Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด Matius 16:13-20 [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ซ๐๐๐ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ธ๐ผ๐๐๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐], ๐ผ๐ฅ๐ ๐ ๐๐ฉ๐๐ข๐ช?
Setelah Yesus tiba di Danau Toba, Ia bertanya kepada Soekarno, “๐๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ถ๐ต ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช?” Soekarno menjawab, “๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ท๐ฐ๐ญ๐ถ๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ณ๐ช๐ด ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ข๐ช.” Yesus berkata, “๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ.” Soekarno menanggapi, “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ.”
Hari ini adalah Minggu ketigabelas sesudah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 16:13-20 yang didahului dengan Yesaya 51:1-6, Mazmur 138, dan Roma 12:1-8.
Bacaan Injil Minggu ini, Matius 16:13-20, perikopnya diberi judul oleh LAI ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ต๐ณ๐ถ๐ด. Kisah paralel tentang ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ต๐ณ๐ถ๐ด ini ada di Injil Markus 8:27-30 dan Lukas 9:18-22. Namun, kesejajaran kisah itu dalam konteks yang berbeda. Tidak sama. Pengarang Injil Matius mengambil bahan dari sumber Markus, kemudian ia mengembangkan kisah itu menurut teologi dan situasi jemaatnya saat itu.
Untuk pengulasan bacaan dapat dibagi ke dalam empat bagian:
▶️ Matius 16:13-14 Kata orang
▶️ Matius 16:15-16 Kata Petrus
▶️ Matius 16:17-19 Janji Yesus kepada Petrus
▶️ Matius 16:20 Perintah Yesus kepada para murid
๐๐ฎ๐๐ฎ ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด (Mat. 16:13-14)
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “๐๐ข๐ต๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ?” Jawab mereka, “๐๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ: ๐ ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ด ๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฑ๐ต๐ช๐ด, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ: ๐๐ญ๐ช๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ: ๐ ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ข, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฃ๐ช.” (Mat. 16:13-14, TB II 2023)
Kota Kaisarea Filipi terletak sekitar 40 km sebelah utara Danau Galilea. Kota ini dibangun oleh Herodes Filipus pada tahun 2 atau 3 SZB. Kini kota itu bernama Banias. Kaisarea Filipi berbeda dari Kaisarea Maritima dekat Laut Tengah. Versi Injil Lukas Yesus bukan berada di Kota Kaisarea Filipi, melainkan Betsaida (lih. Luk. 9:10).
Pengajaran radikal Yesus tentu saja berdampak besar dan menimbulkan banyak reaksi dari masyarakat. Untuk itulah Yesus bertanya kepada para murid mengenai pandangan orang-orang terhadap Yesus. Injil Matius menggunakan istilah Anak Manusia (๐ต๐ฐ๐ฏ ๐๐ถ๐ช๐ฐ๐ฏ ๐ต๐ฐ๐ถ ๐ข๐ฏ๐ต๐ฉ๐ณ๐ฐ̄๐ฑ๐ฐ๐ถ) untuk Yesus, sedang Injil Markus dan Lukas menggunakan Aku (ฮผฮต dibaca ๐ฎ๐ฆ). Matius tampaknya mengambil istilah ini dari Daniel 7:13 dan mungkin kitab 1Henokh 37-71, suatu gelar yang dikembangkan dari pemikiran apokaliptik saat itu oleh Gereja perdana.
Mengapa kata orang Yesus adalah Yohanes Pembaptis? Apabila kita membaca Matius 14:12, Raja Herodes Antipas berkeyakinan bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang hidup kembali setelah dibunuh olehnya. Orang juga meyakini Yesus adalah Nabi Elia, nabi besar umat Israel. Mereka meyakini Elia akan tampil lagi di bumi menjelang penghakiman terakhir menurut Maleakhi 4:5. Yeremia juga nabi besar. Ia sangat terkenal di kalangan Yahudi dua abad menjelang Zaman Bersama (ZB) atau Tarikh Umum (TU), karena ia ditolak dan sangat menderita (lih. 2Mak. 2:1-12; 15:14).
