Selasa, 03 Februari 2026

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด MATIUS 5 :13-20, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—˜๐—ฝ๐—ถ๐—ณ๐—ฎ๐—ป๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ

Sudut  ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด MATIUS 5 :13-20,  [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—˜๐—ฝ๐—ถ๐—ณ๐—ฎ๐—ป๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]
๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ

PENGANTAR
Minggu, 08 Februari 2026, Kita harus jeli dan perlu mengkaji ulang tafsir lama, kita harus berani melihat sudut pandang baru dan berkembang atas tafsir Alkitab, kita harus jujur dalam melihat Alkitab saat ini ke depan. Termasuk melihat lagi, konteks seperi istilah tentang gembala, tentang pintu, tentang penjala manusia, tentang khotbah di gunung, bahkan tentang garam terang, dlsb. Seringkali melihat pengkhotbah YouTube, berteriak kamu harus menjadi garam dan terang, kamu harus mau diproses menjadi garam dan terang, kamu harus berproses menjadi garam dan terang, dlsb ..... menurut saya ini argumentasinya lemah karena dalam Alkitab tidak pernah dimaksudkan begitu, tetapi yang terlihat dalam Alkitab itu, umat Tuhan ... kita-kita ini adalah garam dan terang, sudah jadi garam dan terang bukan sedang berproses. Harus dipahami dan tak bisa disangkali,  bahwa istilah penjala manusia, ucapan bahagia dan garam serta terang itu berlatar belakang kritisi penulis Injil dg menggunakan keteladanan Kristus untuk mengkritisi penindasan dan ketidak Adilan pada zaman itu, kritisi terhadap pemuka agama yang tidak layak, kritisi terhadap pemuka agama dan pejabat korup, kritisi terhadap pemerintahan yang berlaku saat itu dan kritisi thp penjajahan. Maka, saya selalu mengatakan dosa besar gereja bukan ketidak taatan tetapi KOMPROMI atas tawaran dunia. Karena jelas dasar pengajaran Kristus dan juga Yohanes Pembaptis (kaum esseni) adalah JANGAN JADI SAMA DENGAN DUNIA.
Minggu lalu kita sudah membahas mengapa istilah ๐—ž๐—ต๐—ผ๐˜๐—ฏ๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ ๐—š๐˜‚๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด lebih tepat ketimbang Khotbah di Bukit untuk menamai pengajaran Yesus dalam Matius pasal 5 -7. Kita juga sudah mengulas sembilan ucapan bahagia sebagai pembuka Khotbah di Gunung. 


PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu kelima sesudah Epifani. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 5:13-20 yang didahului dengan Yesaya 58:1-9a (9b-12), Mazmur 112:1-9 (10), dan 1Korintus 2:1-12 (13-16).

Bacaan Injil Minggu ini mencakup hampir dua perikop:
• Garam dan terang dunia (Mat. 5:13-16)
• Yesus dan hukum Taurat (Mat. 5:17-20 yang merupakan bagian perikop Mat. 5:17-48)

Metafora garam dan terang dunia tentunya sudah kita dengar sejak kita masih di Sekolah Minggu. Meskipun demikian masih banyak pengkhotbah ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ฟ๐˜‚ membaca metafora garam dan terang itu sebagai perintah atau tuntutan. Dalam khotbahnya umat diperintah atau diharapkan untuk menjadi garam dan terang itu. Padahal teks Injil Matius sama sekali tidak ada perintah menjadi garam dan terang dunia.

๐—š๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—•๐˜‚๐—บ๐—ถ

Matius 5:13 ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ช๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. (TB II)

LAI menerjemahkan garam dunia dari แผ…ฮปฮฑฯ‚ ฯ„แฟ†ฯ‚ ฮณแฟ†ฯ‚ (baca: halas tes ges). Kata ฮณแฟ†ฯ‚ (ges) lebih tepat diterjermahkan menjadi bumi, tanah karena dunia dari frase terang dunia diterjemahkan dari ฮบฯŒฯƒฮผฮฟฯ… (baca: kosmou). Istilah atau frase yang lebih tepat adalah garam bumi. Alkitab berbahasa Inggris menerjemahkan ฮณแฟ†ฯ‚ (ges) sebagai ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ฉ.

