Rabu, 08 April 2026

KISAH BARABAS: Matius 27:16-26
"Pertukaran Agung di Golgota "

Barabas (Bar-Abbas) adalah tokoh yang muncul dalam catatan keempat Injil di Alkitab saat persidangan Yesus Kristus di hadapan Pontius Pilatus. 
Berikut adalah ringkasan siapa Barabas berdasarkan catatan sejarah dan teologis:

■ ASAL-USUL BARABAS

Mencari asal-usul Barabas secara spesifik memang menantang, karena catatan sejarah primer, baik dari Alkitab maupun sejarawan sezaman seperti Flavius Josephus, tidak memberikan biografi lengkap mengenai masa kecil atau keluarganya. 

Informasi mengenai dirinya lebih banyak didapat dari konteks sosiopolitik Yudea pada abad ke-1 Masehi.

Berikut adalah rekonstruksi sejarah kehidupan Barabas berdasarkan latar belakang budaya dan politik masa itu:

1. Arti Nama dan Latar Belakang Keluarga

Nama Barabas (Bar-Abbas) berasal dari bahasa Aram. Secara harfiah, Bar berarti "anak" dan Abba berarti "bapa". Ada beberapa teori mengenai asal-usul identitasnya melalui nama ini:

 • Naskah Kuno:
   Beberapa naskah kuno Perjanjian 
   Baru bahkan mencatat nama 
   lengkapnya sebagai "Yesus Barabas". 
   Hal ini menciptakan dilema yang 
   menarik saat Pilatus memberikan 
   pilihan kepada massa: memilih antara 
   Yesus yang disebut Kristus atau 
   Yesus Barabas.

 • Anak Pemimpin Agama: 
   Sebutan Abba sering kali merupakan 
   gelar kehormatan bagi seorang rabi 
   atau guru besar. Ada kemungkinan 
   Barabas adalah anak dari seorang 
   tokoh agama terpandang yang 
   kemudian memilih jalur radikal.

 • Identitas Anonim: 
   Beberapa ahli berpendapat bahwa 
   "Bar-Abbas" hanyalah gelar atau nama 
   samaran yang ia gunakan untuk 
   melindungi identitas keluarga aslinya 
   selama ia menjadi buronan Romawi.

2. Keterlibatan dengan Gerakan Zelot

Barabas diyakini kuat sebagai bagian dari kelompok Zelot atau Sicarii (kaum belati). Sebelum ditangkap, kehidupannya kemungkinan besar dihabiskan di perbukitan Yudea atau di lorong-lorong sempit Yerusalem sebagai gerilyawan.

 • Ideologi: 
   Kaum ini menolak membayar pajak 
   kepada Kaisar dan percaya bahwa 
   satu-satunya penguasa atas Israel 
   adalah Allah. Mereka menganggap 
   kerja sama dengan Romawi sebagai 
   perbuatan haram.

 • Aksi Militan: 
   Sebelum penangkapannya, Barabas 
   terlibat dalam aksi-aksi sabotase 
   terhadap kepentingan Romawi.  
   Ia bukan sekadar "penyamun" biasa, 
   melainkan pejuang perlawanan yang 
   menggunakan kekerasan demi tujuan 
   politis.

3. Peristiwa Pemberontakan di Yerusalem 

Catatan Injil (khususnya Markus 15:7) menyebutkan bahwa Barabas dipenjarakan bersama para pemberontak lainnya karena mereka telah melakukan pembunuhan dalam suatu pemberontakan.

 • Konteks Sejarah: 
   Pada masa itu, Yerusalem sering 
   mengalami kerusuhan kecil, terutama 
   saat hari raya besar ketika sentimen 
   nasionalisme Yahudi memuncak.

 • Tindakan Barabas: 
   Diperkirakan Barabas memimpin 
   sebuah unit kecil dalam kerusuhan di 
   Yerusalem. Targetnya kemungkinan  
   adalah tentara Romawi atau orang 
   Yahudi yang dianggap sebagai 
   kolaborator (seperti pemungut cukai). 
   Dalam kekacauan itulah terjadi 
   pembunuhan yang menyebabkannya 
   menjadi buronan paling dicari 
   (notorious prisoner) oleh Pontius 
   Pilatus.

4. Sosok yang Populer di Mata Rakyat 

Meskipun dianggap kriminal oleh hukum Romawi, sejarah menyiratkan bahwa Barabas memiliki reputasi sebagai "pahlawan rakyat" di mata kelompok tertentu.

 • Bagi masyarakat yang tertindas oleh 
   pajak dan kekejaman Romawi, sosok 
   seperti Barabas dianggap sebagai 
   simbol keberanian.

