Selasa, 15 Juli 2025

SUDUT PANDANG LAIN LUKAS 10: 38 - 42, KISAH MARIA DAN MARTA, TIDAK MELEWATKAN KEHADIRAN ALLAH

SUDUT PANDANG LAIN LUKAS 10: 38 - 42, KISAH MARIA DAN MARTA, TIDAK MELEWATKAN KEHADIRAN ALLAH

PENGANTAR
Bacaan leksionari hari Minggu ini, Kejadian 18:1-10a, Tanggapan : Mazmur 15, Bacaan II : Kolose 1:15-28, Bacaan Injil : Lukas 10: 38-42. 
Kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42) bbrp analisis :

Perbedaan:

- Maria dan Marta memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyambut Yesus. Maria memilih untuk duduk di kaki Yesus dan mendengarkan ajarannya, sementara Marta sibuk dengan tugas-tugas kerumahan.
- Perbedaan ini menunjukkan bahwa ada berbagai cara untuk menyambut Tuhan, menerima kehadiran Tuhan dan bahwa Tuhan menghargai kehadiran-Nya dalam berbagai bentuk.

Kasih:

- Kasih Marta kepada Yesus terlihat dalam usahanya untuk menyambut-Nya dengan baik. Namun, Tuhan tidak mengkritisi yg dilakukan Martha .
- Kasih Maria kepada Yesus terlihat dalam keputusannya untuk duduk di kaki-Nya dan mendengarkan ajarannya, dan itu bagian dari Maria, itu keunikan Maria. Ini menunjukkan bahwa kasih sejati melibatkan penerimaan atas perbedaan, memahami firman Tuhan, atau pun sibuk urusan rumahan tak ada bedanya, tokh Tuhan hadir di sana, semua sama baiknya.

Keadilan:

- Yesus menegur Marta karena tidak adil pd Maria dg mulai cemburu, mempertandingkan dan membandingkan, apa yg dilakukannya dan apa yg dilakukan Maria, dalam membagi prioritasnya. Marta unik pada tugas-tugas kerumahan dan Maria unik dg mendengarkan firman Tuhan.
- Keadilan dalam konteks ini berarti tidak membedakan ke unik an tapi menjadi tidak adil ketika mulai membandingkan dan mempertandingkan perbedaan serta ke unik an.

Kehadiran Tuhan:

- Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan hadir dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam situasi yang paling sederhana sekalipun, dan dalam tiap sisi perbedaan serta ke unik an.
- Kehadiran Tuhan tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan formal, tetapi juga dapat dialami dalam momen-momen biasa, seperti makan bersama, urusan rumahan atau mendengarkan ajaran di rumah.

Dalam analisis bahasa, kata-kata kunci dalam kisah ini adalah:

- "Mendengarkan" (Lukas 10:39): Maria memilih untuk mendengarkan0 ajaran Yesus, menunjukkan bahwa mendengarkan adalah kunci untuk memahami firman Tuhan.
- "Sibuk" (Lukas 10:40): Marta sibuk dengan tugas-tugas kerumahan, menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan duniawi pun tidak dikritisi Tuhan.
- "Yang lebih baik" (Lukas 10:42): Yesus mengatakan bahwa Maria telah memilih "yang lebih baik", menunjukkan bahwa Maria memilih bagian ke unik an, karena dalam bahasa aslinya itu bukan kalimat perbandingan.

Dalam keseluruhan, kisah Maria dan Marta menunjukkan bahwa perbedaan dalam pendekatan tidak selalu salah,  Kasih sejati melibatkan penerimaan akan perbedaan dan ke unik an, dan keadilan berarti memberikan prioritas yang tepat serta tidak memperbandingkan bahkan mempertandingkan perbedaan dan ke unik an pada hal-hal yang penting. Kehadiran Tuhan dapat dialami dalam kehidupan sehari-hari, dan penting untuk menyambut-Nya dengan cara yang tepat.


PEMAHAMAN
Dari Lukas 10 : 38 - 42, ayat inilah kita mengambil kesimpulan bahwa Maria lebih disayang Yesus daripada Marta, dari ayat ini juga seringkali kita menyarankan orang2 untuk tidak terlalu fokus kepada pelayanan saja seperti Marta, harus jadi seperti Maria, yang duduk mendengarkan Yesus. Penafsiran ini benar, saya setuju kalau kita gak boleh fokus kepada pelayanan saja, harus kepada Yesus.
Nah seolah-olah nafas yang kita dapat dari penafsiran ini adalah Marta salah/lebih rendah rohaninya/tidak dikasihi oleh Yesus, Maria lebih dikasihi oleh Yesus.
Well, boleh-boleh saja mengemukakan demikian, ayatnya pun ada. Hanya saja melalui tulisan ini saya ingin mengajak saudara untuk melihat dari sisi lainnya, dengan demikian saya berharap kita bisa melihat hal ini secara keseluruhan.
Apakah benar hanya Maria yang dikasihi? Marta tidak? Maria lebih "rohani"? Marta tidak?
Satu ayat ini menakjubkan!

