Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ซ๐ซ๐๐ฉ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ธ๐ผ๐๐๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐], ๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ท๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ธ๐ผ
Kalender gerejawi Tahun A atau disebut juga dengan Tahun Matius menyisakan tiga Minggu lagi. Minggu, 29 Nopember 2026, adalah Minggu I Adven yang merupakan awal kalender gerejawi Tahun B atau Tahun Markus.
Di pengujung (bukan penghujung) Tahun A tema yang disajikan adalah eskatologis (penantian kedatangan Yesus kembali) yang didahului dengan sastra apokaliptik (penyingkapan) di Matius 24:1-36. Tulisan itu tampaknya campuran tradisi dan visi Yahudi dengan tradisi dan visi Kristen. Sangat bolehjadi sastra apokaliptik itu dibuat berangkat dari refleksi penulis Injil Matius atas penghancuran Bait Allah oleh Jenderal Titus (bukan saya loh ... Wk .... Wk) pada 70 ZB. Sastra apokaliptik disampaikan dengan bahasa kiasan, perumpamaan, atau ucapan-ucapan bergaya perumpamaan. Pesan utama yang hendak disampaikan adalah berjaga-jagalah karena tak seorang pun tahu waktu kedatangan Yesus kembali.
Hari ini adalah Minggu kedua puluh empat setelah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 25:1-13 yang didahului dengan Amos 5:18-24, Mazmur 70, dan 1Tesalonika 4:13-18.
Bacaan Injil Minggu ini perikopnya diberi judul oleh LAI ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ซ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ. Di bagian akhir Injil Matius kembali Yesus menampilkan perumpamaan tentang Kerajaan Allah (atau Surga). Penekanan perumpamaan pada manifestasi Kerajaan Allah yang akan terjadi pada akhir zaman. Perumpamaan ini berpautan erat dengan perumpamaan sebelumnya: tentang pencuri yang datang pada waktu malam dan hamba yang sedang melakukan tugasnya ketika tuannya datang (lih. Mat. 24:43-51).
Perumpamaan dalam bacaan Injil Minggu ini adalah khas Injil Matius. Fakta sejarah penghancuran Bait Allah oleh Jenderal Titus pada 70 ZB membuat jemaat Kristen limbung. Yesus ๐ฌ๐ฐ๐ฌ tidak datang juga? Di sini penulis Matius hendak menggembalakan umat bahwa kedatangan Yesus kembali tidak ada yang tahu. Tugas umat berjaga-jaga.
Pengulasan bacaan dapat dibagi ke dalam empat bagian.
▶️ Matius 25:1-4 Gadis-gadis bijaksana dan bodoh
▶️ Matius 25:5-7 Suasana tengah malam
▶️ Matius 25:8-12 Krisis minyak
▶️ Matius 25:13 Berjaga-jagalah
๐๐ฎ๐ฑ๐ถ๐-๐ด๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ ๐ฏ๐ถ๐ท๐ฎ๐ธ๐๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ผ๐ฑ๐ผ๐ต (Mat. 25:1-4)
“๐๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ช๐ต๐ถ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช-๐ญ๐ข๐ฌ๐ช. (ay. 1) ๐๐ช๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ช๐ซ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฏ๐ข. (ay. 2) ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ, (ay. 3) ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ซ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ช-๐ฃ๐ถ๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข.” (ay. 4) (TB II 2023)
๐๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ช๐ต๐ถ (๐๐ฐ๐ต๐ฆ) semacam rumus peralihan dari adegan satu ke adegan lain tanpa bermakna kronologis. ๐๐ฐ๐ต๐ฆ di sini dapat juga berarti ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ atau ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต๐ฏ๐บ๐ข (lih. Mat. 11:25; 12:1; 14:1). ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข konstruksinya sama dengan teks Matius 13:24, yang dipautkan dengan isi bagian sebelumnya. Maksudnya kedatangan Yesus akan terjadi suasana serupa dengan isi cerita dalam perumpamaan, yang di sini ditunjukkan dengan istilah ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช-๐ญ๐ข๐ฌ๐ช. ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด diterjemahkan dari ๐ฑ๐ข๐ณ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ช๐ด yang berarti literal perawan. Dalam arti luas mereka adalah perempuan yang belum menikah.
