Keterangan Gambar:
Tablet paku tentang akun pembayaran esru (persepuluhan) dari arsip Ebabbar (sumber: en.wikipedia/tithe
PERSEPULUHAN DALAM SEJARAH KUNO, SERIAL SUDUT PANDANG
Pada artikel saya kali ini, saya tidak membahas tentang persepuluhan dari satu perspektif, alias perspektif Alkitabiah, melainkan juga berdasarkan perspektif sejarah kuno.
Baca ini http://titusroidanto.blogspot.com/2023/05/bagaimana-pandangan-saya-soal.html
Bagi pemerhati sejarah Alkitab, saya yakin ada yang bertanya-tanya,
"Apakah ada catatan atau keterangan historis terkait kira-kira Abraham mendapat ide dari mana untuk membawa sepersepuluh tersebut kepada Melkisedek?"
Liat ini
https://www.instagram.com/reel/Cu0Xy0MNOfj/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
"Bukankah tidak ada catatan tentang perintah Ilahi pada Abraham saat itu?"
"Apakah memang di jaman itu betul-betul sudah menjadi tradisi memberikan sepersepuluh dari pendapatan?"
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang memiliki jawaban historis.
Kebiasaan memberi persepuluhan dengan tidak dimulai oleh Taurat Musa dan bukan kebiasaan khas para leluhur Israel, karena, persepuluhan dilakukan juga oleh bangsa-bangsa kuno lainnya.
Ada kekeliruan khotbah dan pemahaman tentang persepuluhan. Kata yang benar adalah "Persepuluhan" yang artinya "sepuluh persen dari pendapatan" adalah milik Tuhan. Kata ini entah mengapa menjadi populer sebagai "Perpuluhan" yang berarti "berpuluh-puluh", sehingga ada beberapa pelayan Tuhan yang membenarkan konsep bahwa jemaat membawa 20% bahkan 90 sekian persen dari hasil pendapatannya. Ini keliru dan akan terus keliru jika khotbah tentang persepuluhan selalu menitik beratkan jumlah bukannya cara dan peruntukannya. Selain itu, banyak yang mengira bahwa dalam Alkitab persepuluhan hanya dipungut dan diberikan kepada rumah Tuhan dan untuk para imam (terumah) dan orang Lewi (persepuluhan pertama), ini tidak sepenuhnya benar sebab persepuluhan juga dipungut dan diberikan kepada raja (1Samuel 8:15,17). Narasi dalam kitab Samuel jika dipadukan dengan pemberian persepuluhan oleh Abraham maka bisa dilihat bahwa persepuluhan sejak awal bukan bersifat kerohanian saja tapi juga sekuler yang berdasarkan pada kekuasaan teritorial.
Menariknya, ada naskah kuno diluar Alkitab tentang persepuluhan. Ada penemuan arkeologinya, tepatnya melalui dokumen-dokumen pada tablet cuneiform (tulisan paku).
Praktik persepuluhan mirip dengan praktik Esretu – "ešretū", yaitu pajak sepersepuluh Ugarit dan Babilonia. Ugarit adalah sebuah kota Fenesia pada pantai Siria utara, saat ini namanya Ras Syamra.
Di bawah ini tercantum beberapa contoh spesifik dari persepuluhan Mesopotamia, saya ambil dari The Assyrian Dictionary of the Oriental Institute of the University of Chicago, Vol. 4 "E" hal. 369 yang diambil dari salah-satu tablet cuneiform.
[Mengacu pada pajak sepuluh persen yang dikenakan pada pakaian oleh penguasa setempat:]
"Istana telah mengambil delapan pakaian sebagai persepuluhan Anda (pada 85 pakaian)"
"... sebelas pakaian sebagai persepuluhan (pada 112 pakaian)"..
" ... (dewa matahari) Shamash menuntut persepuluhan..."
"empat mina perak, persepuluhan [para dewa] Bel, Nabu, dan Nergal..."
"... dia telah membayar, selain persepuluhan untuk Ninurta, pajak gardiner"
"... persepuluhan kepala akuntan, dia telah menyerahkannya kepada [dewa matahari] Shamash"
"... mengapa kamu tidak membayar persepuluhan kepada Nyonya Uruk?"
