Senin, 28 Agustus 2023

SIMBOL ANGKA DIHARI-HARI PENCIPTAAN, SERIAL SUDUT PANDANG

Keterangan Gambar:
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Enam Hari Penciptaan
(Sumber: https://answersingenesis.org/creation/)

SIMBOL ANGKA DIHARI-HARI PENCIPTAAN, SERIAL SUDUT PANDANG 
====================================

Bilangan-bilangan yang tercatat dalam naskah Ibrani Perjanjian Lama dan naskah Yunani Perjanjian Baru ditulis dalam kata-kata, bukan dalam angka. Demikian halnya dengan pencatatan bilangan-bilangan dalam narasi Penciptaan. 

Kita harus pahami dulu pencatatan bilangan dan angka menurut sistem dan perapektif Ibrani.

Dalam bahasa Ibrani, angka satu adalah suatu kata sifat, kemudian, suatu rangkaian kata benda menunjukkan bilangan 2 sampai 10. Gabungan bilangan dengan angka 10 menunjukkan angka 11 sampai 19. Sesudah angka 20, bilangan puluhan dibentuk dalam susunan yg sama dengan bh Indonesia, yaitu angka 3 dan 30. Satu kata terpisah menunjukkan angka 100; 200 adalah dua bentuk dari itu. Setelah itu, dari angka 300 sampai angka 900 bentuknya sama lagi dengan sistem bilangan di Indonesia. Adapun bilangan tertinggi yang dinyatakan dengan satu kata adalah bilangan 20.000 yang dibentuk dari bilangan 10.000. Seperti itulah sistem pencatatan angka Ibrani.

Menariknya, dalam Alkitab bilangan juga digunakan sebagai lambang atau mengungkapkan arti teologis, bisa disimak sebagai berikut:

1. Bilangan satu digunakan untuk mengungkapkan gagasan keesaan dan keunikan Allah. Contohnya ada di Ulangan 6:4, juga pada frasa-frasa "Semua bangsa berasal dari satu orang" (Kisah Para Rasul 17:26); "Dosa masuk ke dunia melalui satu orang" (Roma 5:12); "Kasih karunia dilimpahkan karena satu orang, Yesus Kristus" (Roma 5:15);  "Korban persembahan diriNya sampai mati adalah satu kali untuk selama-lamanya" (Ibrani 7:27); dan "Dia-lah yang sulung yg pertama bangkit dari antara orang mati" (Kolose 1:18); "yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal (1 Korintus 15:20)".

2. Bilangan dua dapat menggambarkan keesaan maupun pembagian. Contoh: satu pria dan satu wanita merupakan asas kesatuan keluarga (Kejadian 1:27; 2:20, 24); Binatang-binatang dikelompokan dalam pasangan dan masuk ke dalam bahtera secara berpasangan (Kejadian 7:9); Dua orang sering bekerja sama dalam persahabatan atau persekutuan, misalnya pengintai utusan Yosua (Yosua 2:1), juga ke-12 murid diutus berdua dan 70 murid juga diutus demikian (Markus 6:7; Lukas 10:1). Sebagai tambahan, di Sinai diberikan 2 loh batu, dan binatang-binatang sering dipersembahkan berpasang-pasang. Namun, sebaliknya juga angka 2 dipakai sebagai kekuatan yang memisahkan, seperti dalam 1 Raja-raja 18:21, "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati?", juga perihal dua jalan yaitu "jalan yang luas dan yang sempit' dalam Matius 7:13,14.

