Senin, 06 April 2026

Sudut Pandang 𝗟𝗶𝗸𝗮-𝗹𝗶𝗸𝘂 yang tak laku 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗮 bagian 𝟮

Sudut Pandang 𝗟𝗶𝗸𝗮-𝗹𝗶𝗸𝘂 yang tak laku 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗮 bagian 𝟮

PENGANTAR 
Doktrin apapun, ajaran gereja manapun, bahkan paham trinitas itu perkara tafsir, yg namanya tafsir boleh-boleh saja, wong mimpi saja ditafsir. Tetapi tafsir yang bertanggung jawab adalah tafsir yang memiliki argumen dengan jembatan nalar yang baik runtut shg terbentuk sistimatika nalarnya. Coba bayangkan, kalau paham,sebut saja tafsir Arianus tentang Allah yang menang saat konsili nicea, tentunya paham atau tafsir kita tentang Allah, tidak ada pemikiran  tentang konsep trinitas, bahkan mungkin trinitas, kita anggap sesat. Jadi, tafsir adalah perkara sudut pandang  ... Bidat atau sekte itu juga perkara sudut pandang, jangan dianggap negatif, lah .... Wong kekristenan itu dianggap sekte/bidat bagi ke Yahudi an, merupakan simpangan atau sempalan yang dianggap sesat. Kembali saya mengingatkan tentang jangan membaca Alkitab dengan prasangka, apalagi dengan latar belakang Alkitab yg ditafsir untuk Sekolah Minggu, dan ini biasanya yg sudah ada di benak kita sejak kecil, mulailah membaca Alkitab dengan prapaham, berusaha memahami yang kita baca itu, bukan memastikan apa yang kita punya di benak dengan yang kita baca. Oleh karenanya, saya sangat menyenangi bahkan menghargai tafsir awam atau non teologis, akan banyak kejutan di sana, kadang yg tidak kita duga. Menyenangkan dan membuat bersemangat ketika penafsirnya awam dan non teologis tetapi punya keinginan belajar yang tinggi dan kemauan menambah pengetahuan. Maka, saya selalu mengatakan tidak ada tafsir yang salah, apalagi benar, yang ada hanya tafsir yang dapat dipertanggung jawabkan, dipertanggung jawabkan dengan argumentasi, argumentasi yang mempunyai jembatan nalar yang runtut dan baik shg membentuk sistimatika nalar. 
PEMAHAMAN
Injil Lukas satu-satunya kitab Injil yang secara tersurat menceritakan Yesus-Paska terangkat ke surga. 𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗬𝗼𝗵𝗮𝗻𝗲𝘀 sebenarnya juga menyampaikan bahwa Yesus-Paska pergi ke surga sesudah kebangkitan dan bahkan kembali lagi. Namun, kisah ini disampaikan antara tersirat dan tersurat sehingga banyak orang Kristen (termasuk banyak pengkhotbah) tidak dapat menangkapnya. Coba kita telaah berikut ini. Lihatlah adegan Maria Magdalena saat berjumpa dengan Yesus-Paska. Kata Yesus kepadanya, ” 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘬𝘶, 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙗 𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘽𝙖𝙥𝙖, 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘒𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝘼𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘽𝙖𝙥𝙖-𝙆𝙪 𝘥𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘱𝘢𝘮𝘶, 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩-𝘒𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩𝘮𝘶.” (Yoh. 20:17, TB 1974) Ini bukti kesatu.

[𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘬𝘶 diterjemahkan dari 𝘔e 𝘮𝘰𝘶 𝘩𝘢𝘱𝘵𝘰𝘶. NRSV “𝘋𝘰 𝘯𝘰𝘵 𝘵𝘰𝘶𝘤𝘩 𝘮𝘦”. Tidak ada tambahan keterangan 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 yang berkonotasi 𝘯𝘨𝘨𝘰𝘯𝘥e𝘭𝘪 seperti dalam TB II 2023.]

Adegan kemudian melompat Yesus-Paska menampakkan diri kepada murid-murid-Nya tanpa Tomas (Yoh. 20:19-23). Dalam perjumpaan ini Yesus-Paska memberi Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. Kronologi adegan pemberian Roh Kudus ini sesuai dengan yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 16:7, yaitu 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭e𝘵𝘰𝘴 akan diberikan 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗽𝗮-𝗡𝘆𝗮. Ini bukti kedua.

Yesus-Paska menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya lengkap dengan Tomas (Yoh. 20:24-28). Yesus-Paska menawarkan Tomas menyentuh bekas luka di tangan dan di lambung-Nya. Yesus-Paska sudah boleh disentuh. Itu artinya Yesus-Paska sudah pergi kepada Bapa seperti yang dikatakan-Nya kepada Maria Magdalena (lih. Yoh. 20:17). Ini bukti ketiga.

𝘊𝘩𝘳𝘪𝘴𝘵𝘰𝘴 𝘢𝘯𝘦𝘴𝘵𝘪!

Baca juga :
http://titusroidanto.blogspot.com/2026/04/sudut-pandang_01183208008.html

tolong analisa kritis akademik kenapa penulis Kis mensejajarkan kisah turunnya Roh Kudus dengan peristiwa hari raya panen, apa maknanya? Pen...