SUDUT PANDANG HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN
PENGANTAR
Markus 8:1-10. Perikop ini sering tenggelam dengan cerita Yesus memberi makan kepada 5.000 orang yang terdapat dalam Matius 14:13-21, Markus 6:30-44, Lukas 9:10-17, dan Yohanes 6:1-13. Ada perbedaan hakiki pelayanan Yesus pada Markus 8:1-10 dan keempat perikop tersebut. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari sisi geografis. Pemberian makan kepada 5.000 orang terjadi di wilayah Palestina, yaitu di Galilea, sedang pemberian makan kepada 4.000 orang (Mrk. 8:1-10) terjadi di luar wilayah Palestina, yaitu Dekapolis. Daerah itu banyak dihuni oleh orang Grika perantauan. Para murid Yesus sebelumnya sudah menyaksikan bagaimana Ia memberi makan 5.000 orang. Suasana yang mirip terjadi juga di Dekapolis, tetapi para murid tetap saja tidak peka. Mereka berpikir Yesus tidak akan memberi makan, karena orang-orang itu bukan orang Yahudi. Ternyata mereka keliru! Yesus memberi makan kepada 4.000 orang itu atas dasar belas kasihan, yang bukan sekadar kasihan. Orang-orang itu dikenyangkan-Nya. Jelas sekali di sini Yesus melayani tanpa pamrih. Tidak ada cerita tentang pertobatan atau mereka menjadi pengikut Yesus. Malahan setelah mereka kenyang Yesus menyuruh mereka pulang (ay. 9). Dari teladan pelayanan Yesus semestinya gereja melayani melewati batas golongan sendiri dan tanpa strategi untuk menjadikan mereka anggota kelompok. Pelayanan mestilah serbacakup. Pelayanan serbacakup mestilah menyentuh orang yang tidak seagama seperti yang telah Yesus lakukan. Gereja mesti membuat Kristen lebih membumi, lebih mengikuti akal sehat. Gereja mesti lebih peduli pada kebutuhan nyata manusia, membuat kehidupan lebih manusiawi, lebih rendah hati untuk tunduk pada norma-norma etika. Beragama bukanlah untuk urusan vertikal saja, yang menekankan gatra ritual dan kemurnian ajaran. Keluhuran ajaran agama mestilah dipraktikkan secara nyata untuk mengembangkan wawasan dan kepedulian terhadap kemanusiaan, kemiskinan, keadilan sosial, demokrasi, ancaman terorisme dan korupsi, dlsb.
PEMAHAMAN
Kisah Yesus memberi makan lima ribu orang ada di keempat Injil. Namun, tidak banyak orang yang cermat, termasuk pengkhotbah, bahwa kisah ini sebenarnya berbeda. Contoh, Injil Yohanes menyebut lima roti dan dua ikan dari seorang anak, sedang ketiga Injil sinoptis menyebut lima roti dan dua ikan itu milik para murid. Itu baru dari isi cerita. Konteks dan pesan kisah itu berbeda karena para penulisnya berbeda dan mengusung teologi yang berbeda pula.
LAI memberi judul perikop bacaan Injil Matius 14:13-21 ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ฎ๐ข ๐ณ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. Pengarang Injil Matius mengusung teologi Yesus adalah Musa yang baru. Dapat diduga kisah Yesus memberi makan lima ribu orang dilatari oleh pengalaman bangsa Israel dipimpin oleh Musa di padang gurun sesudah keluar dari Mesir menuju Kanaan dalam kitab Keluaran 16. Kedua cerita itu hendak menyampaikan bahwa bangsa Israel dikenyangkan oleh “roti yang diturunkan Allah dari langit”. Kisah lima roti dan dua ikan yang mengenyangkan lima ribu orang laki-laki juga dilatari oleh penggandaan roti jelai oleh Nabi Elisa (lih. 2Raj. 4:1-7, 42-44). Namun, bukan berarti pengarang kitab Injil mencontek kisah di Perjanjian Lama (PL), tetapi pengarang Injil hendak menafsir kisah ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ฎ๐ข ๐ณ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ bahwa Yesus lebih besar daripada Musa. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ seorang diri dengan perahu ke tempat yang terpencil. Mendengar hal itu orang banyak yang mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. (Mat. 14:13-14, TB II 2023)
