KISAH BARABAS: Matius 27:16-26
"Pertukaran Agung di Golgota "
Barabas (Bar-Abbas) adalah tokoh yang muncul dalam catatan keempat Injil di Alkitab saat persidangan Yesus Kristus di hadapan Pontius Pilatus.
Berikut adalah ringkasan siapa Barabas berdasarkan catatan sejarah dan teologis:
■ ASAL-USUL BARABAS
Mencari asal-usul Barabas secara spesifik memang menantang, karena catatan sejarah primer, baik dari Alkitab maupun sejarawan sezaman seperti Flavius Josephus, tidak memberikan biografi lengkap mengenai masa kecil atau keluarganya.
Informasi mengenai dirinya lebih banyak didapat dari konteks sosiopolitik Yudea pada abad ke-1 Masehi.
Berikut adalah rekonstruksi sejarah kehidupan Barabas berdasarkan latar belakang budaya dan politik masa itu:
1. Arti Nama dan Latar Belakang Keluarga
Nama Barabas (Bar-Abbas) berasal dari bahasa Aram. Secara harfiah, Bar berarti "anak" dan Abba berarti "bapa". Ada beberapa teori mengenai asal-usul identitasnya melalui nama ini:
• Naskah Kuno:
Beberapa naskah kuno Perjanjian
Baru bahkan mencatat nama
lengkapnya sebagai "Yesus Barabas".
Hal ini menciptakan dilema yang
menarik saat Pilatus memberikan
pilihan kepada massa: memilih antara
Yesus yang disebut Kristus atau
Yesus Barabas.
• Anak Pemimpin Agama:
Sebutan Abba sering kali merupakan
gelar kehormatan bagi seorang rabi
atau guru besar. Ada kemungkinan
Barabas adalah anak dari seorang
tokoh agama terpandang yang
kemudian memilih jalur radikal.
• Identitas Anonim:
Beberapa ahli berpendapat bahwa
"Bar-Abbas" hanyalah gelar atau nama
samaran yang ia gunakan untuk
melindungi identitas keluarga aslinya
selama ia menjadi buronan Romawi.
2. Keterlibatan dengan Gerakan Zelot
Barabas diyakini kuat sebagai bagian dari kelompok Zelot atau Sicarii (kaum belati). Sebelum ditangkap, kehidupannya kemungkinan besar dihabiskan di perbukitan Yudea atau di lorong-lorong sempit Yerusalem sebagai gerilyawan.
• Ideologi:
Kaum ini menolak membayar pajak
kepada Kaisar dan percaya bahwa
satu-satunya penguasa atas Israel
adalah Allah. Mereka menganggap
kerja sama dengan Romawi sebagai
perbuatan haram.
• Aksi Militan:
Sebelum penangkapannya, Barabas
terlibat dalam aksi-aksi sabotase
terhadap kepentingan Romawi.
Ia bukan sekadar "penyamun" biasa,
melainkan pejuang perlawanan yang
menggunakan kekerasan demi tujuan
politis.
3. Peristiwa Pemberontakan di Yerusalem
Catatan Injil (khususnya Markus 15:7) menyebutkan bahwa Barabas dipenjarakan bersama para pemberontak lainnya karena mereka telah melakukan pembunuhan dalam suatu pemberontakan.
• Konteks Sejarah:
Pada masa itu, Yerusalem sering
mengalami kerusuhan kecil, terutama
saat hari raya besar ketika sentimen
nasionalisme Yahudi memuncak.
• Tindakan Barabas:
Diperkirakan Barabas memimpin
sebuah unit kecil dalam kerusuhan di
Yerusalem. Targetnya kemungkinan
adalah tentara Romawi atau orang
Yahudi yang dianggap sebagai
kolaborator (seperti pemungut cukai).
Dalam kekacauan itulah terjadi
pembunuhan yang menyebabkannya
menjadi buronan paling dicari
(notorious prisoner) oleh Pontius
Pilatus.
4. Sosok yang Populer di Mata Rakyat
Meskipun dianggap kriminal oleh hukum Romawi, sejarah menyiratkan bahwa Barabas memiliki reputasi sebagai "pahlawan rakyat" di mata kelompok tertentu.
