PENGANTAR
Minggu 25 Januari 2026, Minggu lalu bacaan ekumenis tentang murid-murid pertama Yesus dari Injil Yohanes 1:29-42. Dua murid pertama Yesus adalah Andreas dan tanpa nama. Kedua orang ini sebelumnya adalah murid Yohanes Pembaptis. Simon Petrus adalah murid Yesus gelombang kedua atau murid ketiga. Petrus adalah saudara Andreas, tetapi bukan murid Yohanes Pembaptis. Andreas yang membawa Petrus kepada Yesus.
Namun tidak sedikit umat Kristen, tidak cermat dalam membaca Injil Yohanes sehingga Petrus dicerap sebagai murid Yohanes Pembaptis. Selain itu mereka berprapaham dengan Injil sinoptik yang calon murid-murid dipanggil oleh Yesus kemudian menyamakan proses rekrutmen murid di keempat Injil. Dalam Injil Yohanes hanya Filipus yang dipanggil untuk menjadi murid Yesus (Yoh. 1:43), calon murid-murid lainnya yang mendatangi Yesus.
Saya memahami kalimat mengkabarkan Injil atau memberitakan Injil, bukan dalam ranah kristenisasi, mengkabarkan injil, menurut saya, adalah mewujudkan keteladanan Kristus dalam keseharian hidup kita, sehingga orang yang belum kenal Kristus mengerti dan berproses mengenali sosok keteladanan Kristus, Kristus sendiri mengajarkan "ajarkan apa yang telah aku ajarkan" (Matius 28:20), sebab itu saya boleh mengatakan jauh api dari panggangannya, Apologetika yang hanya jalan debat tanpa adanya proses pengenalan sosok keteladanan Kristus, menurut saya lebih baik dihindari, karena Tuhan kita itu sangat maha, tidak perlu kita membelaNya, kalau Tuhan masihnperlu kita bela artinya kita itu Tuhan, dan yang kita sebut Tuhan bukanlah Tuhan, sehingga Khotbah Minggu ini lebih berfokus pada bacaan Injil dengan pesan utama soal panggilan Tuhan bagi orang percaya untuk ikut serta dalam tugas Pemberitaan Injil. Kehadiran serta karya, Pemberitaan Injil yang Yesus lakukan di Galilea sebagaimana diceritakan dalam Matius 4:12-23 merupakan penggenapan dari firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yesaya dalam Kitab Yesaya 9:1-4. Kehadiran Yesus laksana terang bagi bangsabangsa yang diam dalam kegelapan. Pemberitaan Injil harus
terus dilakukan agar terang itu mampu menerangi mereka yang hidupnya berada dalam kegelapan karena dosa, penderitaan dan
berbagai keadaan. Oleh karena itu Tuhan Yesus juga memanggil banyak orang untuk ikut dalam karya penyelamatan Allah, memberitakan Injil di dunia ini. Melalui kisah Yesus memanggil murid-murid yang pertama, kita diajak untuk menghayati makna Pemberitaan Injil. Menjadi penjala manusia bukanlah kristenisasi, namun tugas panggilan yang kita kerjakan melalui perilaku hidup kita sehari-hari, dalam keberadaan dan tugas tanggung jawab kita masing-masing yang membuat orang merasakan kasih, berkat dan kebenaran di dalam Kristus, sehingga orang merasakan hidupnya menjadi lebih baik. Panggilan
ini tidak hanya ditanggapi dan dikerjakan oleh segelintir orang. Kita sebagai umat yang telah dikasihi dan diselamatkan oleh Tuhan dipanggil untuk bersama-sama memberitakan Injil.
Penerapan tahun liturgi dan bacaan ekumenis RCL (𝘙𝘦𝘷𝘪𝘴𝘦𝘥 𝘊𝘰𝘮𝘮𝘰𝘯 𝘓𝘦𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯𝘢𝘳𝘺) bukan saja mencegah para pengkhotbah mengambil bahan homili sesuka perutnya, tetapi Gereja juga mengajar umat bahwa kisah-kisah di Alkitab berbeda. Perbedaan bukan lantaran perbedaan titik pandang para petulis kitab, melainkan memang kisah-kisahnya berbeda.
