Jumat, 10 April 2026

Masih tentang isu kasus pelecehan dan penyalahgunaan otoritas rohani

Dalam Matius 7:15-20, Yesus memberikan peringatan keras tentang "serigala berbulu domba". Mengapa kita harus menguji buahnya?

1. Penampilan bisa luar biasa menipu: Karisma, kefasihan bicara di podcast, dan pertumbuhan komunitas adalah "daun", bukan "buah". Daun bisa terlihat hijau meski akarnya busuk.

2. Buah butuh Waktu: Buah tidak tumbuh dalam semalam. Menguji buah berarti melihat konsistensi karakter dalam jangka panjang, terutama bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang tidak bisa memberikan keuntungan baginya.

3. Melindungi kawanan: Tuhan memberikan kita akal budi untuk tidak menjadi "naif secara rohani". Menguji buah adalah bentuk kasih sayang kita kepada komunitas agar tidak ada lagi mangsa yang jatuh ke lubang yang sama.

Teks pada gambar menyebutkan tentang klaim "menjaga kekudusan". Dalam psikologi dan teologi, ini sering disebut sebagai Impression Management (Pengaturan kesan).

"Celakalah kamu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran."  (Matius 23:27)

Kekudusan yang dipamerkan untuk membangun "personal branding" seringkali menjadi benteng pertahanan agar tidak ada yang berani mempertanyakan perilaku aslinya. Jika seseorang merasa "terlalu suci untuk dikritik", itulah bendera merah (red flag) terbesar.

Penyalahgunaan otoritas rohani terjadi karena adanya ketimpangan kuasa. Sebagai jemaat atau anggota komunitas, kita perlu mengingat:

- Jangan mengidolakan manusia: Sehebat apa pun seorang pemimpin, ia tetap manusia yang bisa jatuh. Hormati fungsinya, tapi jangan deifikasikan personanya.

- Berani berkata "Tidak": Otoritas rohani tidak pernah meminta ketaatan buta yang melanggar hati nurani atau batasan pribadi (fisik maupun emosional).

- Transparansi adalah kunci: Komunitas yang sehat tidak akan menutupi "kebusukan" demi menjaga nama baik institusi. Kebenaran harus lebih utama daripada reputasi.

Semoga kita menjadi pribadi yang kritis namun tetap lembut, yang mampu membedakan mana gembala yang memberi hidup dan mana pemangsa yang cari 'makan'.

Masih tentang isu kasus pelecehan dan penyalahgunaan otoritas rohani Dalam Matius 7:15-20, Yesus memberikan peringatan keras tentang "s...