangsa buta. Sekarang Injil masuk Roma, Efesus, Partia. Itu bukti rantainya terpasang. Kaisar masih bisa menganiaya (2:10) dan marah (12:12), tetapi ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ bisa ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ misi Anak Domba.

Jadi, 1000 tahun merupakan simbol zaman Gereja yang panjang. Dari Yesus naik takhta sampai Dia datang lagi. Kamu hidup di dalamnya sekarang.

Kalau dibaca kalender jadi rusak: tukang ramal, jadi pasif, jadi elit. Padahal Yohanes Patmos menulis ini buat jemaat yang besok mau mati. Dia bilang: “๐™ˆ๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™ฅ๐™ช๐™ฃ ๐™ ๐™–๐™ข๐™ช ๐™ฉ๐™š๐™ฉ๐™–๐™ฅ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™œ!”

5️⃣ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ถ๐˜ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ถ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜, ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ผ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Wahyu 21:1 “... ๐˜“๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. ๐˜“๐˜ข๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช.”
๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ di sini ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณe๐˜ญ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ. Sejajar dengan 2 Korintus 5:17 ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. Kita adalah ciptaan baru bukan berarti tubuh meledak. Bumi jadi baru bukan berarti planet meledak.

Ini bukan ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ. Ini renovasi. Kejadian 1: ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ. Wahyu 21: balik ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ versi 2.0, ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada dosa, air mata, maut (21:4).

Wahyu 21:2 “๐˜ ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข”. Bukan kita ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ช ke surga. Surga pindah ke bumi. Eden: Allah bercengkerama dengan manusia. Eden akhir: ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข. (21:3)

Kota berbentuk kubus 21:16. Kenapa? Ruang Mahakudus bentuknya kubus (1Raj. 6:20). Artinya seluruh dunia baru itu adalah Ruang Mahakudus. Kita dan semua ciptaan hidup 24/7 di hadirat Allah.

Pintu gerbang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ditutup (21:25). Kota kuno tutup gerbang karena takut musuh. Di sini musuhnya ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada. Setan di lautan api (20:10).

Sungai dan pohon kehidupan (22:1-2) Eden balik. Daunnya untuk ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข. Dulu bangsa-bangsa perang. Nanti Batak, Jawa, Roma, Partia makan bareng.

Di surga kamu kerja: ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ (22:3). Ibadah = ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ถe = kerja melayani. Kerja yang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ bikin ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ต.

Ayat terakhir (22:20) “๐˜ ๐˜ข, ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข!” 

๐˜š๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข (๐˜ต๐˜ข๐˜ค๐˜ฉ๐˜บ) bermakna pasti dan tanpa ditunda. Buat jemaat yang disalib itu penghiburan: Tuhan ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ lupa. Buat kita yang ๐˜•๐˜ฆ๐˜ต๐˜ง๐˜ญ๐˜ช๐˜น -an itu peringatan: ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ!

Wahyu bukan buku kiamat. Wahyu buku nikah dari Yohanes Patmos untuk gereja yang dianiaya. Anak Domba sudah melamar kamu di salib. Sekarang Dia siapin rumah. Kita tinggal setia.

Wahyu adalah kitab penghiburan dan perlawanan. Ditulis oleh Yohanes dari Patmos untuk Gereja-gereja yang di ambang kematian.

Gereja hari ini jangan ikut-ikutan Babel. Jangan bela penguasa lalim. Jangan ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฆ๐˜ฎ waktu hutan dibabat, buruh diperas, hukum dijual. Cabut dari sistem yang dagang nyawa, karena Babel pasti rubuh. Anak Domba yang menang.

Masalahnya bukan kapan kiamat terjadi, tapi hari ini kita berpihak kepada siapa?
(27042026)(TUS)