 • Inilah alasan mengapa massa di  
   halaman istana Pilatus begitu cepat 
   dan kompak meneriakkan namanya 
   untuk dibebaskan; ia dikenal sebagai 
   orang yang berani mengangkat senjata 
   demi memerdekakan bangsanya 
   secara fisik.

5. Penangkapan oleh Otoritas Romawi 

Setelah peristiwa pembunuhan dalam pemberontakan tersebut, otoritas Romawi melakukan pengejaran besar-besaran. 

 • Barabas akhirnya tertangkap dan 
   dijebloskan ke penjara di Benteng 
   Antonia atau di bawah istana 
   gubernur. 

 • Ia dijatuhi hukuman mati melalui 
   penyaliban, hukuman standar Romawi 
   bagi pemberontak negara, sebelum 
   akhirnya nasibnya berubah karena 
   tradisi grasi Paskah yang diajukan 
   oleh Pilatus.

6. Perbedaan dengan Barnabas

Penting untuk membedakan antara Barabas dan Barnabas:

 • Barabas: 
   Tokoh pemberontak yang dibebaskan 
    oleh Pilatus saat persidangan Yesus.

 • Barnabas: 
   Seorang rasul dan rekan sekerja 
   Paulus yang dikenal sebagai "anak 
   penghiburan". Ia adalah tokoh gereja 
   mula-mula yang sangat berpengaruh 
   dan tidak ada hubungannya dengan 
   sosok Barabas yang narapidana 
   tersebut.

Secara garis besar, sejarah kehidupan Barabas sebelum ditangkap adalah potret seorang radikalis yang lahir dari tekanan politik kolonial Romawi, yang lebih memilih jalan pedang daripada jalan damai dalam memperjuangkan keyakinannya.

■ PERISTIWA PEMBEBASAN BARABAS
     DAN PERTUKARAN DENGAN YESUS 

Peristiwa pembebasan Barabas bukan sekadar momen acak dalam sejarah, melainkan sebuah puncak dari dinamika politik yang sangat menegangkan di Yerusalem pada masa itu. 

Berikut adalah kisah peristiwa tersebut secara kronologis dan spesifik.

1. Situasi Politik yang Mudah Terbakar

Yerusalem pada masa Paskah adalah tempat yang berbahaya bagi Gubernur Romawi, Pontius Pilatus. 

 • Kota itu dipenuhi oleh ribuan peziarah 
   Yahudi yang sedang merayakan 
   kebebasan leluhur mereka dari 
   perbudakan Mesir. 

 • Sentimen anti-Romawi sedang berada 
   di titik didih.

 • Pilatus, yang berkantor pusat di 
   Kaisarea, sengaja datang ke Yerusalem 
   dan tinggal di Benteng Antonia atau 
   istana Herodes untuk memantau 
   keamanan. Ia tahu bahwa satu 
   percikan saja bisa memicu 
   pemberontakan besar.

2. Pilihan di Depan Praetorium

Yesus telah dibawa ke hadapan Pilatus setelah Mahkamah Agama Yahudi (Sanhedrin) memutuskan bahwa Ia harus mati karena dianggap menghujat Allah.

  • Setelah Pilatus menginterogasi Yesus 
    secara pribadi, menemukan bahwa 
    Yesus tidak bersalah menurut hukum 
    Romawi.

 • Pilatus berada dalam posisi sulit: 
   Jika ia membebaskan Yesus, ia akan 
   dianggap lemah oleh para pemimpin 
   Yahudi dan berisiko dilaporkan ke 
   Kaisar Tiberius karena dianggap 
   tidak setia.

 • Jika ia menghukum mati Yesus, ia 
   melanggar hati nuraninya sendiri 
   (karena tahu Yesus tidak bersalah).

 • Pilatus kemudian menggunakan 
   "Tradisi Paskah", sebuah kebijakan 
   di mana gubernur membebaskan 
   satu tahanan atas permintaan rakyat,  
   sebagai jalan keluar untuk 
   menyelamatkan Yesus.

3. Dilema antara Dua "Yesus"

Pilatus membawa dua orang ke hadapan massa di halaman Praetorium:

 • Yesus dari Nazaret: 
   Seorang guru yang dianggap 
   membawa damai, namun tidak disukai 
   oleh para pemimpin agama karena 
   dianggap menantang otoritas mereka.

 • Yesus Barabas: 
   Seorang pemimpin pemberontakan 
   yang telah melakukan pembunuhan 
   dalam kerusuhan anti-Romawi. Ia 
   adalah simbol perlawanan kekerasan.

