๐ง๐ถ๐๐ถ๐ธ ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ธ๐ผ๐๐๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐]
4 Juni 2023
๐ผ๐๐๐ง๐ก๐๐ ๐ข๐๐ง๐๐ ๐!
Minggu lalu umat Kristen merayakan Pentakosta. Hari raya Pentakosta Yahudi pertama sesudah kematian dan kebangkitan Yesus secara tradisi menjadi hari lahir Gereja. Pentakosta, yang sebelumnya merupakan festival atau pesta syukur panen masyarakat Yahudi, oleh Gereja diberi muatan pencurahan Roh Kudus.
Pada waktu itu umat Kristen masih dari bangsa Yahudi. Perbedaannya mereka percaya bahwa Yesus adalah Kristus atau Mesias. Kristen dan Yahudi masih hidup rukun. Kerukunan mula terusik dan berubah dahsyat ketika bangsa Yahudi memberontak terhadap Pemerintah Roma pada sekitar tahun 66 ZB. Umat Kristen cinta bangsa dan budaya Yahudi, tetapi mereka memegang teguh ajaran Yesus untuk mengamalkan kasih. Mereka tidak mau ikut angkat senjata seperti kaum Zelot.
Pada tahun 70 ZB Jenderal Titus menghancurkan Bait Allah di Yerusalem dan memadamkan pemberontakan. Bagi bangsa Yahudi kehancuran Bait Allah adalah akhir zaman. Mereka terguncang. Kaum Farisi, yang sejak semula menolak Yesus, mengambil alih kepemimpinan agama Yahudi. Mereka menekankan Taurat dan tradisi leluhur sebagai satu-satunya penangkal malapetaka. Umat Kristen diusir dari masyarakat Yahudi dan dikucilkan.
Umat Kristen kebingungan karena mereka tidak sepaham dengan orang Yahudi pada pihak satu, tetapi mereka berakar kuat dalam Yudaisme pada pihak lain. Mereka menjadi kelompok asing di lingkungan mereka sendiri. Dalam pada itu banyak orang kafir menerima Kristus. Mereka berbeda dari orang-orang Yahudi dan mereka tidak mau menerima gaya hidup Yudaisme karena mereka dari budaya Grika. Umat Kristen dari kalangan Yahudi seperti kehilangan jatidiri. Dalam krisis inilah penulis Injil Matius hendak mengatasinya. Banting stir!
Pengarang Injil Matius membimbing Jemaatnya bahwa Injil bukan untuk orang-orang Yahudi saja, melainkan untuk segala bangsa. Pada mulanya Injil diwartakan kepada orang-orang Yahudi, tetapi ditolak, kemudian Injil diberitakan kepada bangsa lain. Mereka justru menerima. Hal ini dapat dilihat dari pembukaan Injil Matius yang orang-orang Majus datang menyembah Yesus, sedang Raja Herodes malah hendak membunuh Yesus.
Jemaat Matius tampaknya Gereja yang sudah cukup mapan dalam arti mereka sudah terorganisasi cukup rapi dengan liturgi yang teratur. Sebagai contoh Jemaat Matius sudah menggunakan formula baptisan ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฉ ๐๐ถ๐ฅ๐ถ๐ด (Mat. 28:19). Bandingkan dengan Jemaat Lukas (Kis. 2:38; 10:48) dan Jemaat bentukan Rasul Paulus di Korintus (1Kor. 6:11) yang masih dibaptis dengan formula ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ถ๐ด.
Jemaat Matius sudah diorganisasi oleh para pemimpin. Para pemimpin itu bertindak dengan wibawa Tuhan. Namun, tidak semua pemimpin itu terandalkan. Di antara mereka ada yang menjadi ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข. Sasaran pembaca Injil Matius adalah warga Jemaat Matius yang sudah cukup tua, berumur 40-an, karena merekalah sumber konflik.
Hari ini adalah Minggu pertama sesudah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 28:16-20 yang didahului dengan Kejadian 1:1-2:4a, Mazmur 8, dan 2Korintus 13:11-13.
Bacaan Injil Minggu ini perikopnya diberi judul oleh LAI ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ต๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ. Konteks terdekat Matius 28:16-20 adalah pasal 26 -28 ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฃ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ. Keseluruhan pasal itu berbentuk narasi.
