SUDUT PANDANG 1 PETRUS 2:17, HARGAILAH SESAMAMU
PENGANTAR
Menghargai bisa berarti memandang penting, bermanfaat dan berguna. Ketika seseorang tidak merasa dihargai, ia akan merasa luka batin, direndahkan atau dilecehkan. Secara alami, manusia membutuhkan penghargaan atau rasa berharga. Banyak orang ingin dihormati. Banyak orang berharap tumbuh budaya saling menghormati di lingkungannya atau dimana pun ia berada. Banyak orang ingin yang muda menghormati yang tua dan sebaliknya, atau misalnya ada pula yang berharap yang kaya menghormati yang miskin. Namun faktanya banyak di antara kita yang belum dapat menunjukkan sikap menghargai orang lain. Bahkan ada yang merasa mentang-mentang. Mentang-menantang kaya, mentang-mentang donatur, mentang-mentang circle nya, mentang-mentang wajahnya tampan/cantik atau pun mentang-mentang di dalam kelas lebih berprestasi dari siswa lainnya, dlsb. Sikap mentang-mentang inilah yang membuat kita menjadi kurang hormat kepada orang lain.
PEMAHAMAN
Saya sendiri walaupun seorang pengajar, masih sangat-sangat kurang dalam hal mempraktekkan sikap menghargai ini, karena saya terpancing selalu mengkritisi apa yg saya anggap tidak adil, seringkali kritisi saya melukai. Cara paling efektif untuk menumbuhkan rasa hormat adalah dengan menunjukkan sikap hormat itu sendiri didalam kritisi tsb, bukan orangnya yg diserang atau dikritisi tetapi tindakannya atau keputusannya atau sikapnya, bukan membenci manusianya, shg jangan menyerang personal tapi kritisilah tindakan dan keputusannya. 1 Petrus 2 : 17 "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah dan hormatilah raja!" Seorang murid sedang membersihkan aquarium gurunya, ia memandang ikan arwana dengan takjub. Tak sadar gurunya sudah berada di belakangnya.
"Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang guru. "Tidak tahu". Jawab si murid.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang guru.
Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga. Kemudian kembali menghadap sang guru. "Ditawar berapa nak?" tanya sang guru.
"50.000 Rupiah guru". Jawab si murid mantap.
"Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang guru lagi.
"Baiklah guru". Jawab si murid. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias. "Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang guru.
"800.000 Rupiah guru". Jawab si murid dengan gembira, ia mengira sang guru akan melepas ikan itu.
"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang guru lagi.
"Baik guru". Jawab si murid. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang guru.
"Berapa ia menawar ikannya?". "15 juta Rupiah guru".
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat".
"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu. Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu" Beradalah di tempat dimana kamu dihargai, jangan ditempat dimana kamu dibutuhkan, sebab ketika kamu tidak dibutuhkan, kamu tdk dihargai. Kritisi juga simbolisasi dari rasa sayang bagi yang dewasa mentalnya dan tidak childish. Selamat menghargai orang laen Tuhan memberkati