Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด
Matius 9:35 – 10:8 (9-23) [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐๐๐ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ธ๐ผ๐๐๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐], ๐ฝ๐๐ง๐๐ ๐๐ฃ๐ก๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐ง๐๐ฉ๐๐จ!
PENGANTAR
Minggu 14 Juni 2026, Saat ini kita memasuki Minggu ke-3 setelah Pentakosta. Pencurahan
Roh Kudus kepada orang percaya mengandung perutusan untuk melanjutkan karya pelayanan Tuhan bagi manusia. Melalui bacaan Injil kita diajak untuk meneladan karya Yesus yang didasarkan pada belas kasih. Pewartaan dengan tema “Pewarta Belas Kasih” akan lebih memusatkan perhatian pada bacaan Injil dari leksionari hari ini. Meskipun demikian bacaan pertama (PL) dan bacaan rasuli (surat-surat) dalam leksionari Minggu ini akan dijadikan
sebagai dasar mengapa pewartaan belas kasih harus dilakukan.
Kitab-kitab Injil bukanlah laporan jurnalistik historis objektif. Para pengarang Injil menulis kisah teologis tentang hidup dan karya Yesus. Kitab-kitab itu ditulis bukan untuk orang-orang Kristen di Indonesia, melainkan untuk kalangan atau jemaat tertentu yang sedang mengalami persoalan dan pergolakan dahsyat. Itulah sebabnya terjadi perbedaan kronologi, geografi, nama tokoh cerita, dan bahkan ucapan Yesus.
Meskipun kitab-kitab Injil bukan laporan jurnalistik historis objektif, dalam kisah teologis itu ada jejak sejarah. Contoh, Matius 22:7 ๐๐ถ๐ณ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ณ๐ข๐ซ๐ข ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ-๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฐ๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข. Dari sini kita dapat menimbang bahwa Injil Matius ditulis sesudah tahun 70 ZB setelah Bait Allah II di Yerusalem diruntuhkan oleh pasukan Romawi. Kota ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข adalah kota orang Yahudi, yakni Yerusalem. Jadi, ๐ฌ๐ฒ๐ฟ๐๐๐ฎ๐น๐ฒ๐บ ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ผ๐๐ฎ ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป, apalagi kota suci.
Hari ini adalah Minggu ketiga sesudah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 9:35 – 10:8 yang didahului dengan Kejadian 18:1-15, (21:1-7), Mazmur 116:1-2, 12-19, dan Roma 5:1-8.
Bacaan Injil hari ini terdiri atas tiga perikop yang bersambungan. Perikop Matius 9:35-38 diberi judul ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ merupakan bagian akhir pasal 9, perikop Matius 10:1-4 ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ญ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ณ๐ข๐ด๐ถ๐ญ merupakan bagian awal pasal 10, sedang Matius 10:5-8 merupakan bagian awal perikop Matius 10:5-15 yang berjudul ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ณ๐ข๐ด๐ถ๐ญ.
๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ต:๐ฏ๐ฑ-๐ฏ๐ด
Bacaan Injil diawali dengan semacam rangkuman Yesus berkeliling ke semua kota dan desa di Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka; Ia mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan (๐ต๐ฐ ๐ฆ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฐ๐ฏ ๐ต๐ฆ̄๐ด ๐ฃ๐ข๐ด๐ช๐ญ๐ฆ๐ช๐ข๐ด) serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan (Mat. 9:35). Rangkuman ini mirip dengan Matius 4:23.
Dalam TB II 1997 dan TB II 2023 di Matius 9:35 ada kata ganti empunya ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข (๐ข๐ถ๐ต๐ฐ̄๐ฏ) dalam frase ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ-๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฃ๐ข๐ฅ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข. Pengarang Injil Matius hendak menyampaikan bahwa sinagog bukan lagi tempat ibadat jemaat Kristen (Jemaat Matius). Ini merupakan jejak sejarah bahwa Injil Matius ditulis sesudah Bait Allah dihancurkan oleh Romawi pada 70 ZB yang membuat kebencian pemimpin Yahudi terhadap umat Kristen memuncak. Umat Kristen dianggap biang-sial bagi umat Yahudi. Mereka kemudian mengusir dan mengucilkan jemaat Matius termasuk melarang umat Kristen menggunakan sinagog.
๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข๐ณ dalam frase ๐๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข๐ณ diterjemahkan dari kata ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ข๐ด๐ฌo๐ฏ. NRSV juga menerjemahkannya sama ๐ต๐ฆ๐ข๐ค๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ, bukan ๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ข๐ค๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ (berkhotbah).