Sebelum masuk ke pembahasan bacaan, baiklah kita meninjau sekilas kisah yang mendahului perikop Minggu ini. Dua perempuan, Maria Magdalena dan Maria yang lain, pergi untuk menengok kubur Yesus. Mereka mengalami gempa dahsyat dan melihat malaikat Tuhan menggulingkan batu besar penutup kubur Yesus. Mereka kemudian masuk ke kubur (berbentuk goa), tetapi tidak ada jenazah Yesus. Di dalam kubur malaikat Tuhan berkata kepada mereka, “๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฃ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต, ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ-๐๐บ๐ข. ๐๐ข๐ณ๐ช, ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐๐ข ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช. ๐๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ฆ ๐๐ข๐ญ๐ช๐ญ๐ฆ๐ข; ๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐๐ช๐ข.” (Mat. 28:5-7).
Dua perempuan itu segera pergi dari kubur itu dengan takut dan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus (Mat. 28:8). Tiba-tiba Yesus-Paska menjumpai mereka dan berkata, “๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฎ๐ถ!” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Kata Yesus kepada mereka, “๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต. ๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐๐ถ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐๐ข๐ญ๐ช๐ญ๐ฆ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐๐ฌ๐ถ.” (Mat. 28:9-10).
Bacaan Injil Minggu ini mengisahkan 11 murid Yesus (tentu tanpa Yudas Iskariot) berangkat ke Galilea atas perintah Yesus lewat dua perempuan di atas untuk menjumpai Yesus. Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu (Mat. 28:16-17). Mengapa ragu-ragu? Ada dua tafsir.
Pertama. Ada tafsir yang menyebut tubuh kebangkitan Yesus sama sekaligus berbeda dari tubuh Yesus sebelum kematian seperti dalam kisah penampakan Yesus di Injil Lukas dan Yohanes. Di sana para murid tidak langsung mengenali Yesus. Bahasa Jawanya ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ. Namun, kalau kita melihat perjumpaan pertama Yesus dengan Maria Magdalena dan Maria yang lain, kedua perempuan ini tidak ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ kepada Yesus (Mat. 28:9-10). Jadi, murid-murid yang ragu-ragu tampaknya bukan karena ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ.
Kedua. Mari kita telisik perkataan Yesus sebelumnya kepada dua perempuan itu “… ๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐จ๐๐ช๐๐๐ง๐-๐จ๐๐ช๐๐๐ง๐-๐๐ช …” (ay. 10). Di sana Yesus tidak menyebut ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐๐ถ, melainkan ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐๐ถ.
Dalam Injil Matius tampaknya perubahan sebutan dari ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐๐ถ menjadi ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐๐ถ adalah bentuk pengampunan. Para murid merasa gagal dan takut mendampingi Yesus dalam masa sengsara-Nya. Untuk membangkitkan percaya diri para murid dan untuk menunjukkan bahwa Yesus-Paska tidak marah atas kegagalan mereka, Yesus-Paska mengubah sebutan lebih akrab dengan ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข-๐๐ถ. Tafsir ini didukung dengan perikop sesudahnya. Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi menyuap serdadu-serdadu penjaga kubur Yesus untuk menyebarkan ๐ฉ๐ฐ๐ข๐น mayat Yesus dicuri oleh murid-murid Yesus (Mat. 28:11-15). Di sini para murid akan menghadapi masalah lebih berat lagi karena mereka akan menjadi tersangka pembuat ๐ฉ๐ฐ๐ข๐น Yesus bangkit yang mengganggu ketertiban dan ketenteraman Yudea, wilayah jajahan Romawi. Tampaknya Yesus hendak membangkitkan rasa percaya diri para murid. Meskipun Yesus sudah mengubah sebutan kepada murid-murid, tampaknya beberapa murid ragu-ragu dan mengira Yesus masih marah.
Yesus mendekati mereka dan berkata, “๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ข๐ด๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช.” (ay. 18). Yesus kemudian memberi tiga perintah (ay. 19-20).
Perintah Yesus, “Pergilah,
1. jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan
2. baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan
3. ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”
Ketiga perintah itu adalah satu-kesatuan, yang kemudian dikenal sebagai ๐๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ต ๐๐จ๐ถ๐ฏ๐จ atau ๐๐ฉ๐ฆ ๐๐ณ๐ฆ๐ข๐ต ๐๐ฐ๐ฎ๐ฎ๐ช๐ด๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ. Dalam praktik penekanan Amanat Agung hanya pada perintah pertama dan kedua.
