Minggu, 09 Maret 2025

Sudut Pandang Memadamkan lilin Pra-Paska

Sudut Pandang Memadamkan lilin Pra-Paska

Saban masa Pra-Paska di Gereja arus-utama dipajang 7 lilin menyala di altar. 7  lilin menyimbolkan 6 (hari) Minggu Pra-Paska (warna ungu); 1 lilin lagi sebagai lilin Kristus (warna puith). Pada setiap kebaktian satu lilin dipadamkan sampai lilin ke-6 padam pada Minggu ke-6 atau Minggu Palem dan akhirnya lilin Kristus dipindahkan pada Jumat Agung. 

[Jika tak punya lilin berwarna ungu, dapat menggunakan lilin putih yang banyak di pasaran dengan lilin ke-7 lebih besar daripada keenam lilin lainnya.]

Pertanyaannya: Kapankah saat yang tepat memadamkan lilin itu?

Pemadaman lilin yang tepat dilakukan sesudah sesi pengutusan dan pemimpin ibadah melayankan berkat.

Sebagai contoh hari ini adalah Minggu kesatu Pra-Paska. Sesudah pendeta atau pemimpin ibadah melayankan berkat, lilin kesatu dipadamkan, enam lilin lainnya tetap menyala. Apa maksudnya? 

Maksudnya tak lain dan tak bukan pemadaman lilin kesatu itu menyimbolkan umat atau Gereja sudah melalui Minggu kesatu Pra-Paska. Jika belum melewati, jangan dipadamkan dulu.

Sejalan dengan waktu lilin ke-6 akhirnya dipadamkan sehingga menyimbolkan benar-benar gelap pada Jumat Agung. Namun, Lilin Kristus tetap meyala, tetapi lilin ini dipindahkan dari altar dan akan kembali pada Minggu Paska.

Simbolisasi itu berkebalikan dengan 4 lilin Adven, yang dinyalakan satu demi satu sampai Minggu ke-4 Adven. Dari gelap ke terang. Penyalaan lilin di masa Adven menyimbolkan harapan, damai, sukacita, dan kasih.
(09032025)(TUS)

Sudut 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 Matius 10:40-42 [𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗩 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗮𝗸𝗼𝘀𝘁𝗮, 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗔] 𝙏𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙜𝙚𝙣𝙜𝙨𝙞

Sudut 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 Matius 10:40-42 [𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗩 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗮𝗸𝗼𝘀𝘁𝗮, 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗔] 𝙏𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙜𝙚𝙣...