Senin, 28 Agustus 2023

RAKSASA, SERIAL SUDUT PANDANG

Gambar: Robert Wadlow, penyandang gigantisme (kiri). Tulisan & gambar tentang tulang oleh Galileo Galilei (kanan).

RAKSASA, SERIAL SUDUT PANDANG

-Bahkan kami melihat orang-orang yang seperti raksasa, yaitu keturunan orang Enak. Dibandingkan dengan mereka, kami merasa seperti belalang, dan pasti begitulah anggapan mereka terhadap kami.-
(Bilangan 13:33, BIMK-LAI)

"Taken to extremes, larger or smaller versions of creatures are not always viable."
-Tim Kirk

Jika manusia raksasa ada, apakah ia sebangun geometris dengan manusia? Intuisi kita -bersama siswa SMP yang lagi belajar kesebangunan & kekongruenan- akan berkata ya. Maksudnya, jika si raksasa tingginya empat kali tinggi manusia, maka panjang & lebar bagian lain dari tubuh juga menjadi empat kalinya. Misal, diameter tulang menjadi empat kalinya; panjang jari & ukuran gigi juga empat kali dari normal. Raksasa seperti itu kita sebut "raksasa sebangun".

Namun, anggapan di atas kurang tepat karena mengabaikan kekuatan tulang. Tulang si raksasa sebangun itu akan berkurang kemampuannya untuk menahan beban, meskipun dimensi tulang membesar. Galileo Galilei (1564-1642) benar ketika menyimpulkan: jika raksasa benar ada, maka ukuran tulangnya tidak sebangun geometris dengan tulang manusia normal. Rasio diameter terhadap panjang tulang akan berubah seiring bertambahnya tinggi tubuh. Raksasa macam itu kita sebut saja "raksasa ideal".

Bagaimana proporsi raksasa ideal itu? Dengan berasumsi manusia & raksasa memiliki kerapatan (density, massa jenis) daging-tulang yang sama, maka proporsinya sebagai berikut. Jika tinggi raksasa 200% dari tinggi manusia, maka diameter tulangnya 283% dari diameter normal. Jika tingginya 300%, maka tebal tulangnya 520% (lihat gambar dari bukunya Galileo). Jika tingginya 4 kali, maka tebal tulangnya menjadi 8 kali. Tampaknya, semakin tinggi tubuhnya, semakin sulit ia bergerak.

***
Rasanya, lebih mungkin ada raksasa sebangun ketimbang raksasa ideal. Orang penderita gigantisme adalah contoh konkret. Raksasa sebangun memiliki tinggi maksimum untuk menjamin tulang kakinya tak mudah retak atau patah. Dengan data tekanan yang diterima tulang manusia, maka rentang tinggi maksimum raksasa itu bisa dicari dengan matematika sederhana. Tentu memakai asumsi: kerapatan rata-rata tulang-daging manusia adalah sama dengan di tubuh raksasa.

Untuk perkiraan, anggap atlet angkat besi sebagai acuan ekstrem. Mereka sanggup untuk mengangkat barbel 3 kali berat tubuhnya. Tulang kaki para atlet itu berarti mampu menahan beban sebesar 4 kali berat tubuh. Maka, raksasa sebangun itu bisa memiliki faktor dilatasi sampai 4. Namun, mempertimbangkan kerja organ tubuh lainnya, faktor dilatasi dibatasi dari 1,5 sampai 2,5. Jika tinggi rata-rata manusia dianggap 160 cm, maka tinggi yang mungkin dari si raksasa adalah dari 240 cm sampai 400 cm.

Baca juga :
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/08/mengenai-kata-nefilim.html

Kepustakaan:
Bill Bryson, The Body (Anchor Books, 2019).
Galileo Galilei, Mathematical Discourses Concerning Two New Sciences (John Weston, 1630).
Alain Goriely, Applied Mathematics (Oxford University Press, 2018).
Tim Kirk, Physics for the IB Diploma (Oxford University Press, 2003).

Penulis: (T), CEPOGO, 290823


Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...