Liturgi dan ibadah bersinonim. Meskipun bersinonim, liturgi dan ibadah tidak 100% sama makna sehingga kata liturgi dan ibadah tidak dapat dipertukarkan.
Contoh kata bersinonim yang dapat dipertukarkan adalah jangkar dan sauh. Liturgi dan ibadah seperti pekan dan minggu. Satu pekan berisi tujuh hari. Demikian juga satu minggu merenteng tujuh hari. Namun, dalam bahasa tulis resmi kata minggu tidak dapat menyulih kata pekan, karena minggu dalam bahasa tidak formal dipungut dari Minggu (𝘚𝘶𝘯𝘥𝘢𝘺) yang adalah nama hari. Seperti itulah kira-kira kata liturgi dan ibadah tidak dapat saling-sulih.
▶️Ibadah dari kata Ibrani (𝘢𝘷𝘰𝘥𝘢𝘩) dan Arab (‘𝘪𝘣𝘢̄𝘥𝘢𝘩) yang berarti pengabdian kepada Allah. Ibadah tidak hanya mencakup kegiatan selebrasi seperti berdoa dan bernyanyi, tetapi termasuk perbuatan-perbuatan atau praksis. Rasul Paulus membuat metafora tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah merupakan ibadah yang sejati (Rm. 12:1). Surat Yakobus memahami ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia (Yak. 1:27). Berbelarasa dengan orang marginal adalah juga ibadah.
Dalam teologi Kristen orang beribadah bukan untuk mendapat pahala, melainkan tanggapan manusia atas kasih Allah yang sudah dianugerahkan kepada manusia. Jadi, ibadah gerakannya dari bawah ke atas, satu arah, manusia menanggapi Allah (𝘢𝘯𝘢𝘣𝘢𝘵𝘪𝘴). Ibadah dapat dilakukan baik secara komunal maupun individual.
▶️Pada umumnya dalam pemikiran umat dan pendeta liturgi ialah hal-hal yang menyangkut doa, urutan ibadah, nyanyian ibadah, peralatan ibadah, cara duduk, dlsb. Apabila suatu tim liturgi dibentuk dalam suatu penugasan di Gereja untuk perayaan Natal, sebagai contoh, yang dipikir oleh mereka: siapa pemimpin ibadah, siapa yang menjadi lektor, siapa yang membuat teks panduan ibadah, siapa yang bertugas paduan suara, siapa petugas kolektan, dst. Pandangan mereka mengenai liturgi adalah hal-hal praktis yang berhubungan dengan tata ibadah atau doa atau hal-hal yang bersifat kultis. Tidak salah, tetapi keliru.
Liturgi juga tidak sama dengan ritual, meskipun liturgi bermatra ritual. Liturgi mencakup hal yang lebih luas daripada itu.
Liturgi dari kata Grika 𝘭𝘦𝘪𝘵𝘰𝘶𝘳𝘨𝘪𝘢, yang terbentuk dari akar kata 𝘦𝘳𝘨𝘰𝘯 (karya) dan 𝘭𝘦𝘪𝘵𝘰𝘴 (kerakyatan). Secara literal liturgi berarti karya publik, pelayanan yang dibaktikan bagi kepentingan bangsa. Kata liturgi merujuk kerja bakti atau karya pelayanan yang tidak dibayar atau sumbangan warga kaya kepada negara. Dari sini justru kita melihat kata liturgi mula-mula berarti profan-politis, bukan kultis.
Dalam teologi Kristen liturgi ditakrifkan sebagai perayaan misteri karya keselamatan Allah dalam Kristus, yang dilakukan oleh Kristus, Sang Imam Agung, bersama Gereja-Nya di dalam ikatan Roh Kudus. Liturgi mencakup komunikasi dua arah, Allah yang menguduskan dan menyelamatkan manusia (𝘬𝘢𝘵𝘢𝘣𝘢𝘵𝘪𝘴) dan sekaligus manusia yang menanggapi pengudusan Allah itu dengan memuliakan-Nya (𝘢𝘯𝘢𝘣𝘢𝘵𝘪𝘴). Kedua gerakan itu adalah dua anasir yang tidak dapat dipisahkan, 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘣𝘢𝘵𝘪𝘴-𝘢𝘯𝘢𝘣𝘢𝘵𝘪𝘴. Liturgi selalu bermatra 𝗸𝗼𝗺𝘂𝗻𝗮𝗹, 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗶𝗻𝗱𝗶𝘃𝗶𝗱𝘂𝗮𝗹. Subjek liturgi adalah Kristus dan Gereja. Liturgi merupakan tindakan Kristus dan sekaligus tindakan Gereja.
Dalam ilmu liturgi ada dua gatra: teologi dari liturgi (𝘭𝘪𝘵𝘶𝘳𝘨𝘪𝘤𝘢𝘭 𝘵𝘩𝘦𝘰𝘭𝘰𝘨𝘺) dan teologi tentang liturgi (𝘵𝘩𝘦𝘰𝘭𝘰𝘨𝘺 𝘰𝘧 𝘭𝘪𝘵𝘶𝘳𝘨𝘺). Hal ini akan diulas pada waktu lain.
Tahukah anda bahwa Gereja Protestan adalah yang pertama menggunakan kata liturgi dalam arti ibadah Gereja? Ironisnya perkembangan ilmu liturgi Protestan jauh tertinggal dari GKR. Mengapa bisa begitu? Komisi liturgi GKR mendapat dukungan penuh dari Vatikan dan seluruh umat GKR. Dalam pada itu komisi liturgi Protestan malah dicemooh oleh pendeta dan umatnya sendiri.
tulisan terkait :
1. http://titusroidanto.blogspot.com/2025/07/sudut-pandang.html
2. http://titusroidanto.blogspot.com/2025/07/sudut-pandang.html
3. http://titusroidanto.blogspot.com/2025/07/sudut-pandang_23.html
(26062025)(TUS)