Pilatus bertanya dengan harapan massa akan memilih Yesus: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu: Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"

4. Tekanan Massa yang Dimobilisasi

Para imam kepala dan tua-tua Yahudi telah bekerja keras sejak dini hari. Mereka memprovokasi kerumunan agar tidak memilih Yesus. Mereka berargumen bahwa membebaskan Yesus adalah tindakan mengkhianati bangsa dan hukum Musa.

Ketika Pilatus memberikan pilihan, massa berteriak dengan satu suara: 

"Bebaskan Barabas!"

Pilatus berusaha menawar, "Jika begitu, apakah yang harus kubuat dengan Yesus?" Massa menjawab dengan gemuruh yang mengerikan: 

"Salibkan Dia!"

5. Basuh Tangan dan Pembebasan

Melihat kerusuhan akan pecah jika ia tidak menuruti keinginan massa, Pilatus menyerah. 

 • Dalam tindakan simbolis yang 
   terkenal, ia mengambil air, membasuh 
   tangannya di depan orang banyak 
   sebagai simbol bahwa ia tidak 
   bertanggung jawab atas darah Yesus, 
   dan berkata, "Aku tidak bersalah 
   terhadap darah orang ini, itu urusan 
   kamu sendiri!"

 • Dan seluruh rakyat itu menjawab: 
    "Biarlah darah-Nya ditanggungkan 
    atas kami dan atas anak-anak 
    kami!" (Matius 27:24-25)

6. Detik-Detik Pembebasan

Dalam suasana yang hiruk-pikuk di pelataran istana gubernur (Praetorium):

 • Eksekusi Perintah: 
   Pilatus memberikan perintah resmi 
   kepada para prajurit untuk melepaskan 
   belenggu Barabas.

 • Pertukaran Nasib: 
   Barabas, yang tadinya menanti 
   eksekusi hukuman mati di penjara, 
   tiba-tiba mendapatkan kebebasannya 
   kembali. Ia berjalan keluar dari pintu 
   penjara sementara Yesus, yang tidak 
   bersalah, diserahkan untuk dicambuk 
   dan dipersiapkan menuju bukit 
   Golgota untuk disalibkan.

 • Barabas Menghilang: 
   Setelah saat itu, nama Barabas tidak 
   pernah lagi muncul dalam catatan 
   sejarah. Ia kembali ke kehidupan 
   bebasnya, meninggalkan Yesus untuk 
   menanggung hukuman yang 
   seharusnya dijatuhkan kepadanya.

■ MAKNA TEOLOGIS PERISTIWA INI

Bagi umat Kristen, peristiwa ini dianggap sebagai gambaran (tipologi) dari karya penebusan:

 • Substitusi: 
   Barabas melambangkan seluruh 
   umat manusia yang seharusnya 
   menanggung hukuman akibat 
   dosa-dosanya.

 • Pertukaran: 
   Yesus mengambil tempat sang 
   pesakitan, memikul hukuman mati 
   agar si tertuduh (Barabas/umat 
   manusia) bisa berjalan bebas.

Peristiwa ini menjadi titik balik dramatis dalam persidangan Yesus, di mana keadilan duniawi dikesampingkan demi menuruti kehendak massa dan ambisi politik.

Bagi narasi sejarah, peristiwa ini menjadi bukti nyata bagaimana kebencian massa dan ambisi politik dapat memutarbalikkan hukum, di mana seorang pemberontak yang bersalah dibebaskan, dan pribadi yang tidak bersalah harus memikul beban hukuman tersebut.

Terima kasih semoga bermanfaat 
Tuhan memberkati. 

□ Sumber Referensi dan Rujukan 

1. Sumber Primer (Teks Alkitabiah)
    • Injil Matius 27:15-26
    • Injil Markus 15:6-15
    • Injil Lukas 23:13-25
    • Injil Yohanes 18:38-40

2. Sumber Sejarah Primer (Eksternal)
    
    • Flavius Josephus, Antiquities 
      of the Jews (Buku 18)

    • Philo dari Aleksandria, Embassy 
      to Gaius

3. Rujukan Akademis dan Teologis

    • Brown, R. E. (1994). The Death 
      of the Messiah: From Gethsemane 
      to the Grave. Doubleday.

    • Josephus, F. (1987). The Works of 
      Josephus. (Terj. William Whiston). 
      Hendrickson Publishers.

    • Crossan, John Dominic. (1995). 
       Who Killed Jesus?.

KISAH BARABAS: Matius 27:16-26 "Pertukaran Agung di Golgota " Barabas (Bar-Abbas) adalah tokoh yang muncul dalam catatan keempat I...