Kamis, 12 Juni 2025

Betulkah Amsal 8 : 22-31, merujuk bahwa Yesus bukan Tuhan karena diciptakan?, Study Kata, Serial apologetika

Betulkah Amsal 8 : 22-31, merujuk bahwa Yesus bukan Tuhan karena diciptakan?, Study Kata, Serial apologetika

Doktrin baru yang tercipta dan yang menyimpang, biasanya terjadi akibat ayat tidak dibaca secara jujur, secara lurus apa adanya (metode membaca ayat secara PESHAT). Banyak theolog bertafsir tanpa memahami langkah pertama dalam bertafsir, yaitu membaca ayat secara PESHAT. Suatu ayat tidak dipahami secara benar dahulu, tapi langsung bertafsir. Sehingga kemudian terjadilah pengajaran-pengajaran yang keliru. Misalnya adaya doktrin "Penginjilan Orang Mati", doktrin error ini terjadi akibat si pengajar mengabaikan langkah pertama bertafsir, yaitu pembacaan ayat secara PESHAT.

Pemahaman Study Kata, adalah penting. Termasuk yang kita pelajari dalam bahasan ini. Sebab, jika suatu kata tidak dipahami secara benar, dan "permainan kata" itu kemudian dapat dipergunakan untuk menggugat Hakekat Allah dan keimanan kepada-Nya.
Yang menyatakan "Hikmat" dalam Amsal 8:22-31 merujuk kepada Yesus Kristus adalah "penafsiran". Perikop Amsal 8:22-36 berbicara tentang "hikmat" yang ada pada Allah. Namun, tidak gampang menyatakan bahwa "hikmat" itu adalah Yesus Kristus karena apa yang ada pada pribadi Allah itu kompleks. Tentu saja bukan hanya hikmat, tetapi juga pikiran, perasaan, pengetahuan, dan seterusnya.
1 Korintus 2:11
Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
Roma 11:33-34
11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
Orang pertama yang menghubungkan "Hikmat" dalam Amsal 8:22 dengan Kristus adalah Justin Martyr, abad ke-2 M, dalam bukunya Dialogue CXXIX (Reff: Steve Rudd, "Sola Scriptura: Mistakes made by the Apostolic Fathers based on tradition"). Namun demikian, Athanasius menolak bahwa Amsal 8:22 berkaitan dengan Kristus (De Decretis or Defence of the Nicene Definition, dalam Rudd, "Sola Scriptura"). Kalangan Arius menggunakan Amsal 8:22 untuk menggugat keTuhanan dan keAllahan Kristus sejak abad ke 4M. Kemudian kalangan Unitarian, misal: Saksi Yehuwa biasanya menggunakan Amsal 8:22-31 sebagai rujukan kepada Yesus Kristus sekaligus membantah keilahian Yesus Kristus karena "hikmat" di sana ditulis sebagai "diciptakan oleh Allah".
Jikalau kata "hikmat" (Ibrani: חָכְמָה - KHOKH'MAH) dalam Amsal pasal 8 itu dianggap sebagai sosok Yesus Kristus, lalu siapakah sosok "kecerdasan" (Ibrani: עָרְמָה - 'AR'MAH) di dalam pasal Amsal 8:12? Apakah para penafsir itu dapat menjawabnya? Maka tentu saja "KHOKH'MAH" itu bukan Yesus Kristus.
Dan, penting sekali kita perhatikan perbedaan antara kata HIKMAT (Ibrani: חָכְמָה - KHOKH'MAH) dan FIRMAN (Ibrani, דָּבָר - DAVAR). Dua kata ini tentu saja berbeda.
Sering sekali Amsal 8 dihubungkan dengan Yohanes pasal 1, tetapi ini tidaklah benar. Yesus Kristus adalah Sang Firman (Ibrani, DAVAR, Yunani, ο λογος - HO LOGOS). Yohanes pasal 1 bersaksi tentang itu. Tetapi "KHOKH'MAH" dalam Amsal pasal 8 bukanlah "DAVAR" atau "LOGOS" dalam Yohanes pasal 1. Kata "KHOKH'MAH" dan "DAVAR" adalah 2 kata yang berbeda

MENGENAI KITAB AMSAL :

