SUDUT PANDANG YOHANES 3:1-17 ๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ฎ๐ต๐ถ๐ฟ-๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐
PENGANTAR
Kalau mau bicara tentang ekologi, atau peduli sampah atau jangan menambang tanpa perimbangan pemeliharaan alam, memelihara secara maksimal dan mengusahakan secukupnya untuk alam, seharusnyalah kita mulai dengan ke ber iman an kita dulu, bagaimana kita meneladan dan menghormati pengajaran Kristus. Di satu sisi ada sinode Gereja yang berani bicara TIDAK MENERIMA PERSEMBAHAN ATAU BANTUAN BENCANA DARI UMAT PENGUSAHA TAMBANG, tetapi tahu tidak? ada sinode yang menyekolahkan kelanjutan studi pendeta-pendetanya dari persembahan umat yang pengusaha tambang, dan sinode itu ikut berteriak tentang pertobatan ekologi, lucu kan, pingin ketawa. Tema besar Paskah 2026 kali ini adalah "Kebangkitan Kristus Memperbarui Ciptaan" (Matius 28:1-10). Tema ini
mengundang kita untuk merenung di masa Prapaskah selama 40 sebelum Paskah, dimulai dari Perayaan Rabu Abu, tentang perjalanan spiritualitas kita sebagai umat Tuhan yang tidak pasti. Melalui masa Prapaskah ini umat Tuhan diajak untuk
bertobat, membersihkan diri dari dosa dan memperdalam
hubungan kita dengan Tuhan melalui doa, puasa atau pantang, maupun memperbanyak tindakan kasih.
Bagaimana cara memperbanyak tindakan kasih khususnya
dalam rangka "Memperbarui Ciptaan Tuhan" di dunia ini?
Langkah awal untuk menghadapi ketidakpastian ini adalah dengan berjalan bersama Tuhan dengan pasti, iman meneladan Kristus dan menghormati pengajaran Kristus. Inilah modal
dasar yang akan menghantar setiap umat Tuhan untuk
menjalani suka duka kehidupan di masa kini dan nanti.Minggu 01 Maret 2026, Jargon ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐๐ข๐ฉ๐ช๐ณ-๐๐ข๐ณ๐ถ (๐๐ฐ๐ณ๐ฏ-๐๐จ๐ข๐ช๐ฏ ๐๐ฉ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ข๐ฏ) tak lepas dari penafsiran ideologis dari kelompok Kristen tertentu terhadap teks Yohanes 3:1-17. Bahkan untuk menjadi mahasiswa teologi di sekolah teologi tertentu calon wajib mengisi kapan ia lahir-baru secara rinci. Padahal apabila kita membaca secara teliti teks tersebut, Nikodemus terpeleset homonim dalam dialog dengan Yesus. Gaya petulis Injil Yohanes memang gemar membuat lawan bicara Yesus terpeleset sehingga ada ruang besar bagi Yesus untuk menjelaskan panjang-lebar.
PEMAHAMAN
Dalam berbahasa kita acap bersua dengan homonim. Apa itu? Homonim ditakrifkan (๐ฅ๐ฆ๐ง๐ช๐ฏ๐ฆ๐ฅ) sebagai kata yang sama pelafalan atau pengucapan dan ejaannya, tetapi berbeda makna karena berasal dari sumber yang berbeda. Kita juga sering melihat homonim dijadikan ๐ฑ๐ญe๐ดe๐ต๐ข๐ฏ. Contoh: “Di sini karyawan harus banyak bisanya.” kata seorang manajer kepada calon karyawan yang hanya memiliki keterampilan terbatas. Calon itu menjawab, “Pak, saya bukan ular kobra, ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ banyak bisanya.”
Contoh lagi: “Bukankah tadi sudah saya beri tahu?” kata Budi kepada Ali. Ali menjawab, “Saya tadi makan tempe, bukan tahu.”
Di dalam Alkitab, secara khusus Injil Yohanes, ada homonim yang dijadikan ๐ฑ๐ญe๐ดe๐ต๐ข๐ฏ. Pendengar terpeleset, tetapi kemudian bangun lagi sesudah dikoreksi oleh si penutur. Namun, pembaca masa kini terpeleset dan tidak mau bangun lagi. Istilah ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ-๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ (๐ฃ๐ฐ๐ณ๐ฏ-๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฏ) yang terkenal di kalangan evangelikal berasal dari hasil ๐ฑ๐ญe๐ดe๐ต๐ข๐ฏ, tetapi mereka tidak mau dikoreksi oleh si penutur.
