Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ฟ๐ถ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฆ๐๐ฐ๐ถ
PENGANTAR
Menariknya, study biblika pada sub sejarah, sastra, dan arkeologi, kami sepakat salah satu bentuk sejarah dan arkeologi bahkan sastra kuno yang dapat dinikmati perjalananya serta bukti-bukti warisannya adalah tradisi liturgi, karena itu kenapa sejarah, sastra, dan arkeologi biblika menggelutinya dan menggumulkannya. Sebentar lagi kita memasuki masa prapaskah-paskah, saya tertarik mengulik dari bagian akhir menuju ke depan jadi saya balik. Tulisan dari Minggu palem, Trihari suci, paskah trus baru Rabu abu, untuk kembali kita mengenang Kristus secara liturgi disamping, tulisan-tulisan perkara prapaskah-paskah di sana. Tulisan ini sebetulnya upload ulang dari tulisan-tulisan lama yg disesuaikan wakunya serta perkembangan sudut pandang.
Menurut kalender gerejawi ๐๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐๐ข๐ญ๐ฆ๐ฎ (๐๐ช๐ต๐ถ๐ณ๐จ๐บ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ด) dan ๐๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ด๐ข๐ณ๐ข (๐๐ช๐ต๐ถ๐ณ๐จ๐บ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ข๐ด๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ) adalah pembuka ๐๐ฐ๐ญ๐บ ๐๐ฆ๐ฆ๐ฌ, yang diindonesiakan menjadi ๐๐๐ ๐๐ฃ ๐๐ช๐๐. Hari-hari di dalam Pekan Suci disebut hari-hari suci. Ada tiga hari suci khusus berendeng di dalam Pekan Suci yang disebut dengan ๐๐ง๐๐๐ช๐ช๐ข ๐๐๐๐ง๐ช๐ข, yang diindonesiakan menjadi ๐๐ง๐๐๐๐ง๐ ๐๐ช๐๐. Tiga hari suci khusus itu adalah ๐๐ข๐ฎ๐ช๐ด ๐๐ถ๐ต๐ช๐ฉ-๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ต ๐๐จ๐ถ๐ฏ๐จ-๐๐ข๐ฃ๐ต๐ถ ๐๐ถ๐ฏ๐บ๐ช. Penamaan Trihari Suci diselaraskan dengan pengindonesiaan Pekan Suci.
Sering pula ๐๐ณ๐ช๐ฅ๐ถ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐ณ๐ถ๐ฎ disebut dengan ๐๐ณ๐ช๐ฅ๐ถ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ด๐ค๐ฉ๐ข๐ญ๐ฆ, yang dimaknai sebagai tiga hari menuju ๐๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐๐ข๐ด๐ฌ๐ข; dimula dari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, kemudian sampai puncaknya pada Minggu Paska, ๐๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ถ๐ด.
Trihari Suci hendak menyampaikan narasi ๐๐ฎ๐๐-๐ฑ๐ฟ๐ฎ๐บ๐ฎ ๐๐ถ๐ด๐ฎ-๐ฎ๐ธ๐๐ถ yang memerkuat narasi penyelamatan Allah melalui kebangkitan Kristus. Trihari Suci merupakan tiga hari utama di sekitar ๐๐ฒ๐ป๐ด๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ, ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐๐ถ๐ฎ๐ป, dan ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐ฌ๐ฒ๐๐๐. Kesatu-tigaan topik tersebut tampil dalam Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi.
Sabtu malam dalam tradisi Gereja mula-mula sudah merupakan hari baru, hari Minggu, ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป Sabtu Sunyi lagi. Ibadah Sabtu Malam disebut ๐๐ช๐จ๐ช๐ญ๐ช ๐๐ข๐ด๐ฌ๐ข (๐๐ข๐ด๐ต๐ฆ๐ณ ๐๐ช๐จ๐ช๐ญ atau ๐๐ข๐ด๐ค๐ฉ๐ข๐ญ ๐๐ช๐จ๐ช๐ญ). Vigili berarti berjaga-jaga yang kemudian dimaknai berjaga-jaga menanti dan merayakan kebangkitan Yesus secara lebih daripada pengawal mengharap pagi (Mzm. 130:6).
