Kamis, 07 Mei 2026

Sudut Pandang Cinta Allah Melahirkan Kelimpahan Syukur, Minggu VI Paska

Sudut Pandang Cinta Allah Melahirkan Kelimpahan Syukur, Minggu VI Paska

PENGANTAR
Bacaan 1: Kisah Para Rasul 17 : 22 – 31
Mazmur: Mazmur 66 : 8 – 20
Bacaan 2: 1 Petrus 3 : 13 – 22
Bacaan 3: Yohanes 14 : 15 – 21

Kisah Para Rasul 17 : 22 – 31
Atena adalah kota yang maju dari sisi akademis, mungkin kalau pada zaman sekarang dapat dikategorikan sebagai kota pelajar. Dengan kondisi kota yang seperti ini dapat diasumsikan bahwa penduduk kota ini mayoritas adalah orang-orang dari kalangan terpelajar yang mengedepankan akal dan nalar. Kota ini yang menjadi konteks Paulus mengabarkan berita sukacita kepada orang-orang Atena yang merupakan orang berpendidikan dan menggunakan nalar mereka dengan baik. Cara Paulus mengabarkan Injil juga menyesuaikan konteks pendengar yang merupakan orang-orang berpendidikan. Oleh karena itu, ia menyampaikan di ayat 23: ”Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.” Paulus menyampaikan kalimat ini karena bagi orang-orang berpendidikan segala sesuatu harus memiliki bukti yang dapat diterima secara nalar manusia. Jika mereka menyembah Allah yang tidak mereka kenal maka untuk apa mereka menyembah, sementara Paulus mengenalkan Allah yang dapat dikenal dan dekat dengan manusia. Paulus menyampaikan kepada orang-orang Atena bahwa Allah yang ia kenal bukan Allah yang berharap dilayani seolah-olah Allah tidak mampu atau kekurangan. Allah yang dikenalkan Paulus adalah Allah yang Maha Kuasa yang menjadikan langit, bumi, dan segala isinya. Melalui penyampaiannya ini Paulus berharap orang-orang Atena percaya dan menjadi pengikut Kristus. Cara penyampaian Paulus ini memang sangat memperhatikan konteks pendengarnya yang tergolong orang berpendidikan, maka ia pun menyampaikan bahwa Allah jauh melebihi segala sesuatu yang dapat dipikirkan manusia. Konteks ke-Mahakuasa-an Allah ditonjolkan oleh Paulus karena ia sadar bahwa ia berhadapan dengan orang-orang berpendidikan yang memiliki daya pikir yang baik.

1 Petrus 3 : 13 – 22
Surat Rasul Petrus yang pertama ini merupakan surat yang ditulis untuk menguatkan iman para pengikut Kristus di wilayah Asia Kecil yang mengalami penderitaan karena iman dan keyakinan mereka. Petrus melalui suratnya berusaha menguatkan iman para pengikut Kristus yang dalam situasi menekan mereka. Khususnya dalam pasal 3:13-22, Petrus menekankan bahwa meskipun mereka menderita, selama mereka tetap berada di jalan yang benar maka mereka akan merasakan kebahagiaan (Ay. 14). Pesan ini menekankan agar pengikut Kristus tidak meninggalkan ajaran Kristus meskipun mereka menderita dan hidup dalam tekanan. Terlebih supaya mereka tidak takut dan gentar melakukan apa yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Kristus. Lebih lagi Petrus menjelaskan bahwa Kristus telah mati untuk menebus dosa manusia bahkan untuk orang-orang yang tidak benar supaya mereka dapat kembali kepada Allah (Ay. 18). Hal inilah yang diharapkan dapat menguatkan keyakinan para pengikut Kristus untuk tetap bertahan menghadapi segala cobaan. Petrus memang tidak pernah mengatakan bahwa percaya kepada Yesus akan membuat mereka bebas dari cobaan tetapi di tengah cobaan mereka masih memiliki pengharapan. Maka diharapkan para pengikut Kristus tetap sadar bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka meskipun di tengah cobaan dan penderitaan yang sedang mereka hadapi.

Yohanes 14 : 15 – 21
Bacaan kita yang ketiga ini menjelaskan tentang Yesus yang menjanjikan penolong kepada orang-orang yang mengasihi-Nya. Penolong yang dimaksud adalah Roh Kudus yang akan menyertai kehidupan mereka. Yang menarik dalam bacaan kita, Yesus tidak menyebut Roh Kudus melainkan Roh Kebenaran. Pada dasarnya 2 sebutan ini tidak saling bertentangan karena merujuk pada pribadi dan peran dasar yang sama. Yohanes 14:15-21 ini merupakan wujud janji Yesus kepada orang percaya khususnya para murid yang akan Ia tinggalkan. Untuk melanjutkan karya keselamatan yang dimulai oleh Yesus maka mereka memerlukan tuntunan dan petunjuk. Penyebutan Roh Kebenaran (Ay. 17) merujuk pada peran Allah yang akan menuntun mereka melakukan hal-hal yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus yang dalam bahasa Yunaninya disebut “Parakletos” berarti penolong dan pendamping. Dalam konteks ayat 17, maka yang dijanjikan oleh Yesus adalah penolong dan pendamping yang akan menunjukkan hal yang benar sesuai dengan kehendak Allah sehingga manusia tetap menjalani hidup benar sesuai dengan kehendak Allah. Peran ini juga dikuatkan dengan perkataan Yesus di ayat 18, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.” Peran Roh Kebenaran ini dianalogikan seperti orang tua yang selalu mendampingi dan membimbing anak-anaknya, yang membuat mereka memahami apa yang baik dan buruk. Ungkapan Yesus bahwa tidak akan meninggalkan para murid sebagai yatim piatu menegaskan kembali bahwa melalui Roh Kebenaran, Yesus selalu mendampingi dan menyertai perjalanan pelayanan para murid dan orang percaya yang mengasihi-Nya. Hal ini dilakukan oleh penulis Injil Yohanes agar para pembaca Injil Yohanes tetap kuat dalam melawan ajaran-ajaran sesat yang sedang berkembang saat itu (misalnya Gnostisisme). Janji Yesus yang akan tetap mendampingi kehidupan para murid juga dikuatkan lagi dengan ungkapan Yesus pada ayat 19: “Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” Pernyataan Yesus ini tentunya terkait dengan kenaikan Yesus ke Surga setelah penderitaan dan kematian-Nya. Yesus kembali menegaskan bahwa Ia tetap akan hidup bersama dengan para murid dengan hadirnya Roh Kebenaran ini. Inilah yang ditekankan oleh penulis Injil Yohanes dalam konteks pembacanya yang sedang menghadapi ajaran sesat bahwa Yesus ada bersama mereka dan akan menunjukkan apa yang benar.
PEMAHAMAN 
Benang Merah Tiga Bacaan
Ketiga bacaan kita saat ini menjelaskan 2 hal penting tentang Allah yang harus dipahami oleh manusia. Pertama, Allah yang dekat dan dapat dikenal dengan baik oleh manusia. Pemahaman ini meluruskan pemahaman tentang tuhan/dewa dalam mitologi yang tidak dapat digambarkan dengan jelas dan baik oleh manusia. Kedua, Allah dapat dikenal karena selalu berada dekat dengan manusia dan melalui ke-Mahakuasa-an-Nya, Allah selalu menuntun manusia ke jalan yang benar. Melalui dua hal ini diharapkan dapat memunculkan rasa syukur dalam hati manusia karena Allah selalu menyertai serta memberkati manusia.

Undhuh-undhuh  adalah salah satu hari raya yang penting dalam perjalanan hidup jemaat. Undhuh-undhuh yang awalnya identik dengan perayaan dan ucapan syukur karena berkat Tuhan atas pertanian dan hasil panen yang baik, telah berkembang bukan hanya dalam lingkup agraris melainkan ungkapan syukur atas berkat Tuhan secara luas. Hal ini terbukti dengan pelaksanaan hari raya undhuh-undhuh di jemaat perkotaan yang sebagian besar atau bahkan mungkin seluruh warganya tidak ada yang berprofesi sebagai petani tetapi tetap melaksanakan hari raya undhuh-undhuh atau hari raya persembahan. Maka undhuh-undhuh bukan lagi ungkapan syukur atas berkat Tuhan yang telah tercurah bagi kaum petani saja tetapi seluruh warga GKJ apapun profesinya diajak bersama bersyukur atas berkat Tuhan dalam kehidupan mereka. Bersyukur memang menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Kristen, karena kita yakin Allah selalu menyertai kehidupan ini dalam berbagai aspek kehidupan. Maka benar rasanya jika undhuh-undhuh tidak semata-mata dikaitkan dengan masyarakan agraris secara sempit tetapi lebih kuas sebagai hari raya persembahan atau ungkapan syukur Umat Tuhan atas berkat dan penyertaan yang sudah mereka rasakan. Semua orang percaya sepakat bahwa mengucap syukur adalah bagian penting dalam kehidupan orang beriman, namun pada praktiknya tidak mudah untuk terus mengucap syukur di tengah tantangan hidup yang terjadi. Maka dari itu, saat ini marilah kita belajar dari Firman Tuhan yang telah kita baca bersama. Tantangan hidup yang dialami orang beriman sebenarnya sudah terjadi sejak dahulu kala, seperti yang digambarkan dalam surat 1 Petrus (Bacaan 2). Pengikut Kristus di Asia Kecil waktu itu sedang mengalami penganiyaan yang berat sehingga sangat mempengaruhi iman percaya mereka. Oleh karena itu, Petrus melalui suratnya menegaskan tentang Kristus yang telah menderita lebih dahulu demi menebus dosa manusia. Petrus berharap agar para pengikut Kristus tetap memiliki pengharapan dalam hidup mereka di tengah penderitaan. Cinta Tuhan kepada manusia yang menjadi alasan utama, Yesus rela menderita demi menebus dosa manusia. Cinta Tuhan inilah yang kiranya menjadi pengharapan bagi para pengikut Kristus yang sedang mengalami penderitaan. Paulus juga menjelaskan kepada orang-orang Yunani bahwa Allah bukanlah seperti dewa-dewa yang mereka sembah, yang berharap dicintai umat-Nya (Bacaan 1). Allah yang dikenal Paulus adalah Allah yang Maha Kuasa dan Allah yang melimpahkan cinta kasih-Nya kepada setiap umat manusia. Paulus menggunakan gambaran Allah yang dekat dan dapat dikenal manusia karena Paulus ingin menggambarkan bahwa Allah memiliki cinta yang besar kepada umat-Nya. Poin penting dari pengajaran Paulus adalah Allah yang dekat dan yang Maha Kuasa itu telah melimpahkan kasih karunia kepada manusia. Orang-orang Atena yang notabene adalah orang-orang berpendidikan tinggi dan biasa menggunakan nalar logika diajak untuk menghayati aspek perasaan tentang kedekatan Allah dengan manusia, yang kemudian membuat manusia merasa dicintai oleh Tuhan dengan luar biasa.
Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa Allah memiliki cinta kasih yang besar terhadap umat-Nya yang menderita, namun yang menjadi tantangan tersendiri adalah menyadari cinta Tuhan di tengah situasi yang sulit itu tidaklah mudah. Kecenderungan manusia yang sedang mengalami tantangan atau pergumulan adalah mereka merasa bahwa Allah meninggalkan mereka. Masalah atau pergumulan sering kali dikaitkan dengan ketidakhadiran Tuhan atau bahkan kutukan Tuhan. Kecenderungan inilah yang kemudian membuat manusia sulit untuk bersyukur dan merasakan cinta kasih Tuhan ketika menghadapi tantangan atau pergumulan.
Yesus ternyata sudah membaca gejala atau kecenderungan manusia yang seperti ini. Perkataan Yesus yang dituliskan dalam Injil Yohanes 14:15-21 menjadi bukti bahwa Ia ingin menjaga pemahaman para pengikut-Nya ketika menghadapi tantangan saat mengabarkan Injil. Yesus menjanjikan hadirnya Roh Kebenaran yang akan menolong dan mendampingi para murid setelah Ia naik ke surga. Roh Kebenaran inilah yang menjaga pemahaman para murid tetap tegak lurus kepada kehendak Allah. Harapannya para murid tetap menyadari bahwa Yesus senantiasa menyertai mereka ketika mereka menghadapi tantangan. Hal ini diungkapkan secara jelas oleh Yesus di ayat 18, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.” Melalui perkataan ini Ia memposisikan diri-Nya sebagai orang tua yang selalu mendampingi para murid melalui hadirnya Roh Kebenaran, yang membuat mereka merasakan penyertaan dan cinta kasih Tuhan. Dengan demikian para murid dapat selalu mengucap syukur meskipun mengalami berbagai macam tantangan dan masalah. Kecenderungan manusia yang sering lupa akan cinta Tuhan ketika mengalami masalah dijawab oleh Yesus melalui hadirnya Roh Kebenaran yang senantiasa meluruskan pemahaman manusia. Pada masa sekarang ini, manusia juga mengalami berbagai macam tantangan dalam banyak aspek kehidupan. Di tengah berbagai macam tantangan itu, kita diajak mengucap syukur melalui hari raya undhuh-undhuh. Mungkin tidak mudah bagi kita untuk memaknai undhuh-undhuh secara baik ketika mengalami tantangan, namun jika kita kembali menghayati ketiga bacaan hari ini nampaknya akan menjadi lebih mudah. Kita bersama tahu melalui bacaan hari ini, cinta Allah begitu besar kepada manusia, bahkan Yesus menjanjikan Roh Kebenaran untuk membantu kita memahami cinta-Nya. Maka pada hari raya undhuh-undhuh ini, kita diajak untuk kembali menyadari cinta Tuhan dan terus menyandarkan diri kepada Roh Kebenaran yang akan menuntun kita pada pemahaman yang benar tentang cinta Tuhan kepada manusia. Selamat menghayati hari raya undhuh-undhuh sebagai salah satu jalan mensyukuri cinta Tuhan dan teruslah bersandar pada Roh Kebenaran agar kita tetap bisa bersyukur dalam segala keadaan. Tuhan memberkati kita. Amin. 
(07052026)(TUS)

