Kamis, 04 Desember 2025

SUDUT PANDANG KISAH NATAL, KENAPA BERBEDA

SUDUT PANDANG KISAH NATAL, KENAPA BERBEDA

PENGANTAR 
Perbedaan 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗡𝗮𝘁𝗮𝗹 Injil Matius vs. Injil Lukas

𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗠𝗮𝘁𝗶𝘂𝘀
▶️ Yusuf dominan, Maria figuran.
▶️ Yusuf dan Maria sudah suami-istri pada hari kelahiran Yesus.
▶️ Yusuf dan Maria tinggal di Betlehem, punya rumah di Betlehem, tidak pernah ke Nazaret apalagi punya rumah di Nazaret.
▶️ Yesus lahir di rumah.
▶️ Yesus dikunjungi orang majus.
▶️ Atas informasi kelahiran Yesus di Betlehem Herodes berubah seperti Firaun membunuh bayi-bayi U-2.

𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗟𝘂𝗸𝗮𝘀
▶️ Maria dominan, Yusuf figuran.
▶️ Maria dan Yusuf masih belum suami-istri pada hari kelahiran Yesus
▶️ Maria dan Yusuf tinggal di Nazaret, punya rumah di Nazaret, tidak pernah ke Betlehem apalagi punya rumah di Betlehem.
▶️ Yesus lahir di kandang.
▶️ Yesus dikunjungi kawanan gembala.
▶️ Suasana damai, Raja Herodes tidak tahu apa-apa.

Walau banyak teori dalam tanggal kelahiran Kristus, Herannya banyak orang Kristen percaya kepada penjelasan tanggal lahir Yesus yang akurat menurut narasi Alkitab, bukan dari sudut inkulturisasi atau tradisi suci ..... Wk ..... Wk, padahal Injil di tulis berdasarkan kisah teologis atau kisah iman versi penulis Injil masing-masing. Percaya banget kepada pseudo-science.

PEMAHAMAN 
Mengapa berbeda?
saya menyampaikan perbedaan kisah Natal Injil Matius vs. Injil Lukas. 
Seorang Kristen, teman, juga seorang pendeta, mungkin tak tahu lagi caranya berapologia menanggapi post saya di blog penulisan dan di media sosial, seperti di bawah ini.

==awal kutipan==
Memang BEDA.
Tapi dalam hal ini ada perbedaan WAKTU PANDANG.
Injil Lukas moment pas lahiran.
Injil Matius moment beberapa waktu pasca lahiran.
Bukan sesuatu masalah.
Tetap nama Tuhan Yesus Kristus yg diagungkan dan dimuliakan.
Hosana haleluya 🙏🏽
==akhir kutipan==

Penanggap di atas tampaknya tidak membaca kedua kitab Injil secara saksama. Injil Lukas justru lebih detil pasca-kelahiran. Kedua kitab Injil menceritakan dua kisah yang bertolak belakang pasca-kelahiran Yesus. 
▶️ Kitab Injil Matius berkisah mengenai horor pembunuhan bayi U-2 sehingga Yusuf mengungsikan Maria dan Yesus ke Mesir. 
▶️ Kitab Injil Lukas berkisah damai, bayi Yesus dibawa ke Bait Allah di Yerusalem mengikuti tradisi Yahudi.

Dari kronologi juga berbeda:
▶️ Matius: Betlehem, lalu Mesir, lalu Nazaret
▶️ Lukas: Nazaret, lalu Betlehem, lalu Yerusalem, lalu Nazaret lagi

Orang Kristen 𝘤𝘩𝘪𝘭𝘥𝘪𝘴𝘩 (jumlahnya sangat banyak) mudah terprovokasi dengan jenis postingan di atas. Mereka bereaksi dengan ajaran-ajaran dari apologet-apologet Kristen, yang argumen mereka tak dapat dipertanggungjawabkan.
Mau menggunakan jurus apa pun, perbedaan kisah Natal di atas tidak dapat disatukan dalam arti disinkronkan, karena itu memang dua cerita yang berbeda dan bukan kisah historis-objektif.
Bagaimana kita orang Kristen melihat kenyataan teks seperti ini? Upaya kita jangan mencoba menyinkronkan dua cerita itu. Jangan menipu diri sendiri dengan argumen yang tidak bertanggungjawab dari apologet-apologet Kristen.
Yang paling penting adalah mengajukan pertanyaan: 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮?

