“𝘛𝘩𝘦 𝘧𝘢𝘤𝘵 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘪𝘦𝘷𝘦𝘳 𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘱𝘱𝘪𝘦𝘳 𝘵𝘩𝘢𝘯 𝘢 𝘴𝘬𝘦𝘱𝘵𝘪𝘤 𝘪𝘴 𝘯𝘰 𝘮𝘰𝘳𝘦 𝘵𝘰 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘰𝘪𝘯𝘵 𝘵𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘩𝘦 𝘧𝘢𝘤𝘵 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘢 𝘥𝘳𝘶𝘯𝘬𝘦𝘯 𝘮𝘢𝘯 𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘱𝘱𝘪𝘦𝘳 𝘵𝘩𝘢𝘯 𝘢 𝘴𝘰𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘯𝘦.” George Bernard Shaw. Banyak orang Kristen, jika disodori perbedaan teks dalam keempat Injil, bersikap defensif. Mereka mencari pembelaan dengan 𝘱𝘴𝘦𝘶𝘥𝘰-𝘴𝘤𝘪𝘦𝘯𝘤𝘦 untuk memertahankan bahwa tidak ada perbedaan atau kekeliruan teks demi menjaga ideologi 𝘪𝘯𝘦𝘳𝘳𝘢𝘯𝘤𝘺 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘣𝘪𝘣𝘭𝘦.
Padahal teks memang berbeda. Justru berbeda-beda itu kita patut bersyukur bahwa ada banyak sudut pandang tentang Yesus. Hidup beriman menjadi penuh warna. Ibarat makan disediakan beraneka pilihan sehingga tidak membosankan.
Hari ini adalah Minggu keenam masa raya Paska, Bacaan Injil Yohanes 14:15-21.
Bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:15-21) melanjutkan bacaan Injil Minggu lalu (Yoh. 14:1-14). Dengan demikian konteks terdekat bacaan Injil Minggu ini sama, yaitu Yohanes 13-14, sedang konteks besarnya adalah pasal 13-20. Pakar biblika menyebut pasal 13-20 adalah bagian kedua Injil Yohanes yang disebut juga kitab kemuliaan, sedang bagian pertama (pasal 1-12) disebut kitab tanda-tanda. Tidak lagi diceritakan tanda-tanda di bagian kedua, melainkan memuliakan (𝘥𝘰𝘹𝘢𝘻e) dan kemuliaan (𝘥𝘰𝘹𝘢).
Apabila bagian kedua tersebut dikelompokkan lagi, maka menjadi:
🔷 Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
🔷 Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
🔷 Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)
Bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:15-21) merupakan bagian perikop yang diberi judul oleh LAI 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 (ay. 15-31). Kata Yesus, “𝘑𝘪𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪 𝘈𝘬𝘶, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩-𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩-𝘒𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘉𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘐𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘐𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘵𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢-𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘰𝘩 𝘒𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘢𝘯.” (ay. 15-17a).
Cukup sulit mencari padanan 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 (Penolong) pada ayat 16 di atas dan beberapa ayat di Injil Yohanes (Yoh. 14:26; 15:26; 16:7). Berikut ini perbandingan beberapa teks Alkitab tentang padanan 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴.
Penolong (LAI TB II 2023, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
𝘊𝘰𝘮𝘧𝘰𝘳𝘵𝘦𝘳 (KJV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
𝘏𝘦𝘭𝘱𝘦𝘳 (NKJV, NASB, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
𝘊𝘰𝘶𝘯𝘴𝘦𝘭𝘰𝘳 (NIV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
𝘈𝘥𝘷𝘰𝘤𝘢𝘵𝘦 (NRSV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
Istilah 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 dipungut dari dunia pengadilan yang berarti perantara atau pembela. Oleh pengarang Injil Yohanes kata 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 dimaknai baru. Pertanyaannya apakah 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 itu sama dengan Roh Kudus (𝘗𝘯𝘦𝘶𝘮𝘢 𝘏𝘢𝘨𝘪𝘰𝘯)? Untuk menjawab itu mari kita telisik Injil Yohanes dari belakang, dari episode kebangkitan Yesus.
