Minggu, 05 Juli 2026

Perjamuan Kudus: Lebih dari Sekadar Simbol

Bagi John Calvin, Perjamuan Kudus bukan sekadar upacara, kenangan, atau lambang yang kosong. Melalui karya Roh Kudus, orang percaya sungguh-sungguh dipersatukan dengan Kristus dan mengambil bagian dalam seluruh manfaat keselamatan yang diperoleh-Nya di kayu salib.

Calvin menegaskan bahwa Kristus memang tetap berada di surga menurut kemanusiaan-Nya. Namun, melalui kuasa Roh Kudus, orang percaya diangkat secara rohani untuk bersekutu dengan Dia. Karena itu, ketika kita menerima roti dan anggur dengan iman, kita tidak sedang menerima tubuh Kristus secara fisik, melainkan menikmati kehadiran-Nya yang nyata secara rohani.

Perjamuan Kudus menjadi saluran anugerah, tempat Kristus menguatkan iman, menghibur hati yang lemah, memelihara kehidupan rohani, dan membentuk umat-Nya semakin serupa dengan diri-Nya. Sebab tujuan Perjamuan bukan sekadar mengingat kematian Kristus, tetapi hidup dalam persekutuan yang terus diperbarui dengan Dia.

Kiranya setiap kali kita datang ke meja Perjamuan Kudus, kita datang bukan hanya dengan tangan yang menerima roti dan anggur, tetapi dengan hati yang rindu menikmati Kristus sendiri melalui karya Roh Kudus.

"Persekutuan yang kita miliki dalam tubuh dan darah Kristus adalah suatu kenyataan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga Kristus sungguh menjadi kehidupan bagi jiwa kita." 

 John Calvin, Institutes of the Christian Religion, IV.17.

Perjamuan Kudus: Lebih dari Sekadar Simbol Bagi John Calvin, Perjamuan Kudus bukan sekadar upacara, kenangan, atau lambang yang kosong. Mela...