Senin, 16 Maret 2026

SUDUT PANDANG KORELASI MARIA DAN 'SAUDARA-SAUDARI YESUS

Keterangan Gambar :
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Yesus bersama kedua Maria, Yusuf, dan saudara-saudarinya (sumber: National Geographic)

SUDUT PANDANG KORELASI MARIA DAN 
'SAUDARA-SAUDARI YESUS'

"Apakah ada, anak dari Yusuf dan Maria?"

Demikianlah pertanyaan seorang rekan diskusi pada saya. Beliau adalah seorang non-Kristen yang gemar membaca dan belajar, serta sangat toleran.

"Nah ini menarik. Perihal Maria dan yang disebut 'saudara-saudara Yesus' ada tiga pandangan berbeda dari tiga aliran gereja berbeda." 

Demikian jawab saya.

Memang, pertanyaan rekan saya ini juga menjadi pertanyaan luas para peneliti Alkitab dan juga umat Kristen.

Ada empat orang dalam Injil yang disebut sebagai saudara Yesus yaitu Yakobus, Yusuf (Yoses), Simon dan Yudas (Matius 13:55; Markus 6:3). Yesus dan saudara-saudara dikenal oleh orabg-orang Nazareth sebab dalam catatan Injil disebutkan bagwa orang-orang sekota dengan Yesus menyatakan keheranan mereka, karena saudara dari keempat bersaudara tadi mempunyai kebijaksanaan dan kuasa (Markus 6:2, 3). Disisi lain, ada juga narasi yang memuat perbandingan saudara-saudara-Nya dan ibu-Nya oleh kelahiran jasmaniah, dengan murid-murid-Nya, yaitu pengikut Yesus secara luas yang karena ketaatan mereka kepada kehendak BapaNya diperlakukan sebagai 'saudara-saudara-Nya' dan 'ibu-Nya' secara rohani (Matius 12:46-50). 

Narasi Alkitab kemudian membuahkan tiga pandangan tentang hubungan keempat saudara ini dengan Yesus dan status Maria, yang dikemukakan melalui penjelasan sebagai berikut:

.
.

1. ANAK-ANAK KANDUNG MARIA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Pandangan pertama menyatakan bahwa 'saudara-saudara' itu adalah anak Yusuf dan Maria, adik-adik kandung Yesus. Artinya Maria melahirkan anak-anak setelah Yesus. Pandangan ini didukung oleh pemakaian kata 'sulung' dalam Luka 2:7, dan kesimpulan Matius 1:25, yaitu bahwa sesudah kelahiran Yesus, perkawinan antara Yusuf dan Maria adalah perkawinan biasa yang melibatkan aktifitas biologis. 

Tafsiran ini meyakini bahwa pengertian alamiah untuk Markus 6:3 yang korelatif dengan Matius 13:55 adalah Yakobus, Yoses, Simon, dan Yudas adalah anak-anak Maria dan Yusuf, yang lebih muda dari Yesus, dan juga bahwa yang disebut sebagai "saudara" ini menunjukkan memori masa kecil yang normal tentang Yesus (bandingkan dengan Lukas 2:40,52), artinya, ayat ini menunjukkan Maria punya anak-anak lain.
 
Tafsiran berdasarkan analisa tekstual ini meyakini bahwa narasi dimana Yesus disebut sebagai saudara Yakobus dan lain-lain merupakan sebuah sebutan yang harus dipahami secara harfiah, dengan keyakinan bahwa tidak ada alasan alkitabiah apa pun untuk tidak menganggap keempat saudara laki-laki dan saudara-saudara-Nya yang perempuan sebagai anak-anak Yusuf dan Maria, yang lahir beberapa waktu sesudah Yesus.

Pada abad 4, pandangan ini dibela Helvidius, tapi kemudian dianggap sesat berdasarkan doktrin mainstream gereja saat itu, apalagi dengan gencarnya gerakan pertapaan yang mengatakan bahwa Maria selalu perawan. Namun, sejak reformasi Gereja oleh Luther dan terutama sekali dengan kemunculan Calvinisme pandangan inilah yang paling umum dianut oleh umat Gereja Protestan walau tidak menjadi doktrin resmi Gereja-gereja Protestan.

.

2. ANAK-ANAK TIRI MARIA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Pandangan kedua menyatakan bahwa 'saudara-saudara' itu adalah anak-anak Yusuf dari istrinya sebelum Maria. Jadi, Maria hanya memiliki anak-anak tiri tanpa anak kandung kecuali Yesus, artinya Maria tetap perawan. 

Golongan yang meyakini tafsiran ini menafsirkan  kata 'saudara' dengan arti yang lebih luas dari pengertian 'saudara kandung'. Ini menyebabkan (atau juga disebabkan) keyakinan dari golongan yang percaya terhadap keperawanan Maria yang kekal bahwa Yakobus (Galatia 1:19) dan saudara Yesus yang lain adalah anak-anak Yusuf dari perkawinan sebelumnya (yang setelah cerita kelahiran, tidak muncul lagi dalam Injil-injil, mungkin karena usianya sudah renta). 