 










Sudut Pandang Perubahan Kondisi Gereja harus Adaptif tapi tidak kompromi pada dosa, Minggu VI Paska

Sudut Pandang Perubahan Kondisi Gereja harus Adaptif tapi tidak kompromi pada dosa, Minggu VI Paska

PENGANTAR
Minggu Paskah VI tahun A, Minggu 10 Mei 2026.
Bacaan 1: 
Kisah Para Rasul 17:22-31
Bacaan 2:
1 Petrus 3:13-22
Bacaan Injil:
Yohanes 14:15-21

Ketiga bacaan itu saling mengunci dalam satu tema besar: Allah yang hidup dan hadir di tengah dunia yang berubah, dan umat-Nya dipanggil menjawab dengan iman yang tetap, adaptif, dan bersaksi. Dalam kerangka leksionari, Kisah Para Rasul 17 menampilkan inkulturasi misi; 1 Petrus 3 menampilkan keteguhan di tengah tekanan; Yohanes 14 menampilkan kehadiran Roh dan ketaatan kasih. Roh Kudus buat kita jadi kaya bambu, lentur (Kisah Rasul 17:22-31), diterpa angin badai itu pasti (1 Petrus 3:13-22), tapi cuman goyang sana goyang sini, kagak patah, akar tetap tertancap di tanah (Yohanes 14:15-21), bukan kaya pohon beringin yang kaku, pasti kena angin badai, tapi dilawan dengan keras berdiri tegak, akibatnya apa tumbang it's rungkat, roboh beserta akar-akarnya yg tidak lagi menancap di tanah.
PEMAHAMAN 
Kisah Para Rasul 17:22-31. 
Secara literer, pidato Paulus di Areopagus adalah contoh retorika misi yang sangat terampil: ia memulai dari religiositas Athena, mengutip altar “kepada Allah yang tidak dikenal,” lalu bergerak ke penciptaan, pemeliharaan, pertobatan, dan penghakiman. Secara budaya, ini adalah dialog dengan dunia Yunani yang religius tetapi plural, sehingga Paulus tidak langsung menyerang dari luar, melainkan masuk lewat titik temu yang sudah dikenali pendengarnya, gak kaya apologet YouTube yang isinya cuman debat kusir maunya bener sendiri, Apologetika kok nambah musuh, bukannya nambah jiwa yg mau datang ke Kristus. Dari sisi teologi, Allah digambarkan sebagai Pencipta dan Pemelihara, tidak dibatasi kuil atau patung buatan tangan, dan puncaknya adalah kebangkitan Yesus sebagai jaminan penghakiman serta panggilan pertobatan. Kritik teks untuk perikop ini umumnya tidak seproblematis beberapa teks lain, tetapi detail leksikal dan gaya menunjukkan bahwa Lukas sengaja menyusun pidato yang sangat kontekstual, mungkin tidak stenografis kata-per-kata, melainkan komposisi historiografis-teologis yang mencerminkan isi pewartaan Paulus. Ini penting secara akademik: teks ini lebih tepat dibaca sebagai model teologi misi yang kontekstual daripada sekadar transkrip pidato literal. Dengan begitu, “gereja adaptif” di sini bukan gereja yang kehilangan misi, melainkan gereja yang menyesuaikan bahasa, bukan inti iman. Ini bukan kompromi tapi lentur, cerd8 seperti ular, tulus seperti merpati.

1 Petrus 3:13-22
Secara sastra, 1 Petrus 3:13-22 bergerak dari etika penderitaan ke kristologi, lalu ke baptisan dan kemenangan Kristus atas kuasa-kuasa rohani. Nada pastoralnya kuat, umat lagi ditindas menderita: penderitaan orang benar bukan tanda kekalahan, melainkan ruang kesaksian dan partisipasi dalam pola hidup Kristus yang menderita lalu dimuliakan. Ayat-ayat tentang Kristus “mati dalam daging tetapi dihidupkan dalam roh” lalu naik dan “duduk di sebelah kanan Allah” memberi kerangka pengharapan yang sangat pas untuk jemaat yang tertekan. Penderitaan itu lumrahnya hidup tapi harus tetap mengakar kuat pada Kristus.
Dari sudut kritik teks dan penafsiran, bagian yang paling diperdebatkan ialah ayat 19-20 tentang “roh-roh dalam penjara” dan relasi antara air bah, keselamatan Nuh, serta baptisan. Banyak pembacaan akademik melihat bagian ini sebagai rangkaian argumentasi tipologis: air bah bukan terutama soal airnya, melainkan tentang penyelamatan melalui hukuman, dan baptisan dipahami sebagai respons iman dan “permohonan/komitmen hati nurani yang baik kepada Allah,” bukan sekadar ritual eksternal simbolis. Jadi, iman yang “lentur” bukan berarti cair tanpa bentuk dan kompromi pada dosa; justru ia lentur karena mampu bertahan di bawah tekanan tanpa retak dan patah, tetap mengarah pada Kristus yang sudah dimuliakan, tetap mengakar pada Kristus di tengah badai kehidupan.

Yohanes 14:15-21
Perikop Yohanes ini berada dalam pidato perpisahan Yesus, sehingga nuansanya intim, pastoral, dan eskatologis: kasih kepada Yesus diwujudkan dalam ketaatan, dan ketaatan itu tidak ditopang oleh kepergian Yesus, melainkan oleh pemberian Roh Kudus/Parakletos, kekuatan untuk lentur seperti bambu dan tetap mengakar pada Kristus di tengah derita adalah buah Roh Kudus. Secara sastra, kalimat-kalimatnya paralel dan bertumpuk: kasih, perintah, Roh, kehadiran, pengenalan, dan hidup. Secara teologis, ini bukan sekadar moralitas; ini adalah logika relasional, bahwa ketaatan di tengah derita me,buat cerdik dalam melentur lahir dari kasih, dan kasih membuka ruang bagi kehadiran Allah/Roh Kudusdi dalam komunitas .
Kritik teks pada ayat 15 menarik karena ada varian kecil pada bentuk verba “keep”/“you will keep,” tetapi makna keseluruhan tetap jelas: kasih dan ketaatan terjalin erat. Yang lebih penting secara teologis adalah fungsi Parakletos: Roh “lain” yang meneruskan kehadiran dan karya Yesus bagi komunitas yang harus hidup di dunia yang tidak selalu menerima mereka. Jadi gereja yang adaptif menurut Yohanes bukan gereja yang mengikuti dunia, bukan greja yang berkompromi pada dosa melainkan gereja yang tetap tinggal dalam kasih Kristus sambil menghadirkan kesaksian-Nya secara baru melalui Roh, dalam kelenturan iman di tengah derita.

Kaitan tiga bacaan
Ketiganya membentuk satu alur: Paulus menunjukkan cara berbicara kepada dunia dalam kelenturan tsb, Petrus menunjukkan cara bertahan di dalam derita dunia, dan Yohanes menunjukkan cara hidup oleh Roh di dalam dunia yg menjadi penopang kekuatan. Kisah Para Rasul 17 mengajarkan bahwa iman harus bisa diterjemahkan ke dalam bahasa publik, melentur; 1 Petrus 3 mengajarkan bahwa iman harus tetap teguh saat dibebani penderitaan; Yohanes 14 mengajarkan bahwa semua itu hanya mungkin bila gereja hidup dalam kasih kepada Kristus dan dipimpin Roh Kudus. Maka tema “gereja yang adaptif” dapat dibaca sebagai gereja yang mampu berinkulturasi tanpa kehilangan identitas, sedangkan “iman yang lentur akan terus hidup” berarti iman yang mampu melentur tanpa patah karena tetap mengakar pada Kristus, ditopang oleh kebangkitan, pengharapan, dan kehadiran Roh.
Kalau dirumuskan secara teologis, adaptif di sini bukan pragmatis tanpa batas, melainkan misioner, dialogis, dan berakar. Dari Paulus, gereja belajar berbicara dengan hormat kepada budaya lain, adaptif pada situasi kondisi tanpa kompromi atas dosa, tanpa mengurangi klaim Kristus yang bangkit. Dari Petrus, gereja belajar bahwa adaptasi juga berarti kesetiaan iman di tengah tekanan, sehingga kesaksian tidak berhenti pada kata-kata tetapi tampak dalam karakter dan pengharapan. Dari Yohanes, gereja belajar bahwa adaptasi yang benar selalu bersumber dari kasih kepada Yesus dan kehadiran Roh yang membuat gereja tetap hidup walau konteks berubah/lentur pada situasi kondisi tanpa kompromi dosa.
(07052026)(TUS)
Pernah terjadi kasus seperti ini:
seorang jemaat keluar dari gereja lama karena kecewa dengan kepemimpinan yang keras, manipulatif, dan penuh tekanan rohani. Ia merasa “diselamatkan” ketika menemukan komunitas baru yang terlihat lebih hangat, lebih modern, dan lebih terbuka. Namun beberapa waktu kemudian, ia baru sadar kalau komunitas barunya justru lebih berbahaya. Pengajaran mulai menyimpang, pemimpin anti kritik, jemaat dipaksa loyal kepada figur manusia, dan semua kritik dianggap pemberontakan terhadap “urapan.”

Ia keluar dari mulut harimau, tapi masuk ke mulut buaya.

Fenomena seperti ini bukan hanya terjadi dalam gereja. Dalam komunitas, organisasi, bahkan relasi pribadi, manusia sering berpindah dari satu luka menuju luka lain karena keputusan dibuat hanya berdasarkan rasa sakit sesaat, bukan berdasarkan kebenaran dan hikmat Tuhan.

Alkitab mengenal pola ini.

Dalam kitab Amos, Tuhan berkata:
“Seperti seseorang yang lari terhadap singa, lalu bertemu dengan beruang; masuk ke rumah, menopang tangannya ke dinding, lalu dipagut ular.” Amos 5:19

Ayat ini adalah gambaran yang ironis. Orang merasa lolos dari satu bahaya, tetapi karena tidak sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan, ia jatuh ke bahaya lain.

Kata “lari” dalam bahasa Ibrani memakai kata nus yang artinya melarikan diri karena takut atau terdesak. Tapi masalah Israel saat itu bukan sekedar mereka takut; mereka melarikan diri tanpa pertobatan. Mereka ingin aman tanpa berubah.

Inilah akar dari banyak tragedi rohani.

Ada orang meninggalkan gereja / komunitas yang toxic, tetapi tidak belajar discernment (pembedaan roh).
Ada orang keluar dari legalisme, lalu jatuh ke kompromi dosa.
Ada yang muak terhadap pemimpin otoriter, lalu mengikuti guru palsu yang membungkus kesesatan dengan kasih palsu.
Ada yang meninggalkan kemunafikan agama, tetapi akhirnya hidup tanpa kekudusan sama sekali.

Karena manusia sering lebih fokus MENCARI TEMPAT YANG NYAMAN DARIPADA MENCARI KEBENARAN.