... (seorang pria) berutang jelai dan kurma sebagai keseimbangan persepuluhan dari ** tahun tiga dan empat "
"... persepuluhan raja di jelai kota..."
"... berkenaan dengan tua-tua kota yang (raja) telah **dipanggil untuk (membayar) persepuluhan ..."
"... kolektor persepuluhan negara Sumundar..."
"... (Ebabbar resmi di Sippar) yang bertanggung jawab atas persepuluhan
Sebagai catatan, yang dimaksudkan dengan Nyonya Uruk adalah Innana, dewi cinta Mesopotamia kuno. Oleh orang Akkadia, Babilonia, dan Assiria dikenal dengan nama Ishtar.
Dimasa Abraham, persepuluhan adalah suatu kebiasaan Ugarit (sekitar Kanaan) dan Proto-Babel (Mesopotamia), oleh karena itu, Abraham yang berasal dari Mesopotamia, dan Melkisedek yang adalah imam di Salem yang ada di Kanaan dan dekat dari Ugarit, tentu familiar dengan persepuluhan yang saat itu peruntukannya kepada raja dan pihak kuil. Teks 1 Samuel mengacu pada kebiasan ini. Dikemudian hari, oleh Musa, pemungutan dan peruntukan persepuluhan diatur lebih rapih.
Jika merujuk kepada tindakan Abraham (Kejadian 14:17-20) dan ramalan Samuel tentang persepuluhan (1 Samuel 8:15,17), terlihat ada perbedaan motivasi. Abraham memberi dengan dorongan hati tetapi dalam 1 Samuel 8:15,17 rakyat diramalkan akan dipaksa untuk memberikan persepuluhan pada raja. Abraham jelas memberikan dengan kerelaan hati padahal dia tidak diwajibkan secara adat dan teritorial (karena dia bukan orang Salem), sedangkan, untuk kasus 1 Samuel ini merupakan kewajiban rakyat pada raja yang mengacu pada adat istiadat dijaman itu (beda dengan persepuluham Musa yang motivasi dan peruntukannya adalah kerohanian).
Tindakan spontan Abraham dan perkataan Samuel tentang pemberian persepuluhan pada raja mungkin sulit dipahami, tetapi, penemuan-penemuan arkeologi dan manuskrip kuno tentang kebiasaan pemberian persepuluhan kuno di Kanaan dan Mesopotamia telah membantu memecahkan pertanyaan-pertanyaan dalam Alkitab terkait sejarah persepuluhan. Ini seperti sejarah sunat, yang mana tradisi ini dikenal Abraham dari Mesir.
Seperti yang sering saya katakan, Tuhan mampu dan berhak menggunakan kebiasaan tradisional untuk memuliakan namaNya.
Liat ini
https://www.instagram.com/reel/Cu0Xy0MNOfj/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
___________________
Cepogo, 08.12.2012 (T)
Referensi:
1. Andrew E. Hill & John H. Walton, "A survey of Old Testament", Zondervan, edisi ketiga.
2. A. Leo Oppenheim (editor in charge), "The Assyrian Dictionary of the Oriental Institute of the University of Chicago, Vol. 4", The Oriental Institute, Chicago, 2004
3. R. F. Bhanu Victorahadi Pr., "Buku Ajar Eksegese: Perjanjian Lama Nabi-Nabi", UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, 2022.
4. David F. Hinson, "Sejarah Israel Pada Zaman Alkitab", BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2004.
5. Ensiklopedia Alkitab
6. Gleason L. Archer, "Encyclopedia of Bible Difficulties", Zondervan Publishing House, Michigan, 1982.
7. Josephus, "Antiquities of the Jews".
8. Robert H. Gundry, "A survey of Old Testament", Zondervan, edisi kelima.
9. Susan Wise Bauer, "Sejarah Dunia Kuno", Elex Media Komputindo, 2007.
10. William Stanford LaSor, David Allan Hubbard, Frederick Wm. Bush; "Old Testament Survey", Wm. B. Eerdmans Publishing, Cambridge, 1996.
11. Walter C. Kaiser Jr., Peter H. Davids, F.F. Bruce, Manfred T. Brauch, "Hard Saying of the Bible", InterVarsity Press, Illinois, 1996.
12. W. J. Martin, "Stylistic Criteria and the Analysis of the Pentateuch", 1955.
.
)