Jumat, 12 Mei 2023

Bagaimana pandangan saya soal persembahan perpuluhan? Serial Sudut Pandang

Bagaimana pandangan saya soal persembahan persepuluhan? Serial Sudut Pandang

PENGANTAR

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN MENJADI KELIRU KALAU :
1. Ditekankan sebagai sebuah kewajiban bagi warga jemaat. Sebab, pada prinsipnya setiap persembahan semestinya didasari dengan kesukarelaan dan kesukacitaan, bukan kewajiban yang membebani.
2. Diajarkan sebagai sebuah kepatuhan mutlak pada Firman Tuhan. Sebab, dalam sejarahnya, ketika kekristenan berkembang dengan banyak anggota non-Yahudi, tradisi-tradisi agama Yahudi tidak lagi menjadi kemutlakan bagi semua. Termasuk di dalamnya soal sunat, hari raya, kurban, dan persembahan.
3. Dipaksakan dengan ancaman, baik keras maupun halus, bahwa kalau tidak dilakukan akan menimbulkan malapetaka. Sebab, bahkan Yesus pun nggak pernah mengancam orang karena persembahannya. Malah, Yesus selalu mengaitkan persembahan (apa pun) dengan moralitas dan compassion (welas asih).
4. Diperuntukkan bagi pendeta/pastor/imam di gereja itu. Sebab, meskipun di Perjanjian Lama persembahan perpuluhan memang diperuntukkan bagi anak yatim, janda miskin, dan kaum Lewi (imam), namun yang dimaksud adalah para imam yang miskin dan tidak punya kepemilikan.

PERSEMBAHAN SEPERSEPULUH (ATAU SEPERBERAPA PUN) DARI PENGHASILAN ITU BAIK KALAU :
1. Diajarkan sebagai sebuah ekspresi syukur karena kehidupan yang indah, bahagia, dan sejahtera, yang diberikan dengan kerelaan dan kesukacitaan. Jadi, persembahan bukanlah beban.
2. Dianjurkan sebagai cara menopang dan men-support kebutuhan kehidupan berjemaat. Sebab, siapa lagi yang mendanai kebutuhan jemaat kalau bukan warganya? Mosok kegiatan-kegiatan gereja mau disponsori Bank BNI, Indosat, Unilever, atau Djarum? 😁
3. Disertai dengan anjuran untuk tidak lupa juga berbagi kepada sesama di luar gereja yang membutuhkan pertolongan kita. Sebab, kehidupan sehari-hari itulah ibadah yang sejati. Dengan begitu, ibadah kita menjadi bulat dan utuh, nggak ritual thok. 
4. Diperuntukkan, didistribusikan, dan dilaporkan kepada umat secara transparan dan akuntabel secara periodik. Gereja yang sehat adalah yang tidak takut diaudit dan dengan jujur membuka keuangannya bagi warga jemaatnya. 