Yesus sendiri memperingatkan:
“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”  Matius 7:15

Kata “waspadalah” berasal dari bahasa Yunani prosechล, yang berarti memberi perhatian terus-menerus, berjaga dengan serius. Ini bukan kewaspadaan sesaat, tetapi disiplin rohani untuk menguji segala sesuatu.

Masalahnya, banyak orang Kristen mengambil keputusan rohani hanya berdasarkan:

- siapa yang paling ramah,
- siapa yang paling karismatik,
- siapa yang paling membuat nyaman,
- atau siapa yang paling membenarkan luka mereka.

Padahal Iblis tidak selalu menyerang lewat ancaman. Kadang ia menawarkan pelarian yang tampaknya aman, tapi sebenarnya jebakan baru.

Itulah sebabnya luka tidak otomatis membuat seseorang bijaksana.
Kadang luka justru membuat seseorang mudah dimanipulasi.

Jika seseorang terluka oleh kekerasan rohani, ia bisa tergoda menerima pengajaran tanpa disiplin.
Jika seseorang muak dengan aturan, ia bisa jatuh ke kebebasan palsu.
Jika seseorang kecewa terhadap manusia, ia bisa mulai meninggalkan gereja sepenuhnya dan hidup tanpa tubuh Kristus (bahkan ada yang beralih menjadi ateis).

Alkitab tidak mengajarkan kita sekedar “keluar” dari tempat yang salah.
Alkitab mengajarkan kita berjalan menuju kebenaran.

Yesus berkata:
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Yohanes 14:6

Perhatikan, Kristus bukan hanya jalan keluar dari masalah.
Ia adalah TUJUAN perjalanan itu sendiri.

Tanpa Kristus sebagai pusat, seseorang bisa terus berpindah dari satu “harimau” ke “buaya” berikutnya:

- dari kultus tradisional ke kultus modern,
- dari penindasan rohani ke liberalisme tanpa pertobatan,
- dari manipulasi manusia ke pemberontakan terhadap otoritas ilahi.

Renungan ini bukan panggilan untuk suudzon kepada semua orang/ gereja, tetapi panggilan untuk memiliki akar yang dalam di dalam pengenalan akan Tuhan dan Firman-Nya.

Roh Kudus tidak memimpin kita hanya keluar dari sesuatu, tetapi masuk ke dalam kebenaran.

Karena kebebasan sejati bukan sekadar lolos dari predator lama, 
melainkan hidup di bawah pemerintahan Kristus yang benar.

Senin, 04 Mei 2026

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ๐—œ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]10 Mei 2026 Bukan ๐™†๐™š๐™จ๐™ช๐™ง๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฃ

Sudut  ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ๐—œ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]
10 Mei 2026 Bukan ๐™†๐™š๐™จ๐™ช๐™ง๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฃ

PENGANTAR
Minggu 10 Mei 2026, Banyak orang Kristen, jika disodori perbedaan teks dalam keempat Injil, bersikap defensif. Mereka mencari pembelaan dengan ๐˜ฑ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฐ-๐˜ด๐˜ค๐˜ช๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ untuk memertahankan bahwa tidak ada perbedaan atau kekeliruan teks demi menjaga ideologi ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜บ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฆ. 
Padahal teks memang berbeda. Justru berbeda-beda itu kita patut bersyukur bahwa ada banyak sudut pandang tentang Yesus. Hidup beriman menjadi penuh warna. Ibarat makan disediakan beraneka pilihan sehingga tidak membosankan.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu keenam masa raya Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 14:15-21 yang didahului dengan Kisah Para Rasul 17:22-31, Mazmur 66:8-20, dan 1Petrus 3:13-22.
Bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:15-21) melanjutkan bacaan Injil Minggu lalu (Yoh. 14:1-14). Dengan demikian konteks terdekat bacaan Injil Minggu ini sama, yaitu Yohanes 13-14, sedang konteks besarnya adalah pasal 13-20. Pakar biblika menyebut pasal 13-20 adalah bagian kedua Injil Yohanes yang disebut juga kitab kemuliaan, sedang bagian pertama (pasal 1-12) disebut kitab tanda-tanda. Tidak lagi diceritakan tanda-tanda di bagian kedua, melainkan memuliakan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข๐˜ปa) dan kemuliaan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข). 

Apabila bagian kedua tersebut dikelompokkan lagi, maka menjadi:
๐Ÿ”ท Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
๐Ÿ”ท Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
๐Ÿ”ท Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)

Bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:15-21) merupakan bagian perikop yang diberi judul oleh LAI ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ (ay. 15-31). Kata Yesus, “๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜™๐˜ฐ๐˜ฉ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ.” (ay. 15-17a).
Cukup sulit mencari padanan ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ฆ̄๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด (Penolong) pada ayat 16 di atas dan beberapa ayat di Injil Yohanes (Yoh. 14:26; 15:26; 16:7). Berikut ini perbandingan beberapa teks Alkitab tentang padanan ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ฆ̄๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด.

Penolong (LAI TB II 2023, 14:16, 26; 15:26; 16:7) 
๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ (KJV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
๐˜๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ (NKJV, NASB, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
๐˜Š๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ณ (NIV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ (NRSV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)

Istilah ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด dipungut dari dunia pengadilan yang berarti perantara atau pembela. Oleh pengarang Injil Yohanes kata ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด dimaknai baru. Pertanyaannya apakah ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด itu sama dengan Roh Kudus (๐˜—๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ)? Untuk menjawab itu mari kita telisik Injil Yohanes dari belakang, dari episode kebangkitan Yesus.
Injil Yohanes tidak mengisahkan kenaikan Yesus ke surga. Namun, ucapan Yesus kepada Maria Magdalena menyiratkan kenaikan-Nya ke surga pada hari yang sama dengan hari kebangkitan. Kata Yesus, “๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ." (Yoh. 20:17, TB II 2023). 

Pada hari kebangkitan-Nya Yesus memerintahkan Maria Magdalena bukan untuk memberitakan kebangkitan-Nya, melainkan untuk memberitakan kenaikan-Nya.

Sesudah pergi atau naik kepada Bapa-Nya (Yoh. 20:17), Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya. Pertama, kepada para murid tanpa Tomas (Yoh. 20:19-23). Kedua, kepada para murid termasuk Tomas (Yoh. 20:24-29). Dalam Injil Yohanes Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya dalam beberapa hari sesudah kenaikan-Nya. Bandingkan dengan Injil Lukas, Yesus yang bangkit menampakkan diri sebelum kenaikan-Nya dan kenaikan-Nya pada hari yang sama dengan hari kebangkitan dan penampakan. Dalam pada itu kisah kenaikan Yesus dalam Injil Lukas jilid kedua alias Kisah Para Rasul sesudah 40 hari kebangkitan-Nya.
Dalam Injil Yohanes pada saat bertemu dengan para murid itulah Yesus memberikan Roh Kudus (๐˜—๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ) kepada mereka (Yoh. 20:22). Apakah ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด yang dijanjikan Yesus di Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7 sama dengan Roh Kudus yang diberikan Yesus di Yohanes 20:22? Sama! Pemberian Roh Kudus itu terjadi sesudah Yesus pergi kepada Bapa atau sesudah kenaikan-Nya. Itu sesuai dengan kronologi yang dikatakan Yesus di Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7, yaitu ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด akan diberikan sesudah Yesus pergi kepada Bapa-Nya. Hal itu juga sudah ditegaskan di Yohanes 14:26 bahwa ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด adalah Roh Kudus (๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜—๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ). Bandingkan dengan Kisah Para Rasul yang Roh Kudus dicurahkan 10 hari sesudah kenaikan Yesus.
Dalam bacaan Injil Minggu lalu ayat Yohanes 14:6 dikunci menjadi ideologi bahwa percaya Yesus adalah jalan, maka akan selamat. Hal yang sama dengan bacaan Minggu ini dijadikan ideologi oleh banyak orang Kristen bahwa percaya dan mengasihi Yesus, maka akan penuh dengan Roh Kudus.
Padahal dalam Yohanes 14:16-17a diawali dengan perkataan Yesus, “๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ.” (ay. 15). Yesus hendak mengirim Roh Kudus dengan syarat murid-murid-Nya mengasihi-Nya dan menuruti segala perintah-Nya. Dengan demikian mengikut Yesus itu ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜€, harus menuruti segala perintah-Nya. Hal ini ditegaskan lagi dalam ayat  21, “๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ.”
Apa perintah-perintah Yesus? Tentu saja semua ajaran Yesus dalam Injil Yohanes, karena konteksnya Injil Yohanes. Segala perintah itu dipuncaki dengan perintah baru Yesus dalam Yohanes 13:34-35 “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช; ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ-๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช." Perintah baru itu dipertajam lagi dalam Yohanes 15:12-13 ”๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต-๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.”

Jadi, penuh dengan Roh Kudus itu bukan ditunjukkan dengan ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ di dalam kebaktian.
(04052026)(TUS)


Sabtu, 02 Mei 2026

Sudut Pandang Yohanes 14:15-21, Sang Pembela

Sudut Pandang Yohanes 14:15-21, Sang Pembela

PENGANTAR
Baru, jg nikmati  Hari Healing Sedunia Jumat, ni...long week end.  Eh, bayangen horror, hari Senen, mandi blues, udah nongkrong di kepala kita. Kebayang sisa kerjaan minggu ini, bakal dilanjut modenya, kerja Rodi di hari Senen. Weekend, yang niatnya balas dendam, liburan, begadang, ujung-ujung-nya, senen-pagi, harus bangun gasik lagi, bangun awal lagi. Siklus hidup macam, apa ini?
PEMAHAMAN 
 Psikologi, punya nama, untuk kasus di pengantar di atas, buat overthinking ini, yaitu Pre emptive grief, Intinya, we have felt sad and gone before the event was really there. Divided by normal disebut duka (Indonesia), who cried when the event. This emptive grieff, this fell like a parno, di bawah sadar. Ibarat, udah patah hati, sebelum jadian,mlembek sebelum maju perang, udah mikir yang enggak-enggak sebelum kejadian, udah negatif pemikiran pdhl blom tentu orangnya begitu, udah pasang perisai membela diri pdhl gak perlu, jadi takut dikritik, jadi menulikan diri. Takut menua, dan pikun, slow fading, pusing nasib negara, MBG meraja lela, rupiah yang makin letoy, bayangin harga elpiji naik, mo masak pakai kayu? sampe deg degan harga BBM gara-gara perang di Hormus, besok anak-anak gimana? kalau aku gak ada, besok mati gimana? surga pa neraka? Gimana jauh dong aku, kalau aku terima kritikan, Gimana cara ngatasinya? Ada beberapa solusi. Ada jalur Yolo, You only live once. Karpet diem, kata penyair Romawi Horacio. Nikmati aja hari ini, ngga usah pusingin besok. Atau jalur amal, ber amal ah seakan besok kita bakal lock out, bakal mati, dari dunia ini. Jalur ketiga, Jalur VIP, yah ....  ada di Yohannes 14: 15, dan seterusnya (21). Yesus kasi reset, syaratnya, kasihi Tuhan dan sesama. Yesus paham banget murid-muridnya lagi kena pre emptive grief, kena bakal ditinggal di salib, dan Yesus akan naik ke surga, kitavgimana dong, di pikiran para murid. Yesus, ga cuma omon-omon, tampil langsung request ke Bapa di surga, buat ngirim parakeletos, sang penghibur, roh kebenaran, Sang Navigator, Sang Pembela. Na, parakeletos, di dunia Yunani kuno, arti-nya, pengacara, penghibur, saksi, ahli pembela di pengadilan. Kenapa sih, bau-bau istilah hukum? Karna Yesus, udah feeling, pas dia ditangkap nanti, dia bakal sendirian, tanpa bekingan, murid-murid-Nya, pada lari. Kaya Pria, Anak Yatim Piatu. Nah ... perasan cemas, takut, dan merasa sendirian dihakimi dunia, inilah yang sering, kita rasakan pas lagi kena pre emptive grief. Yesus, Sudah Antisipasi Itu. Jadi di tengah dunia, yang ketidapastian nya pasti, yang ngalahin roller coaster, ni kita ngga dibiarin berjuang sendirian. Kita punya bekingan, roh kudus, parakeletos. Tugasnya, membantu kita, mengelolah rasa duka dan parno kita, akan hidup ini, membangun, pengharapan, asal ...... didengarkan itu suara Roh Kudus .... Ya .... Nurani kita. Roh Kudus buat kita jadi kaya bambu, lentur, diterpa angin badai itu pasti, tapi cuman goyang sana goyang sini, kagak patah, akar tetap tertancap di tanah, bukan kaya pohon beringin yang kaku, pasti kena angin badai, tapi dilawan dengan keras berdiri tegak, akibatnya apa tumbang it's rungkat, roboh beserta akar-akarnya yg tidak lagi menancap di tanah.
(07052026)(TUS)

Jumat, 01 Mei 2026

SUDUT PANDANG Yohanes 14:1-14, ๐˜ผ๐™ ๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™…๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—น ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ ๐—ธ๐—ฒ ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ด๐—ฎ Minggu V Paska, 3 Mei 2026

SUDUT PANDANG Yohanes 14:1-14, ๐˜ผ๐™ ๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™…๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—น ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ ๐—ธ๐—ฒ ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ด๐—ฎ
Minggu V Paska, 3 Mei 2026 

PENGANTAR
Dalam bacaaan ada ayat favorit orang Kristen. Yohanes 14:6, “๐˜ผ๐™ ๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™…๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ.” 
Ayat 6 digoreng saban KKR. Dicetak untuk stiker mobil. Dijadikan dalil: “๐˜ˆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ, ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข.”
๐˜’๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ eksklusif karena ayat ini ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ dibunuh oleh orang Kristen sendiri. Dibunuh menjadi slogan, menjadi stempel parkir surga. Dibunuh menjadi palu godam. Dibunuh menjadi karcis bus ke surga yang dipegang pemimpin gereja calo.
PEMAHAMAN
1️⃣ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™  ๐—ฏ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—š๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ ๐—ฐ๐—ฎ๐—น๐—ผ

Coba Minggu ini kamu tanya pemimpin gerejamu, “๐˜—๐˜ข๐˜ฌ/๐˜‰๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ‘๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ’ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ 14:6? ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข?”