Hari ini adalah Minggu kedua Pra-Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Yohanes 3:1-17(21) yang didahului dengan Kejadian 12:1-4a, Mazmur 121, dan Roma 4:1-5, 13-17.
Di Injil Lukas ada tokoh khas Injil Lukas. Namanya Zakheus, si pemungut cukai. Tidak ada tokoh Zakheus di Injil Matius, Markus, dan Yohanes. Di Injil Yohanes juga ada tokoh khas Injil Yohanes. Namanya Nikodemus. Tidak ada tokoh Nikodemus di Injil sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas).
Ada tiga adegan Nikodemus di dalam Injil Yohanes.
๐ด Nikodemus bercakap-cakap dengan Yesus pada waktu malam hari (Yoh. 3:1-21).
๐ด Nikodemus membela Yesus di hadapan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi (Yoh. 7:45-52).
๐ด Nikodemus merempah-rempahi jenazah Yesus dan menguburkan-Nya (Yoh. 19:38-42).
Bacaan Injil Minggu ini menampilkan adegan pertama. Latar waktu percakapan antara Nikodemus dan Yesus pada malam hari dan terjadi dalam masa perayaan Paska di Yerusalem (lih. Yoh. 2:23), tetapi latar tempat tidak jelas. Dengan menelisik bagian lain Injil Yohanes sangat boleh jadi latar tempat percakapan tersebut di Yerusalem. Sebagai pemimpin Yahudi sangat cocok Nikodemus berada di Yerusalem (Yoh. 4:13, 23-25) yang kelak akan ditampilkan kembali di Yohanes 7:50-51 dan 19:39. Di Yohanes 7:50-51 Nikodemus ditampilkan untuk membela Yesus yang akan ditangkap imam-imam kepala dan orang Farisi. Di Yohanes 19:39 Nikodemus dimunculkan lagi untuk menguburkan jenazah Yesus.
Pemilihan latar waktu malam hari itu tampaknya bukan sekadar keterangan waktu, melainkan lebih bermakna simbolik, ini sastra Yunani maupun Ibrani kuno sama. ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ pada umumnya berkonotasi negatif di Injil Yohanes (Yoh. 9:4; 11:10; 13:30), secara sastra Yunani atau Ibrani kuno juga sama. Nikodemus sebagai pemimpin Yahudi, meskipun cakap dalam ilmu agama, ia hidup dalam kegelapan. Bandingkan dengan percakapan Yesus dengan perempuan Samaria pada waktu siang ๐ฌ๐ช๐ณ๐ข-๐ฌ๐ช๐ณ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด (Yoh. 4:6) yang jarak bacaannya tidak jauh dari adegan percakapan Yesus dan Nikodemus, hal yg dibandingkan atau berkebalikan sering di pakai dalem sastra zaman itu.
Percakapan Yesus dan Nikodemus diawali dengan keterangan waktu ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ (Yoh. 3:2) dan diakhiri dengan ucapan Yesus tentang terang dan kegelapan (ay. 19-21). Nikodemus tampaknya kembali ke hidup terang. Hal ini ditunjukkan dengan adegan Nikodemus membela Yesus di hadapan para imam kepala dan orang-orang Farisi (Yoh. 7:45-52) dan Nikodemus merempah-rempahi jenazah Yesus lalu menguburkan-Nya (Yoh. 19:38-42).
Dalam percakapan dengan Yesus itu Nikodemus terpeleset oleh ucapan Yesus. Di ayat 2 Nikodemus berkata kepada Yesus, "๐๐ข๐ฃ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข-๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข.” (TB II 2023).
Di ayat 3 ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ธ๐ข๐ฃ, “๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐๐ฃ๐ฃe๐ฉ๐e ๐๐ฃo๐ฉ๐๐๐ฃ, ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ."