3. Bilangan tiga, yang lazim dihubungkan dengan Trinitas Oknum ke-Allah-an, contohnya: Matius 28:19; Yohanes 14:26; 15:26; 2 Korintus 13:14; dan 1 Petrus 1:2, yang mana ajaran ini dinyatakan secara tidak langsung. Dalam Perjanjian Baru, bilangan tiga dipandang sakral karena Yesus dibangkitkan pada hari ketiga atau setelah tiga hari (Matius 12:40; 27:63; Lukas 24:46; 1 Korintus 15:4). Bilangan tiga juga dihubungkan dengan perbuatan-perbuatan Allah yang luar biasa dan tertentu, contohnya ada tiga pesta utama disebutkan (Keluaran 23:14-19); rumah suci dibagi ke dalam tiga bagian (1Raja-raja 6:2-22); juga tentang Yunus ada di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam (Yunus 1:17); di Gunung Sinai Tuhan turun untuk memberikan Firman-Nya 'menjelang hari ketiga' (Keluaran 19:11); dalam nubuat Hosea, Tuhan akan membangkitkan umat-Nya 'pada hari ketiga' (Hosea 6:2). Selain itu, ada pemakaian bilangan 'tiga' yang sama pada Lukas 13:32, dimana 'hari ketiga' adalah bentuk puitis untuk suatu kurun waktu pada waktu mana sesuatu telah tuntas diselesaikan, dilengkapi dan disempurnakan' (N. Geldenhuys, Commentary on the Gospel of Luke, 1950, hlm 384, catatan 4), sebagai contoh: Yunus telah dilepaskan (Yunus 1:17; Mat 12:40) dan Kristus telah dibangkitkan Allah dari kematian pada hari ketiga (1 Korintus 15:4), juga ada tiga murid yang diperkenankan untuk berhubungan akrab secara khusus dengan Kristus (Markus 9:2; Matius 26:37), dan di Golgota juga ada tiga salib. Disamping itu, Paulus juga menitik-beratkan tiga kebajikan (1 Korintus 13:13). Contoh menarik lain mengenai bilangan 3 yang digunakan sehubungan dengan jangka waktu, adalah pilihan yang diberikan kepada Daud, yaitu 3 hari penyakit sampar, 3 bulan melarikan diri dari hadapan musuhnya, atau 3 thn kelaparan (1 Tawarikh 21:12), juga bala-tentara Gideon yang menjadi contoh pembagian dalam 3 pasukan (Hakim-hakim 7:16). Selain itu juga, ada bentuk pecahan sepertiga yang dipakai dalam Wahyu 8:7-12.

4. Angka Empat, biasanya adalah pertanda penyelesaian dalam Alkitab, juga lambang kemuliaan dan kebesaran. Perlu diingat, nama TUHAN yang kudus terdiri dari 4 huruf dalam bahasa Ibrani (YHWH). Contoh lain terkait lambang kebesaran adalah ada 4 sungai besar mengalir keluar dari taman Eden (Kejadian 2:10), dan ada 4 penjuru bumi ini (Wahyu 7:1; 20:8), ada 4 asal angin kuat berembus (Yeremia 49:36; Yehezkiel 37:9; Daniel 7:2), juga, didalam penglihatan-penglihatan mengenai kemuliaan Allah, Yehezkiel melihat ada 4 makhluk hidup (ps 1) yang dapat dibandingkan dengan keempar makhluk hidup dalam Wahyu 4:6. Selain itu, sejarah dunia mulai dari kerajaan Babel direntang oleh 4 kerajaan (Daniel 2:7), juga 'empat' adalah bilangan penting dalam lambang nubuat dan dalam kesusastraan, misalnya 4 tukang besi (Zakharia 1:18-21) dan 4 kereta (Zakharia 6:1-8), 4 tanduk dari mezbah emas (Wahyu 9:13), dan 4 malaikat pembunuh (Wahyu 9:14). Sebagai tambahan, ada 4 Injil, dan pada waktu Injil itu disebarluaskan kepada non-Yahudi, Petrus melihat dalam penglihatan suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan.

5. Angka Lima dan sepuluh, beserta perkaliannya, sering muncul karena sistem desimal dipakai di Israel kuno. Dalam Perjanjian Lama, ada 10 Bapak leluhur disebut sebelum air bah, juga kisah orang Mesir yang ditimpah 10 tulah, dan ada juga Sepuluh Firman. Pecahan sepersepuluh merupakan zakat (Kejadian 14:20; 28:22; Imamar 27:30; 2 Tawarikh 31:5; Maleakhi 3:10). Perumpamaan (Lukas 15:8) menyebut seorang wanita memiliki 10 dirham, dan dalam perumpamaan mengenai mina disebut 10 mina, 10 orang hamba dan 10 kota (Lukas 19:11-27). Dari 10 gadis disebut 5 bijaksana dan 5 bodoh (Matius 25:2). Lima ekor burung pipit dijual 2 duit (Lukas 12:6); sang orang kaya mempunyai 5 saudara (Lukas 16:28); wanita Samaria di pinggir sumur pernah mempunyai 5 suami (Yohanes 4:18); dan pada pemberian makan lima ribu orang, sang anak mempunyai 5 roti jelai. Ada 10 kekuasaan yg tidak dapat memisahkan orang percaya dari kasih Allah (Roma 8:38 dab), dan 10 dosa yang tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (1 Korintus 6:10). Karena itu, bilangan 10 juga menandakan kesempurnaan, seperti halnya 10 orang-tua merupakan suatu rombongan (Rut 4:2), yang artinya bilangan 5 adalah lambang setengah dari kesempurnaan itu.