Melihat orang banyak itu Yesus tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan telantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. (Mat. 9:36)
TB II 2023 masih menggunakan kata bahasa Indonesia yang salah ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ. Frase ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ menerjemahkan bahasa aslinya yang hanya satu kata ๐ฆ๐ด๐ฑ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ฏ๐ช๐ด๐ต๐ฉe. Akar katanya adalah ๐ด๐ฑ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ฏ๐ข yang berarti literal usus atau isi perut, yang oleh orang Yahudi diyakini sebagai pusat emosi. Saya saat stres biasanya mengalami gangguan perut. Bagaimana dengan anda?
Frase ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข๐ช ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข merupakan pemerian yang diilhami dari teks-teks Perjanjian Lama (PL) seperti kitab Bilangan 27:15-17. Gembala di sini adalah metafor pemimpin politik atau keagamaan. Di luar dunia cerita tampaknya jemaat Matius, meskipun mereka mempunyai gembala, tetapi gembala yang dimetaforkan sebagai serigala berbulu domba (lih. Mat. 7:15).
Yesus kemudian berkata kepada murid-murid-Nya, “๐๐ถ๐ข๐ช๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ถ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข-๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ถ๐ข๐ช๐ข๐ฏ.” (Mat. 9:37-38)
Pemerian tuaian atau panen sangat lazim di PL yang kerap dipautkan dengan penghakiman Allah atau eskatologis (lih. Yes. 27:12 dan YL. 4:13). Di PB (dhi. Injil Matius) nasabah ๐ต๐ถ๐ข๐ช๐ข๐ฏ dan penghakiman Allah akan berlanjut ke Matius 13:36-43. Dalam konteks dua ayat di atas (Mat. 9:37-38) tidak merujuk penghakiman Allah. Penafsiran ini didukung frase ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข-๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ถ๐ข๐ช๐ข๐ฏ. Ayat di atas merujuk orang banyak yang siap sedia menanggapi Injil yang diberitakan Yesus. Namun, pekerja-pekerja tuaian sedikit sehingga Yesus menyuruh murid-murid-Nya meminta kepada Allah, Sang Empunya tuaian, mengirim para pekerja tuaian. Untuk apa? Ya, itu tadi untuk mengurusi ๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข-๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข tersebut. Kerap terjadi di Gereja yang hanya berpumpun pada berdoa untuk mendapatkan kolekte dan persepuluhan, tetapi lalai berdoa meminta para pekerja untuk mengurusi warga jemaat yang lelah dan telantar.
๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ญ๐ฌ:๐ญ-๐ฐ
Bacaan berlanjut ke pasal 10. Yesus memanggil ke-12 murid-Nya dan memberi mereka kuasa mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama, Simon yang disebut Petrus dan Adreas saudaranya, lalu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. (Mat. 10:1-4)
Inilah untuk kali pertama pengarang Injil Matius menyebut ke-12 murid tiga kali berturut-turut (Mat. 10:1, 2, 5). Angka 12 tentulah berpautan dengan 12 suku Israel. Dua belas murid menyimbolkan ๐๐ด๐ณ๐ข๐ฆ๐ญ ๐๐ข๐ณ๐ถ. Yesus adalah ๐๐ถ๐ด๐ข ๐๐ข๐ณ๐ถ. Dalam Injil Matius istilah rasul (๐ข๐ฑ๐ฐ๐ด๐ต๐ฐ๐ญo๐ฏ) merujuk 12 murid (๐ฎ๐ข๐ต๐ฉe๐ต๐ข๐ด) Yesus.
๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ข๐ด๐ข di sini Matius hendak menyejajarkan misi ke-12 murid sama dengan misi Yesus. Dalam budaya Yahudi orang kerasukan roh jahat menjadi najis sehingga harus dikucilkan dari komunitas. Yesus memberi ke-12 murid kuasa melakukan eksorsisme agar mereka yang najis menjadi tahir. Juga, Yesus memberi mereka kuasa menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan.