Terutama, kalangan Saksi-saksi Yehuwa menggunakan Amsal 8:22-31 sebagai pernyataan bahwa Yesus adalah ciptaan, dengan suatu konklusi bahwa Yesus bukan Allah yang menciptakan.
Amsal 8:22
8:22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
8:25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
8:26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.
8:27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
8:28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
8:31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
Amsal 8:22 adalah ayat yang sering diperdebatkan 'terjemahannya', kita cek :
Amsal 8:22
LAI Terjemahan Baru (TB), TUHAN telah menciptakan aku (QANANI), Note: lebih baik diartikan memiliki (bukan diterjemahkan menciptakan!) sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala
MILT, TUHAN memiliki aku (QANANI) sejak permulaan jalan-Nya, sejak awal dari pekerjaan-Nya.
King James Version (KJV), The LORD possessed me (QANANI) in the beginning of his way, before his works of old.
The Lord acquired me (QANANI) at the beginning of His way, before His works of old.
Orthodox Jewish Bible (OJB), Hashem possessed me (QANANI) in the reshit of His derech, before His works of old.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,

יְהוָה קָנָנִי רֵאשִׁית דַּרְכֹּו קֶדֶם מִפְעָלָיו מֵאָז׃Translit interlinear, YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) QANANI {Dia memiliki aku, (Verb Qal Perfect 3rd Mas. Sing. + Suffix 1st Com. Sing.)} 
RESHIT {sejak permulaan} DAR'KO {jalan-Nya} QEDEM {mula} MIFALAV {dari pekerjaan-Nya} ME'AZ {sejak awal}
Septuagint (LXX), κυριος εκτισεν με αρχην οδων αυτου εις εργα αυτου
Translit, kurios ektisen me arkhên hodôn autou eis erga autou
Note:
קָנָנִי - QANANI adalah קָנָה - QANAH dalam stem "Qal Perfect" orang ketiga maskulin singular dengan suffix orang pertama singular, sehingga artinya menjadi, "Dia memiliki aku."
Berdasarkan terjemahan LXX di atas, Arius - pelopor ajaran 'Arianisme' yang menolak keilahian Yesus Kristus. Terjemahan "telah menciptakan aku" dari kata Ibrani קָנָנִי - "QANANI" itu tidak tepat karena kata "menciptakan" biasanya menggunakan kata Ibrani בָּרָא - BARA' atau עָשָׂה - 'ASAH. Kata Ibrani קָנָה - QANAH cenderung berarti "memiliki (posses)" atau "membeli":
Pengkhotbah 2:7
LAI TB, Aku membeli (QANITI) budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai (MIQ'NEH) juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapapun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku.
