Kamis, 24 Juli 2025

SUDUT PANDANG ARKEOLOGI, 2 KORINTUS 4:7, TEMPAYAN TANAH LIAT

SUDUT PANDANG ARKEOLOGI, 2 KORINTUS 4:7

TEMPAYAN TANAH LIAT

2 Kor 4:7, But we have 6 this treasure in earthen vessels, that the excellence of the power may be of God and not of us. (NKJV)
2 Kor 4:7, Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. (TB)
Kita sering mendengar khotbah tentang bejana tanah liat sebagaimana yang disebutkan dalam 2 Korintus 4:7, dan mengeksplorasinya dalam berbagai perspektif dan gaya, seperti metafora yang menggambarkan bejana yang terbuat dari tanah liat tersebut sebagai representasi dari kelemahan dan ketidakberdayaan manusia.
Bagaimana dengan perspektif arkeologis ?
Adakah sesuatu yang dapat membantu kita di dalam memahami kebenaran Firman Tuhan ?
Beberapa waktu yang lalu, sebuah gua makam kuno ditemukan di Taman Nasional Pantai Palmachim di selatan Tel Aviv. Gua makam kuno ini terungkap ketika sebuah traktor mengenai sebuah batu selama pekerjaan yang dilakukan oleh Nature and Parks Authority Israel. Batu yang biasa digunakan sebagai penutup makam.
Para arkeolog dari Otoritas Purbakala Israel (IAA) segera turun dan menggali lagi sampai sedalam 2,5 meter ke dalam gua dan menemukan gua kubur yang dipenuhi dengan berbagai bejana tanah liat, termasuk mangkuk, panci masak, kendi, dan lampu minyak. Menurut Eli Yannai dari IAA, bejana-bejana ini berasal dari Zaman Perunggu Akhir atau periode LB IIB (abad ke-13 SM).
Zaman Perunggu Akhir, berlangsung sekitar tahun 1550 hingga 1200 SM, bertepatan dengan periode waktu dalam Perjanjian Lama yang mencakup masa hidup tokoh-tokoh seperti Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan Musa. Periode ini mencakup narasi masa patriarkal dan Keluaran, sampai dengan masa penaklukan Kanaan di bawah Yosua.
Dari temuan ini, beberapa hal menarik dapat terungkap:
1. Tradisi penguburan di dalam gua sudah dipraktekkan oleh bangsa Israel sejak jaman nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.
2. Tradisi penguburan bangsa Israel kuno menyertakan berbagai barang berharga yang disimpan di dalam tempayan-tempayan tanah liat.
3. Tanah liat sebagai tempat penyimpanan harta atau benda-benda berharga merupakan kebiasaan orang-orang Israel sejak masa Abraham, Ishak dan Yakub.
4. Ayat 2 Kor 4:7 tidak sekedar mempunyai makna metafora, namun juga merupakan fakta historis tradisi dan kebiasaan bangsa Israel kuno.
5. Di dalam 2 Kor 4:7, Paulus jelas menyinggung praktik menyimpan barang berharga di dalam tempayan atau bejana tanah liat, dan membandingkan nilai harta yang disimpan tersebut dengan nilai tempayan atau bejana yang hanya terbuat dari tanah liat tersebut. Melalui ayat ini Paulus mengingatkan akan nilai yang sangat tinggi dari pesan Injil yang harus diwartakan oleh manusia berdosa.
6. Dengan kata lain, Paulus mengingat bahwa kita dan para hamba Tuhan yang mewartakan kebenaran Firman Tuhan, tidak selayaknya, dengan alasan apapun, untuk bermegah diri, mengenakan jam tangan ratusan juta, baju dan tas puluhan juta, mengendarai mobil mewah, dan berbagai kemewahan lainnya. Karena kita hanyalah sebuah tempayan yang terbuat dari tanah liat, yang tidak akan pernah bisa sebanding dengan apa yang kita simpan di dalamnya, yaitu Kebenaran Firman Tuhan.
Semoga bermanfaat
Tuhan Yesus memberkati

Referensi: Dari berbagai sumber
(24072025)(TUS)

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...