PENGANTAR
Lukas 9:1-6 (TB)
1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
2 Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
3 kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
4 Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.
5 Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka."
6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Lukas 10:1-12 (TB)
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
PEMAHAMAN
Murid-murid Yesus dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. 12 Rasul: Yesus memilih 12 orang untuk menjadi rasul-Nya yang utama, yang akan menjadi saksi-Nya dan melanjutkan pekerjaan-Nya setelah Dia naik ke surga. 12 rasul ini adalah:
- Simon Petrus
- Andreas
- Yakobus
- Yohanes
- Filipus
- Bartolomeus
- Tomas
- Matheus
- Yakobus bin Alfeus
- Simon orang Zelot
- Yudas bin Yakobus
- Yudas Iskariot (yang kemudian digantikan oleh Matias), 12 Rasul ini melambangkan 12 suku Israel penegasan bahwa Yesus diutus untuk bangsa Israel, tetapi juga melambangkan Israel baru yaitu gereja. Persekutuan umat beriman. Dalam tradisi Yahudi ini terkait dg hukum Abraham, Dalam tradisi Yahudi, konsep "Hukum Abraham" yang spesifik seperti Tujuh Hukum Nuh. Namun, ada beberapa konsep yang terkait dengan Abraham dalam tradisi Yahudi, seperti:
- Perjanjian Abraham: Dalam Kitab Kejadian, Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham, yang mencakup janji tentang keturunan Abraham dan tanah Kanaan. Perjanjian ini dianggap sebagai fondasi bagi hubungan antara Tuhan dan bangsa Israel.
- Ketaatan Abraham: Abraham dianggap sebagai contoh ketaatan dan iman dalam tradisi Yahudi. Ketaatan Abraham kepada Tuhan, termasuk kesediaannya untuk mengorbankan Ishak, dianggap sebagai contoh kesetiaan dan kepercayaan kepada Tuhan.
Dalam beberapa tradisi Yahudi, ada juga konsep tentang "7 Prinsip Abraham" atau "7 Sifat Abraham", yang mencakup prinsip-prinsip moral dan etika yang terkait dengan Abraham, seperti:
1. Ketaatan kepada Tuhan
2. Iman dan kepercayaan
3. Keadilan dan kebenaran
4. Kasih sayang dan belas kasihan
5. Kerendahan hati
6. Kesabaran
7. Pengabdian kepada Tuhan
Namun, konsep ini tidak seuniversal Tujuh Hukum Nuh dan lebih terkait dengan sifat dan karakter Abraham sebagai contoh bagi orang Yahudi.
2. 70 Murid: Yesus juga memilih 70 orang lainnya untuk menjadi murid-Nya dan mengirim mereka untuk memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit. Lukas 10:1-24 menceritakan tentang pengutusan 70 murid ini. Ini melambangkan, bangsa-bangsa di dunia, dimana Yesus bukan lagi diperuntukan Israel saja tapi diperuntukan seluruh bangsa di dunia, keselamatan bersifat universal.
Perbedaan antara 12 rasul dan 70 murid adalah:
- Peran: 12 rasul memiliki peran yang lebih utama sebagai saksi Yesus dan pemimpin gereja awal, dan 12 Rasul ini diingatkan Yesus jangan keluar dari Israel, Yesus memerintahkan 12 rasul untuk tidak keluar dari Israel atau ke Samaria dalam perjalanan mereka untuk memberitakan Injil. Namun, perintah ini hanya bersifat sementara dan terbatas pada misi mereka kepada bangsa Israel.
Matius 10:5-6: Yesus memerintahkan 12 rasul untuk tidak pergi ke jalan bangsa lain atau ke kota Samaria, tetapi untuk pergi kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
- "Kedua belas murid itu disuruh oleh Yesus dan berpesan kepada mereka: 'Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.'"
Perintah ini menunjukkan bahwa misi Yesus pada awalnya difokuskan pada bangsa Israel, tetapi setelah kebangkitan-Nya, Dia memerintahkan murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa (Matius 28:18-20). Sedangkan 70 murid memiliki peran yang lebih luas dalam memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit, Ayat Alkitab yang terkait dengan 70 murid yang diutus untuk keluar dari Israel dan memberitakan Injil kepada semua bangsa adalah:
- Lukas 10:1-24: Yesus mengutus 70 murid-Nya untuk pergi ke semua kota dan tempat yang akan dikunjungi-Nya, dan memberitakan Injil kepada semua bangsa.