Banyak akan menjawab, “๐˜ ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ-๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข. ๐˜›๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข!”

Terjemahan: “๐˜“๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข-๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ช๐˜ฆ๐˜ฎ. ๐˜‰๐˜ช๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ณ. ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข ‘๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š.๐˜›๐˜ฉ.”

Mereka adalah ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ-๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—ด๐—ฎ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป (bdk. bacaan Minggu lalu, Yoh. 10:1-10). Kitab Wahyu 18:13 malah lebih kasar lagi. Mereka adalah calo “๐˜ฅ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ... ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข”.
Mereka memonopoli Yohanes 14:6. Mereka calo loket bus. “๐˜”๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜”๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข 1/10 ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ.”
Pengajar ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ bakal menjawab: “๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜ ๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด 13-20. ๐˜ ๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ.” (bdk. Ef. 4:12)

2️⃣ ๐—”๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฑ๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐—ธ, ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐—ด๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ธ ๐—ต๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ

Yohanes pasal 13-14 itu ruang duka. Yesus akan disalib. Murid-murid bakal ditinggal. Itulah situasi nyata dalam Komunitas Yohanes pada pengujung abad 1. Lebih parah lagi mereka diusir dari sinagoge. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ punya rumah. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ punya masa depan.
Mereka patah semangat. Takut. Bingung. Nah, di tengah panik itu Yesus ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ, “ ... ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐™ฉ๐™š๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ฉ ๐™—๐™–๐™œ๐™ž๐™ข๐™ช.” (ay. 2c)
Sesudah Yesus mengatakan itu, Tomas bertanya, dan pertanyaan ini penting untuk memahami ayat 6, “๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต, ๐™ฉ๐™–๐™ฅ๐™ž ๐™ ๐™–๐™ข๐™ž ๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™  ๐™ฉ๐™–๐™๐™ช ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™–. ๐˜Ž๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ?” (ay. 5).
Yesus menjawab, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ...” (ay. 6). Pada ayat selanjutnya (ay. 7) Yesus menjelaskan hal yang sangat penting, “๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™ ๐™–๐™ข๐™ช ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ฃ๐™–๐™ก ๐˜ผ๐™ ๐™ช, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ.”
Jadi, itu bukan ayat buat ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ด agama lain. Ini surat cinta buat domba yang kehilangan arah.

Yesus bilang, “๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜™๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Ž๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜”๐˜ข๐˜ฑ๐˜ด. ๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜—๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด.”

Pemimpin Gereja yang  bodoh nan jahat memotong ayat itu. Dia cetak ayat 6 ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ-๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ, terus ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ buat:
▶️ Gebuk orang beda agama.
▶️ ๐˜•๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ dia maling kolekte.
▶️ Nutup ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜—๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ dalam Yohanes 10:9. Padahal Yohanes 10:1 jelas: “๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ”

Jadi siapa malingnya?

Yang masuk mimbar ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ lewat Kristus. Yang khotbah ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ kenal Kristus. Yang jual Yohanes 14:6 tetapi hidupnya Yudas 1:11.

3️⃣ ๐—ž๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€ ๐Ÿญ๐Ÿฐ:๐Ÿฒ ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ

Dengar baik-baik: Yohanes 14:6 bukan stiker. Bukan ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ด๐˜ธ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ, bukan stempel parkir surga. Bukan kartu anggota Gereja, apalagi kartu anggota selamat.
๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ itu Pribadi. Yesus.
Kalau kita teriak ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ tiap Minggu, tapi kita: tutup mata pas kas gereja dimaling, bela penjahat gereja, maka kita bukan di ๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ. Kita sedang di gang yang dibangun oleh maling. Biar kita tidak menjadi munafik, Minggu Ini uji saat berkhotbah di mimbar: apakah penjelasan konteks ayat 6? Lompat sebentar ya ..... Apa sih surga? Menurut mu? Saya selalu bilang ke anak saya, Bpk tidak pernah memikirkan besok mati mau masuk surga atau neraka, kalau masuk neraka maka penguasa neraka akan Bpk kritisi, kalau mau masuk surga, ya penguasa surga akan Bpk kritisi. Nah ..... Lho? Ya ..... karena dan neraka itu produk budaya, produk budaya ketika manusia tidak punya jawab atas kematian, produk budaya ketika manusia tidak punya jawab atas ketidak adilan ada di bumi. Surga dan neraka di Alkitab tercipta ketika budaya bangsa pilihan Tuhan tidak bisa menjawab kenapa sampai kalah, terjajah, terbuang oleh bangsa kafir, bangsa bukan pilihan Tuhan, kenapa bangsa pilihan Tuhan bisa mengalami ketidak Adilan di bumi? Sebetulnya, konsep Alkitab itu, di mana Tuhan singgah itulah tempat Kudus, itulah surga, sehingga di neraka pun kalau Tuhan singgah di sana, itu tempat Kudus, neraka menjadi surga, jadi maut ketika penulis Injil Lukas menggambarkan di kisah para rasul tempat najis, tempat menghukum rajam STEFANUS, tempat di luar tembok Yerusalem, kota suci, yg dianggap najis oleh kaum Yahudi, dimana kita suci dimana Bait Allah tempat suci ada, di luar tembok suci, tempat perajaman itu tempat najis, tapi di situlah STEFANUS melihat surga, langit terbuka, Kristus duduk di sebelah kanan Allah, bukan di Bait Allah bukan di dalam kota suci, makanya Yohanes 14:2 kata MONAI (tempat  tinggal) lebih tepat diterjemahkan sebagai tempat singgah bukan tempat tinggal, karna konsepnya MONAI dipakai sebagai kode unit khusus di Bait Allah yaitu ruang Kudus dan ruang maha Kudus tempat yg dianggap Allah akan singgah. Dalam perjalanan, Allah akan singgah, tempat singgah itu tempat Kudus (MONAI), maka frasa nya menjadi sastra perbandingan dengan HE HODOS KAI, ego eimi, he hodos kai, akulah jalan.
Jika tidak menjelaskan dan langsung melompat klaim eksklusif, maka  itu adalah pengajar gadungan. Pemimpin gereja itu tidak membuatmu mengenal Yesus lebih dekat (lih. ay 7) bahwa Yesus adalah Pintu yang menjagamu dari maling (Yoh. 10:7), Yesus adalah Gembala yang siap mengorbankan nyawa-Nya demi melindungi kamu (Yoh. 10:11).

Yohanes 14:6 itu buat menyelamatkan domba yang sedang panik. Bukan senjata untuk gebuk orang beda agama. Bukan buat tabir penutup maling.

Jadi, kamu pilih mana? Mau ikut ๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ atau ikut calo?

Kalau ikut ๐˜‘๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, itu sunyi, itu sepi, dijauhi banyak orang yg ngaku pengikut Kristus, dimusuhi, selalu ada potensi bahaya. Kalau ikut calo, kamu tinggal duduk manis. Kamu tidak akan pernah tahu kejahatan yang dilakukannya.

Sekarang ini ada dua macam gereja. Ada gereja yang tetap setia pada Firman Tuhan, tetapi jemaatnya tidak banyak. Ada juga gereja yang lebih suka menyesuaikan diri dengan keinginan manusia supaya banyak orang datang, walaupun ajarannya tidak lagi sesuai dengan kebenaran. Karena itu, ketika banyak orang meninggalkan Yesus, Ia tidak panik. Dalam Yohanes 6:67, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Yesus tidak memaksa orang untuk tetap mengikuti-Nya. Ia tetap menyampaikan kebenaran walaupun akhirnya banyak orang pergi. Begitu juga gereja. Gereja harus membuka pintu bagi semua orang yang mau datang. Tetapi gereja juga harus tetap berani memberitakan kebenaran, walaupun ada orang yang memilih pergi karena tidak suka mendengarnya.

Sebab sebenarnya bukan Tuhan yang membutuhkan kita. Kitalah yang membutuhkan Tuhan. Kita membutuhkan Tuhan dalam perjalanan, dan Tuhan setia, ketika kita berjalan di jalanNya Kristus, pribadi itu (ego eimi, he hodos kai), maka Kristus akan singgah (monai), ketika Kristus singgah maka itu akan menjadi tempat (topos, ho topos, itu kode untuk kompleks Bait Allah), dengan begitu kita akan dibenarkan (he allethea kai), sebab Kristus singgah dalam perjalanan, maka kita dibenarkan/dikuduskan, oleh karena itu kita akan hidup (he zoe).

(01052026)(TUS)

Kamis, 30 April 2026

๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐˜ƒ๐˜€. ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜

Guru A sudah mengajar selama sepuluh tahun. Dari tahun kesatu sampai tahun kesepuluh cara mengajarnya sama. Guru B baru mengajar selama empat tahun. Setiap akhir tahun ajaran ia mengevaluasi cara mengajarnya. Kekuatan mengajarnya dipertahankan, kelemahan mengajar ia perbaiki. Kerap ia mendatangi pensiunan guru untuk berkonsultasi.

Manakah dari kedua guru di atas dapat disebut guru berpengalaman? Guru B, meski ia baru mengajar selama empat tahun. Berpengalaman berarti ia menghayati, mengalami cara mengajarnya sendiri. Oleh karena ia mengalami, maka ia tahu yang sudah dilakukan itu sudah jitu atau kurang mempan. Guru A, meski ia sudah mengajar selama sepuluh tahun, ia ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ menghayati apa yang dialaminya.

Dalam pekerjaan apa pun orang disebut berpengalaman bukan ditunjukkan dengan rentang waktu pekerjaan yang dilakukannya, termasuk pendeta.

Seorang warga senior Gereja pernah bercerita, “๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ: ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช."

Pertanyaannya: “๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข?”

Sudah sangat terang dari jawaban pendeta itu ia bukanlah orang yang berpengalaman. Apabila disebut jemaat tidak dibuat cerdas, mungkin berlebihan. Namun, pengalaman pendeta itu dapat diukur secara objektif lewat khotbah dan tulisannya dalam renungan gereja.

Khotbahnya kosong, hanya parafrase bacaan lalu melompat ke aplikasi yang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ gayut. Bikin renungan makin kelihatan aras pengetahuannya. Dari tulisannya sama sekali ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada jejak ia pernah bersekolah teologi dan berpengalaman. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada bekas bergumul dengan teks. ๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ pernah belajar, ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ mau mendengar. Ini bukan berpengalaman, tapi berkarat.

Padahal pendeta ini digaji, diberi fasilitas rumah dan mobil. Pengadaan itu bersumber dari kolekte jemaat. Kolekte itu keringat jemaat. Tukang ojek, guru honorer, penjual gorengan. Mereka tak jarang memberi kolekte dengan mengurangi jatah jajan anak. ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฌ ya pendeta tidak ada komitmen moral untuk memberikan pengajaran bermutu?

Lukas 12:48 “๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.”

Pendeta diberi banyak. Yang dibalasnya: khotbah kaleng-kaleng.