Yohanes 11
5. Yesus sungguh menyayangi Marta dan kakaknya serta Lazarus.

Lho lho, tunggu sebentar, disana dikatakan Yesus memang mencintai yang ketiganya. Apakah tepat kalau kita katakan Yesus hanya mencintai Maria sedangkan Marta tidak berdasarkan Yesus pernah menegur Marta? Tentunya tidak bukan?
Nah poin kedua ini mungkin agak "merindukan" dari pandangan kita
Perhatikan baik-baik ayatnya berkata:
mencintai Marta dan kakaknya juga dan Lazarus.
Hei-hei,  ini lebih aneh lagi?
Kan yang kita percaya Maria ini seperti "anak emasnya" Tuhan Yesus
Bagaimana mungkin kok namanya di ayat tersebut tidak disebut? dibagian mencintai lagi. Padahal kalau kita membaca keseluruhan ayatnya, nama Maria disebut di awal dan setelah ayat ini disebut juga kok.
Kenapa di bagian mencintai ini, seolah-olah, Yesus lebih mencintai Marta dan Lazarus.... kok Maria disebut saja tidak, kayak orang yang seolah-olah "terlupakan" begitu.
sekedar FYI, ini gak salah terjemahin, silahkan cek bahasa aslinya pun tidak ada nama Maria disitu, seolah-olah "terlupakan".
Alkitab memang terkadang aneh, gak masuk logika, tapi saya meyakini setiap kata-kata yang tertulis itu bisa mengajar kita hal-hal yang tidak kita pikirkan, dan saya yakin ini Yohanes tidak sedang salah tulis.
Mungkin dari ayat ini Tuhan Yesus ingin menyiratkan kepada kita, bahwa Dia sebenarnya juga memandang Marta itu sama artinya dengan Maria walaupun Dia pernah menegurnya? Sengaja di ayat ini Tuhan sepertinya sedang fokus kepada Marta dan Lazarus saja, bukan kepada Maria. Saya percaya sebenarnya dalam suatu organisasi gereja yang baik atau dalam kita mengerjakan panggilan kita masing-masing, kita sebenarnya butuh untuk jadi seperti Marta dan jadi seperti Maria, bukankah sebenarnya keduanya saling melengkapi?
coba pikir, jika saat itu semuanya mendengarkan Yesus, siapa yang menyiapkan makanan supaya Yesus bisa makan? Masa sisi kemanusiaanNya kurang kelaparan?
Kalo ada yang berpikir gak perlu Marta untuk nyiapin makanan karena Dia mampu menyediakan makanan untuk 5000 orang padahal ya sekalian aja Dia ga perlu makan seumur hidup toh, ini bukan jawaban, saya harap saudara mengerti, toh Dia setelah bangkit pun makan ikan bakar bersama murid-muridNya.
Intinya bukan masalah perlu gak perlu, kalo soal itu, emangnya Yesus juga perlu Maria buat dengerin Dia? Kan tidak juga, kalau ga ada yang memuji Dia, ya batu juga bisa memuji Dia.

Jadi hemat saya,
Marta melayani sisi kemanusiaan Yesus
Maria melayani sisi ke-Tuhan-an Yesus
keduanya perlu ada, dan gak boleh satu diabaikan demi yang lain

Sejalan dengan dua hukum yang utama :
Kasihilah Allahmu
Kasihilah sesamamu manusia

