2 PANDANGAN
Kalangan evangelikal umumnya memiliki dua pendekatan terhadap perceraian dan pernikahan kembali:
Beberapa pengajar Alkitab menganut pandangan permanensi pernikahan. Banyak dari mereka mengatakan bahwa seorang percaya tidak boleh menginisiasi perceraian, dan semua sepakat bahwa seorang percaya yang bercerai tidak boleh menikah lagi selama pasangannya masih hidup (meskipun mereka turut bersimpati dalam masalah keluarga).
Di sisi Iain, pandangan evangelikal arus utama
(tercermin dalam pasal 24 Pengakuan Iman Westminster) mengajarkan bahwa meskipun perceraian selalu-melanggar ideal Allah, Allah memberikan perlindungan dan pengecualian bagi pasangan yang suaminya/istrinya dengan kejam melanggar perjanjian pernikahan.
MENGHORMATI PERNIKAHAN
Allah merancang pernikahan sebagai perjanjian seumur hidup yang penuh kebersamaan (Kej 2:24). Ideal Alkitab bukan hanya agar pasangan tetap menikah, tetapi agar-mereka-menemukan sukacita besar bersama (Pkh. 9:9). Karena Allah yang menyatukan suami dan istri, maka pernikahan harus dihormati dan dijaga (Mat. 19:6). Kita harus melindungi pernikahan kita dari perselingkuhan dan kelalaian, serta menghormati pernikahan orang lain lewat tindakan dan nasihat. Kita tidak boleh mendorong perceraian yang tidak alkitabiah. Sebab, ada orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk bertahan dalam pernikahan yang sulit —banyak di antaranya bisa dipulihkan oleh anugerah Allah.