Jumat, 20 Februari 2026

Sudut Pandang 𝗟𝗶𝘁𝘂𝗿𝗴𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗺𝗮𝗻, Bagian 1

Sudut Pandang 𝗟𝗶𝘁𝘂𝗿𝗴𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗺𝗮𝗻 bagian 1

𝗟𝗶𝘁𝘂𝗿𝗴𝗶 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗮𝘁𝗮 𝗔𝗰𝗮𝗿𝗮

Banyak orang mengira liturgi hanyalah urutan atau 𝘳𝘶𝘯 𝘥𝘰𝘸𝘯 beribadah: nyanyian pembuka, doa, pembacaan Alkitab, khotbah, persembahan, dan penutup. Urutan dapat digeser, beberapa bagian dapat dihapus. Yang penting ibadah tetap berjalan. Di sinilah masalahnya. Liturgi bukan tata acara!

Liturgi adalah arkitektur kesadaran. Ia bekerja seperti fondasi rumah: tidak selalu terlihat, tetapi menentukan bentuk bangunan di atasnya. Kebaktian yang berulang setiap Minggu membentuk pola batin. Tanpa disadari umat belajar bagaimana berelasi dengan Allah melalui struktur yang mereka jalani.

Jika ibadah selalu dimula dengan manusia yang aktif berbicara, maka umat belajar bahwa Allah menanti inisiatif mereka. Jika kebaktian dimula dengan panggilan dan anugerah, maka umat belajar bahwa Allah lebih dahulu bertindak.

Liturgi tidak netral. Maksudnya, liturgi selalu mengandung teologi. Ia adalah pedagogi yang sabar. Saban Minggu ia mengajar, baik kita sadar maupun tidak. Oleh karena itu perubahan dalam liturgi bukan sekadar soal selera atau kreativitas. Ada konsekuensinya, yakni perubahan dalam pola pembentukan iman.

Menghapus bagian pengakuan dosa, misalnya, bukan hanya memersingkat waktu, ia mengubah kesadaran tentang kebutuhan akan anugerah. Memindahkan pusat perhatian ke layar multimedia bukan hanya modernisasi visual, tetapi terjadi pergeseran gravitasi simbolik.

Liturgi membentuk habitus iman. Habitus inilah yang menentukan apakah iman umat menjadi reflektif atau mekanis, partisipatif atau konsumtif, sadar atau sekadar terbiasa. Apabila liturgi adalah guru yang hadir setiap Minggu, maka pertanyaannya sederhana: 𝘎𝘶𝘳𝘶 𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘬𝘪𝘵𝘢?

2.http://titusroidanto.blogspot.com/2026/02/sudut-pandang-bagian-2.html
3. http://titusroidanto.blogspot.com/2026/02/sudut-pandang-bagian-3.html


Sudut Pandang Matius 4:1-11, Serba Cakup

Sudut Pandang Matius 4:1-11, Serba Cakup PENGANTAR Pencobaan/Godaan yang Yesus alami bukanlah pencobaan untuk memperoleh sesuatu. Yesus suda...