Jumat, 02 Januari 2026

SUDUT PANDANG YOHANES 1 : (1-9) 10-18

SUDUT PANDANG YOHANES 1 : (1-9) 10-18

PENGANTAR
Tulisan dalam saya yang lalu merupakan upgrade artikel-artikel di medsos pada Tahun A, 2022/23. Natal 2022 jatuh pada hari Minggu sehingga tidak ada ulasan bacaan Minggu II sesudah Natal pada Tahun A itu. Untuk tulisan mendatang saya tidak lagi mencantumkan tanggal Tarikh Umum agar lebih serbacakup dan fleksibel. Sebagai contoh dapat saja terjadi dalam kalender umum tidak ada Minggu II sesudah Natal apabila hari Natal jatuh pada hari Minggu seperti pada 2022. Dalam tulisan itu akan disediakan ulasan bacaan Minggu tersebut. Ulasan bacaan Natal Siang juga saya sajikan dalam tulisan berikutnya. Demikian juga ulasan bacaan hari Epifani dan Minggu I sesudah Epifani disajikan dengan rujukan bacaan sesuai tahun liturgi dan ulasan saya sediakan sampai Minggu VII sesudah Epifani. Dalam Tahun A 2025/26 saat ini Minggu sesudah Epifani hanya sampai pada Minggu ke-5. Jumlah Minggu sesudah Epifani sangat bergantung pada penetapan tanggal Minggu Paska.


PEMAHAMAN
๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ๐—œ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ก๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—น, Tahun A
4 Januari 2026

Bacaan pembuka: Yeremia 31:7-14, Mazmur 147:12-20, dan Efesus 1:3-14
Bacaan Injil: Yohanes 1:(1-9), 10-18

๐—•๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐™ฃ๐™ช๐™ฏ๐™ช๐™ก ๐—ฆ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป

Bacaan Injil Minggu ini beririsan atau bertumpang-susun dengan bacaan untuk Natal Siang. Ketimbang pembaca berkerepotan mencari irisan itu dalam bab Natal Siang, saya mengulas secara keseluruhan ayat 1-18. Lagipula prolog Injil Yohanes adalah satu-kesatuan sehingga mau tak mau harus diulas dari awal.

Apabila Injil Matius dan Lukas memberitakan kelahiran Yesus, petulis Injil Yohanes tidak butuh cerita Natal. Alih-alih memberitakan, narasi Injil Yohanes mundur jauh ke awal kitab Kejadian untuk menjelaskan asal Yesus serta tempat Ia harus kembali. Petulis Injil menambah prolog sesudah Injil selesai ditulis. Prolog itu sekarang menjadi Yohanes 1:1-18. Prolog Injil Yohanes bukanlah kata pengantar biasa seperti dalam Injil Lukas. Prolog Injil Yohanes merupakan refleksi teologis atas keseluruhan Injil mengenai Yesus. Untuk memahami Injil Yohanes pembaca harus memahami prolognya ๐˜ท๐˜ช๐˜ค๐˜ฆ ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข.

Prolog itu berupa nyanyian yang kemudian dikenal dengan ๐˜”๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ. Tentu saja nyanyian ini bercorak puisi. Mula-mula Madah Firman ini untuk nyanyian ibadah terlepas dari kitab Injil guna mengajar umat tentang Yesus Kristus secara serbacakup. Ketika Madah Firman ini dijadikan prolog, terjadi kebingungan umat untuk membedakan Yesus dan Yohanes Pembaptis. Prolog kemudian disisipi ayat-ayat dalam bentuk prosa: ayat 6, 7, 8, dan 15. 