• Bagi masyarakat yang tertindas oleh
pajak dan kekejaman Romawi, sosok
seperti Barabas dianggap sebagai
simbol keberanian.
• Inilah alasan mengapa massa di
halaman istana Pilatus begitu cepat
dan kompak meneriakkan namanya
untuk dibebaskan; ia dikenal sebagai
orang yang berani mengangkat senjata
demi memerdekakan bangsanya
secara fisik.
5. Penangkapan oleh Otoritas Romawi
Setelah peristiwa pembunuhan dalam pemberontakan tersebut, otoritas Romawi melakukan pengejaran besar-besaran.
• Barabas akhirnya tertangkap dan
dijebloskan ke penjara di Benteng
Antonia atau di bawah istana
gubernur.
• Ia dijatuhi hukuman mati melalui
penyaliban, hukuman standar Romawi
bagi pemberontak negara, sebelum
akhirnya nasibnya berubah karena
tradisi grasi Paskah yang diajukan
oleh Pilatus.
6. Perbedaan dengan Barnabas
Penting untuk membedakan antara Barabas dan Barnabas:
• Barabas:
Tokoh pemberontak yang dibebaskan
oleh Pilatus saat persidangan Yesus.
• Barnabas:
Seorang rasul dan rekan sekerja
Paulus yang dikenal sebagai "anak
penghiburan". Ia adalah tokoh gereja
mula-mula yang sangat berpengaruh
dan tidak ada hubungannya dengan
sosok Barabas yang narapidana
tersebut.
Secara garis besar, sejarah kehidupan Barabas sebelum ditangkap adalah potret seorang radikalis yang lahir dari tekanan politik kolonial Romawi, yang lebih memilih jalan pedang daripada jalan damai dalam memperjuangkan keyakinannya.
■ PERISTIWA PEMBEBASAN BARABAS
DAN PERTUKARAN DENGAN YESUS
Peristiwa pembebasan Barabas bukan sekadar momen acak dalam sejarah, melainkan sebuah puncak dari dinamika politik yang sangat menegangkan di Yerusalem pada masa itu.
Berikut adalah kisah peristiwa tersebut secara kronologis dan spesifik.
1. Situasi Politik yang Mudah Terbakar
Yerusalem pada masa Paskah adalah tempat yang berbahaya bagi Gubernur Romawi, Pontius Pilatus.
• Kota itu dipenuhi oleh ribuan peziarah
Yahudi yang sedang merayakan
kebebasan leluhur mereka dari
perbudakan Mesir.
• Sentimen anti-Romawi sedang berada
di titik didih.
• Pilatus, yang berkantor pusat di
Kaisarea, sengaja datang ke Yerusalem
dan tinggal di Benteng Antonia atau
istana Herodes untuk memantau
keamanan. Ia tahu bahwa satu
percikan saja bisa memicu
pemberontakan besar.
2. Pilihan di Depan Praetorium
Yesus telah dibawa ke hadapan Pilatus setelah Mahkamah Agama Yahudi (Sanhedrin) memutuskan bahwa Ia harus mati karena dianggap menghujat Allah.
• Setelah Pilatus menginterogasi Yesus
secara pribadi, menemukan bahwa
Yesus tidak bersalah menurut hukum
Romawi.
• Pilatus berada dalam posisi sulit:
Jika ia membebaskan Yesus, ia akan
dianggap lemah oleh para pemimpin
Yahudi dan berisiko dilaporkan ke
Kaisar Tiberius karena dianggap
tidak setia.
• Jika ia menghukum mati Yesus, ia
melanggar hati nuraninya sendiri
(karena tahu Yesus tidak bersalah).
• Pilatus kemudian menggunakan
"Tradisi Paskah", sebuah kebijakan
di mana gubernur membebaskan
satu tahanan atas permintaan rakyat,
sebagai jalan keluar untuk
menyelamatkan Yesus.
3. Dilema antara Dua "Yesus"
Pilatus membawa dua orang ke hadapan massa di halaman Praetorium:
• Yesus dari Nazaret:
Seorang guru yang dianggap
membawa damai, namun tidak disukai
oleh para pemimpin agama karena
dianggap menantang otoritas mereka.
• Yesus Barabas:
Seorang pemimpin pemberontakan
yang telah melakukan pembunuhan
dalam kerusuhan anti-Romawi. Ia
adalah simbol perlawanan kekerasan.
