PENGANTAR
Sebetulnya kita harus berhati-hati memasukan ide ke kinian ke teks Alkitab sebelum melihat konteks teks nya dahulu. Tidak masalah sebetulnya, karena tafsir itu perkara sudut pandang, bisa dari mana saja. Tetapi terkadang bila kita gegabah, kita kehilangan jembatan nalar dan argumentasi nya menjadi lemah. Ketahuilah dahulu konteks nya dari teks tsb, kemudian apa ide kekiniannya, pikirkan jembatan nalar dengan argumentasi yang cukup untuk menjembatani antara konteks teks alkitab dengan ide ke kini annya, inget jangan dipaksakan kalau memang tidak bisa dijembatani. Kita mencoba melihat ide konteks teks Kejadian 2:15-17 dan Kejadian 3:1-7 dengan ide ke kini an ekologi.
PEMAHAMAN
Bicara PL, kita tidak bisa menghindar dari sudut pandang tradisi Israel Kuno juga terkait sastra Ibrani dan bahasa. Kita tidak bisa melepas konteks teks tersebut. Dari Segi Sastra, Kedua bagian ini membentuk satu kesatuan naratif yang kontras: perintah ilahi (Kej. 2:15–17) dan pelanggaran manusia (Kej. 3:1–7). Struktur naratifnya simetris: perintah – godaan – pelanggaran – konsekuensi. Bahasa Ibrani menggunakan kata kerja imperatif dan bentuk perfeksif untuk menegaskan kepastian akibat (“pastilah engkau mati” – mot tamut). Pengulangan kata “makan” (akal) menekankan tema ketaatan dan kebebasan moral. Segi Bahasa, Dalam teks Ibrani, istilah “pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat” (da‘at tov vara‘) bukan sekadar moralitas, tetapi idiom Semitik yang berarti “kemampuan membedakan dan menentukan sendiri.” Ini menandakan bahwa dosa manusia bukan hanya ketidaktaatan, tetapi keinginan untuk menjadi otonom dari Allah. Kata “mati” (mut) dalam konteks ini bersifat teologis—menunjuk pada kematian relasional dan spiritual, bukan hanya biologis. Segi Budaya dan Tradisi,
Dalam konteks budaya Timur Dekat Kuno, taman adalah simbol kerajaan dan kehadiran ilahi. Tugas “mengusahakan dan memelihara” (Ibrani: ‘abad dan shamar) menggambarkan fungsi imam dalam bait suci—menjaga kekudusan tempat Allah. Ular dalam budaya kuno sering diasosiasikan dengan kebijaksanaan dan kekuatan hidup, tetapi di sini menjadi simbol penipuan dan pemberontakan terhadap tatanan ilahi. Dimensi Teologis dan Tradisi Israel, Tradisi Yahudi awal menafsirkan kisah ini sebagai asal mula dosa dan penderitaan manusia. Dalam tradisi Kristen, teks ini menjadi dasar doktrin “kejatuhan manusia", bahkan sudut pandang kehendak bebas manusia. Namun, dalam konteks sastra Ibrani, fokusnya bukan pada “kejatuhan” semata, melainkan pada rusaknya relasi antara manusia, Allah, dan ciptaan. Nilai Moral dan Refleksi, Kisah ini mengajarkan pentingnya ketaatan dan kepercayaan kepada Allah. Kebebasan tanpa batas membawa kehancuran, sedangkan ketaatan membawa kehidupan. Manusia dipanggil untuk mengelola ciptaan dengan tanggung jawab, bukan untuk mengambil peran Allah. Kejadian 2:15–17 dan 3:1–7 menggambarkan transisi dari harmoni menuju keterasingan akibat penyalahgunaan kebebasan. Secara sastra, bahasa, dan budaya, teks ini menegaskan bahwa kehidupan sejati hanya ditemukan dalam ketaatan dan relasi yang benar dengan Sang Pencipta. Konteks dalam kisah teks ini juga menunjukan kehendak bebas manusia, sejak awal manusia punya keinginan memberontak pada Allah, manusia diciptakan segambar dan serupa Allah, maka kalau Allah tidak bisa dibatasi, Allah itu bebas, maka manusia pun secara natur memiliki kebebasan tsb, yaitu bebas untuk memberontak pada Allah. Ekologi itu ilmu yg mempelajari biotik dg abiotik, makhluk hidup biotik dengan alam sekitarnya abiotik. Kita fokusnya di salah satu cabang ekologi, yaitu ekologi lingkungan, korelasi antara mahkluk hidup dg lingkungan hidupnya, Itu kan bisa dikaitkan dg konteks bab 2 bahkan bab 3 untuk definisinya. Kaitan mahkluk hidup (manusia) sebagai mahkluk Allah yang seharusnya lah taat pada Allah, taat pada Allah itu bearti mengusahakan secukupnya dan memelihara sepenuhnya agar alam menghidupi manusia yang hidup taat pada Allah, tidak taat pada Allah artinya mengusahakan berlebihan dan tidak memelihara sehingga alam menjadi penghancur atau alat kematian atau alat bunuh