6. Angka Enam adalah angka manusia. Dalam cerita kejadian, Allah menjadikan laki-laki dan perempuan pada hari ke-6 (Kejadian 1:27). Enam hari telah diatur kepada manusia untuk bekerja (Keluaran 20:9; 23:12; 31:15; bnd Lukas 13:14), seorang hamba Ibrani harus bekerja selama 6 tahun sebelum dia dibebaskan.

7. Angka Tujuh, mempunyai tempat penting diantara bilangan kudus dalam Alkitab, dan dikaitkan dengan penyelesaian, penggenapan dan penyempurnaan. Dalam berita kejadian, Allah beristirahat dari pekerjaan-Nya pada hari ke-7 dan menguduskannya. Ini menjadi pola sabat Yahudi, ketika orang berhenti dari kerja (Keluadan 20:10), bagi tahun sabat (Imamar 25:2-6), dan juga bagi tahun Yobel, yang diikuti 7 kali 7 tahun (Imamat 25:8). Hari Raya Roti Tidak Beragi dan Hari Raya Pondok Daun berlangsung 7 hari (Keluaran 12:15, 19; Bilangan 29:12). Hari Raya Pendamaian berlangsung pada bulan ke-7 (Imamat 16:29). Bilangan 7 memang sering muncul berkaitan dengan upacara keagamaan Perjanjian Lama, misalnya memercikkan darah lembu 7 kali (Imamat 4:6), dan korban bakaran terdiri dari 7 ekor domba berumur 1 tahun (Bilangan 28:11); orang sakit kusta yang ditahirkan harus dipercikkan 7 kali (Imamat 14:7), dan Naaman harus menyelam 7 kali di Sungai Yordan (2 Raja-raja 5:10), juga andil kemah suci mempunyai 7 cabang (Keluaran 25:32). Catatan lain yg perlu diperhatikan adalah: ibu dari 7 orang anak (Yeremia 15:9); 7 wanita akan memegang 1 laki-laki (Yesaya 4:1); dan frasa "seorang menantu perempuan yang penuh kasih lebih berharga dari 7 anak laki-laki" (Rut 4:15), kisah orang Saduki yang mengemukakan soal perkawinan janda dengan 7 bersaudara (Matius 22:25), para imam mengelilingi Yerikho 7 kali (Yosua 6:4), hamba Elia diminta untuk melihat tanda hujan 7 kali naik turun (1 Raja-raja 18:43). Pemazmur memuliakan Allah 7 kali sehari (Mazmur 119:164), dan pada Kejadian 29:18; 41:29, 54 dan Daniel 4:23 menyebut 7 tahun, juga, gereja mula-mula mempunyai 7 pelayan (Kisah Para Rasul 6:3), dan Yohanes menyapa 7 jemaat dalam Wahyu dimana juga ada disebut 7 kaki dian emas (Wahyu 1:12) dan 7 bintang (Wahyu 1:16). Pada pemberian makan 4.000 orang juga disebut pergandaan 7 roti dan beberapa ikan (Markus 8:1-9), dan sisanya ada 7 bakul, yang berarti bahwa Yesus mengenyangkan mereka dengan sempurna. Selain itu, ada kisah Maria Magdalena dibebaskan dari 7 roh jahat (Lukas 8:2), dan naga dalam Wahyu 12:3 dan binatang dalam Wahyu 13:1; 17:7 mempunyai 7 kepala.

Demikianlah makna angka atau bilangan 1 hingga 7 menurut perspektif Ibrani. Nah, apa korelasi penjelasan-penjelasan diatas dengan narasi hari-hari Penciptaan dalam kitab Kejadian?

Berikut ini adalah penjelasannya:

1. HARI PERTAMA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Korelasi makna angka 1 dan Kejadian 1:1 juga Hari Pertama Penciptaan (Kejadian 1:3-5) pada pandangan saya adalah menunjukan gagasan keesaan dan keunikan Allah saat Penciptaan. Keunikan Allah adalah menciptakan terlebih dahulu suatu wadah yang lengkap pondasi (bumi) dan atapnya (langit), kemudian di hari penciptaan Dia menunjukan keesaanNya sebagai satu-satunya sumber Terang sehingga terang itu harus diciptakan pada hari Pertama.

