Kamis, 18 Mei 2023

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™ ๐™–๐™ข๐™ช ๐™—๐™š๐™ง๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ ๐™ ๐™š ๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฉ? Serial Sudut Pandang (Kenaikan Tuhan Yesus Injil Lukas 24:44-53 dengan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11)

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™ ๐™–๐™ข๐™ช ๐™—๐™š๐™ง๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ ๐™ ๐™š ๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฉ? Serial Sudut Pandang (Kenaikan Tuhan Yesus Injil Lukas 24:44-53 dengan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11)

Andaikata Injil Yohanes tidak ditulis, maka umat Kristen sangat bolehjadi tidak merayakan Jumat Agung. Jika Injil Lukas dan Kisah Para Rasul (Kis.) tidak ditulis, maka gereja mungkin tidak merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Pentakosta.

Dalam Alkitab kisah Kenaikan Kristus ada di bagian akhir Injil Lukas dan di bagian awal ๐˜’๐˜ช๐˜ด. Menurut para ahli Perjanjian Baru (PB) kedua kitab sebenarnya satu kitab yang ditulis oleh orang yang sama. 

Bacaan ekumenis diambil dari Injil Lukas 24:44-53 lanjut dengan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11 

Secara kronologi cerita Injil Lukas ditulis lebih dahulu. Cerita dalam bacaan hari ini merupakan rangkaian terakhir dari Kebangkitan Kristus dan penampakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Kata Yesus: " ๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜’๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช-๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜”๐˜ข๐˜ป๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ: ๐™ˆ๐™š๐™จ๐™ž๐™–๐™จ ๐™๐™–๐™ง๐™ช๐™จ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™™๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™—๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™ž๐™ฉ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™– ๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ ๐™š๐™ฉ๐™ž๐™œ๐™–, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช: ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ. ๐™†๐™–๐™ข๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž-๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™š๐™ข๐™ช๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ž๐™ฃ๐™ž. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช." (ay. 44-49).

Dalam ayat 50-53 dinarasikan Yesus kemudian membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di sana Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Kata ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต (แผ€ฮฝฮตฯ†ฮญฯฮตฯ„ฮฟ dibaca ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฐ) di ayat 51 berbentuk pasif. Jadi, Yesus tidak naik sendiri, melainkan diangkat atau dinaikkan oleh Allah.

Satu ciri teologi Injil Lukas adalah ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป, dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi. Pada bagian akhir Injil Lukas kentara ketika Yesus mengajak murid-murid-Nya keluar dari Yerusalem ke Betania lalu terangkat ke surga. Surga di sini dari kata ฮฟแฝฯฮฑฮฝฯŒฮฝ (baca: ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ) yang juga berarti langit. Dalam dunia cerita Injil Lukas Betania lebih tinggi daripada Yerusalem (Luk. 19:29), sedang Yerusalem lebih tinggi daripada Nazaret (Luk. 2:42). 

Secara umum dalam dunia cerita Injil Lukas tempat atau wilayah pelayanan Yesus sebelum Ia menuju Yerusalem berada di posisi lebih rendah (Luk. 18:31; 19:28). Dari informasi dunia cerita ini dapat diperikan bahwa perjalanan hidup Yesus adalah perjalanan naik atau meninggi; dari Nazaret dan Galilea, naik ke Yerusalem, naik ke Betania di Bukit Zaitun, dan akhirnya terangkat ke surga.

Apabila kita menengok lebih ke belakang lagi Yesus lahir di palungan dan “hanya” dikunjungi oleh gembala-gembala. Ingat, kunjungan orang-orang Majus hanya ada di dalam cerita Injil Matius, tetapi tidak ada kunjungan gembala-gembala. Dalam Injil Lukas Yesus juga lahir di lingkungan keluarga miskin seperti terlihat jenis persembahan saat Maria ditahirkan di Yerusalem (Luk. 2:22-24). Hal itu makin nyata dari pelayanan Yesus yang berbelarasa kepada orang-orang marginal atau mereka yang disisihkan oleh masyarakat yang menganut sistem puritas. Penginjil Lukas tampaknya hendak menyampaikan bahwa orang-orang yang merendahkan diri seperti Yesus akan ditinggikan oleh Allah.