Seperti yang pernah saya katakan bahwa sejujurnya saya sudah ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด bakal ada perbaikan pada diri pendeta yang sok berpengalaman itu. Namun, saya masih punya sedikit harapan pada warga Gereja yang mau hidup bergereja lebih menggereja.

Untuk itu:

▶️ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐˜‚๐—ท๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐˜๐—ฎ

Khotbahnya bikin kamu makin kenal Kristus atau makin kenal dia? Tulisannya bikin kamu tambah cerdas dalam beriman atau tetap ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ฉ? Kalau 10 tahun terakhir ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ada progres, ia bukan gembalamu. Itu fosil. (Ibr. 6:1)

▶️ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐˜€๐˜๐—ผ๐—ฝ ๐—ฏ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด: “๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ช”

Kalau khotbahnya kosong, hatimu bukan diberkati. Hatimu dibius. Mabuk rohani itu bahaya. Pas sadar, sudah jauh dari Kebenaran. (Why. 18:4)

▶️ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฎ, ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ฝ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ

1Timotius 5:20 “๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ”. Dosa kemalasan mimbar itu dosa kepada publik. Kolekte itu uang publik. Kalau kalian diam saja, kalian ikut tanggung dosanya. (Yeh. 3:18)

Berpengalaman itu diukur dari bekas luka belajar, bukan dari tahun SK. Kalau ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ pernah ngaca, kamu bukan berpengalaman. Kamu berkarat.

Sudut Pandang Yohanes 14:1-14, Bumi Masuk Ruang ICU

Sudut Pandang Yohanes 14:1-14, Bumi Masuk Ruang ICU

PENGANTAR 
Di medsos saya mengamati, bbrp pendeta GKJ memasang status sbb :
1. Para pendeta, yang bergelar akademis minimal Sarjana teologi, master teologi, doktor teologi bahkan banyak yang multi gelar akademis, kok ngusung pengajaran : Paskah ekologi, pertobatan ekologi, pemulihan alam semesta, dan alam merupakan Rumah Allah.
 Kok seperti ndak pernah sekolah teologi, seperti ndak mbaca apalagi memahami teologi Alkitab. Kesasar kok akut. Bacaan Alkitab ndak cocok dan bertentangan kok nekat. Mesti ora bakal oncat seko bendu.Dadi guru kok mbalilu, gonyak-ganyuk ngadang bendu.
2.Dengan Paskah ekologi, gereja menebar "wisa" anti Kristus, "wisa" Paganisme modern dan ikut proyek konsorsium dunia yang sedang membangun "menara Babel modern".
3.Paskah ekologi adalah paganisme modern yang distempel seolah-olah "firman allah". Grejo ngono iku seperti bait Suci, paska Salomo, tapi isi dan praktek pemujaan pada baal. Penasaran akut sing ora bakal oncat seko maneka bendu, sinendal mayang.
Padaleman Suci kaisi maneka bathang: dadi jember, banger lan suker kang njalari tentrem rahayu kapundut lan kaki dian emas kajabel seko enggone.
4. Paskah ekologi adalah paganisme modern yang distempel seolah-olah "firman allah". Grejo ngono iku seperti bait Suci, paska Salomo, tapi isi dan praktek pemujaan pada baal. Penasaran akut sing ora bakal oncat seko maneka bendu, sinendal mayang.
Padaleman Suci kaisi maneka bathang: dadi jember, banger lan suker kang njalari tentrem rahayu kapundut lan kaki dian emas kajabel seko enggone.
5.Paskah ekologi itu narasi anti Kristus, muaranya samodra geni lan welirang tumrap juru nasar lan sing kesasar.
6.Paskah ekologi Prasat mimbar ratu kinarya kipu babu, Prasat kebon anggur manis kinarya nandur kembang bathang.

Keliatannya, ada bbrp pendeta GKJ yg tidak setuju dengan konsep Paskah Ekologi. Entah, .... lupa pendeta-pendeta ini di medsos, apakah nyampai ke pembesar-pembesar sinode GKJ.

Menarik, karena hari Minggu 03 Mei 2026, kita menggumuli teks-teks sabda yg meruntuhkan organisasi Bait Allah mentransformasikan ke tubuh Kristus. Dengan latar belakang diusirnya komunitas murid Yesus karena dianggap sekte atau bidat Yahudi, makanya jangan suka mengatakan beda denominasi sesat, sekte, atau bidat ..... Lah .... kita sendiri sekte atau bidat Yahudi. Apa kaitannya dengan ekologi? Alam sekitar kita?
Yohanes 14:6 dalam bahasa 
แผ˜ฮณฯŽ ฮตแผฐฮผฮน แผก แฝฮดฯŒฯ‚, ฮบฮฑแฝถ แผก แผ€ฮปฮฎฮธฮตฮนฮฑ, ฮบฮฑแฝถ แผก ฮถฯ‰ฮฎ· ฮฟแฝฮดฮตแฝถฯ‚ แผ”ฯฯ‡ฮตฯ„ฮฑฮน ฯ€ฯแฝธฯ‚ ฯ„แฝธฮฝ ฯ€ฮฑฯ„ฮญฯฮฑ, ฮตแผฐ ฮผแฝด ฮดฮน᾽ แผฮผฮฟแฟฆ.
Ego eimi he hodos, kai he aletheia, kai he zoe; oudeis erchetai pros ton patera, ei me di' emou.
"Aku adalah jalan, dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."


Ada kabar duka yang belum sempat diumumkan secara resmi: bumi sedang krisis dan kritis berat, harus dirawat segera di ruang ICU. Bukan ruang ICU biasa, tetapi ICU kosmik. Tubuhnya terkapar tidak berdaya. Tarikan napasnya satu-satu dan terdengar semakin berat. Kabel-kabel bantuan pernafasan di sekujur tubuhnya yang lesu. Terdengar bunyi tit… tit… tit… yang makin melemah dari layar monitor. 

Dokter-dokter iklim berlarian. Perawat biodiversitas panik. Hutan Amazon megap-megap seperti pasien asma akut. Hutan Papua dan Kalimantan lenyap ratusan juta hektar. Lautan batuk mikroplastik. Makhluk hidup di dalamnya mati dalam keputusasaan. Gunung es demam tinggi. Sungai-sungai muntah limbah. Udara kota-kota besar seperti paru-paru yang dipaksa mengisap knalpot 24 jam sehari.
 
Dan ironisnya, di ruang tunggu, manusia masih sibuk berdebat:
“Ini benar krisis, atau hanya cuaca buruk biasa?”
Sambil memesan kopi extra ice, memakai AC 16 derajat, dan membuka seminar bertema lingkungan di hotel bintang lima dengan 700 mobil tamu parkir rapi di basement.

Melihat bumi menjadi pesakitan di ruang ICU John B. Cobb Jr. mulai ragu pada masa depan manusia. Dia curahkan isi hatinya dalam buku Is It Too Late? A Theology of Ecology (1972). Dan dalam buku yang dia tulis bersama Herman Daly 'For the Common Good' (1989), Cobb menyimpulkan: yang sakit bukan hanya bumi, yang rusak adalah peradaban manusia. Ya, kitalah yang secara moral rusak, dan kita merusakkan dan membunuh bumi ini. 

Kalau Laudato Si, dokumen Gereja Roma Katolik yang menyoroti krisis ekologi (2015), dan khusus ditulis oleh Paus Franciscus menyatakan: bumi sedang menjerit, dan orang miskin menjerit lebih keras. Yang menderita bukan hanya bumi, kata Paus Franciscus, tetapi juga kaum 'disadvantage.' Semua jadi korban!

Tetapi kita ini bagian dari umat manusia yang paling hebat dalam satu hal: pandai mengubah tragedi menjadi seremoni.
Banjir? Seminar.
Longsor? Webinar.
Hutan terbakar? Simposium.
Laut tercemar? Focus Group Discussion dengan snack box ramah lingkungan—dibungkus plastik tiga lapis.
Planet terbakar, tetapi notulen rapat kita sangat rapi.

Lebih lucu lagi, sebagian gereja kadang merasa tugas sucinya sudah selesai ketika selesai menanam 50 bibit pohon sambil berfoto dengan spanduk: “Menyelamatkan Ciptaan.” Besoknya, pendingin ruangan gereja tetap menyala di ruangan kosong, gelas plastik tetap dipakai ribuan, halaman gereja tetap jadi lautan beton, dan khotbah tetap bicara surga sambil lupa bahwa bumi sedang sekarat.

Kita seolah sedang berkata kepada Tuhan:
“Ya Tuhan, kami rindu langit dan bumi baru—karena yang lama sudah kami rusakkan.”
Ironi terbesar zaman ini adalah manusia menyebut dirinya makhluk berakal, tetapi bertindak seperti penyewa kos yang hendak pindah besok pagi: tembok dicorat-coret, lantai dirusak, taman dicabut, lalu pergi sambil berkata, “Bukan urusan saya.”

Padahal bumi bukan properti.
Bumi adalah rahim, rumah, altar, bahkan ibu kita sendiri. Menghancurkan bumi adalah menghancurkan diri kita sendiri.

*Tobat Ekologis*
Kalau gereja mau, lakukanlah segera pertobatan ekologis, sebelum segalanya terlambat, ada beberapa langkah penting yang harus dibuat segera. Langkah ini bukan langkah kecil seperti membersihkan sampah, meski ini juga penting. Bumi sudah masuk ICU. Situasi sudah emergency! Jadi yang dibutuhkan langkah cepat dan berani, serta out of the box:

Pertama, jadikan setiap gereja klinik pemulihan bumi: panel surya, kebun pangan, bank sampah, penampungan air hujan, dan ruang teduh publik. Gereja menjadi paru-paru kota.

Kedua, buat Persepuluhan Karbon: bukan hanya 10% uang, tetapi 10% pengurangan jejak emisi tiap jemaat.

Ketiga, luncurkan gerakan Satu Baptisan, Satu Pohon; Satu Pernikahan, Sepuluh Pohon.

Keempat, bentuk Tim 'Nabi' Ekologi: teolog, ilmuwan, pengacara, aktivis, yang berani menegur tambang rakus, hutan gundul, dan sungai yang dijadikan tempat sampah industri.

Kelima, ubah liturgi: bukan hanya “angkatlah hati kepada Tuhan,” tetapi juga angkatlah sampah dari sungai, angkatlah beton dari tanah, angkatlah keserakahan dari jiwa.

Karena jika bumi benar-benar masuk ICU,
gereja tidak cukup datang membawa bunga duka.
Gereja tidak bisa juga mengambil langkah yang biasa-biasa saja
Gereja harus 'gercep,' datang membawa oksigen kehidupan.
Sebelum monitor itu berbunyi panjang:
Tiiiiiiiiiiiiit…


30 April 2026 TUS

Rabu, 29 April 2026

Sudut Pandang Leksionari: Kis 7:55-60, 1 Ptr 2:2-10, Yoh 14:1-14, Topos (Tempat) dan Monai (Tempat Tinggal) sebagai transformasi ruang sakral dari Bait Allah ke Tubuh Kristus/Jemaat

Sudut Pandang  Leksionari: Kis 7:55-60, 1 Ptr 2:2-10, Yoh 14:1-14, Topos (Tempat) dan Monai (Tempat Tinggal) sebagai transformasi ruang sakral dari Bait Allah ke Tubuh Kristus/Jemaat

