PENGANTAR
Tulisan dalam saya yang lalu merupakan upgrade artikel-artikel di medsos pada Tahun A, 2022/23. Natal 2022 jatuh pada hari Minggu sehingga tidak ada ulasan bacaan Minggu II sesudah Natal pada Tahun A itu. Untuk tulisan mendatang saya tidak lagi mencantumkan tanggal Tarikh Umum agar lebih serbacakup dan fleksibel. Sebagai contoh dapat saja terjadi dalam kalender umum tidak ada Minggu II sesudah Natal apabila hari Natal jatuh pada hari Minggu seperti pada 2022. Dalam tulisan itu akan disediakan ulasan bacaan Minggu tersebut. Ulasan bacaan Natal Siang juga saya sajikan dalam tulisan berikutnya. Demikian juga ulasan bacaan hari Epifani dan Minggu I sesudah Epifani disajikan dengan rujukan bacaan sesuai tahun liturgi dan ulasan saya sediakan sampai Minggu VII sesudah Epifani. Dalam Tahun A 2025/26 saat ini Minggu sesudah Epifani hanya sampai pada Minggu ke-5. Jumlah Minggu sesudah Epifani sangat bergantung pada penetapan tanggal Minggu Paska.
PEMAHAMAN
๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐๐ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ก๐ฎ๐๐ฎ๐น, Tahun A
4 Januari 2026
Bacaan pembuka: Yeremia 31:7-14, Mazmur 147:12-20, dan Efesus 1:3-14
Bacaan Injil: Yohanes 1:(1-9), 10-18
๐๐๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ช๐ก ๐ฆ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป
Bacaan Injil Minggu ini beririsan atau bertumpang-susun dengan bacaan untuk Natal Siang. Ketimbang pembaca berkerepotan mencari irisan itu dalam bab Natal Siang, saya mengulas secara keseluruhan ayat 1-18. Lagipula prolog Injil Yohanes adalah satu-kesatuan sehingga mau tak mau harus diulas dari awal.
Apabila Injil Matius dan Lukas memberitakan kelahiran Yesus, petulis Injil Yohanes tidak butuh cerita Natal. Alih-alih memberitakan, narasi Injil Yohanes mundur jauh ke awal kitab Kejadian untuk menjelaskan asal Yesus serta tempat Ia harus kembali. Petulis Injil menambah prolog sesudah Injil selesai ditulis. Prolog itu sekarang menjadi Yohanes 1:1-18. Prolog Injil Yohanes bukanlah kata pengantar biasa seperti dalam Injil Lukas. Prolog Injil Yohanes merupakan refleksi teologis atas keseluruhan Injil mengenai Yesus. Untuk memahami Injil Yohanes pembaca harus memahami prolognya ๐ท๐ช๐ค๐ฆ ๐ท๐ฆ๐ณ๐ด๐ข.
Prolog itu berupa nyanyian yang kemudian dikenal dengan ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ ๐๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ. Tentu saja nyanyian ini bercorak puisi. Mula-mula Madah Firman ini untuk nyanyian ibadah terlepas dari kitab Injil guna mengajar umat tentang Yesus Kristus secara serbacakup. Ketika Madah Firman ini dijadikan prolog, terjadi kebingungan umat untuk membedakan Yesus dan Yohanes Pembaptis. Prolog kemudian disisipi ayat-ayat dalam bentuk prosa: ayat 6, 7, 8, dan 15.
Pengulasan dibagi ke dalam lima bagian:
▶️ Firman sehakikat dengan Zat (ay. 1-5)
▶️ Perbedaan Terang dan saksi (ay. 6-8)
▶️ Penolakan dan penerimaan Firman (ay. 9-13)
▶️ Firman nuzul menjadi Manusia (ay. 14)
▶️ Buah nuzul Sang Firman (ay. 16-18)
๐๐ถ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ต๐ฎ๐ธ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ญ๐ฎ๐ (ay. 1-5)
๐๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐บ๐ข (๐๐ฏ ๐ข๐ณ๐ค๐ฉe) menggemakan Kejadian 1:1 yang memerikan Firman dalam nasabahnya dengan waktu sebelum Allah menciptakan alam semesta. Kitab Kejadian versi Septuaginta juga menggunakan ๐๐ฏ ๐ข๐ณ๐ค๐ฉe untuk mengawalinya. Para petulis Injil memang menggunakan Perjanjian Lama versi Septuginta yang berbahasa Grika ketimbang yang berbahasa Ibrani. Pada mulanya hendaknya dipahami tidak merujuk titik waktu tertentu sehingga tidak dapat diajukan pertanyaan kapan (๐ธ๐ฉ๐ฆ๐ฏ). Terus kapan? ๐๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ! Pokoknya pada mulanya.