Sangat boleh jadi garam bumi ini benda nyata di zaman Matius untuk menggarami tanah seperti secara tersurat dalam Lukas 14:35a ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. Pengarang Injil Matius kemudian menggunakan benda ini menjadi metafora untuk dikenakan kepada Jemaat Matius. Jemaat ideal Matius merupakan gereja dalam konteks dunia: bumi sebagaimana dicerap pada zaman itu.

Ucapan ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข bukanlah perintah atau tuntutan. Ketika saya mengucapkan “Kamu cantik” apakah saya sedang menyuruh perempuan untuk menjadi cantik? Ucapan itu adalah pernyataan pengukuhan (๐˜ข๐˜ง๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ท๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ). Ia sudah cantik, bukan disuruh menjadi cantik. Kita sudah garam, bukan disuruh menjadi garam.

๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ช๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. Para murid diperintah oleh Yesus untuk mengabarkan Injil ke semua penjuru bumi (Mat. 28:18-20). Untuk itulah Matius mengaitkan metafora tersebut dengan peringatan: jika jemaat atau umat menjadi tawar, ia akan dibuang dan diinjak. Jemaat yang menjadi tawar adalah jemaat yang kehilangan jatidirinya. Ia tidak dapat diasinkan lagi. Ia bukan garam lagi. Ia bukan jemaat Kristus lagi. Jatidiri umat adalah meneladan Kristus, memuridkan dirinya pada diri Yesus, kalau tindakan kita tidak meneladan Kristus dan kita tidak tunduk taat memuridkan diri kita pada sosok Yesus, maka kita tak berguna.

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐——๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ

Matius 5:14-16 ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข. ๐˜’๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช. ๐˜“๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข. (TB II)

Frase ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข diterjemahkan dari ฯ†แฟถฯ‚ ฯ„ฮฟแฟฆ ฮบฯŒฯƒฮผฮฟฯ… (baca: phos tou kosmou). Untuk menjelaskan makna terang dunia penulis Injil Matius menganalogikan dengan ๐˜’๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช. Jemaat atau umat adalah terang dunia sehingga tidak mungkin tersembunyi dari mata dunia. Jika tersembunyi, ia bukan lagi terang dunia. Bukan lagi gereja.

Matius juga menjelaskan terang dunia dengan analogi ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. Seperti pelita yang menerangi semua orang di dalam rumah, demikian juga gereja menerangi seisi dunia. Pelita bukan untuk ditutupi cahayanya, melainkan untuk menerangi. Kalau tak menerangi, ia bukan gereja lagi. Maka, konsep pemahaman Alkitab itu tak seiring sejalan dengan karya gereja dalam artian ritual legalistik dalam gereja (ngumpet Nang gerejo) tetapi konsep pemahamannya Alkitab adalah hidup di tengah dunia, hidup di tengah masyarakat. Maka, karya bergereja (di dalam gereja) dan ritual legalistik bergereja adalah 1 hari  dalam seminggu untuk menguatkan pemahaman atas karya Kristus, atas teladan Kristus, atas pengenangan akan Kristus, tetapi praksisnya atau perimbangannya adalah tindakan nyata 6 hari untuk memperlihatkan atau mewujudkan kenangan atas karya Kristus itu dalam keseharian, mewujud nyatakan teladan Kristus dalam dunia atau kehidupan nyata, itu liturgi yang berjalan menjadi liturgi kehidupan, dan itu yang dimaksud oleh pokok ajaran GKJ bahwa hidup adalah sebuah perjalanan keselamatan (bukan untuk mendapatkan keselamatan).