Kata ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ diterjemahkan dari ๐ฎ๐ฐ̄๐ณ๐ข๐ช. Kata yang sama muncul di Matius 5:22 dan 7:26. Kata ini bukan saja ditujukan kepada orang-orang yang tidak berpengetahuan, tetapi juga kepada orang yang tidak mau mendengar perintah Allah. Di dalam kitab-kitab Injil hanya Matius yang menggunakan kata ini. Kata ๐ฃ๐ช๐ซ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฏ๐ข yang diterjemahkan ๐ฑ๐ฉ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐ช๐ฎ๐ฐ๐ช muncul di Matius 7:24. Kata ๐ฑ๐ฉ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐ช๐ฎ๐ฐ๐ช merujuk orang berpengetahuan atau memiliki hati.
Di perumpamaan ini sama sekali tidak menyebut mempelai perempuan. Dari sini dapat ditafsirkan bahwa sepuluh gadis bijaksana dan bodoh itu mengiaskan atau menggambarkan keadaan Jemaat Matius saat itu yang bercampur baur antara yang baik dan buruk, gandum dan ilalang. Warga jemaat yang baik digambarkan sebagai gadis-gadis yang siap dengan minyak cadangan, sedang yang buruk tidak membawa minyak cadangan. Membawa minyak cadangan berarti sudah siap untuk perarakan yang lama. Ini mengumpamakan jemaat yang tekun melakukan melebihi kebenaran para pemimpin Yahudi (Mat. 5:20 – 6:18), mengasihi Allah dan sesama manusia (Mat. 22:37-39), serta berlaku adil, berbelaskasihan, dan setia (Mat. 23:23).
๐ฆ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ต ๐บ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ (Mat. 25:5-7)
“๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ-๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ. (ay. 5) ๐๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ณ๐ถ: ๐๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ! ๐๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข! (ay. 6) ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข.” (ay. 7) (TB II 2023)
Frase ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ-๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข merujuk kenyataan bahwa Yesus belum datang juga dalam kemuliaan-Nya sampai Bait Allah dihancurkan oleh Jenderal Titus. Frase ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ mengumpamakan betapa panjang waktu penantian itu.
๐๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ (๐ฎ๐ฆ๐ด๐ฆ̄๐ด ๐ฅ๐ฆ ๐ฏ๐บ๐ฌ๐ต๐ฐ๐ด) di ayat 6 tampaknya berpautan erat dengan saat ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฐ๐ถ๐ด๐ช๐ข (kedatangan Tuhan). Beberapa teks Perjanjian Baru (PB) menyebut kiasan waktu kedatangan Tuhan pada malam hari (lih. Mat. 24:43; Luk. 12:39; 1Tes. 5:2). Dalam tradisi Yahudi empat malam terpenting: (1) Malam ketika Allah mengusir kegelapan dan menciptakan dunia, (2) malam ketika Abraham hendak mengurbankan anaknya, (3) malam ketika Israel memula keluar dari Mesir, dan (4) malam zaman eskatologis. Dalam konteks Injil Matius penulis hendak mengingatkan malam Paska yang penuh keajaiban. Pada malam itu Allah akan menciptakan langit baru dan bumi baru. Dapat dikatakan perumpamaan ini bercorak Paska.
Seruan ๐๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ diterjemahkan dari ๐ช๐ฅ๐ฐ๐ถ ๐ฉ๐ฐ ๐ฏ๐บ๐ฎ๐ฑ๐ฉ๐ช๐ฐ๐ด, yang berarti literal lihatlah mempelai. Kata ๐ช๐ฅ๐ฐ๐ถ digunakan juga di Matius 1:20 dan 4:11. Dari seruan itu tampaknya mempelai sudah dekat, tetapi para gadis penyambut masih memiliki waktu untuk membereskan pelita mereka.
