Kamis, 09 April 2026

SUDUT PANDANG INJIL YOHANES INJIL FAVORIT

SUDUT PANDANG INJIL YOHANES INJIL FAVORIT

PENGANTAR
Bacaan Injil Minggu ini akan diambil dari Injil Yohanes 20:19-31. Dua ayat terakhir (ay. 30-31) menarik untuk diamati.
Memang masih banyak tanda mukjizat lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, (ay. 30) tetapi hal-hal ini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya karena percaya kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (ay. 31) (TB II 2023)
Jelas sekali ayat di atas adalah penutup Injil Yohanes. Namun, muncul lagi bagian sebanyak satu pasal, yaitu pasal 21. Di bagian terakhir ada pula kata-kata penutup, yaitu ayat 24-25.
Dialah murid yang bersaksi tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu bahwa kesaksiannya itu benar. (ay. 24) Masih banyak lagi hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu dituliskan satu per satu, kupikir dunia tidak dapat memuat semua kitab yang ditulis itu. (ay. 25)
Apabila anda membaca dengan teliti sangat kentara penulisnya berbeda.

🛑 Yohanes 20:30-31 penulis menggunakan kata ganti orang pertama. Penulis berbicara kepada pembaca.
🛑 Yohanes 21:24 menyebut penulis Injil Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus (lih. Yoh. 21:20). Di ayat 24 disebutkan “Dialah murid yang bersaksi … dan yang telah menuliskannya”. Berarti penulis pasal 21 adalah orang lain karena si penulis Injil disebut dengan kata ganti orang ketiga “dia”. Dapat diduga “murid yang dikasihi Yesus” atau penulis pertama meninggal, kemudian muncul pasal 21.

Siapakah “murid yang dikasihi Yesus” itu? Embuh. Yang pasti saya menolak ia adalah Rasul Yohanes (karena saya ada di kubu biblika yang berpendapat penulis Injil Yohanes bukan satu orang tapi sekelompok orang). Yang pasti penulis pertama adalah orang Kristen terpelajar dari Komunitas Yohanes. Dugaan kuat penulis pertama (pasal 1-20 di luar ayat-ayat dan pasal-pasal sisipan) meninggal kemudian ditambah satu pasal lagi (pasal 21).

PEMAHAMAN
𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗳𝗮𝘃𝗼𝗿𝗶𝘁
Cukup banyak orang Kristen yang memfavoritkan Injil Yohanes. Mungkin karena ada ayat-ayat yang dianggap eksklusif. Padahal dari gatra cerita Injil Yohanes membosankan, membingungkan. “Saya 𝘨𝘢𝘬 bingung 𝘬𝘰𝘬!” kata mereka. 
Dalih seperti itu sebenarnya justru menunjukkan mereka tidak membaca Injil dengan cermat. Jangankan warga awam, pendeta saja dalam berkhotbah cukup banyak yang tidak melihat detil cerita. Empat cerita Injil dianggap sama saja. Sudah sekolah teologi tinggi-tinggi, cara baca Alkitab mereka tidak jauh berbeda dari warga awam. Kalau berkhotbah dari kitab mana pun, isinya terdengar sama saja. 
Pengarang Injil Yohanes berasal dari Komunitas Yohanes yang berada di tengah-tengah konflik dengan kelompok-kelompok lain, terutama kelompok orang Yahudi. Mereka diusir dari sinagog dan didera oleh kelompok Yahudi. Di tengah-tengah suasana konflik itu kelompok penulis Injil Yohanes memiliki misi ganda. Mereka harus menakrifkan (𝘥𝘦𝘧𝘪𝘯𝘦) dan menegaskan jatidiri mereka sendiri, sekaligus menakrifkan dan menegaskan jatidiri lawan/musuh mereka.
Injil Yohanes berisi renungan-renungan yang dibuat narasi dengan menggunakan dialog dan diskusi panjang antara Yesus dan lawan bicara-Nya (murid-murid-Nya dan pihak-pihak lain). Pengarang Injil tampaknya sengaja mengumpan pertanyaan lewat lawan bicara Yesus, kemudian Yesus berbicara menjelaskan panjang-lebar. 𝘜𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘪𝘵𝘶, lawan bicara Yesus tiba-tiba 𝘯𝘨𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨. Misal, Nikodemus dalam Yohanes 3.
Peristiwa-peristiwa dalam Injil Yohanes disusun secara tematik sehingga kronologinya sangat berbeda dari Injil sinoptik (Markus, Matius, dan Lukas).
Pengarang Injil Yohanes itu banyak. Antar-ayat, antar-perikop, atau antar-pasal sering tidak bersambung mulus. Selain itu sering terjadi pengulangan tema yang membingungkan pembaca dan sulit ditafsir. 

Dari mana tahu penulis Injil Yohanes banyak? Coba lihat beberapa contoh di bawah.