Pengulasan dibagi ke dalam lima bagian:
▶️ Firman sehakikat dengan Zat (ay. 1-5)
▶️ Perbedaan Terang dan saksi (ay. 6-8)
▶️ Penolakan dan penerimaan Firman (ay. 9-13)
▶️ Firman nuzul menjadi Manusia (ay. 14)
▶️ Buah nuzul Sang Firman (ay. 16-18)

๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ญ๐—ฎ๐˜ (ay. 1-5)

๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข (๐˜Œ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ณ๐˜ค๐˜ฉe) menggemakan Kejadian 1:1 yang memerikan Firman dalam nasabahnya dengan waktu sebelum Allah menciptakan alam semesta. Kitab Kejadian versi Septuaginta juga menggunakan ๐˜Œ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ณ๐˜ค๐˜ฉe untuk mengawalinya. Para petulis Injil memang menggunakan Perjanjian Lama versi Septuginta yang berbahasa Grika ketimbang yang berbahasa Ibrani. Pada mulanya hendaknya dipahami tidak merujuk titik waktu tertentu sehingga tidak dapat diajukan pertanyaan kapan (๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ). Terus kapan? ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ! Pokoknya pada mulanya.

๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜“๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด e๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฏ) berbicara tentang misteri Firman yang menayangkan jatidiri Firman dan Allah (Zat). ๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ด e๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜“๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด) hendak menyampaikan bahwa Firman sehakikat dengan Zat. Dalam Yohanes pasal 18 akan diperikan juga nasabah unik antara Firman dan Zat. Ayat 1 dan 2 tidak sedang menjelaskan awal mula karya penciptaan Allah, tetapi mengenai kepramaujudan (๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ-๐˜ฆ๐˜น๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ) Firman yang kekal.

Firman diterjemahkan dari ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด. Ada yang berpendapat bahwa kata ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด dalam Prolog Injil Yohanes berasal dari filsafat Grika, karena kata ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด adalah satu kata penting dalam filsafat Grika. ๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ผ๐˜€๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ผ๐˜๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜€ membuktikan kesamaan gagasan, apalagi jika konteks dunia bahasanya berbeda. Misal, dunia filsafat Grika dan dunia agama Yahudi. Sepanjang dapat dibuktikan bahwa kitab-kitab orang Yahudi diaspora menjadi sumber inspirasi bagi jemaat awal, termasuk petulis Injil Yohanes, maka dugaan hubungannya dengan filsafat Grika dapat dipinggirkan.

Gagasan ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด atau ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข yang menciptakan diduga bersumber dari kitab Mazmur dan Kebijaksanaan Septuaginta.

๐˜–๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ (๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ช) ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜• ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ง๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ต-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. (Mzm. 33:6)

๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜”๐˜ถ (๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ช) ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜’๐˜ข๐˜ถ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ (๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข) ๐˜’๐˜ข๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข, ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜’๐˜ข๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฑ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. (Keb. 9:1-2)

Puisi pada Kebijaksanaan 9:1-2 menyamakan ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ด (firman) dan ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข (kebijaksanaan) dan keduanya dikaitkan dengan penciptaan.

Ayat 3 dan 4 hendak memuliakan peranan Firman dalam penciptaan alam semesta. Di sini Firman disampaikan sebagai pelaku penciptaan. Melalui Dia karya penciptaan Allah dilakukan sehingga semua yang ada bergantung pada Firman. Hidup (๐˜ปoe) pada ayat 4 dimaknai sebagai hidup kekal atau keselamatan. Maksudnya, hidup sama dengan terang dalam arti hidup yang berada dalam hubungan Bapa dan anak-anak-Nya.

Meskipun demikian, manusia yang oleh terang itu seharusnya mengenal Allah ternyata tetap diliputi oleh kegelapan. Akan tetapi kegelapan manusia tidak dapat memadamkan terang itu (ay. 5).

