Sabtu, 07 Februari 2026

SUDUT PANDANG GARAM BUMI/TANAH DAN TERANG DUNIA

SUDUT PANDANG GARAM BUMI/TANAH DAN TERANG DUNIA

PENGANTAR 

Banyak pengkhotbah ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ฟ๐˜‚ membaca metafora garam dan terang itu. Oleh karena tafsir lama tidak atau jarang memperhitungkan sudut pandang sastra dan bahasa serta tradisi rabbinik atau tradisi para nabi, demikian halnya catatan pada Talmud dan Midras. Tidak bisa dipungkiri ajaran Yesus sebagai sumber yang dikutip penulis Injil, adalah kritisi kehidupan pada zamannya yang penuh penindasan, penjajahan, dan pejabat serta pemuka agama korup. Sastra Israel kuno atau sastra Ibrani, seringkali menggunakan metafora dan juga perbandingan. Yesuspun sering menggunakan hal ini dalam pengajarannya yang kemudian dikutip dg ideologi teologi masing-masing penulis injil. Sejak, penjala manusia, ucapan bahagia, dan garam bumi serta terang dunia sampai tidak satu iota pun itu berada dalam satu lembar atau gulung perkament atau papirus yang kemudian bbrp abad setelah baru dibuat perikop per perikop. Belum lama ini Kristus memanggil murid-murid-Nya dan memberitahukan bahwa mereka akan menjadi penjala manusia. Di sini penulis Injil Matius lebih lanjut menyampaikan apa yang menjadi rancangan-Nya bagi mereka -- garam bumi/tanah, dan terang dunia, agar mereka benar-benar menjadi seperti yang diharapkan-Nya itu. 

Matius 5:13 ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ช๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. (TB II)

LAI menerjemahkan garam dunia dari แผ…ฮปฮฑฯ‚ ฯ„แฟ†ฯ‚ ฮณแฟ†ฯ‚ (baca: halas tes ges). Kata ฮณแฟ†ฯ‚ (ges) lebih tepat diterjermahkan menjadi bumi, tanah karena dunia dari frase terang dunia diterjemahkan dari ฮบฯŒฯƒฮผฮฟฯ… (baca: kosmou). Istilah atau frase yang lebih tepat adalah garam bumi. Alkitab berbahasa Inggris menerjemahkan ฮณแฟ†ฯ‚ (ges) sebagai ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ฉ.

