Sabtu, 14 Februari 2026

Sudut Pandang 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖

Sudut Pandang 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖

PENGANTAR
Penolakan Gereja tertentu atas penerapan bacaan ekumenis atau leksionari (𝘙𝘦𝘷𝘪𝘴𝘦𝘥 𝘊𝘰𝘮𝘮𝘰𝘯 𝘓𝘦𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯𝘢𝘳𝘺 - RCL) pada umumnya menunjuk semangat Reformasi Gereja atas kesetaraan bacaan. Jika dilihat alasan penolakan itu lebih dalam lagi sebenarnya bukan karena alasan historis, melainkan ideologis. 

PEMAHAMAN
Apabila kita melongok tekanan bapak-bapak reformasi terhadap kesetaraan bacaan, itu berakar pada polemik melawan hierarki sakramental pada abad pertengahan, bukan (terutama) tentang struktur bacaan. Kesetaraan bacaan bukanlah pendakuan metafisika murni, melainkan lahir dalam pergulatan historis. Buktinya Martin Luther sebal pada kehadiran Surat Yakobus. Buktinya lagi penginjilan orang mati dalam Surat Petrus selalu menjadi teks yang canggung dalam tradisi Protestan, karena bersinggungan dengan wilayah doktrin Katolik tentang 𝘥𝘦𝘴𝘤𝘦𝘯𝘴𝘶𝘴 𝘢𝘥 𝘪𝘯𝘧𝘦𝘳𝘰𝘴, padahal ada dalam frase 𝘚𝘺𝘢𝘩𝘢𝘥𝘢𝘵 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭𝘪. Di sini Reformasi tidak selalu panggah secara hermeneutis dan dibiarkan samar.

RCL justru lahir dari gerakan ekumenis abad ke-20 yang banyak dipengaruhi studi liturgi Gereja Protestan dan Katolik. Reformasi liturgi Katolik yang diinspirasi oleh Protestan pada akhir abad ke-19, sejak Konsili Vatikan II makin diperkaya dengan kajian-kajian dari Gereja Protestan. Ironisnya sebagian Gereja Protestan kembali ke ibadah klerus yang 𝘬𝘩𝘰𝘵𝘣𝘢𝘩-𝘴𝘦𝘯𝘵𝘳𝘪𝘴.

Tanpa leksionari, tanpa siklus tahun liturgi, jemaat tidak dibentuk oleh keseluruhan narasi keselamatan, melainkan oleh selera pendeta. Dulu imam berdoa dengan bahasa Latin, yang umat tidak memahaminya. Sekarang pendeta memilih teks, yang umat tak pernah dan tak boleh memertanyakan. Itu sudah pergumulan kami! Itu ilham dari Roh Kudus! Bentuknya berbeda, tetapi strukturnya mirip: kendali ada pada pendeta. Ini adalah ibadah klerus terselubung.

Leksionari menampilkan proses Gereja hendak dibentuk. Strukturnya sbb.:
▶️ Taurat atau Kitab Nabi-nabi
▶️ Mazmur Tanggapan
▶️ Epistel atau Surat Rasuli
▶️ Injil

Di sini jemaat tidak memilih cerita keselamatan, melainkan cerita keselamatanlah yang membentuk jemaat. Apabila struktur itu hilang, maka risiko yang timbul Gereja dibentuk oleh selera, bukan oleh kanon. Bukan 𝘚𝘰𝘭𝘢 𝘚𝘤𝘳𝘪𝘱𝘵𝘶𝘳𝘢, melainkan 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖.

Apakah leksionari merupakan kebutuhan teologis mutlak? Tentu tidak. Tidak ada dalam Alkitab perintah bahwa dalam ibadah harus menerapkan tiga bacaan. Gereja perdana pun tidak berpola kaku. Jadi? Struktur tiga bacaan mencerminkan sebuah teologi:
▶️ Kesatuan Kanon. Allah berbicara melalui bangsa Israel (PL), doa umat (Mazmur), Gereja yang rasuli (Epistel), dan Kristus (Injil).
▶️ Berpusat pada Injil tanpa menyingkirkan PL sekaligus Gereja yang rasuli tetap bersuara. Teologi kanonik yang konkret.
▶️ Siklus leksionari seturut tahun liturgi memastikan umat mendengar hampir seluruh drama keselamatan dalam tiga tahun. Tanpa itu itu umat akan hidup dalam 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖.

Struktur tiga bacaan adalah kebutuhan pedagogis-eklesial sebagai sarana pembentukan iman. Ironisnya di sini Gereja Katolik justru melaksanakan semboyan Protestan 𝘚𝘰𝘭𝘢 𝘚𝘤𝘳𝘪𝘱𝘵𝘶𝘳𝘢, sedang Protestan malah menuju ibadah klerus yang 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖.

Apakah Gereja Protestan yang panggah dengan leksionari otomatis lebih sehat secara teologis? Saya tidak berkata akan lebih sehat, tetapi bukan tanpa dampak. Dengan penerapan leksionari:
▶️ Kanon lebih utuh terdengar. Narasi keselamatan menjadi serbacakup (𝘤𝘰𝘮𝘱𝘳𝘦𝘩𝘦𝘯𝘴𝘪𝘷𝘦).
▶️ Irama tahun gerejawi membentuk spiritualitas. Masa Adven melatih pengharapan; Pra-Paska melatih pertobatan; Paska melatih sukacita eskatologis. Ini proses keberlanjutan.
▶️ Mencegah 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖. Leksionari adalah pagar, bukan mesin otomatis kesehatan gereja. Ia membatasi kemungkinan penyimpangan tertentu.

Namun, meskipun sudah menerapkan leksionari, kesehatan teologis Gereja sangat bergantung pada hermeneutika yang jujur, gairah belajar pengkhotbah, dan kesadaran eklesial. Leksionari hendak membentuk kesadaran ini dengan menjembatani Gereja lokal dan Global.

(16022026)(TUS)

Sudut Pandang 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖

Sudut Pandang 𝙎𝙤𝙡𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙧𝙖 PENGANTAR Penolakan Gereja tertentu atas penerapan bacaan ekumenis atau leksionari (𝘙𝘦𝘷𝘪𝘴𝘦𝘥 𝘊𝘰...