Dalam Injil Yohanes kita akan menemukan banyak metafora siang dan malam yang merujuk terang dan gelap. Malam pada umumnya berkonotasi negatif dalam Injil Yohanes, yaitu hidup dalam kegelapan (Yoh. 3:1; 9:4; 11:10; 13:30). Satu contoh perbandingannya: Nikodemus bertemu dengan Yesus pada waktu malam (Yoh. 3:21), sedang perempuan Samaria bertemu dengan Yesus pada siang hari (Yoh. 4:6-7). Nikodemus hidup dalam gelap, sedang perempuan Samaria hidup dalam terang.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ (ay. 6-8)

๐˜‹๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด. (ay. 6) ๐˜๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข. (ay. 7) ๐˜๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. (ay. 8)

Kelancaran prolog terganggu oleh tiga ayat sisipan di atas. Tampaknya ada ketegangan antara Komunitas Yohanes dan murid-murid Yohanes Pembaptis. Mereka mendaku bahwa Yohanes Pembaptislah sang mesias. Ketegangan ini membuat bingung banyak warga Komunitas Yohanes sehingga mengusik pemahaman mereka terhadap Madah Firman. Untuk mengatasi kebingungan ditambahlah ayat-ayat sisipan bercorak prosa untuk menegaskan perbedaan Terang dan saksi. Meskipun demikian redaktur masih menahan diri untuk tidak mengungkap jatidiri sebenarnya Firman yang dimaksud pada ayat 1-5.

Secara ringkas ayat 6, 7, dan 8 di atas untuk menegaskan bahwa Yohanes Pembaptis bukanlah Sang Terang, apalagi Mesias! Yohanes adalah (hanya) saksi bagi Sang Terang.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป (ay. 9-13)

๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข. (ay. 9) ๐˜๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜‹๐˜ช๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ-๐˜•๐˜บ๐˜ข. (ay. 10) ๐˜๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข. (ay. 11) ๐˜•๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข, (ay. 12) ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (ay. 13) 

Dalam bagian ini petulis Injil mula menguak sosok Sang Firman. Ayat 6-8 disisipkan ke dalam prolog, karena ada ketegangan antara Komunitas Yohanes dan murid-murid Yohanes Pembaptis, sedang ayat 9-13 untuk melawan orang-orang Yahudi.

Ayat 9 menyambung ayat 5. Sang Terang ada di dunia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ayat 11 redaktur lebih menyuratkan dengan ungkapan milik-Nya (hoi idioi) yang merujuk Israel. Tafsir ini didukung dengan teks-teks sesudahnya: Yesus adalah terang dunia (Yoh. 9:5), orang-orang tidak mengenal-Nya (Yoh. 16:3), Yesus tidak dihormati di negeri sendiri (Yoh. 4:44), Yesus tidak diterima oleh orang-orang Yahudi (Yoh. 5:43).

Meskipun demikian (ay. 12 dan 13) orang-orang (sisa Israel) yang menerima-Nya diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah, tetapi bukan sebagai hak warisan. Mereka yang dilahirkan atas kehendak manusia belumlah cukup untuk menjadi anak-anak Allah, tetapi hanya orang yang diberi kasih Allah dan menerima-Nya.

๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐™ฃ๐™ช๐™ฏ๐™ช๐™ก ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ (ay. 14)

๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ. (ay. 14)

Petulis Injil akhirnya menguak sosok Sang Firman adalah Yesus dalam ungkapan Sang Firman turun (๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ป๐˜ถ๐˜ญ) menjadi manusia (๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜น = daging). Tekanan kata sarx itu untuk menegaskan Sang Firman bukan sedang menyamar dalam rupa manusia, melainkan benar-benar menjadi manusia. Dengan demikian Firman dapat menyatakan Allah dengan perkataan pekerjaan yang dapat ditanggapi oleh manusia. 

Ungkapan tinggal di antara kita dari ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌo๐˜ฏo๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฉe๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ, yang berarti literal memasang kemah, mengingatkan sejarah bangsa Israel ketika kemuliaan Yahweh tinggal di antara umat, berkemah, berdiam di dalam tabernakel di antara mereka (lih. Kel. 3:3). Kemah di padang gurun (kemudian Bait Allah di Yerusalem) disebut tempat kehadiran Allah (๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ) di tengah umat (Kel. 25:8-9).

