Ada dua fase besar dalam PL mengenal ajaran tentang malaikat, yg secara kasar dibagi oleh masa Pembuangan Babilonia. Perbedaan gamblang mengenal corak-coraknya yg penting menimbulkan banyak perdebatan mengenal kronologi. Catatan-catatan berikut menyajikan perbedaan itu.
a. Dalam periode pra-pengasingan
Malaikat Allah (MAL'AKH YHVH) adalah alat langsung dari kehendak-Nya, tapi tetap tak bernama dan hampir tanpa pribadi yg nampak. Dalam banyak ayat, Allah dan malaikat Allah praktis adalah sama -- penampilan pada Hagar di padang belantara (Kejadian 16:7-13; 21:17-20); pada Abraham di Gunung Moria (Kejadian 22:11-18); pada Musa dalam nyala api yg keluar dari semak duri (Keluaran 3:2 dab) dan pada Gideon di Ofra (Hakim 6:11 dab).
Malaikat pernah menampakkan dini kepada manusia sebagai pembawa perintah dan berita khusus dari Allah (Hakim 6:11-23; 13:3-5 dst). Mereka dapat memberi bantuan khas untuk pelayan-pelayan Allah yg miskin dan fana (1 Raja 19:5-7). Mereka dapat melakukan tugas bantuan militer (2 Raja 19:35 dst), dan -- tapi jarang sekali, permusuhan secara aktif terhadap Israel (2 Samuel 24:16 dab). Orang-orang dari Sodom (Kejadian 19) atau orang-orang lain yg melakukan kejahatan mereka pukul. Kehebatan mereka berperang tercantum dalam Kejadian 32:1, 2; 1 Raja 22:19, lebih khusus Yosua 6:13-15; 2 Raja 6:17 -- mendasari gelar ilahi YHVH Zebaot, TUHAN Allah yg memerintah pasukan malaikat.
Pandangan manusia generasi perdana menghubungkan malaikat dengan bintang-bintang. Hal ini mengilhami salah satu buah pikiran Ayub yg puitis, di mana para malaikat adalah juga saksi dari ciptaan (Ayub 38:7, lih di bawah; bnd Hakim 5:20; Wahyu 9:1). Keledai Bileam lebih cepat melihat makhluk yg menyerupai malaikat daripada tuannya, yg memerlukan teguran ilahi (Bilangan 22:21-35). Malaikat-malaikat bercakap-cakap dengan Abraham (Kejadian 18:1-16) atau di tangga Yakub (Kejadian 28:12). Para malaikat penjaga orang-orang secara pribadi (Mazmur 91:11) dan malaikat pembawa maut (ay 33:22; Amsal 16:14) tetap merupakan konsep-konsep kabur dalam PL, tapi menjadi ajaran-ajaran yg bulat dan tegas dalam literatur Yahudi. Istilah 'anak-anak Allah' semata-mata berarti malaikat-malaikat -- sifat mental atau rohani, bukan jasmani. Mereka malaikat yg benar-benar baik (Ayub 38:7, lih di atas), malaikat-malaikat yg mungkin baik (ay 1:6; 2:1) atau malaikat-malaikat yg jelas-jelas jatuh (Kejadian 6:2, 4). Istilah khusus yg lain adalah קְדֹשִֽׁים - QEDOSYIM, 'makhluk-makhluk suci' (ay 6:1; Mazmur 89:5, 7; Ulangan 8:13, dll). Bahwa sebutan itu teknis disarankan oleh hal dapat dipakai bila implikasinya pasti tidak bersifat orang suci (ay 6:15).
Ide-ide yg sejauh ini dibahas mungkin dari zaman sebelum pembuangan, paling sedikit dalam aslinya, walaupun beberapa contoh yg kemudian dimasukkan. Para malaikat -- dalam jumlah terbesar tetap merupakan gema dari suatu kehendak yg lebih tinggi, dan belum berpribadi.
b. Dalam kitab-kitab pada zaman pembuangan dan zaman yg kemudian
Pada zaman yg kemudian ini pengertian tentang malaikat menjadi lebih tegas. Orang yg bertindak sebagai pemandu Yehezkiel di kuil ideal, adalah merupakan konsep tengah di antara kedua konsep lain (pasal 40-48) yg menjadi malaikat penerang dalam Zakharia 1-6. Fungsi perantara alas nama bangsa Israel dalam Zakharia 1:12 meminta perhatian khusus. Bila diingat bahwa 'orang suci' berarti 'malaikat' dalam hubungan itu, maka kata-kata terakhir Zakharia 14:5 menarik perhatian jika dibaca dalam terang nubuat mengenal kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya.
Ajaran tentang malaikat dalam PL, berkembang sepenuhnya dalam Dan, yg merupakan awal perkembangan apokaliptik Yahudi. Di sini para malaikat mula-mula diberi nama-nama bersifat pribadi. Gabriel menerangkan banyak hal kepada Daniel, seperti malaikat dalam penglihatan Zakharia (Daniel 8:16; 9:21 dab). Dalam kedua kitab itu malaikat adalah juru bicara piawai dari Allah, dan dapat ditanyai -- tapi Gabriel menurut Daniel adalah lebih utuh dan meyakinkan. Mikhael mempunyai tugas khusus sebagai malaikat penjaga Israel (Daniel 10:13, 21; 12:1), dan bangsa-bangsa lain diperlengkapi sama seperti itu (Daniel 10:20). Hal ini merupakan ajaran yg biasa bagi ulama Yahudi. Dalam penglihatan nampak takhta-takhta sorgawi, di mana terdapat malaikat-malaikat yg jumlahnya tak terhitung banyaknya mengelilingi takhta (Daniel 7:10; bnd Ulangan 33:2; Nehemia 9:6; Mazmur 68:17 untuk hunjukan yg lebih kecil).
Cepogo 300823 (T)
Baca juga :
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/08/malaikat-dalam-pb-serial-sudut-pandang.html