Injil Yohanes tidak mengisahkan kenaikan Yesus ke surga. Namun, ucapan Yesus kepada Maria Magdalena menyiratkan kenaikan-Nya ke surga pada hari yang sama dengan hari kebangkitan. Kata Yesus, “𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘉𝘢𝘱𝘢, 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘒𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘉𝘢𝘱𝘢-𝘒𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘱𝘢𝘮𝘶, 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩-𝘒𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩𝘮𝘶." (Yoh. 20:17, TB II 2023).
Pada hari kebangkitan-Nya Yesus memerintahkan Maria Magdalena bukan untuk memberitakan kebangkitan-Nya, melainkan untuk memberitakan kenaikan-Nya.
Sesudah pergi atau naik kepada Bapa-Nya (Yoh. 20:17), Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya. Pertama, kepada para murid tanpa Tomas (Yoh. 20:19-23). Kedua, kepada para murid termasuk Tomas (Yoh. 20:24-29). Dalam Injil Yohanes Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya dalam beberapa hari sesudah kenaikan-Nya. Bandingkan dengan Injil Lukas, Yesus yang bangkit menampakkan diri sebelum kenaikan-Nya dan kenaikan-Nya pada hari yang sama dengan hari kebangkitan dan penampakan. Dalam pada itu kisah kenaikan Yesus dalam Injil Lukas jilid kedua alias Kisah Para Rasul sesudah 40 hari kebangkitan-Nya.
Dalam Injil Yohanes pada saat bertemu dengan para murid itulah Yesus memberikan Roh Kudus (𝘗𝘯𝘦𝘶𝘮𝘢 𝘏𝘢𝘨𝘪𝘰𝘯) kepada mereka (Yoh. 20:22). Apakah 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 yang dijanjikan Yesus di Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7 sama dengan Roh Kudus yang diberikan Yesus di Yohanes 20:22? Sama! Pemberian Roh Kudus itu terjadi sesudah Yesus pergi kepada Bapa atau sesudah kenaikan-Nya. Itu sesuai dengan kronologi yang dikatakan Yesus di Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7, yaitu 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 akan diberikan sesudah Yesus pergi kepada Bapa-Nya. Hal itu juga sudah ditegaskan di Yohanes 14:26 bahwa 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 adalah Roh Kudus (𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 𝘵𝘰 𝘗𝘯𝘦𝘶𝘮𝘢 𝘵𝘰 𝘏𝘢𝘨𝘪𝘰𝘯). Bandingkan dengan Kisah Para Rasul yang Roh Kudus dicurahkan 10 hari sesudah kenaikan Yesus.
Dalam bacaan Injil Minggu lalu ayat Yohanes 14:6 dikunci menjadi ideologi bahwa percaya Yesus adalah jalan, maka akan selamat. Hal yang sama dengan bacaan Minggu ini dijadikan ideologi oleh banyak orang Kristen bahwa percaya dan mengasihi Yesus, maka akan penuh dengan Roh Kudus.
Padahal dalam Yohanes 14:16-17a diawali dengan perkataan Yesus, “𝘑𝘪𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪 𝘈𝘬𝘶, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩-𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩-𝘒𝘶.” (ay. 15). Yesus hendak mengirim Roh Kudus dengan syarat murid-murid-Nya mengasihi-Nya dan menuruti segala perintah-Nya. Dengan demikian mengikut Yesus itu 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗴𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀, harus menuruti segala perintah-Nya. Hal ini ditegaskan lagi dalam ayat 21, “𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩-𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩-𝘒𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘪𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪 𝘈𝘬𝘶.”
Apa perintah-perintah Yesus? Tentu saja semua ajaran Yesus dalam Injil Yohanes, karena konteksnya Injil Yohanes. Segala perintah itu dipuncaki dengan perintah baru Yesus dalam Yohanes 13:34-35 “𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪; 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪. 𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶, 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘒𝘶, 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪." Perintah baru itu dipertajam lagi dalam Yohanes 15:12-13 ”𝘐𝘯𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩-𝘒𝘶, 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪, 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵-𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢.”
Jadi, penuh dengan Roh Kudus itu bukan ditunjukkan dengan 𝘬𝘦𝘴𝘶𝘳𝘶𝘱𝘢𝘯 di dalam kebaktian.
Lapangan Pancasila, 14.05.2023 (T)
Baca juga :
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/09/kesurupan-serial-sudut-pandang.html