Dalam Perjanjian Lama kemuliaan Allah adalah Allah sendiri sejauh terlihatkan dalam peristiwa atau gejala yang menakjubkan. Misal, dalam pemberian manna dan burung-burung puyuh di padang gurun (Kel. 16), dalam awan yang menaungi Kemah dan yang memenuhi Bait Allah (Kel. 40:34; 1Raj. 8:10-11). Kini kita telah melihat kemuliaan-Nya dengan cara pandang baru dalam Firman yang menjadi manusia, dalam tanda-tanda yang dikerjakan-Nya (Yoh. 2:11; 11:4, 40), dan terutama dalam salib dan kebangkitan-Nya (Yoh. 13:31; 17:2-5, 22-24). Injil sinoptik memandang salib sebagai simbol kehinaan, sedang Injil Yohanes sebagai simbol kemuliaan. Umat Kristen merayakan atau memuliakan Jumat Agung karena merujuk teologi Injil Yohanes.

Ungkapan ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข (๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜—๐˜ข๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด) berbeda dari anak-anak Allah (๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ถ) pada ayat 12. Anak Tunggal Bapa merupakan nasabah unik Yesus berasal dari Bapa dan sepenuhnya menghadirkan Dia. Selain gelar Anak Allah petulis Injil menggunakan Anak Tunggal Bapa untuk menegaskan bahwa Yesus berbeda dari anak Allah dalam Perjanjian Lama yang merujuk raja Israel (mis. Mzm. 2:6-7).

Selanjutnya petulis Injil mengungkapkan sifat Bapa pada Sang Firman ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ (๐˜ฑ๐˜ญe๐˜ณe๐˜ด ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ญe๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ข๐˜ด). Apabila kita merujuk Perjanjian Lama, maka pasangan kata ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ด dan ๐˜ข๐˜ญe๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ข (Ibrani he๐˜ดe๐˜ฅ dan e๐˜ฎe๐˜ต) memerikan dua sisi sifat Allah, yaitu kasih-Nya dan kesetiaan-Nya atau dapat digabungkan menjadi kasih setia-Nya (Kel. 34:6).

๐—•๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐™ฃ๐™ช๐™ฏ๐™ช๐™ก ๐—ฆ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—™๐—ถ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—ป (ay. 16-18)

Bagian ini didahului ayat sisipan (ay. 15) mengenai kesaksian Yohanes Pembaptis. Firman yang ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ป๐˜ถ๐˜ญ menjadi Manusia itu diberitakan oleh Yohanes, “๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข: ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ.” 

๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ, (ay. 16) ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ด. (ay. 17)

Sekarang buah hasil Firman yang ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ป๐˜ถ๐˜ญ menjadi Manusia diakui dengan melihat perjalanan sejarah keselamatan Allah di antara umat Israel. Kepenuhan (๐˜ฑ๐˜ญe๐˜ณo๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด) pada ayat 16 adalah keseluruhan kemuliaan ilahi di dalam Kristus. Maksudnya, kelimpahan kasih setia Allah dalam diri Yesus Kristus membuat kita menerima anugerah sebagai ganti anugerah yang lama, yakni hukum Taurat melalui Musa (ay. 17).

Prolog Injil Yohanes diakhiri dengan ayat 18. Akhir prolog tampaknya juga mengantisipasi akhir Injil yang merujuk tempat asal Yesus dan Ia kembali ke sana sesudah kebangkitan-Nya. 

๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜‹๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข. (ay. 18)

Mari kita membaca ayat 18 dengan membandingkan Keluaran 33:20. Sesudah tragedi lembu emas, Musa meminta kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Allah. Allah mengabulkannya, tetapi dengan catatan ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. Tema tak seorang pun dapat melihat Allah beberapa kali disajikan dalam Injil Yohanes (lih. Yoh. 5:37; 6:46). Hanya Yesus yang dapat melihat Allah. Hanya Yesus yang dapat menafsir (๐˜ฆ๐˜นe๐˜จe๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ฐ) Allah.

(03012026)(TUS)


Masih tentang isu kasus pelecehan dan penyalahgunaan otoritas rohani Dalam Matius 7:15-20, Yesus memberikan peringatan keras tentang "s...