PENGANTAR
Minggu 25 Januari 2026, sebagian bacaan Injil kita, Matius 4:18-23 (TB)
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
20 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
23 Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Terkhusus Minggu ini, kita merayakan Hari Literasi GKJ yang ke-3 dan Hari Ulang Tahun ke-74 Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia. Dalam Sidang Sinode XXIX GKJ, 21-24 November 2023, ditetapkan Hari Literasi GKJ bertepatan dengan Hari Ulang Tahun
Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, YTPKI merupakan salah satu lembaga pelayanan dalam naungan Sinode GKJ yangmelayani di bidang literasi. Hal ini tertuang dalam Akta Sinode
XXIX GKJ, artikel 35. Melalui Hari Literasi GKJ ini, Gereja-gereja dalam lingkup Sinode GKJ pada khususnya diajak untuk menyadari
bahwa pelayanan literatur merupakan pelayanan yang penting, bukan hanya untuk pemeliharaan iman, namun juga dalam pemberitaan atau Pekabaran Injil. Kehidupan Gereja dalam melaksanakan tugas panggilannya juga tidak bisa lepas dari peran literatur pendukung. Literatur bisa menjadi cara atau sarana untuk bersaksi tentang Kristus dan karya kasih-Nya, sehingga melalui literatur banyak orang bisa “tertangkap” dalam terang
kasih Kristus. Hidupnya dikuatkan, hatinya yang gelap diterangi, harapannya tumbuh kembali. Jadi mari maknai Hari Literasi GKJ saat ini dengan semangat untuk berkarya bersama-sama memenuhi panggilan Tuhan, ikut serta dalam Pemberitaan Injil di tengah dunia ini. Kita saling mendukung, melengkapi, memperhatikan dan peduli. Biarlah melalui seluruh karya yang kita lakukan baik secara pribadi maupun sebagai Gereja, juga termasuk karya
pelayanan literatur GKJ, khususnya melalui Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, Injil – Kabar Baik itu semakin tersebar. Kehadiran kita di tengah dunia ini mampu memancarkan Kristus, Sang Terang.
Literasi adalah kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami informasi tertulis. Tapi, literasi bukan hanya tentang itu saja. Literasi juga mencakup kemampuan untuk menganalisis, menafsirkan, dan menggunakan informasi untuk membuat keputusan yang tepat.
Literasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti:
- Literasi dasar (membaca, menulis, berhitung)
- Literasi informasi (mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi)
- Literasi digital (menggunakan teknologi untuk mengakses dan memproses informasi)
- Literasi kritis (menganalisis dan menafsirkan informasi untuk membuat keputusan yang tepat)
Literasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dapat membantu kita untuk:
- Membuat keputusan yang tepat
- Mengakses informasi yang akurat
- Berkomunikasi efektif
- Meningkatkan kemampuan belajar dan bekerja
Tuhan Yesus tidak mencari pengikut, sejak mula, kalau pengikut ..... artinya hanya ikut, ikut, ikutan, ikut-ikutan ....... tak ada perubahan status dan tak ada yang perlu diajarkan dari apa yang dipelajari, pengikut hanya tinggal tetap, hanya menjadi duplikat atau copy dari yang diikuti, hanya stay dan tak ada naik kelas, tak ada pertumbuhan karena hanya mengikut, tak ada pengorbanan, tak ada yang perlu ditinggalkan, tak ada kebiasaan lama yang harus ditinggalkan atau diperbaharui menjadi pembelajaran pada kebiasaan yang baru, terlebih tak ada pertumbuhan. Berbeda dengan murid, Yesus mencari murid, ada hal yang harus dibayar oleh seorang murid, harus meninggalkan kebiasaan buruk, harus berkorban, karena harus belajar terus, harus terus menerus berkembang pengetahuannya, harus bertumbuh, murid hatinya mau diajar dan mau ditegur, sekarang mau jadi pengikut atau mau jadi murid. Ketika Yesus memilih para nelayan, bukan karena Yesus suka orang bodoh, tetapi Yesus menunjukan kuasa dan kebijaksanaan Yesus dalam memuridkan, dan keinginan para nelayan menjadi murid (Yohanes Calvin), tidak bisa tidak, pengetahuan menjadi titik penting dari pertumbuhan iman dan pemuridan, iman tidak akan meninggalkan daya nalar atau akal Budi, Paulus pun berpendapat demikian, bahwa pertumbuhan pengetahuan berimbang atau seiring sejalan dengan pertumbuhan iman. Pembaharuan akal budi adalah konsep yang penting dalam Alkitab, terutama dalam surat Paulus kepada warga Efesus dan Roma. Berikut beberapa ayat Alkitab yang relevan:
- Roma 12:2- "Janganlah kamu sama dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
- Efesus 4:23 - "Hendaklah kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,"
- Kolose 3:10 - "dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya."
Ayat-ayat ini menekankan pentingnya pembaharuan akal budi sebagai bagian dari proses perubahan spiritual yang dialami oleh orang Kristen. Pembaharuan akal budi melibatkan perubahan dalam cara berpikir, merasakan, dan bertindak, sehingga kita dapat lebih memahami dan mengikuti kehendak Allah.
Pembaharuan akal budi juga terkait dengan proses pemulihan citra Allah dalam diri kita, sehingga kita dapat menjadi lebih seperti Yesus dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. orang Jawa pun memiliki filosofi tentang pengetahuan, "ELING MARANG NGELMU SARAK DALIL, SINUNG KANUGRAHANING PANGERAN", Ingatlah akan pengetahuan dan norma kehidupan, maka diberkati kemurahan Tuhan. Pertumbuhan Pengetahuan itu terkait literasi, Selamat Hari Literasi.
(25012026)(TUS)