2. HARI KEDUA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Angka dua sebagai simbol pembagian bisa terlihat di narasi Penciptaan di hari kedua, yang mana Allah dikisahkan membagi air, baik pembagian air diatas cakrawala dan dibawah cakrawala, maupun pembagian letak air di bumi.

3. HARI KETIGA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Angka tiga bisa bermakna Trinitas bisa juga bermakna suatu jangka waktu, juga bisa bermakna suatu waktu terkait perbuatan Allah yang luar biasa. Angka tiga juga mempunyai arti simbolik dalam tradisi alkitabiah, yang dalam narasi Penciptaan menyatakan kelengkapan: langit, bumi dan bumi bawah. Hari ketiga memuat setidaknya satu dari makna-makna dan simbol ini, yaitu waktu terkait perbuatan Allah yang luar biasa. Bila sebelumnya hanya wadah yang diciptakan, maka dimulai pada hari ketiga diciptakan makhluk hidup. Penciptaan makhluk hidup yang pertama ini dianggap merupakan perbuatan yang luar biasa.

4. HARI KEEMPAT
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Angka empat bisa bermakna, pertama, suatu tanda penyelesaian dari Tuhan atas karya atau hukumanNya, kedua, lambang nama kudus YHWH, ketiga, suatu lambang benda atau makhluk atau karya yang luar biasa. Makna pertama angka empat bisa dilihat dari hari keempat Penciptaan, yaitu Allah menyelesaikan karyanya yang berhubungan dengan terang yang menyinari bumi. Makna kedua bisa kita simak, bahwa benda-benda penerang itu diciptakan dan dihari keempat pula bukan pertama, itu artinya sang Pencipta, YHWH, berada diatas semua benda-benda penerang itu sehingga tidak ada gunanya menyembah benda-benda penerang itu secara langsung atau melalui personafikasi dewa-dewi. Makna ketiga juga bisa dilihat dihari keempat penciptaan, yaitu adanya benda-benda penerang yang mulai terlihat dari bumi sehingga pembagian waktu bisa ada, dan pembagian waktu itu adalah karya yang besar, mulia dan luar biasa.

5. HARI KELIMA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Angka lima adalah setengahnya angka 10 dalam perhitungan Ibrani, yang mana 10 adalah angka sempurna jadi angka lima adalah setengah sempurna alias hampir sempurna. Makna ini bisa terlihat dari kisah Penciptaan hari kelima, ketika Allah menciptakan berbagai fauna di laut dan di udara. Semua tampak sempurna sebab Bumi mulai terlihat berwarna, tetapi tarafnya baru di 'hampir sempurna' sebab fauna darat dan manusia belum diciptakan. Inilah mengapa, secara sastra dan kekhasan keteraturan Allah, di hari kelima belum diciptakan fauna darat dan manusia.

6. HARI KEENAM
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Angka enam adalah angka lambang manusia. Di hari keenam, manusia diciptakan. Juga, diciptakan hewan-hewan darat. Terkait hewan-hewan darat, ini menarik. Fauna darat bisa berevolusi dari fauna laut, tetapi, manusia purba (diluar homo sapien yah) tidak bisa berevolusi dari fauna laut. Saya sempat berpikir, apakah hari kelima diciptakan fauna laut dan udara sekaligus sebagai prototype-nya fauna laut saat ini yang evolusinya baru selesai ketika tiba di penciptaan hari keenam dimana mereka menjadi binatang melata dan ternak, kemudian, yang dimaksudkan sebagai "binatang liar" adalah penciptaan manusia purba non-sapien. Menariknya ayat 24-25 dan 30 (dalam bahasa Ibrani) ada disebutkan "binatang liar" tetapi diayat 28 tidak ada disebutkan "binatang liar" sebagai hewan yang harus dikuasai oleh manusia. Inilah yang membuat saya berpikir bahwa 'binatang liar' (ayat 24 menggunakan kata וְחַֽיְתוֹ, - wehaytov, ayat 25 dan 30 menggunakan kata חַיַּ֨ת - hayyat) yang bukanlah hewan yang kita kenal tetapi hominid purba non-homo sapien, sebab mereka diciptakan bukan untuk dikuasai oleh manusia karena diskenariokan akan musnah dengan sendirinya. Nah, ini hanya pikiran sekilas saya yah. Kembali ke kajian sastra, hari keenam adalah lambang manusia yang mana makna ini timbul setelah penciptaan manusia di hari keenam. Secara sastra, walau ada ciptaan lain di hari keenam tetapi Allah menunjukan bahwa hari keenam, harinya umat manusia, manusialah yang diciptakan paling sempurna.