๐๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ (๐ฉ๐ฐ ๐๐ฐ๐จ๐ฐ๐ด e๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ด ๐ต๐ฐ๐ฏ ๐๐ฉ๐ฆ๐ฐ๐ฏ) berbicara tentang misteri Firman yang menayangkan jatidiri Firman dan Allah (Zat). ๐๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ (๐๐ฉ๐ฆ๐ฐ๐ด e๐ฏ ๐ฉ๐ฐ ๐๐ฐ๐จ๐ฐ๐ด) hendak menyampaikan bahwa Firman sehakikat dengan Zat. Dalam Yohanes pasal 18 akan diperikan juga nasabah unik antara Firman dan Zat. Ayat 1 dan 2 tidak sedang menjelaskan awal mula karya penciptaan Allah, tetapi mengenai kepramaujudan (๐ฑ๐ณ๐ฆ-๐ฆ๐น๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ) Firman yang kekal.
Firman diterjemahkan dari ๐ญ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ด. Ada yang berpendapat bahwa kata ๐ญ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ด dalam Prolog Injil Yohanes berasal dari filsafat Grika, karena kata ๐ญ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ด adalah satu kata penting dalam filsafat Grika. ๐๐ฒ๐๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ผ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ผ๐๐ผ๐บ๐ฎ๐๐ถ๐ membuktikan kesamaan gagasan, apalagi jika konteks dunia bahasanya berbeda. Misal, dunia filsafat Grika dan dunia agama Yahudi. Sepanjang dapat dibuktikan bahwa kitab-kitab orang Yahudi diaspora menjadi sumber inspirasi bagi jemaat awal, termasuk petulis Injil Yohanes, maka dugaan hubungannya dengan filsafat Grika dapat dipinggirkan.
Gagasan ๐ญ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ด atau ๐ด๐ฐ๐ฑ๐ฉ๐ช๐ข yang menciptakan diduga bersumber dari kitab Mazmur dan Kebijaksanaan Septuaginta.
๐๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ง๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ (๐ญ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ช) ๐๐๐๐๐ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ต ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฏ๐ข๐ง๐ข๐ด ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ถ๐ต-๐๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. (Mzm. 33:6)
๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฌ ๐ฎ๐ฐ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ง๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ-๐๐ถ (๐ญ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ช) ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ถ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ซ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฏ๐ข๐ข๐ฏ (๐ด๐ฐ๐ฑ๐ฉ๐ช๐ข) ๐๐ข๐ถ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข, ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ญ๐ถ๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ถ๐ค๐ช๐ฑ๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ. (Keb. 9:1-2)
Puisi pada Kebijaksanaan 9:1-2 menyamakan ๐ญ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ด (firman) dan ๐ด๐ฐ๐ฑ๐ฉ๐ช๐ข (kebijaksanaan) dan keduanya dikaitkan dengan penciptaan.
Ayat 3 dan 4 hendak memuliakan peranan Firman dalam penciptaan alam semesta. Di sini Firman disampaikan sebagai pelaku penciptaan. Melalui Dia karya penciptaan Allah dilakukan sehingga semua yang ada bergantung pada Firman. Hidup (๐ปoe) pada ayat 4 dimaknai sebagai hidup kekal atau keselamatan. Maksudnya, hidup sama dengan terang dalam arti hidup yang berada dalam hubungan Bapa dan anak-anak-Nya.
Meskipun demikian, manusia yang oleh terang itu seharusnya mengenal Allah ternyata tetap diliputi oleh kegelapan. Akan tetapi kegelapan manusia tidak dapat memadamkan terang itu (ay. 5).
Dalam Injil Yohanes kita akan menemukan banyak metafora siang dan malam yang merujuk terang dan gelap. Malam pada umumnya berkonotasi negatif dalam Injil Yohanes, yaitu hidup dalam kegelapan (Yoh. 3:1; 9:4; 11:10; 13:30). Satu contoh perbandingannya: Nikodemus bertemu dengan Yesus pada waktu malam (Yoh. 3:21), sedang perempuan Samaria bertemu dengan Yesus pada siang hari (Yoh. 4:6-7). Nikodemus hidup dalam gelap, sedang perempuan Samaria hidup dalam terang.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฒ๐ฑ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ธ๐๐ถ (ay. 6-8)
๐๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ด. (ay. 6) ๐๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ด๐ข๐ฌ๐ด๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข. (ay. 7) ๐๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ. (ay. 8)
Kelancaran prolog terganggu oleh tiga ayat sisipan di atas. Tampaknya ada ketegangan antara Komunitas Yohanes dan murid-murid Yohanes Pembaptis. Mereka mendaku bahwa Yohanes Pembaptislah sang mesias. Ketegangan ini membuat bingung banyak warga Komunitas Yohanes sehingga mengusik pemahaman mereka terhadap Madah Firman. Untuk mengatasi kebingungan ditambahlah ayat-ayat sisipan bercorak prosa untuk menegaskan perbedaan Terang dan saksi. Meskipun demikian redaktur masih menahan diri untuk tidak mengungkap jatidiri sebenarnya Firman yang dimaksud pada ayat 1-5.