KJV, I got me servants and maidens, and had servants born in my house; also I had great possessions of great and small cattle above all that were in Jerusalem before me:
Hebrew,
קָנִיתִי עֲבָדִים וּשְׁפָחֹות וּבְנֵי־בַיִת הָיָה לִי גַּם מִקְנֶה בָקָר וָצֹאן הַרְבֵּה הָיָה לִי מִכֹּל שֶׁהָיוּ לְפָנַי בִּירוּשָׁלִָם׃
Translit interlinear, QANITI {aku telah membeli, Verb Qal Perfect 1st Com. Sing.} 'AVADIM {budak2 laki2} USHEFAKHOT {dan budak2 perempuan} UVENEY-VAYIT {dan anak2 mereka yang lahir di rumah} HAYAH LI {ada padaku} GAM {juga} MIQ'NEH {untuk memiliki} VAQAR {dan lembu} VATSO'N {dan kambing-domba} HAR'BEH {yang banyak} HAYAH LI {ada padaku} MIKOL SHEHAYU {melebihi siapapun} LEFANAY {yang tinggal} BIRUSHALAIM {di yerusalem}
Note:
קָנִיתִי - QANITI adalahVerb Qal Perfect 1st Com. Sing. dari kata dasar קָנָה - QANAH
Yesaya 1:3
LAI TB, Lembu mengenal pemiliknya (QONEHU) , tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.
KJV, The ox knoweth his owner, and the ass his master's crib: but Israel doth not know, my people doth not consider.
Hebrew,
יָדַע שֹׁור קֹנֵהוּ וַחֲמֹור אֵבוּס בְּעָלָיו יִשְׂרָאֵל לֹא יָדַע עַמִּי לֹא הִתְבֹּונָן׃
Translit interlinear, YADA' {dia mengenal} SHOR {lembu} QONEHU (yang memilikinya (pemiliknya), Verb Qal Participle) VAKHAMOR {dan keledai} 'EVUS {palungan} BE'ALAV {dari tuannya} YIS'RA'EL {tetapi israel} LO' {tidak} YADA' {dia mengenal} 'AMI {umatku} LO' HIT'BONAN {dalam pemahamannya}
Note:
קֹנֵהוּ - QONEHU adalahVerb Qal Participle dari kata dasar קָנָה - QANAH
Zakharia 13:5
LAI TB, tetapi masing-masing akan berkata: Aku ini bukan seorang nabi, melainkan seorang pengusaha tanah, sebab tanah adalah harta kepunyaanku (HIQ'NANI) sejak kecil.
KJV, But he shall say, I am no prophet, I am an husbandman; for man taught me to keep cattle from my youth.
Hebrew,
וְאָמַר לֹא נָבִיא אָנֹכִי אִישׁ־עֹבֵד אֲדָמָה אָנֹכִי כִּי אָדָם הִקְנַנִי מִנְּעוּרָי׃
Translit interlinear, VE'AMAR {dan dia berkata} LO' {bukan} NAVI' {nabi} 'ANOKHI {aku} 'ISH-'OVED 'ADAMAH {tetapi seorang pekerja tanah} 'ANOKHI {aku} KI {sebab} 'ADAM {tanah} HIQ'NANI {itu yang aku memiliki, Verb Hiphil Perfect 3rd Mas. Sing.} MINE'URAI {semenjak aku kecil}
Note:
הִקְנַנִי - HIQ'NANI adalahVerb Hiphil Perfect 3rd Mas. Sing. dari kata dasar קָנָה - QANAH
Pada abad IV sudah terjadi perdebatan dari 'kalangan Arian' : Pokok persoalannya ialah : Apakah arti קָנָה - QANAH yang diterjemahkan "memiliki (posses)" oleh Vulgata, KJV, RV; dan diterjemahkan "menciptakan" dalam terjemahan LXX (Septuaginta), Tarqum, RSV, dan TB LAI bahasa Indonesia.