PENGANTAR
Minggu 03 Mei 2026, kalau gereja dibangun dengan emas, hati jemaat dibangun dengan jerami, kalau gereja dibangun dengan jerami, hati jemaat dibangun dengan emas, kesederhanaan dalam hidup bergereja adalah suatu kritikan atas umat yang mengutamakan bangunan fisik lahiriah gereja termasuk organisasi gereja dan even/peristiwa bergereja tapi tidak perhatian pada kehidupan dunia bahkan sesamanya. Minggu ini Ketiga bacaan kita adalah kritisi keras atas pengagungan bangunan Bait Allah ataupun sinagoge, dimana dikritisi bahwa tubuh Kristus hidup dimana saja, dimana kasih itu diwujudkan, tubuh Kristus ada dalam perjalanan hidup manusia (ppag gkj melihat hidup sebagai perjalanan keselamatan, bukan mencari selamat tetapi mempertanggungjawabkan keselamatan), dimana perjalanan itu mengarah pada tubuh Kristus yang datang kembali. Ketiga bacaan ini umumnya muncul pada Minggu Paskah V Tahun A dalam Revised Common Lectionary. Benang merahnya bukan naratif, melainkan teologis: krisis tempat kudus. Masing-masing teks merespons pertanyaan, "Di mana Allah berdiam setelah Bait Allah Yerusalem kehilangan otoritasnya?" Ini perkara monai dan topos. Monai itu tempat tinggal yang bisa apa saja termasuk relasi, tidak ada alamatnya bisa apa saja dan dimana saja, Topos itu tempat yang merupakan tujuan ada alamatnya istilahnya, gampangnya dipahami, di Alkitab surga itu mengandung 2 makna, satu situasi kondisi, dua tempat/tujuan. Stefanus digambarkan melihat tempat/tujuan karena umat Lukas lagi krisis kapan kedatangan kembali Yesus? 1Petrus, memberikan kekuatan dan harapan bagi umat tertindas, bahwa, tenang .... kekuatan datang ketika kita menjadikan Yesus arah tujuan, tempat yg dituju, dasar dari semuanya, batu penjuru. Yohanes, menggaungkan bahwa jalannya hanya lewat Kristus ditengah umat ditindas oleh kaum Yahudi, di tengah menegakan kepercayaan bahwa Yesuslah mesias, Yesus adalah tempat/tujuan/rumah itu TOPOS, ada harapan di sana, di kedatanganNya kembali, tetapi untuk sampai ke sana, kita butuh MONAI/tempat tinggal/perjalanan itu sendiri, perjalanan itu Yesus membersamai kita maka perjalanan itu pun tempat/rumah karena Yesus bersama kita/Immanuel, jatuh bangun dalam perjalanan itu rumah dimana Yesus ada bersama kita, sembari menuju tempat/rumah dimana Yesus di sana bersama kita,itu harapan bagi umat atau komunitas Yohanes yg ditindas. Perjalanan itu tempat tinggal kita berpulang, sembari kita menuju tempat kita berpulang, karna Kristus setia ada dalam perjalanan kita tetapi juga setia menunggu dan menyambut kita di tempat pulang kita, ini penguatan penulis Yohanes pada umat yg ditindas, secara bahasa sastra, karna kondisi tak memungkinkan menulis scr vulgar. Kontra politik Yahudi yg menganggap rumah Tuhan itu hanya Bait Allah/Sinai, apalagi saat itu komunitas Yohanes diusir dari sinagoge. Kekuatan bagi umat yg tidak punya tempat ibadah. Akhirnya dimulailah Greja rumah an. Gereja di gua-gua pelarian, termasuk gua qumran tempat papirus Injil Yohanes ditemukan.  Sebetul salah satu intinya adalah transformasi dari Bait Allah ke tubuh Kristus. Kenapa hidup atau hidup rumah tangga itu di dunia kristiani sering digambarkan sebagai bahtera, bahtera adalah kapal besar yg berbentuk seperti rumah, yah ...... Monai, perjalanan bahtera itu juga tempat tinggal dimana Kristus ada, tapi perjalanan rumah tangga itu juga mengarah pada topos, dimana Kristus datang kembali. Dg pemahaman itu bagaimana sebuah keluarga kristiani memaknai hidup berkeluarga nya? Hidup suami-istri ya. Terhubungkan? Kenapa Kristus ada dalam perahu ketika badai? Tak ada paskah tanpa tri hari suci, Minggu palmarum, Rabu abu, dlsb. Tak ada tujuan tanpa proses. Tak ada natal tanpa advent. Proses itu, monai, perjalanan, dan perjalanan itu tempat tinggal, tempat pulang, dimana ada Kristus itu tempat pulang kita, dimana Kristus ada setia (karya Roh Kudus), Immanuel, perjalanan itu menuju di mana Kristus datang kembali, itu TOPOS, dimana Kristus ada itu tempat pulang kita. Tidak ada lagi pengagungan Bait Allah maupun Sinai, tak ada lagi yang disebut tanah suci tempat di tuju, karena Kristus ada dimanapun, baik dalam proses maupun tujuan. Ketaatan pada Kristus bukan hanya pada tujuan tapi terlebih pada proses. Tidak hanya pada me Tuhan kan Kristus, tetap proses meneladan Kristus dan menghikmati pengajaran Kristus itulah me Tuhan kan Kristus. Tak ada tujuan tanpa proses. Kristus adalah perjalanan itu, monai, dalam perjalanan bersama Kristus, kita dibenarkan, dan ketika kita dibenarkan maka kita akan hidup, hidup walaupun raga mati, hidup bersama Kristus, topos. ”Kata Yesus kepadanya: ’Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’”​—Yohanes 14:6. Yohanes 14:2 (TB) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal (monai). Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat (topos) bagimu. The Journey is home. Bukan karena ketaatan kita, tapi karena Kristus setia.
PEMAHAMAN
Krisis Topos, Jawaban Monai Baru, Subjek yang Berpindah, bertransformasi. Kis 7:55-60, Penolakan Bait Allah: "Yang Mahatinggi tidak diam dalam buatan tangan manusia" Kis 7:48 Yesus di "sebelah kanan Allah" sebagai topos surgawi Stefanus: dari pengadilan duniawi ke penglihatan surgawi
1 Ptr 2:2-10. Bait Allah Yerusalem vs komunitas diaspora yang tercerai Jemaat sebagai "rumah rohani" oikos pneumatikos dan "batu-batu hidup" Umat: dari "bukan umat" menjadi "bangsa kudus". Yoh 14:1-14 Kegelisahan murid: Yesus akan pergi, "ke mana?" "Di rumah Bapa-Ku banyak monai" dan "Akulah jalan" Murid: dari kehilangan ke jaminan relasi, bukan lokasi geografis. Dalam LXX dan PB, 3 kata ini membentuk medan semantik ruang sakral:
Topos_ ฯ„ฯŒฯ€ฮฟฯ‚, Arti dasar: ruang yang dibatasi, lokasi fisik. Dalam Kis 7:49 "tempat perhentian-Ku" mengutip Yes 66:1. Stefanus memakai ini untuk mendekonstruksi teologi Bait Allah. Ironinya: saat dia dilempari batu di luar kota topos najis menurut Im 24:14, justru di sana ia melihat topos sejati: surga terbuka. Budaya Helenistik: topos juga berarti "bagian dalam pidato" atau "kesempatan". Kematian Stefanus menjadi topos teologis baru: martir sebagai liturgi. Monai_ ฮผฮฟฮฝฮฑฮฏ Yoh 14:2. Hanya muncul 2x di PB, keduanya di Yoh 14:2, 23. Bentuk jamak dari monฤ“, dari kata kerja menล "tinggal, menetap". Bukan kamar hotel surgawi. Dalam papirus abad I, monฤ“ dipakai untuk pos perhentian dalam perjalanan atau tempat tinggal sementara pejabat. Yesus membalik tradisi Yahudi: Bait Allah punya Ruang Mahakudus tunggal. Yesus menjanjikan monai jamak. Tempat tinggal tidak lagi sentralistik, tetapi relasional: "Barangsiapa mengasihi Aku... Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" Yoh 14:23. Monai= kehadiran Allah yang menetap di dalam manusia. Oikos Pneumatikos ฮฟแผถฮบฮฟฯ‚ ฯ€ฮฝฮตฯ…ฮผฮฑฯ„ฮนฮบฯŒฯ‚* 1 Ptr 2:5. 1 Petrus memakai metafora arsitektur Bait Allah dari Qumran dan Yeh 40-48. Tapi bahan bangunannya bukan batu mati, melainkan "batu hidup" lithoi zลntes. Di dunia Yunani-Romawi, oikos = rumah tangga, unit sosial-ekonomi dasar. Petrus mengklaim jemaat diaspora yang tak punya tanah dan kuil adalah oikos sejati Allah. Ini subversif terhadap pax Romana yang berpusat pada kuil kaisar. Tiga teks berbagi struktur liminalitas: Yohanes: "Aku pergi... supaya di mana Aku berada, kamu pun berada" 14:3. Kepergian = syarat masuk monai. Kisah: Stefanus "melihat kemuliaan Allah" tepat saat "nyawanya akan berakhir" 7:55-59. Batu-batu yang membunuhnya sejajar dengan "batu-batu hidup" di 1 Ptr. 1 Petrus: "Kamu... dibangun menjadi rumah rohani, untuk menjadi imamat kudus" 2:5. Proses "dibangun" oikodomeisthe pasif: penderitaan mengukir mereka jadi Bait. Tradisi Yahudi: Kemah Suci di padang gurun selalu bergerak. Setelah Bait II hancur 70 M, Yudaisme Rabinik memindahkan kekudusan ke Torah dan rumah tangga. Kekristenan abad I menawarkan jawaban paralel: kekudusan pindah ke tubuh Kristus. Ketiga teks bergema dari 2 kutipan PL yang sama: Yes 66:1-2 "Langit adalah takhta-Ku... di manakah rumah yang kamu dirikan bagi-Ku?" Dikutip Kis 7:49. Ini kritik profetik terhadap Bait Allah. Yoh 14 menjawab: monai bukan "rumah" yang manusia dirikan, tapi yang Bapa sediakan.   1 Ptr 2 menjawab: "rumah" itu adalah kamu, dibangun oleh Allah. Mzm 118:22 "Batu yang dibuang tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru", Dikutip 1 Ptr 2:7. Kis 7: Yudaisme Bait Allah "membuang" Stefanus, tapi ia melihat Batu Penjuru yaitu Kristus berdiri.  Yoh 14: "Akulah jalan" 14:6. Dalam arsitektur Romawi, cardo adalah jalan/batu penjuru kota. Yesus mengklaim diri-Nya sebagai poros topos baru. Perkara Monai dan Topos: Pergeseran Kosmologi. Era Topos, Sentral Akses Implikasi Sosial. Bait Allah II Yerusalem, Ruang Mahakudus Imam Besar, setahun sekali Eksklusif, etnosentris. Yoh 14 "Di dalam Aku" dan "Bapa di dalam Aku" "Percayalah kepada-Ku" 14:1 Relasional, iman sebagai paspor
Kis 7 "Sebelah kanan Allah" Penglihatan roh, lewat martir Langit terbuka bagi yang ditolak bumi. 1 Ptr 2 Komunitas "batu hidup" Lahir baru 1:3, firman 2:2 Inklusif: "bangsa yang dulu bukan umat" 2:10. Leksionari ini sengaja menjungkirbalikkan geografi keselamatan. Topos bergerak dari vertikal kuil-gunung ke horizontal komunitas, dan monai bergerak dari bangunan ke pribadi. Ini menjawab krisis jemaat abad I yang terusir dari sinagoga dan tak punya tanah. Dalam budaya Mediterania abad I, kehormatan melekat pada tempat asal topos dan rumah leluhur oikos. Ketiga teks memberi jemaat diaspora topos dan oikos baru yang lebih mulia: surga, Kristus, dan keluarga Allah. Stefanus mati tanpa tanah, tapi "menerima rohnya" 7:59; jemaat 1 Petrus tak punya kuil, tapi mereka adalah kuil. Leksionari ini bukan 3 teks acak. Ia membentuk argumen progresif:
Tesis Yoh 14: Yesus pergi menyiapkan monai. Tempat tinggal bukan soal langit, tapi soal "Aku di dalam Bapa, Bapa di dalam Aku, Aku di dalam kamu". Kis 7: Agama Bait Allah menolak  itu, membunuh pembawa pesannya. Tapi kematian Stefanus justru membuktikan : surga terbuka, Yesus berdiri menyambut. 1 Ptr 2: Karena Kristus adalah Batu Penjuru yang ditolak, kita yang percaya dibangun menjadi oikos pneumatikos. Topos Allah sekarang adalah kita, yaitu Roh Kudus yg ada pada kita. Jadi, "tempat tinggal" berpindah 3 kali: dari Bait Allah → Kristus yang naik → Jemaat yang menderita. Monai tidak hilang, ia berinkarnasi.

