Sudut Pandang 𝗦𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀
Kendati jarang dikhotbahkan pada masa Natal, Silsilah Yesus versi Injil Matius sebenarnya bagian penting dalam teologi Natal Matius, bahkan bagian penting dari teologi seluruh Injil Matius. Namun, cilakanya nilai penting dan teologi itu lenyap ketika Silsilah Yesus dianggap “laporan historis”, sekadar memberi informasi mengenai nenek moyang Yesus. Bahkan, ada yang meyakini bahwa silsilah itu bersifat biologis: Yusuf keturunan biologis dari Abraham dan Raja Daud.
Mari kita telisik Silsilah Yesus dalam Injil Matius dan Lukas.
▶️ 𝗥𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗦𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶 𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗠𝗮𝘁𝗶𝘂𝘀 (Mat. 1:2-17):
Abraham - Ishak - Yakub - Yehuda - Peres -Hezron - Ram - Aminadab - Nahason - Salmon - Boas - Obed - Isai - raja Daud.
Daud - Salomo - Rehabeam - Abia - Asa - Yosafat - Yoram - Uzia - Yotam - Ahas - Hizkia - Manasye – Amon - Yosia - Yekhonya – Sealtiel – Zerubabel – Abihud – Elyakim – Azor – Zadok – Akhim – Eliud – Eleazar – Matan – Yakub - Yusuf - Yesus.
▶️ 𝗥𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗦𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶 𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗟𝘂𝗸𝗮𝘀 (Luk. 3:23-38):
[Garis keturunan sengaja dibuat dari atas ke bawah agar memudahkan perbandingan dengan Injil Matius.]
Allah – Adam – Set – Enos – Kenan – Mahalaleel – Yared – Henokh – Metusalah – Lamekh -Nuh – Sem – Arpakshad – Kenan – Salmon – Eber – Peleg – Rehu – Serug – Nahor – Terah – Abraham.
Abraham – Ishak – Yakub – Yehuda – Peres – Hezron – Arni – Admin – Aminadab – Nahason – Salmon – Boas – Obed – Isai – Daud.
Daud – Natan – Matata – Mina – Melea – Elyakim – Yonam – Yusuf – Yehuda – Simeon - Lewi – Matat – Yorim - Eliezer – Yesua – Er – Elmadam – Kosam – Adi – Malkhi – Neri – Sealtiel – Zerubabel – Resa – Yohanan – Yoda – Yosekh – Simei – Matica – Maat – Nagai – Hesli – Nahum – Amos – Matica – Yusuf – Yanai – Malkhi – Lewi – Matat – Eli – Yusuf - Yesus
▶️ 𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝘀𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶 𝗠𝗮𝘁𝗶𝘂𝘀 𝗮𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁?
Sekurang-kurangnya ada 𝘁𝗶𝗴𝗮 𝗸𝗲𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻.
1. 𝘠𝘰𝘳𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘜𝘻𝘪𝘢 (Mat. 1:8)
Kesalahan kesatu itu ada dalam bagian silsilah dari Daud ke Yekhonya.
Daud - Salomo - Rehabeam - Abia - Asa - Yosafat - Yoram - Uzia - Yotam - Ahas - Hizkia - Manasye – Amon - Yosia - Yekhonya.
Menurut Matius (1:8), Yoram memperanakkan Uzia. Padahal Silsilah Daud dalam 1 Tawarikh 3 sbb.:
Daud - Salomo - Rehabeam - Abia - Asa - Yosafat - Yoram - Ahazia (2Rj.8:24-25) - Yoas (2Rj.11-13) - Amazia (2Raj.14) - Azarya (/Uzia, 2Rj.15:32) - Yotam (2Rj. 15:7).
Jadi, anak Yoram seharusnya Ahazia, bukan Uzia. Apakah ayah Yotam bernama Uzia? Menurut 2 Rj. 15:32, ayah Yotam (juga) bernama Uzia; jadi tampaknya Uzia = Azarya (2Rj. 15:7; 1Taw. 3:11). Dengan kata lain dari Yoram ke Uzia (/Azarya) ada tiga raja yang dilompati Matius. Ketiga raja itu adalah Ahazia, Yoas, dan Amazia.
2. 𝘠𝘰𝘴𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘠𝘦𝘬𝘩𝘰𝘯𝘺𝘢 (Mat. 1:11)
Kesalahan kedua itu juga ada dalam bagian dari Daud ke Yekhonya. Padahal Silsilah Daud dalam 1 Tawarikh 3:15-16 begini: Yosia - Yoyakim - Yekhonya (Yoyakhin). Jadi, Yosia seharusnya memperanakkan Yoyakim, bukan Yekhonya. Yekhonya (Yoyakhin) adalah anak Yoyakim, bukan anak Yosia. Raja Yoyakim dilompati Matius.