Sangat boleh jadi garam bumi ini benda nyata di zaman Matius untuk menggarami tanah seperti secara tersurat dalam Lukas 14:35a ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. Dan memang, ada tradisi pada zaman  itu menggunakan garam kelas dua, untuk membuat subur tanah agar tumbuhan tumbuh, ketika garam bumi/tanah digunakan tetapi tidak membuat tumbuhan tumbuh itu di sebut tawar dalam bahasa Yunani disebut MORANTHE atau TAPPEL dalam bahasa Aram, yang bisa bermakna BODOH. Jadi, saya bingung kenapa ini makna nya garam bumi/tanah itu pupuk, sejak dari dulu orang berkhotbah mengkaitkan dengan garam dapur ..... bingung ah.  Pengarang Injil Matius kemudian menggunakan benda ini menjadi metafora untuk dikenakan kepada Jemaat Matius. Jemaat ideal Matius merupakan gereja dalam konteks dunia: bumi sebagaimana dicerap pada zaman itu. Kamu adalah garam bumi/tanah. Kata-kata ini akan mendorong dan menyokong mereka saat mengalami penderitaan, agar sekalipun diperlakukan hina, ditindas, dan disingkirkan mereka harus tetap menjadi berkat bagi bumi, lebih-lebih ketika sedang di tengah-tengah penderitaan, kalau tidak memiliki harapan semangat untuk berbuah, maka itulah tawar, itulah sebuah kebodohan. Para nabi  atau tradisi para nabi yang tercatat di Talmud dan midras bahkan di PL yang ada sebelum zaman Yesus dan para murid adalah garam bagi tanah / bumi, yang dimaksud tanah/bumi adalah tanah/bumi Kanaan/Israel, tetapi para murid dan Yesus adalah terang dunia bagi seluruh dunia, tidak hanya bagi Israel/kanaan ini kritisi Yesus atau kritik penulis Injil Matius atas kehidupan zaman itu menggunakan sumber-Sumber pengajaran Yesus, kritik terhadap sikap hidup orang yang eksklusif, ditindas, dianiaya, disingkirkan tetap harus membuat lingkunganya bertumbuh dengan optimisme, seperti halnya garam bumi/tanah (zaman sekarang mungkin pupuk)  yang ditebar agar tanah/bumi itu menjadi media baik untuk tumbuhan serta tumbuhan dapat terus hidup, Garam bumi/Tanah, dengan bekerja tanpa suara seperti garam bumi/tanah, maka segenggam garam bumi/tanah itu akan menyebarkan pengaruh manfaatnya ke mana-mana, menjangkau daerah yang luas, dan bekerja tanpa terasa dan tanpa penolakan seperti bekerjanya ragi (13:33), tepat kata Paulus, Paulus yang menanam, Apollos yang menyiram tetapi Tuhan yang menumbuhkan (1 Kor 3:6). Buah pengajaran Injil yang dipertunjukan dengan sikap hidup atau attitude umat, itu seperti garam bumi/tanah, yang menembus, cepat dan sangat kuat (Ibr. 4:12). Ia menjangkau hati (Kis. 2:37). Tetapi tidak cukup hanya bagi Israel atau Kanaan, harus menjadi terang dunia, bagi dunia. Garam bumi/tanah menggambarkan masyarakat atau umat yang tertindas, terjajah, tersingkirkan saat itu, yang seharusnyalah tetap punya pengharapan untuk menumbuhkan atau berbuah kalau tidak berarti tawar atau bodoh, sedangkan terang dunia menggambarkan seharusnyalah masyarakat atau umat yang menjadi pejabat atau pemuka agama itu menerangi dalam artian tidak menindas atau menjajah. Frase ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข diterjemahkan dari ฯ†แฟถฯ‚ ฯ„ฮฟแฟฆ ฮบฯŒฯƒฮผฮฟฯ… (baca: phos tou kosmou). Untuk menjelaskan makna terang dunia penulis Injil Matius menganalogikan dengan ๐˜’๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช. Jemaat atau umat adalah terang dunia sehingga tidak mungkin tersembunyi dari mata dunia. Jika tersembunyi, ia bukan lagi terang dunia. Bukan lagi gereja. Seperti pelita yang menerangi semua orang di dalam rumah, demikian juga gereja menerangi seisi dunia, inklusif. Pelita bukan untuk ditutupi cahayanya, melainkan untuk menerangi, inklusif tidak eksklusif, bukan hanya untuk Israel/Kanaan tapi untuk dunia. Kalau tak menerangi, kalau eksklusif, ia bukan gereja lagi.