Secara ringkas ayat 6, 7, dan 8 di atas untuk menegaskan bahwa Yohanes Pembaptis bukanlah Sang Terang, apalagi Mesias! Yohanes adalah (hanya) saksi bagi Sang Terang.
๐ฃ๐ฒ๐ป๐ผ๐น๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ถ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป (ay. 9-13)
๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข. (ay. 9) ๐๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ฅ๐ช๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐๐ช๐ข, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ-๐๐บ๐ข. (ay. 10) ๐๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ-๐๐บ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ-๐๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข-๐๐บ๐ข. (ay. 11) ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข-๐๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช-๐๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฌ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐บ๐ข๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข-๐๐บ๐ข, (ay. 12) ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ข๐ด๐ณ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ด๐ณ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช-๐ญ๐ข๐ฌ๐ช, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ (ay. 13)
Dalam bagian ini petulis Injil mula menguak sosok Sang Firman. Ayat 6-8 disisipkan ke dalam prolog, karena ada ketegangan antara Komunitas Yohanes dan murid-murid Yohanes Pembaptis, sedang ayat 9-13 untuk melawan orang-orang Yahudi.
Ayat 9 menyambung ayat 5. Sang Terang ada di dunia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ayat 11 redaktur lebih menyuratkan dengan ungkapan milik-Nya (hoi idioi) yang merujuk Israel. Tafsir ini didukung dengan teks-teks sesudahnya: Yesus adalah terang dunia (Yoh. 9:5), orang-orang tidak mengenal-Nya (Yoh. 16:3), Yesus tidak dihormati di negeri sendiri (Yoh. 4:44), Yesus tidak diterima oleh orang-orang Yahudi (Yoh. 5:43).
Meskipun demikian (ay. 12 dan 13) orang-orang (sisa Israel) yang menerima-Nya diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah, tetapi bukan sebagai hak warisan. Mereka yang dilahirkan atas kehendak manusia belumlah cukup untuk menjadi anak-anak Allah, tetapi hanya orang yang diberi kasih Allah dan menerima-Nya.
๐๐ถ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ช๐ก ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ ๐ฎ๐ป๐๐๐ถ๐ฎ (ay. 14)
๐๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ข๐ข๐ฏ-๐๐บ๐ข, ๐บ๐ข๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐๐ข๐ฑ๐ข, ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ถ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ. (ay. 14)
Petulis Injil akhirnya menguak sosok Sang Firman adalah Yesus dalam ungkapan Sang Firman turun (๐ฏ๐ถ๐ป๐ถ๐ญ) menjadi manusia (๐ด๐ข๐ณ๐น = daging). Tekanan kata sarx itu untuk menegaskan Sang Firman bukan sedang menyamar dalam rupa manusia, melainkan benar-benar menjadi manusia. Dengan demikian Firman dapat menyatakan Allah dengan perkataan pekerjaan yang dapat ditanggapi oleh manusia.
Ungkapan tinggal di antara kita dari ๐ฆ๐ด๐ฌo๐ฏo๐ด๐ฆ๐ฏ ๐ฆ๐ฏ ๐ฉe๐ฎ๐ช๐ฏ, yang berarti literal memasang kemah, mengingatkan sejarah bangsa Israel ketika kemuliaan Yahweh tinggal di antara umat, berkemah, berdiam di dalam tabernakel di antara mereka (lih. Kel. 3:3). Kemah di padang gurun (kemudian Bait Allah di Yerusalem) disebut tempat kehadiran Allah (๐ด๐ฉ๐ฆ๐ฌ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ข๐ฉ) di tengah umat (Kel. 25:8-9).