Minggu, 26 April 2026

Sudut Pandang Warung Babi Jodi

Sudut Pandang Warung Babi Jodi

PENGANTAR
Dalam grup tafsir lintas iman, kemaren, kami bertemu secara daring (dalam jaringan / online). Akhirnya, sampailah diskusi teng njlekutik itu ngomongin warung makan babi Jodi yg lagi viral. Ini hasil diskusinya bisa jadi pembelajaran dan pengetahuan.
PEMAHAMAN
Saya cukup sering melontarkan pertanyaan pendek pada mantan  mahasiswaku dan teman-teman segrup; jika ada persoalan publik, doktrin Pancasila memberi solusi A dan dogma agamamu memberi solusi B; mana yang akan kamu ikuti?.
Ini pertanyaan simpel yang mengurung seseorang pada tiga jawaban; Pancasila, Agama, dan tidak tahu. Tidak sedikit orang  memprotes ini sebagai pertanyaan jebakan --entah apa maksudnya. 
Mungkin ia tidak merasa nyaman Pancasila dan agamanya diposisikan binerik seperti ini. Biasanya ia akan berkelit; Pancasila dan agama tidak apple to apple. Pancasila buatan manusia; sedangkan agama lebih tinggi darinya --buatan Tuhan. Olala.. Ini menunjukkan betapa rapuhnya ia memahami relasi Tuhan dan historisitas agama
Supaya lebih konkrit, marilah kita bawa pada persoalan warung babi Jodi (WBJ) yang lagi menghangat di Sukoharjo. 
Pria (Jodi) ini aku yakin sesadar-sadarnya babi haram bagi orang Islam. Itu sebabnya, warung babi yang ia bangun dibuat sedemikian rupa agar masyarakat tahu. 
Ia pasang tulisan non-halal. tak tampak rayuan, misalnya, mengatakan babi itu gurih dan nikmat. Tidak, ia tidak memasang itu. 
Sebab bagi mereka yang mengkonsumsinya, kelezatan babi tidak perlu dibuktikan lagi, merujuk pada KUHP pasal 184 ayat (2). 
Jodi, entah apa agamanya, sangat mungkin memiliki keyakinan babi boleh dikonsumsi dan bukan barang ilegal. Itu sebabnya izin usahanya diloloskan negara. Pancasila tidak memasukkan babi sebagai barang terlarang. Jodi mengikuti Pancasila.
Di sisi lain, sekelompok orang Islam --karena doktrin agamanya-- merasa terganggu dengan WBJ (Warung Babi Jodi). Mereka menganggap warung ini sedang memprovokasi keimanan mereka. Secara delusif, mereka mungkin merasa WBJ sedang memaksa mereka mengkonsumsi babi, sebagaimana kisah Eleazar dan keluarga dalam Kitab Makabe. 
Saya meyakini mereka sadar bahwa terkait kulier babi doktrin agamanya bersitegang dengan keluwesan doktrin Pancasila. Dan, mereka lebih memilih tunduk pada doktrin agama. 
Apakah mereka salah? Tentu tidak. Bagaimana mungkin orang dianggap salah padahal sedang berupaya taat pada agamanya? 
Bagi saya, mereka bisa jadi belum sepenuhnya mengerti dan memahami apa yang tersurat dan tersirat dalam al-Quran (kitab agamanya, bbrp teman muslim yg ada di grup tafsir lintas iman mengatakan demikian) terkait babi. 
(menurut tafsir teman muslim di grup), Dalam QS. 5:3, babi dan beberapa hal telah dinyatakan haram dikonsumsi orang Islam. Larangan ini bersifat ke dalam, internal umat islam. Tidak ada larangan bagi non-Islam untuk mengkonsumsi maupun memperdagangkannya. 
Al-Quran, sebagaimana Pancasila, menurutku berlaku fair; jangan dimakan, jangan dibeli kalau agamamu melarangnya dan --ini yang penting--larangan ini tidak berlaku bagi mereka yang non-Islam. 
Bahkan, sungguhpun al-Quran secara tegas mengharamkannya, kitab suci ini terasa sangat manusiawi terhadap orang Islam yang mengkonsumsi babi dalam kondisi tertentu (umat muslim boleh konsumsi babi dalam kondisi tertentu). Begini bunyi akhir surah tersebut;

ูَู…َู†ِ ูฑุถْุทُุฑَّ ูِู‰ ู…َุฎْู…َุตَุฉٍ ุบَูŠْุฑَ ู…ُุชَุฌَุงู†ِูٍ ู„ِّุฅِุซْู…ٍ ูَุฅِู†َّ ูฑู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَّุญِูŠู…ٌ

