PB sebagian besar menyokong dan menggaris-bawahi PL walaupun abad-abad yg berada di antaranya tak boleh dilupakan. Ibrani 1:14 mengartikan malaikat baik sebagai utusan Allah maupun sebagai penolong bagi manusia, sementara seluruh ayat tentang malaikat menunjukkan suatu ikatan simpati dan pelayanan yg mendalam (Wahyu 19:10; Lukas 15:10). Konsep mengenai malaikat sebagai penjaga pribadi dipertajam, seperti dalam kesusastraan Yahudi (Matius 18:10; Kisah 12:15). Tugas khusus dalam hal mengadakan hubungan kepada orang-orang secara pribadi tidaklah kurang -- penampilan kepada Zakharia (Lukas 1:11-20) dan Maria (Lukas 1:26-38; juga Matius 1-2; Kisah 8:26; 10:3 dab, 27:23 dll). Peranan memberi bantuan secara lebih aktif kepada manusia terlihat dalam Kisah 5:19-20; 12:7-10, yg mengingatkan tentang Elia di bawah pohon ara. Takhta Allah dikelilingi oleh ribuan malaikat yg tak terbilang jumlahnya seperti telah dinyatakan oleh Daniel (Ibrani 12:22; Wahyu 5:11, dll).
Dalam PL malaikat-malaikat menyaksikan dengan gembira, walaupun agaknya bukan sebagai peserta yg aktif, tindakan penciptaan oleh Allah (Ayub 38:7). Dalam PB mereka erat hubungannya dengan pemberitaan hukum Taurat (Kisah 7:53; Galatia 3:19; Ibrani 2:2), dan wajar bahwa mereka sering dihubungkan dengan hari penghakiman (Matius 16:27; Markus 8:38; 13:27; Lukas 12:8; 2 Tesalonika 1:7-8 dan banyak lagi yg sejajar dgn itu). Juga merupakan tugas khusus mereka untuk membawa orang yg benar ke pangkuan Abraham (Lukas 16:22-23). Tiada uraian yg langsung mengenai wujud malaikat.
Hunjukan pada wajah atau perlengkapan yg berkilauan menyarankan keindahan yg menakjubkan yg bukan milik dunia ini (Matius 28:2 dan yg sejajar dgn itu; Lukas 2:9; Kisah 1:10). PL juga menunjukkan pembatasan yg sama berkaitan dengan kerubim (Yehezkiel 10) dan serafim (Yesaya 6). Kemuliaan pada wajah Stefanus yg dihukum itu mencerminkan keindahan muka malaikat (Kisah 6:15).
Kristus yg menjelma dalam bentuk manusia dilayani oleh malaikat dalam beberapa peristiwa (Matius 4:11; Lukas 22:43) dan Ia sebenarnya dapat memerintahkan beribu-ribu malaikat, sekiranya Ia mau, di Getsemani atau entah di mana, untuk menyimpang dari jalan yg telah ditentukan bagi Dia, yaitu mengorbankan Diri (Matius 26:53).
Dalam beberapa bagian tertentu terdapat nada yg aneh, yaitu permusuhan atau kecurigaan terhadap malaikat. Mengenai hal ini ada persamaan yg menarik dalam kesusastraan Yahudi walaupun tak ada hubungannya. Roma 8:38 menunjuk pada para malaikat yg jatuh, dan ini pula menerangkan bagian yg penuh teka-teki dalam 1 Korintus 11:10, yg harus dibaca dalam terang Kejadian 6:1 dab. Masih perlu diperhatikan Galatia 1:8 dan 1 Korintus 13:1 dan peringatan yg keras pada Kolose 2:18. Tanpa diragukan, ajaran-ajaran yg salah dari pihak pembacanya, mendorong penulis Ibrani dengan tandas mengemukakan keunggulan Anak atas setiap malaikat (Ibrani 1).
Arti asasi dari Yudas 9 (sebagian sejajar dgn 2 Petrus 2:10-11) rupanya ialah bahwa malaikat yg telah jatuh, mempertahankan suatu kedudukan dan kehormatan yg dimiliki semula, sedemikian rupa, hingga teman-temannya dulu yg tidak jatuh, tak boleh bicara dengan mereka secara leluasa tapi harus menyerahkan kutukan terakhir pada Allah. Ada yg mengatakan bahwa peristiwa yg disebut oleh Yudas telah dicatat dalam Assumption of Moses (Kenaikan Musa), suatu kutipan keterangan yg apokaliptik. Di situ Iblis menuntut tubuh Musa untuk kerajaan kegelapannya, karena Musa telah membunuh orang Mesir (Keluaran 2:12), dan karena itu ia adalah pembunuh, apa pun juga kebajikan yg telah dilakukannya kemudian. Kemenangan terakhir tidak diperoleh Iblis, tapi bahkan Mikhael, pelindung umat Allah, harus mengendalikan lidahnya di depan musuh umat manusia.
CEPOGO, 310823 (T)
Baca juga :
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/08/malaikat-dalam-perjanjian-lamapl-serial.html
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/08/malaikat-dalam-perjanjian-lamapl-serial.html