3. 𝘚𝘦𝘢𝘭𝘵𝘪𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘡𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘣𝘦𝘭 (Mat. 1:12)
Kesalahan ketiga itu ada dalam bagian dari Yekhonya ke Yesus.
Yekhonya – Sealtiel – Zerubabel – Abihud – Elyakim – Azor – Zadok – Akhim – Eliud – Eleazar – Matan – Yakub - Yusuf - Yesus
Padahal menurut Silsilah Daud dalam 1 Tawarikh 3:19, ayah Zerubabel adalah Pedaya (saudara Sealtiel). Namun, dalam bagian PL lainnya seperti dalam Ezra 3:2, Nehemia 12:1, Hagai 1:1, Zerubabel memang dianggap anak Sealtiel. Jadi, kesalahan ketiga itu tampaknya masih dapat “ditoleransi”.
▶️ 𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝘀𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶 𝗟𝘂𝗸𝗮𝘀 𝗮𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁?
Selain tidak akurat Silsilah Yesus versi Lukas terasa janggal.
1. 𝘈𝘳𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘥𝘮𝘪𝘯 (Luk. 3:33)
Menurut Lukas 3:33 Hezron memperanakkan Arni, lalu Arni memperanakkan Admin, dan Admin memperanakkan Aminadab.
Hezron – Arni – Admin – Aminadab
Padahal Silsilah Yehuda dalam 1 Tawarikh 2:9-10 begini: Hezron - Ram - Aminadab.
Matius 1:3-4 juga menulis silsilah yang sama: Hezron - Ram - Aminadab. Jadi, anak Hezron yang seharusnya Ram, bukan Arni. Ayah Aminadab seharusnya Ram, bukan Admin. Dengan kata lain dua nama yang tertulis dalam Lukas 3:33 adalah nama yang salah atau janggal.
2. 𝘚𝘦𝘢𝘭𝘵𝘪𝘦𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘡𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘣𝘦𝘭 (Luk. 3:27)
Hampir semua nama yang tercantum dalam Silsilah Yesus versi Lukas dari Natan (anak Daud) sampai Yusuf (ayah Yesus) adalah nama-nama yang asing. Hampir semuanya tidak memiliki rujukan PL sehingga ada kesan semua nama itu hanyalah karangan Lukas atau jemaat sebelum Lukas. Berbeda dari Matius yang menyusun Silsilah Yesus berdasarkan garis keturunan Salomo, Lukas menyusunnya berdasarkan garis keturunan Natan, anak Daud juga. Anehnya dari Silsilah Natan itu ada juga nama yang sama, misalnya Sealtiel dan Zerubabel (Luk. 3:27).
Daud – Natan – Matata – Mina – Melea – Elyakim – Yonam – Yusuf – Yehuda – Simeon - Lewi – Matat – Yorim - Eliezer – Yesua – Er – Elmadam – Kosam – Adi – Malkhi – Neri – Sealtiel – Zerubabel.
Padahal kedua nama itu ada di Silsilah Salomo versi Matius (1:12). Selain kedua nama itu sama, statusnya juga sama: Sealtiel adalah ayah Zerubabel. Jadi, mengapa ada dua nama yang sama dan dalam status yang sama dalam Silsilah Natan versi Lukas? Mengapa nenek moyangnya berbeda (Salomo/Natan) dan ayah Sealtiel berbeda (Yekhonya/Neri)?
3. 𝘌𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘠𝘶𝘴𝘶𝘧 (Luk. 3:23)
Kejanggalan berikutnya: Silsilah Natan versi Lukas itu berakhir dengan nama yang sama dengan Silsilah Salomo versi Matius: Yusuf (suami Maria, ayah Yesus).
Daud – Natan – Matata – Mina – Melea – Elyakim – Yonam – Yusuf – Yehuda – Simeon - Lewi – Matat – Yorim - Eliezer – Yesua – Er – Elmadam – Kosam – Adi – Malkhi – Neri – Sealtiel – Zerubabel – Resa – Yohanan – Yoda – Yosekh – Simei – Matica – Maat – Nagai – Hesli – Nahum – Amos – Matica – Yusuf – Yanai – Malkhi – Lewi – Matat – Eli – Yusuf - Yesus
Namun, Yusuf versi Lukas ini adalah keturunan Natan dan nama ayahnya adalah Eli (Luk. 3:23). Padahal Yusuf versi Matius adalah keturunan Salomo dan nama ayahnya adalah Yakub (Mat. 1:18). Tampaknya ada dua kemungkinan di sini.
Kemungkinan kesatu, Yusuf anak Eli yang dimaksud Lukas memang bukan tokoh yang sama dengan Yusuf anak Yakub yang dimaksud Matius sekalipun “anehnya” keduanya menjadi suami Maria dan ayah Yesus. Kemungkinan kedua, Yusuf anak Eli itu merujuk tokoh yang sama dengan Yusuf anak Yakub.