Dalam Perjanjian Lama kemuliaan Allah adalah Allah sendiri sejauh terlihatkan dalam peristiwa atau gejala yang menakjubkan. Misal, dalam pemberian manna dan burung-burung puyuh di padang gurun (Kel. 16), dalam awan yang menaungi Kemah dan yang memenuhi Bait Allah (Kel. 40:34; 1Raj. 8:10-11). Kini kita telah melihat kemuliaan-Nya dengan cara pandang baru dalam Firman yang menjadi manusia, dalam tanda-tanda yang dikerjakan-Nya (Yoh. 2:11; 11:4, 40), dan terutama dalam salib dan kebangkitan-Nya (Yoh. 13:31; 17:2-5, 22-24). Injil sinoptik memandang salib sebagai simbol kehinaan, sedang Injil Yohanes sebagai simbol kemuliaan. Umat Kristen merayakan atau memuliakan Jumat Agung karena merujuk teologi Injil Yohanes.
Ungkapan ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐๐ข๐ฑ๐ข (๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐ฐ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐๐ข๐ต๐ณ๐ฐ๐ด) berbeda dari anak-anak Allah (๐ต๐ฆ๐ฌ๐ฏ๐ข ๐๐ฉ๐ฆ๐ฐ๐ถ) pada ayat 12. Anak Tunggal Bapa merupakan nasabah unik Yesus berasal dari Bapa dan sepenuhnya menghadirkan Dia. Selain gelar Anak Allah petulis Injil menggunakan Anak Tunggal Bapa untuk menegaskan bahwa Yesus berbeda dari anak Allah dalam Perjanjian Lama yang merujuk raja Israel (mis. Mzm. 2:6-7).
Selanjutnya petulis Injil mengungkapkan sifat Bapa pada Sang Firman ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ถ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ (๐ฑ๐ญe๐ณe๐ด ๐ค๐ฉ๐ข๐ณ๐ช๐ต๐ฐ๐ด ๐ฌ๐ข๐ช ๐ข๐ญe๐ต๐ฉ๐ฆ๐ช๐ข๐ด). Apabila kita merujuk Perjanjian Lama, maka pasangan kata ๐ค๐ฉ๐ข๐ณ๐ช๐ด dan ๐ข๐ญe๐ต๐ฉ๐ฆ๐ช๐ข (Ibrani he๐ดe๐ฅ dan e๐ฎe๐ต) memerikan dua sisi sifat Allah, yaitu kasih-Nya dan kesetiaan-Nya atau dapat digabungkan menjadi kasih setia-Nya (Kel. 34:6).
๐๐๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ช๐ก ๐ฆ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป (ay. 16-18)
Bagian ini didahului ayat sisipan (ay. 15) mengenai kesaksian Yohanes Pembaptis. Firman yang ๐ฏ๐ถ๐ป๐ถ๐ญ menjadi Manusia itu diberitakan oleh Yohanes, “๐๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข: ๐๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐๐ช๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ข๐ฌ๐ถ.”
๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ-๐๐บ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ข๐ฏ๐ถ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ข๐ฏ๐ถ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ, (ay. 16) ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐๐ถ๐ด๐ข, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฏ๐ถ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ถ๐ด. (ay. 17)
Sekarang buah hasil Firman yang ๐ฏ๐ถ๐ป๐ถ๐ญ menjadi Manusia diakui dengan melihat perjalanan sejarah keselamatan Allah di antara umat Israel. Kepenuhan (๐ฑ๐ญe๐ณo๐ฎ๐ข๐ต๐ฐ๐ด) pada ayat 16 adalah keseluruhan kemuliaan ilahi di dalam Kristus. Maksudnya, kelimpahan kasih setia Allah dalam diri Yesus Kristus membuat kita menerima anugerah sebagai ganti anugerah yang lama, yakni hukum Taurat melalui Musa (ay. 17).
Prolog Injil Yohanes diakhiri dengan ayat 18. Akhir prolog tampaknya juga mengantisipasi akhir Injil yang merujuk tempat asal Yesus dan Ia kembali ke sana sesudah kebangkitan-Nya.
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฑ๐ข, ๐๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ-๐๐บ๐ข. (ay. 18)
Mari kita membaca ayat 18 dengan membandingkan Keluaran 33:20. Sesudah tragedi lembu emas, Musa meminta kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Allah. Allah mengabulkannya, tetapi dengan catatan ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ-๐๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ. Tema tak seorang pun dapat melihat Allah beberapa kali disajikan dalam Injil Yohanes (lih. Yoh. 5:37; 6:46). Hanya Yesus yang dapat melihat Allah. Hanya Yesus yang dapat menafsir (๐ฆ๐นe๐จe๐ด๐ข๐ต๐ฐ) Allah.
(03012026)(TUS)