(30042026)(TUS)

SUDUT PANDANG 19 KUTIPAN SPURGEON TENTANG BAHAYA (CINTA AKAN) UANG

SUDUT PANDANG 19 KUTIPAN SPURGEON TENTANG BAHAYA (CINTA AKAN) UANG

PENGANTAR
Charles Spurgeon (1834-1892) adalah seorang pendeta Baptis Inggris yang sangat terkenal dan berpengaruh dalam sejarah Kristen. Dia dikenal sebagai "Raja Pendeta" karena khotbah-khotbahnya yang sangat populer dan berpengaruh. Spurgeon lahir di Kelvedon, Essex, Inggris, dan menjadi pendeta pada usia 19 tahun. Dia melayani sebagai pendeta di Gereja Baptis Metropolitan di London, yang kemudian menjadi salah satu gereja terbesar di dunia pada saat itu. Spurgeon dikenal karena khotbah-khotbahnya yang sangat kuat dan berapi-api, yang menarik ribuan orang setiap minggu. Dia juga sangat produktif dalam menulis, dengan lebih dari 3.600 khotbah yang diterbitkan dan banyak buku lainnya. Spurgeon juga dikenal karena komitmennya pada evangelisasi (injili) dan pelayanan kepada orang miskin. Dia mendirikan beberapa organisasi amal, termasuk sebuah panti asuhan untuk anak-anak yatim dan sebuah rumah sakit untuk orang miskin. Spurgeon memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah Kristen, terutama dalam tradisi Baptis. Dia dikenal karena teologi Calvinistiknya yang kuat dan komitmennya pada otoritas Alkitab didalam denominasi Baptis, dia seorang Reformed Baptis atau evangelikal baptis atau baptis injili atau calvinist baptist. Spurgeon meninggal pada tahun 1892, tetapi warisannya terus hidup melalui khotbah-khotbah dan tulisan-tulisannya yang masih dibaca dan dipelajari oleh banyak orang hingga hari ini.

PEMAHAMAN
Charles Spurgeon sedang naik kereta bersama teman Amerika-nya William Hatcher.

Saat mereka mendekati panti asuhannya, Spurgeon menunjuk ke luar jendela dan berkata, "Di sana adalah bank saya, tempat saya mendapatkan uang untuk mengurus keluarga saya yang terdiri dari 500 anak."

Hatcher melihat keluar tetapi tidak melihat ada bank.

"Itu dia," kata Spurgeon, menunjuk ke sebuah plakat.

Kata-kata di plakat itu berbunyi: “Jehovah Jireh” (Tuhan akan menyediakan).

"Itu bank saya," kata Spurgeon. “Tidak pernah rusak, tidak pernah menunda, tidak pernah kosong. Anak-anak saya tidak pernah kekurangan untuk selimut, atau untuk makanan dan saya tidak takut mereka akan pernah kekurangan ”(Hatcher, Along the Trail of the Friendly Years, 249).

Spurgeon pertama kali terinspirasi untuk membangun panti asuhannya setelah mengunjungi George Mรผller pada tahun 1855. “Saya tidak pernah mendengar khotbah seperti itu dalam hidup saya seperti yang saya lihat di sana,” kata Spurgeon (NPSP 1: 378).

Ketika diminta untuk mengatakan beberapa patah kata setelah khotbah Mรผller, Spurgeon tidak bisa melakukannya karena dia “terus menerus menangis” (Autobiografi 3: 167).

Spurgeon kemudian berpikir:

“Hanya dengan memohon kepada Tuhan dalam hidupnya, [Mรผller] telah mengumpulkan (saya percaya) £ 17.000 untuk pembangunan rumah yatim piatu yang baru. Ketika saya memikirkan itu, saya terkadang berpikir kita akan mencoba kekuatan iman di sini, dan melihat apakah kita tidak mendapatkan cukup dana untuk mendirikan tempat untuk menampung orang-orang yang banyak itu untuk mendengar Firman Tuhan. Kemudian kita mungkin memiliki (tempat ibadah) 'tabernacle of faith serta orphan-house of faith (panti asuhan). Tuhan mengirimkan itu kepada kita, dan kepada-Nya segala kemuliaan ”(NPSP 1: 378).

Tuhan memang mengirimkan itu padanya. Kira-kira sebelas tahun kemudian, sumbangan sebesar £ 20.000 diberikan oleh Nyonya Hillyard, janda dari seorang pendeta Anglikan. Dan bukan hanya dia sendiri. Orang-orang tiba-tiba bermunculan untuk secara finansial mendukung panti asuhan Spurgeon dan pelayanan perkotaan lainnya.

“Dukungan Perguruan Tinggi berasal dari persembahan sukarela dari umat Tuhan. Kami tidak memiliki daftar pelanggan, meskipun banyak teman yang mengirimkan bantuan secara berkala ”(Lectures 1: vii).

Berikut adalah sikap mendasar yang berada di bawah kesetiaan / kejujuran finansial Spurgeon:

Tujuan Spurgeon bukanlah untuk mendapatkan uang tetapi untuk memberikan uang. Semakin dia murah hati, semakin Tuhan memberinya untuk bermurah hati. Semakin terbuka tangannya, semakin Tuhan memenuhinya. Dan dia mengisinya. Spurgeon meninggal dalam keadaan miskin karena dia menyadari kekayaannya bukanlah miliknya.

“Tuhan memiliki cara memberi dengan gerobak bermuatan penuh kepada mereka yang memberi dengan sekop” (MTP 56: 451).

Namun, dengan sejumlah besar uang mengalir melalui jari-jarinya, Spurgeon melihat dan merasakan godaan kekayaan. Berikut adalah beberapa kutipan yang diambil dari dompet pengkhotbah tentang bahaya uang.

1. "Semakin banyak uang yang dia miliki, semakin banyak masalah yang akan dia miliki."

“Sangat sulit bagi seseorang untuk memiliki banyak uang mengalir melalui tangannya tanpa ada yang menempel. Ini adalah benda yang sangat lengket; dan bila sekali menempel di tangan, itu tidak bersih di mata Tuhan. Kecuali seseorang dapat menggunakan uang tanpa menyalahgunakannya, menerimanya sebagai talenta yang dipinjamkan kepadanya, dan bukan sebagai harta yang diberikan kepadanya, maka akan segera terjadi bahwa, semakin banyak uang yang dia miliki, semakin banyak masalah yang akan dia alami ”( MTP 54:41).

2. "Di mana saya tahu satu orang gagal karena kemiskinan, saya tahu lima puluh orang gagal karena kekayaan."

“Tetapi Tuhan menggunakan metode lain dengan para hamba-Nya. Saya percaya bahwa Dia sering menguji kita dengan berkat yang Dia kirimkan kepada kita. Ini adalah fakta yang terlalu diabaikan. Ketika seseorang dibiarkan menjadi kaya, betapa cobaan iman yang tersembunyi dalam kondisi itu! Ini adalah salah satu ujian takdir yang terberat! Di mana saya tahu satu orang gagal karena kemiskinan, saya tahu lima puluh orang gagal karena kekayaan ”(MTP 34: 653, cetak miring asli).

3. "Sulit menyimpan kekayaan besar tanpa dosa."

“Keinginan yang tergesa-gesa untuk bangkit adalah penyebab banyak orang jatuh. . . . Sulit untuk menyimpan kekayaan besar tanpa dosa, dan kita telah mendengar bahwa lebih sulit lagi untuk mendapatkannya. Berjalanlah dengan hati-hati, teman yang sukses! Bertambahnya kekayaan tidak akan menjadi berkat bagimu kecuali engkau memperoleh pertumbuhan dalam kasih karunia”(ST April 1867: 158).

4. "Kebahagiaan terletak di dalam hati, bukan di dompet."

“Lebih baik berbahagia daripada menjadi kaya; dan kebahagiaan terletak di hati daripada dompet. Bukan apa yang dimiliki manusia, tetapi apa adanya, yang akan menentukan kebahagiaan atau kesengsaraannya dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya ”(MTP 31: 563).

5. "Ngengat akan memakan salah satu pakaian kita, tetapi mereka tampaknya terbang lebih dulu ke bulu yang mahal."

“Pengamatan menunjukkan kepada kita bahwa ada daya tarik dalam kekayaan yang membuatnya sangat sulit bagi pemiliknya untuk mempertahankan keseimbangan mereka; dan ini lebih khusus lagi dalam kasus di mana uang diperoleh secara tiba-tiba; kemudian, kecuali kasih karunia mencegah, kesombongan menguap, dan dia yang terhormat dalam kemiskinan, menjadi hina dalam kemakmuran. Kesombongan mungkin mengintai di bawah jubah tipis, tetapi lebih memilih kain lebar dari jubah pedagang: ngengat akan memakan salah satu pakaian kita, tetapi mereka tampaknya lebih dulu terbang ke bulu yang mahal ”(ST April 1867, 157).

6. "Tidak ada kasih karunia dalam pemborosan."

“Jika kita tidak menabung sementara kita memilikinya, kita pasti tidak akan menabung setelah itu hilang. Tidak ada kasih karunia yang terbuang percuma. Berhemat adalah tugas; pemborosan adalah dosa ”(John Ploughman’s Pictures, 150).

7. “Uang yang diedarkan adalah sarana untuk kepentingan umum, sedangkan uang yang ditimbun itu sarana ketidaknyamanan pribadi”.

“Tetapi apakah Anda sedang mencari kebahagiaan? Itu tidak terletak pada investasi, baik di Consol atau hipotek, saham atau surat hutang, emas atau perak. Properti ini menguntungkan. Mereka bisa digunakan untuk mempromosikan kebahagiaan. Sebagai aksesori untuk kesejahteraan kita, mereka mungkin sering terbukti menjadi berkah, tetapi diakreditasi dengan nilai intrinsik yang akan mereka makan sebagai obat kanker. Uang yang diedarkan merupakan sarana untuk kepentingan umum, sedangkan uang yang ditimbun merupakan sarana ketidaknyamanan pribadi. . . . Orang yang kikir pasti akan sengsara ”(MTP 62: 520).

8. "Merasa untuk orang lain - di saku Anda."

“Rasakan orang lain - di saku Anda. Praktis, simpati uang lebih berguna daripada sekedar bicara ”(The Salt-Cellars 2: 197).

9. "Sungguh buruk melihat uang kita menjadi hamba yang melarikan diri dan meninggalkan kita, tetapi akan lebih buruk jika uang itu berhenti pada kita dan menjadi tuan kita."

“Sungguh buruk melihat uang kita menjadi hamba yang melarikan diri dan meninggalkan kita, tetapi akan lebih buruk jika uang kita dihentikan dan menjadi tuan kita. Kita harus mencoba, seperti yang dikatakan pendeta kita, 'untuk menemukan cara emas,' dan tidak pernah menjadi mewah atau pelit ”(John Ploughman’s Talk, 152).

10. "Berapa banyak dari mereka yang telah menjadikan kekayaan menjadi ilah mereka."

“Berapa banyak mereka yang menjadikan kekayaannya sebagai tuhan, dan yang terburu-buru mengejar kekayaan ditenggelamkan oleh beban substansi duniawi mereka” (MTP 15: 318).

11. “Hal yang paling merugikan kami, yang paling kami hargai.”

Ingat, semakin banyak kesulitan yang harus Anda tanggung untuk membawa jiwa kepada Kristus, semakin besar upah Anda. Dalam hati nurani Anda sendiri, Anda akan merasakan balasan manis ketika Anda akan di hari-hari berikutnya dapat mengatakan, 'Aku bersusah payah dalam kelahiran untuk jiwa itu.' Anda akan semakin menyukainya karena penderitaan jiwa Anda selama kelahirannya. Saya yakin memang demikian: itulah yang paling merugikan kita ”(MTP 24: 199).

12. "Apa pun yang kita barter, jangan sekali-kali kita mencoba menghasilkan sepeser pun dari agama."

“Lebih baik mati daripada menjual jiwamu kepada penawar tertinggi. Lebih baik tutup mulut di rumah kerja daripada gemuk di atas kemunafikan. Apa pun yang kita barter, jangan pernah mencoba untuk mengubah satu sen pun dengan agama ”(John Ploughman’s Pictures, 147).

13. "Semua yang kita miliki di sini di bawah ini adalah milik Tuhan."

"Selain itu, kenyamanan duniawi kita tidak pernah diberikan kepada kita untuk dipegang selamanya oleh perjanjian garam. Mereka selalu pinjaman, dan tidak pernah hadiah. Semua yang kita miliki di bawah ini adalah milik Tuhan; dia hanya meminjamkannya kepada kita, dan apa yang Dia pinjamkan Dia punya hak untuk mengambilnya kembali ”(MTP 23: 391).

14. "Peti mati emas akan menjadi kompensasi yang buruk untuk jiwa yang terkutuk."

“Kekayaan, ya, jika Anda harus memilikinya, meskipun Anda akan menganggapnya kosong jika Anda menetapkan hati padanya. Kemakmuran di dunia ini, dapatkan jika Anda dapat melakukannya dengan adil, tetapi 'apa untungnya bagi seseorang, jika dia akan mendapatkan seluruh dunia, dan kehilangan jiwanya sendiri?' Peti mati emas akan menjadi kompensasi yang buruk untuk jiwa yang terkutuk . Untuk dibuang dari hadirat Tuhan, dapatkah kesengsaraan itu diredakan dengan segunung harta karun? " (MTP 17: 425)

15. "Banyak orang akan selalu miskin karena mereka tidak pernah memberi untuk tujuan Tuhan."