Minggu Paska adalah hari kesatu atau awal pekan yang baru dan bukan hari di dalam Pekan Suci menurut kalender gerejawi. ๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ฃ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฎ๐๐๐ธ ๐ธ๐ฒ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ง๐ฟ๐ถ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฆ๐๐ฐ๐ถ. Dengan kata lain secara ๐ฉ๐๐ข๐๐ก๐๐ฃ๐ ๐ง๐ฟ๐ถ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฆ๐๐ฐ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ฃ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฒ๐ฑ๐ฎ.
๐ Minggu Palem/Minggu Sengsara, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi
๐ Minggu Paska
๐ Minggu kedua Paska
๐ Dst.
๐ Hari Pentakosta
[๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข 1582 ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ ๐๐ณ๐ฆ๐จ๐ฐ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ญ๐ช๐ฉ ๐ฌ๐ฆ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ. ๐๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ช๐ฏ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข 1884. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ซ๐ข ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ณ๐ข ๐ต๐ณ๐ข๐ฅ๐ช๐ด๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ต๐ถ๐ณ๐จ๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ณ๐ข๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐๐ข๐ด๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ต๐ข๐ญ.]
PEMAHAMAN
๐๐ฎ๐บ๐ถ๐ ๐ฃ๐๐๐ถ๐ต (๐๐ข๐ถ๐ฏ๐ฅ๐บ ๐๐ฉ๐ถ๐ณ๐ด๐ฅ๐ข๐บ)
๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฎ๐ช๐ด ๐๐ถ๐ต๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฅ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ต ๐๐จ๐ถ๐ฏ๐จ, ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐จ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ซa๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช๐ด ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ต๐ถ๐ณ๐จ๐ช๐ด ๐๐ข๐ฎ๐ช๐ด ๐๐ถ๐ต๐ช๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ข๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.
Kamis Putih adalah penanda hari terakhir atau penutup masa Pra-Paska. Mengapa ๐๐ข๐ถ๐ฏ๐ฅ๐บ ๐๐ฉ๐ถ๐ณ๐ด๐ฅ๐ข๐บ diindonesiakan menjadi Kamis Putih?
๐๐ข๐ถ๐ฏ๐ฅ๐บ berakar kata Latin ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ต๐ถ๐ฎ yang berarti perintah. Dalam pautannya dengan Kamis Putih perintah Yesus itu disebut ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ต๐ถ๐ฎ ๐ฏ๐ฐ๐ท๐ถ๐ฎ atau perintah baru, yang diperagakan oleh Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, “๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ …” (Yoh. 13:14), yang kemudian disambung, “๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐บ๐ข๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ช; ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ช.” (Yoh. 13:34).
Pembasuhan kaki bukanlah barang baru dalam tradisi Yahudi. Pembasuhan kaki dilakukan oleh hamba-hamba atau pelayan-pelayan tuan rumah sebelum perjamuan. Akan tetapi yang Yesus lakukan adalah radikal. Yesus yang adalah Guru membasuh kaki para murid-Nya. Jabatan atau status lebih tinggi melayani pihak yang berstatus lebih rendah.
Kembali lagi ke pertanyaaan mengapa disebut Kamis Putih? Pada Kamis Putih dilayankan Liturgi Sabda, Upacara Pembasuhan Kaki, Perjamuan Kudus atau Ekaristi, dan ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ถ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฎ๐ธ๐ฟ๐ฎ๐บ๐ฒ๐ป. Warna liturgi putih. Sesudah perarakan pemindahan peralatan sakramen, altar diselubungi atau ditutupi dengan kain putih sehingga tampak polos tanpa ornamen apa pun. Penyelubungan dengan kain putih itu ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐บ๐ฏ๐ผ๐น ๐ฏ๐ฎ๐ต๐๐ฎ ๐ด๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ท๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐น๐ฎ๐ด๐ถ ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ธ๐ฟ๐ฎ๐บ๐ฒ๐ป ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ถ ๐ฆ๐ฎ๐ฏ๐๐ ๐ฆ๐๐ป๐๐ถ. Memang tak semua Gereja menyelubungi dengan kain putih, tetapi pada dasarnya altar dibuat kosong dari peralatan sakramen. Gereja memula melayankan sakramen lagi pada Minggu Paska.