Dalam Lukas 10:1, Yesus berkata:
- "Sesudah itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya."
Perintah ini menunjukkan bahwa misi Yesus tidak hanya terbatas pada bangsa Israel, tetapi juga kepada semua bangsa di dunia. Dengan mengutus 70 murid-Nya, Yesus memperluas jangkauan misi-Nya dan memberitakan Injil kepada semua orang..
- Jumlah: 12 rasul adalah jumlah yang tetap dan spesifik, sedangkan 70 murid adalah jumlah yang lebih besar dan mungkin tidak terbatas pada 70 orang saja.
Ayat Alkitab Perjanjian Lama yang terkait dengan 70 tua-tua adalah:
- Bilangan 11:16-30: Tuhan memerintahkan Musa untuk mengumpulkan 70 orang tua-tua Israel untuk membantu dia dalam memimpin bangsa Israel. Tuhan memberikan sebagian dari roh yang ada pada Musa kepada 70 tua-tua ini, sehingga mereka dapat membantu Musa dalam memimpin dan mengurus bangsa Israel.
Ayat-ayat yang terkait adalah:
- Bilangan 11:16: "Tuhan berfirman kepada Musa: 'Kumpulkanlah kepadaku 70 orang dari tua-tua Israel, yang kautahu sebagai tua-tua bangsa itu dan sebagai penguasa-penguasa mereka, lalu bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.'"
- Bilangan 11:25: "Lalu Tuhan turun dalam awan dan berbicara dengan Musa. Ia mengambil sebagian dari roh yang ada pada Musa dan memberikannya kepada 70 orang tua-tua itu. Ketika roh itu hinggap pada mereka, mereka bernubuat, tetapi kemudian mereka tidak melakukannya lagi."
Dengan demikian, 70 tua-tua Israel memiliki peran penting dalam membantu Musa dalam memimpin bangsa Israel dan menerima sebagian dari roh Musa untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Menunjukan Musa tidak bisa sendirian dalam mengelola bangsa Israel, Musa butuh orang lain.
Dengan demikian, kedua kelompok murid ini memiliki peran yang penting dalam melanjutkan pekerjaan Yesus dan memberitakan Injil kepada dunia.
ada kemungkinan bahwa jumlah 70 murid Yesus memiliki kaitan dengan 70 bangsa-bangsa turunan Nuh yang disebutkan dalam Kitab Kejadian 10.
Dalam Kejadian 10, disebutkan bahwa setelah banjir besar, Nuh memiliki tiga anak laki-laki: Sem, Ham, dan Yafet. Dari ketiga anak laki-laki ini, lahirlah 70 bangsa-bangsa yang berbeda-beda, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Dengan memilih 70 murid, Yesus mungkin ingin menekankan beberapa hal, seperti:
1. Pemberitaan Injil kepada semua bangsa: Jumlah 70 murid dapat melambangkan pemberitaan Injil kepada semua bangsa di dunia, seperti halnya 70 bangsa-bangsa turunan Nuh yang menyebar ke seluruh dunia.
2. Keselamatan bagi semua bangsa: Yesus mungkin ingin menekankan bahwa keselamatan yang Dia tawarkan tidak hanya untuk bangsa Israel saja, tetapi untuk semua bangsa di dunia.
3. Pengutusan kepada semua bangsa: Dengan mengutus 70 murid-Nya, Yesus mungkin ingin menekankan pentingnya pengutusan kepada semua bangsa di dunia untuk memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit.
Dengan demikian, jumlah 70 murid Yesus memiliki kaitan dengan 70 bangsa-bangsa turunan Nuh dan menekankan pentingnya pemberitaan Injil kepada semua bangsa di dunia.
Kejadian 10 membahas tentang daftar keturunan Nuh yang merupakan sumber dari 70 bangsa-bangsa di dunia. Berikut beberapa ayat Alkitab yang terkait:
- Keturunan Yafet: Kejadian 10:2-5 mencatat keturunan Yafet, termasuk Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh, dan Tiras.