Saya ambil contoh bahan homili Minggu lalu (18/1) tentang rekrutmen murid-murid Yesus versi Injil Yohanes (Yoh. 1:29-42). Minggu ini (25/1) tentang rekrutmen murid-murid Yesus versi Injil sinoptik (Mat. 4:12-23). Ada perbedaan tegas di antara kedua bacaan.
Perbedaan kesatu:
▶️ Versi Injil Yohanes: Murid-murid gelombang kesatu adalah Andreas dan sosok tanpa nama, bukan Simon Petrus.
▶️ Versi Injil Matius: Murid-murid gelombang kesatu adalah Simon Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes.
Urutan itu sangat penting karena menyuratkan kewibawaan. Simon Petrus adalah murid yang paling berwibawa versi Injil Matius. Akan tetapi petulis Injil Yohanes mematikan karakter Simon Petrus dan bukanlah murid yang paling berwibawa. Mengapa? Diduga kuat dalam dunia nyata Komunitas petulis Injil Yohanes dimusuhi dan didera oleh para pemimpin Yahudi dan pandangan Petrus pro-Yahudi.
Perbedaan lainnya adalah syarat utama menjadi murid Yesus. Dalam Injil Yohanes syarat utama menjadi murid Yesus adalah motivasi. Motivasi mengikut Yesus adalah yang hakiki. Hal ini terbaca dalam pertanyaan Yesus, “𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪?” (Yoh. 1:38). Dalam narasi selanjutnya Injil Yohanes mengecam orang-orang yang mengikut Yesus karena melihat mukjizat.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu ketiga sesudah Epifani. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 4:12-23 yang didahului dengan Yesaya 9:1-4, Mazmur 27:1, 4-9, dan 1Korintus 1:10-18.
Bacaan Injil Matius 4:12-23 cukup panjang yang mencakup tiga perikop:
• Yesus tampil di Galilea (Mat. 4:12-17),
• Yesus memanggil murid-murid yang pertama (Mat. 4:18-22), dan
• Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang” (Mat. 4:23).
𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘁𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹 𝗱𝗶 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗹𝗲𝗮 (𝗠𝗮𝘁. 𝟰:𝟭𝟮-𝟭𝟳)
Bagian Injil Matius 4:12-23 menceritakan awal karya Yesus di Galilea sekaligus permulaan seluruh karya Yesus. Di Injil Yohanes Yesus sudah berkarya pada saat Yohanes Pembaptis masih berkarya. Akan tetapi penulis Injil Matius mengikuti kronologi Injil Markus: 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 𝘗𝘦𝘮𝘣𝘢𝘱𝘵𝘪𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘳𝘢 (Mrk. 1:14; Mat. 4:12).
Matius tampaknya mengembangkan Markus 1:14 menjadi lima ayat dalam Matius 4:12-16. Matius menambahkan kutipan dari Yesaya 8:23-9:1. Kutipan ini menjadi pembeda Injil Matius dari Injil Markus. Tentu saja teks dari kitab Yesaya itu dilepaskan dari konteksnya dan disesuaikan dengan pemahaman iman Jemaat Matius.
Yesaya 8:23-9:1 (TB LAI, 1974)
8:23 Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
9:1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
Matius 4:15-16 (TB II LAI, 1997)
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, --
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
Zebulon dan Naftali yang tidak ada di masa Yesus Kristus dipaksa oleh Matius menjadi dua wilayah yang mengapit Kapernaum karena Yesus tinggal di Kapernaum sesudah meninggalkan Nazaret (Mat. 4:13-14). Teks kitab Yesaya itu sangat penting dikutip oleh Matius karena bagian itu tentang 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘫𝘶𝘭𝘶𝘬𝘪 𝘗𝘦𝘯𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘈𝘫𝘢𝘪𝘣, 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘳𝘬𝘢𝘴𝘢, 𝘉𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘒𝘦𝘬𝘢𝘭, 𝘙𝘢𝘫𝘢 𝘋𝘢𝘮𝘢𝘪 (Yes. 9:5-6). Padahal konteks kitab Yesaya ini adalah kelahiran Hizkia, Raja Yehuda (727 – 698 SZB).
