PENGANTAR
Kisah Paskah yang berbeda-beda dalam Injil, itu bukan sesuatu yang harus diselaraskan, karena setiap Injil, penulisnya mengusung konsep teologinya mading-masing
PEMAHAMAN
𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗠𝗮𝗿𝗸𝘂𝘀 tidak mengisahkan penampakan Yesus-Paska. Injil Markus hanya menyampaikan berita kebangkitan Yesus melalui 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 di dalam kubur Yesus. Warta itu disampaikan kepada Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome, “𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵! 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘠𝘦𝘴𝘶𝘴 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘕𝘢𝘻𝘢𝘳𝘦𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘭𝘪𝘣𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶. 𝘐𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘵𝘬𝘢𝘯. 𝘐𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪. 𝘓𝘪𝘩𝘢𝘵! 𝘐𝘯𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘋𝘪𝘢. 𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪𝘭𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥-𝘕𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘗𝘦𝘵𝘳𝘶𝘴: 𝙄𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙪𝙡𝙪𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚 𝙂𝙖𝙡𝙞𝙡𝙚𝙖. 𝘋𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘋𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯-𝘕𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶.” (Mrk. 16:6-7, TB II 2023)
Injil Markus berhenti mendadak pada pasal 16 ayat 8a.
𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗠𝗮𝘁𝗶𝘂𝘀 berkisah lebih lengkap. Hanya saja perempuan yang datang ke kubur Yesus sedikit berbeda, yakni Maria Magdalena dan Maria yang lain. Yesus-Paska menampakkan diri kepada kedua perempuan itu (Mat. 28:9). Yesus menyampaikan pesan kepada mereka agar para murid-Nya (Yesus menyebut dengan 𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘒𝘶) menjumpai-Nya di Galilea. Ini berarti kedua perempuan itu berjumpa dengan Yesus-Paska di Yerusalem dan para murid juga masih di Yerusalem.
Adegan beralih dengan perjumpaan para murid dan Yesus-Paska di Galilea. Di sini Yesus-Paska mengutus para murid-Nya, yang kemudian dikenal dengan Amanat Agung (Mat. 28:16-20). Tidak ada kisah Kenaikan Yesus.
𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗟𝘂𝗸𝗮𝘀 menceritakan penampakan Yesus-Paska kepada Kleopas dan murid anonim dalam perjalanan pulang ke Emaus dari Yerusalem. Sesudah kedua murid itu menyadari itu Yesus-Paska, mereka bergegas kembali ke Yerusalem untuk menyampaikan kabar sukacita itu kepada teman-teman mereka (Luk. 24:13-35).
Sesudah episode di Emaus, adegan berlanjut dan beralih ke Yerusalem masih pada hari yang sama. Yesus-Paska menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Yesus sempat makan ikan bakar untuk menunjukkan bahwa Ia bukan hantu. (Luk. 24:36-49)
Yesus-Paska mengajak mereka ke luar kota sampai dekat Betania (tidak jauh dari Yerusalem) masih pada hari yang sama. Lalu Yesus terangkat ke surga. Para murid kembali ke Yerusalem. (Luk. 24:50-53)
𝗜𝗻𝗷𝗶𝗹 𝗬𝗼𝗵𝗮𝗻𝗲𝘀 juga menceritakan penampakan Yesus-Paska untuk kali pertama kepada perempuan. Perbedaannya, penampakan Yesus-Paska hanya kepada Maria Magdalena. Ia hendak memegang Yesus-Paska, tetapi dilarang karena Yesus belum pergi ke Allah Bapa. Yesus-Paska berpesan kepadanya untuk menyampaikan kebangkitan-Nya kepada murid-murid-Nya (sama seperti Matius, di sini Yesus menyebut dengan 𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢-𝘒𝘶) (Yoh.20:11-18). Posisi mereka di Yerusalem.
Adegan berlanjut dan beralih ke penampakan Yesus-Paska kepada para murid sampai dua kali. Dalam pertemuan kesatu Yesus memberi Roh Kudus. Dalam pertemuan kedua Yesus-Paska menawarkan Tomas untuk memegang bekas luka di tangan dan lambung-Nya. Yesus membolehkan disentuh. Itu berarti Yesus sudah naik ke surga karena Yesus sebelumnya tidak boleh disentuh oleh Maria Magdalena. Kronologi ini juga sesuai dengan yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 16:7, yaitu 𝘗𝘢𝘳𝘢𝘬𝘭𝘦𝘵𝘰𝘴 akan diberikan sesudah Yesus pergi kepada Bapa-Nya.
Injil Yohanes berakhir pada pasal 20 ayat 30-31 yang diberi judul oleh LAI 𝘔𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥𝘯𝘺𝘢 𝘐𝘯𝘫𝘪𝘭 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘤𝘢𝘵𝘢𝘵.
Tampaknya petulis Injil Yohanes mati. Lalu disambunglah dengan satu pasal tambahan (pasal 21) oleh murid-murid petulis Injil Yohanes. Yesus-Paska menampakkan lagi di Galilea tepatnya di pantai Danau Tiberias. Dalam ayat 24-25 tampak bahwa pasal 21 adalah tambahan dengan perubahan kata ganti orang (pronomina).
Ada perbedaan lokasi penampakan dan kronologi cerita.
▶️ Injil Markus berakhir di Yerusalem.
▶️ Injil Matius berakhir di Galilea.
▶️ Injil Lukas berakhir di Yerusalem.