Para pengikut Arian berpegang pada terjemahan LXX, "Tuhan telah menciptakan aku", LXX kurios ektisen me ; κυριος εκτισεν με, persoalan pada kata εκτισεν – ektisen verb - aorist active indicative - third person singular dari kata dasar κτιζω - KTIZÔ, leksikon Yunani : to fabricate, i.e. found (form originally) -- create, Creator, make. Terhadap kata ini, kalangan tsb memakainya sebagai bukti kebenaran pandangan bahwa "Kristus adalah makhluk ciptaan", dalam gaya pemikiran Silogisme mereka, sbb :
    Premis Mayor: Hikmat adalah Yesus Kristus
    Premis Minor: Hikmat itu diciptakan
    Konklusi : Yesus Kristus adalah ciptaan (Dia bukan Allah yang menciptakan, tetapi sebatas makhluk ciptaan saja)

Mereka menolak bahwa Injil Yohanes dan ayat-ayat lain dalam PB yang jelas menyatakan Yesus Kristus adalah Allah.

Dan memang mereka mempersoalkan arti kata Ibrani QANAH dalam beberapa versi terjemahan Alkitab yang beredar. Terjemahan "menciptakan" mengindikasikan bahwa hikmat Allah bukanlah sifat yang kekal, padahal seluruh sifat Allah adalah kekal. Jika demikian artinya, maka "hikmat Allah tidak kekal", maka akan menimbulkan kesan bahwa Allah sebelumnya tidak berhikmat (John Frame, The Doctrine of God (Phillipsburg: P&R Publishing, 2004), 68l. 8 Allan P. Rose, "Proverbs", EBC Vol. 5. Electronic edition). Apakah Allah itu kurang berhikmat sehingga Dia harus menciptakan hikmat lebih dahulu sebelum menciptakan segala sesuatu?
Arti QANAH yang biasa adalah ‘mendapat, memperoleh’ seperti dalam Amsal 1:5, 4:5 dan pada tempat-tempat lain.
Amsal 1:5
LAI TB, baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh (YIQ'NEH)
Memang ada tempat-tempat dimana kata Ibrani QANAH dimana di beberapa terjemahan diterjemahkan dengan "menciptakan/ membuat" (Kejadian 14:19 – "Pencipta langit dan bumi" atau juga ‘pemilik’, Keluaran 15:16 – "umat yang Kau peroleh" atau "mendapatkan") .
 Kejadian 14:19
LAI TB, Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (QONEH) langit dan bumi,
Seorang Pakar Alkitab CF Burney mengatakan bahwa disini maksudnya adalah 'melahirkan' dan suatu kata yang seakar dengan kesusastraan Ugarit yang sering diterjemahkan 'pencipta dewa-dewa' kelihatannya berarti "melahirkan" bukan "membuat". Arti milik dan arti melahirkan memang berhubungan erat (Lihat Kejadian 4:1 dimana QANAH juga dipakai).
Kejadian 4:1
LAI TB, Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat (QANITI)) seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
Maka, kata QANAH dengan arti "dimiliki" untuk ayat Amsal 8:22 itu lebih tepat dalam penterjemahannya.


Namun, apakah benar Amsal 8:22 ini dapat dipakai sebagai legitimasi bahwa Yesus adalah "hikmat" yang ‘diciptakan’?

Kata kunci dari isi perikop ini adalah "hikmat" (KHOKMAH, Ibrani atau σοφια – SOPHIA, Yunani).
Dan tentu saja kata KHOKMAH ini berbeda dengan kata DAVAR sebagaimana kata λογος – LOGOS berbeda dengan kata σοφια – SOPHIA. Nah dalam perikop Amsal 8 ini, tafsir dari kalangan tersebut 'menyamakan' kata KHAK'MAH dan DAVAR (reff: Yohanes pasal 1) untuk mendukung doktrin mereka, dengan memaksakan posisi Yesus Kristus adalah sepenuhnya 'ciptaan'.

Pada umumnya, kita mengerti arti kata "hikmat" sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan dengan cara yang benar. Di dalam Alkitab, hikmat memiliki arti yang lebih dalam lagi. Lebih jelasnya, anda bisa membaca ayat ini :
Amsal 8:12-14
8:12 LAI TB, Aku, hikmat (KHOKH'MAH), tinggal bersama-sama dengan kecerdasan ('AR'MAH), dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
Seandainyapun kata QANAH dalam Amsal 8:22 harus dipaksakan dengan "menciptakan" dalam Amsal 8:22 dan kata bentuk feminine KHOKH'MAH juga dipaksakan kepada sosok Yesus Kritus demi nafsu mereka untuk membonsai hakikat Yesus Kristus terbatas pada "makhluk ciptaan", para penafsir itu masih akan menghadapi problema yang pelik dan tidak dapat diselesaikan. Coba kaji lagi pada pasal yang sama, yaitu di Amsal 8:12 menulis: "Aku, hikmat (KHOKH'MAH), tinggal bersama-sama dengan kecerdasan ('ARMAH), dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan". Kalau "Hikmat" (KHOKH'MAH) itu dianggap sbg sosok Yesus Kristus, lalu siapakah sosok "kecerdasan" ('AR'MAH) itu?

Dengan demikian kita dapat mengerti bahwa kata Ibrani KHOKH'MAH (hikmat) dalam kitab Amsal tidak mengacu kepada pribadi Sang Firman yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kata bentuk feminine pada Amsal 9:1 dan kata Ibrani אֲנִי - ANI ("I (aku)", kata ganti orang pertama) pada Amsal 8:12,22, hanyalah bentuk "personifikasi" dari kata 'hikmat'. Kata bentuk feminine tersebut jelas tidak cocok diperuntukkan kepada Yesus Kristus yang terlahir di dunia (inkarnasi) sebagai laki-laki.
tapi inget, ROH KUDUS itu yg mengingatkan dan mengajarkan, dalam budaya Israel kuno ROH ALLAH dikaitkan dg kecerdasan dan pengetahuan. Yohanes 14:26 (TB)  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 16:13 (TB)  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Roh Kudus itulah yang memimpin dan mengarahkan kita manusia pada jalan keteladanan Kristus.