๐๐๐บ๐ฎ๐ ๐๐ด๐๐ป๐ด (๐๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐๐ณ๐ช๐ฅ๐ข๐บ)
Pengindonesiaan ๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ต ๐๐จ๐ถ๐ฏ๐จ erat pautannya dengan perayaan. Jumat Agung adalah hari kematian Yesus. ๐๐ฉ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฌ dirayakan? Pertanyaan itu lumrah terangkat karena cerapan orang Indonesia pada kata merayakan dan perayaan adalah berpesta, kegiatan hingar-bingar penuh sukacita dan tidak lengkap apabila tanpa makan bersama.
Dalam liturgi ada dua macam ibadah: selebrasi dan aksi. Ibadah selebrasi adalah berhimpun di rumah ibadah. Misal, kebaktian atau misa Minggu. Ibadah aksi adalah perbuatan-perbuatan atau praksis umat sehari-hari dalam rangka membawa misi dari ibadah selebrasi. Ingat, dalam penutupan ibadah selebrasi ada sesi pengutusan, yang pemimpin ibadah mengatakan, “๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ, … “
Selebrasi berarti perayaan. Perayaan bersinonim dengan pemuliaan, pengagungan. Dalam bentuk kata kerja ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฟ๐๐ถ ๐บ๐ฒ๐บ๐๐น๐ถ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป, ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ป. Dalam kebaktian Minggu umat Kristen sedang merayakan, memuliakan, mengagungkan kebangkitan Kristus yang diimani terjadi pada hari pertama (Minggu). Merayakan Jumat Agung berarti memuliakan, mengagungkan salib. Mengapa memuliakan salib?
Injil sinoptik memandang suram pada salib. Salib adalah simbol kehinaan dan kekejian. Bahkan petulis Injil Markus dan Matius menampilkan Yesus sedang putus asa di kayu salib, “๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ, ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฌ๐ถ?” Pengakuan Iman (Syahadat) Rasuli mengikuti pandangan Injil sinoptik sehingga penyaliban Yesus dikelompokkan ke dalam bagian penderitaan Yesus.
Petulis Injil Yohanes menolak pandangan di atas. Salib adalah simbol kemuliaan “… ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐๐ถ๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ญ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ, ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ.” (Yoh. 3:14-15). Ucapan terakhir Yesus di kayu salib dibuat begitu gagah oleh petulis Injil Yohanes, “๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช!” Yesus lalu menundukkan kepala-Nya dan ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป nyawa-Nya (Yoh. 19:30). Hidup Yesus tidak diambil, melainkan Ia sendiri yang menyerahkan hidup-Nya. Perayaan Jumat Agung merujuk teologi Injil Yohanes: ๐บ๐ฒ๐บ๐๐น๐ถ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป atau ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฏ. Bacaan ekumenis selalu mengambil dari Injil Yohanes 18 – 19.
๐ฃ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐๐บ๐ฎ๐ ๐๐ด๐๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ท๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ธ๐ฟ๐ฎ๐บ๐ฒ๐ป. Tidak ada Ekaristi atau Perjamuan Kudus. Ekaristi dari kata ๐ฆ๐ถ๐ค๐ฉ๐ข๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ข yang berarti pengucapan syukur. “๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ต๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช-๐ญ๐ข๐ฌ๐ช ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข,” kata Tertulianus yang sejalan dengan Matius 9:14-15. Muatan teologis Ekaristi atau Perjamuan Kudus adalah perayaan iman gereja atas karya, kematian, kebangkitan Kristus, dan penantian kedatangan-Nya kembali. Ada gatra eskatologis. Kata Rasul Paulus, “๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ฐ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ ๐ค๐ข๐ธ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ.” (1Kor. 11:26). Pada Jumat Agung Yesus belum bangkit.