7. HARI KETUJUH
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Angka tujuh melambangkan penyelesaian, penggenapan, dan penyempurnaan. Ini bisa dilihat dari Kejadian 2:1-3 bahwa Allah telah selesai (ayat 2), bahwa semua yang direncanakanNya terkait penciptaan telah digenapi (Kejadian 2:1), dan bahwa hari itu untuk pertama kalinya bumi menjadi sempurna. Angka tujuh juga memiliki makna mistis dan religius dalam budaya Mesopotamia paling lambat abad ke-22 SM. Ini mungkin karena dalam sistem bilangan seksagesimal Sumeria, membagi dengan angka tujuh adalah pembagian pertama yang menghasilkan pecahan berulang tanpa batas. Mungkin makna ini yang diambil oleh orang Ibrani sebagai simbol kuasa tak terbatas dan sempurna.

Demikian makna-makna sastrawi dari hari-hari Penciptaan yang saya kaji. Bisa kita simak, dalam penulisan kisah Penciptaan ini, sekalipun kisahnya mirip dengan mitologi Mesopotamia tetapi gaya penulisannya sangat rumit dan penuh simbol, yang mana semua itu adalah kekhasan sastra Ibrani kuno yang tidak ditemui di karya-karya sastra kuno lainnya. 

Maksudnya 'mirip' bukanlah 'sangat mirip', melainkan 'ada kemiripan'. Kemiripan seperti itu adalah hal yang biasa dalam dunia kuno ketika mereka menuturkan atau menceritakan sejarah atau suatu riwayat dan kisah bangsa mereka dengan menggunakan gaya sastra serta mengambil contoh kisah dalam sastra kuno yang telah ada sebelumnya..Semua ini merupakan kerumitan dan kekhasan sastra Ibrani kuno. Kerumitan dan kekhasan ini yang membedakan sastra Ibrani kuno dengan sastra-sastra di peradaban kuno lainnya termasuk peradaban kuno disekitar Israel. 

Pola Penciptaan dalam Alkitab memang terlihat jelas:
1. Diciptakan wadah
2. Diciptakan pelengkap wadah
3. Diciptakan makhluk hidup yang kurang mulia
4. Diciptakan makhluk hidup yang lebih mulia
5. Diciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna

Bila kita hubungkan ke teologi-sastra maka pola ini, yang juga ditunjukan oleh pemaknaan bilangan-bilangan Ibrani kuno, menunjukan banyak hal yaitu keteraturan pekerjaan Ilahi, karya Ilahi yang sistematis, harmoni semesta, serta kemuliaan Ilahi dan kesempurnaan karya Ilahi.

___________________
Oleh (T) Cepogo, 290823 STT BAPTIS INJILI


Referensi dan Daftar Bacaan:
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
1. A. F. Kirkpatrick (editor); "The Book Of Genesis"; Cambridge University Press - Fetter Lane, E.c.; London; 1921.

2. "Browning" (Kamus Alkitab), perikop: tiga.
Ensiklopedia Alkitab, perikop: angka.

3. Carol A. Hill; "Making Sense of theNumbers of Genesis"; Desember 2003.

4. David E. Pratte; "Commentary on the Book of Genesis: Bible Study Notes and Comments"; 2016 (edisi revisi).

5. Djonly Johnson Relly Rosang; "Studi Kritik Teori Penciptaan Dalam Kejadian 1:1-2.(Suatu Kajian terhadap Argumentasi Teori Celah)"; Hupēretēs: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1 no.1; 2019.

6. Fanny Y. M. Kaseke; "Saat Iman dan Akal Berbenturan:Alam Semesta Menurut Ajaran Alkitab dan Evolusionisme".

7. Jack David Kawira; "Tinjauan Kritis Pandangan Harafiah Hari Penciptaan".

8. Luo Clement; "The Ancient Science of Numbers"; Roger Brothers; New York; 1908.

9. Robert E. Krebs; "Encyclopedia of ScientificPrinciples, Laws, and Theories"vol. 2: L–Z; Greenwood Press; Westport, Printed in the United States of America; 2008

10. Philip Schaff; "The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge"; Baker Book House; Michigan; 1952.

11. T. K. Cheyne dan J. Sutherland Black, "Encyclopedia Biblica: A Dictionary Of The Bible"; The Macmillan Company; New York; 1901.

12. Wati Susilawati; "Sejarah & Filsafat Matematika"; CV. Insan Mandiri; 2017.

.


Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...