Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด MATIUS 5 :13-20, [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ฉ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐๐ฝ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ป๐ถ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐]
๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐๐๐ฟ๐๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐บ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐๐ป๐ถ๐ฎ
PENGANTAR
Minggu, 08 Februari 2026, Kita harus jeli dan perlu mengkaji ulang tafsir lama, kita harus berani melihat sudut pandang baru dan berkembang atas tafsir Alkitab, kita harus jujur dalam melihat Alkitab saat ini ke depan. Termasuk melihat lagi, konteks seperi istilah tentang gembala, tentang pintu, tentang penjala manusia, tentang khotbah di gunung, bahkan tentang garam terang, dlsb. Seringkali melihat pengkhotbah YouTube, berteriak kamu harus menjadi garam dan terang, kamu harus mau diproses menjadi garam dan terang, kamu harus berproses menjadi garam dan terang, dlsb ..... menurut saya ini argumentasinya lemah karena dalam Alkitab tidak pernah dimaksudkan begitu, tetapi yang terlihat dalam Alkitab itu, umat Tuhan ... kita-kita ini adalah garam dan terang, sudah jadi garam dan terang bukan sedang berproses. Harus dipahami dan tak bisa disangkali, bahwa istilah penjala manusia, ucapan bahagia dan garam serta terang itu berlatar belakang kritisi penulis Injil dg menggunakan keteladanan Kristus untuk mengkritisi penindasan dan ketidak Adilan pada zaman itu, kritisi terhadap pemuka agama yang tidak layak, kritisi terhadap pemuka agama dan pejabat korup, kritisi terhadap pemerintahan yang berlaku saat itu dan kritisi thp penjajahan. Maka, saya selalu mengatakan dosa besar gereja bukan ketidak taatan tetapi KOMPROMI atas tawaran dunia. Karena jelas dasar pengajaran Kristus dan juga Yohanes Pembaptis (kaum esseni) adalah JANGAN JADI SAMA DENGAN DUNIA.
Minggu lalu kita sudah membahas mengapa istilah ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด lebih tepat ketimbang Khotbah di Bukit untuk menamai pengajaran Yesus dalam Matius pasal 5 -7. Kita juga sudah mengulas sembilan ucapan bahagia sebagai pembuka Khotbah di Gunung.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu kelima sesudah Epifani. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 5:13-20 yang didahului dengan Yesaya 58:1-9a (9b-12), Mazmur 112:1-9 (10), dan 1Korintus 2:1-12 (13-16).
Bacaan Injil Minggu ini mencakup hampir dua perikop:
• Garam dan terang dunia (Mat. 5:13-16)
• Yesus dan hukum Taurat (Mat. 5:17-20 yang merupakan bagian perikop Mat. 5:17-48)
Metafora garam dan terang dunia tentunya sudah kita dengar sejak kita masih di Sekolah Minggu. Meskipun demikian masih banyak pengkhotbah ๐ธ๐ฒ๐น๐ถ๐ฟ๐ membaca metafora garam dan terang itu sebagai perintah atau tuntutan. Dalam khotbahnya umat diperintah atau diharapkan untuk menjadi garam dan terang itu. Padahal teks Injil Matius sama sekali tidak ada perintah menjadi garam dan terang dunia.
๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐บ ๐๐๐บ๐ถ
Matius 5:13 ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ข๐ธ๐ข๐ณ, ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ด๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ช๐ฏ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. (TB II)
LAI menerjemahkan garam dunia dari แผ
ฮปฮฑฯ ฯแฟฯ ฮณแฟฯ (baca: halas tes ges). Kata ฮณแฟฯ (ges) lebih tepat diterjermahkan menjadi bumi, tanah karena dunia dari frase terang dunia diterjemahkan dari ฮบฯฯฮผฮฟฯ
(baca: kosmou). Istilah atau frase yang lebih tepat adalah garam bumi. Alkitab berbahasa Inggris menerjemahkan ฮณแฟฯ (ges) sebagai ๐ฆ๐ข๐ณ๐ต๐ฉ.
Sangat boleh jadi garam bumi ini benda nyata di zaman Matius untuk menggarami tanah seperti secara tersurat dalam Lukas 14:35a ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ญ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฌ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข. Pengarang Injil Matius kemudian menggunakan benda ini menjadi metafora untuk dikenakan kepada Jemaat Matius. Jemaat ideal Matius merupakan gereja dalam konteks dunia: bumi sebagaimana dicerap pada zaman itu.
Ucapan ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข bukanlah perintah atau tuntutan. Ketika saya mengucapkan “Kamu cantik” apakah saya sedang menyuruh perempuan untuk menjadi cantik? Ucapan itu adalah pernyataan pengukuhan (๐ข๐ง๐ง๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ท๐ฆ ๐ฅ๐ฆ๐ค๐ญ๐ข๐ณ๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ). Ia sudah cantik, bukan disuruh menjadi cantik. Kita sudah garam, bukan disuruh menjadi garam.
