Sabtu, 06 Mei 2023

Sudut Pandang 𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 Yohanes yang membingungkan,

Sudut Pandang 𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 Yohanes yang membingungkan

Cukup banyak orang Kristen yang memfavoritkan Injil Yohanes. Mungkin karena ada ayat-ayat yang dianggap eksklusif. Padahal dari gatra cerita Injil Yohanes membosankan, membingungkan. “Saya 𝘨𝘢𝘬 bingung 𝘬𝘰𝘬!” kata mereka. 
Dalih seperti itu sebenarnya justru menunjukkan mereka tidak membaca Injil dengan cermat. Jangankan warga awam, yang pengkhotbah saja dalam berkhotbah cukup banyak yang tidak melihat detil cerita. Empat cerita Injil dianggap sama saja. Kalau berkhotbah dari kitab mana pun, isinya terdengar sama saja. 
Pengarang Injil Yohanes berasal dari Komunitas Yohanes yang berada di tengah-tengah konflik dengan kelompok-kelompok lain, terutama kelompok orang Yahudi. Mereka diusir dari sinagog dan didera oleh kelompok Yahudi. Di tengah-tengah suasana konflik itu kelompok penulis Injil Yohanes memiliki misi ganda. Mereka harus menakrifkan (𝘥𝘦𝘧𝘪𝘯𝘦) dan menegaskan jatidiri mereka sendiri, sekaligus menakrifkan dan menegaskan jatidiri lawan/musuh mereka.
Injil Yohanes berisi renungan-renungan yang dibuat narasi dengan menggunakan dialog dan diskusi panjang antara Yesus dan lawan bicara-Nya (murid-murid-Nya dan pihak-pihak lain). Pengarang Injil tampaknya sengaja mengumpan pertanyaan lewat lawan bicara Yesus, kemudian Yesus berbicara menjelaskan panjang-lebar. 𝘜𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘪𝘵𝘶, lawan bicara Yesus tiba-tiba 𝘯𝘨𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨. Misal, Nikodemus dalam Yohanes 3.
Peristiwa-peristiwa dalam Injil Yohanes disusun secara tematik sehingga kronologinya sangat berbeda dari Injil sinoptik (Markus, Matius, dan Lukas).
Pengarang Injil Yohanes itu banyak. Antar-ayat, antar-perikop, atau antar-pasal sering tidak bersambung mulus. Selain itu sering terjadi pengulangan tema yang membingungkan pembaca dan sulit ditafsir. 
Dari mana tahu penulis Injil Yohanes banyak? Coba lihat beberapa contoh di bawah.

▶️ Injil Yohanes “yang asli” (dalam arti hasil karangan penulis pertama) secara terang berakhir di Yohanes 20:20-31, kemudian muncul satu pasal lagi (pasal 21). Tampaknya penulis asli, yang mengandaikan dirinya sebagai murid yang dikasihi, mati. Komunitas Yohanes mungkin bingung karena sebelumnya tersebar kabar bahwa murid yang dikasihi itu tidak akan mati, lalu muncul satu pasal lagi untuk menjelaskan status murid yang dikasihi itu. Selain itu penulis asli Injil Yohanes anti-Yahudi sehingga Petrus (yang dianggap mewakili Yahudi) tidak menjadi murid utama. Ini dapat dilihat sejak awal Injil dalam perekrutan murid-murid Yesus. Konon, menurut legenda, Petrus mati syahid di Roma. Penulis generasi kedua kemudian menambah satu pasal lagi untuk memberi panggung kepada Petrus sebagi penghormatan. Di akhir pasal 21 penulis kedua sangat kentara menerangkan sebagai “aku” membedakan dirinya dari penulis pertama “dia” (lih. Yoh. 21:23-24).

▶️ Dalam pada itu Injil Yohanes “yang asli” dimula dari Yohanes 1:19. Pembukaan atau prolog Injil Yohanes 1:1-18 ditambahkan sesudah Injil Yohanes selesai ditulis. Diduga prolog itu adalah madah yang biasa digunakan dalam liturgi Komunitas Yohanes. Madah itu kemudian dijadikan prolog Injil Yohanes dengan mengalihrupakan menjadi prosa dengan menyisipkan ayat 6, 7, 8, dan 15.

▶️ Yohanes 14:31b yang merupakan ayat terakhir pasal 14 𝘉𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯𝘭𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘳𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪 seharusnya bersambung langsung ke Yohanes 18:1 𝘚𝘦𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘐𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘕𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘶𝘯𝘨𝘢𝘪 𝘒𝘪𝘥𝘳𝘰𝘯. Jadi, pasal 15-17 ditambahkan sesudah penulis pertama mati. Mengapa? Embuh. Mungkin konflik dengan orang-orang Yahudi makin meruncing. Hal ini membuat penulis Injil generasi berikutnya memetaforkan Yesus sebagai Pokok Anggur yang menggantikan Israel Lama. Orang-orang Yahudi adalah ranting-ranting yang tak berbuah sehingga diipotong dan dibuang oleh Bapa si Tukang Kebun.

▶️ Yohanes 4:1-3. Ayat 1 -3 adalah satu kalimat. Ayat 1 disebut Yesus membaptis, yang sama dengan ayat sebelumnya di Yohanes 3:22, tetapi ayat 2 (Yoh. 4) menyangkal Yesus membaptis. Ayat 2 adalah sisipan di kemudian hari. Jadi, ayat 1 sebenarnya langsung bersambung ke ayat 3. Mengapa? Tampaknya terjadi konflik dan persaingan antara kelompok murid Yohanes Pembaptis dan Komunitas Yohanes (pengikut Kristus). Mungkin 𝘧𝘢𝘯𝘴 𝘤𝘭𝘶𝘣 Yohanes Pembaptis mengolok-olok Komunitas Yohanes bahwa Yesus meniru-niru Yohanes Pembaptis, maka muncullah ayat 2 tersebut untuk menegasi ayat 1. 

▶️ Masih banyak lagi.
Soal perbedaan kronologi saya ambil satu contoh. Dalam Injil sinoptik (Matius, Markus,Lukas) Yesus hanya sekali ke Yerusalem di ujung pelayanan-Nya selama masa pelayanan-Nya. Dalam kesempatan itu Yesus mengusir para pedagang dan mengobrak-abrik dagangan mereka di kompleks Bait Allah yang dikenal dengan episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩.
Dalam Injil Yohanes episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 di awal pelayanan-Nya (Yoh. 2:13-25) dan Yesus tidak hanya sekali ke Yerusalem, melainkan empat kali. Mengapa episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 di ujung kisah dalam Injil sinoptik, sedang dalam Injil Yohanes di awal?
Seperti yang saya katakan di atas penyusunan peristiwa dalam Injil Yohanes secara tematik. Dua tema besar dalam Injil Yohanes adalah tanda-tanda (pasal 1-12) dan kemuliaan (pasal 13-20). Episode 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘪𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 dimasukkan ke dalam tema besar tanda-tanda.

Pancasila Salatiga, 07.05.2023 (T)

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...