Sabtu, 21 Februari 2026

SUDUT PANDANG PERBEDAAN MATIUS DAN LUKAS PERKARA COBAAN IBLIS ATAS YESUS

SUDUT PANDANG PERBEDAAN MATIUS DAN LUKAS PERKARA COBAAN IBLIS ATAS YESUS

PENGANTAR
Bacaan Injil secara ekumenis untuk Minggu I Pra-Paska (22/2) diambil dari Matius 4:1-11. LAI memberi judul π˜ π‘’π˜΄π‘’π˜΄ π˜₯π‘–π˜€π‘œπ˜£π‘Žπ˜ͺ π˜₯𝑖 π‘π˜’π˜₯π‘Žπ˜―π‘” π‘”π˜Άπ‘Ÿπ˜Άπ‘›. Penjudulan oleh LAI sebenarnya kurang akurat. Mengapa? Kisah π˜—π˜¦π˜―π˜€π˜°π˜£π˜’π˜’π˜― ada dalam Injil sinoptik, tetapi kisahnya berbeda.


PEMAHAMAN 
 Perbedaan utama antara Matius 4:1–11 dan Lukas 4:1–13 bukan pada isi tiga pencobaan (sama), tetapi pada urutan, penekanan teologis, dan cara masing‑masing Injil “mengarah­kan” cerita untuk menonjolkan tema khas mereka.
- Matius: 1) batu–roti; 2) bubungan Bait Allah; 3) semua kerajaan dunia (di gunung yang sangat tinggi).
- Lukas: 1) batu–roti; 2) semua kerajaan dunia; 3) bubungan Bait Allah (Jerusalem).
- Banyak penafsir melihat Matius memakai urutan yang “menaik” secara psikologis (dari kebutuhan tubuh, ke religiositas spektakuler, ke puncak godaan kuasa dunia), sedangkan Lukas menyusun secara geografis/topikal: padang gurun → seluruh dunia (visi) → puncak Bait Allah di Yerusalem (kota kunci dalam Injil Lukas–Kisah Para Rasul).
- Matius sangat menyukai motif “gunung” (khotbah di bukit, gunung transfigurasi, gunung amanat agung); karena itu ia menutup dengan pencobaan di “gunung yang sangat tinggi” sebagai antisipasi konflik tentang otoritas Mesias atas segala bangsa.
- Lukas sangat berfokus pada Yerusalem sebagai titik pusat kisah: Injilnya bergerak menuju Yerusalem, Kisah Para Rasul bergerak keluar dari Yerusalem; karena itu ia menutup pencobaan di bubungan Bait Allah untuk mengarahkan perhatian pembaca pada kota itu sebagai panggung besar drama keselamatan.
- Dengan demikian, pada Matius, puncak konflik adalah: apakah Yesus akan mengambil jalan pintas politik‑kerajaan dunia; pada Lukas, puncaknya adalah: apakah Yesus akan menyalahgunakan status Anak Allah dalam konteks pusat ibadah Israel (Yerusalem/Bait Allah).
- Keduanya sama‑sama menekankan bahwa Yesus dipimpin Roh dan dicobai Iblis selama empat puluh hari; Markus hanya menyebutkan secara sangat singkat.
- Beberapa tafsiran mencatat bahwa Matius memakai penanda urutan yang lebih jelas (“kemudian”, “lagi pula”), sehingga dibaca lebih kronologis; sementara Lukas banyak memakai “dan”, sehingga lebih mudah dipahami sebagai susunan tematis, bukan kronologis ketat.[6][9]
- Keduanya mengutip tiga teks Ulangan yang sama (Ul 8:3; 6:16; 6:13), sehingga perbedaan bukan pada teologi firman, melainkan pada cara masing‑masing penginjil memosisikan cerita itu dalam keseluruhan narasi Injil mereka.
- Analisis Matius cenderung menonjolkan Yesus sebagai Israel sejati dan Raja Mesianik yang menolak model kerajaan dunia, konsisten dengan tema “Yesus Anak Daud” dan Amanat Agung kepada segala bangsa.
- Analisis Lukas menyorot Yesus sebagai Anak Allah yang taat di dalam dan terhadap rencana Allah yang berpusat di Yerusalem, yang nanti akan menderita, mati, dan bangkit di sana; perikop ini menjadi pembuka bagi perjalanan naratif menuju kota itu.
- Perbedaan urutan bukan kontradiksi, melainkan pilihan penyuntingan teologis: satu tradisi peristiwa yang sama “diatur ulang” untuk menegaskan fokus masing‑masing Injil (gunung–segala bangsa pada Matius, Yerusalem–sejarah keselamatan pada Lukas).
(21022026)(TUS)

Sudut Pandang Matius 4:1-11, Serba Cakup

Sudut Pandang Matius 4:1-11, Serba Cakup PENGANTAR Pencobaan/Godaan yang Yesus alami bukanlah pencobaan untuk memperoleh sesuatu. Yesus suda...