PEMAHAMAN

 "Halas" (แผ…ฮปฮฑฯ‚) dalam bahasa Yunani dan "melach" (ืžֶืœַื—) dalam bahasa Ibrani, "Tabbel" dalam bahasa Aram, berarti "garam", namun keduanya memiliki asal kata yang berbeda.
- "Melach" (ืžֶืœַื—) adalah kata Ibrani yang digunakan dalam Alkitab Ibrani untuk garam.
- "Halas" (แผ…ฮปฮฑฯ‚) adalah kata Yunani yang digunakan dalam Septuaginta (terjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani) untuk menerjemahkan kata "melach" (ืžֶืœַื—).
-"Tabbel" adalah kata Aram untuk garam yang dimaknai sebagai pupuk.
Dalam konteks linguistik, "halas" dan "melach" dapat dianggap sebagai kata-kata yang setara (cognate) karena keduanya berasal dari akar kata yang sama dalam bahasa Semitik, yaitu m-l-ch atau h-l-ch, yang berarti "garam" atau "asin".
Jadi, meskipun "halas" dan "melach" memiliki asal kata yang berbeda, keduanya memiliki makna yang sama, yaitu "garam".  "Garam bumi" adalah terjemahan dari bahasa Yunani "แผ…ฮปฮฑฯ‚ ฯ„แฟ†ฯ‚ ฮณแฟ†ฯ‚" (halas tฤ“s gฤ“s), yang secara harfiah berarti "garam bumi" atau "garam tanah", pada zamannya itu semacam garam kelas dua yang dipakai sebagai pupuk atau penguat tanah, dikatakan tawar ketika tidak dapat membuat tumbuhan bertumbuh, jadi beda jauh dengan garam dapur, karena garam dapur itu tidak bisa tawar, garam itu diberi air sebanyak apapun, airnya yg tidak berasa asin karena lebih banyak dari garamnya, tapi garamnya tetap asin, karena struktur kimianya tidak berubah. Garam bumi dan terang dunia adalah dua metafora yang digunakan oleh Yesus dalam Matius 5:13-16 untuk menggambarkan peran murid-muridnya juga di dunia.
Garam bumi (Matius 5:13), Garam bumi merujuk pada pengaruh positif dan perubahan yang dibawa oleh murid-murid Yesus dalam masyarakat. Garam bumi / tanah digunakan sebagai bahan penguat tanah yang menyebabkan pertumbuhan , sehingga murid-murid Yesus diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa kesegaran dan kebaikan dalam masyarakat, walaupun dalam kondisi ditindas dan terjajah.
Terang dunia (Matius 5:14-16), Terang dunia merujuk pada kesaksian dan pengaruh murid-murid Yesus yang menerangi dunia, inklusif. Terang adalah simbol kebenaran, keadilan, dan kasih, sehingga murid-murid Yesus diharapkan menjadi sumber terang yang menerangi kegelapan dan membawa harapan kepada orang lain.
Kaitan antara garam bumi dan terang dunia adalah bahwa keduanya memiliki peran yang sama, yaitu membawa pengaruh positif dan perubahan dalam masyarakat, baik dalam kondisi tertindas, tersingkirkan dan terjajah maupun dalam kondisi yang baik, misalkan memiliki kekuasaan, jabatan, dan wewenang. Garam bumi menekankan aspek pengaruh yang lebih "tersembunyi" dan "dalam", walau tertindas dan terjajah bahkan tersingkirkan tapi tetap mendatangkan  berkat (boleh dikata Kristologi dari bawah, Kristologi asia, Kristologi bangsa-bangsa terjajah), sedangkan terang dunia menekankan aspek kesaksian yang lebih "terang" dan "terlihat", walau punya kuasa, jabatan, dan wewenang tetapi tidak lupa diri, tidak menindas, tidak menjajah tetapi tetap menjadi berkat bagi yang di bawahnya (boleh dikata Kristologi dari atas, Kristologi eropa, Kristologi nya bangsa-bangsa penjajah). Dalam kata lain, garam bumi adalah tentang bagaimana murid-murid Yesus membawa perubahan dalam masyarakat melalui pengaruh mereka yang positif, walau dalam kondisi terjepit sedangkan terang dunia adalah tentang bagaimana mereka menjadi sumber terang yang menerangi kegelapan dan membawa harapan kepada orang lain, dalam kondisi yang lebih baik. Ini kritisi Yesus atas hidup masyarakat zamannya yang tertindas, dan kritisi atas hidup para pejabat dan pemuka agama korup serta penjajah Roma. Kedua metafora ini menekankan pentingnya murid-murid Yesus untuk menjadi agen perubahan yang aktif dan membawa pengaruh positif dalam masyarakat, baik dalam posisi di atas maupun di bawah, serta menjadi sumber terang yang menerangi kegelapan dan membawa harapan kepada orang lain.
Kritik Yesus atas situasi politik zamannya sangat relevan dengan konteks garam bumi dan terang dunia. Pada zamannya, Yesus hidup di bawah pemerintahan Romawi yang oppressif dan korup, pemuka agama korup dan menindas serta di tengah-tengah masyarakat Yahudi yang dipimpin oleh pemuka agama yang lebih mementingkan kekuasaan dan status sosial daripada keadilan dan kasih.
