Zakir Naik, seorang pendakwah Islam terkenal, seringkali menyebutkan bahwa kata "Parykletos" dalam Injil Yohanes merujuk pada Nabi Muhammad SAW, berbeda dengan "Parakletos" yang sering diterjemahkan sebagai "Penghibur" atau "Penolong". Berikut adalah analisis tentang klaim ini berdasarkan sumber-sumber asli.
Sumber Asli Codex dan Manuskrip
- Manuskrip Perjanjian Baru: Manuskrip-manuskrip kuno Perjanjian Baru, seperti Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus, menggunakan kata Yunani "Παράκλητος" (Parakletos) dalam Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7. Tidak ada manuskrip kuno yang menggunakan "Parykletos".
- Kritik Teks: Para ahli kritik teks Perjanjian Baru sepakat bahwa "Parakletos" adalah bacaan yang asli dalam teks-teks tersebut. Tidak ada varian tekstual signifikan yang mendukung "Parykletos" atau "Parykletos" sebagai bacaan asli.
Analisis
- Etimologi dan Makna: "Parakletos" (Παράκλητος) dalam bahasa Yunani berarti "penghibur", "penolong", atau "pembela". Istilah ini digunakan dalam konteks Yesus menjanjikan pengutusan Roh Kudus untuk menjadi penolong bagi murid-murid-Nya.
- Klaim Zakir Naik: Zakir Naik berargumen bahwa "Parykletos" adalah korupsi dari "Periklutos" (Περίκλητος), yang katanya berarti "orang yang terpuji" dan merujuk pada Nabi Muhammad SAW. Namun, klaim ini tidak didukung oleh bukti tekstual atau manuskrip kuno yang kredibel.
Implikasi
- Klaim Zakir Naik tentang "Parykletos" vs "Parakletos" tidak memiliki dasar tekstual yang kuat berdasarkan manuskrip kuno dan kritik teks Perjanjian Baru.
- Diskusi tentang topik ini seringkali melibatkan perdebatan antara teologi Kristen dan Islam tentang identitas dan peran Yesus serta Roh Kudus.
- Berdasarkan sumber-sumber asli dan kritik teks, "Parakletos" adalah bacaan yang asli dalam Injil Yohanes, dan klaim tentang "Parykletos" tidak didukung oleh bukti tekstual yang kredibel.
Perdebatan tentang "Parakletos" dan "Parykletos"
Perdebatan tentang "Parakletos" dan "Parykletos" seringkali melibatkan diskusi tentang interpretasi teks Alkitab dan klaim-klaim tentang nubuat tentang Nabi Muhammad SAW dalam Injil Yohanes. Berikut adalah analisis lebih mendalam tentang topik ini.
Latar Belakang
- Injil Yohanes: Dalam Injil Yohanes, Yesus menjanjikan pengutusan "Parakletos" (Roh Kudus) untuk menjadi penolong bagi murid-murid-Nya setelah Dia pergi (Yohanes 14:16-17, 26; 15:26; 16:7-14).
- Klaim tentang "Parykletos": Beberapa Muslim, termasuk Zakir Naik, berpendapat bahwa kata "Parykletos" seharusnya digunakan dalam Injil Yohanes, yang katanya merujuk pada Nabi Muhammad SAW sebagai "Periklutos" atau "orang yang terpuji".
Analisis
- Bukti Tekstual: Tidak ada manuskrip kuno Perjanjian Baru yang menggunakan "Parykletos" sebagai pengganti "Parakletos" dalam teks-teks yang relevan. Semua manuskrip kuno yang ada menggunakan "Parakletos".
- Kritik Teks: Para ahli kritik teks Perjanjian Baru sepakat bahwa "Parakletos" adalah bacaan asli dalam Injil Yohanes berdasarkan bukti tekstual yang kuat.
- Etimologi dan Makna: "Parakletos" (Παράκλητος) dalam bahasa Yunani berarti "penghibur" atau "penolong", yang sesuai dengan peran Roh Kudus dalam teologi Kristen.
Perdebatan dan Implikasi
- Interpretasi Teologis: Perdebatan tentang "Parakletos" dan "Parykletos" melibatkan perbedaan interpretasi teologis antara Kristen dan Islam tentang identitas dan peran Yesus serta Roh Kudus.
- Nubuat dalam Injil Yohanes: Klaim tentang nubuat tentang Nabi Muhammad SAW dalam Injil Yohanes seringkali melibatkan interpretasi yang berbeda tentang "Parakletos" dan konteksnya dalam teologi Kristen.
- Berdasarkan bukti tekstual dan kritik teks, "Parakletos" adalah bacaan asli dalam Injil Yohanes, dan klaim tentang "Parykletos" tidak didukung oleh bukti tekstual yang kredibel.
Bukti-Bukti tentang "Parakletos" dalam Injil Yohanes
Berikut adalah bukti-bukti yang mendukung penggunaan "Parakletos" dalam Injil Yohanes:
Manuskrip Kuno
- Codex Sinaiticus: Salah satu manuskrip kuno Perjanjian Baru yang paling awal dan terpercaya, menggunakan "Παράκλητος" (Parakletos) dalam Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7.
- Codex Vaticanus: Manuskrip kuno lainnya yang sangat dihargai, juga menggunakan "Παράκλητος" (Parakletos) dalam teks-teks yang sama.
- Codex Alexandrinus: Manuskrip kuno lainnya yang mendukung bacaan "Παράκλητος" (Parakletos) dalam Injil Yohanes.
Versi Kuno
- Versi Latin Kuno: Versi Latin kuno Perjanjian Baru, seperti Vetus Latina, menerjemahkan "Parakletos" sebagai "Paracletus", yang mendukung bacaan Yunani "Παράκλητος".
- Versi Suryani: Versi Suryani kuno juga mendukung bacaan "Parakletos" dalam Injil Yohanes.
Kutipan Bapa Gereja
- Kutipan oleh Bapa Gereja Awal: Banyak Bapa Gereja awal, seperti Origenes dan Athanasius, mengutip dan membahas "Parakletos" dalam tulisan mereka, mendukung penggunaan kata ini dalam Injil Yohanes.
Analisis Tekstual
- Kritik Tekstual: Para ahli kritik tekstual Perjanjian Baru, berdasarkan analisis menyeluruh dari manuskrip-manuskrip kuno dan versi-versi kuno, sepakat bahwa "Parakletos" adalah bacaan asli dalam Injil Yohanes.
Implikasi
- Bukti-bukti tekstual yang kuat mendukung penggunaan "Parakletos" dalam Injil Yohanes, dan tidak ada bukti signifikan yang mendukung klaim tentang "Parykletos" sebagai bacaan asli.
- Berdasarkan bukti-bukti manuskrip kuno, versi kuno, kutipan Bapa Gereja, dan analisis tekstual, "Parakletos" adalah bacaan yang asli dan sah dalam Injil Yohanes.
(27072925)(TUS)