Dalam babak akhir Injil Lukas Yesus hendak menjawab keraguan murid-murid-Nya. Narator menyampaikan kepada pembaca bahwa Yesus memberkati murid-murid-Nya dan kemudian terangkat ke surga. Mereka sekarang percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh sudah bangkit dan naik ke kediaman Bapa-Nya. Mereka juga mengerti bahwa Mesias harus menderita terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kemuliaan-Nya seperti nubuatan para nabi. Yesus yang memula pelayanan-Nya dari tempat yang paling rendah sampai akhirnya tiba di tempat tertinggi. Terus?

Jangan lupa dalam bacaan Yesus berkata, “๐™†๐™–๐™ข๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž-๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™š๐™ข๐™ช๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ž๐™ฃ๐™ž.”. Penginjil Lukas hendak menyampaikan kepada kita, sebagai pembaca masa kini, untuk menjadi saksi dari kisah teologisnya. Kesaksian yang mana? ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ถ๐—ป๐—ถ! Menjadi saksi Kristus berarti menyaksikan semua karya pelayanan Kristus (dhi. kisah teologis Injil Lukas) dengan merefleksikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari. Orang Kristen bersaksi dengan berperangai laksana Kristus dalam berkarya, berbelarasa terhadap orang-orang marginal atau mereka yang disisihkan oleh masyarakat dengan segala alasannya seperti yang dikisahkan dalam Injil Lukas. Sebagai contoh, bagaimana menjadi orang kaya Kristen yang ideal? Di Injil Lukas ada kisah pertobatan Zakheus, yang tadinya memeras orang kemudian bertobat menjadi peduli kepada masyarakat miskin.

Jadi, kalau ada orang Kristen “bersaksi” bahwa ia menjadi kaya, terhindar dari kecelakaan maut, dan sejenisnya tentang kehidupan pribadinya yang didaku diberkati oleh Allah bukanlah bersaksi menurut Injil. Itu adalah cerita tentang dirinya sendiri yang doyong (๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ) sehingga tidak dapat dijadikan ukuran untuk orang lain karena itu memang bukan maksud bersaksi menurut Injil.

Dalam pada itu di bagian awal ๐˜’๐˜ช๐˜ด. istilah ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ muncul dua kali (Kis. 1:3 dan 6) sehingga tampaknya menjadi tema dasar pada awal cerita. Kerajaan Allah dipandang dari matra ke-๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป-an. Tema Kerajaan Allah didukung dengan rincian lain, yaitu awan yang menyertai Yesus naik ke surga dan yang akan menyertai Yesus turun pada kedatangan-Nya kembali (Kis. 1:9-11). Tema Kerajaan Allah secara tersirat dikuak pada bagian akhir ๐˜’๐˜ช๐˜ด. bahwa Israel mengharapkan pemulihan Kerajaan Allah secara penuh (Kis. 28:20). 

Dengan begitu berita di dalam ๐˜’๐˜ช๐˜ด. apabila dibuat pembabakan:
๐Ÿ”ท Awal: Kerajaan Allah.
๐Ÿ”ท Tengah: Karya dan ajaran para rasul.
๐Ÿ”ท Akhir: Kerajaan Allah.

Dalam narasi awal (Kis. 1:1-3) dikatakan bahwa Yesus selama 40 hari berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka (11 murid) tentang Kerajaan Allah. Pembaca yang sudah berprapaham kalender gerejawi jarak Hari Kebangkitan (Paska) ke Hari Kenaikan adalah 40 hari langsung memahami teks itu dengan Yesus-Paska berada di bumi selama 40 hari. 

Angka 40 harus dipahami simbolik sebagai waktu tercukupkan. Yesus memersiapkan diri secara tercukupkan dengan menyendiri di gurun selama 40 hari. Umat Israel dididik oleh Allah selama 40 tahun di padang gurun. Demikian juga Yesus menyiapkan murid-murid-Nya dengan waktu tercukupkan sebelum Ia naik ke surga. Sebenarnya Lukas juga hendak mengatakan bahwa 40 hari itu simbolik dengan menulis di ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 13:31 bahwa Yesus yang bangkit menampakkan diri selama beberapa hari. Lukas tidak lagi menyebut 40 hari.