Gereja Ortodoks menafsirkan narasi Matius 1:25 dan Lukas 1:34 sebagai komitmen Maria berkaul  untuk tidak menikah seumur hidupnya. Kalangan Ortodoks juga meyakini catatan dari Injil Yohanes tidak menyatakan bahwa Maria memiliki anak-anak lain setelah Yesus. Sebab di bawah salib, menurut kesaksian Yohanes, Tuhan menyerahkan ibuNya dalam perawatan Yohanes dan begitu pula ibuNya diminta Yesus untuk menjadikan Yohanes sebagai anaknya juga. (Yohanes 19:26-27). Dengan begitu Yohanes sudah mengatakan bahwa ia memiliki dua garis keturunan, baik dari bapa ibunya, Zebedeus, dan juga sebagai "anak angkat" dari ibu Maria sesuai yang diminta Tuhan sendiri kepadanya. Jadi saudara Yesus jika ingin diartikan historis, adalah Yohanes Rasul juga. Begitu pula, terhadap saudara-saudara Yesus dari pihak Yusuf, secara tradisi, disebut bahwa Rasul-rasul Yakobus dan Yudas (penulis-penulis surat) adalah anak-anak Yusuf dari pernikahan sebelumnya, karena ibu mereka telah meninggal duluan.

Penganut pandangan ini biasanya, walau tidak semuanya, beranggapan bahwa saudara-saudara Yesus menentang Dia selama hidup-Nya di dunia ini karena mereka iri atas kualitas jasa dan popularitas Yesus.

Pandangan ini, yang diajarkan pertama kalinya pada abad 3, dan ditegaskan oleh bapa Epifanius dari Salamis, yang merupakan seorang petobat Yahudi dan menjadi uskup di Siprus nantinya (abad ke-4), dan menjadi dogma bagi Gereja Orthodoks Timur.

.

3. SEPUPU-SEPUPU YESUS
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Pandangan ketiga menyatakan bahwa 'saudara-saudara' itu adalah anak-anak dari saudara kandung Yusuf dan/atau Maria. Jadi, 'saudara-saudara' itu adalah sepupu Yesus. Artinya, baik Maria dan Yusuf sama-sama tidak memiliki anak. Hal ini didasarkan pada pendapat bahwa: 

(a) Tafsiran Yohanes 19:25 yang tepat ialah, bahwa yang berdiri di dekat kayu salib bukan empat melainkan tiga wanita, yaitu Maria ibu Yesus, saudari-Nya yg disebut 'Maria istri Klopas' dan Maria dari Magdala; 
(a) Maria yang kedua dalam Yohanes 19:25 tersebut adalah sama dengan Maria yang diceritakan dalam Markus 15:40 sebagai 'ibu Yakobus Muda dan Yoses'; 
(c) 'Yakobus Muda' yang dimaksud adalah rasul yang dalam Markus 3:18 disebut sebagai 'anak Alfeus'; 
(d) Maria yang kedua dalam Yohanes 19:25 adalah istri Alfeus.

Tafsiran ini meyakini bahwa yang disebut sebagai 'saudara-saudara Yesus' adalah kemenakan-kemenakannya Yusuf atau Maria, alias sepupu-sepupu Yesus, yang mana penyebutan 'saudara' bagi sepupu memiliki pembanding 1Raja-raja 20:32 tatkala.raja Ahab menyebut raja Benhadad sebagai "saudaraku" padahal mereka bukan saudara kandung atau saudara tiri bahkan bukan saudara sebangsa. Pandangan ini dikemukakan Jerome untuk membela doktrin bahwa Maria senantiasa perawan hingga akhir hayatnya, dan, sampai sekarang pandangan ini merupakan doktrin resmi Gereja Katolik.

.

Demikianlah beragam tafsiran tentang korelasi Maria ibu Yesus dengan yang disebut sebagai 'saudara-saudara Yesus'. Saya tidak menunjuk pandangan mana yang paling benar, sebab tujuan saya menulis materi ini adalah untuk membagikan informasi tentang ragam perspektif antar gereja terkait Maria dan saudara-saudara Yesus.

Kiranya bermanfaat.

___________________
oleh Devy Ransun

Saduran:
°°°°°°°°°°°
Paragraf kedua dan kelima dari poin kedua (tentanh Gereja Ortodoks) disadur dari narasi oleh Christian Sidenden  melalui forum tertutup (komunikasi pribadi) yang bersumber dari: https://udayton.edu/imri/mary/m/mount-athos-and-mary.php

Referensi:
°°°°°°°°°°°°°
1. "Alkitab Yerusalem" (catatan kaki) untuk ayat-ayat yang dicantumkan

2. Charles R. Swindoll, "Living Insight on Galatians, Ephesian", Tyndale House Publishers, 2015.

3. "Ensiklopedia Alkitab", perikop: saudara-saudara Yesus

4. Jonar Situmorang, "Kamus Alkitab dan Teologi", Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2016.

5. Joseph Ratzinger (Paus Benediktus XVI), "Jesus of Nazareth", Image (Hak Cipta: Libraria Editrice Vaticana), New York, 2012.

6. "Utley" (tafsiran Alkitab) untuk ayat-ayat yang dicantumkan

7. "Wyclif" (tafsiran Alkitab) untuk ayat-ayat yang dicantumkan


Sudut Pandang Leksionari: Kis 7:55-60, 1 Ptr 2:2-10, Yoh 14:1-14, Topos (Tempat) dan Monai (Tempat Tinggal) sebagai transformasi ruang sakral dari Bait Allah ke Tubuh Kristus/Jemaat

Sudut Pandang  Leksionari: Kis 7:55-60, 1 Ptr 2:2-10, Yoh 14:1-14, Topos (Tempat) dan Monai (Tempat Tinggal) sebagai transformas...