TELAAH

BUKAN UNTUK IMAM
Persembahan persepuluhan itu kan esensinya sebenernya bagaimana menjamin KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN BAGI KELOMPOK RENTAN di tengah umat. Makanya yang jadi sasaran penerima persembahan persepuluhan adalah kaum Lewi (suku yang nggak punya warisan tanah utk bercocok tanam), orang asing (musafir/nomad yang gak punya rumah), anak yatim, dan janda miskin. Jadi dalam sejarahnya di PL, gak pernah persembahan persepuluhan itu diserahkan semata-mata kepada Imam atau Imam Besar. Ingat, fokusnya adalah selalu untuk menjamin yang lemah bisa tetap makan-minum dan hidup layak! PERSEPULUHAN tidak hanya untuk suku lewi, Ulangan 14:27-28 dan 26:12-13.
Ulangan 14:27-29 (TB)
27 Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau.
28 Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;
29 maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu." 
Ulangan 26:12-13 (TB)
12 "Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang. 
13 Dan haruslah engkau berkata di hadapan TUHAN, Allahmu: Telah kupindahkan persembahan kudus itu dari rumahku, juga telah kuberikan kepada orang Lewi, dan kepada orang asing, anak yatim dan kepada janda, tepat seperti perintah yang telah Kauberikan kepadaku. Tidak kulangkahi atau kulupakan sesuatu dari perintah-Mu itu.
Persepuluhan kepada suku Lewi adalah bukti Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Tuhan kepada Israel. Suku Lewi yang tidak mendapatkan tanah pusaka sehingga tidak bisa mengolah tanah untuk mendapatkan kebutuhan nafkah hidupnya terpelihara oleh karena perpuluhan yang diberikan. Ingat juga, bahwa Alkitab juga mencatat dalam Ulangan 14:27-28 dan 26:12-13, bahwa Persepuluhan yang dikumpulkan oleh sebelas suku Israel bukan hanya semata-mata untuk suku Lewi, melainkan juga untuk kepada orang asing, anak yatim dan kepada janda. Anak yatim dan janda yang telah ditinggal mati ayah dan suaminya adalah tanggung jawab semua suku pada konteks masa itu, semua suku Israel wajib untuk memelihara mereka, pelayanan ini diadopsi di jaman Kisah Rasul yang dikenal dengan istilah pelayanan meja atau diakonia. Sedangkan orang asing disini adalah mereka yang tinggal bersama-sama dengan bangsa Israel dan menjadi bagian bangsa Israel (proselit) juga bangsa asing yang sekedar lewat di perkampungan atau daerah Israel harus di jamu sampai kenyang melalui perpuluhan. Pemberian persepuluhan untuk anak yatim dan janda pada masa itu pun menunjukkan bentuk Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Tuhan atas mereka oleh karena kepala keluarga yang mencari nafkah telah meninggal dan orang asing yang mendapat "jatah" persepuluhan dari sebelas suku Israel juga memiliki maksud yang sama, yaitu agar mereka bisa melihat bahwa Allah Israel adalah Allah yang Kasih, Allah yang Adil dan Allah yang memelihara semua umat manusia, sebab bagi orang-orang asing (bangsa di luar Israel) konsep Allah mereka adalah Allah mereka kasih hanya untuk mereka (bangsa) mereka sendiri tetapi tidak untuk bangsa atau kaum lain. Melalui persepuluhan yang diberikan sebelas suku Israel, orang asing bisa melihat betapa Allah Israel itu berbeda dengan allah-allah asing.
Dalam konteks Malaekhi pun demikian. Bangsa Israel pada jaman Maleakhi mengalami kemerosotan rohani sampai titik nadir. Mereka tidak mau memberikan Persepuluhan dan melupakan tujuan awal dari persepuluhan. Israel pada masa itu menjadikan uang dan kekayaan sebagai illah mereka. Mereka tidak memberikan persepuluhan dan mereka melupakan rumah Tuhan. Pada masa itu, Israel benar-benar bobrok kerohaniannya, Rumah Tuhan yang merupakan lambang kehadiran Tuhan di tengah-tengah Israel tidak dipedulikan oleh Israel, hal ini menunjukkan bahwa Israel sudah tidak peduli lagi dengan Tuhan dan segala ketetapan-Nya. Ketidakpedulian mereka terhadap rumah Tuhan adalah bentuk ketidak pedulian mereka kepada pribadi Tuhan sendiri yang telah membebaskan nenek moyang mereka dari perbudakan di Mesir. Itulah sebabnya Firman Tuhan datang untuk mengingatkan Israel agar kembali menjadikan Allah Yahweh sebagai Allah mereka dan kembali memberikan Persepuluhan dan harus memperhatikan rumah Tuhan. Hal