“Barang siapa dalam keadaan terpaksa karena lapar yang sangat, tanpa cenderung kepada dosa, maka sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Tafsir Tabari menafsirkan frasa "lapar yang sangat" dengan kondisi kekurangan gizi alias gizi buruk. Hal ini diamini oleh Qurtubi dalam Jami' al-Ahkam al-Quran.
Alloh sendiri terlihat bersikap sedemikian arif dan dewasa; bayangkan, Dia menggunakan kata Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi orang Islam yang berada dalam situasi tersebut dan harus mengkonsumsi babi. 
Penjelasan ini terlalu sembrono jika dimaknai sebagai upaya menghalalkan keharaman daging babi dalam Al-Quran. Hukumnya sudah jelas. Batasannya sedemikan benderang. 
Sayangnya banyak orang Islam  cenderung melampaui Al-Quran dengan cara menghilangkan pengecualian, pengampunan dan kemurahan Alloh. 
Maka, upaya melarang orang lain menjual daging babi --apalagi disertai dengan kekerasan dan intimidasi-- sangatlah jauh dari posisi moralitas substantif Al-Quran.
Al-Quran sedemikian tegas terhadap keharaman babi namun memilih longgar bagi beberapa kondisi dan, ini yang sangat penting, tidak menganjurkan umat Islam melarang orang lain mengkonsumi dan membisniskan babi. 
Begitu pula, siapapun tidak diperkenankan memaksa orang Islam mengkonsumsi babi karena binatang tersebut terlarang secara doktrinal. Siapapun yang nekat memaksa berpotensi dipidana sesuai KUHP Pasal 333, 335 dan pasal 351.
Dengan demikian dari keterangan ahli tafsir Al-quran di gruo, saya memandang sikap Al-Quran telah selaras dengan Pancasila; Pancasila melindungi keyakinan (forum internum) umat Islam (dan umat lain) yang percaya keharaman babi dengan cara mempidanakan siapapun yang memaksa mereka mengkonsumsinya. Di sisi lain, Pancasila dan Alquran menjamin kemerdekaan pihak lain yang mengkonsumsi dan memperdagangkannya. 
Jika semua orang Islam menjalankan agamanya selaras Pancasila, niscaya mereka akan beragama lebih dewasa, lebih qur'ani, termasuk dalam hal perbabian.
(24042026)(TUS)

Sabtu, 25 April 2026

Sudut Pandang Yohanes 10:1-10, effect pintu masuk atau doorway efek

Sudut Pandang Yohanes 10:1-10, effect pintu masuk atau doorway efek

PENGANTAR 

Pernah nggak ngalamin masuk satu ruangan pas buka pintunya mendadak ngepleng? Kesini mau ngapain ya?

PEMAHAMAN

Saya beberapa kali ngalamin. Apa ini tanda-tanda pikun nih? Faktor U. Meskipun pintu tak bercerita, palingan menderit dan menjerit, yuk kita obrolin soal pintu. Ini kanal Sudut Pandang, buruan safe supaya nggak ilang. Menurut psikolog Gabriel Radvansky, otak kita itu bukan CCTV minimarket yang ngerekam 24 jam tanpa kedip. Otak kita itu mirip ber drakor, alias drama Korea, menyimpan memori per episode, per season, per scene. Nah, pintu bertindak sebagai event boundary, batas peristiwa. Pas kita masuk ruangan, otak riset memori sementara. Oke, season 1 udah tamat, kita masuk season 2. Makanya masuk ke ruangan itu kadang suka bingung mau ngapain. Ini namanya doorway effect. Efek ambang pintu. Pintu seperti tombol reset memulai hal baru. Cocok banget ini dengan bacaan kita Yohannes 10:1-10. Kebanyakan orang fokus pada tema gembala, gembala dimulai ayat 11. Padahal ada yang penting banget dari bacaan kita ini. Pintu. Jadi mindblowing waktu Yesus bilang, aku pintu. Kenapa begitu? Di jaman Alkitab, kandang domba di Padang gak punya pintu yang bisa dikunci. Terus nutupnya pakai apa? Sang gembala sendiri bakal tidur melintang di celah pintu masuk, itu kenapa tema pintu dan gembala diunggah bersamaan. Jadi, Yesus bukan cuma satpam jaga pintu, dia adalah pintu itu sendiri. Serigala nggak bisa masuk, pencuri nggak bisa masuk, dan domba nggak bisa nyasar keluar tanpa ngelewatin dia, gembala. Yesus menciptakan doorway effect, membuat kita reset identitas dari dunia lama yang penuh dengan beban, overthinking berlebihan, rasa bersalah, trauma, gambar diri atau wajah Allah yang rusak  ....  yang rusak atau hidup yang gitu-gitu aja. Lalu melewati event boundary, peristiwa  batas, yang memang kadang ngeblank sesaat, tapi kemudian jadi ciptaan baru. Di luar pintu, dunia nggak pasti. Penuh ancaman, kita dipaksa survival mode, mode bertahan diri. Tapi dalam Yesus ada hidup dan hidup yang berlimpah-limpah. Bukan duitnya, tapi sikap terhadap dunia. Mulai berubah dari hustle yang penuh kebingungan menjadi settle, penuh kedewasan dan pertimbangan matang menghadapi hidup ini. Yesus itu reddoors ... ups. Dia itu redeem doors, pintu penebusan. Spill dong komennya .... Wk .... Wk 

