Setelah pekerjaan-Nya di dunia selesai, Tuhan Yesus kembali kepada Bapa di surga dan ikut memerintah bersama-Nya (duduk di sebelah kanan Allah).
Maka, dalam hal ini ada kesatuan yang tak terpisahkan antara Tuhan Yesus (Anak) dengan Allah (Bapa), menyongsong peringatan akan KenaikanNya ke Surga ribuan tahun yang lalu, kiranya kita semakin dalam lagi mengenalNya, dan menghayati karya kasihNya bagi hidup kita. Setelah Ia wafat dan bangkit, Yesus “naik” ke Surga dengan mulia untuk bertakhta sebagai Raja. Itulah gambaran kita yang standar bahkan tunggal, kalau berbicara tentang Hari Raya Kenaikan Tuhan. Injil Yohanes punya gambaran yang berbeda: Yesus hanya pergi ke rumah Bapa, lalu Ia akan kembali untuk mengambil para murid-Nya. Ini bahasa yang biasa saja, bagaikan pergi mudik atau liburan saja. Tidak ada bahasa kemuliaan dan luar biasa. Apa makna gambaran Kenaikan Tuhan yang berbeda ini untuk kita? Apa makna duduk di sebelah kanan Allah?