Dari jawaban-jawaban di atas dapat dipahami bahwa ajaran-ajaran Yesus tidak ditangkap sepenuhnya oleh banyak orang Yahudi. Meskipun demikian kehadiran Yesus sangat berdampak sehingga mereka sampai memandang Yesus adalah nabi besar dan menjadi ancaman bagi kalangan elit agama.
๐๐ฎ๐๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐๐ฟ๐๐ (Mat. 16:15-16)
Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “๐๐๐ฃ๐ช๐ง๐ช๐ฉ ๐ ๐๐ข๐ช, ๐จ๐๐๐ฅ๐๐ ๐๐ ๐ผ๐ ๐ช ๐๐ฃ๐?” Jawab Simon Petrus, “๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ด, ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ.” (Mat. 16:15-16, TB II 2023)
Di sini Yesus hendak menampilkan kontras: apa kata orang, apa kata kamu? Sesudah mengumpulkan informasi pendapat umum mengenai Yesus, Ia mengajukan pertanyaan pribadi kepada pengikut Kristus. Pertanyaan Yesus kepada para murid dijawab oleh Petrus seakan-akan ia adalah jurubicara. Injil Matius menampilkan sosok Petrus sebagai murid nomor 1. Injil Yohanes berbeda; Petrus bukanlah murid nomor 1. Bahkan dalam episode kebangkitan Injil Yohanes menempatkan Maria Magdalena lebih menonjol.
Petrus menjawab, “๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ด”. Mesias diterjemahkan dari ๐๐ฉ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฐ๐ด. Sampai di sini jawaban Petrus sama dengan jawaban versi Injil Markus (Mrk. 8:29) dan sejajar dengan Lukas 9:20b, “๐๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ด ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ.” Jawaban ini berbobot historis. Gelar Mesias searti dengan ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ถ๐ณ๐ข๐ฑ๐ช (๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ), yang diterapkan kepada tokoh yang oleh orang Yahudi dimaknai sebagai Raja-Penyelamat mereka. Dalam dunia Injil gelar Mesias dimaknai secara spiritual.
Pembeda Injil Matius dari Injil Markus dan Lukas adalah penambahan jawaban Petrus, “๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ.” Istilah ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ sudah lazim digunakan dalam Perjanjian Lama (PL) yang merujuk orang yang dipilih oleh Allah (2Sam. 7:14; Mzm. 2:7; 89:27). Sebutan ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ sudah muncul setelah Yesus dibaptis dan setelah berjalan di atas air (Mat. 3:7; 14:33). Namun, ungkapan ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ hanya di perikop ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ต๐ณ๐ถ๐ด ini. Frase ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ tampaknya Matius menekankan bahwa Yesus bukan saja dipilih oleh Allah, tetapi juga sumber dan pemberi kehidupan. ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ sudah dimaknai sebagai Mesias non-politik. Pengakuan Petrus ini amat penting untuk menggembala Jemaat Matius yang sedang patah semangat, karena Bait Allah dihancurkan oleh Jenderal Titus pada 70 ZB. Jemaat Matius berasal dari kalangan Yahudi. Jadi, mereka berpegang pada kata Petrus, bukan kata orang lain.
๐๐ฎ๐ป๐ท๐ถ ๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐๐ฟ๐๐ (Mat. 16:17-19)
Kata Yesus kepadanya, “๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐๐ช๐ฎ๐ฐ๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ด, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฑ๐ข-๐๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ต๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐จ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ซ๐ข-๐๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฎ๐ข๐ถ๐ต ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐ค๐ช ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข. ๐๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ๐ช๐ฌ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข.” (Mat. 16:17-19, TB II 2023)
Ayat 17-19 di atas tidak ada di Injil Markus dan Lukas. Ini khas Matius. Di sini disebut Simon anak Yunus yang diterjemahkan dari ๐๐ช๐ฎ๐ฐ̄๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ช๐ฐ̄๐ฏ๐ข. Di Injil Yohanes disebut Simon anak Yohanes yang diterjemahkan dari ๐๐ช๐ฎ๐ฐ̄๐ฏ ๐ฉ๐ฐ ๐ฉ๐ถ๐ช๐ฐ๐ด ๐๐ฐ̄๐ข๐ฏ๐ฏ๐ฐ๐ถ (Yoh. 1:42). Tampaknya ada permainan kata nama ayah Simon. Yesus memuji jawaban Simon alias Petrus (ay. 17). Yesus mengatakan “๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ … “, karena Simon menerima penyataan (๐ณ๐ฆ๐ท๐ฆ๐ญ๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ) yang diberikan Allah bukan kepada orang bijak, melainkan kepada orang kecil (lih. Mat. 11:25-27).