Ada empat pokok pikiran berupa ramalan dalam bacaan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11:
๐Ÿ”ท Para murid yang kemudian disebut rasul-rasul akan dibaptis dengan Roh Kudus.
๐Ÿ”ท Kerajaan Allah akan dipulihkan, tetapi tentang waktunya hanya Allah yang menentukan. 
๐Ÿ”ท Para saksi akan bersaksi di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ๐˜‚๐—ท๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐˜‚๐—บ๐—ถ.
๐Ÿ”ท Yesus yang diangkat ke surga akan datang dengan cara yang sama.

Keempat ramalan itu saling berpautan. Yang pertama tergenapi pada Hari Pentakosta (Kis. 2:3-4). Yang ketiga tergenapi bersaksi sampai  ke ujung bumi, yaitu Roma. Rasul Paulus bersaksi sampai ke Roma dan narasi ๐˜’๐˜ช๐˜ด. berakhir. Yang kedua dan keempat akan terjadi apabila Yesus datang kembali.

Pembaca modern tentu saja menolak Roma adalah ujung bumi. Akan tetapi dari sisi dunia cerita penulis ๐˜’๐˜ช๐˜ด. menyebut ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช di awal kisah mengakhiri ceritanya dengan keberhasilan Rasul Paulus mencapai ujung bumi. Dengan demikian Roma adalah ujung bumi. Apabila kita melihat kerangka cerita ๐˜’๐˜ช๐˜ด., linimasa pengabaran Injil:
๐Ÿ”ท Berawal dari Yerusalem (Kis.1:1-8:3). 
๐Ÿ”ท Berlanjut ke Galilea dan Samaria (Kis. 8:4-11:18). 
๐Ÿ”ท Berakhir di Roma (Kis. 11:19-28:31), ujung bumi.

Hari Kenaikan Yesus Kristus hendaklah tidak dijadikan seremonial belaka. Dalam ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:11 disebutkan sesudah Yesus terangkat ke surga, tiba-tiba berdirilah dua orang berpakaian putih menegur para murid, “๐˜๐˜ข๐˜ช, ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜Ž๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ต?” Hari Kenaikan Yesus Kristus hendaklah dijadikan pengingat bahwa kita, gereja, untuk segera memula berkarya nyata, bukan ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ saja.
Narasi kenaikan Yesus hanya ada di Injil Lukas. Injil Markus hanya menyebutkannya saja, tanpa narasi sebaik Lukas — malah lebih bersifat dogmatis ketimbang naratif. Injil Matius dan Injil Yohanes sama sekali tidak menceriterakan Yesus yang naik ke sorga.
Tapi ada satu hal yang dituturkan oleh semua Injil pada penghujung kehidupan Yesus di dunia. Satu hal itu adalah ditegaskannya PERUTUSAN untuk mewartakan pengampunan Allah bagi setiap orang yang mau berbalik (bertobat) dari kehidupan yang sarat dengan ego dan ambisi pribadi.
Itulah semestinya yang jadi "core business" gereja. Mengajak mereka yang berbeban berat untuk merasakan rengkuhan kasih Allah. Hal² lain yang dilakukan atau ditampilkan gereja, itu mah "isu pinggiran". Gedung yang megah, ruang ibadah yang nyaman, ibadah yang seru kekinian, pengkhotbah yang karismatis, manajemen yang modern, organisasi yang rapi, kegiatan yang bejibun, dll, itu urusan sekunder bahkan tersier. Bagi gereja Tuhan Yesus Kristus, YANG PRIMER adalah bergegas merengkuh mereka yang berdosa, terluka, dan telantar, layaknya sang ayah yang segera berlari menyongsong anak bungsunya yang pulang dalam sesal setelah hidup sia-sia. 

"๐˜ ๐˜ฐ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ'๐˜ต ๐˜ธ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜บ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ฃ๐˜บ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ." Bill Walton

Lapangan Pancasila, 18.05.2023 (T)

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...