PENGANTAR
Baru-baru ini memang saya lumayan juengkel dg perkembangan kalangan pendeta dalammdenominasi tertentu, kacau .... repotnya para pendeta dalam denominasi arus utama .... Kok ya mulai ikut-ikutan menconto ..... parah, tidak semua tapi as bbrp. Pak Andar Ismail pernah menulis kriteria seorang calon pendeta. Calon pendeta itu tidak boleh hanya berbekal orang baik. Ia harus juga berpengetahuan dan pembelajar. Pendeta yang baik, tetapi tidak pintar, itu namanya malaikat yang bodoh. Sebaliknya, kata Pak Andar, calon pendeta yang sangat berpengetahuan, tetapi tak bermoral, dia adalah iblis yang pintar.
PEMAHAMAN
Pak Andar tampaknya lupa tipe ketiga: Persilangan keduanya. 𝗕𝗼𝗱𝗼𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁.
Dalam dunia nyata ada gembala tipe ketiga ini. Ciri-cirinya dobel:
1️⃣ 𝗝𝗮𝗵𝗮𝘁: 𝗝𝘂𝗮𝗹 𝗱𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗮𝗺𝗯𝗶𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗿𝗼𝗻𝗶
Konstitusi gereja dilanggar enteng. Suara domba-domba 𝘥𝘪𝘢𝘬𝘢𝘭𝘪𝘯. Jabatan dibagi buat lingkaran sendiri. Yang penting projek jalan, nama naik. Ini bukan iblis pintar. Ini iblis serakah. Wahyu 18:13 menyebut Babel: 𝘥𝘢𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢.
2️⃣ 𝗕𝗼𝗱𝗼𝗵: 𝙉𝙜𝙖𝙨𝙞 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗿𝘂𝗺𝗽𝘂𝘁 𝗽𝗹𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸
Khotbah kosong, hanya parafrase bacaan lalu melompat ke aplikasi yang 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 gayut. Bikin renungan makin kelihatan bodohnya. Sama sekali tak mencerminkan ia pernah bersekolah teologi. 𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 pernah belajar, 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 mau mendengar.
Wahyu 3:17 “𝘮𝘪𝘴𝘬𝘪𝘯, 𝘣𝘶𝘵𝘢, 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨”, tapi 𝘯𝘨𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 paling tahu hanya karena sudah bertahun-tahun menjadi pendeta. Domba menjadi kurus, gampang ditipu skema kiamat dan 𝘤𝘩𝘪𝘱 vaksin.
Kalau malaikat bodoh itu kasihan, iblis pintar itu bahaya, maka yang bodoh dan jahat itu 𝗯𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗷𝗲𝗺𝗮𝗮𝘁. Dia 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 cuma bodoh sendiri. Dia 𝘯𝘺𝘦𝘳𝘦𝘵 satu kandang ikut bodoh. Terus dia suruh jemaat: “𝘋𝘰𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢”, padahal itu hasil perbuatan tak bermoral.
Kitab Wahyu 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 punya kata halus buat ini. Ke gembala Sardis Yesus bilang, “𝘌𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘪.” (Why. 3:1)
Saya menulis ini bukan buat maki-maki. Saya juga domba yang bebal. Wahyu 2-3 itu bukan 𝘩𝘢𝘵𝘦 𝘴𝘱𝘦𝘦𝘤𝘩. Itu surat cinta yang berdarah. Isinya bukan “𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩”. Isinya: “𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯𝘮𝘶... 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶... 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘰𝘣𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩.” (Why 3:19)
Dulu saya punya puluhan anak-buah 𝘶𝘯𝘴𝘬𝘪𝘭𝘭𝘦𝘥 dari lokal. Hari pertama saya bilang: “𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘤𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩. 𝘛𝘶𝘨𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘨𝘶𝘭𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘯𝘵𝘰𝘳, 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘤𝘢𝘵.”