(19042026)(TUS)


Jumat, 24 April 2026

Sudut Pandang Bintang Timur

Sudut Pandang Bintang Timur

PENGANTAR
Siapakah yang dimaksud di Alkitab dengan sebutan "Bintang Timur"? Kira-kira apakah ini pertanda baik, atau buruk bagi penerima pesan?  apa yang sebenarnya hendak dikatakan soal "Bintang Timur"! bagaimana dengan penjelasan ini? Kiranya makin membawa kita untuk lebih dalam dan benar dalam memahami Alkitab, serta tiap kata yang tertera di dalamnya. Bintang Timur, Yesus atau Lucifer
Mari terus baca, menyelidiki dan renungi Alkitab, menjadi umat yang cerdas dengan membaca, Yesus saja selalu mengatakan tiap mengkritisi kaum pemuka agama "tidakkah kamu baca .....?" (Matius 12:3, Markus 2:25, Lukas 6:3, Matius 19:4, Matius 21:16, Matius 21:42, Markus 12:10, Markus 22:31, Markus 12:26)



Kamis, 23 April 2026

Sudut Pandang Penatua di ke majelis an

Sudut Pandang Penatua di ke majelis an 

PENGANTAR
Saya orang biblika, Kalau orang biblika .... ini argumentasinya orang biblika, tentang pengaturan tugas kewenangan di Kemajelisan pastilah dasar utamanya kisah Rasul, di kisah Rasul itu ada 2 jenis Penatua, yaitu Penatua Pengatur Rumah Allah dan Penatua Pengajar (pendeta), mereka beda tugas tapi kuasa/wewenangnya sama, 1 suara penatua Pengajar  sama bobotnya dg sekian banyak suara penatua pengatur rumah Allah, mereka bisa saling kritisi secara berimbang, shg sebetulnya tidak bisa itu sistim voting di pakai, yg ada kedewasaan diskusi dan argumentasi yg mengiringinya. Penatua Rumah Allah itu fokus pada pengaturan rumah Allah, ya manajemen, ya keuangan, penata layanan, ke rumah tangga an, dlsb. Penatua Pengajar  fokus pada peribadatan dan pengajaran. Yah ..... kalau pendeta jemaat  menjadi penasihat di suatu kepanitiaan ya penasehat kisaran peribadatan dan pengajaran. Kalaupun, penatua Pengajar bisa mengusahakan sesuatu di luar peribadatan dan pengajaran ya gpp, tapi bukan kemudian dikelola sendiri, tetapi diserahkan kelanjutan kewenangan pada penatua pengatur rumah Allah, demikian juga sebaliknya. Ide ini, menjadi diskusi menarik di FBG bengkel liturgi sudah lama buanget, mari kita belajar bersama menambah pengetahuan. Kalau kronologi kata atau bahasa majelis dari presbyter (penatua), maka tidak heran bbrp denominasi atau golongan gereja, majelis hanya berisi penatua, diaken berada di komisi-komisi yg membantu majelis, majelis di aras konseptor dan diaken di aras operasional (pelayanan praktis), shg ada peneguhan penatua/majelis, ada peneguhan diaken di komisi-komisi, kalau di gereja katolik barat/Roma itu prodiakon/diaken tugas utamanya membantu Romo/pastur (penatua/Presbyter). Di bbrp denominasi atau golongan gereja bahkan jabatan pendeta hanya melekat pada lulusan teologi yg berada di jajaran pemimpin umat (para pemimpin umat), bagi lulusan teologi yg tidak berada di jajaran pemimpin umat atau gampang saja dianggap tidak memiliki umat, tidak melekat jabatan pendeta, mereka hanya lulusan teologi yg dianggap sebagai Nara sumber dalam kiprah bergereja, walaupun setinggi apapun pendidikan teologi nya. Oleh karena itu di bbrp kampus sekolah tinggi teologi ada yg tidak mengharuskan pengajar teologi adalah berjabatan pendeta. Malah ada denominasi atau golongan gereja yang menempatkan pendeta dan peneliti/pengajar teologi sebagai dua kubu yg saling mengkritisi sekaligus saling mendukung, shg peneliti/pengajar teologi tidak harus pendeta. Memang banyak pendapat dan pemikiran tentang hal ini, argumentasinyapun beragam, tetapi yg penting adalah jembatan nalarnya dan sistimatikanya dapat dilihat mekanismenya.
Ada sebuah pergeseran yang berbahaya terjadi dalam kekristenan saat ini. Esensi pemuridan dalam Lukas 9:23 tentang 'sangkal diri dan pikul salib' telah mengalami inversi atau pembalikan. Kita telah menukar beban salib Kristus dengan beban ego kita sendiri, sehingga tanpa sadar kita sedang 'memikul diri dan menyangkal salib'.