Ternyata dalam sejarah misi Gereja purba sampai abad ke-18 ayat ini tidak dijadikan landasan. Teks ini baru dibicarakan secara pejal di Gereja-Gereja berbahasa Jerman pasca-reformasi. Pada abad ke-19 Gereja-Gereja di Inggris baru menyebut dan memahaminya sebagai Amanat Agung. Adalah suatu kebetulan pemahaman ini bertumpangsusun (๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฑ) dengan kejayaan kolonialisme Barat. Kejayaan dan semangat kolonialisme itu tidak didasari Amanat Agung. Namun, kita tidak dapat mengelak bahwa ada badan misi Kristen yang membonceng para kolonialis itu terutama kolonialis mapan.
Rupanya para pengemban Amanat Agung itu melupakan perintah Kristus yang justru amat sangat penting, yang ironisnya merupakan bagian langsung tak terpisahkan dari teks Amanat Agung itu sendiri: ๐ผ๐๐๐ง๐ก๐๐ ๐ข๐๐ง๐๐ ๐ ๐จ๐๐๐๐ก๐ ๐จ๐๐จ๐ช๐๐ฉ๐ช ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐ก๐๐ ๐๐ช๐ฅ๐๐ง๐๐ฃ๐ฉ๐๐๐ ๐๐ฃ ๐ ๐๐ฅ๐๐๐๐ข๐ช. Apa yang diajarkan? Tentu saja seluruh narasi Injil Matius. Konsekuensi logisnya Amanat Agung menjadi tidak esensial.
Kita ambil contoh Matius pasal 5 – 7 yang disebut oleh LAI sebagai ๐๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ถ๐ฌ๐ช๐ต. Ajaran dalam tiga pasal itu tentang dasar hidup para pendengar bermasyarakat. Baku bahagia menurut Yesus berbeda sama sekali menurut pemahaman banyak orang. Yang sungguh menggelikan teks Matius 7:12 kerap disingkirkan atau pura-pura dilupakan oleh orang Kristen ๐๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ช ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข. ๐๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ด๐ช ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข๐ฃ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฃ๐ช.
Kisah Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32-39) juga kerap ditenggelamkan oleh kisah Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13-21). Kisah di Matius 15 terjadi di daerah bukan basis Yahudi. Yesus memberi makan mereka. Setelah mereka kenyang, Yesus menyuruh mereka pulang. Orang Inggris bilang, “๐๐ฉ๐ข๐ต’๐ด ๐ช๐ต!” Tidak ada kisah pertobatan. Apabila narasi terus berjalan kita akan berjumpa dengan perikop ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฌ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ (Matius 25:31-46). Siapakah yang akan selamat menurut Yesus dalam perikop ini? ๐ฌ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ผ๐น๐ผ๐ป๐ด ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ถ ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด-๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ป, ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด-๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ด๐ถ๐ป๐ฎ๐น, ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฝ ๐ต๐ถ๐ป๐ฎ ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐บ๐ฎ๐๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐!
Dalam ๐๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ถ๐ฌ๐ช๐ต Yesus juga menekankan menjadi baik bukanlah inti dalam mengikuti-Nya sebagai murid. Berbuat baik juga dikejar oleh orang-orang yang tak mengenal Allah. Yesus sendiri bersikap positif kepada orang-orang yang berbuat baik, meskipun tak mengenal Allah, akan tetapi menjadi murid Yesus jangan diturunkan derajatnya hanya sekadar menjadi baik. Menjadi murid Kristus yang baik tetapi tidak mengaitkan imannya pada permasalahan struktural, hanya berpumpun pada dosa individual, tetapi abai pada dosa struktural di dalam masyarakat, belumlah menghayati hakikat ๐๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ถ๐ฌ๐ช๐ต.
Dari penjelasan ringkas di atas perintah ๐๐๐๐ง๐ก๐๐ bukan semata-mata lewat tuturan kata, namun lewat gaya hidup. Yesus sudah mencontohkan gaya hidup hamba seperti dalam teks Matius 12:15b-21. Bergaya hidup hamba berarti dengan segala kerendahhatian mengamalkan ajaran Kristus dalam narasi Matius secara serbacakup. Kita adalah murid Yesus. Namun yang sering terjadi murid membuat diri lebih terkenal daripada Gurunya. Ironisnya lagi pengajaran pendeta dari mimbar lebih banyak tema doktriner ๐ค๐ฉ๐ช๐ญ๐ฅ๐ช๐ด๐ฉ. Secara didaktik ini tidak menopang, melainkan menggemburkan fondasi. Pijakan makin lemah. Umat tetap bodoh dan kekanak-kanakan.