▶️ Injil Yohanes “yang asli” (dalam arti hasil karangan penulis pertama) secara terang berakhir di Yohanes 20:20-31, kemudian muncul satu pasal lagi (pasal 21). Tampaknya penulis asli, yang mengandaikan dirinya sebagai murid yang dikasihi, mati. Komunitas Yohanes mungkin bingung karena sebelumnya tersebar kabar bahwa murid yang dikasihi itu tidak akan mati, lalu muncul satu pasal lagi untuk menjelaskan status murid yang dikasihi itu. Selain itu penulis asli Injil Yohanes anti-Yahudi sehingga Petrus (yang dianggap mewakili Yahudi) tidak menjadi murid utama. Ini dapat dilihat sejak awal Injil dalam perekrutan murid-murid Yesus. Konon, menurut legenda, Petrus mati syahid di Roma. Penulis generasi kedua kemudian menambah satu pasal lagi untuk memberi panggung kepada Petrus sebagi penghormatan. Di akhir pasal 21 penulis kedua sangat kentara menerangkan sebagai “aku” membedakan dirinya dari penulis pertama “dia” (lih. Yoh. 21:23-24).

▶️ Dalam pada itu Injil Yohanes “yang asli” dimula dari Yohanes 1:19. Pembukaan atau prolog Injil Yohanes 1:1-18 ditambahkan sesudah Injil Yohanes selesai ditulis. Diduga prolog itu adalah madah yang biasa digunakan dalam liturgi Komunitas Yohanes. Madah itu kemudian dijadikan prolog Injil Yohanes dengan mengalihrupakan menjadi prosa dengan menyisipkan ayat 6, 7, 8, dan 15.

▶️ Yohanes 14:31b yang merupakan ayat terakhir pasal 14 𝘉𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯𝘭𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘳𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪 seharusnya bersambung langsung ke Yohanes 18:1 𝘚𝘦𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘐𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘕𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘶𝘯𝘨𝘢𝘪 𝘒𝘪𝘥𝘳𝘰𝘯. Jadi, pasal 15-17 ditambahkan sesudah penulis pertama mati. Mengapa? Embuh. Mungkin konflik dengan orang-orang Yahudi makin meruncing. Hal ini membuat penulis Injil generasi berikutnya memetaforkan Yesus sebagai Pokok Anggur yang menggantikan Israel Lama. Orang-orang Yahudi adalah ranting-ranting yang tak berbuah sehingga diipotong dan dibuang oleh Bapa si Tukang Kebun.

▶️ Yohanes 4:1-3. Ayat 1 -3 adalah satu kalimat. Ayat 1 disebut Yesus membaptis, yang sama dengan ayat sebelumnya di Yohanes 3:22, tetapi ayat 2 (Yoh. 4) menyangkal Yesus membaptis. Ayat 2 adalah sisipan di kemudian hari. Jadi, ayat 1 sebenarnya langsung bersambung ke ayat 3. Mengapa? Tampaknya terjadi konflik dan persaingan antara kelompok murid Yohanes Pembaptis dan Komunitas Yohanes (pengikut Kristus). Mungkin 𝘧𝘢𝘯𝘴 𝘤𝘭𝘶𝘣 Yohanes Pembaptis mengolok-olok Komunitas Yohanes bahwa Yesus meniru-niru Yohanes Pembaptis, maka muncullah ayat 2 tersebut untuk menegasi ayat 1. 

▶️ Masih banyak lagi.

Soal perbedaan kronologi saya ambil satu contoh. Dalam Injil sinoptik Yesus hanya sekali ke Yerusalem di ujung pelayanan-Nya selama masa pelayanan-Nya. Dalam kesempatan itu Yesus mengusir para pedagang dan mengobrak-abrik dagangan mereka di kompleks Bait Allah yang dikenal dengan episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩.
Dalam Injil Yohanes episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 di awal pelayanan-Nya (Yoh. 2:13-25) dan Yesus tidak hanya sekali ke Yerusalem, melainkan empat kali. Mengapa episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 di ujung kisah dalam Injil sinoptik, sedang dalam Injil Yohanes di awal?
Seperti yang saya katakan di atas penyusunan peristiwa dalam Injil Yohanes secara tematik. Dua tema besar dalam Injil Yohanes adalah tanda-tanda (pasal 1-12) dan kemuliaan (pasal 13-20). Episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 dimasukkan ke dalam tema besar tanda-tanda.

(07052023)(TUS)


Sudut 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 Yohanes 20:19-31 [𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗜𝗜 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗮, 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗔], 𝙈𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙𝙣𝙮𝙖 𝙄𝙣𝙟𝙞𝙡 𝙞𝙣𝙞 𝙙𝙞𝙘𝙖𝙩𝙖𝙩

Sudut 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 Yohanes 20:19-31 [𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗜𝗜 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗮, 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗔], 𝙈𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙𝙣𝙮𝙖 𝙄𝙣𝙟𝙞𝙡 𝙞𝙣𝙞 𝙙𝙞...