Bodoh bukan dosa. Bodoh bisa diajar. Yang dosa itu 𝘶𝘥𝘢𝘩 bodoh, maling, tapi 𝘯𝘨𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 paling suci.
Jadi, para pendeta tipe ketiga ini hendaklah:
▶️ Kalau kalian bodoh: tutup mulut, buka telinga, buka buku. Belajar. Berguru.
▶️ Kalau kalian jahat: tutup rekening kroni, buka suara domba. Bertobat. Sekarang.
Anak Domba 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 main-main. “𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 ... 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘬𝘢𝘬𝘪 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘮𝘶.” (Why. 2:5)
Kaki dian dicabut berarti gereja mati lampu. Satu kandang gelap. Nama Kristus dipermalukan. Itu salah kalian, tetapi seluruh domba menderita.
Umat harus berhenti bilang “𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬”. Seperti kata Pak Andar, baik saja tidaklah cukup, pendeta harus juga berpengetahuan dan pembelajar. Domba Kristus berhak makan rumput bergizi, bukan plastik. (bdk. Yoh. 10:9)
Kalau tulisan ini keras, karena kayunya sudah lapuk. Harus digetok biar roboh sebelum menimpa domba.
Tiada jalan selain bertobat. Sebelum kaki dian dicabut. Sebelum domba habis. Sebelum kalian semua malu di hadapan Takhta.
𝗚𝗲𝗿𝗲𝗷𝗮 𝗥𝗮𝘀𝗮 𝗗𝘂𝗸𝗰𝗮𝗽𝗶𝗹: 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝙉𝙜𝙜𝙖𝙠 𝗕𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗗𝗶𝘄𝗮𝗸𝗶𝗹𝗶, 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗼𝗱𝗼𝗵 𝗕𝗼𝗹𝗲𝗵
Di kantor dukcapil ada tulisan besar di tempel, urusan surat kelahiran dan surat kematian tidak bisa diwakilkan harus datang sendiri. 𝘈𝘣𝘴𝘶𝘳𝘥? Bayi disuruh antre akta lahir sendiri. Orang mati disuruh bawa surat dokter sendiri. Lucu? 𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬, karena ini acap terjadi di Gereja.
Di kantor Dukcapil orang mati 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 boleh diwakili. Di gereja yang digembala oleh pendeta tipe 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙝𝙖𝙩 orang bodoh WAJIB diwakili. Oleh siapa? Oleh pendeta.
1️⃣ 𝗝𝗮𝗵𝗮𝘁: 𝗗𝗶𝗮 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗰𝗮𝗹𝗼 𝗶𝗺𝗮𝗻
Saya mendengar langsung dari seorang warga senior Gereja. Katanya, “𝘈𝘥𝘢 𝘗𝘦𝘯𝘥𝘦𝘵𝘢 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨: 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘩𝘰𝘵𝘣𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘵𝘦𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪, 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯. 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘵𝘦𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴."
Terjemahan bebasnya: “𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘰𝘮𝘣𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘮𝘪𝘬𝘪𝘳. 𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘒𝘒, 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘪𝘴𝘪 𝘧𝘰𝘳𝘮𝘶𝘭𝘪𝘳. 𝘋𝘪𝘦𝘮 𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩. 𝘉𝘪𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘋𝘶𝘬𝘤𝘢𝘱𝘪𝘭 𝘪𝘮𝘢𝘯. 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘚.𝘛𝘩.”
Ini bukan gembala. Ini calo! Dia memonopoli akses ke Tuhan. Dia dagang nyawa manusia (bdk. Why 18:13)
𝗚𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗮 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 tugasnya apa? Efesus 4:12 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘳𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘥𝘶𝘴. Artinya: 𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘳𝘪𝘯 domba cara urus “KTP iman” sendiri. 𝘕𝘨𝘢𝘫𝘢𝘳𝘪𝘯 baca Alkitab, mikir, nimbang ajaran.
𝗚𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗮 𝗰𝗮𝗹𝗼 tugasnya apa? “𝘗𝘰𝘬𝘰𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘋𝘰𝘢𝘪𝘯 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘺𝘢.”