Dalam teks aslinya, aparneomai (menyangkal diri) berarti melepaskan hak kepemilikan atas hidup sendiri. Namun, di era "Narsisisme Suci" saat ini, fokus perhatian bergeser menjadi pemujaan terhadap identitas. Yang seharusnya menyangkal ego, banyak orang justru "memikul diri", membawa ambisi, harga diri, dan keinginan pribadi ke atas altar pelayanan.

Tuhan tidak lagi menjadi subyek yang diikuti, melainkan sarana untuk mengaktualisasikan diri. Memikul diri adalah beban yang melelahkan; ketika fokus kita pada performa dan pengakuan, kita sebenarnya sedang memikul beban narsisisme yang tidak pernah ada puasnya. Ini sangat kontras dengan janji Kristus tentang beban yang ringan.

Salib secara teologis adalah simbol ketaatan yang mematikan keinginan daging. Menyangkal salib berarti menolak aspek-aspek kekristenan yang mengandung ketidaknyamanan dan pengorbanan. Contohnya ada di fenomena dalam "Teologi Kemakmuran" yang memandang salib sebagai kegagalan dan hanya mengakui materi sebagai bukti kehadiran Tuhan.

Dietrich Bonhoeffer menyebutnya sebagai Cheap Grace (Anugerah yang Murah). Kita menginginkan pengampunan tanpa pertobatan dan keselamatan tanpa pemuridan. Menyangkal salib berarti kita menginginkan Kristus sebagai "Juruselamat" yang membebaskan kita dari neraka, namun menolak Dia sebagai "Tuhan" yang berdaulat mengatur hidup kita.

Ketika orientasi berubah menjadi Pikul Diri, Sangkal Salib, struktur iman mengalami kemerosotan dari Kristosentris (Kristus sebagai pusat) menjadi Antroposentris (Manusia sebagai pusat). Motivasi kita dalam mengiring Tuhan bukan lagi didasari oleh ketaatan dan kasih, melainkan oleh kenyamanan dan keuntungan pribadi.

Tujuan hidup beriman bukan lagi untuk kemuliaan Allah, melainkan demi kebahagiaan diri sendiri. Jika kekristenan tidak pernah membuat kita merasa "rugi" secara duniawi, mungkin kita tidak sedang memikul salib, melainkan hanya sedang memikul hobi relijius yang nyaman bagi ego kita.

Untuk membalikkan kembali paradigma ini membutuhkan keberanian untuk jujur. Kita harus berhenti memikul "berhala diri" yang berat dan mulai menyangkalnya. Kita harus berhenti melarikan diri dari salib dan mulai memeluknya sebagai jalan pengudusan.

Sebab, hanya melalui penyangkalan diri, kita menemukan jati diri yang sejati di dalam Tuhan. Dan hanya melalui pikul salib, kita benar-benar berjalan di jalan yang menuju pada kebangkitan yang sejati di dalam Kristus.
Rahasia Gelap Penulis Injil: Membongkar Tanda Tangan Gaib Intelijen Alkitab di Balik Misteri Buku Laris Tanpa Nama, dari Catatan Mantan Rentenir Sampai Insiden Terciduk Lari Telanjang.

Pernahkah terbayang bahwa keempat Injil yang menjadi jantung iman kita aslinya tidak mencantumkan nama penulis sama sekali? 