Jadi, kutipan Matius dari Yesaya 8:23-9:6 sebenarnya tentang harapan akan kejayaan kembali Kerajaan Daud itu berpautan dengan penobatan Raja Hizkia (Yes. 9:5-6). Dalam arti khusus Kerajaan Israel adalah kerajaan Allah karena Allah yang berkarya melalui Raja Israel (Yes. 9:2-3, 6). Namun Matius memandang Yesus adalah Raja Israel yang baru (Mat. 1-2). Untuk itulah Matius mendaku kedatangan Kerajaan Allah itu sudah dimula di Kapernaum, di tepi Danau Galilea, di daerah Zebulon dan Naftali (Mat. 4:13). Galilea merupakan tanah orang bukan-Yahudi. Tentu kita masih ingat pada kisah kedatangan orang-orang majus untuk menyampaikan bahwa kelahiran Raja Mesianik tidak diterima oleh orang Yahudi (yang dicitrakan oleh Raja Herodes), melainkan oleh bangsa asing (Mat. 2:1-12).
Perikop ini diakhiri dengan ucapan pertama Yesus di depan publik, "𝘉𝘦𝘳𝘵𝘰𝘣𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘚𝘶𝘳𝘨𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵!" (Mat. 4:17). Kampanye Yesus itu sama persis dengan seruan Yohanes Pembaptis di Matius 3:2. 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘚𝘢𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 di awal Injil akan berubah menjadi 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘋𝘪𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 di akhir Injil.
𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗴𝗶𝗹 𝗺𝘂𝗿𝗶𝗱-𝗺𝘂𝗿𝗶𝗱 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮 (𝗠𝗮𝘁. 𝟰:𝟭𝟴-𝟮𝟮)
Dalam proses rekrutmen murid-murid pertama pengarang Injil Matius mengikuti kronologi Injil Markus:
• Pemanggilan murid-murid pertama terjadi ketika Yesus sedang menyusuri Danau Galilea (Mrk. 1:16; Mat. 4:18).
• Ucapan Yesus dikutip tanpa perubahan: "𝘔𝘢𝘳𝘪, 𝘪𝘬𝘶𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘒𝘶𝘫𝘢𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 " (Mrk. 1:17; Mat. 4:19).
• Urutan murid-murid pertama Yesus sama: Simon (Petrus), Andreas, Yakobus, dan Yohanes (Mrk. 1:16, 19; Mat. 4:18, 21).
• Reaksi keempat murid juga sama: segera meninggalkan jala, perahu, dan ayah mereka (Mrk. 1:18, 20; Mat. 4:20, 22).
• Perbedaan Matius dari Markus adalah Matius menambah apa yang ditinggalkan oleh Yakobus dan Yohanes, yaitu perahu dan Zebedeus (ayah mereka) (Mat. 4:22).
Perbandingan murid-murid pertama Yesus versi Injil Matius dan Injil Yohanes:
• Versi Injil Matius: Simon (Petrus), Andreas, Yakobus, dan Yohanes.
• Versi Injil Yohanes: Andreas, tanpa nama, Simon (Petrus), Filipus, dan Natanael.
Urutan itu sangat penting karena memerikan (𝘥𝘦𝘴𝘤𝘳𝘪𝘣𝘦) kewibawaan. Dalam Injil sinoptik Petrus adalah murid yang paling berwibawa sehingga selalu disebut pertama (Mat. 10:2; Mrk. 3:16; Luk. 6:14). Dalam pada itu Petrus bukanlah murid yang paling berwibawa menurut versi Injil Yohanes karena komunitas penulis Injil Yohanes ini dimusuhi dan didera oleh pemimpin-pemimpin Yahudi sehingga menomorduakan Simon Petrus yang teologinya pro-Yahudi di dunia nyata.
Dalam Injil Yohanes hanya Filipus yang dipanggil oleh Yesus untuk menjadi murid-Nya, sedang murid-murid lainnya mendatangi Yesus untuk menjadi murid Yesus. Yesus pun mengajukan pertanyaan kepada mereka, "𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪?" (Yoh. 1:38). Tampaknya penulis Injil Yohanes berpendapat bahwa 𝗺𝗼𝘁𝗶𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 untuk menjadi murid Yesus adalah 𝗵𝗮𝗹 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴 atau hakiki.