๐๐ช๐ฌ๐ข ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ข๐ธ๐ข๐ณ, ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ด๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ช๐ฏ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. Para murid diperintah oleh Yesus untuk mengabarkan Injil ke semua penjuru bumi (Mat. 28:18-20). Untuk itulah Matius mengaitkan metafora tersebut dengan peringatan: jika jemaat atau umat menjadi tawar, ia akan dibuang dan diinjak. Jemaat yang menjadi tawar adalah jemaat yang kehilangan jatidirinya. Ia tidak dapat diasinkan lagi. Ia bukan garam lagi. Ia bukan jemaat Kristus lagi. Jatidiri umat adalah meneladan Kristus, memuridkan dirinya pada diri Yesus, kalau tindakan kita tidak meneladan Kristus dan kita tidak tunduk taat memuridkan diri kita pada sosok Yesus, maka kita tak berguna.
๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐๐ป๐ถ๐ฎ
Matius 5:14-16 ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข. ๐๐ฐ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐จ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ช. ๐๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐ฉ๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข. (TB II)
Frase ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข diterjemahkan dari ฯแฟถฯ ฯฮฟแฟฆ ฮบฯฯฮผฮฟฯ
(baca: phos tou kosmou). Untuk menjelaskan makna terang dunia penulis Injil Matius menganalogikan dengan ๐๐ฐ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐จ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ช. Jemaat atau umat adalah terang dunia sehingga tidak mungkin tersembunyi dari mata dunia. Jika tersembunyi, ia bukan lagi terang dunia. Bukan lagi gereja.
Matius juga menjelaskan terang dunia dengan analogi ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ. Seperti pelita yang menerangi semua orang di dalam rumah, demikian juga gereja menerangi seisi dunia. Pelita bukan untuk ditutupi cahayanya, melainkan untuk menerangi. Kalau tak menerangi, ia bukan gereja lagi. Maka, konsep pemahaman Alkitab itu tak seiring sejalan dengan karya gereja dalam artian ritual legalistik dalam gereja (ngumpet Nang gerejo) tetapi konsep pemahamannya Alkitab adalah hidup di tengah dunia, hidup di tengah masyarakat. Maka, karya bergereja (di dalam gereja) dan ritual legalistik bergereja adalah 1 hari dalam seminggu untuk menguatkan pemahaman atas karya Kristus, atas teladan Kristus, atas pengenangan akan Kristus, tetapi praksisnya atau perimbangannya adalah tindakan nyata 6 hari untuk memperlihatkan atau mewujudkan kenangan atas karya Kristus itu dalam keseharian, mewujud nyatakan teladan Kristus dalam dunia atau kehidupan nyata, itu liturgi yang berjalan menjadi liturgi kehidupan, dan itu yang dimaksud oleh pokok ajaran GKJ bahwa hidup adalah sebuah perjalanan keselamatan (bukan untuk mendapatkan keselamatan).
Mengapa terang tidak boleh tersembunyi dan tidak boleh ditutupi? Matius memberikan konklusi (kesimpulan atau rangkuman suatu argumentasi) agar orang melihat perbuatan baik itu lalu memuliakan Allah Bapa di Surga, agar ketika melihat kehidupan umat yang meneladan Kristus maka Kristus dimuliakan. Syarat orang memuliakan Allah Bapa di Surga adalah melihat lebih dahulu perbuatan baik gereja di bumi. Perbuatan baik apa? Tidak jelas dalam perikop ini, namun dalam penutup Injil Matius Yesus memberi perintah “…๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ถ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ” (Mat. 28:20).
๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐๐ธ๐๐บ ๐ง๐ฎ๐๐ฟ๐ฎ๐ (Mat. 5:17-20, TB II)
5:17 “๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข๐ฃ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฃ๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ช๐ฏ๐บ๐ข.
5:18 ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฑ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฉ๐ถ๐ณ๐ถ๐ง ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ต๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ต๐ช๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช.
5:19 ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ, ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข; ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ-๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต, ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข.
5:20 ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ๐ช ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช-๐ข๐ฉ๐ญ๐ช ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ณ๐ช๐ด๐ช, ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข.
Dalam akhir musim lalu kita sudah melihat bagaimana Lukas menetapkan standar orang kaya ideal Kristen dalam Kisah Zakheus. Berat. Penginjil Matius juga menetapkan standar gaya hidup jemaatnya yang tak kalah berat, yaitu Matius 5:20 di atas.
Kebenaran atau hidup keagamaan jemaat Matius harus melampaui standar kebenaran ahli Taurat dan orang Farisi. Tuntutan kesalehan yang amat tinggi ini tampaknya bertentangan dengan cerapan tentang Yesus yang pengampun. Minggu lalu kita sudah membahas tentang ucapan bahagia, yang satu di antaranya Matius 5:7 “๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ.” (TB II)
Meskipun Yesus penuh belas kasih dan pengampun, hal itu tidak meniadakan tuntutan-Nya yang sangat tinggi terhadap umat-Nya. Alih-alih pendosa, setara kesalehan ahli Taurat dan orang Farisi saja dipandang belumlah cukup. Jemaat dituntut untuk menjadi anak Allah paripurna, “๐๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข, ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข”. (Mat. 5:48, TB II).
Berat? Memang, .... berani melangkah? Berani meneladan?.
(03022026)(TUS)