Dalam Injil sinoptis Petrus selalu ditempatkan sebagai murid nomor 1. Injil Yohanes berbeda. Petrus adalah murid nomor 3 atau murid gelombang kedua. Murid gelombang pertama adalah Andreas dan tanpa nama. Keduanya adalah (mantan) murid Yohanes Pembaptis. Tampaknya perbedaan ini adalah jejak atau petunjuk bahwa jemaat atau komunitas penulis Injil Yohanes ini dimusuhi dan didera oleh pemimpin-pemimpin Yahudi sehingga menomorduakan Petrus yang teologinya pro-Yahudi di dunia nyata. Yang menarik adalah pasangan terakhir: Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ฉ๐ช๐ข๐ฏ๐ข๐ต๐ช ๐๐ช๐ข (Yesus). Zelot adalah gerakan ultra-nasionalis. Merekalah yang mengobarkan pemberontakan terhadap Pemerintah Roma. Iskariot bukan nama diri Yudas. Diduga nama Iskariot di belakang Yudas ditambahkan atau diberikan oleh jemaat Kristen di masa kemudian. Tampaknya Yudas juga anggota Zelot. Iskariot berpautan dengan kata ๐๐ณ๐ข๐ฎ๐ฆ๐ข yang berarti si palsu atau penipu. Tampaknya Matius menulis ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ฉ๐ช๐ข๐ฏ๐ข๐ต๐ช ๐๐ช๐ข sebagai penjelasan nama Iskariot. Ada ahli yang menduga Yudas mengkhianati Yesus karena Ia tidak mau mendukung ideologi Zelot. Perhatikan juga cara Matius menyebut nama-nama murid. Berpasangan dua-dua. Mengapa? Tampaknya Matius suka pada nilai atau angka dua. Ayat-ayat dari Injil Matius di bawah mendukung tafsir ini:
• Anak-anak yang dibunuh Herodes adalah mereka yang berumur ๐ฑ๐๐ฎ tahun ke bawah (2:16).
• Murid-murid pertama Yesus adalah ๐ฑ๐๐ฎ orang bersaudara (4:18).
• Nelayan yang dipanggil Yesus untuk menjadi murid-Nya adalah ๐ฑ๐๐ฎ orang bersaudara juga (4:21).
• Ajaran Yesus: jika ada yang memaksamu berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh ๐ฑ๐๐ฎ mil! (5:41)
• Di Gadara bukan hanya satu orang yang dirasuk setan, melainkan ๐ฑ๐๐ฎ orang (8:28).
• Di perjalanan-Nya Yesus menyembuhkan mata ๐ฑ๐๐ฎ orang buta (9:27).
• Jika ada suatu perkara, jumlah saksi minimum adalah ๐ฑ๐๐ฎ oang (18:16).
• Yesus berjanji akan hadir jika ada minimum ๐ฑ๐๐ฎ orang berkumpul dalam nama-Nya (18:20).
• Murid-murid Yesus yang meminta tempat khusus adalah ๐ฑ๐๐ฎ orang bersaudara (20:20).
• Ketika keluar dari Yerikho, bukan hanya satu, melainkan ๐ฑ๐๐ฎ orang buta yang disembuhkan Yesus (20:34).
• Ada ๐ฑ๐๐ฎ murid yang disuruh menemukan ๐ฑ๐๐ฎ keledai (21:1).
• Mahkamah Agama bahkan membutuhkan kesaksian palsu yang konsisten minimum dari ๐ฑ๐๐ฎ orang saksi (26:60).
• Yesus disalib bersama dengan ๐ฑ๐๐ฎ orang penyamun (27:38).
๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ญ๐ฌ:๐ฑ-๐ด
Ke-12 murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka, “๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ฐ๐ต๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ฎ๐ข๐ณ๐ช๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข-๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ถ๐ฎ๐ข๐ต ๐๐ด๐ณ๐ข๐ฆ๐ญ.” (Mat. 10:5-6)
Mengapa dilarang ke Samaria? Bukankah Injil untuk segala bangsa seperti di Matius 28:16-20?
Pada mulanya umat Kristen (dhi. Jemaat Matius) dari kalangan Yahudi. Matius 10:5 adalah jejak sejarah. Umat Kristen hidup rukun dengan orang Yahudi dan bersama-sama beribadah di sinagog. Pembedanya adalah umat Kristen mengakui Yesus sebagai Kristus atau Mesias. Pada tahun 70 ZB Jenderal Titus menghancurkan Bait Allah di Yerusalem dan memadamkan pemberontakan yang dikobarkan oleh kaum Zelot. Bagi bangsa Yahudi kehancuran Bait Allah adalah akhir zaman. Mereka terguncang. Kaum Farisi, yang sejak semula menolak Yesus, mengambil alih kepemimpinan agama Yahudi. Mereka menekankan Taurat dan tradisi leluhur sebagai satu-satunya penangkal malapetaka. Umat Kristen diusir dari masyarakat Yahudi dan dikucilkan. Untuk itulah Injil Matius ditulis. Banting stir! Pengarang Injil Matius membimbing jemaatnya dari kalangan Yahudi bahwa Injil bukan untuk orang-orang Yahudi saja, melainkan untuk segala bangsa. Pembuka dan penutup Injil Matius menyingkap itu. Matius membuka Injil dengan kelahiran Yesus yang ditolak oleh Raja Herodes, tetapi diterima oleh orang-orang Majus, bangsa lain. Injil Matius diakhiri dengan perintah Yesus memberitakan Injil kepada segala bangsa.