▶️ Injil Yohanes berakhir di Yerusalem, lalu bersambung ke Galilea.
Kaum Kristen fundamentalis pasti tidak berterima dikatakan kisah itu berbeda. Tidak berbeda. Kisah itu saling melengkapi, kata mereka.
Baiklah, jika saling melengkapi, maka kronologinya sebagai berikut (mengikuti logika fundamentalis):
Kali pertama penampakan di Yerusalem (kepada perempuan), Yesus-Paska naik ke surga (versi Yohanes), turun lagi, lalu menyertai dua murid ke Emaus (versi Lukas), kembali ke Yerusalem untuk menampakkan diri kepada murid-murid-Nya (versi Lukas dan Yohanes), lalu ke Galiea menampakkan lagi kepada para murid (versi Matius dan Yohanes), lalu Yesus-Paska mengajak mereka kembali ke Yerusalem, dan akhirnya Yesus-Paska naik ke surga (versi Lukas).
Bagi saya perbedaan itu adalah anugerah kekayaan iman. Mengapa? Kitab Injil pada mulanya tidak ditulis atau tidak ditujukan untuk orang Kristen Indonesia. Kitab-kitab Injil ditulis untuk menjawab pergumulan jemaat masing-masing petulis Injil: 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 𝘔𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴 𝘮𝘢𝘵𝘪? Setiap jemaat memiliki persoalan dan pergulatan masing-masing. Tidak sama. Dunia cerita dan teologi Injil pun berbeda, karena kitab Injil ditulis untuk menggembala umat masing-masing agar tetap teguh beriman kepada Yesus yang bangkit. Nah, sekarang kita beruntung dapat melihat kekayaan teologi para petulis Injil.
Dari empat akhir kisah saya paling suka cara penutupan Injil Markus. Markus menutup cerita Injil secara mendadak pada ayat 8a. Mengapa Markus menutup Injilnya seperti mengambang?
Markus tampaknya memang sengaja hendak mengguncang pembaca Injilnya. Apabila kita membaca pembuka Injil, Markus memula Injilnya secara mendadak (Mrk. 1:1-3). Demikian pula Markus menutup Injilnya secara mendadak.
Selain itu dan tak kalah pentingnya Markus hendak menyampaikan tidak ada perbedaan antara penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus. Semuanya peristiwa historis menurut petulis Injil Markus. Hal ini terbaca pada ayat 6 yang menekankan identitas Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan. Akan tetapi Markus menjelaskan kebangkitan Yesus dengan cara yang tidak biasa untuk memahami sesuatu. Kebangkitan Yesus merupakan peristiwa misterius dalam sejarah.
Pada aras itu kebangkitan Yesus tidak hadir sebagai kisah yang selesai dan tertutup, melainkan sebagai peristiwa yang melampaui cara biasa manusia memahami. Dalam tradisi Gereja dikenal sebagai 𝗠𝗶𝘀𝘁𝗲𝗿𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗮. Apa itu Misteri Paska?
Misteri Paska secara sederhana ditakrifkan sebagai seluruh peristiwa sengsara, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus. Misteri Paska merupakan serapan dari ungkapan Latin 𝘔𝘺𝘴𝘵𝘦𝘳𝘪𝘶𝘮 𝘗𝘢𝘴𝘤𝘩𝘢𝘭𝘦. Dalam liturgi apabila kita mendengar kata 𝘮𝘺𝘴𝘵𝘦𝘳𝘪𝘶𝘮, kita akan mendiskusikan kata 𝘴𝘢𝘤𝘳𝘢𝘮𝘦𝘯𝘵𝘶𝘮, yang diindonesiakan menjadi sakramen. Kata 𝘮𝘺𝘴𝘵𝘦𝘳𝘪𝘶𝘮 dan 𝘢𝘤𝘳𝘢𝘮𝘦𝘯𝘵𝘶𝘮 selalu saling berpautan.
Sakramen menonjolkan tanda kelihatan dari kenyataan keselamatan yang tak kelihatan. Misal, sakramen baptis dimaknai mati bersama Kristus, dikubur bersama Kristus, dibangkitkan bersama Kristus, dan akan berkuasa bersama Kristus. Gerakan pembaptisan, entah dipercik, entah diselamkan, adalah tanda lahiriah yang kelihatan untuk menyimbolkan realitas keselamatan yang tak kelihatan. 𝗥𝗲𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗮𝗸 𝗸𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 itulah yang dimaksud pada kata misteri dalam Misteri Paska.
“Kelalaian” ketiga perempuan itu tidak meneruskan pesan orang muda itu kepada para murid tentu saja menerbitkan pertanyaan pembaca Injil, apakah murid-murid pergi ke Galilea menyusul Yesus yang bangkit? Petulis Injil Markus mengakhiri Injilnya dengan cara terbuka seolah-olah cerita belum selesai, menantang murid-murid Yesus menjawab ajakan Yesus untuk menemui-Nya di Galilea.
Para pembacalah yang harus menyelesaikan sendiri dengan menanggapi ajakan Yesus yang bangkit untuk menyusul-Nya ke Galilea, menjumpai Yesus yang bangkit di tengah kehidupan mereka di tempat masing-masing. 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘋𝘪𝘢?
𝘊𝘩𝘳𝘪𝘴𝘵𝘰𝘴 𝘢𝘯𝘦𝘴𝘵𝘪!
(Catatan: Yesus-Paska merujuk Yesus yang bangkit.)
(06042026)(TUS)