Sudut Pandang Menjilat Pemerintah
Petulis Injil Lukas menghilangkan kesan penyaliban Yesus berdarah-darah. Tidak ada adegan penyiksaan terhadap Yesus dan pemasangan mahkota duri di kepala-Nya seperti dalam Injil Markus, Matius, dan Yohanes. Lukas sepertinya hendak berbaik-baik dengan Pemerintah Roma untuk pertumbuhan dan pekembangan jemaatnya.
Tampak sekali Lukas menonjolkan Pilatus membela Yesus. 𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘗𝘪𝘭𝘢𝘵𝘶𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙣𝙮𝙖 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, "𝘒𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪? 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢-𝘕𝘺𝘢, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘮𝘱𝘢𝘭 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘪. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘋𝘪𝘢, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯-𝘕𝘺𝘢." (Luk. 23:22).
Dalam Kisah Para Rasul (petulisnya sama dengan Injil Lukas) juga tampak petulisnya menonjolkan Paulus yang menggunakan hak istimewa warga Roma. Bahkan narasi Kisah Para Rasul diakhiri dengan kegemilangan Paulus mengabarkan Injil di Roma sebagai ujung bumi.
Dalam hal kematian Yesus petulis Injil Lukas menimpakan kesalahan sepenuhnya kepada para pelaku: imam-imam kepala, pemimpin-pemimpin (agama Yahudi), dan rakyat (Luk. 23:13).
Cita-cita Lukas terwujud. Pada abad keempat Kristen menjadi agama negara (terlepas dari implikasi yang ada). Roma menjadi pusat kekristenan penting.
Dalam pada itu Panitia Natal Pemerintah 2025 mengatakan bahwa persembahan Natal 2025 akan diberikan untuk perjuangan rakyat Palestina. [Kata 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 di sini adalah khas Protestan untuk mengeliminasi istilah kolekte guna memberi tekanan mental kepada umat agar mau memberi lebih banyak uang kepada Gereja.]
Tampaknya Panitia Natal Pemerintah 2025 yang berisi para 𝗽𝗲𝗷𝗮𝗯𝗮𝘁 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗞𝗿𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻 dan para 𝗽𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗼𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗚𝗲𝗿𝗲𝗷𝗮 hendak berbaik-baik dengan Pemerintah RI. Tujuannya apa 𝘤𝘰𝘣𝘢𝘬? Kemanusiaan? 𝘈𝘣𝘴𝘶𝘳𝘥! 𝘓𝘩𝘢 𝘸𝘰𝘯𝘨 di Indonesia isu kemanusiaan 𝘴𝘢𝘬 𝘢𝘣𝘳𝘦𝘨. Apakah lalu umat Kristen mendapat perlakuan yang sama seperti pemeluk agama mayoritas yang mudah mendirikan rumah ibadah? 𝘏𝘢𝘭𝘢𝘩!
Tujuannya jelas untuk menaikkan gengsi panitia Natal dengan menjilat Pemerintah. Mereka tidak akan pernah mendatangkan maslahat bagi umat seperti yang sudah biasa terjadi.
(24112025)(TUS)