Berita apa yang didengar oleh Yesus? Berita pembunuhan Yohanes Pembaptis oleh Raja Herodes. Yesus menyingkir. Hal ini sama dengan Matius 4:12 ketika Yohanes Pembaptis ditangkap dan dipenjara, Yesus menyingkir. Pada teks bacaan disebut Yesus pergi seorang diri ke tempat terpencil. Dapat diduga berita pembunuhan Yohanes Pembaptis tersebut berbobot historis. Versi Injil Markus Yesus tidak menyingkir, melainkan Ia mengajak murid-murid-Nya beristirahat di tempat sunyi sesudah mereka kelelahan menjalan misi dari Yesus (Mrk. 6:30-31). Versi Injil Lukas Yesus mengajak murid-murid-Nya menyendiri di Kota Betsaida, bukan tempat sunyi (Luk. 9:10). Versi Injil Yohanes Yesus pergi ke seberang Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias. Kepergian Yesus tidak ada hubungannya dengan kematian Yohanes Pembaptis karena pasal yang mendahuluinya tidak bercerita tentang Yohanes Pembaptis (Lih. Yohanes 5 – 6:1). Sesudah Matius menceritakan Yesus pergi ke tempat terpencil, kemudian ayat-ayat selanjutnya muncul dialog Yesus dengan murid-murid-Nya, tetapi tidak dijelaskan alat transportasi yang digunakan oleh mereka. Apakah mereka menyusul dengan perahu atau lewat jalan darat? Tidak jelas. Yang pasti adalah orang banyak menyusul Yesus berjalan kaki atau lewat jalan darat. Frase ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ (ay. 14) menerjemahkan bahasa aslinya yang hanya satu kata ๐ฆ๐ด๐ฑ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ฏ๐ช๐ด๐ต๐ฉe. Akar katanya adalah splanchna yang berarti literal usus atau isi perut, yang oleh orang Yahudi diyakini sebagai pusat emosi. Yesus kemudian menyembuhkan mereka yang sakit, padahal Yesus ke seberang hendak menyendiri. Sakit di sini dari kata ๐ข๐ณ๐ณe๐ด๐ต๐ฐ๐ถ๐ด, yang berarti literal tak berdaya.
Teks Injil Matius sama sekali tidak menyebut Yesus mengajar banyak hal seperti dalam Injil Markus 6:34 dan tidak berbicara tentang Kerajaan seperti disebut dalam Injil Lukas 9:11. Yesus hanya menyembuhkan orang sakit. Matius sangat jelas menyampaikan pesannya kepada Gereja untuk segera bergerak menolong orang-orang tak berdaya tanpa perlu banyak berbual. Menjelang malam murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, “๐๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ. ๐๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ข-๐ฅ๐ฆ๐ด๐ข ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช.” Yesus berkata kepada mereka, “๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช, ๐ ๐๐ข๐ช ๐๐๐ง๐ช๐จ ๐ข๐๐ข๐๐๐ง๐ ๐ข๐๐ง๐๐ ๐ ๐ข๐๐ ๐๐ฃ!” Jawab mereka, “๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ช๐ฎ๐ข ๐ณ๐ฐ๐ต๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ.” Yesus berkata, “๐๐ข๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ.” (Mat. 14:15-18, TB II 2023). Keterangan waktu menjelang malam hendak menyatakan bahwa betapa sempit waktu bagi khalayak untuk mencari makan. Bahkan ucapan murid pada frase ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ yang diterjemahkan dari ๐ฉa๐ณ๐ข a๐ฅe ๐ฑ๐ข๐ณo๐ญ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ berarti literal waktu sudah habis. Matius tampaknya hendak menciptakan ketegangan antara Yesus dan murid-murid-Nya. Mereka memojokkan Yesus dengan alasan waktu sudah habis sehingga mereka mengharapkan Yesus segera memberi perintah kepada khalayak untuk mencari makanan. Rupanya tanggapan Yesus di luar dugaan para murid. Orang banyak tidak perlu pergi, bahkan Yesus memberi perintah kepada para murid, “๐๐๐ข๐ช ๐๐๐ง๐ช๐จ ๐ข๐๐ข๐๐๐ง๐ ๐ข๐๐ง๐๐ ๐ ๐ข๐๐ ๐๐ฃ!” Mendengar perintah itu para murid berusaha ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญe๐ด, “๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ช๐ฎ๐ข ๐ณ๐ฐ๐ต๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ.” Perintah Yesus itu berlaku sepanjang masa. Gereja tidak boleh menutup mata kepada orang kelaparan, orang tak berdaya. Gereja harus memberi mereka makan tanpa syarat. Tidak ada alasan bagi Gereja tidak memiliki makanan yang cukup untuk dibagikan. Mendengar jawaban para murid yang ngelรจs itu Yesus berkata, “๐๐ข๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ.” Gereja melayani dari yang ada, bukan mengada-ada, persembahan kantong sudah cukup dan cakup untuk dikelola tidak perlu yang lain karena kebutuhan hakiki gereja adalah peduli sesama dan memuliakan Tuhan, cukuplah dan cakuplah asal dikelola dengan hati-hati. Apalagi mengada-adakan alasan-alasan untuk bermewah-mewah dg gedung, pesta ulang tahun, sidang-sidang yg hanya banyak habis di konsumsi, dlsb. Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di rumput. Setelah mengambil lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap syukur. Ia memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian mereka mengumpulkan potongan-potongan roti yang tersisa sebanyak dua belas bakul penuh. Yang makan kira-kira lima ribu orang, belum termasuk perempuan dan anak-anak. (Mat. 14:19-21, TB II 2023). ๐๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ต diterjemahkan dari ๐ข๐ฏ๐ข๐ฃ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ด๐ข๐ด ๐ฆ๐ช๐ด ๐ต๐ฐ๐ฏ ๐ฐ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐ฐ๐ฏ; ๐ฐ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐ฐ๐ฏ dapat berarti surga. Kosmologi pada zaman itu surga terletak di atas bumi datar yang berbentuk seperti tampah. ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ ๐ด๐บ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ณ diterjemahkan dari ๐ฆ๐ถ๐ญ๐ฐ๐จe๐ด๐ฆ๐ฏ, yang berarti literal memberkati (roti). Teks ini janggal, karena kebiasaan orang Yahudi adalah memberkati (atau mengucap doa berkat kepada) Allah, bukan barang (roti). Kitab Injil adalah produk Gereja, bukan kitab Injil membuat Gereja. Gereja sudah ada terlebih dahulu, baru kemudian penulisan kitab-kitab Injil. Penulisan teks kitab Injil ini sangat bolehjadi sudah berwarna kristiani, karena Gereja atau umat Kristen meyakini roti ekaristi adalah roti kudus. ๐๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ค๐ข๐ฉ-๐ฎ๐ฆ๐ค๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ฐ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ tentu maksudnya membelah-belah roti. Dalam keluarga Yahudi prosesi pemecahan roti dilakukan oleh kepala keluarga sebagai isyarat memula makan. Tidak ada penjelasan Yesus juga membelah-belah ikan karena lazimnya makan bersama diawali dengan pemecahan roti. Sesudah pemecahan roti Yesus memberikan roti-roti itu kepada murid-murid-Nya, kemudian mereka memberikannya kepada orang banyak. Di sini murid-murid akhirnya memberi makan orang banyak seperti perintah Yesus dan sekaligus menjadi perantara. Demikianlah sepatutnya Gereja yang sudah diberi berkat oleh Allah, maka memberikan berkat kepada orang banyak di luar Gereja. Khalayak makan sampai kenyang. Frase ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฏ๐จ diterjemahkan dari kata ๐ฆ๐ค๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ต๐ข๐ด๐ต๐ฉo๐ด๐ข๐ฏ. Hal ini mengingatkan kita pada Ucapan Bahagia Yesus, “๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ถ๐ด ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ถ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ.” Kata ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ถ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ di sini diterjemahkan dari kata ๐ค๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ต๐ข๐ด๐ต๐ฉo๐ด๐ฐ๐ฏ๐ต๐ข๐ช, yang berakar kata yang sama dengan ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฏ๐จ. Tampaknya Matius menyampaikan pesan bahwa Gereja tidak hanya mengenyangkan umat secara rohani, tetapi juga menyenyangkan secara ragawi. Haruslah ada kesetimbangan. Jangan sampai umat ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ด๐ฌ๐ช๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฌ. Khalayak bukan saja makan sampai kenyang, roti pun masih berlebih sampai dua belas bakul penuh. Sepatutnya seperti itulah selalu ada makanan di Gereja. Namun, jika para pejabat gerejawi tidak peduli, tidak pernah mau mendengar, mereka justru membiarkan umat mencari makan di tempat yang tidak tepat. Jumlah lima ribu orang yang makan, belum termasuk perempuan dan anak-anak, juga tertulis di Markus 6:44. Dapat dimengerti pada waktu itu di masyarakat Yahudi hanya laki-laki dewasa yang dihitung atau dipentingkan. Orang Yahudi menyukai keluarga besar. Dapat dibayangkan jumlah total orang yang makan. Bukan tak mungkin jumlah totalnya mencapai 30 ribu orang. Dari lima roti dan dua ikan, yang sejumlah itu hanya dapat dimakan oleh dua orang dewasa, dapat memberi makan ribuan orang. Perbuatan kecil berdampak luar biasa. Demikian halnya Gereja tak perlu ragu-ragu untuk berbuat kebajikan, meskipun hanya perbuatan kecil. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa frase ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ (ay. 14) menerjemahkan bahasa aslinya yang hanya satu kata ๐ฆ๐ด๐ฑ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ฏ๐ช๐ด๐ต๐ฉe. Akar katanya adalah splanchna yang berarti literal usus atau isi perut, yang oleh orang Yahudi diyakini sebagai pusat emosi. Mengenyangkan berarti mengisi perut. Orang dengan perut kenyang memudahkannya mengendalikan pikiran dan emosinya. Pejabat gerejawi yang malas belajar, tidak mau mendengar, tidak akan pernah mengenyangkan umat. Jangan salahkan umat, apabila mereka mencari makan di tempat lain.
(06082023)(TUS)