Semakin kita dekat dan mendengarkan Tuhan seperti Maria, maka seharusnya kita semakin bekerja seperti Marta, bukannya malah duduk mendengar doang.
Semakin kita bekerja untuk Tuhan seperti Marta, maka seharusnya kita meluangkan waktu untuk mendengarkan Tuhan seperti Maria, bukannya lalu kerja aja terus.
Keduanya saling melengkapi, itulah kenapa Tuhan Yesus senang sekali pergi ke rumah Maria dan Marta ini saya pikir, alasan itulah saat dimana Yesus dilayani secara jasmani (manusia) dan rohani (Tuhan),
Ini saat yang indah, dimana kalau dia diluar sedang, mungkin orang-orang hanya fokus kepada sisi TuhanNya (SABDA) saja, gak pernah "mikirin" sisi manusiaNya (KARYA).
Mungkin hanya di rumah Maria dan Marta lah Yesus merasa kenyang karena makanan yang disediakan Marta dan merasa puas karena didengarkan oleh Maria (SABDA DAN KARYA).
Mungkin juga karena adanya Maria dan Marta maka Yesus memilih Lazarus secara khusus untuk dia dari Ketika kematian menjemput, untuk memperlihatkan Yesus, anak Allah yg hidup, kita melayani Tuhan dan melayani sesama, itulah saat kuasa kebangkitan itu terjadi.
Semakin kita melayani Tuhan, maka kita akan semakin melayani sesama
Semakin kita katanya menyembah Tuhan, maka kita juga akan semakin mencintai sesama, tidak mungkin yang satu berdiri tanpa yang lain, 2 sisi dalam satu keping, Tuhan Yesus mewujudkannya, dari sudut pandang keadilan dan penerimaan atas perbedaan, dan itulah keteladanan Yesus KASIH, jadi kasih itu harus ada keadilan dan salah satu wujudnya adalah menerima perbedaan. Menurut pendapat teologi feminis, ayat ini menegaskan bahwa perempuan juga mempunyai hak untuk mendapatkan pengetahuan agama bukan hanya kaum pria.
Apa yang dilakukan Marta baik dan tidak salah sehingga memang tidak ditegur Yesus. Marta ini mewakili wanita tradisional Yahudi yang merasa wajib mengurus keluarga, melayani tamu dan merasa tidak berhak ikut serta dalam urusan laki-laki (mendalami pengetahuan agama).

Pada Lukas 10:41 ini, Yesus tidak menegur Marta melainkan menyarankan Marta untuk melakukan hal yang sama seperti Maria, karena Marta juga berhak mendapat pengetahuan agama seperti Maria dan kaum pria pada umumnya. Dan Yesus menginginkan Marta juga memperoleh pengetahuan seperti Maria sehingga Yesus menyarankan Marta untuk tidak perlu repot-repot bagi Yesus, cukup mendengarkan Yesus

Jadi Lukas 10:38-42 ini secara tidak langsung menyatakan bahwa perempuan mempunyai hak yang sama seperti kaum pria untuk mendapat pendidikan, menuntut ilmu, pergi ke sekolah.
Jadi Yesus secara tidak langsung mewartakan kesetaraan gender antara pria dan wanita dalam masalah pendidikan. Nah ..... sudut pandang feminis lain lagi. Kejadian 18:1-10, Abraham mengenali Allah, maka Abraham meminta ALLAH TIDAK MELAMPAUINYA, maksudnya adalah Allah tidak melewatinya, tapi sebetulnya Allah tidak pernah melampaui atau melewati Abraham, karena Allah itu setia, Allah hadir di depan Abraham untuk mengulangi janjinya, bukan Allah yg akan melewati atau melampaui manusia, Allah setia, tetapi seringkali manusialah yg melewatkan kehadiran Allah.
Agar Allah tidak melampaui atau melewatinya, maka Abraham melakukan karya, dg menjamu makan Allah, ketika karya itu dilakukan maka firman atau janji itu ada dan diperdengarkan ulang pada Abraham.
oleh karena itu, kenapa perjamuan Kudus atau Ekaristi itu adalah simbol kehadiran dan kesetiaan Allah pada umat, dg simbol jamuan Allah itu firman dan janji Allah itu diingatkan pada umat. kelihatannya, Abraham memang sejak awal mengenali bahwa tamunya adalah utusan Tuhan/Tuhan, tapi ayat 10a mempertegas, karena janji itu kan hanya diketahui Abraham dan Allah, artinya Abraham mengenali Allah shg tidak melewatkan kehadiran Allah, oleh karenanya apabila kita ingin tidak melewatkan kehadiran Allah, tidak ingin Allah melampaui kita. maka kita mengenali kehadiran Allah dalam hidup kita pada tiap peristiwa atau proses yg kita hadapi dan lakukan dalam hidup ini meneladan Kristus, pada kolose 1:15-28 ..... Paulus menjelaskan pada jemaat kolose di tengah serangan ajaran lain, bahwa Yesus itu gambaran Allah yg nyata dalam dunia, jadi ...... kalau dikaitkan agar Allah tidak melampaui kita, atau kita tidak melewatkan kehadiran Allah dalam hidup kita, maka kita harus mendukung setiàp peristiwa yg ada di hadapan hidup kita yg meneladan Kristus dan berproses juang untuk meneladan Kristus.
(15072025)(TUS)


Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...