Mengapa terang tidak boleh tersembunyi dan tidak boleh ditutupi? Matius memberikan konklusi (kesimpulan atau rangkuman suatu argumentasi)  agar orang melihat perbuatan baik itu lalu memuliakan Allah Bapa di Surga, agar ketika melihat kehidupan umat yang meneladan Kristus maka Kristus dimuliakan. Syarat orang memuliakan Allah Bapa di Surga adalah melihat lebih dahulu perbuatan baik gereja di bumi. Perbuatan baik apa? Tidak jelas dalam perikop ini, namun dalam penutup Injil Matius Yesus memberi perintah “…๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜’๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ” (Mat. 28:20).

๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—ง๐—ฎ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜ (Mat. 5:17-20, TB II)

5:17 “๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.
5:18 ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ: ๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ง ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช.
5:19 ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข; ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข.
5:20 ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ: ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ช-๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ช ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข.

Dalam akhir musim lalu kita sudah melihat bagaimana Lukas menetapkan standar orang kaya ideal Kristen dalam Kisah Zakheus. Berat. Penginjil Matius juga menetapkan standar gaya hidup jemaatnya yang tak kalah berat, yaitu Matius 5:20 di atas.

Kebenaran atau hidup keagamaan jemaat Matius harus melampaui standar kebenaran ahli Taurat dan orang Farisi. Tuntutan kesalehan yang amat tinggi ini tampaknya bertentangan dengan cerapan tentang Yesus yang pengampun. Minggu lalu kita sudah membahas tentang ucapan bahagia, yang satu di antaranya Matius 5:7 “๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ.” (TB II)
 
Meskipun Yesus penuh belas kasih dan pengampun, hal itu tidak meniadakan tuntutan-Nya yang sangat tinggi terhadap umat-Nya. Alih-alih pendosa, setara kesalehan ahli Taurat dan orang Farisi saja dipandang belumlah cukup. Jemaat dituntut untuk menjadi anak Allah paripurna, “๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข”. (Mat. 5:48, TB II).

Berat? Memang, .... berani melangkah? Berani meneladan?.

(03022026)(TUS)


Baal tidak datang sebagai musuh yang menakutkan. Ia datang sebagai jawaban yang "terasa" masuk akal. 

Di tanah Kanaan, hidup bergantung pada hujan, tanah subur, dan musim yang tepat. Baal dikenal sebagai penguasa hujan dan kesuburan—ilah yang menjanjikan panen, ternak berkembang, dan hidup yang aman. 
Bagi manusia yang lelah menunggu dan takut kekurangan, janji itu terdengar menenangkan.

Masalahnya, Baal tidak menuntut pertobatan hati. Ia hanya menuntut "ritual". 
Selama persembahan diberikan dan upacara dijalankan, kehidupan "diyakini" akan baik-baik saja. 
Iman tidak lagi soal kesetiaan, tetapi soal transaksi. 

Tuhan Israel mengajar umat-Nya untuk percaya dan taat, bahkan ketika ladang belum hijau dan menguning. 

Baal mengajarkan hal sebaliknya: percaya jika hasilnya terlihat.
Perlahan, Baal menggeser cara manusia memandang Allah. 

Tuhan yang hidup dianggap terlalu serius, terlalu menuntut ketaatan, terlalu sunyi. 

Baal terasa lebih “dekat”, lebih praktis, dan lebih bisa diatur. 
Namun di balik janji kesuburannya, Baal membentuk hati yang bergantung pada hasil, bukan pada kebenaran. 

Ketika hujan menjadi ukuran iman, maka iman itu sendiri telah kehilangan dasarnya.
Penyembahan kepada Baal akhirnya merusak lebih dari sekadar ibadah. Ia mengaburkan nilai, merendahkan kekudusan, dan mencampur aduk penyembahan dengan hawa nafsu. 

Apa yang dimulai sebagai harapan akan hidup yang baik, berubah menjadi ikatan yang menjerat batin. Baal tidak pernah memberi kepastian sejati—ia hanya membuat manusia terus mengejar, tanpa pernah benar-benar dipuaskan.

Di hadapan Baal, manusia belajar menggantungkan hidup pada sesuatu yang bisa gagal. 

Di hadapan Tuhan yang hidup, manusia diajak percaya bahkan saat langit tertutup. 

