Selasa, 25 November 2025

Sudut Pandang Matius 1 : 18-25, ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฐ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜€[๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ๐—ฉ ๐—”๐—ฑ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ป, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]

 

Sudut Pandang Matius 1 : 18-25,  ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฐ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜€
[๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ๐—ฉ ๐—”๐—ฑ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ป, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]

PENGANTAR 
Di dalam Alkitab ada dua versi kisah kelahiran Yesus, yang kemudian kita sebut dengan kisah Natal, yaitu versi Injil Matius dan Injil Lukas. Kisah kelahiran Yesus ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป laporan historis jurnalistik, melainkan cara pengarang Injil Matius dan Lukas berteologi mengenai Yesus. Kedua cerita Natal itu berbeda karena teologi mereka memang berbeda.

Oleh karena kisah kelahiran Yesus di Injil bukan laporan historis jurnalistik, maka kedua cerita itu tidak boleh digabungkan, tidak boleh diharmoniskan. Penggabungan itu kerap kita lihat pada dekorasi gereja atau panggung Natal atau drama Natal: Yesus diletakkan di palungan dan kehadiran gembala (versi Injil Lukas) yang disatukan dengan orang-orang majus (versi Matius).

Menurut versi Injil Matius Yesus lahir di rumah. Rumah siapa? Rumah Yusuf dan Maria. Mereka punya rumah di Betlehem. Mereka tidak punya rumah di Nazaret. Alih-alih punya rumah di Nazaret, ke Nazaret saja mereka belum pernah. Suasana kelahiran Yesus penuh teror dari Raja Herodes.

Menurut versi Injil Lukas Yesus lahir di kandang (apa pun istilahnya) karena Yusuf dan Maria tidak punya rumah di Betlehem. Mereka tinggal di Nazaret. Suasana kelahiran penuh damai. Tidak ada teror dari Raja Herodes. Bahkan Yesus disunat di Betlehem dan kemudian dibawa ke Yerusalem untuk prosesi sesuai dengan hukum Musa. Bukan hanya itu, Yesus sewaktu masih anak-anak dibawa ke Yerusalem untuk perayaan Paska. Tidak ada ancaman pembunuhan terhadap Yesus.

Kalau berbeda cerita karena persoalan teologi yang diusung oleh masing-masing pengarang Injil, apa dong perbedaannya? 

Sebagai petunjuk awal Injil Matius dibuka dengan silsilah Yesus karena pengarang Injil Matius hendak mengatakan bahwa Yesus sejak lahir adalah Raja Mesianik. Raja Herodes mewakili pemimpin Yahudi yang menolak Yesus ๐˜™๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜‹๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ, sedang orang-orang majus adalah gambaran orang bukan-Yahudi yang menerima Yesus ๐˜™๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ.

Pengarang Injil Lukas yang mengusung teologi kenaikan, dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi, mau menyampaikan bahwa Yesus menjadi Raja Mesianik sesudah kebangkitan dan kenaikan-Nya. Sebelum menjadi Raja Mesianik, Ia harus menderita. Kalau ada dekorasi Natal yang menampilkan orang-orang majus mendatangi Yesus di kandang, maka itu jelas keliru dan ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ธ๐˜ถ๐˜ณ, tidak masuk ke dalam teologi Lukas karena Yesus belum menjadi Raja Mesianik pada saat dilahirkan. Yesus menjadi Raja Mesianik sesudah menderita, mati, bangkit, dan naik ke surga.

Pengarang Injil Yohanes tak mau kalah. Pada mulanya Yesus itu sudah ada sebelum dunia dijadikan karena Yesus adalah Firman Allah. Menurut pengarang Injil Yohanes Yesus adalah ฯ…แผฑแฝธฯ‚ (baca: uios) Allah pada mulanya. Sang Firman itu bersama-sama dengan Allah (Yoh. 1:1). Sang Firman itu adalah Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa (Yoh. 1:14, 18). Sang Firman yang nuzul menjadi manusia itu adalah Anak Allah (Yoh. 1:14, 34, 49). Oleh karena itu Injil Yohanes tidak membutuhkan cerita Natal ala Matius dan Lukas serta cerita pembaptisan ala Injil-injil Sinoptis. Penulis Injil Yohanes sengaja menolak cerita pembaptisan Yesus. Meskipun Yohanes Pembaptis ditampilkan, ia tidak diceritakan membaptis Yesus.


PEMAHAMAN 
Bacaan ekumenis Minggu keempat masa Adven hari ini diambil dari Injil Matius 1:18-25 yang didahului dengan Yesaya 7:10-16, Mazmur 80:1-7, 17-19, dan Roma 1:1-7.

Injil kanonik tertua adalah Injil Markus. Pengarang Injil Markus mengawali bukunya dengan “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu ....”.

Penginjil Matius tampaknya kurang ๐˜ด๐˜ณ๐˜ฆ๐˜จ dengan pembukaan Injil Markus. “๐˜”๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ diawali dengan Yohanes Pembaptis?” begitu kira-kira kritik Matius. Matius secara kreatif menambah dua pasal khusus untuk membuka Injilnya. Secara mantap Matius mengawali Injilnya ๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ช๐˜ญ๐˜ด๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ด, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜‹๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ. Matius langsung mengungkapkan jatidiri Yesus yang dianggapnya sangat penting: ๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐˜๐˜‚๐˜€, ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐——๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ, ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—ฏ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—บ.