Bukan saja memuji, Yesus menambah nama Simon dengan Petrus (๐๐ฆ๐ต๐ณ๐ฐ๐ด), yang berarti literal batu karang atau cadas. Dalam bahasa Aram Petrus disebut Kefas (ืֵּืืคָื dibaca ๐๐ฆ๐ฑ๐ฉ๐ข). Rasul Paulus lebih suka menyebut Kefas daripada Petrus.
Kata Yesus, “… ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐จ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ซ๐ข-๐๐ถ …” Kata gereja diterjemahkan dari ๐ฆ๐ฌ๐ฌ๐ญ๐ฆ̄๐ด๐ช๐ข๐ฏ. TB 1974 dan TB II 1997 menerjemahkannya menjadi jemaat. TB II 2023 berubah menjadi gereja. Ucapan Yesus ini menimbulkan polemik tafsir.
Tradisi Gereja Katolik merujuk teks di atas sebagai dasar ajaran bahwa semua pengganti Petrus menjadi ahli waris kuasanya sebagai ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ด ( = yang pertama). Petrus diyakini sebagai Uskup Roma yang pertama. Namun, cukup banyak teolog Katolik menolak tafsir ini, karena teks tidak menyebut pengganti. Kalangan Protestan menafsir cadas adalah iman Petrus atau iman jemaat berdasarkan iman Petrus. Namun, kelemahan tafsir ini adalah iman Petrus tidak stabil. Lihat ayat 23 di pasal yang sama dengan bacaan Minggu ini, Yesus mendamprat Petrus, “๐๐ฏ๐บ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐๐ฃ๐ญ๐ช๐ด. ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช-๐๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข.” Bahkan di Matius 26:69-75 Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali berturut-turut. ๐๐ข๐ต๐ต๐ณ๐ช๐ค๐ฌ! Jadi?
Yang dimaksud gereja di ayat 18 itu tak lain dan tak bukan adalah Jemaat Matius. Petrus merupakan simbol rasul yang pro-Yudaisme. Jemaat Matius dibangun dengan dasar Yudaisme. Sangat kental di sini ada pertarungan teologi antara Jemaat Matius dan jemaat bentukan Rasul Paulus. Paulus mengingatkan jemaat Kristen dari kalangan Yahudi yang masih hidup di bawah kuk hukum Taurat. Bahkan Paulus mengecam Petrus sebagai orang munafik (lih. Gal. 2:11-14).
Frase ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฎ๐ข๐ถ๐ต ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข diterjemahkan dari ๐๐ข๐ช ๐ฑ๐บ๐ญ๐ข๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ฐ๐ถ ๐ฐ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ต๐ช๐ด๐ค๐ฉ๐บ๐ด๐ฐ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ ๐ข๐ถ๐ต๐ฆ̄๐ด, yang berarti literal ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐จ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ-๐จ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ฆ๐ด ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. Gerbang-gerbang hades tampaknya metafora penguasa agama dan politik pada masa itu. Jemaat perdana (dhi Jemaat Matius) sudah beberapa kali mengalami penganiayaan dan pengusiran dari sinagog, tetapi Gereja tetap tegar berdiri. Penguasa tidak dapat mengalahkan Gereja.
