Kamis, 05 Februari 2026

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

PENGANTAR
Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, termasuk perihal penjala manusia, ucapan bahagia, garam terang, pintu, dlsb . Ucapan bahagia yang dalam bahasa aslinya bisa dimaknai sebagai TERHORMATLAH dan TERHINALAH/TERINJAKLAH serta bisa pula dimaknai TERBERKATILAH dan TERKUTUKLAH dalam banyak terjemahan Alkitab  ditulis BAHAGIA dan CELAKA. Sehingga, latar belakang bahwa penulis Injil menuliskan itu dalam tradisi rabinik atau tradisi para nabi, dimana itu sebetulnya kritikan keras pada penindasan, pemuka agama korup dan penjajahan para pejabat pemerintahan tentunya juga memberikan pengharapan pada yang tertindas dan terjajah, sering menjadi kabur, oleh karena dipakai berkhotbah menjadi dasar dari pembelajaran motivasi atau pidato/ presentasi para motivator mimbar, sadarilah ..... ini suara ke nabi an yang didengungkan oleh penulis Injil dalam zaman penindasan dan penjajahan dengan mengutip kisah suara ke nabi an Yesus dari bbrp sumber. Serta tidak bisa dipungkiri, itu merujuk pada tradisi para nabi dan suara ke nabi an pada zamannya.

PEMAHAMAN
Jangan Lupa Bahagia? Akhir-akhir ini yang sering saya dengar dari para motivator mimbar, saya selalu memegang prinsip TIDAK ADA TAFSIR YANG SALAH TERLEBIH BENAR, YANG ADA HANYA TAFSIR YANG DAPAT DIPERTANGGUNG JAWAB KAN ATAU TIDAK. DIPERTANGGUNG JAWAB KAN DENGAN APA? DENGAN ARGUMENTASI YANG NALAR (DAPAT DITERIMA JEMBATAN - JEMBATAN NALAR). Menurut saya, apa yang disampaikan para motivator mimbar lemah argumentasi tafsir nya, bukan salah atau keliru. Karena, tidak melihat lebih dalam nuansa zaman latar belakang ucapan bahagia tersebut. 


Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...