Dalam konteks ini, garam bumi dan terang dunia dapat diartikan sebagai kritik Yesus atas situasi politik zamannya:
Garam bumi: Yesus mengkritik masyarakat  ditindas terjajah yang tidak memiliki harapan yang lebih mementingkan nasibnya sendiri tidak peduli orang lain, daripada keadilan dan kasih dalam kebersamaan. Mereka telah menjadi "garam yang tawar", tidak lagi membawa perubahan positif dalam masyarakat. Sebaliknya, Yesus memanggil murid-muridnya untuk menjadi "garam bumi", membawa perubahan positif dan keadilan dalam masyarakat, walau tertindas dan terjajah bahkan tersingkirkan. Terang dunia: Yesus mengkritik kegelapan dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah Romawi dan pemuka agama korup. Mereka telah menutupi kebenaran dan keadilan, sehingga masyarakat tidak dapat melihat jalan yang benar, mereka bukan pengayom masyarakat, mereka tidak menerangi. Sebaliknya, Yesus memanggil murid-muridnya untuk menjadi "terang dunia", menerangi kegelapan dan membawa harapan kepada orang-orang yang tertindas.
Dalam konteks ini, Yesus tidak hanya berbicara tentang spiritualitas individu, tetapi juga tentang keadilan sosial dan politik. Ia memanggil murid-muridnya untuk menjadi agen perubahan yang membawa keadilan, kasih, dan harapan kepada orang-orang yang tertindas dan terpinggirkan, dan tidak menyalah gunakan kuasa, jabatan, dan wewenang saat ada di atas. Kritik Yesus atas situasi politik zamannya juga relevan dengan situasi politik saat ini. Ia memanggil kita untuk menjadi garam bumi dan terang dunia, membawa perubahan positif dan keadilan dalam masyarakat, serta menerangi kegelapan dan membawa harapan kepada orang-orang yang tertindas, tidak menyalah gunakan kekuasaan serta wewenang saat menjabat.  Pada zaman Yesus, rakyat tertindas dan orang tersingkirkan adalah kelompok yang sangat rentan dan tidak memiliki hak-hak yang sama dengan masyarakat lainnya. Mereka termasuk: Orang miskin: Mereka yang tidak memiliki harta dan tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Pekerja harian: Mereka yang bekerja sebagai buruh harian dan tidak memiliki jaminan keamanan kerja. Janda dan anak yatim: Mereka yang kehilangan suami atau orang tua dan tidak memiliki sumber penghasilan. Orang sakit dan cacat: Mereka yang menderita penyakit atau cacat fisik dan tidak dapat bekerja. Pajak-pajak yang berlebihan: Mereka yang dipaksa membayar pajak yang tinggi oleh pemerintah Romawi. Orang Samaria: Mereka yang dianggap tidak murni dan tidak layak oleh masyarakat Yahudi.
Yesus sangat peduli dengan kelompok-kelompok ini dan sering kali menentang perlakuan tidak adil terhadap mereka. Ia mengajarkan bahwa mereka adalah orang-orang yang berharga dan layak mendapatkan kasih dan keadilan. Dengan demikian, Yesus menunjukkan bahwa iman tidak hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga tentang keadilan sosial dan kasih kepada orang lain. Ia memanggil kita untuk menjadi agen perubahan yang membawa keadilan dan kasih kepada orang-orang yang tertindas dan tersingkirkan. Jadi, saya juga bingung kalau perkara garam bumi/tanah ini, ada yang mengkaitkan dengan perjanjian garam di PL, di kejadian, bilangan, dan tawarikh. Itulah kenapa kemudian sambungannya adalah tidak satu iota pun, karena tolok ukur dari garam bumi/tanah serta terang dunia itu adalah hukum taurat (10 perintah) yang tidak dikurangi oleh Yesus tapi hanya digenapi dengan pengajaran hukum kasih (2 hukum kasih).
(08022026)(TUS)

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Matius 17:1-9, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ณ๐—ถ๐—ด๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”], ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ฎ!

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Matius 17:1-9 , [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ณ๐—ถ๐—ด๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”], ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ฎ! PENGAN...