๐๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ ๐บ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ธ (Mat. 25:8-12)
“๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ซ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฏ๐ข: ๐๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ. (ay. 8) ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ, ๐ซ๐ข๐ธ๐ข๐ฃ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ซ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ: ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. (ay. 9) ๐๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ธ๐ช๐ฏ, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช๐ต๐ถ๐ต๐ถ๐ฑ. (ay. 10) ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด-๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข: ๐๐ถ๐ข๐ฏ, ๐๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช! (ay. 11) ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ, ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ธ๐ข๐ฃ: ๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ.” (ay. 12) (TB II 2023)
Apabila kita membaca saksama perumpamaan di atas ada banyak kejanggalan. Gadis-gadis yang bodoh itu minta minyak kepada gadis-gadis yang bijaksana. Untuk apa? Apa masalahnya ada lima pelita padam dalam perarakan sukacita? Mereka dapat saja ikut masuk bersama dengan rombongan. Gadis-gadis yang bodoh itu membeli minyak atas usulan dari gadis-gadis bijaksana, tetapi membuat mereka terlambat. Pintu ruang perjamuan kawin ditutup. Janggal. Pesta perjamuan kawin pada zaman itu di tempat terbuka, bahkan menjadi tontonan masyarakat. Orang dapat masuk-keluar setiap waktu. Sudah jelas perumpamaan di atas tidaklah menggambarkan pesta perjamuan kawin di Tanah Yudea.
Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa membaca perumpamaan haruslah membacanya sebagai perumpamaan. Perumpamaan di atas hendak mengajarkan bahwa suasana Kerajaan Surga seperti yang diperikan di sana. Tuhan yang dikiaskan sebagai mempelai laki-laki datang setiap waktu sesuai kehendak-Nya saja sehingga akan mengejutkan. Perumpamaan tidak mengajarkan bahwa Allah datang terlambat.
Perumpamaan gadis-gadis bijaksana tidak mau memberi sebagian minyak hendak menyampaikan bahwa kesetiaan melakukan kehendak Allah memang bukan barang yang dapat dibagi. Pada akhirnya persiapan hari kedatangan Tuhan menjadi tanggung jawab masing-masing murid dan tidak dapat dipinjam dari orang lain. Dalam adegan masuk ke ruang perjamuan kawin gadis-gadis bijaksana diubah sebutan menjadi ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ธ๐ช๐ฏ (ay. 10).
Perjamuan kawin menyimbolkan keselamatan eskatologis bersama Kristus. Dalam konteks akhir zaman pintu terbuka atau tertutup berarti mendapat bagian dalam kebahagiaan kekal atau tersingkir darinya. Menjadi Kristen saja tidaklah cukup, tetapi juga harus melakukan kehendak Bapa. Seperti apa? Melakukan melebihi kebenaran para pemimpin Yahudi (Mat. 5:20 – 6:18), mengasihi Allah dan sesama manusia (Mat. 22:37-39), serta berlaku adil, berbelaskasihan, dan setia (Mat. 23:23). Kalau tidak, maka, “๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ.”
๐๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐ด๐ฎ-๐ท๐ฎ๐ด๐ฎ๐น๐ฎ๐ต (Mat. 25:13)
“๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐จ๐ข-๐ซ๐ข๐จ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ด๐ข๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข.” (TB II 2023)
Mesti dipahami lagi bahwa dalam Injil Matius akhir zaman bukan berarti akhir dunia. Akhir zaman bukan kiamat. Akhir zaman di sini adalah masa si jahat berakhir (bdk. Mat. 24:3 dan 28:20). Dunia tetap bergerak maju ke arah yang sejak mulanya ditetapkan oleh Allah.
Saat penulisan Injil Jemaat Matius mendua hati. Mereka sangat menantikan kedatangan Yesus kembali dan sekaligus gundah Yesus tak kunjung datang sampai Bait Allah II dihancurkan oleh Romawi. Penulis Injil hendak menggembalakan umat bahwa menanti bukanlah masa kosong, tetapi harus diisi dengan persiapan matang dengan berjaga-jaga. Matius mengumpamakan lima gadis bijaksana yang membawa cadangan minyak sebagai umat yang sangat siap dalam penantian.
Berjaga-jaga itu seperti pelaku konstruksi mengerjakan proses manajemen risiko untuk mendata, menilai, serta mengurutkan semua jenis bahaya dan risiko di lingkungan kerja yang selanjutnya digunakan untuk mengurangi peluang kejadian kecelakaan kerja yang tak diinginkan. Bahaya selalu mengancam dan kita tidak tahu hari atau saat terjadi kecelakaan. Dengan berjaga-jaga kita sudah mengurangi bahkan mengeliminasi bahaya sehingga kita dapat hidup.
(12112023)(TUS)