Dengan demikian melayankan Perjamuan Kudus pada Jumat Agung ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฎ๐ถ๐ธ ๐๐ฒ๐ฐ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐น๐ถ๐๐๐ฟ๐ด๐ถ๐ ๐บ๐ฎ๐๐ฝ๐๐ป ๐๐ฒ๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ๐.
Dalam Jumat Agung umat Kristen menghayati ulang kematian Yesus, mereka menghayati suatu kehidupan suci dan agung Yesus yang telah diserahkan, ditiadakan, dilenyapkan, dipermalukan melalui hukuman mati pada salib untuk pembebasan orang lain. ๐๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ช๐ฐ๐ถ๐ด ๐ด๐ถ๐ง๐ง๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ, suatu penderitaan yang ditanggung demi orang lain agar tidak mengalami sendiri penderitaan itu. Suatu penghayatan yang sangat membangun dan membebaskan umat dari perasaan dan situasi batin yang terkalahkan oleh beban-beban penderitaan dari dunia ini.
๐ฆ๐ฎ๐ฏ๐๐ ๐ฆ๐๐ป๐๐ถ (๐๐ฐ๐ญ๐บ ๐๐ข๐ต๐ถ๐ณ๐ฅ๐ข๐บ)
Seperti pengindonesiaannya dari ๐๐ฐ๐ญ๐บ ๐๐ข๐ต๐ถ๐ณ๐ฅ๐ข๐บ menjadi ๐๐ข๐ฃ๐ต๐ถ ๐๐ถ๐ฏ๐บ๐ช sesudah Jumat Agung Gereja memelihara keheningan. Tidak ada liturgi pada Sabtu Sunyi. ๐ง๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฆ๐ฎ๐ฏ๐๐ ๐ฆ๐๐ป๐๐ถ. Mengapa?
Ibadah Kristen berpusat pada Kristus. Pada Sabtu Sunyi Yesus berada dalam keheningan dan kesendirian di dalam kubur. Menjadi aneh ibadah Kristen tanpa dihadiri oleh Kristus. Gereja memelihara keheningan agar umat terus merenungkan kesengsaraan Yesus secara agung.
Ada tradisi umat berhimpun pada Sabtu Sunyi, namun bukan untuk beribadah selebrasi yang dipimpin oleh pemimpin ibadah. Untuk menambah kekhidmatan umat membaca Kitab Suci. Pembacaan yang dianjurkan dalam daftar bacaan ekumenis (RCL) adalah Ayub 14:1-14 yang kemudian disambut dengan Mazmur 31:1-4, 15-16 secara responsoria. Pembacaan dari Perjanjian Lama disusul dengan pembacaan Surat Rasuli dari 1Petrus 4:1-8 dan akhirnya pembacaan Injil dari Yohanes 19:38-42.
Barangkali orang Kristen akan ada yang bertanya, “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ญ๐ข๐จ๐ช? ๐๐ข๐ฅ๐ช, ๐๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฅ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข.”
Hari raya liturgi Gereja dimula dan berpusat pada misteri Paska. Pada mulanya tidak ada susunan sistematis dan terencana untuk merayakan peristiwa-peristiwa Kristus. Secara evolusi gereja memberikan tanggapan atas peristiwa-peristiwa tersebut satu per satu. Bapak-bapak gereja sejak abad II merapikan, membentuk, menyusun, dan membangun kisah teologinya sehingga menjadi bermakna, bertema, dan bercerita saling berurutan satu dengan lainnya. Hari raya liturgi merupakan drama sarat makna; suatu upaya Gereja untuk memastori dan membina umat agar dapat lebih menghayati kisah Kristus menurut kesaksian Alkitab dalam bentuk perayaan.
(17042025)(TUS)