Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด
Injil Matius 21:1-11 Minggu Palem dan Minggu Sengsara diambil dari Injil Matius 26:14-27:66 [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ฃ๐ฎ๐น๐ฒ๐บ/
Sengsara, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐] ๐๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐น๐๐ฟ๐๐ต ๐ธ๐ผ๐๐ฎ ๐ถ๐๐
PENGANTAR
Minggu 29 Maret 2026, Minggu ini adalah Minggu VI masa Pra-Paska. Ada dua peristiwa yang beririsan dalam Minggu ini, yaitu Minggu Palem (๐๐ช๐ต๐ถ๐ณ๐จ๐บ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ด) dan Minggu Sengsara (๐๐ช๐ต๐ถ๐ณ๐จ๐บ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ข๐ด๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ). Secara tradisi ibadah gereja dimarakkan dengan setangkai daun palem di tangan umat dengan merujuk Yohanes 12:13.
PEMAHAMAN
Bacaan Alkitab secara ekumenis untuk Minggu Palem diambil dari Injil Matius 21:1-11 yang didahului dengan Mazmur 118:1-2, 19-29, sedang bacaan untuk Minggu Sengsara diambil dari Injil Matius 26:14-27:66, secara RCL tapi di buku masa prapaskah paskah 2026 GKJ GKI sw Jateng mengirisnya menjadi Matus 27:11-54, yang didahului dengan Yesaya 50:4-9a, Mazmur 31:9-16, dan Filipi 2:5-11.
Bacaan Injil untuk Minggu Palem (Mat. 21:1-11) diberi judul oleh LAI ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ฆ๐ญ๐ถ-๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ญ๐ฆ๐ฎ. Adegan ini menjadi episode peralihan penting. Perjalanan panjang Yesus dan murid-murid-Nya menuju Yerusalem (lih. Mat. 16:21, 19:1) berakhir di sini kemudian beralih ke puncak konflik dengan para pembenci-Nya di Yerusalem. Paruh pertama cerita mengenai Yesus dan murid-murid-Nya mendekati Yerusalem (ay. 1-7) berlangsung lancar berpindah ke paruh kedua tentang Yesus yang disambut banyak orang di Yerusalem (ay. 8-11).
Konteks terdekat dari Matius 21:1-11 sebagai berikut:
➡️ Permintaan Ibu Yakobus dan Yohanes; Bukan memerintah melainkan melayani (Mat. 20:20-28).
➡️ Yesus menyembuhkan dua orang buta (20:29-34).
➡️ Yesus dielu-elukan di Yerusalem (21:1-11).
➡️ Yesus menyucikan Bait Allah (21:12-17).
➡️ Yesus mengutuk pohon ara (21:18-22).
➡️ Pertanyaan mengenai kuasa Yesus (21:23-27).
Dalam enam perikop itu ada tema dasar atau benang merah, yaitu tentang bagaimana Yesus sebagai ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ถ๐ฅ atau ๐๐ข๐ซ๐ข ๐๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐ช๐ฌ memerintah dan akan memerintah (eskatologis).
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ ๐ฌ๐ฒ๐ฟ๐๐๐ฎ๐น๐ฒ๐บ (Mat. 21:1-7)
Adegan diawali Yesus berada di Betfage, Bukit Zaitun. Letak Kampung Betfage sampai sekarang tidak diketahui. Betfage berarti ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ข๐ณ๐ข. Yesus menyuruh dua orang murid-Nya, “๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ต๐ช๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ. ๐๐ช๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ, ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.”
Hal itu dikatakan Yesus agar digenapi firman yang disampaikan oleh nabi. Nabi siapa? Nabi Zakharia. Matius memang suka mengutip kitab-kitab Yahudi atau Perjanjian Lama (PL). Hanya di dalam teks Injil Matius disebut dua ekor keledai (induk dan anaknya). Padahal Injil Markus yang lebih tua menyebut satu ekor dan kitab Zakharia 9:9 yang melatarbelakangi ayat itu disebut seekor saja.
๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ฐ๐ณ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐บ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ต๐ณ๐ช ๐๐ช๐ฐ๐ฏ, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฐ๐ณ๐ข๐ฌ-๐ด๐ฐ๐ณ๐ข๐ช๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฉ๐ข๐ช ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ช ๐ ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ญ๐ฆ๐ฎ! ๐๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ช๐ข ๐ข๐ฅ๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐บ๐ข. ๐๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ช, ๐ด๐ฆ๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข, ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ต๐ช๐ฏ๐ข. (Zak. 9:9, TB II 2023)
Putri Sion di atas adalah metafor untuk penduduk Yerusalem. Mengapa Matius sengaja mengubah jumlah keledai dari satu menjadi dua? Mengapa Matius tidak mengikuti jumlah keledai dari sumber ceritanya (Markus: satu ekor) dan bahkan tidak mengikuti nubuatan Zakharia 9:9 (satu ekor)? Apakah Matius salah baca Zakharia 9:9?