Yesus melanjutkan, “๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ: ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต, ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช, ๐ต๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ช๐ต, ๐ถ๐ด๐ช๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ-๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข-๐ค๐ถ๐ฎ๐ข, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข-๐ค๐ถ๐ฎ๐ข.” (Mat. 10:7-8)
Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah merupakan pusat misi dan berita yang disampaikan oleh Yesus. Dalam PB Yesus sering menjelaskan pengertian Kerajaan Surga melalui perumpamaan-perumpamaan. Hal itu menunjukkan bahwa pengertian Kerajaan Surga sebagai suatu kenyataan baru yang datang dari Allah, yang sukar diperikan dengan kata-kata. Bahkan semua perumpamaan masih belum dapat mencakup seluruh pengertian Kerajaan Surga. Contoh, Kerajaan Surga itu ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ณ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐จ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ 40 ๐ญ๐ช๐ต๐ฆ๐ณ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข (Mat. 13:33, TB II 2023). Dalam Alkitab LAI versi BIS dikatakan ๐๐ฑ๐ข๐ฃ๐ช๐ญ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ, ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ณ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ญ๐ช๐ต๐ฆ๐ณ ๐ต๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐จ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข! Ragi merupakan metafora untuk kenajisan dan kecemaran untuk sesuatu yang marginal di dalam masyarakat yang terklasifikasikan menurut sistem Yudaisme (lih. Kel. 12:19 “…๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐จ๐ช, ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ญ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ข๐ฉ ๐๐ด๐ณ๐ข๐ฆ๐ญ,...”). Kalau Yesus mengatakan bahwa ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ณ๐ข๐จ๐ช itu berarti kekuasaan dan pemerintahan Allah tidak lagi berada di Bait Allah dengan sistem kurbannya yang dijalankan oleh lembaga imamat dari kalangan elitis imam, tetapi berada di antara kalangan yang dalam sistem puritas Yahudi tergolong marginal dan najis. Memberitakan Kerajaan Surga berarti kekuasaan dan pemerintahan Allah tidak lagi berada di Gereja dengan sistem pemerintahannya yang dikuasai kaum elitis pendeta, penatua, rama, dslb., tetapi berada di antara kalangan marginal dan najis yang setiap hari merintih atas ketidakadilan penguasa dalam mengadministrasi keadilan sosial. Memberitakan Kerajaan Surga berarti mengusir roh-roh jahat yang merasuki elitis pejabat gerejawi yang sudah ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ต memamerkan klaim kuasa ilahi yang ada pada dirinya. Memberitakan Kerajaan Surga berarti juga membuat elitis pejabat gerejawi peka bahwa umat dan masyarakat tidak membutuhkan gatra rohaniah saja, tetapi juga badaniah seperti makan, minum, kesehatan, keamanan, dlsb.
Di ayat 8 Yesus menekankan, “๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข-๐ค๐ถ๐ฎ๐ข, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข-๐ค๐ถ๐ฎ๐ข.” Apa yang diperoleh dengan gratis? Kuasa menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang-orang yang sakit kulit, dan mengusir setan-setan. Dalam menggunakan kuasa itu para murid dilarang ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ atau memasang tarif. Harus gratis juga! Para pejabat negara yang diberi kuasa menyelenggarakan negara harusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan gratis. Para pejabat itu sudah diberi gaji dan fasilitas sehingga tidak ada alasan bagi mereka mengambil yang menjadi hak masyarakat. Para pejabat gereja pun juga begitu. Mereka yang diberi kuasa menyembuhkan, kuasa berkhotbah, tidak layak mengejar honor, kolekte, dan persepuluhan. Yang menyedihkan lagi cukup banyak pejabat gereja, yang digaji oleh jemaat, malas belajar, enggan mengembangkan diri (kecuali mengembangkan badan) sehingga pengajaran mereka tidak bermutu, tidak mencerdaskan jemaat.
(08062026)(TUS)