Selasa, 31 Maret 2026

Sudut Pandang Ikut berdosa (dosa kolektif)

PENGANTAR
Dalam Alkitab dosa itu  ada beberapa kategori bila dilihat dari struktur bahasa dan sastra asli dari Alkitab, saya pernah menuliskan di sudut Pandang yang lain. Kali ini saya menyoroti apa yang diungkap di alkitab tentang keterikutan dosa atau masuk dalam dosa kolektif. Pemahaman populer seringkali membatasi dosa pada tindakan aktif melanggar perintah Allah (dosa komisi), seperti membunuh, mencuri, berzinah, menghancurkan alam  atau korupsi, dlsb. Namun, Alkitab dengan tegas memperluas definisi dosa hingga mencakup kelalaian atau pengabaian terhadap kebaikan yang seharusnya dilakukan (dosa omission). Alkitab Menyuarakan, suara kebenaran/kenabian akan teguran  tindakan dosa melindungi orang tsb, maksudnya orang yang menyuarakan kebenaran tsb dari dosa kolektif, demikian pula dapat menyelamatkan si pendosa. Shg pada intinya Alkitab menyuarakan bagaimana kita bersikap atau mempunyai sikap atas dosa, bukan sekedar penolakan atas dosa saja, tetapi juga pembiaran atau pendiaman atas dosa yang terjadi, maka kita ikut dalam dosa kolektif, kental sekali nuansa pemahaman ini dalam PL dan PB, dilatar belakangi pemahaman bagaimana umat Tuhan itu dikhususkan/dipilih (dikuduskan).

PEMAHAMAN 
Rasul Yakobus memberikan pernyataan yang gamblang:

“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17)

Yakobus 5:19-20 (TB)
19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik,
20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Dalam Injil pun disinggung, bagaimana bersuara atau kritik akan dosa jangan dibawa seperti penghakiman akan dosa, dg latar belakang penulisan akan pekabaran injil dan pertobatan, pertobatan bukanlah pemaksaan tetapi panggilan untuk sadar diri, jadi  tidak boleh dipaksakan, bersuara atau kritik dilakukan tetapi lebih dari itu malah akan membuat dosa baru yaitu kebencian dan luka batin, akan hal tsb :

Matius 18:17 (TB) Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Matius 10:14 (TB) Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Kecuekan, ketidakpedulian, dan pengabaian terhadap panggilan untuk mengasihi dan berbuat benar adalah dosa yang serius. Para penafsir seperti Matthew Henry dalam Commentary on the Whole Bible menekankan bahwa kelalaian (omission) seringkali merupakan akar dari pelanggaran aktif (commission).
Seseorang mungkin tidak merampok, tidak mencuri, hidup saleh dan bersedekah tetapi ia berdosa jika ia tidak menolong mereka yang kekurangan ketika ia mampu, tetapi ia berdosa ketika membiarkan korupsi terjadi di depan mata, tetapi ia ikut berdosa ketika membiarkan terjadinya tidak transparan laporan keuangan, tetapi ia ikut berdosa ketika tidak bersuara kalau chruch berubah menjadi club, dlsb. Dosa bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga tentang apa yang gagal kita lakukan sebagai makhluk yang diciptakan untuk memuliakan Allah dan mengasihi sesama.


IMAN ADALAH  ALAT MEMAKSA MUJIZAT?  Ada ajaran yang terdengar membangkitkan semangat, tetapi diam-diam merusak dasar iman: “Iman yang kuat a...