Ada ahli yang berpendapat bahwa Matius salah baca kitab Zakharia 9:9 karena ia kurang mengenal pola puitis kesejajaran sinonim, yaitu apa yang sudah dikatakan di bagian pertama akan diulangi di bagian kedua dengan kata-kata yang berbeda untuk memerkaya makna yang sudah dikatakan di bagian pertama.
Tampaknya bukan itu. Demi menyampaikan gagasan Matius tidak segan-segan untuk memodifikasi bahan-bahannya, baik bahan dari tradisi lisan maupun bahan dari tradisi tulisan. Untuk memerkuat argumen ini kita dapat melihat pengarang Injil Matius mengubah teks PL Mikha 5:1 dalam Matius 2:6.
๐๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ, ๐ฉ๐ข๐ช ๐๐ฆ๐ต๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฎ ๐๐ง๐ณ๐ข๐ต๐ข, ๐๐๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐๐๐ก ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ๐ฎ-๐ฌ๐ข๐ถ๐ฎ ๐ ๐ฆ๐ฉ๐ถ๐ฅ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ฃ๐ข๐จ๐ช-๐๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐๐ด๐ณ๐ข๐ฆ๐ญ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ป๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ. (Mik. 5:1, TB II 2023)
Bandingkan.
๐๐ข๐ฏ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐๐ฆ๐ต๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฎ, ๐ต๐ข๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ ๐ฆ๐ฉ๐ถ๐ฅ๐ข, ๐๐ฃ๐๐ ๐๐ช ๐จ๐๐ ๐๐ก๐-๐ ๐๐ก๐ ๐๐ช๐ ๐๐ฃ๐ก๐๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐๐๐ก ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ ๐ ๐ฆ๐ฉ๐ถ๐ฅ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฎ๐ข๐ต-๐๐ถ ๐๐ด๐ณ๐ข๐ฆ๐ญ. (Mat. 2:6, TB II 2023)
Pertanyaan selanjutnya, jika Matius sengaja mengubah satu keledai menjadi dua keledai, apa maksud atau pesannya?
Pertama, hal yang barangkali perlu dipertimbangkan adalah kesukaan Matius pada angka atau nilai ๐ฑ๐๐ฎ. Contoh-contohnya:
➡️ Anak-anak yang dibunuh Herodes adalah mereka yang berumur ๐ฑ๐๐ฎ tahun ke bawah (2:16).
➡️ Murid-murid pertama Yesus adalah ๐ฑ๐๐ฎ orang bersaudara (4:18).
➡️ Nelayan yang dipanggil Yesus untuk menjadi murid-Nya adalah ๐ฑ๐๐ฎ orang bersaudara juga (4:21).
➡️ Ajaran Yesus: jika ada yang memaksamu berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh ๐ฑ๐๐ฎ mil! (5:41)
➡️ Di Gadara bukan hanya satu orang yang dirasuk setan, melainkan ๐ฑ๐๐ฎ orang (8:28).
➡️Di perjalanan-Nya Yesus menyembuhkan mata ๐ฑ๐๐ฎ orang buta (9:27).
➡️ Jika ada suatu perkara, jumlah saksi minimum adalah ๐ฑ๐๐ฎ orang (18:16).
➡️ Yesus berjanji akan hadir jika ada minimum ๐ฑ๐๐ฎ orang berkumpul dalam nama-Nya (18:20).
➡️ Murid-murid Yesus yang meminta tempat khusus adalah ๐ฑ๐๐ฎ orang bersaudara (20:20).
➡️ Ketika keluar dari Yerikho, bukan hanya satu, melainkan ๐ฑ๐๐ฎ orang buta yang disembuhkan Yesus (20:34).
➡️ Ada ๐ฑ๐๐ฎ murid yang disuruh menemukan ๐ฑ๐๐ฎ keledai (21:1).
➡️ Mahkamah Agama bahkan membutuhkan kesaksian palsu yang konsisten minimum dari ๐ฑ๐๐ฎ orang saksi (26:60).
➡️ Yesus disalibkan bersama dengan ๐ฑ๐๐ฎ orang penyamun (27:38).
Kedua, alasan Matius yang lebih spesifik justru tampak pada Zakharia 9:9 dan modifikasinya. Sesudah membaca Zakharia 9:9, tampaknya Matius mendapat gagasan tentang ๐๐ข๐ซ๐ข ๐๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐ช๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต, lalu ia memodifikasi keledainya agar lebih sesuai dengan gagasannya mengenai raja mesianik yang lemah lembut. Simbol kelemahlembutan Sang Raja itu bukan hanya keledai (versus kuda), tetapi lebih daripada itu: keledai perempuan (ibu) dan anak keledai jantan yang tidak dipisahkan dari ibunya. Jadi, simbol dua keledai itu tampaknya dianggap lebih bermakna daripada simbol satu keledai saja.
Dua murid itu pergi ke kampung di depannya dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya.
๐ ๐ฒ๐บ๐ฎ๐๐๐ธ๐ถ ๐ฌ๐ฒ๐ฟ๐๐๐ฎ๐น๐ฒ๐บ (Mat. 21:8-11)
Perjalanan menuju Yerusalem dimula. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan untuk menghormati Yesus sebagai ๐๐ข๐ซ๐ข ๐๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐ช๐ฌ. Hal serupa dilakukan terhadap Yehu pada hari ia diurapi menjadi raja (2Raj. 9:13).
Ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Hal semacam ini biasa dilakukan pada hari ketujuh pesta Pondok Daun, tetapi juga dalam beberapa kesempatan lain (lih. Mzm. 118:27; 1Mak. 13:51; 2Mak. 10:7). Hanya dalam Injil Yohanes disebut khalayak menyongsong Yesus dengan daun palem (Yoh. 12:13).
Orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, "๐๐ฐ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ถ๐ฅ, ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฉ๐ฐ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช!"
Siapakah orang banyak yang berjalan di depan dan di belakang Yesus? Besar kemungkinan mereka adalah para peziarah yang mengikuti rombongan Yesus. Mereka bukan penduduk Yerusalem. Hosana merupakan sorak Ibrani hosyiana yang berarti ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ (Mzm. 118:25). Di masa gereja perdana hosana digunakan sebagai sorak pujian dalam liturgi. ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ถ๐ฅ adalah gelar mesianik (lih. Mat. 1:1; 9:27; 15:22). Matius menegaskan lagi Yesus adalah Juruselamat yang pernah dijanjikan kepada Raja Daud.
Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata, "๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช?" Orang banyak itu menyahut, "๐๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฏ๐ข๐ฃ๐ช ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ข๐ป๐ข๐ณ๐ฆ๐ต ๐ฅ๐ช ๐๐ข๐ญ๐ช๐ญ๐ฆ๐ข." (ay. 10-11)
Matius menggunakan kata ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ (๐ฆ๐ด๐ฆ๐ช๐ด๐ต๐ฉ๐ฆ̄) yang biasanya untuk topan atau gempa bumi (Mat. 8: 24; 27:51; 28:4). Di sini tampaknya penginjil Matius hendak memerikan (๐ฅ๐ฆ๐ด๐ค๐ณ๐ช๐ฃ๐ฆ) keriuhan kota yang amat sangat menyambut kedatangan Yesus, Raja Mesianik.
Mengapa Matius memunculkan istilah nabi? Padahal sejak awal Injil Matius dikatakan bahwa Yesus adalah raja, anak Daud, anak Abraham. Mengenakan gelar nabi kepada Yesus malah merendahkan-Nya, tetapi Matius perlu memunculkannya dengan keluar dari mulut ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ (๐ฐ๐ค๐ฉ๐ญ๐ฐ๐ช).
Matius memunculkannya di sini tampaknya berpautan dengan penolakan dan pembunuhan terhadap Yesus yang akan segera terjadi di Yerusalem. Ada tertulis "๐ ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ญ๐ฆ๐ฎ, ๐ ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ญ๐ฆ๐ฎ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฏ๐ข๐ฃ๐ช-๐ฏ๐ข๐ฃ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข! ๐๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช-๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฎ๐ถ, ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐ข๐บ๐ข๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฑ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ.” (Mat. 23:37, TB II 2023). Jadi, Yesus bukan hanya nabi yang ditolak di kota asalnya, Nazaret (Mat. 13:57), melainkan juga nabi yang ditolak di kota yang menjadi tujuan pengutusan-Nya, Yerusalem (23:37).
Apabila kita meneruskan bacaan untuk Minggu Sengsara Injil Matius 26:14-27:66 kita akan menemui lagi perkataan dari ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ (๐ฐ๐ค๐ฉ๐ญ๐ฐ๐ช) yang dihasut oleh imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi (Mat. 27:20-26). Orang banyak itu berteriak “๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฃ๐ฌ๐ข๐ฏ” (Mat.27:23). Ketika Pilatus mengatakan, “๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช (maksudnya Yesus)”, orang banyak itu tanpa berpikir panjang mengatakan bahwa darah Yesus biarlah ditanggungkan kepada mereka dan keturunan mereka (Mat. 27:25-26). Maksudnya, meskipun membunuh itu kejahatan besar, mereka mau menanggungnya. Gila ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ?
Orang banyak saat ini ibarat kasus zaman dahulu kala, PDIP yang mengusung Jokowi, “๐๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช!” Jokowi kemudian membuat projek tuan rumah Piala Dunia U20. Presiden FIFA Gianni Infantino pun bersuka atas antusias Jokowi. Belakangan PDIP menolak kehadiran Tim Israel U20. Menolak tim peserta berarti menolak FIFA. FIFA akhirnya membatalkan hak Indonesia menjadi tuan rumah dan segera akan menjatuhkan sanksi untuk Indonesia. Media luar negeri menyoroti alasan keputusan FIFA itu karena Indonesia negara rasis. Risiko kerusakan itu jelas PDIP tidak ambil pusing karena yang penting, “๐๐ข๐ญ๐ช๐ฃ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฌ๐ฐ๐ธ๐ช!”
Gemparlah seluruh masyarakat sepakbola Indonesia (bergurau yah ..... Xi ... Xi)
(02042023)(TUS)