ini dimaksudkan agar Israel bisa kembali menjadi umat Allah dan menjadi saksi kepada bangsa lain bahwa Allah Yahweh adalah Allah yang benar, karena itu dalam Maleakhi Allah mengatakan "ujilah Aku". Jadi memberikan persepuluhan dalam konteks Maleakhi pun sama dengan konteks dalam kitab Ulangan. Belalang Pelahap dalam konteks itu adalah hama belalang yang memang pada masa itu melanda tanah Israel. Membuka tingkap-tingkap langit, maksudnya adalah mencurahkan hujan, karena pada masa itu Israel dilanda kekeringan yang hebat. Jika Israel kembali kepada Tuhan pada masa itu, maka Allah akan menolong mereka sama seperti nenek moyang mereka yang ditolong keluar dari perbudakan di Mesir
Berdasarkan uraian singkat di atas jelas, bahwa konsep Persepuluhan diberikan bukan supaya kita diberkati atau bertujuan untuk kepentingan pribadi, melainkan persepuluhan diberikan adalah bukti bahwa kita telah diberkati oleh Allah sendiri. Memberikan persepuluhan bukanlah seperti usaha memancing, dengan memberikan sepersepuluh dari penghasilan kita maka kita berharap mendapatkan lebih dari apa yang telah kita beri. Ajaran ini sesat..!!! Sekali lagi Persepuluhan diberikan bukan supaya kita diberkati melainkan karena kita telah diberkati. Lalu, harus diingat pula, bahwa ketika kita memberikan persepuluhan kita di ajarkan bahwa apa yang telah kita terima dari Tuhan bukanlah milik kita sepenuhnya, ada bagian orang lain di dalamnya, sehingga orang lain bisa merasakan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang Kasih, Adil dan Pemelihara umat manusia
Orang-orang Kristen dituntut oleh Tuhan bukan hanya memberikan Persepuluhan, melainkan seluruh hidup kita, termasuk di dalamnya adalah harta kita. Kita bukanlah pemilik melainkan hanya pengelola, termasuk harta kekayaan dan uang kita. Namun, harus diakui untuk memiliki gaya hidup yang tidak terikat oleh harta kekayaan atau uang adalah hal yang sulit, karena itu dengan belajar memberikan persepuluhan, kita sedang belajar untuk melatih diri kita untuk tidak terikat oleh kekayaan atau uang (mamon). Namun jika 5 tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun kita memberi hanya sekedar persepuluhan dan merasa berat untuk membantu pekerjaan Tuhan, membantu sesama, dll, maka sama saja bohong. Jika kondisi kita seperti itu, maka persepuluhan yang kita berikan hanyalah sebagai "kewajiban" beragama. Ingat tujuan persepuluhan dalam konteks PL adalah agar bangsa Israel tidak terikat oleh kekayaan dunia dan memiliki kesadaran bahwa harta kekayaan yang mereka miliki di dalamnya juga terdapat "hak" orang lain. Bagaimana orang lain bisa mengenal Allah kita sebagai Allah yang Kasih, Adil dan Pemelihara umat manusia jika kita terikat oleh harta kekayaan dan pelit untuk berbagi. Untuk berbagi kita tidak harus menunggu menjadi orang kaya secara materi terlebih dahulu, tetapi bisa dimulai dari sekarang, dari apa yang kita punya
1. Persepuluhan diberikan bukan supaya kita diberkati, melainkan karena kita telah diberkati oleh Allah melalui hasil usaha yang BENAR.
2. Persepuluhan adalah bentuk Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Allah kepada umat manusia, karena itu Gereja atau Gembala harus menunjukkan Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Allah dalam mengelola Persepuluhan, tidak boleh menjadi hak milik pribadi dan keluarga Gembala.
3. Persepuluhan adalah latihan awal yang melatih kita untuk tidak terikat kepada harta milik atau uang, melainkan terikat kepada Allah.
Inilah perspektif saya mengenai Persepuluhan. Jika ada persepuluhan tidak dimaksudkan untuk kepentingan Tuhan dan Kerajaan-Nya, maka seperti judul di atas "Persepuluhan, 'Upeti' jemaat kepada Pendeta/Gembala."
Marilah mengajarkan konsep persepuluhan yang benar kepada jemaat, jangan ada tedensi kepentingan pribadi atau manipulasi dalam ajaran kita mengenai persepuluhan. Biarlah kebenaran yang terus kita sampaikan. Selamat memberi. Sola Gracia.

DARI BUDAYA PADA ZAMAN ITU
Baca ini
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/08/persepuluhan-dalam-sejarah-kuno-serial.html

Lapangan Pancasila, 12.05.2023 (T)

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...