Dalam pada itu menurut versi Injil Matius Yesus yang memanggil calon murid-murid-Nya, "𝘔𝘢𝘳𝘪, 𝘪𝘬𝘶𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘒𝘶𝘫𝘢𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢." (Mat. 4:19). Mengikut Yesus berarti menjadi murid Yesus. Menjadi murid berarti ia mengikut ke mana pun gurunya pergi. Metafora 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 berpautan dengan 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢 𝘪𝘬𝘢𝘯 karena di Injil sinoptik murid-murid pertama Yesus adalah penjala ikan atau nelayan. Di Injil Yohanes pekerjaan murid-murid pertama Yesus tidak jelas. Metafora 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 dapat dibayangkan dalam upaya para murid Yesus untuk menjadikan semua bangsa murid-murid Yesus seperti yang diperintahkan oleh Yesus di akhir Injil (Mat. 28:19).
Berbeda dari Injil Yohanes, dalam Injil Matius 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗺𝘂𝗿𝗶𝗱 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝘀𝗲𝗴𝗲𝗿𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗴𝗮𝗹𝗮 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗮𝘁𝘂 (bdk. Mat. 19:27). Dalam hal murid-murid pertama Yesus mereka segera meninggalkan jala, perahu, dan ayah mereka (Mat. 4:20, 22). Pilihan harus segera diputuskan: ya atau tidak karena 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 (Mat. 4:17) dan akan segera dimula dalam karya pertama Yesus di Galilea (Mat. 4:23).
Bacaan Injil Minggu ini ditutup dengan Matius 4:23: Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩-𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘵 dan memberitakan 𝘐𝘯𝘫𝘪𝘭 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘚𝘶𝘳𝘨𝘢 serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka (TB II LAI, 1997).
Dalam ayat di atas Matius menulis συναγωγαῖς αὐτῶν (baca: 𝘴𝘺𝘯𝘢𝘨o𝘨𝘢𝘪𝘴 𝘢𝘶𝘵o𝘯) yang artinya 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩-𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘵 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖. NRSV menerjemahkan 𝘵𝘩𝘦𝘪𝘳 𝘴𝘺𝘯𝘢𝘨𝘰𝘨𝘶𝘦𝘴. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menghilangkan kata 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 menjadi 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩-𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘵. Padahal ini petunjuk pengarang Injil Matius yang hendak menyampaikan bahwa sinagoge-sinagoge itu di dunia nyata (di luar cerita Injil) bukan lagi rumah ibadat jemaat Kristen Matius, melainkan rumah-rumah ibadat orang-orang Yahudi. Tampaknya jemaat Matius sudah tidak beribadah di sinagoge Yahudi. Sudah terjadi pemisahan tempat ibadah Yahudi dan Kristen. Ada konflik antara orang Yahudi dan jemaat Kristen Matius, terutama yang sebelumnya beragama Yahudi.
Berbeda kasus dengan 𝘐𝘯𝘫𝘪𝘭 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘚𝘶𝘳𝘨𝘢 yang oleh Matius ditulis τὸ εὐαγγέλιον τῆς βασιλείας (baca: 𝘵𝘰 𝘦𝘶𝘢𝘯𝘨𝘦𝘭𝘪𝘰𝘯 𝘵e𝘴 𝘣𝘢𝘴𝘪𝘭𝘦𝘪𝘢𝘴) tanpa kata surga atau Allah. Akan tetapi penerjemahan ini tidak mengaburkan makna karena Injil Kerajaan sama maknanya dengan Injil Kerajaan Surga/Allah.
Ayat penutup bacaan Injil Minggu ini menyampaikan awal karya Yesus di Galilea sekaligus permulaan seluruh karya Yesus. Dengan demikian Kerajaan Surga/Allah sudah dan sedang datang serta akan datang sepenuhnya pada Akhir Zaman ketika Yesus Kristus datang kembali (Mat. 24-25).
(22012023)(TUS)