Kisah menjelang kelahiran Yesus versi Injil Matius tak serumit versi Injil Lukas. Di versi Injil Lukas ada episode pemberitahuan kelahiran Yohanes Pembaptis (Luk. 1:5-25), pemberitahuan kelahiran Yesus (Luk. 1:26-38), Maria bertemu dengan Elisabet (Luk. 1:39-45), Maria memuliakan Tuhan (Luk. 1:46-56), kelahiran Yohanes Pembaptis (Luk. 1:57-66), lalu ayah Yohanes bernubuat (Luk. 1:67-80), dan akhirnya Yesus dilahirkan (Luk. 2:1-7). Bukan itu saja, dalam episode Kelahiran Yesus Yusuf-Maria masih harus pergi dulu ke Betlehem dari Nazaret, Galilea, atas perintah sensus dari Kaisar Agustus. 

Meskipun kisah menjelang kelahiran Yesus versi Injil Matius diceritakan dengan narasi sederhana, tetapi sebenarnya sarat makna.

๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐——๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ 
Keturunan Daud terakhir sebelum Yesus adalah Yusuf, maka  kisah kelahiran Yesus versi Matius menekankan tokoh Yusuf. Yusuf ini bukanlah sembarang Yusuf, melainkan Yusuf keturunan Daud.  Malaikat menyapa Yusuf sebagai anak Daud (Mat. 1:20). Yusuf menjadi suami Maria yang mengandung Yesus sehingga Yusuf menjadi “ayah” Yesus. Oleh karena Yusuf anak Daud menjadi “ayah” Yesus, maka Yesus menjadi “Yesus anak Daud”.

๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐— ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต 
Kalimat pertama (ay. 18) dalam episode kelahiran Yesus sudah menekankan bahwa anak yang dikandung Maria adalah anak dari Roh Kudus, bukan anak dari Yusuf. Dalam arti ketat atau biologis Yesus bukan keturunan Daud. Namun karena Yusuf menjadi suami Maria sesuai hukum Yahudi, Yusuf adalah ayah Yesus secara hukum. Dalam ayat 20 juga Matius menekankan lagi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Yesus Anak Allah, maka hanya Allah yang berhak memberi nama (ay. 21). 

Versi Injil Markus Yesus menjadi Anak Allah sesudah dibaptis (Mrk. 1:11). Matius menolak pendapat Markus. Yesus adalah Anak Allah sejak dari kandungan, kata Matius.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ถ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต
Ayat 22-23: Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan melalui nabi: "๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ญ." -- yang berarti: Allah menyertai kita.

Matius mengutip Yesaya 7:14 untuk ayat di atas, meskipun ia tidak secara eksplisit mengatakannya. “๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข: ๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ญ.” (Yes. 7:14).

Perempuan muda di Yesaya 7:14 diterjemahkan dari kata Ibrani ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ yang secara literal berarti perempuan belum bersuami, tetapi tidak bermakna perawan.

Perempuan muda itu adalah perempuan yang masih muda, meskipun mungkin ia sudah tidak perawan atau sudah bersuami. Kehamilan perempuan muda di Yesaya 7:14 bukanlah kehamilan karena Roh Kudus, melainkan kehamilan normal. Siapa perempuan muda dan anak laki-lakinya yang dimaksud di Yesaya 7:14? Menurut para ahli PL anak laki-laki itu adalah anak Ahas sendiri karena Yahweh dan Nabi Yesaya sedang berbicara kepada Ahas di Yesaya 7:10-25. Anak Ahas yang menggantikan Ahas menjadi raja Yehuda adalah Hizkia (2Raj. 18-20). Jadi, perempuan muda di Yesaya 7:14 adalah ibu Hizkia: Abi (2Raj. 18:2).

Sejalan dengan waktu kitab Yesaya dan kitab-kitab lainnya diterjemahkan ke bahasa Grika, yang kita kenal dengan Septuaginta. Kata ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ diterjemahkan menjadi ฯ€ฮฑฯฮธฮญฮฝฮฟฯ‚ (baca: ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ด). Seperti lazimnya penulis kitab Perjanjian Baru yang menggunakan Septuaginta Matius pun menggunakannya sehingga ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ด diartikan sebagai anak dara atau perawan (๐˜ท๐˜ช๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ). Kutipan dari Yesaya 7:14 di Matius 1:23 sudah berubah maknanya menjadi ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ.

Sesuai dengan kutipan dari kitab Yesaya itu Yesus (Mat. 1:21) juga akan dinamakan ๐™„๐™ข๐™–๐™ฃ๐™ช๐™š๐™ก yang berarti: Allah menyertai kita (Mat. 1:23). Dalam konklusi Matius menekankan lagi bahwa Yesus menyertai kita sampai akhir zaman (Mat. 28:20). Melalui diri Sang Imanuel Allah menggenapi janji-janji-Nya, terutama janji bahwa Ia akan menyertai umat-Nya sampai selama-lamanya.

Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa masa Adven mengandung dua gatra (๐˜ข๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ต๐˜ด): historis dan eskatologis. Historis, umat bersiap diri untuk mengenang menuju perayaan peristiwa kelahiran Yesus yang terjadi sekitar 2026 tahun yang lalu. Eskatologis, umat bersiap diri dalam pengharapan akan kedatangan kembali Kristus (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข). Hari ini penginjil Matius berpesan kepada kita, meskipun masa penantian sarat teror (bom) dan kecemasan, Allah menyertai umat-Nya, bahkan sampai akhir zaman.

 (18122022)(TUS)

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...