Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด Matius 13:31-33, 44-52 [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐๐ซ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ธ๐ผ๐๐๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐], ๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป, ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฒ๐ธ๐๐ฝ๐ฎ๐ป๐๐ถ
PENGANTAR
Minggu 26 Juli 2026, Dalam liturgi sesudah menyelesaikan pengedaran kantong kolekte disusul dengan doa yang biasanya dipimpin oleh penatua, tetapi kadang oleh pendeta. Dalam doa itu terkadang kita mendengar pendoa mengucapkan yang lebih-kurang, “ … ๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ข๐ด ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ-๐๐ถ.”
Dari frase doa itu dapat diduga bahwa cukup banyak pejabat gerejawi mencerap Kerajaan Allah (atau Kerajaan Surga) sama dengan Gereja. Gereja tidak sama dengan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah juga tidak perlu diperluas karena Kerajaan Allah tak tertakrifkan dengan matra luas. Di Alkitab tidak ada perintah ekspansi Kerajaan Allah, melainkan memberitakan Kerajaan Allah.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu kesembilan sesudah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 13:31-33, 44-52 yang didahului dengan 1Raja-Raja 3:5-12, Mazmur 119:129-136, dan Roma 8:26-39.
Minggu ini kembali bacaan menyajikan perumpamaan-perumpamaan Yesus. Secara khusus pengarang Injil Matius mengumpulkan tujuh perumpamaan tentang Kerajaan Allah dalam pasal 13.
✝️ Matius 13:3-9, 18-23: Perumpamaan tentang penabur dan penjelasannya (Minggu, 12 Juli 2026)
✝️ Matius 13:24-30, 36-43: Perumpamaan tentang lalang di antara gandum dan penjelasannya (Minggu, 19 Juli 2026)
✝️ Matius 13:31-32: Perumpamaan tentang biji sesawi (Minggu, 26 Juli 2026)
✝️ Matius 13:33: Perumpamaan tentang ragi (Minggu, 26 Juli 2026)
✝️ Matius 13:44: Perumpamaan tentang harta terpendam (Minggu, 26 Juli 2026)
✝️ Matius 13:45: Perumpamaan tentang mutiara yang berharga (Minggu, 26 Juli 2026)
✝️ Matius 13:47-50: Perumpamaan tentang jala besar (Minggu, 26 Juli 2026)
Bacaan Injil Minggu ini mencakup lima perumpamaan. Ayat 51-52 hendak menyajikan semacam kesimpulan.
Perumpamaan (๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฃ๐ฐ๐ญe๐ฏ atau ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฃ๐ญ๐ฆ) merupakan metafora, perbandingan. Ketujuh perumpamaan di atas hendak menjelaskan Kerajaan Allah (atau Kerajaan Surga) dengan perbandingan. Perbandingannya dengan hal-hal yang ada di alam atau kegiatan sehari-hari. Untuk mengantarkan perumpamaan-perumpamaan itu Yesus seperti bernyanyi ๐ณ๐ฆ๐ง๐ณ๐ข๐ช๐ฏ: ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข …
Meskipun demikian semua perumpamaan tersebut masih belum dapat mencakup takrif tentang Kerajaan Allah. Hal itu menunjukkan bahwa pengertian Kerajaan Allah sebagai suatu kenyataan baru yang datang dari Allah merupakan sesuatu yang sukar diperikan dengan kata-kata karena ia jauh melampaui pikiran manusia.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐บ๐ฝ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ถ๐ท๐ถ ๐๐ฒ๐๐ฎ๐๐ถ
Yesus menyampaikan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya, “๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ช๐ซ๐ช ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ธ๐ช, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ต๐ข๐ฃ๐ถ๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ซ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฉ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข๐ฃ๐ช๐ญ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ธ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ-๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ค๐ข๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ-๐ค๐ข๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข.” (Mat. 13:31-32)
LAI menerjemahkan ๐ด๐ช๐ฏ๐ข๐ฑ๐ฆo๐ด menjadi sesawi. RSV, KJV, NIV, dan Alkitab berbahasa Inggris lainnya menerjemahkan ๐ด๐ช๐ฏ๐ข๐ฑ๐ฆo๐ด menjadi ๐ฎ๐ถ๐ด๐ต๐ข๐ณ๐ฅ, yang diindonesiakan menjadi moster. Sesawi bukan sawi, tetapi sesawi masuk ke dalam kelompok sayuran seperti dalam frase ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ธ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ.