Dan di situlah perbedaannya: yang satu menjanjikan hujan, yang lain memegang langit itu sendiri.

Kata Alkitab 
“Ada jalannya yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”
Amsal 14:12

Tuhan Yesus memberkati ๐Ÿ™

Minggu, 01 Februari 2026

MENELISIK KEPERCAYAAN SUMERIA SEBAGAI LELUHUR ABRAHAM.
(Permintaan seorang teman di kolom komentar. cc. Chris Setyanto SH )

Selama berabad-abad, Abraham ditempatkan sebagai figur awal monoteisme: sosok yang konon memutus total masa lalu, meninggalkan dunia berhala, lalu menerima wahyu Tuhan personal yang kelak melahirkan agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Namun narasi ini jarang diuji secara jujur. 
Jika Abraham benar-benar ditarik dari konteks sejarah dan wilayah asalnya, pertanyaan mendasar justru muncul: kepercayaan apa yang membentuk kesadaran Abraham sebelum ia disebut sebagai bapak monoteisme ?

Untuk menjawabnya, kita harus kembali ke wilayah asalnya: Sumeria–Mesopotamia, bukan ke Yerusalem

Sumeria: Wilayah dan Peradaban, Bukan Sekadar Nama Kuno

Sumeria bukan negara, bukan suku tunggal, dan bukan agama wahyu. Ia adalah peradaban tertua manusia yang berkembang sekitar 3500–2300 SM di wilayah yang kini berada di Irak selatan, di antara Sungai Tigris dan Efrat.

Kota-kota besar seperti Ur, Uruk, Eridu, Lagash, dan Nippur menjadi pusat kehidupan ekonomi, hukum, dan spiritual manusia purba. Dari wilayah inilah lahir:
- tulisan pertama (aksara paku),
- hukum tertulis,
- kota terorganisir,
- dan yang paling penting: kosmologi sistemik tentang semesta.

Ketika Alkitab menyebut Abraham berasal dari Ur Kasdim, itu berarti ia lahir dan tumbuh di jantung dunia kosmologis Mesopotamia. Tidak ada ruang hampa spiritual di sana. Tidak ada manusia yang lahir tanpa kerangka pemahaman tentang semesta.

Sistem Kepercayaan Sumeria: Kosmologi, Bukan Agama Moral

Kepercayaan Sumeria tidak mengenal Tuhan personal, iman, atau keselamatan. Yang ada adalah kosmologi: cara memahami keteraturan semesta.

Inti kosmologi Sumeria adalah:

1. Semesta sebagai Makrokosmos

Semesta dipahami sebagai sistem besar yang hidup, tunduk pada hukum-hukum kosmik yang disebut ME (baca meh = keseimbangan semesta). Hukum ini tidak diciptakan oleh dewa; justru para dewa adalah personifikasi dari hukum dan kekuatan alam itu sendiri.

Langit, air, angin, kesuburan, dan kehidupan tidak disembah sebagai pribadi, melainkan dikenali sebagai kekuatan kosmik.

2. Manusia sebagai Mikrokosmos

Manusia adalah bagian kecil dari semesta, bukan pusatnya. Hidup manusia bermakna sejauh ia selaras dengan tatanan kosmik.

Tidak ada konsep umat pilihan. Tidak ada janji surga. Tidak ada neraka. Yang ada adalah keseimbangan atau kehancuran.

Dengan kata lain, manusia tidak diperintah oleh Tuhan personal, tetapi dituntut memahami posisinya dalam semesta.

Abraham: Produk Pergeseran Dunia Kosmologis, Bukan Ruang Wahyu Kosong

Jika Abraham lahir di Ur, maka hampir mustahil ia tidak dibentuk oleh kosmologi Mesopotamia. Ia hidup di dunia di mana:
- ritual agraris adalah bagian hidup,
- kurban adalah praktik kosmik, bukan moral,
- alam dipahami sebagai sistem hidup.

Monoteisme Abraham pada tahap awal bukanlah Tuhan metafisik universal, melainkan dewa suku yang ditinggikan. 
Tuhan dipahami:
- berjalan,
- berbicara langsung,
- bernegosiasi,
- terikat wilayah dan keturunan.