Ucapan Yesus “๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐ค๐ช ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข” tentu saja tidak dipahami bahwa Petrus pemegang kunci surga seperti yang kita dapati di banyak lelucon atau ๐ซ๐ฐ๐ฌ๐ฆ. Kerajaan Surga merupakan idiom Yahudi untuk Kerajaan Allah yang diprakarsai oleh Yesus di bumi ini. Pengertian tentang Kerajaan Allah sudah dijelaskan Yesus lewat perumpamaan-perumpamaan (lih. ๐๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ edisi 16, 23, dan 30 Juli 2023). Selain itu ciri-ciri Kerajaan Allah adalah orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, penderita penyakit kulit ditahirkan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik (Mat. 11:5).
Pemberian kunci kepada Petrus ini sejajar dengan Eliyakim mendapat kuasa dari Wangsa Daud “๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐ค๐ช ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ถ๐ฅ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข: ๐ข๐ฑ๐ข๐ฃ๐ช๐ญ๐ข ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ต๐ถ๐ฑ; ๐ข๐ฑ๐ข๐ฃ๐ช๐ญ๐ข ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ต๐ถ๐ฑ, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข.” (Yes. 22:22). Petrus diberi kuasa membuka pintu dan menunjukkan jalan masuk ke dalam Kerajaan Allah yang seharusnya dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, tetapi mereka justru menutup pintu Kerajaan Allah (Mat. 23:13). Kuasa itu diambilalih oleh Yesus dan didelegasikan kepada Petrus.
Frase ๐ฌ๐ข๐ถ๐ช๐ฌ๐ข๐ต (๐ฅ๐ฆ̄๐ด๐ฆ̄๐ด) dan ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ (๐ญ๐บ๐ด๐ฆ̄๐ด) tampaknya sejajar dengan yang lazim dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dalam menafsir Taurat and penyataan kehendak Allah. Dengan kata lain otoritas menentukan hal yang diizinkan dan dilarang seperti Yesus menafsir Kitab Suci dalam episode panjang ๐๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ (Mat. 5-7).
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ต ๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐บ๐๐ฟ๐ถ๐ฑ (Mat. 16:20)
Lalu Yesus memerintahkan murid-murid-Nya supaya tidak memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias. (Mat. 16:20, TB II 2023)
Di Injil Matius dan Markus tidak disebut alasan langsung Yesus melarang murid-murid-Nya memberitahukan kepada siapa pun. Memang pada ayat berikutnya disebutkan alasan Yesus, tetapi ada jeda dengan keterangan waktu ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ dan ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ serta alasan itu diucapkan oleh narator. Namun, di Injil Lukas alasan Yesus disebut dengan kalimat langsung. Ia berkata, “๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ต๐ถ๐ข-๐ต๐ถ๐ข, ๐ช๐ฎ๐ข๐ฎ-๐ช๐ฎ๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช-๐ข๐ฉ๐ญ๐ช ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐จ๐ข.” (Luk. 9:20). Mengapa ada perbedaan?
Perbedaan itu terjadi karena perbedaan teologi para penulis Injil. Injil Matius mengusung teologi bahwa Yesus adalah Mesias sejak lahir. Dalam pembuka Injil Matius langsung disebut bahwa Yesus ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐๐, anak Daud, anak Abraham (Mat. 1:1). Juga penulis Markus membuka Injilnya dengan pernyataan: Inilah permulaan Injil tentang Yesus ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐๐, Anak Allah (Mrk. 1:1). Jadi, narator sudah menyatakan sejak awal bahwa Yesus adalah Kristus ( = Mesias). Dalam pada itu Injil Lukas mengusung teologi kenaikan, yakni Yesus diangkat menjadi Mesias ( = Kristus) sesudah kebangkitan (Luk. 24:46; Kis. 2:36).
Pengakuan atau deklarasi Petrus tentang Yesus sudah menjadi dogma dan pilar utama Gereja. Orang yang mengakui diri beragama Kristen sudah pasti mengakui Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup. Namun, pertanyaan Yesus itu dinamis, bukan sekadar membutuhkan jawaban dogmatik, bukan jawaban legalistik, bukan jawaban contekan dari pengakuan Petrus. Apabila Yesus bertanya kepada anda secara pribadi, “๐๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ถ๐ต ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช?”, bagaimana jawaban anda?
(27082023)(TUS)