- Keturunan Ham: Kejadian 10:6-20 mencatat keturunan Ham, termasuk Kush, Misraim, Put, dan Kanaan.
- Keturunan Sem: Kejadian 10:21-31 mencatat keturunan Sem, termasuk Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud, dan Aram.
Beberapa nama bangsa yang disebutkan dalam Kejadian 10 antara lain:
- Keturunan Yafet:
- Gomer: orang Galatia atau Galls
- Magog: orang Skithia
- Madai: orang Medes
- Yawan: orang Ionia atau Yunani
- Keturunan Ham:
- Kush: orang Etiopia
- Misraim: orang Mesir
- Put: orang Libya
- Kanaan: orang Kanaan atau Fenisia
- Keturunan Sem:
- Elam: orang Persia
- Asyur: orang Asyur
- Arpakhsad: orang Kasdim atau Babilonia
Jumlah 70 bangsa ini memiliki makna simbolis, yaitu kesatuan ras manusia.
Terkait Tradisi Yahudi Tentang Hukum Nuh
Dalam tradisi Yahudi, angka 7 memiliki makna yang sangat penting dan simbolis. Angka 7 sering dikaitkan dengan kesempurnaan, kesucian, dan kelengkapan.
Dalam konteks 70 murid Yesus, angka 70 dapat diartikan sebagai:
- 70 = 7 x 10: Dalam tradisi Yahudi, angka 10 melambangkan kesempurnaan dan kelengkapan. Jadi, 70 dapat diartikan sebagai kesempurnaan yang diperluas atau kelengkapan yang universal.
Dengan demikian, 70 murid Yesus dapat diartikan sebagai perwakilan dari kesempurnaan dan kelengkapan misi Yesus yang diperluas kepada semua bangsa di dunia.
Dalam tradisi Yahudi, angka 70 juga memiliki makna lain, seperti:
- 70 bangsa: Seperti yang kita bahas sebelumnya, 70 bangsa adalah jumlah bangsa-bangsa yang disebutkan dalam Kitab Kejadian 10.
- 70 tua-tua: Seperti yang kita bahas sebelumnya, 70 tua-tua Israel adalah orang-orang yang dipilih untuk membantu Musa dalam memimpin bangsa Israel.
Dengan demikian, angka 70 dalam konteks 70 murid Yesus memiliki makna yang dalam dan terkait dengan tradisi Yahudi.
Tradisi Yahudi tentang Hukum Nuh (Noahide Laws) memiliki kaitan dengan angka 7. Menurut tradisi Yahudi, ada 7 hukum yang diberikan kepada Nuh dan keturunannya, yang berlaku untuk semua manusia. Hukum-hukum ini dikenal sebagai "Tujuh Hukum Nuh" atau "Sheva Mitzvot Bnei Noach".
Tujuh Hukum Nuh adalah:
1. Larangan terhadap penyembahan berhala
2. Larangan terhadap penistaan nama Tuhan
3. Larangan terhadap pembunuhan
4. Larangan terhadap pencurian
5. Larangan terhadap perzinahan
6. Larangan terhadap konsumsi daging yang diambil dari hewan yang masih hidup
7. Kewajiban untuk mendirikan sistem peradilan yang adil
Dalam konteks ini, angka 7 memiliki makna yang penting sebagai fondasi moral dan etika untuk semua manusia.
Jika kita kaitkan dengan 70 murid Yesus, maka angka 70 dapat diartikan sebagai:
- Perluasan Hukum Nuh kepada semua bangsa: 70 murid Yesus dapat diartikan sebagai perwakilan dari semua bangsa yang menerima pesan moral dan etika yang universal, seperti yang terkandung dalam Tujuh Hukum Nuh.
Dengan demikian, tradisi Yahudi tentang Hukum Nuh dapat memberikan konteks yang lebih dalam untuk memahami makna 70 murid Yesus dan misi mereka kepada semua bangsa di dunia.
Saat ini, setelah kunjungan Paus Fransiskus ke Yahudi / Israel, menelurkan suatu kesepakatan yg disebut "7 untuk 70" yang dimaknai sebagai 7 hukum Abraham dan 7 hukum Nuh untuk seluruh bangsa, menjadi jembatan antara ke Yahudi an dg ke kristen an.
(23062025)(TUS)