Dengan berani mengajukan pertanyaan itu kita sudah mengatasi prapaham kita yang didapat sejak kecil bahwa bayi Yesus di palungan dikunjungi kawanan gembala dan orang Majus. Di sini kita sudah menerima ada perbedaan dalam kisah Natal. Ajukan lagi pertanyaan: mengapa berbeda?
Jemaat Matius dari kalangan Yahudi. Ketika Bait Allah di Yerusalem dihancurkan oleh Titus, para pemimpin Yahudi menimpakan kesalahan kepada Jemaat Matius. Jemaat Matius adalah biang-sial. Mereka lalu mengusir umat Kristen dari sinagoge-sinagoge. Jejak ini terlihat dalam Matius 4:23 “ ... 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩-𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘵 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖...” Petulis Injil Matius sudah membedakan 𝘬𝘪𝘵𝘢 (Jemaat Matius) dan 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 (orang Yahudi). Petulis Matius mengusung teologi 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗠𝘂𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗿𝘂. Keselamatan dari Allah kali pertama ditawarkan kepada umat Israel, tetapi mereka menolak, lalu 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗯𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮 𝗹𝗮𝗶𝗻. Itu sebabnya ada kisah orang majus menyembah Yesus dan Raja Herodes yang menolak kelahiran Mesias. Suasana kelahiran Yesus dibuat mirip kelahiran Musa, lalu diungsikan ke Mesir. Yesus adalah Musa Baru dengan umat Israel yang baru.
Injil Lukas sejak awal mengusung Injilnya bahwa 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝘀𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 karena Jemaat Lukas banyak datang dari kalangan bukan-Yahudi. 𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘈𝘨𝘶𝘴𝘵𝘶𝘴 ....𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖. (Luk. 2:1). 𝘒𝘦𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 ... 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘩𝘵𝘦𝘳𝘢 𝙙𝙞 𝙗𝙪𝙢𝙞 ... (Luk. 2:14). Lukas hendak menciptakan paradoks bahwa Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi, lahir di tempat bukan seharusnya dengan saksi kawanan gembala, yang secara legal tidak sah menjadi saksi, karena orang-orang buangan. Lukas memang memberi tempat istimewa bagi orang-orang pinggiran.
Anda sudah membaca komik atau menonton film-film Superman dengan cerita yang berbeda. Satu hal yang menjadi pakem dan tidak boleh berubah adalah Superman alias Kal-El adalah orang Krypton anak Jor-El.
Dalam menulis cerita kelahiran Yesus para petulis Injil mendapat kebebasan mengarang cerita atau kisah untuk menyampaikan teologi mereka. Akan tetapi, sama seperti kisah Superman, ada pakem atau tradisi yang harus ditaati dan tidak boleh diubah oleh para petulis Injil yaitu bahwa 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 (𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀) 𝗱𝗶𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗲𝘁𝗹𝗲𝗵𝗲𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝗮 (𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀) 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗡𝗮𝘇𝗮𝗿𝗲𝘁. Jadi, kronologi Lukas menjawab pertanyaan: bagaimana ceritanya Yesus orang Nazaret bisa dilahirkan di Betlehem? Kronologi Matius menjawab pertanyaan: bagaimana ceritanya Yesus yang lahir di Betlehem bisa menjadi orang Nazaret? Matius menghilangkan Yerusalem dalam kronologinya karena tampaknya ia sangat membenci para pemuka Yahudi di sana.

Semoga bermaslahat.
(05122025)(TUS)

Sudut Pandang Ucapan Bahagia

Sudut Pandang Ucapan Bahagia PENGANTAR Memang, kita harus melihat dengan sudut pandang berbeda pada Alkitab, dengan fenomena tafsir lama, te...