Tulisan ini membongkar fakta sejarah mengapa teks suci umat sedunia ini dibiarkan anonim pada awalnya dan bagaimana Gereja pada akhirnya menempelkan nama mereka demi kepraktisan. 

Melalui analisis jejak rekam, perintilan detail periferal yang nyeleneh, hingga prinsip kerendahan hati tingkat dewa, kita diajak menyelami cara Roh Kudus bekerja memanfaatkan kelucuan serta keunikan tabiat manusia untuk mengunci sejarah keselamatan.

Bayangkan kita beli novel best seller tapi di sampulnya kosong melompong nggak ada nama penulisnya sama sekali? Pasti rasanya kesel dan curiga. Lha ini malah terjadi di buku suci umat sedunia. 

Fakta sejarah mencatat bahwa empat Injil kita itu aslinya anonim. Kosong. Nggak ada tulisan by Matius, Markus, Lukas, apalagi Yohanes di teks perkamen aslinya.

Terus nama2 itu muncul dari mana coba? 
Ternyata judul dan nama itu baru ditempel sekitar tahun 120 sampai 130 Masehi oleh para Bapa Gereja. 

Alasan mereka simpel banget yaitu buat kepraktisan saja. Biar lektor yang tugas baca waktu ibadat nggak bingung nyari gulungan mana yang harus dibacakan ke umat. Logis kan. 

Tapi bentar, kalau naskah aslinya tanpa nama, jangan2 ini cuma karangan bebas orang iseng yang numpang tenar? Tenang dulu, justru di sinilah letak keseruannya.

Kenapa sih mereka sengaja nggak nulis nama. Dalam tradisi literatur sakral kuno ada prinsip sastra kerendahan hati tingkat dewa atau yang sering disebut modesty (sastra modesty). 

Para penginjil ini sadar penuh bahwa tokoh utama mereka adalah Sang Anak Allah. Menuliskan nama sendiri di naskah itu ibarat jadi MC nikahan tapi malah dandan lebih heboh dari pengantinnya. Caper banget kan. 

Makanya mereka milih minggir teratur ke belakang panggung biar panggung utamanya mutlak jadi milik Yesus Kristus.

Tapi dasar manusia, sehebat2nya menyembunyikan identitas pasti ada saja jejak yang tertinggal. 

Ilmuwan Alkitab akhirnya menemukan semacam tanda tangan tersembunyi lewat detail periferal alias perintilan kecil yang nggak penting secara teologi tapi sukses mengunci identitas asli mereka.

Matius
Kita mulai dari si mantan rentenir alias pemungut cukai. Waktu menceritakan masa lalunya, penulis ini dengan legawa mempermalukan dirinya sendiri lewat anomali penamaan. 

Injil lain dengan sopan memanggilnya Lewi, eh dia malah mencantumkan gelar yang paling dibenci masyarakat saat itu yaitu Matius si pemungut cukai (Mat 10:3). 

Belum lagi urusan duit. Penulis ini pakai diksi finansial yang spesifik banget macam didrachma atau stater. Ini murni kebiasaan mantan pegawai pajak yang nggak bisa bohong (Mat 17:24).

Markus
Kalau yang ini malah lebih detil tapi kocak. Markus ini kan bertugas jadi juru ketik yang pakai kacamata Petrus secara langsung. Makanya dia berani ngasih kritik ekstrim ke Petrus. 

Momen epik saat Petrus dipuji habis2an oleh Yesus malah disensor total (Mrk 8:29-30). Jelas Petrus sendiri yang nyuruh hapus adegan itu saking malunya. 

Terus Markus ini suka masukin detail periferal yang super random (dari ingatan Petrus).

Bayangkan waktu badai, cuma dia yang ingat posisi bantal di buritan kapal tempat Yesus tidur (Mrk 4:38). Waktu mukjizat roti, dia ingat rumput yang hijau yang secara historis akurat banget menunjuk musim semi menjelang Paskah (Mrk 6:39). 

Atau waktu Bartimeus si buta melempar jubahnya kegirangan (Mrk 10:50). Puncaknya waktu Yesus ditangkap di Getsemani, tiba2 ada sisipan cowok muda lari telanjang bulat gara2 bajunya ditarik prajurit (Mrk 14:51-52), cowok itu Markus. 

Buat apa coba memasukkan kejadian absurd begini kalau bukan sang penulis sendiri yang lagi ninggalin jejak rahasia.

