PENGANTAR
Di zaman sekarang, banyak gereja berkembang dengan konsep yang modern, kreatif, dan menarik. Tata panggung dibuat profesional, musik dikemas maksimal, visual ditata indah, dan suasana ibadah terasa megah serta penuh energi.
Di satu sisi, ini bisa menjadi hal positif. Gereja berusaha menjangkau generasi zaman sekarang dengan cara yang relevan dan tidak kaku.
Namun pertanyaannya: apakah gereja masih berpusat pada Tuhan, atau perlahan berubah menjadi tempat hiburan rohani?
Kadang jemaat datang bukan lagi lapar akan firman dan hadirat Tuhan, tetapi lebih mencari suasana, kenyamanan, dan pengalaman emosional.
Ironisnya, gereja bisa penuh, tetapi jemaat belum tentu bertumbuh dewasa secara rohani.
Bukan berarti musik modern, lighting, atau kreativitas itu salah. Masalahnya bukan pada alatnya, tetapi ketika esensi ibadah mulai tergeser oleh keinginan untuk terus menghibur dan mempertahankan perhatian jemaat.
Karena gereja dipanggil bukan hanya membuat orang betah datang, tetapi juga bertobat, bertumbuh, dan hidup semakin dekat dengan Tuhan.
Gereja boleh modern, tetapi jangan kehilangan esensi penggembalaan, firman, dan kekudusan.
“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya…” (2 Timotius 4:2).
(14052026)(TUS)