diri masal bagi manusia, teks ini juga menunjukan kehendak bebas manusia, sejak awal manusia punya keinginan memberontak pada Allah, mengusahakan berlebihan dan tidak memelihara alam, itu pemberontakan pada Allah. Manusia diciptakan segambar dan serupa Allah, maka kalau Allah tidak bisa dibatasi, Allah itu bebas, maka manusia pun secara natur memiliki kebebasan tsb, yaitu bebas untuk memberontak pada Allah. Sebetulnya, sumber semuanya pengrusakan alam itu adalah KETAKUTAN, ketika kita takut yang muncul prasangka, bukan prapaham. Sehingga eksplorasi alam yg ngawur itu karena orang TAKUT MISKIN. Serakah, Tamak, korupsi, dlsb, itu karena manusia takut miskin. Kejadian 2, itu konteks nya keterikatan manusia pada Allah, wujud keterikatan itu ketaatan manusia pada Allah, ada pembolehan dan ada larangan, ketika manusia melanggar larangan maka tidak taat, konsekuensi ketidak taatan itu adalah pisah hubungan dg Allah, artinya MATI. Kalau manusia tidak taat pada Allah untuk memelihara alam dg baik, disamping mengusahakan secukupnya untuk hidup manusia, maka konsekuensinya mati, mati itu bisa digambarkan pada kerusakan alam yang membunuh manusia sendiri, tema konteks nya dulu secara sudut pandang Israel PL baru masuk ke kenyataan kekinian atau kontekstual. Kita harus lihat konteks nya ayat dulu, baru ide kekinian apa yg akan kita usung, terus membuat jembatan nalarnya, jadi ..... Gak lepas, ada keterhubungan ya. Kejadian 3, itu kan bicara tentang akan ada saja, godaan atau pertimbangan nalar yang akan melawan keinginan taat pada Allah, segala sesuatu yang melawan ketaatan pada Allah itu berseberangan dg Allah, dalam Alkitab di metaforakan sebagai iblis dengan simbol ular, kenapa ular ..... Ular sering dipakai lambang dewa bangsa sekitar Israel pada zamannya shg dianggap berseberangan sbg Allah Israel (tapi ingat Kristus disamakan dg ular tembaga di kitab bilangan, yang dianggap menyembuhkan, juga di pakai di dunia medis sebagai simbol), ular dianggap binatang mematikan, di Padang pasir itu habitat ular disebut ular Derik, itu bisanya lebih hebat dari king cobra, maka banyak khilafah yg mati oleh ular Derik karena perjalanan Padang pasir, ular Derik bisa berkamuflase dg Padang pasir shg tidak terlihat, oleh karena itu menjadi simbol bagi Israel sebagai berseberangan dg Allah Israel karena Allah membawa kehidupan, ular Derik membawa kematian. Kalau, dipandang memelihara alam itu suatu bentuk ke taat an pada Allah karena dg memelihara alam maka kehidupan manusia ikut terjaga, bencana alam yg bisa mengancam ribuan bahkan jutaan jiwa manusia dapat diminimalisir, ini membawa kehidupan seperti hal nya Allah, tetapi kalau alam tidak dijaga maka bisa mengancam hidup manusia, ribuan dan jutaan bahkan jiwa manusia bisa mati. Saat manusia mengikuti godaan (takut miskin, serakah , dlsb) untuk tidak taat pada Allah (tidak menjaga alam) maka kehidupan manusia terancam punah, kematian, itu konsekuensi tidak taat pada Allah, taat hidup tidak taat mati, jaga alam hidup, tidak jaga alam mati. Kalau, dijembatani dg konteksnya dari ide ekologis, kurang lebih nya begitu. Jadi memelihara alam dan mengusahakan secukupnya, menjadi mendasar dan beragumentasi kuat karena terhubung dengan relasi manusia dengan Allah serta lingkungan di mana manusia hidup atau ditempatkan, konsepnya hampir mirip dg Daniel yang ditempatkan di bangsa penjajah tapi taat Allah dan menjadi berkat bagi lingkungannya maka Daniel hidup karena dilindungi Allah, kita hidup dan dilindungi Allah karena menjadi berkat bagi lingkungan kita yaitu alam dimana kita hidup. Konsep sastra nya pada garis besarnya sama, cuman tokoh ceritanya yang ganti. Saya selalu bahkan sering dikatakan sesat, liberalis, bahkan ateis, karena saya mengatakan : "Kalau mau jujur, ini sastra, kisah Adam dan hawa sudah ada sejak sebelum Israel kuno dan itu dapat dibuktikan, tidak ada satu bukti arkeologi pun yg bisa menjadi bukti Adam dan Hawa ada, termasuk Nuh, itu metode ajar secara sastra Ibrani kuno". Makanya, kelompok sepemikiran biblika kami, sering disebut, kelompok Mbah Dukun Sesat .... Wk ..... Wk.
(25022026)(TUS)