Gembala calo dan aparatus jahat negara 𝗠𝗢-nya sama: kerja bermutu tak bermutu tetap digaji sama.
2️⃣ 𝗕𝗼𝗱𝗼𝗵: 𝗗𝗶𝗮 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗮𝗻𝘁𝗿𝗲𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖𝙧𝙞𝙣 𝗶𝘀𝗶 𝗳𝗼𝗿𝗺𝘂𝗹𝗶𝗿
Cerita lain dari warga senior gereja berbeda. Katanya, “𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘴𝘶𝘭 𝘥𝘪 𝘳𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘫𝘦𝘭𝘪𝘴, 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣: 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘭𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘵𝘢, 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪."
Pertanyaannya: “𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪, 𝘫𝘦𝘮𝘢𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘤𝘦𝘳𝘥𝘢𝘴. 𝘉𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯-𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘵𝘢 𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢?”
𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮: Jadi petugas Dukcapil galak.
Duduk di loket. 𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 mau ngajarin. Kalau ada yang nanya, dibentak, “𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 20 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪!”
Antrean makin panjang. Jemaat ditolak terus karena “formulir salah”. Salahnya di mana? 𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 dikasih tau.
Itu pendeta 𝗯𝗼𝗱𝗼𝗵 namanya. Yakobus 3:1 𝘨𝘶𝘳𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘬𝘪𝘮𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵.
Puluhan tahun jadi pendeta tapi jemaat 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 cerdas, itu namanya bodoh kuadrat!
3️⃣ 𝗕𝗼𝗱𝗼𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁: 𝗔𝗻𝘁𝗿𝗲 𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗮𝘁𝗶𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶
Lihat lagi loket paling kanan di gambar: ANTREAN AKTA KEMATIAN. Sertakan Surat Dokter (Wajib Bawa).
Siapa “dokter” yang 𝘯𝘨𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘪𝘯 surat kematian iman jemaat? Gembala yang bilang 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪. Dia menyuntik mati nalar jemaat. Dia menyuntik mati iman jemaat. Terus dia 𝘢𝘯𝘵𝘦𝘳𝘪𝘯 jenazah iman itu ke loket, bilang, “𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩”.
Wahyu 3:1 “𝘌𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘪.”
Yang bikin mati siapa? Gembalanya.
Yang disuruh antre akta kematian siapa? Dombanya.
Ini bencana. Dia menyeret domba satu kandang ikut mati. Terus di pemakaman dia mimpin ibadah, “𝘋𝘰𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢”.
🛑 Di Dukcapil orang mati 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 boleh diwakili. Itu hukum aparatus bodoh negara.
🛑 Di Kerajaan Allah orang bodoh 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 boleh diwakili. Itu hukum Wahyu.
Wahyu 2:5 “𝘉𝘦𝘳𝘵𝘰𝘣𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩... 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘬𝘢𝘬𝘪 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘮𝘶.”
Kaki dian dicabut artinya gereja mati lampu. Antrean bubar. Loket tutup.
Jadi, wahai para pendeta, dengarlah:
🛑 Kalau kamu bodoh: tutup mulut, buka telinga, buka buku. Belajar.
🛑 Kalau kamu jahat: tutup rekening kroni, buka suara domba. Bertobat. Sekarang, sebelum kaki dian dicabut. Sebelum domba habis. Sebelum kamu balik dipermalukan.
Sejujurnya saya sudah 𝘩𝘰𝘱𝘦𝘭𝘦𝘴𝘴 bakal ada pertobatan pendeta bodoh dan jahat yang berkuasa di gereja. Mengapa? Mereka sudah mengalami 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘦𝘯𝘵 𝘣𝘳𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘮𝘢𝘨𝘦. Namun, saya masih punya sedikit harapan pada warga Gereja yang mau melarikan diri dari penjara pendeta bodoh dan jahat.
(28942026)(TUS)