 Dalam budaya Israel Kuno atau Yahudi, kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual atau kognitif saja, tetapi juga dari kemampuan spiritual, moral, dan sosial.

Mengingat, mengajar, dan memimpin dapat dikategorikan sebagai bagian dari kecerdasan dalam beberapa aspek:

- Mengingat: Dalam tradisi Yahudi, kemampuan mengingat (dalam bahasa Ibrani: "zikkaron") sangat penting, terutama dalam mengingat hukum-hukum Tuhan dan sejarah bangsa Israel. Kemampuan mengingat ini dianggap sebagai bagian dari kecerdasan spiritual dan moral.
- Mengajar: Dalam tradisi Yahudi, mengajar (dalam bahasa Ibrani: "limmud") dianggap sebagai salah satu bentuk kecerdasan yang penting. Kemampuan mengajar tidak hanya tentang menyampaikan pengetahuan, tetapi juga tentang membimbing dan membentuk karakter siswa.
- Memimpin: Dalam tradisi Yahudi, kepemimpinan (dalam bahasa Ibrani: "nasei") dianggap sebagai bentuk kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk memimpin dan membimbing komunitas dengan bijak dan adil.

Dalam konteks ini, kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual, tetapi juga dari kemampuan spiritual, moral, dan sosial. Kemampuan mengingat, mengajar, dan memimpin dapat dianggap sebagai bagian dari kecerdasan yang lebih luas, yang melibatkan kemampuan untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari, ini yg  maksud kenapa kecerdasan itu dianggap ROH ALLAH, jadi HIKMAT ALLAH itu SABDA ALLAH, maka orang berhikmat itu orang yg mau mendengar sabda Allah, karena mengikuti tuntunan sabda Allah maka SALOMO menjadi BIJAKSANA, segala hal yg merupakan kecerdasan apalagi diperuntukan kemuliaan Tuhan (membangun bait suci dlsb) itu dianggap sebagai hasil karya ROH ALLAH, jadi segala sesuatu yg itu dianggap untuk kemuliaan Tuhan dianggap karya ROH ALLAH karena mendengar HIKMAT ALLAH/SABDA ALLAH, oleh karena itu, gagasan banyak karunia tapi satu Roh itu gak mengherankan di PB apalagi dr Paulus yg ngerti bener tradisi dan pemahaman Yahudi atau Israel Kuno, satu tubuh banyak anggota, tidak mengherankan karena jejak nya di PL sangat kentara.

Amsal 8:22 dalam bahasa Yunani linear (Septuagint) adalah: "ἐγὼ ἐγεννήθην πρῶτον ἐπὶ τοῦ δρόμου αὐτοῦ, πρό τοῦ ποιεῖν πάντα τὰ ἔργα αὐτοῦ."Artinya: "Aku dilahirkan pertama di jalan-Nya, sebelum Ia melakukan segala pekerjaan-Nya." Berikut ini adalah beberapa poin penting mengenai ayat ini: "ἐγὼ" (egō): Berarti "aku" (sebagai kebijaksanaan, yang dipersonifikasikan).
  • "ἐγεννήθην" (egenēthēn): Berarti "aku dilahirkan" (dalam bentuk pasif, menunjukkan bahwa hikmat dilahirkan oleh Tuhan).
  • "πρῶτον" (prōton): Berarti "pertama" (sebagai yang paling awal atau pertama dalam urutan waktu).
  • "ἐπὶ τοῦ δρόμου αὐτοῦ" (epi tou drōmou autou): Berarti "di jalan-Nya" atau "sebagai permulaan jalan-Nya".
  • "πρὸ τοῦ ποιεῖν" (prō tou poiein): Berarti "sebelum melakukan".
  • "πάντα τὰ ἔργα αὐτοῦ" (panta ta erga autou): Berarti "semua pekerjaan-Nya".
Singkatnya, ayat ini menekankan bahwa hikmat telah ada sejak sebelum segala pekerjaan Tuhan dilakukan. 

(12062025)(TUS)




Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...