“Banyak orang akan selalu miskin karena mereka tidak pernah memberi untuk tujuan Tuhan. . . . Tuhan tidak akan mengizinkan pelayanan untuk tetap tidak terbalas; dan pekerjaan yang dilakukan untuk orang miskin dan yang membutuhkan akan mendapatkan upahnya, bukan dari hutang, tetapi karena kasih karunia ”(MTP 31:84).

16. "Untuk mendapatkan, kita harus memberi."

“Maka marilah kita belajar, dari analogi alam, pelajaran besar, bahwa untuk mendapatkan, kita harus memberi; bahwa untuk mengumpulkan, kita harus menyebarkan; bahwa untuk membahagiakan diri kita sendiri, kita harus membahagiakan orang lain ”(MTP 11: 230).

17. "Pemberi yang ceria sedang berbaris mengikuti alunan musik."

“Tidak ada apa-apa di dunia ini selain hidup dengan memberi, kecuali orang yang tamak, dan orang seperti itu adalah bagian dari kerikil halus dalam mesin; dia tidak cocok dengan alam semesta. . . . Tapi pemberi yang ceria berbaris mengikuti musik yang mengalun. Dia sejalan dengan hukum alam Tuhan yang agung, dan oleh karena itu Tuhan mengasihinya, karena dia melihat karya-Nya sendiri di dalam dia ”(MTP 14: 571).

18. "Hadiah kita tidak diukur dengan jumlah yang kita sumbangkan, tetapi dengan kelebihan yang disimpan di tangan kita sendiri."

“Hadiah kita tidak diukur dengan jumlah yang kita sumbangkan, tetapi dengan kelebihan yang disimpan di tangan kita sendiri. Dua peser dari janda itu, di mata Kristus, lebih berharga dari semua uang lainnya yang dimasukkan ke dalam perbendaharaan ”(MTP 37: 625).

19. "Istri yang baik dan kesehatan adalah kekayaan terbaik dari seorang pria."

“Seorang ibu rumah tangga yang hemat lebih baik dari pada berpenghasilan besar. Istri yang baik dan kesehatan adalah kekayaan terbaik dari seorang pria. Berkatilah hati mereka, apa yang harus kita lakukan tanpa mereka? ” (John Ploughman’s Talk, 152)

Selasa, 28 April 2026

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Yohanes 14:1-14, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Yohanes 14:1-14, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]
๐—”๐—ธ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป

PENGANTAR
Minggu 03 Mei 2026, Pengarang Injil Yohanes berasal dari Komunitas Yohanes yang berada di tengah-tengah konflik dengan kelompok-kelompok lain, terutama kelompok orang Yahudi. Mereka diusir dari sinagog dan didera oleh kelompok Yahudi. Di tengah-tengah suasana konflik itu kelompok penulis Injil Yohanes memiliki misi ganda. Mereka harus menakrifkan (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ง๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ) dan menegaskan jatidiri mereka sendiri, sekaligus menakrifkan dan menegaskan jatidiri lawan/musuh mereka.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu kelima masa raya Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 14:1-14 yang didahului dengan Kisah Para Rasul 7:55-60, Mazmur 31:1-5, 15-16, dan 1Petrus 2:2-10.
Konteks terdekat bacaan Injil Minggu ini adalah Yohanes 13-14, sedang konteks besarnya adalah pasal 13-20. Pakar biblika menyebut pasal 13-20 adalah bagian kedua Injil Yohanes yang disebut juga kitab kemuliaan, sedang bagian pertama (pasal 1-12) disebut kitab tanda-tanda. Tidak lagi diceritakan tanda-tanda di bagian kedua, melainkan memuliakan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข๐˜ปe) dan kemuliaan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข). Apabila bagian kedua ini dikelompokkan lagi, maka menjadi:

▶️ Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
▶️ Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
▶️ Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)

Bagian kedua dibuka dengan pelayanan Yesus yang sangat menggugah (pasal 13). Yesus membasuh kaki para murid. Tindakan simbolik ini adalah teladan yang mudah dimengerti. Ia menggugah para pembaca dan pendengar Injil melayani dengan kasih. Melayani orang kecil tidaklah mudah dan untuk itulah Yesus memberi teladan.
Dalam pasal 13 Yesus juga memberi ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ. Mengapa disebut ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ? Perintah untuk mengasihi sesama bangsa dan pendatang asing sudah ada dalam Imamat 19. Perintah mengasihi sesama manusia, bahkan musuh, ada di Injil Matius 5:42-47 dan Lukas 10:29-37. Meskipun Komunitas Yohanes tidak membaca, bahkan mungkin tidak tahu keberadaan Injil Matius dan Lukas, ajaran Yesus tentang Hukum Kasih sudah beredar luas di jemaat Kristen. Dalam Injil Yohanes Yesus memberi perintah lain, yaitu kasih persaudaraan di dalam jemaat. Kasih yang bersumber dari kasih Yesus untuk mereka ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. 
Pasal 13 menyiapkan pembaca dan pendengar Injil untuk dapat menerima ketika Yesus akan dikhianati dan dihukum mati sebagai saat-Nya yang mulia. 
Kita sekarang mengulas bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:1-14). Sesudah Yesus menyampaikan kepergian-Nya (Yoh. 13:33, 36) terbitlah kecemasan dalam diri murid-murid. “๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ. ๐˜‹๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต-๐˜’๐˜ถ … ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข.” kata Yesus (ay. 1-3).
๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ atau latar aslinya kepergian Yesus dalam ayat di atas adalah penyaliban-Nya. Namun, latar Injil ditulis adalah perasaan ketidakhadiran Yesus dalam Komunitas Yohanes dan keterlambatan kedatangan-Nya kembali (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข). Lebih menyayat hati lagi adalah perasaan jemaat Kristen (d.h.i. Komunitas Yohanes) berpisah atau diusir dari sinagog. Meski mereka terusir, terbuang, Yesus menjamin mereka akan mendapat ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ baru.
๐˜›๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ dalam ayat 2 dari kata ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช yang berarti tempat berteduh (Inggris: ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ). Kata monai sendiri pembendaan dari kata kerja ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏo๐˜ฏ yang berarti tinggal di suatu tempat khusus (Inggris: ๐˜ฅ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ). Dalam ayat selanjutnya (ay. 10, 17) kita akan bertemu yang dimaksud ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ itu lebih berpumpun pada keadaan keakraban dengan Allah yang menanti kaum beriman.
Yesus melanjutkan, “๐˜’๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.” (ay. 4). Ciri khas penulis Injil Yohanes adalah mengumpan pertanyaan kepada lawan bicara Yesus. Ayat 4 itu jelas untuk batu loncatan pertanyaan yang akan diajukan oleh Tomas untuk kemudian Yesus menjelaskannya. Kata Tomas kepada Yesus, “๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข?” (ay. 5).
Pertanyaan Tomas itu dijawab oleh Yesus, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜‹๐˜ช๐˜ข.” (ay. 6-7).
Yohanes 14:6 ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜Œ๐˜จo ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ … akhirnya menjadi ayat istimewa oleh banyak orang Kristen. Eksklusif. Injil Yohanes isinya hanya ayat itu. Percaya Yesus, maka selamat karena mendapat akses kepada Bapa. Titik! Ayat itu juga sering dipakai untuk menyerang kepercayaan atau agama lain.
Padahal bacaan Minggu lalu dari Yohanes 10:1-10 dengan topik ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ. Orang yang masuk-keluar tidak melalui pintu adalah pencuri dan perampok. Kalau kita mencuri uang negara, mencuri uang kolekte, meskipun kita gandrung pada Yohanes 14:6, kita tetap tidak selamat, karena kita tidak masuk-keluar lewat pintu. Kita akan dipotong atau dipangkas dan dipisahkan dari ๐˜—๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ oleh Bapa si Tukang Kebun (Yoh. 15:1-8).
Pernyataan ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ sebaiknya jangan dilihat sebagai pernyataan universal karena ukuran iman Kristen tidak merujuk ayat ini saja. Ada banyak ukuran di Injil Yohanes yang setara dengan itu (๐˜Œ๐˜จ๐˜ฐ̄ ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) seperti ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ (Yoh. 6:35, 51), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข (Yoh. 8:12; 9:5), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ (Yoh. 10:7), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ (Yoh. 10:11), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ (Yoh. 11:25), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ (Yoh. 15:1, 5). Belum lagi ukuran iman Kristen di dalam Injil sinoptis dan kitab-kitab di Alkitab.
๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ … merupakan suatu pengakuan iman Komunitas Yohanes di tengah situasi yang dikucilkan, diusir dari sinagog, didera oleh pemuka dan pemimpin agama Yahudi. Mereka butuh pastoral yang kuat untuk teguh memegang iman. Apabila kita saat ini hidup merdeka, berkecukupan bahkan kaya, dapat beribadah rutin setiap hari Minggu, maka ayat ini tidak relevan bagi kita jika dipahami sama dengan Komunitas Yohanes memahami. Tidak operatif. Lalu bagaimana?
Penulis Injil Yohanes mengandaikan pembaca atau pendengar Injilnya sudah mengenal Kitab Suci Yahudi atau dalam Kristen disebut Perjanjian Lama (PL). Tampaknya ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ itu merujuk Yosua 22:5 “๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜• ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ: ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜•, ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ธ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ.” Jadi, “jalan” haruslah dipahami sebagai norma seperti yang Yesus katakan ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ … (๐˜Œ๐˜จ๐˜ฐ̄ ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) dalam ayat-ayat di Injil Yohanes di atas.
Misi Yesus adalah menyatakan kebenaran dan pekerjaan Allah sehingga setiap kehidupan, pengajaran, dan karya Yesus merupakan kebenaran. Sebagai kebenaran Yesus berkata dan mengajarkan apa yang benar serta melakukan dan menegakkan kebenaran.
Dengan demikian Yohanes 14:6 apabila dipahami secara sempit percaya saja kepada Yesus, maka akan selamat, tidaklah cukup, karena barangsiapa percaya kepada Yesus, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan (lih. ay. 12). Makna jalan, kebenaran, dan hidup mestilah dipahami dan diamalkan secara serbacakup agar kita dapat datang kepada Bapa. 
Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus? ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ. Bukan urusan kitalah. Kata Yesus kepada perempuan berzina itu, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. “ (Yoh. 8:11).
Sesudah Tomas bertanya tentang jalan dan dijawab oleh Yesus, kemudian giliran Filipus bertanya kepada Yesus. Kata Filipus, ” ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช, ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช.” (ay. 8 ). Ini jelas pertanyaan iseng yang diumpankan oleh pengarang Injil Yohanes agar Yesus melanjutkan diskusi. Mengapa saya sebut iseng? Filipus memainkan peran cukup besar selama mengikuti Yesus sejak awal (lih. Yoh. 1:43-46 dan 12:21-22). ๐˜”๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ Filipus tidak mengenal Bapa?
Atas pertanyaan Filipus itu pengarang Injil Yohanes berkesempatan menyajikan kristologinya. Dalam prolog Injil Yohanes disebutkan bahwa Yesus adalah Firman Allah yang sehakikat dengan Bapa atau Zat, Firman yang nuzul menjadi Manusia. Dalam jawaban Yesus kepada Filipus itu (ay. 9-11) pengarang Injil Yohanes menjelaskan kristologi sebagai satu kesatuan fungsional “ … ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ … “
Di akhir bacaan (ay. 12-14) Yesus menegaskan bahwa percaya kepada-Nya tidaklah cukup, tetapi ia harus juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan lebih besar daripada itu. Apa yang dimaksud lebih besar daripada yang dilakukan Yesus? Di sini Yesus memberi amanat agar jemaat atau gereja mengerjakan pekerjaan Yesus lebih luas lagi. Pekerjaan Yesus yang mana? Pekerjaan di dalam kitab tanda-tanda (pasal 1-12) seperti yang saya tulis di atas. Apakah bisa? Bisa. Yesus berpesan, jika kita meminta sesuatu kepada Yesus dalam nama-Nya, Ia akan melakukannya. Di sini penulis Injil sekaligus menegaskan kristologinya.

(28042026)(TUS)

Sudut Pandang Cinta Allah Melahirkan Kelimpahan Syukur, Minggu VI Paska

Sudut Pandang Cinta Allah Melahirkan Kelimpahan Syukur, Minggu VI Paska PENGANTAR Bacaan 1: Kisah Para Rasul 17 : 22 – 31 Mazmur...