Masalahnya: mengapa nenek moyangnya berbeda (Salomo/Natan) dan ayahnya berbeda (Yakub/Eli)? Jika silsilah adalah laporan historis biologis, keduanya tidak mungkin sama-sama benar. Jadi, 𝘀𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗮𝘁𝗶𝘂𝘀 𝗮𝘁𝗮𝘂𝗸𝗮𝗵 𝘀𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗟𝘂𝗸𝗮𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵?
▶️ 𝗗𝘂𝗮 𝗦𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮
Jika kedua silsilah itu dibandingkan dari Daud sampai ke Yusuf (suami Maria) hampir tidak ada nama yang sama kecuali Sealtiel dan Zerubabel. Jadi, cukup beralasan jika disimpulkan bahwa kedua silsilah Yesus itu adalah dua silsilah yang memang berbeda. Akibatnya pertanyaan ini sulit dijawab:
1. Yusuf keturunan Daud dari garis-keturunan siapa: Natan (Luk. 3:31) ataukah Salomo (Mat. 1:6)?
2. Siapakah ayah Yesus atau suami Maria: Yusuf anak Eli keturunan Natan (Luk. 3:23) ataukah Yusuf anak Yakub keturunan Salomo (Mat. 1:16)?
▶️ 𝗨𝘀𝘂𝗹𝗮𝗻 𝘀𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶 𝗸𝗮𝘂𝗺 𝗙𝘂𝗻𝗱𝗮𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀
Usulan solusi dari kaum Fundamentalis seperti Gleason Archer adalah dengan beranggapan Silsilah Yesus versi Lukas itu sebagai silsilah Maria, bukan silsilah Yusuf. Jadi, Marialah yang bernenek moyang Natan dan memiliki ayah bernama Eli. Sepintas solusi itu seakan-akan bisa “menjawab” mengapa kedua Silsilah Yesus itu sangat berbeda. Sialnya solusi itu lebih didasarkan pada pembelaan ideologi Ineransi (𝘪𝘯𝘦𝘳𝘳𝘢𝘯𝘤𝘺 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘣𝘪𝘣𝘭𝘦) ketimbang pada bukti tekstual.
▶️ 𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝘁𝗲𝗸𝘀𝘁𝘂𝗮𝗹𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶 𝗸𝗮𝘂𝗺 𝗙𝘂𝗻𝗱𝗮𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀
1. Hanya ada nama 𝘠𝘶𝘴𝘶𝘧 di Silsilah Yesus versi Lukas itu (3:23).
Tidak ada nama 𝘔𝘢𝘳𝘪𝘢 di sana. Seandainya benar silsilah itu adalah silsilah Maria, mengapa namanya tidak disebutkan secara eksplisit?
2. Dalam Injil Lukas tokoh yang secara panggah disebut 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘋𝘢𝘶𝘥 (Luk. 1:27) atau 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘶𝘥 (Luk. 2:4) hanya Yusuf dan Yesus (Luk. 1:32; Kis. 2:30). Maria bukan keturunan Daud.
Solusi dari kaum fundamentalis seperti Archer tampaknya lebih membuktikan bahwa masalah yang mendasar bukan terletak dalam silsilah itu pada dirinya, melainkan terletak pada prapaham atau pemahaman pembaca terhadap silsilah itu. Jika silsilah itu dipahami sebagai laporan historis biologis lalu dibandingkan ke silsilah PL sebagai rujukannya, pembaca akan berkesulitan menjawab berbagai masalah yang berpautan dengan kebenaran historisnya. Jadi, 𝘀𝗶𝗹𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗽𝗮𝗵𝗮𝗺𝗶 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝘀𝗮𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗲𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶.
Sama halnya dengan “cerita” Injil sebagai sarana berteologi, dalam silsilah memang ada anasir-anasir historis. Namun, anasir-anasir historis itu 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗯𝗮𝗵 silsilah teologis itu menjadi silsilah historis.
Sebagai contoh kepentingan silsilah dalam berteologi dapat kita lihat pada pembuka Injil Matius. Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Petulis Injil Matius sejak awal menyatakan imannya bahwa 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘀𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗠𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗷𝗮. Itu sebabnya ada orang Majus datang menyembah Mesias yang baru dilahirkan itu.
Teologi silsilah Injil Lukas berkebalikan dari Matius. Matius dari atas ke bawah. Lukas dari bawah ke atas: dari anak Yusuf (Luk. 3:23) sampai anak Allah (Luk. 3:38). Lukas mengusung teologi kenaikan. Lukas satu-satunya kitab Injil yang berkisah kenaikan Yesus. Dalam teologi Injil Lukas Yesus disebut Tuhan dan Mesias 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝗴𝗸𝗶𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗻𝗮𝗶𝗸 𝗸𝗲 𝘀𝘂𝗿𝗴𝗮 lalu datang kembali sebagai Raja dalam kemuliaan-Nya.
Semoga bermaslahat.
MDS