Judul: Apakah Sola Scriptura Menyebabkan Ateisme? Kasus Locke
Penulis: Liam J. Fraser
Ringkasan
Makalah ini membahas bagaimana reformulasi sola scriptura oleh John Locke secara tidak sengaja berkontribusi terhadap munculnya tulisan-tulisan antikristen pertama di Inggris. Locke berusaha mencapai persatuan Protestan pasca-Perang Saudara Inggris dengan menekankan bahwa Kitab Suci harus ditafsirkan secara univokal dan literal, terlepas dari tradisi teologis. Namun, pendekatan ini memunculkan dua konsekuensi tak terduga:
Wahyu Alkitab diuji dengan akal budi, sehingga Kitab Suci sendiri dapat dipertanyakan.
Penolakan tradisi teologis membuka jalan bagi kritik terhadap nubuat dan otoritas Gereja.
John Toland dan Anthony Collins, dua pemikir bebas, mengembangkan lebih lanjut ide Locke dan menggunakannya untuk meragukan keabsahan wahyu Kitab Suci. Ide-ide mereka akhirnya berkontribusi pada perkembangan ateisme, terutama melalui pengaruh Voltaire dan Thomas Paine.
Makalah ini menyimpulkan bahwa ateisme di Inggris tidak muncul dari luar Kekristenan, tetapi dari dalamnya, khususnya dari reformulasi sola scriptura oleh Locke yang mengandalkan akal budi, menolak tradisi, dan memperlakukan Kitab Suci seperti buku lainnya.
Gagasan Pokok
Awal Mula Pendekatan Literal terhadap Kitab Suci
Sola scriptura awalnya diperkenalkan oleh William Tyndale sebagai solusi terhadap otoritas Gereja Katolik.
Setelah Perang Saudara Inggris, pendekatan ini berkembang lebih jauh dengan menolak tradisi teologis.
Locke dan Reformulasi Sola Scriptura
Locke berusaha menciptakan persatuan Protestan dengan mengandalkan pembacaan Kitab Suci yang univokal dan literal.
Ia menetapkan akal sebagai penengah wahyu, sehingga wahyu harus diuji dengan rasionalitas.
Dampak Reformulasi Locke
Pemikir bebas seperti John Toland dan Anthony Collins menggunakan prinsip Locke untuk meragukan Kitab Suci.
Mereka menolak nubuat, mempertanyakan keselarasan Perjanjian Lama dan Baru, serta mengecam klaim wahyu di luar akal budi.
Konsekuensi Jangka Panjang
Ide-ide Locke, melalui Toland dan Collins, menginspirasi pemikir ateis seperti Voltaire dan Thomas Paine.
Reformulasi sola scriptura oleh Locke, yang bertujuan memperkuat iman Kristen, justru membuka jalan bagi disintegrasi kepercayaan terhadap Kitab Suci.
Makalah ini mengungkap ironi bahwa ateisme di Inggris bukan berasal dari luar Kekristenan, tetapi dari dalam Protestanisme sendiri melalui pemikiran Locke.
(25032025)(TUS)