Lukas
Beda lagi kelakuan dokter dari Yunani ini yang mendedikasikan Injilnya dan Kisah Para Rasul khusus untuk pejabat bernama Teofilus (Luk 1:3). Detail medisnya sungguh ngeri dan lebih klinis. 

Kalau orang awam melihat orang sakit demam, Lukas langsung mendiagnosisnya dengan istilah medis demam keras (Luk 4:38). Dia juga mendiagnosis kusta stadium lanjut dengan sangat akurat. 

Bahkan cuma dia yang mencatat kondisi langka Yesus berkeringat titik2 darah di taman Getsemani (Luk 22:44). 

Lukas juga mengejutkan lewat fenomena ayat kami di Kisah Para Rasul. Tiba2 saja narasi yang awalnya pakai kata ganti mereka berubah drastis jadi kami (Kis 16:10). 

Artinya simpel banget, sang tabib akhirnya secara fisik gabung nongkrong di rombongan perjalanannya Paulus.

Yohanes
Saya lebih setuju kalau penulisnya sebuah komunitas, jejak nya keliatan dan saya pernah menuliskan. Tapi, baik kali  kita memakai argumen yg klasik, anak nelayan galilea. Terakhir si anak nelayan dari Galilea. Ini bukti kuat banget. Dia hafal ketepatan topografi Yerusalem sebelum hancur tahun 70 Masehi. Mulai dari kolam Betesda, kolam Siloam, sampai Litostrotos atau Gabata tempat Pilatus mangkal (Yoh 19:13). 

Pengetahuan adat istiadat Yahudinya juga sangat mendalam. Dia paham detail upacara hari raya Pondok Daun, ritual penyucian Yahudi, sampai aturan ketat hari Sabat dan persiapan Paskah. 

Soal jejak periferal juga gila2an. Kalau tiga injil lain nyebut kejadian secara umum, Yohanes ini ingat waktu yang spesifik kayak jam sepuluh atau jam enam, hafal jumlah ikan tangkapan yang pas 153 ekor, sampai mencatat memori sensorik bau parfum narwastu yang memenuhi seluruh ruangan yang sama sekali nggak disinggung 3 injil lainnya (Yoh 12:3) yang membuktikan dia hadir di situ.

Terus gimana ceritanya nelayan udik, Yohanes, bisa punya akses VIP melenggang masuk ke pengadilan elit Kayafas. Usut punya usut ternyata keluarga Zebedeus ini adalah pemasok ikan asin berkualitas tinggi langganan para imam besar (Yoh 18:15-16). Relasi bisnis nih. 

Dia juga punya gaya anonimitas terpola di mana dia nggak pernah nyebut nama anak2 Zebedeus secara individual. 

Terus di sepanjang injilnya dia nggak pernah sekalipun repot2 nulis gelar Yohanes Pembaptis (Yoh 1:6). Dia cuma nulis Yohanes doang. Kenapa? 

Lha ngapain dia ngasih gelar pembeda, wong di seluruh naskahnya dia sendiri milih menyembunyikan namanya dan pakai nama samaran murid yang dikasihi. 

Karena nama aslinya sengaja nggak pernah dia tulis, otomatis pembaca nggak bakal ketukar antara dia dan si tukang baptis itu. Jenius kan.

Gereja Katolik dari dulu nggak pernah panik menghadapi bedah anatomi sejarah model begini. 

Magisterium Gereja justru mengajarkan dengan sangat indah bahwa Allah memang berkenan memakai manusia seutuhnya beserta segala sifat dan kemampuannya untuk menuliskan kebenaran ilahi (Konstitusi Dogmatis Dei Verbum 11). 

Pilar Tradisi Suci kita selalu menjaga kepingan sejarah ini agar tidak melenceng. Roh Kudus itu bukan bos galak yang mendikte kata per kata dari langit. 
Dia mengilhami para penulis ini untuk merajut memori historis mereka menggunakan gaya yang sangat manusiawi.

Pada akhirnya iman kita itu bukan dongeng yang ngawang2 di awan. Iman kita napak kuat di atas sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan. Dari orang2 biasa yang punya masa lalu gelap, telanjang ketakutan, sampai yang punya jalur orang dalam, Tuhan merajut mahakarya keselamatan yang abadi.


๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐˜ƒ๐˜€. ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ Guru A sudah mengajar selama sepuluh tahun. Dari tahun kesatu sampai tahun kesepuluh cara ...