Ini adalah ciri dewa transisional, bukan Tuhan absolut.

Dari Kosmos ke Tuhan Personal: Abraham Memasuki Kanaan

Ketika Abraham memasuki tanah Kanaan, ia memasuki wilayah konflik identitas. Di sinilah perubahan besar terjadi.

Kosmologi mulai ditinggalkan. Tuhan tidak lagi hukum semesta, melainkan:
- sosok personal,
-pemberi perintah,
- penentu moral,
- penjamin identitas suku.

Janji Tuhan tidak lagi bersifat kosmik, tetapi politis dan genealogis: tanah, keturunan, dan berkat eksklusif.

Di sinilah embrio agama Yahudi lahir: bukan sebagai filsafat semesta, tetapi sebagai agama identitas.

Yahudi: Institusionalisasi Tuhan Personal

Agama Yahudi berkembang dengan menegaskan pemisahan:
- Tuhan vs alam
- umat pilihan vs bangsa lain
- hukum ilahi vs hukum kosmik

Kosmologi digantikan oleh hukum (Taurat). Kesadaran digantikan oleh ketaatan.

Narasi lama pun direvisi: masa lalu kosmologis dicap berhala, sementara Tuhan personal diklaim sebagai satu-satunya kebenaran.

Mengapa Ini Penting Dibaca Ulang Hari Ini ?

Di era modern:
- sains berbicara hukum alam,
- ekologi mengajarkan keterhubungan,
- spiritualitas menolak dogma personalistik.

Dengan kata lain; Manusia kembali melihat dirinya sebagai mikrokosmos dalam makrokosmos.

Di titik inilah, ajaran:
๐Ÿ”ต Yesus tentang Kerajaan Tuhan di dalam diri,
๐Ÿ”ตSiti Jenar tentang Manunggaling Kawula Gusti,
justru lebih dekat dengan kesadaran kosmologis Sumeria daripada agama Abrahamik institusional

Penutup: Abraham Bukan Awal, Melainkan Titik Belok

Abraham bukan awal kesadaran spiritual manusia. Ia adalah titik belok sejarah, ketika manusia mulai meninggalkan kosmos dan membangun Tuhan personal.

Kini, ketika agama-agama besar mengalami kelelahan makna, manusia perlahan kembali ke kesadaran lama—bukan sebagai nostalgia, tetapi sebagai pemahaman matang:
๐Ÿ”ดBahwa semesta bukan milik Tuhan personal, dan manusia bukan pusat ciptaan, melainkan bagian hidup dari tatanan kosmik yang agung.

Menelisik kepercayaan leluhur Abraham bukan berarti menolak iman, tetapi membuka kembali pintu kesadaran yang pernah ditutup oleh dogma.

๐Ÿ˜ฎSemesta bukan ciptaan Tuhan, berarti kamu berasal dari monyet ia..?
Semesta ini ciptaan nenek mu ia ??

๐Ÿ˜†Jangan panik gitu.
Tuhan adalah Energi Semesta dan juga Energi hidup yang ada dalam dirimu.
Bagaimanapun proses terciptanya semesta adalah karena adanya Energi itu.
Tenang saja, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka proses dan teknis terciptanya semesta itu akan terjawab.
Karena ternyata Tuhan yang menciptakan Adam dalam Alkitab adalah Tuhan yang ketinggalan jaman. 

Dari saya anak negeri yang telah memahami kenapa pergolakan agama selalu terjadi di tanah ini.
Horas, Rahayu, Salam Nusantara lainnya.
Manunggaling Kawula Gusti.

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด MATIUS 5 :13-20, [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—˜๐—ฝ๐—ถ๐—ณ๐—ฎ๐—ป๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”]๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ

Sudut   ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด MATIUS 5 :13-20,  [ ๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฉ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—˜๐—ฝ๐—ถ๐—ณ๐—ฎ๐—ป๐—ถ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—”] ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐˜‚...