Dalam mendengar frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ ini Nikodemus terpeleset. In mencerap (๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ช๐ท๐ฆ) ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ sebagai ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช. Padahal yang dimaksud oleh Yesus adalah ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด, bukan ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช. LAI menerjemah ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ menjadi ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช dan NIV ๐ฃ๐ฐ๐ณ๐ฏ ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฏ sehingga pembaca masa kini ikut terpeleset. Dalam pada itu NRSV menerjemah ayat 3 menjadi ๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ข๐ฏ๐ด๐ธ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐ฉ๐ช๐ฎ, “๐๐ฆ๐ณ๐บ ๐ต๐ณ๐ถ๐ญ๐บ, ๐ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ญ ๐บ๐ฐ๐ถ, ๐ฏ๐ฐ ๐ฐ๐ฏ๐ฆ ๐ค๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฆ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฐ๐ฎ ๐ฐ๐ง ๐๐ฐ๐ฅ ๐ธ๐ช๐ต๐ฉ๐ฐ๐ถ๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ค๐ง๐ฃ ๐๐ง๐ค๐ข ๐๐๐ค๐ซ๐.”
Kesalahan cerapan Nikodemus terhadap frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ bukanlah teologis, melainkan memang terpeleset dalam berbahasa. Hal ini dapat kita lihat dari ucapan Nikodemus dalam menanggapi frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ dari Yesus. Ayat 4: ๐๐ข๐ต๐ข ๐๐ช๐ฌ๐ฐ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐บ๐ข, "๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ถ๐ข? ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ข ๐ข๐๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐ข๐๐๐ก๐ ๐ ๐ ๐๐๐ก๐๐ข ๐ง๐๐๐๐ข ๐๐๐ช๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ฃ ๐๐๐ก๐๐๐๐ง๐ ๐๐ฃ ๐ก๐๐๐?" (TB II 2023). Gaya ๐ฑ๐ญe๐ดe๐ต๐ข๐ฏ ini khas Injil Yohanes. Bandingkan dengan cerapan perempuan Samaria tentang air hidup di Yohanes 4:11.
Yesus kemudian menjelaskan maksud frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ. Ayat 5-7: ๐๐ข๐ธ๐ข๐ฃ ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด, “๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฉ, ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ซ๐ข๐ด๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ง๐ข๐ต ๐ซ๐ข๐ด๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฐ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ง๐ข๐ต ๐ณ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด gennฤthฤnai anลthen (๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด).” Dari jawaban Yesus ini sangat jelas bahwa Yesus tidak mengatakan ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช, melainkan ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด atau dilahirkan dari air dan Roh. Tidak ada sebutan lahir-kembali atau lahir-baru. Yang menyebut ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช adalah Nikodemus karena terpeleset.
Tidak ada lagi ucapan Nikodemus sesudah penjelasan Yesus tersebut. Tokoh Nikodemus menghilang. Namun, kita dapat menafsir Nikodemus memahami ucapan Yesus bukanlah dilahirkan kembali atau lahir baru, melainkan dilahirkan dari atas. Hal ini tampak dalam beberapa adegan Nikodemus yang ditampilkan lagi dalam pasal-pasal selanjutnya di Injil Yohanes.
Injil Yohanes ditulis oleh Komunitas Yohanes yang dikucilkan dan dianiaya oleh penguasa Yahudi. Selain itu mereka juga dirongrong dari dalam oleh Sekte Gnostik dan para pengikut Yohanes Pembaptis. Injil Yohanes berisi pertarungan teologi antara Komunitas Yohanes, penguasa agama Yahudi, murid-murid Yohanes Pembaptis, dan Sekte Gnostik.
Dari latar belakang penulisan Injil Yohanes tersebut sila simak sekali lagi frase jawaban Yesus ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฉ. Air merupakan materi pembersih/pemurni (๐ด๐ข๐ค๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐ฎ๐ข๐ต๐ต๐ฆ๐ณ) untuk memeroleh energi ilahi dan konsekrasi. Air di sini merujuk ritual pembaptisan. Makna pembaptisan adalah kemakbulan air sebagai pemurni dan inisiasi eksklusif ke dalam Komunitas Yohanes. Pembaptisan berarti dilahirkan dari atas.
Dengan demikian anda, para Kristen “tradisional”, yang begitu lahir ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ต sudah Kristen (karena sudah dibaptis), sesungguhnya sudah ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ, dilahirkan dari atas. Tidak perlu ikut-ikutan slogan keliru ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ-๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ atau ๐ฃ๐ฐ๐ณ๐ฏ-๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฏ ๐๐ฉ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ข๐ฏ. Para ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ-๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ itu justru adalah Nikodemus-Nikodemus yang terpeleset.
(05032023)(TUS)