Mengontraskan yang kecil dengan yang besar merupakan ciri peribahasa Yahudi. Apabila Allah menegakkan kuasa-Nya, suasananya seperti biji sesawi yang diambil dan ditaburkan kemudian tumbuh menjadi pohon. Awal karya Yesus yang tampak amat sederhana, tidak menonjol, diumpamakan biji sesawi yang kecil itu. Secara hiperbolik biji sesawi dikontraskan dengan pohon sesawi yang menjadi tempat burung bersarang. Disebut hiperbolik karena tidaklah umum burung-burung bersarang di tanaman sesawi. Dalam Perjanjian Lama (PL) pohon besar merupakan simbol kerajaan penuh kuasa yang akan melindungi negara-negara taklukan (bdk. Yeh. 17:23; 31:6, Dan. 4:20-22). Tampaknya perumpamaan ini hendak mengatakan bahwa pemberitaan Kerajaan Surga jangan disepelekan karena pada saat Kerajaan itu datang secara penuh, orang-orang berdatangan minta perlindungan.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐บ๐ฝ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฟ๐ฎ๐ด๐ถ
Ia menceritakan perumpamaan ini juga kepada mereka, “๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ณ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐จ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ 40 ๐ญ๐ช๐ต๐ฆ๐ณ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข.” (Mat. 13:33)
Ragi merupakan metafora untuk kenajisan dan kecemaran, untuk sesuatu yang marginal di dalam masyarakat yang ditatastrukturkan menurut sistem kekudusan atau puritas Yudaisme. Ragi dalam kitab Keluaran 12:19 ditunjuk sebagai penyebab kenajisan yang membuat seorang Israel dicampakkan dari komunitas. Perhatikan ucapan Rasul Paulus dalam Galatia 5:9 yang memuat metafora ragi sebagai penyebab orang menyimpang dari kebenaran dan dalam 1Korintus 5:6-8 sebagai perbuatan dosa. Dalam Markus 8:15 Yesus memeringatkan murid-murid-Nya untuk berwaspada terhadap ๐ณ๐ข๐จ๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ณ๐ช๐ด๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ข๐จ๐ช ๐๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ฆ๐ด.
Yesus memang radikal. Dengan berani Yesus memetaforakan Kerajaan Allah dengan ragi. ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ณ๐ข๐จ๐ช berarti kekuasaan dan pemerintahan Allah tidak lagi berada di Bait Allah dengan sistem kurbannya yang dijalankan oleh lembaga imamat dari kalangan elitis para imam, tetapi berada di antara kalangan yang dalam sistem puritas Yahudi tergolong marginal dan najis. Kekudusan Allah di tengah-tengah penajisan oleh kekuasaan kafir (Roma) atas Tanah Yudea ditemukan di antara kalangan najis. Bandingkan dengan ucapan Yesus dalam Lukas 17:21b, “...๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ.”
Tindakan Yesus yang membangun dan memasuki persekutuan dengan orang-orang najis dan marginal serta makan bersama-sama dengan mereka membentuk suatu komunitas yang anggota-anggotanya setara, egaliter. Pemberitaan Kerajaan Allah merobohkan hierarki sosial-religius yang dipertahankan dalam sistem puritas Yudaisme. Yesus tidak menghendaki rakyat dipecah-pecah dan diceraiberaikan berdasarkan sistem puritas.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐บ๐ฝ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐บ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐๐๐ถ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฎ
“๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข๐ค๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ญ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ.
๐๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฅ๐ข๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ต๐ช๐ข๐ณ๐ข-๐ฎ๐ถ๐ต๐ช๐ข๐ณ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข, ๐ช๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ต๐ช๐ข๐ณ๐ข ๐ช๐ต๐ถ.” (Mat. 13:44-45)
Dua perumpamaan itu saya gabungkan pengulasannya karena serupa dan berhubungan dengan cara penyampaian yang berbeda. Yang satu tentang seorang buruh peladang, sedang yang lain tentang seorang pedagang kaya. Pusat perhatian bukan pada harta terpendam dan mutiara, melainkan reaksi kedua orang itu. Meskipun reaksi kedua orang itu mirip, yakni menjual seluruh milik mereka untuk membeli ladang dan mutiara yang indah itu, tetapi kedua orang itu berangkat dengan tujuan yang berbeda. Buruh peladang bekerja tidak bertujuan mencari harta terpendam, sedang pedagang itu memang bertujuan mencari mutiara yang indah. Kedua perumpamaan itu bukan untuk menyatakan bahwa Kerajaan Surga itu sangat tinggi harganya.
Dari konteks keseluruhan pasal 13 kedua perumpamaan itu merujuk gagasan penghakiman. Pengarang Injil Matius hendak menampilkan model umat Kristen yang mau berkorban besar untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Jika kita melongok perumpamaan tentang ragi, itu berarti umat Kristen harus mau berkorban besar untuk peduli kepada masyarakat marginal. Di sini peduli bukan saja mengangkat mereka dari kubangan kemiskinan, tetapi juga menghadirkan keadilan.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐บ๐ฝ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ
“๐๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ซ๐ข๐ญ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฆ๐ฃ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐ถ๐ต, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ด ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฉ, ๐ซ๐ข๐ญ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช๐ด๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ต ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ.