Pilatus bertanya dengan harapan massa akan memilih Yesus: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu: Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
4. Tekanan Massa yang Dimobilisasi
Para imam kepala dan tua-tua Yahudi telah bekerja keras sejak dini hari. Mereka memprovokasi kerumunan agar tidak memilih Yesus. Mereka berargumen bahwa membebaskan Yesus adalah tindakan mengkhianati bangsa dan hukum Musa.
Ketika Pilatus memberikan pilihan, massa berteriak dengan satu suara:
"Bebaskan Barabas!"
Pilatus berusaha menawar, "Jika begitu, apakah yang harus kubuat dengan Yesus?" Massa menjawab dengan gemuruh yang mengerikan:
"Salibkan Dia!"
5. Basuh Tangan dan Pembebasan
Melihat kerusuhan akan pecah jika ia tidak menuruti keinginan massa, Pilatus menyerah.
• Dalam tindakan simbolis yang
terkenal, ia mengambil air, membasuh
tangannya di depan orang banyak
sebagai simbol bahwa ia tidak
bertanggung jawab atas darah Yesus,
dan berkata, "Aku tidak bersalah
terhadap darah orang ini, itu urusan
kamu sendiri!"
• Dan seluruh rakyat itu menjawab:
"Biarlah darah-Nya ditanggungkan
atas kami dan atas anak-anak
kami!" (Matius 27:24-25)
6. Detik-Detik Pembebasan
Dalam suasana yang hiruk-pikuk di pelataran istana gubernur (Praetorium):
• Eksekusi Perintah:
Pilatus memberikan perintah resmi
kepada para prajurit untuk melepaskan
belenggu Barabas.
• Pertukaran Nasib:
Barabas, yang tadinya menanti
eksekusi hukuman mati di penjara,
tiba-tiba mendapatkan kebebasannya
kembali. Ia berjalan keluar dari pintu
penjara sementara Yesus, yang tidak
bersalah, diserahkan untuk dicambuk
dan dipersiapkan menuju bukit
Golgota untuk disalibkan.
• Barabas Menghilang:
Setelah saat itu, nama Barabas tidak
pernah lagi muncul dalam catatan
sejarah. Ia kembali ke kehidupan
bebasnya, meninggalkan Yesus untuk
menanggung hukuman yang
seharusnya dijatuhkan kepadanya.
■ MAKNA TEOLOGIS PERISTIWA INI
Bagi umat Kristen, peristiwa ini dianggap sebagai gambaran (tipologi) dari karya penebusan:
• Substitusi:
Barabas melambangkan seluruh
umat manusia yang seharusnya
menanggung hukuman akibat
dosa-dosanya.
• Pertukaran:
Yesus mengambil tempat sang
pesakitan, memikul hukuman mati
agar si tertuduh (Barabas/umat
manusia) bisa berjalan bebas.
Peristiwa ini menjadi titik balik dramatis dalam persidangan Yesus, di mana keadilan duniawi dikesampingkan demi menuruti kehendak massa dan ambisi politik.
Bagi narasi sejarah, peristiwa ini menjadi bukti nyata bagaimana kebencian massa dan ambisi politik dapat memutarbalikkan hukum, di mana seorang pemberontak yang bersalah dibebaskan, dan pribadi yang tidak bersalah harus memikul beban hukuman tersebut.
Terima kasih semoga bermanfaat
Tuhan memberkati.
□ Sumber Referensi dan Rujukan
1. Sumber Primer (Teks Alkitabiah)
• Injil Matius 27:15-26
• Injil Markus 15:6-15
• Injil Lukas 23:13-25
• Injil Yohanes 18:38-40
2. Sumber Sejarah Primer (Eksternal)
• Flavius Josephus, Antiquities
of the Jews (Buku 18)
• Philo dari Aleksandria, Embassy
to Gaius
3. Rujukan Akademis dan Teologis
• Brown, R. E. (1994). The Death
of the Messiah: From Gethsemane
to the Grave. Doubleday.
• Josephus, F. (1987). The Works of
Josephus. (Terj. William Whiston).
Hendrickson Publishers.
• Crossan, John Dominic. (1995).
Who Killed Jesus?.