๐๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ป๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ: ๐๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ต-๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ด๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ช. ๐๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ณ๐ข๐ต๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฌ ๐จ๐ช๐จ๐ช.” (Mat. 13:47-50)
Sastra kuno memang kerap mengambil judul dari kata atau frase atau kalimat pertama, meskipun tidak memerikan isi karangan. Perumpamaan tentang jala di atas bukan tentang jala itu sendiri, melainkan hal yang terjadi sesudah para penjala menarik jala ke pantai. Perumpamaan ini mirip dengan perumpamaan lalang di ladang gandum (Minggu, 19 Juli 2026).
Di awal Injil ini Yohanes Pembaptis berkampanye bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah siap memegang kapak untuk memotong setiap pohon dan batang yang tidak berbuah. Yohanes juga mengatakan bahwa Mesias sudah memegang alat penampi untuk menyingkirkan sekam dari gandum dan membakar sekam dalam api yang tak terpadamkan. Yohanes berpikir bahwa Yesus akan langsung menghancurkan orang-orang Farisi dan Saduki (lih. Mat. 3:7-12).
Ternyata Yesus tidak seperti yang dipikirkan dan dibayangkan oleh Yohanes Pembaptis. Yesus tidak menciptakan komunitas orang-orang bersih dan suci. Yesus bahkan tidak bersetuju dengan gagasan menyingkirkan langsung ikan tidak baik dari jala. Mula-mula semua ikan berbagai jenis bercampur baur dalam satu jala besar, baru kemudian sesudah ditarik ke pantai ikan-ikan yang baik dikumpulkan, sedang ikan yang tidak baik dibuang. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ di sini dari kata ๐ด๐ข๐ฑ๐ณ๐ข yang berarti busuk atau rusak.
Menyingkirkan langsung orang jahat dari orang baik dipandang oleh Yesus sebagai tindakan yang salah. Yesus meminta kesabaran dengan hidup berdampingan sampai jala itu sampai di pantai, suatu kiasan tentang akhir zaman. Akhir zaman menurut Matius bukanlah hari kiamat, melainkan saat Kerajaan Allah datang secara penuh, yang orang-orang jahat disingkirkan dari orang-orang benar. Yang disebut dengan orang-orang benar adalah yang melakukan kehendak Allah (bdk. Mat. 6:33).
๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐๐๐ฝ
“๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ?” Jawab mereka, “๐ ๐ข.” Lalu berkatalah Yesus kepada mereka, “๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.” (Mat. 13:51-52)
๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข dan ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข di sini adalah murid-murid Yesus. Yesus menutup tujuh perumpamaan dengan perumpamaan. Frase ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ seperti hendak mengantarkan kepada kesimpulan.
Perlu dicermati istilah ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต dalam frase ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข. Frase asli dari teks sumber penerjemahan adalah ๐ฑ๐ข๐ด ๐จ๐ณ๐ข๐ฎ๐ฎ๐ข๐ต๐ฆ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ข๐ต๐ฉe๐ต๐ฆ๐ถ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ช๐ด ๐ตe ๐ฃ๐ข๐ด๐ช๐ญ๐ฆ๐ช๐ข ๐ตo๐ฏ ๐ฐ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏo๐ฏ, yang berarti ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข. Dalam Injil Matius istilah ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต disebut sebanyak 23 kali, tetapi hanya di ayat 52 ini gelar atau sebutan itu dikenakan kepada pengikut Kristus, yang boleh menjadi pengajar agama.
Meskipun pengikut Kristus sudah setara dengan ahli Taurat, tetapi ia harus ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ disebutkan lebih dahulu daripada ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข. Inilah khas Injil Matius. Pengikut Kristus harus mendahulukan pengajaran dari Yesus (๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ) dan sekaligus tidak melupakan akarnya, yakni Kitab Suci Yahudi (๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข).
Dalam tiga hari Minggu berturut-turut (12, 19, dan 26 Juli) bacaan ekumenis mengambil perumpamaan-perumpamaan Yesus dari Matius 13 untuk menjelaskan Kerajaan Allah (atau Kerajaan Surga). Meskipun demikian masih sukar untuk membuat takrif yang memuaskan mengenai Kerajaan Allah. Yang dapat kita jumput adalah ciri-cirinya: damai sejahtera, keadilan, dan keterpaduan ciptaan.
Gereja bukan Kerajaan Allah, melainkan hamba misi Kerajaan Allah. Gereja harus menghadirkan ciri-ciri Kerajaan Allah, yakni damai sejahtera, keadilan, dan keterpaduan ciptaan kepada masyarakat di sekitarnya (partikular) dan dunia (universal) tanpa memandang SARA.
(30072023)(TUS)